Anda di halaman 1dari 2

Teknologi Sederhana Pembuatan

BIOPESTISIDA
Juli 2004 Agdex : 680/08

PENDAHULUAN
Biopestisida adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal
dari bahan hidup. Yang akan diuraikan disini adalah
biopestisida yang terbuat dari tanaman sehingga disebut
Pestisida Nabati. Kandungan bahan kimia dalam tanaman
tersebut menunjukkan bioaktivitas pada serangga,
seperti bahan penolak (repellent), penghambat makan
(antifeedant), penghambat perkembangan (insect
growth regulator ), dan penghambat peneluran
(oviposition deterrent). Biopestisida sekarang mulai
banyak diminati oleh petani karena harga pestisida kimia
sangat mahal. Selain itu penyemprotan pestisida kimia
yang tidak bijaksana menyebabkan kekebalan terhadap
hama dan menimbulkan pencemaran lingkungan.

KEUNGGULAN
1. Murah dan mudah dibuat
2. Relatif aman terhadap lingkungan
3. Kandungan bahan kimianya, tidak menyebabkan
keracunan pada tanaman Gambar 1. Biji buah pace/mengkudu dapat mengendalikan hama
4. Tidak mudah menimbulkan kekebalan hama pengunyah (ulat) dan hama penghisap
5. Menghasilkan produk pertanian yang sehat, bebas
residu pestisida kimia

2. DAUN SIRSAK
KELEMAHAN
1. Daya kerjanya relatif lambat Bahan Aktif : annonain dan resin
2. Tidak membunuh langsung hama sasara Mekanisme pengendalian : antifeedant
3. Tidak tahan sinar matahari dan tidak Hama sasaran : kutu daun thrips
tahan simpan Cara pembuatan :
4. Kurang praktis Daun sirsak 50 - 100 lembar ditumbuk sampai halus,
5. Perlu penyemprotan yang berulang-ulang lalu diberi 5 liter air dan diaduk sampai rata. Larutan
direndam 1 malam. Satu liter hasil larutan tersebut
diencerkan dalam 10 - 15 liter air. Selanjutnya larutan
MACAM BIOPESTISIDA NABATI hasil pengenceran siap disemprotkan ke hama
sasaran.
Pembuatan biopestisida nabati akan diambilkan dari
proses ekstraksi bahan-bahan sebagai berikut : 3. DAUN TEMBAKAU
1. BIJI BUAH PACE/MENGKUDU Bahan Aktif : nikotin
Mekanisme pengendalian : racun mematikan
Bahan Aktif : annonain dan resin Hama sasaran : belalang, ulat/penggerek
Mekanisme pengendalian : Cara pembuatan :
penghambatan aktivitas makan hama sehingga 250 gr (4 genggam) daun tembakau dirajang, lalu
menurunkan aktivitas hama sasaran (antifeedant) direndam 1 malam dalam 8 liter air. Setelah itu
Hama sasaran : daunnya diambil. Air hasil rendaman daun tembakau
ulat, hama penghisap (kepik, tungau) tadi ditambah deterjen 2 sendok teh, dan diaduk
Cara pembuatan : sampai rata. Setelah disaring, larutan siap
15 - 25 gram biji buah pace ditumbuk sampai halus, disemprotkan ke hama sasaran.
lalu hasil tumbukannya direndam selama 1 malam
dalam 1 liter air, yang ditambah 1 gram deterjen.
Larutan diaduk, kemudian disaring dengan kain halus.
Selanjutnya larutan siap disemprotkan ke hama
sasaran

Alamat : Jl. Rajawali No. 28, Demangan Baru, Yogyakarta 55281


Telp.(0274)884662, Fax. (0274) 562935
E-mail: bptpdiy@indosat.net .id
4. BIJI DAN DAUN MIMBA 7. DAUN GAMAL (GLYRICIDAE)

