Anda di halaman 1dari 28

STUDI KASUS PASIEN

DIARE AKUT TANPA DEHIDRASI PADA PASIEN DEWASA DENGAN


PENDEKATAN HOLISTIK DI PUSKESMAS
KECAMATAN CILINCING
PERIODE APRIL 2016

KELOMPOK 4

Irfan Kurniawan
1102010132

Pembimbing :
dr. Dian Mardhiyah, M.KK

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
APRIL 2016
PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul “DIARE AKUT TANPA DEHIHRASI PADA
DEWASA DENGAN PENDEKATAN HOLISTIK DI PUSKESMAS KECAMATAN
CILINCING PERIODE APRIL 2016” ini telah disetujui oleh pembimbing untuk
dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas dalam Kepaniteraan Klinik
Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI.

Jakarta, April 2016

Pembimbing,

dr. Dian Mardhiyah, M.KK

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb.


Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji dan syukur kami senantiasa kami ucapkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga
Referat Program Kesehatan Lingkungan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulisan Studi Kasus Diare Akut Tanpa Dehihrasi Pada Pasien Dewasa Dengan
Pendekatan Holistik di Puskesmas Kecamatan Cilincing Periode April 2016 bertujuan untuk
memenuhi tugas kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI. Selain itu, tujuan lainnya adalah sebagai salah satu sumber pengetahuan
bagi pembaca, terutama pengetahuan mengenai Ilmu Kesehatan Masyarakat, sehingga dapat
memberikan manfaat.
Penyelesaian Studi Kasus Diare Akut Tanpa Dehihrasi Pada Pasien Dewasa Dengan
Pendekatan Holistik di Puskesmas Kecamatan Cilincing Periode April 2016 ini tidak terlepas
dari bantuan para dosen pembimbing, staf pengajar, serta orang-orang sekitar yang terkait. Oleh
karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Dian
Mardhiyah, M.KK selaku dosen pembimbing kami kelompok 4, Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan selaku Dekan Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.
Kesadaran bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan Diare Akut
Tanpa Dehihrasi Pada Pasien Dewasa Dengan Pendekatan Holistik di Puskesmas Kecamatan
Sunter Periode April 2016. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan untuk perbaikan
di masa mendatang. Semoga referat ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak terkait.

Wassalamu’alaikum wr. wb
Jakarta, April 2016

Penulis

ii
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PERSETUJUAN .......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ..............................................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL .................................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................... vi
BERKAS PASIEN ................................................................................................................... 1
A. Identitas Pasien .................................................................................................................. 1
B. Anamnesis ......................................................................................................................... 1
C. Pemeriksaan Fisik .............................................................................................................. 3
BERKAS KELUARGA ........................................................................................................... 5
A. Profil Keluarga .................................................................................................................. 5
1. Karakteristik Keluarga .................................................................................................... 5
2. Genogram ....................................................................................................................... 5
3. Dinamika Keluarga ......................................................................................................... 7
4. Fungsi Keluarga .............................................................................................................. 7
5. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup .......................................................... 8
6. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga .......................................................................... 9
7. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) ................................................................... 10
8. Pola Konsumsi Makan Keluarga .................................................................................. 10
9. Pola Dukungan Keluarga .............................................................................................. 14
B. Identifikasi Permasalahan yang didapat dalam keluarga ................................................. 14
C. Diagnosis Holistik ........................................................................................................... 16
1. Aspek Personal ............................................................................................................. 16
2. Aspek Klinik ................................................................................................................. 16
3. Aspek Risiko Internal ................................................................................................... 16
4. Aspek Eksternal ............................................................................................................ 17
5. Aspek Fungsional ......................................................................................................... 17
D. Rencana Penatalaksanaan ................................................................................................ 18
E. Prognosis .......................................................................................................................... 20

iii
LAMPIRAN............................................................................................................................ 21
Lampiran 1. Bahan Makanan Penukar ............................................................................... 21

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Nn. E .................................................................................. 5


Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal Nn. E ............................................................................. 8
Tabel 3. Pelayanan Kesehatan ................................................................................................. 10
Tabel 4. Rencana Penatalaksanaan Nn. E ............................................................................... 18

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Genogram Keluarga Tn. P ....................................................................................... 6


