Anda di halaman 1dari 34

KONSUMSI OKSIGEN DAN LAJU KONSUMSI OKSIGEN

PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio)

Disusun Sebagai Laporan Akhir Praktikum Fisiologi Hewan Air


Tahun Akademik 2017-2018

Disusun oleh :
Kelompok 13/Perikanan B
Jefry Yoris Bangun 230110170100
Prajna Paramita M 230110170107

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2018
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktikum Konsumsi Oksigen dan Laju Konsumsi pada Ikan


Mas (Cyprinus carpio)
Kelas Perikanan – B
Kelompok Nama NPM
1. Jefry Yoris Bangun 230110170100
2. Prajna Paramita M 230110170107

Jatinangor, 11 April 2018

Asisten Laboratorium

Arief Hidayatullah
NPM. 230110140041

Dosen Penanggung Jawab Praktikum


Mata Kuliah Fisiologi Hewan Air

Irfan Zidni, S.Pi.,MP.


NIP. 19901112 201604 3 001

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah


SWT yang telah memberikan limpahan karunia-Nya sehingga laporan praktikum
Fisiologi Hewan Air ini dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu ucapan
terimakasih penulis sampaikan kepada orang tua yang telah memberikan segala
dukungan dan teman-teman yang turut membantu dalam proses penulisan laporan
ini. Semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi pembaca.

Jatinangor, April 2018

Kelompok 13

ii
DAFTAR ISI

BAB Halaman
DAFTAR TABEL ..................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ................................................................. v
DAFTAR GAMBAR ................................................................. vi
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................ 1
1.2 Tujuan ............................................................................. 1
1.3 Manfaat ........................................................................... 2

II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Ikan Mas.......................................................................... 3
2.1.1 Klasifikasi Ikan Mas.............................................. ......... 3
2.2.2 Fisiologi Ikan Mas .......................................................... 4
2.2 Sistem Pernapasan .......................................................... 4
2.2.1 Mekanisme Pernapasan ................................................... 5
2.2.2 Oksigen Confermer ......................................................... 6
2.2.3 Oksigen Regulator ........................................................... 6
2.3 Konsunsi Oksigen ........................................................... 6
2.3.1 Laju Konsumsi Oksigen .................................................. 7
2.3.2 Faktor- faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Oksigen 7
2.3.3 Kebutuhan Oksigen ......................................................... 8

III BAHAN DAN METODE


3.1 Tempat dan Waktu .......................................................... 9
3.2 Alat dan Bahan ................................................................ 9
3.2.1 Alat .................................................................................. 9
3.2.2 Bahan .............................................................................. 9
3.3 Prosedur Pengerjaan........................................................ 10

IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Data Kelompok ...................................................... 11
4.2 Hasil Data Angkatan ....................................................... 12

V SIMPULAN DAN SARAN


5.1 Simpulan ......................................................................... 13
5.2 Saran ............................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ................................................................ 16


LAMPIRAN............................................................................... 16

iii
DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman


1. Alat yang Digunakan Untuk Praktikum…. ........................................... 9
2. Bahan yang Digunakan Untuk Praktikum ............................................ 9

iv
DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman


1. Ikan Mas.......................................................................................... 3
2. Sirkulasi Darah Ikan........................................................................... 5
3. Data Kelompok.................................................................................. 12
4. Data Kelas ......................................................................................... 12

v
DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman


1. Alat yang Digunakan Untuk Praktikum…. ........................................ .. 17
2. Bahan yang Digunakan Untuk Praktikum ......................................... .. 18
3. Prosedur Praktikum…. ....................................................................... .. 19
4. Data Praktikum Kelompok................................................................. .. 20
5. Data Praktikum Angkatan …. ............................................................ .. 21