Bahan Aktif : Bahan Aktif : tanin


azadirachtin,salanin, nimbin, meliantriol Hama sasaran :
Hama sasaran : ulat, hama penghisap (kepik, tungau).
ulat, hama penghisap (kepik, tungau), jamur, bakteri, Mekanisme pengendalian : antifeedant
nematoda Cara pembuatan :
Mekanisme pengendalian : 100 - 150 gram daun gamal ditumbuk halus, lalu
antifeedant dan insect growth regulator masukkan ke dalam kantong. Kantong diperas dalam
Cara pembuatan dari bahan biji : ember berisi 10 liter air. Selanjutnya tambahkan 250
200 - 300 gram biji ditumbuk sampai halus, lalu hasil ml minyak tanah dan 50 gram deterjen, lalu diaduk.
tumbukan direndam dalam 10 liter air selama 1 Larutan siap disemprotkan ke hama sasaran.
malam. Selanjutnya larutan disaring kain halus dan Catatan :
siap disemprotkan ke hama sasaran. Penggunaan dg minyak tanah harus hati-hati, karena
Cara pembuatan dari bahan daun : penggunaan yang terlalu sering menyebabkan daun
1 kg daun mimba kering atau daun mimba segar terbakar, dan jangan digunakan pada saat menjelang
ditumbuk sampai halus. Ditambahkan 10 liter air dan panen, karena menimbulkan bau pada hasil panen.
direndam selama 1 malam. Setelah diaduk sampai
rata, larutan disaring kain halus dan siap 8. AKAR/KULIT BATANG/BIJI BUAH PACAR CINA
disemprotkan ke hama sasaran.

Gbr. Biji dan daun mimba dapat digunakan untuk


Gbr. Seluruh bagian tanaman pacar cina dapat digunakan
mengendalikan hama dan penyakit
sebagai biopestisida (kiri); ngengat dan larva ulat pada
tanaman kacang tanah (kanan)
5. AKAR TUBA
Bahan Aktif : azadirachtin
Bahan Aktif : rotenon, deguelin, elipton,toxicarol Hama sasaran : ulat, hama penghisap (tungau, kutu)
Hama sasaran : molusca (keong) Mekanisme pengendalian : antifeedant
Mekanisme pengendalian : antifeedant Cara pembuatan :
Cara pembuatan Akar / Kulit batang / biji buah pacar cina dihancurkan
Akar tuba 5-10 gram ditumbuk sampai halus, lalu untuk diambil ekstraknya. Selanjutnya dipanaskan
ditambah 1 liter air dan 1 gram deterjen, lalu diaduk selama 10 menit dalam 2 liter air, ditambah 2 sendok
sampai rata. Larutan direndam selama 1 malam. makan minyak tanah dan 50 gram deterjen. Kemudian
Keesokannya, setelah larutan disaring, larutan siap larutan disaring kain halus dan ditambahkan 10 liter
disemprotkan ke hama sasaran. air. Larutan siap disemprotkan ke hama sasaran.

9. BIJI JARAK DAN BIJI MAHONI


6. SIRSAK DAN JERINGAU
Bahan Aktif : recinin dan alkaloid
Bahan Aktif : Hama sasaran : ulat, hama penghisap
arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, (kepik, tungau), nematoda
metil eugenol, eugenol. Mekanisme pengendalian : antifeedant, oviposition
Hama sasaran : wereng coklat deterrent, insect growth regulator
Mekanisme pengendalian : Cara pembuatan :
antifeedant dan oviposition deterrent 0,75 kg biji jarak/mahoni dihancurkan, selanjutnya
Cara pembuatan : dipanaskan selama 10 menit dalam 2 liter air
Daun sirsak satu genggam, rimpang jeringau satu ditambah 2 sendok makan minyak tanah dan 50 g
genggam, bawang putih 20 siung ditumbuk sampai deterjen. Kemudian larutan disaring kain halus dan
halus lalu ditambahkan 20 liter air dan 20 gram tambah tambahkan 10 liter air. Larutan siap
deterjen. Rendam selama 2 hari. Selanjutnya 1 liter disemprotkan ke hama sasaran.
larutan hasil saringan tadi diencerkan dengan 10-15
liter air. Hasil pengenceran tersebut siap disemprotkan
ke hama sasaran. Pustaka :
Direktorat Perlindungan tanaman. 2000. Pengenalan
Pestisida Nabati Tanaman Hortikultura. Jakarta.
Prijono D. 1999. Prospek dan Strategi Pemanfaatan
Insektisida Alami dalam PHT. Pusat Kajian PHT IPB
Bogor.

No: L.01/TM-EW/2004