Gambar 2. Denah Rumah Kontrakan Nn. E .............................................................................. 9

vi
BERKAS PASIEN

A. Identitas Pasien
Nama : Nn. E
Jenis Kelamin : Wanita
Umur : 25 tahun
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Alamat : Jl. Kebantenan 2, RT.7/RW.9, Semper Tim., Cilincing, Kota
Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SMK
Pekerjaan : Penjaga Toko
Tanggal periksa : 14 April 2016

B. Anamnesis
Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 14 April 2016
1. Keluhan Utama : buang ari besar cair sejak dua hari
2. Keluhan Tambahan : demam dan nafsu makan menurun
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan buang air besar cair sejak dua hari yang lalu.
BAB cair lebih dari lima kali dalam satu hari, konsistensi cair, warna kekuningan,
tidak disertai darah atau lendir. Keluhan juga disertai perut terasa sakit, terutama saat
akan BAB, nyeri ulu hati dan pasien mengeluhkan ada demam. Demam timbul setelah
BAB cair dan menetap hingga sekarang. Pasien merasa nafsu makan menurun sejak
mengalami sakit tersebut dan merasa lemas. Pasien cenderung banyak minum. Buang
air kecil dikatakan normal.
Pasien mengatakan keluhan berawal seletah memakan lauk yang di beli di
warteg dekat tempat bekerja. Pasien mengaku sering membeli makanan di warteg
tersebut dan tidak pernah ada keluhan sebelumnya. Pasien mengaku selalu membeli
makanan di warteg atau kaki lima untuk konsumsi sehari-hari. Pasien belum
meminum atau menggunakan obat apapun untuk keluhannya saat ini. Pasien belum

1
berobat ke dokter sebelumnya. Pasien menyangkal adanya riwayat alergi makanan,
riwayat asma, alergi obat, bersin-bersin pagi hari.
Pasien datang ke puskesmas karena merasa keluhan BAB cair sudah sangat
menggangu dan membuat pasien sulit tidur serta beraktifitas dan nafsu makan
menurun. Pasien merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya saat ini. Pasien juga
berharap penyakit yang diderita dapat segera sembuh dan dapat beraktifitas kembali.

4. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah memiliki keluhan atau sakit yang sama.
a. Riwayat Anemia : (-)
b. Riwayat Asma : (-)
c. Riwayat Alergi : (-)
d. Riwayat Sakit Kuning : (-)
e. Riwayat TB : (-)
f. Riwayat DM : (-)

5. Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan yang
sama.
6. Riwayat Sosial Ekonomi
Biaya hidup pasien diperoleh dari penghasilan pribadi yang bekerja sebagai
penjaga toko alat tulis. Penghasilan pasien adalah Rp 1.500.000,- per bulan. Pasien
mengatakan bahwa penghasilannya tersebut dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari,
makan, membayar kontrakan, dan listrik.

7. Riwayat Kebiasaan
Pasien memiliki kebiasaan berangkat kerja pukul 07.00 hinga pukul 16.00 setiap
hari nya. Selama bekerja pasien lebih sering duduk di kursi, pasien merasa kursi
yang digunakan nyaman untuk bekerja. Pasien selalu membeli makanan di warteg
atau penjual makanan untuk konsumsi sehari-hari. Pasien jarang mengkonsumsi
sayuran maupun buah-buahan. Pasien mandi dua kali sehari,namun pasien jarang
mencuci tangan sebelum makan. Pasien berjalan kaki ke tempat kerja yang berjarak
2 km dari tempat tinggal.

2
C. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik tanggal 14 April 2016:
1. Keadaan Umum : tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
2. Vital Sign
 Tekanan darah : 110/70 mmHg
 Respirasi : 20 x/menit
 Nadi : 84 x/menit
 Suhu : 37, 7oC
3. Status Gizi
 Berat badan : 64 kg
 Tinggi badan : 159 cm
𝐵𝐵 64
 BMI : = (1,59)2 = 25,3
𝑇𝐵2
 Kesan : BMI lebih ( Overweight)
4. Status Generalis
a. Kepala
 Bentuk : normocephal
 Rambut : hitam, tidak mudah dicabut
 Mata : konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-)
: pupil bulat, isokor, refleks cahaya (+/+)
 Telinga : bentuk normal, tidak terdapat serumen
 Hidung : septum tidak deviasi, tidak terdapat sekret
 Tenggorokan : T1-T1 Tenang, Hiperemis(-)
 Mulut : bibir tidak sianosis, lidah tidak kotor
b. Leher
 Trakea di tengah
 Pembesaran kelenjar getah bening (-)
c. Thorak
 Inspeksi : bentuk dada simetris
: pergerakan dinding dada simetris
: iktus kordis tidak terlihat
 Palpasi : fremitus taktil dan vokal sama kanan dan kiri
: iktus kordis tidak teraba