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Ikan adalah makhluk hidup yang hidup di dalam air dan berdarah dingin
atau poikiloterm artinya dapat menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungan
atau air dimana ia berada (Guyton 1993). Ikan bernapas terutama dengan
menghirup udara dari air dan menyerap O2 dengan menggunakan insang yang
terdapat pada bagian kanan dan kiri kepalanya.
Konsumsi oksigen pada setiap ikan berbeda-beda, konsumsi oksigen ikan
dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari spesies ikan itu sendiri maupun faktor
eksternal berupa lingkungan yang memengaruhi kebiasaan ikan dalam
mengonsumsi oksigen (Jacqueline 2013). Oksigen yang merupakan faktor
pembatas bagi hewan akuatik sangatlah penting bagi kehidupan makhuk hidup
didalamnya, sehingga konsumsi oksigen suatu organisme perlu diukur agar
ketersediaan oksigen di suatu perairan untuk budidaya bisa diatur.
Ikan mas termasuk kedalam ikan Cyprinidae yang tidak terlalu toleran
terhadap perubahan konsentrasi oksigen terlarut (Adinda 2016). Ikan mas
termasuk kedalam ikan yang sensitif terhadap perubahan oksigen terlarut, oksigen
terlarut yang disarankan untuk budidaya ikan Cyprinus carpio ini menurut PP. No.
82 Pengelolaan Kualutas Air dan pengendalian Pencemaran air yaitu minimal
4mg/L.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum “Konsumsi Oksigen dan Laju Konsumsi Oksigen
pada Ikan Mas” adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui konsumsi oksigen ikan mas.
2. Untuk mengetahui laju konsumsi oksigen pada ikan mas.

1
2

1.3 Manfaat
Manfaat dari praktikum “Konsumsi Oksigen dan Laju Konsumsi Oksigen
pada Ikan Mas” adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi mengenai kebutuhan oksigen ikan mas.
2. Memberikan informasi mengenai laju kebutuhan oksigen ikan mas.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Ikan Mas


Ikan mas atau common carp (Cyprinus carpio, L.) merupakan jenis ikan
air tawar yang sudah lama dibudidayakan, bernilai ekonomis, dan terdomestikasi
dengan baik di dunia. Daerah Cina, para petani telah membudidayakan sekitar
4000 tahun lalu, sedangkan di Eropa beberapa ratus tahun lalu. Sejumlah varietas
dan subvarietas ikan mas telah banyak dibudidayakan di Asia Tenggara dan
menjadi ikan konsumsi serta ikan hias (Ismail dan Khumaidi 2016).

2.1.1 Klasifikasi Ikan Mas


Menurut (Saanin 1984) dalam (Riana 2016), klasifikasi ikan mas adalah
sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Ostariophysi
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies : Cyprinus carpio

Gambar 1. Ikan Mas

3
4

2.1.2 Fisiologi Ikan Mas


Salah satu contoh ikan bertulang sejati yaitu ikan mas. Insang ikan mas
tersimpan dalam rongga insang yang terlindung oleh tutup insang (operkulum).
Insang ikan mas terdiri dari lengkung insang yang tersusun atas tulang rawan
berwarna putih, rigi-rigi insang yang berfungsi untuk menyaring air pernapasan
yang melalui insang, dan filamen atau lembaran insang. Filamen insang tersusun
atas jaringan lunak, berbentuk sisir dan berwarna merah muda karena mempunyai
banyak pembuluh kapiler darah dan merupakan cabang dari arteri insang, di
tempat inilah bertukarnya gas CO2 dan O2 berlangsung . Gas O2 diambil dari gas
O2 yang larut dalam air melalui insang secara difusi. O2 diangkut dari insang,
darah melalui pembuluh darah ke seluruh jaringan tubuh. Gas CO2 diangkut dari
jaringan tubuh menuju jantung. Darah dari jantung menuju insang untuk
melakukan pertukaran gas. Proses ini terjadi secara terus-menerus dan berulang-
ulang. Kepekaan ikan terhadap perubahan suhu, dikarenakan suhu tubuh ikan
mengikuti perubahan suhu lingkungan (poikilotermal), sehingga suhu lingkungan
dapat berpengaruh langsung pada perubahan fisiologis ikan (Wedemeyer 1996).

2.2 Sistem Pernapasan


Filamen insang tersusun atas jaringan lunak, berbentuk sisir dan berwarna
merah muda karena mempunyai banyak pembuluh kapiler darah dan merupakan
cabang dari arteri insang. Filamen insang adalah tempat pertukaran CO2 dan O2
berlangsung. Oksigen diambil dari oksigen yang terlarut dalam air melalui insang
secara difusi., O2 dari insang diangkut darah melalui pembuluh darah ke seluruh
jaringan tubuh. CO2 dari jaringan tubuh diangkut darah menuju jantung. Proses
dimulai dari jantung menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Proses ini
terjadi secara terus-menerus dan berulang-ulang. Proses pengikatan oksigen
tersebut dipengaruhi oleh struktur alat pernapasan, juga dipengaruhi perbedaan
tekanan parsial O2 antara perairan dengan darah. Perbedaan tersebut menyebabkan
gas-gas berdifusi ke dalam darah atau keluar melalui alat pernapasan. Insang ikan
mas tersimpan dalam rongga insang yang terlindung oleh tutup insang
(operkulum). Insang ikan mas terdiri dari lengkung insang yang tersusun atas
5

tulang rawan berwarna putih, rigi-rigi insang yang berfungsi untuk penyaring air
pernapasan yang melalui insang, dan filamen atau lembaran insang (Mustain
2012).

