Anda di halaman 1dari 2

Homeschooling Taman Sekar Bandung

B
anyak kecerdasan, potensi, serta kemampuan lain anak yang belum dapat
diterima di sekolah formal. Artis, atlet, atau bahkan anak yang memiliki
kelebihan khusus. Homeschooling Taman Sekar Bandung
(Homeschooling TSB) menjadi solusi pendidikan alternatif untuk anak yang super
sibuk atau belum dapat diterima di sekolah formal.

Homeschooling TSB adalah Homeschooling inklusi pertama di Indonesia dan


Homeschooling pertama yang berizin Homeschooling bukan PKBM. Menurut Kak
Nur Anwar (Kepala Sekolah), “Homeschooling Taman Sekar Bandung sudah
berdiri satu tahun. Awalnya bernama Homeschooling Kak Seto Bandung (sejak
tahun 2007). Kemudian kami pisah serta mendirikan Homeschooling sendiri di
bawah yayasan Widya Wiratama Mandiri.”

Sistem pembelajaran di TSB ada yang datang ke sekolah yang bertempat di Jalan
Sukarajin II No. 15, Bandung (Komunitas). Komunitas adalah kegiatan rutin yang
dilaksanakan 2 kali dalam seminggu siswa belajar dalam komunitas yang dibimbing
oleh kakak tutor. Untuk SD dan SMP dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis,
sedangkan SMA dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu.

Selain komunitas, ada juga Distance Learning yaitu siswa belajar mandiri di rumah
dengan bantuan modul dan portofolio. Pada Distance Learning ditumbuhkan
kemandirian anak dalam belajar, serta membangun komunikasi antara anak dengan
orangtua sekaligus memberikan keleluasaan dalam belajar.

Penanganan anak dalam belajar di komunitas maupun Home Visit lebih pada
menemani anak untuk belajar bukan memberikan pelajaran terhadap anak. Oleh
karena itu, tutor lebih pada fasilitator juga pengarah dalam pembelajaran. Dengan
metode seperti itu, menurut Nurvani Septiani (Humas TSB), “Anak lebih asyik
untuk belajar serta dekat dengan tutor.”
Selain belajar, ada pula Project In Class (PIC) atau kegiatan praktik untuk
meningkatkan life skill anak yang dilakukan di lingkungan komunitas. Biasanya
seminggu setelah kegiatan PIC ada kegiatan Outing.

Kegiatan Outing adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar lingkungan komunitas


untuk menambah wawasan serta mengenalkan beragam profesi di masyarakat, juga
bisa menjadi ajang refreshing dan sosialisasi para homeschooler (sebutan untuk
siswa Homeschooling) dengan masyarakat yang dilaksanakan satu bulan sekali
dengan tema yang berbeda-beda. Sistem pembelajaran yang dekat dan fleksibel
terhadap anak, membuat anak betah dan nyaman belajar di TSB.