3
 Perkusi : sonor diseluruh lapang paru, batas jantung normal
 Auskultasi : vesikuler diseluruh lapang paru, wheezing (-), ronki (-)
: bunyi jantung I,II murni regular, murmur gallop (-)
d. Abdomen
 Inspeksi : perut datar, simetris
 Auskultasi : bising usus (+) normal
 Palpasi : hepar dan lien sulit dinilai
e. Genitalia : Tidak diperiksa
f. Ekstremitas :
 Superior : Akral Hangat, edema -/-, turgor kulit baik
 Inferior : Akral Hangat, edema -/-, turgor kulit baik

5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang tidak dilakukan. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan
berupa pemeriksaan feses lengkap dan darah rutin.

4
BERKAS KELUARGA

A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga (KK) : Tn. P 56 Tahun
b. Identitas Pasangan : Ny. W 52 Tahun
c. Struktur Komposisi Keluarga :

Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Nn. E


No Nama Kedudukan JK Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
1 Tn. P KK L 56 SD Petani Rp.
2.000.000
2 Ny. W Istri P 52 SD IRT -
3 Tn. K Anak L 27 SMK Montir Rp.
3.000.000
4 Nn. E Anak P 25 th SMK Penjaga Rp.
Toko 1.500.000

2. Genogram
Bentuk Keluarga
Nn. E sebagai anak ke 2 di keluarga. Orang tua tinggal di Kebumen Jawa Timur.
Kakak Nn. E bekerja di Lamongan sebagai montir. Dengan demikian, keluarga ini termasuk
dalam Nuclear Family dimana dalam keluarga ini terdapat suami, istri dan anak kandung.

Tahapan Siklus Keluarga


Menurut Duvall (Nicholas 1984), keluarga ini termasuk dalam siklus keluarga tahap
keenam, yaitu tahap keluarga melepas anak usia dewasa (meninggalkan rumah)

5
Genogram

Ny Tn. P
W

Tn. K
Nn.
Ww
E

Keterangan :

Laki – Laki

Perempuan

Garis Pernikahan

Garis Keturunan

Menginggal

Pasien

Gambar 1. Genogram Keluarga Tn. P

6
3. Dinamika Keluarga
Hubungan keluarga satu sama lain selama ini tidak ada masalah. Pasien dengan orang
tua memiliki hubungan dekat. Hubungan dengan keluarga sangat baik. Nn. E sering
menghubungi orang tua di rumah untuk menanyakan kabar, Nn.E juga menyisihkan uang
gaji untuk dikirim kepada orang tua. Nn.E pulang kampong setahun sekali saat lebaran.
Kakak Nn.E juga melakukan hal yang sama. Keluarga sangat mendukung pekerjaan Nn. E
namun keluarga sering merasakan rindu untuk berkumpul setiap hari.

4. Fungsi Keluarga
a. Biologis:
Secara aspek biologis keluarga Tn. P telah menjalankan fungsinya dengan baik
sebagai kepala keluarga. Keluarganya selama ini cukup harmonis. Pasien merasa
nyaman tinggal di Jakarta karena lingkungan sekitar baik dari tetangga maupun
keamanan tergolong cukup mendukung. Namun pasien sering merasa kesepian
karena jauh dari keluarga
b. Ekonomi:
Kebutuhan ekonomi sehari-hari pasien tercukupi dengan penghasi;an sebesar
Rp. 1.500.000 sebagai penjaga toko buku. Uang tersebut sehari-hari dipakai untuk
makan dan membayar listrik dan air, membayar kontrakan dan mengirim untuk
orang tua. Nn. E mengaku dapat menyisihkan sebagian uang untuk tabungan.
c. Psikologis:
Secara psikologis keluarga tersebut saling menyayangi satu sama lain. Namun
pasien mengaku merasa kesepian karena jauh dari keluarga.
d. Sosial:
Pasien memiliki banyak teman di lingkungan tempat tinggal. Pasien mengikuti
kegiatan arisan dengan penghuni kontrakan lainnya. Pasien juga kadang pergi
bersama-sama dengan teman kerja.
e. Pendidikan:
Pasien menyelesaikan pendidikan di SMK 5 Kebumen. Pasien tidak
melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor ekonomi dan memilih untuk bekerja
di Jakarta.

7
5. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup
a. Lingkungan Tempat Tinggal

Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal Nn. E


Status kepemilikan rumah : Rumah Kontrakan
Daerah perumahan : padat

Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan

Luas rumah : 4 x 3 m2 Pasien tinggal di rumah


Jumlah penghuni dalam satu rumah : 1 orang kontrakan yang sederhana
Luas halaman rumah : tidak ada halaman pada pemukiman padat dengan
Tidak bertingkat jumlah penghuni satu orang
Lantai rumah dari : keramik
Dinding rumah dari : Tembok
Jamban keluarga : Ada
Tempat bermain : Tidak ada
Penerangan listrik : Token
Ketersediaan air bersih: Ada
Tempat pembuangan sampah : Tidak

Rumah terdiri dari satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Rumah tersebut belum
memenuhi kriteria rumah sehat karena rumah memiliki jendela namun tidak pernah dibuka
dan lubang udara ditutup dengan karton, udara hanya dapat masuk melalui pintu rumah dan
hanya mengandalkan pencahayaan melalui lampu. Jarak antar rumah yang sangat
berdempetan menyebabkan kesan ventilasi kurang baik dan cenderung pengap.
Kebersihan didalam rumah seperti kamar, ruang tamu, dapur dan kamar mandi cukup
baik. Barang-barang tersusun padat namun sedikit berdebu. Sumber air bersih didapat dari
pompa air dan sudah terdapat jamban di dalam kamar mandi.

8
b. Denah Rumah :

Kamar
Mandi

Gambar 2. Denah Rumah Kontrakan Nn.E

c. Kepemilikan Barang-Barang Berharga


i. Satu unit televisi 14 inchi.
ii. Satu unit telepon genggam.
iii. Satu unit setrika.

6. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Perilaku terhadap sakit dan penyakit :
Jika sakit Nn. E maka akan berobat ke Puskesmas
b. Perilaku terhadap pelayanan kesehatan :
Nn. E belum memiliki BPJS
c. Perilaku terhadap makanan :
Nn. E mempunyai kebiasaan makan sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Makanan yang
dimakan dibeli di warteg atau penjual makanan. Nn E sering jajan saat di tempat kerja
natau membeli makanan di pedangang lewat.
d. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan :
Nn. E selalu berobat ke puskesmas jika merasa sakit. Nn. E kadang diantar oleh tetangga
kontrakan untuk berobat.

9
Berdasarkan penilaian perilaku kesehatan keluarga terlihat bahwa pasien memiliki
kepedulian tentang kesehatan dirinya. Namun pasien belum memiliki BPJS untuk jaminan
kesehatan. Tetapi kebiasaan makan makanan atau jajanan yang dibeli diluar masih sering
dilakukan terutama oleh pasien.

7. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)

Tabel 3. Pelayanan Kesehatan


Faktor Keterangan Kesimpulan

Cara mencapai pusat Kendaraan umum Letak Puskesmas yang dekat


pelayanan kesehatan dengan tempat tinggal pasien,
Tarif pelayanan Murah membuat pasien dapat
kesehatan menjangkau Puskesmas Untuk
Kualitas pelayanan Memuaskan biaya pengobatan belum
kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan
dan pelayanan Puskesmas dapat
memuaskan dan terjangkau
untuk pasien. Karenanya pasien
datang kembali ke Puskesmas
jika sakit.

8. Pola Konsumsi Makan Keluarga


a. Kebiasaan Makan
Nn. E makan sebanyak dua sampai tiga kali sehari; makan pagi, siang dan malam hari
dengan menu makanan yang bervariasi. Makanan selalu membeli lauk di rumah
makan/warung dan membeli makanan dari penjual keliling. Menu makanan yang paling
disukai adalah makanan seperti ayam, tempe, telur, sayuran berkuah, tetapi hanya sesekali
mengonsumsi buah-buahan. Untuk cita rasa makanan sehari-hari, pasien mengaku sangat
suka makanan yang gurih. Sehari-hari Nn.E juga sering jajan makanan ringan atau
gorengan saat di tempat kerja. Nn. E jarang membiasakan diri untuk mencuci tangan
dengan sabun sebelum dan sesudah makan

10
b. Penerapan pola gizi seimbang
Nn E belum menerapkan pola gizi seimbang sesuai dengan pedoman gizi karena
walaupun mereka sehari-hari telah membiasakan untuk sarapan namun kalori makanan
yang dikonsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan kalori basal. Makanan yang dimakan juga
tidak sesuai dengan menu makanan gizi seimbang, tidak membatasi takaran garam,
konsumsi makanan berminyak. Pasien jarang mengkonsusmi sayuran dan memakan
buah-buahan karena alasan tidak terlalu suka. Nn. E belum menerapkan pola gizi
seimbang.

c. Pola makan pasien tiga hari terakhir (Food Recall) ialah :


Tanggal 11 April 2016 total = 2320 kal
Pagi : 861 kal

Jumlah Gr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Nasi goreng 100 gr = 329 kal

Telur ceplok 60 gr = 240 kal 11 gr 0 gr 0 gr


Keripik 80 kal 1 gr 8 gr 3 gr
Jeruk 1 buah = 62 kal 1,23 gr 15,39 gr 0,16 gr

Siang : 858 kalori

JumlahGr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Nasi 435,9 kal 6,8 gr 78,9 gr 0,7 gr
Tumis capcay 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Tempe goreng 1 buah = 34 kal 2 gr 1,79 gr 2,28 gr
Tahu goreng 1 buah = 35 kal 2,23 gr 1,36 gr 2,62 gr
Ikan goreng 100 gr = 200 kal 20, 95 gr 2,38 gr 11,41 gr
Jeruk 1 buah = 62 kal 1,23 gr 15,39 gr 0,16 gr

Malam : 601 kalori


Jumlah Gr /kal protein karbohidrat Lemak
Nasi 100 gr = 175 kal 2,6 gr 27,9 gr 0,28 gr
Tumis capcay 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr

11
Ikan goreng 100 gr = 200 kal 20, 95 gr 2,38 gr 11,41 gr
Jeruk 1 buah = 62 kal 1,23 15,39 gr 0,16 gr
gr

Air putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

12 April 2016 : total = 2033 kal

Pagi : 656 kal

Jumlah Gr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Susu 150 kal 10.4 gr 0 gr 0 gr
Nasi uduk 1 bungkus = 232 kal 3 gr 28 gr 12 gr

Gorengan 120 gr = 274 kal 3,97 gr 13,47 gr 23,18 gr

Siang : 757 kalori

JumlahGr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Tumis kangkung 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Ikan goreng 100 gr = 200 kal 20, 95 gr 2,38 gr 11,41 gr
Telur ceplok 60 gr = 240 kal 11 gr 0 gr 0 gr
Pisang 1 buah = 50 kal 0 gr 12 gr 0 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

Malam : 620 kalori

JumlahGr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Tumis kangkung 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Tempe goreng 1 buah = 34 kal 2 gr 1,79 gr 2,28 gr
Tahu goreng 1 buah = 35 kal 2,23 gr 1,36 gr 2,62 gr
Martabak telur 5 buah = 212 kal 14,2 gr 9,8 gr 12,6 gr
Apel 1 buah = 72 kal 0,32 gr 18,8 gr 0,24 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

12
13 April 2016 : total = 1722 kal

Pagi : 656 kal

Jumlah Gr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Nasi uduk 1 bungkus = 232 kal 3 gr 28 gr 12 gr
Gorengan 120 gr = 274 kal 3,97 gr 13,47 gr 23,18 gr
Susu 150 kal 10,4 gr 0 gr 0 gr

Siang : 456 kalori

JumlahGr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Sayur sop 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Ikan asin 1 buah = 142 kal 3,89 gr 0,37 gr 3,89 gr
Tahu goreng 1 buah = 35 kal 2,23 gr 1,36 gr 2,62 gr
Lalapan 100 gr = `12 kal 0,59 gr 2,16 gr 0,16 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

Malam : 610 kalori

JumlahGr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Sayur sop 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Tempe goreng 1 buah = 34 kal 2 gr 1,79 gr 2,28 gr
Tahu goreng 1 buah = 35 kal 2,23 gr 1,36 gr 2,62 gr
Ayam goreng 5 buah = 212 kal 14,2 gr 9,8 gr 12,6 gr
Jeruk 1 buah = 62 kal 1,23 gr 15,39 gr 0,16 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

Rata-rata kalori dalam 3 hari = (2320 + 2033 + 1722) : 3 = 6075 : 3 = 2025 kal

13
d. Kebutuhan kalori pasien :

BB Ideal : (150-100) – (10 % x 50) = 55 kg

Status Gizi : (BB aktual : BB ideal) x 100 % = 64 : 55 x 100 %

= 116 % (BB berlebih)

Jumlah kebutuhan kalori perhari :

- Kebutuhan kalori basal = BB ideal x 25 kalori = 55 x 25 kalori = 1375 kalori.

- Kebutuhan untuk aktivitas ditambah 20% = 20% x 1375 kalori = 275 kalori.

- Koreksi karena kelebihan berat badan dikurangi 10% = 10% x 1375 = 138 kalori.

Total kebutuhan kalori perhari untuk pasien 1375 kalori + 275 kalori – 138 kalori = 1512
kalori.

Setelah menghitung jumlah BBI, kebutuhan energi/kalori serta kebutuhan zat gizi pada
pasien, juga dengan melihat food recall pasien selama 3 hari sebelum datang ke puskesmas
maka dapat disimpulkan bahwa setiap harinya menu makan melebihi memenuhi jumlah
energi/kalori yang dibutuhkan setiap harinya dan belum mencakup gizi yang seimbang.

9. Pola Dukungan Keluarga


a. Faktor pendukung terselesainya masalah dalam keluarga
i. Keluarga mendukung dalam setiap kegiatan yang dilakukan anggota keluarga
ii. Kelurga merasa khawatir jika salah satu anggota kelurga sakit
iii. Fasilitas kesehatan yang dekat dan terjangkau
b. Faktor penghambat terselesainya masalah dalam keluarga
i. Pasien tinggal berjauhan dengan orangtua dan hanya sendiri di kontrakan
ii. Belum memiliki BPJS
iii. Lingkungan rumah yang padat penduduk
iv. Saluran pembuangan limbah yang kotor dan tidak mengalir
v. Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan.
vi. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak sesuai kebutuhan kalori harian.

B. Identifikasi Permasalahan yang didapat dalam keluarga


a. Masalah dalam organisasi keluarga :
14
Pasien adalah seorang penjaga toko buku. Pasien merantau di Jakarta sejak 3
tahun yang lalu. Pasien merasa keluraga selalu mendukung setiap keputusan yang
diambil. Kelurga sering menghubungi pasien untuk menanyakan kabar dan keadaan
pasien. Pasien merasa senang dapat bekerja di Jakarta dan ingin melanjutkan kuliah D3
namun belum ada biaya. Pasien tinggal seorang diri di kontrakannya, namun pasien
memiliki banyak teman yang selalu membantu.
b. Masalah dalam fungsi biologis
Pola hidup pasien menunjang faktor resiko terjadinya penyakit diare. Lingkunga
yang padat penduduk dan kebersihan yang kurang dapat menyebabkan penyakit diare.
Kebiasaan makan sehari-hari pasien yaitu makan tidak teratur dan tidak menerapkan
pola makan gizi seimbang. Pasien juga lebih sering makan makanan yang dijual
dilingkungan sekolah atau rumahnya.
c. Masalah dalam fungsi psikologi
Pasien dan orangtua pasien adalah keluarga yang saling mendukung satu sama
lain. Walaupun pasien tinggal berjauhan, pasien mengaku orangtua tetap merasa cemas
akan kondisi kesehatatan pasien. Pasien saat sakit harus merawat dirinya sendiri.
d. Masalah dalam fungsi ekonomi
Pasien adalah seorang penjaga toko. Penghasilan yang didapatkan dirasa cukup
untuk membeli kebutuhan sehari-hari dapat mengirim untuk orangtua dan sedikit
ditabung.
e. Masalah lingkungan
Pasien tinggal di lingkungan yang padat penduduk, kumuh dan berpolusi
sehingga penularan penyakit dapat terjadi secara cepat.
f. Masalah perilaku kesehatan
Pada dasarnya pasien cukup mengerti akan pentingnya kesehatan dan
pemeliharaan kesehatan, namun dalam praktek sehari-hari masih belum mampu untuk
melaksanakannya. Pasien masih belum menerapkan pengaturan gizi seimbang pada
makanan sehari-sehari serta pola makan sehari-hari tidak teratur, serta pasien lebih suka
jajan makanan luar.

15
C. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal
a. Alasan kedatangan :
Pasien datang berobat ke Puskesmas dengan keinginan sendiri dan dukungan dari
orangtua dengan keluhan BAB cair dan untuk pemeriksaan dan mengetahui apa
sebenarnya penyakit yang diderita pasien saat ini. Menurut pasien penyakit yang di
derita menimbulkan halangan dalam kegiatan sehari-hari.
b. Harapan :
Pasien memiliki harapan untuk sembuh,penyakit tidak berulang, dan dapat beraktivitas
seperti biasa.
c. Kekhawatiran :
Pasien memiliki kekhawatiran penyakitnya dapat berulang kembali karena rasa yang
kurang nyaman dan menjadi tidak dapat beraktifitas.

2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik disimpulkan sebagai berikut :
a. Diagnosis kerja : Diare akut tanpa dehidrasi ec Bakteri
b. Diagnosis banding : Diare akut tanpa dehidrasi ec Rotavirus

3. Aspek Risiko Internal


a. Genetik :
Tidak ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit yang sama, tidak ada riwayat
penyakit serius pada keluarga.
b. Pola makan :
Pasien sangat suka mengonsumsi makanan yang gurih dan makanan makanan berminyak
serta jajan sembarangan. Hal ini dapat memicu timbulnya kekambuhan penyakit yang
diderita.
c. Kebiasaan :
Pasien jarang mencuci tanagn sebelum dan sesudah makan. Pasien selalu membeli
makanan untuk konsumsi sehari-hari serta jarang makan sayur dan buah-buahan, jarang
berolahraga.

16
4. Aspek Eksternal
Nn. E bekerja dari pukul 07.00 hingga 16.00 setiap hari nya dengan jatah libur 3x
pebulan. Pasien tinggal di rumah kontrakan seorang diri dan tinggal jauh dari kelaurga.
Pengaruh lingkungan rumah yang padat penduduk dan tampak kotor menjadi pemicu
timbulnya penyakit diare pada pasien.
Orang tua pasien tinggal berjauhan sehingga pasien mengurus kebutuhan hidup sendiri
terutama saat sakit. Namun pasien sering dibantu oleh tetangga jika kondisi sakit.
5. Aspek Fungsional
Secara aspek fungsional, menurut urutan ICPC - 2, pasien termasuk derajat 1 yang mana
pasien tidak mengalami hambatan untuk melakukan aktivitas dan bekerja sehari – hari.

17
D. Rencana Penatalaksanaan

Tabel 4. Rencana Penatalaksanaan Nn. E

Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan

Menjelaskan mengenai penyakit Mengurangi kecemasan


yang diderita pasien merupakan pasien mengenai penyakit
penyakit Diare adalah buang air yang di derita.
besar yang frekuesinya lebih
sering dan konsistensi tinja lebih Pasien memahami dan
encer dari biasanya yang dapat mengerti mengenai penyakit
terjadi secara berulang. Diare Akut tanpa dehidrasi
Penyakit ini disebabkan virus, Saat pasien yang dialami saat ini

Aspek terutama Rotavirus merupakan berobat ke


Pasien
Personal penyebab utama (60-70%) Puskesmas Penyakit tidak kambuh
diare, sedangkan sekitar 10-20% kembali dan pasien dapat
adalah bakteri dan kurang dari beraktivitas seperti biasa
10% adalah parasite.
Menjelaskan penyakit Diare Pasien tidak merasa terganggu
akut sembuh dan dicegah dengan penyakit yang
kekambuhannya sehingga tidak dideritanya.
merasa terganggu dengan
penyakit yang di derita.
Memberikan obat berupa : Mangurangi keluhan pasien
Terapi sistemik yang diberikan
adalah Pasien mau menggunakan
Oralite setelah buang air besar obat yang diberikan sesuai
Amoxicillin tab 500 mg 3x1 tab Saat
dengana turan dan anjuran
Aspek (habiskan) Pasien berobat ke
Klinis yang diberikan dokter
Paracetamol tab 500 mg 3x1 p.r.n puskesmas
Ranitidine tab 150 mg 2x1
Menentukan diagnostic pasti
Manyarankan untuk melakukan
Diare Akut tanpa dehidrasi
pemeriksaan penunjang berupa
Pemeriksaan penunjang yang

18
dapat dilakukan berupa Menyembuhkan penyakit
pemeriksaan feses lengkap dan pasien dan mencegah
darah rutin kekambuhan penyakit.
Pasien diharuskan untuk Pasien mau mengkonsumi
mengurangi konsumi makanan makanan yang lunak
yang tidak bersih.
Pasien menjaga kebesihan
Menyarankan pasien untuk makanan yang di konsumsi
mengkonsumsi makanan yang
lunak. Pasien mau meningkatkan
Hindari makanan pedas dan kesadaran dalam keberishan
Saat
asam diri.
berobat ke
puskesmas
Aspek Pasien mau menjaga pola Pasien Pasien mau menjaga pola
dan saat
Interna makan, dan menghindari pasien konsumsi makanan dan
kunjungan
kajanan yang dapat memicu menghindari makana yang
kerumah
timbulnya penyakit. (Terapi dapat memicu timbulnya
pasien
makanan penggangti terlampir) penyakit.

Pasien mau mencuci tangan Pasien terbiasa dan sadar


sebelum dan sesudah makan untuk mencuci tangan
serta sebelum dan sesudah sebelum dan sesudah makan
buang air besar dengan air dan serta sebelum dan sesudah
sabun buang air besar dengan air
dan sabun
Menjelaskan kepada pengantar Saat Dapat memahami terapi yang
pasien tentang terapi yang kunjungan diberikan bertujuan untuk
Aspek
diberikan. Pengant ke rumah mencegah terjadinya relaps
Eksterna
l ar pasien atau kekambuhan.
Menjelaskan kepada pengantar pasien
pasien bahwa penyakit Diare Keluarga dapat memahami
akut adalah penyakit yang dapat bahwa penyakit Diare Akut
terjadi berulang sehingga butuh tanpa dehidrasi berhubungan

19
perhatian lebih mengenai dengan kebiasaan sehari-hari
penyakit yang berulang ini. dan lingkungan sekitar
sehingga perhatian keluarga
Memotivasi pasien untuk mengenai keberishan diri dan
mencegah penyakit berulang lingkungan dapat
dengan memperhatikan ditingkatkan untuk mencegah
kebersihan diri dan lingkungan berulangnya penyakit.
tinggal.
Menyarankan agar pasien Pasien meminum obat sesuai
Saat
mengkonsumi obat yang anjuran
berobat ke
diberikan, beristirahat selama Agar pasien bersitirahat dan
Aspek puskesmas
fungsion sakit dan menjaga keberishan Pasien dapat menjaga tubuh dari
dan saat
al diri serta lingkungan. infeksi tambahan
kunjungan
Penyakit dapat sembuh dan
ke rumah
tidak berulang lagi.
E. Prognosis
1. Ad vitam : ad bonam
2. Ad sanactionam : dubia ad bonam
3. Ad fungsionam : ad bonam

20
LAMPIRAN

Lampiran 1. Bahan Makanan Penukar

Waktu Bahan Penukar Gram Ukuran Contoh menu


makanan
Pagi Roti 1 karbohidrat 70 2 potong Roti Panggang
Telur ayam 1 hewani 55 1 butir omelet
Kacang merah 1/2 nabati 10 1 sendok supkacang
Sayuran 1/2 sayuran 50 makan merah+worel
1/2 mangkuk
Selingan Jeruk 1 buah 110 2 buah Jeruk
Siang Nasi 2 karbohidrat 200 1 ½ gelas Nasi
Ikan 1 hewani 40 1potong sdg Pepes ikan
Tempe 1 nabati 50 2 ptg sdg Tempe bacem
Sayuran 1 sayuran 100 1 mangkuk lalapan
Pepaya 1 buah 110 1 ptg besar papaya
Selingan Apel 1 buah 85 1 buah Apel
Malam Nasi 2 karbohidrat 200 1½ gelas Nasi
Ayam Tanpa 1 hewan 40 1 ptg sdg Ayam bakar
Kulit 1 nabati 110 1 ptg sdg Tahu Isi
Tahu 1/2 sayuran 50 1/2 mangkuk Sayur
Sayuran 1 buah 190 1 potong melon
Melon

21