2.2.1 Mekanisme Pernapasan


Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan
ekspirasi. Mekanisme pernapasan ikan bertulang sejati dilakukan
melaluimekanisme inspirasi dan ekspirasi.

Gambar 3. Mekanisme pernapasan fase inspirasi dan ekspirasi


(sumber :http://www.nafiun.com )

Fase inspirasi terjadi dimulai dari O2 dari air masuk ke dalam insang
kemudian O2 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang
membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, CO2 yang dibawa oleh darah dari
jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh
(Ferdinand dan Ariebowo 2009).
6

2.2.2 Oxygen Confermer


Oxygen confermer adalah ikan yang mengubah laju konsumsi O2 sesuai
dengan proporsi ketersediaan di lingkungan contohnya adalah ikan sebelah. Jika
organisme yang berada di lingkugan yang kaya akan oksigen maka konsumsi
oksigennya meningkat, sebaliknya jika organisme tersebut berada dalam
lingkungan kandungan oksigen terlarutnya rendah maka konsumsi oksigennya
akan menurun (Siagian 2004).

2.2.3 Oxygen Regulator


Oxygen regulator adalah ikan yang mempertahankan laju konsumsi O2
tetap konstan dengan meningkatkan volume ventilasi.contoh: Ikan Salmonid.
Oxygen Regulator yang meliputi hampir semua vertebrata senantiasa
mempertahankan level konsumsi oksigen terlarut dalam mediumnya mengalami
penurunan (Siagian 2004).

2.3 Konsumsi Oksigen


Menurut Julian 2003, konsumsi oksigen merupakan pengkuantitatifan Commented [ah1]: DIKASIH KURUNG

banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh suatu organisme (ikan). Konsumsi


oksigen pada ikan digunakan sebagai parameter laju metabolisme pada ikan dalam
satuan mg/g/jam. Perairan yang sedikit mengandung oksigen terlarut tidak baik
bagi pertumbuhan ikan karena akan mempengaruhi kecepatan makan atau laju
metabolisme ikan (Suhaili 1983). Oksigen diperlukan ikan dalam proses
metabolisme aerobik. Lingkungan juga mempengaruhi konsumsi oksigen pada
ikan. Konsumsi oksigen dapat dipengaruhi oleh temperatur yang tinggi, proses
respirasi, dekomposisi materil organik yang dapat menyebabkan konsumsi
oksigen lebih besar (Welch 1992). Menurut (Suhaili 1983) suhu dan arus air juga
mempengaruhi konsumsi oksigen. Semakin tinggi suhu perairansemakin besar
konsumsi oksigennya, begitu pula dengan arus yang deras dapat menyebabkan
besarnya konsumsi oksigen.
7

2.3.1 Laju Konsumsi Oksigen


Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya
oksigen yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Hal ini
memungkinkan karena oksidasi dari bahan makanan memerlukan oksigen (dalam
jumlah yang diketahui) untuk menghasilkan energi yang dapat diketahui
jumlahnya juga. Akan tetapi, laju metabolisme biasanya cukup diekspresikan
dalam bentuk laju konsumsi oksigen. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju
konsumsi oksigen antara lain temperatur, spesies hewan, ukuran badan, dan
aktivitas (Tobin 2005).
Laju konsumsi oksigen dapat ditentukan dengan berbagai cara, antara lain
dengan menggunakan mikrorespirometer, metode Winkler maupun respirometer
Scholander. Penggunaan masing-masing cara didasarkan pada jenis hewan yang
akan diukur laju konsumsi oksigennya. Mikrorespirometer dipakai untuk
mengukur konsumsi oksigen hewan yang berukuran kecil seperti serangga atau
laba-laba. Metode Winkler merupakan suatu cara untuk menentukan banyaknya
oksigen yang terlarut di dalam air. Berdasarkan metode ini, kadar oksigen dalam
air ditentukan dengan cara titrasi. Titrasi merupakan penambahan suatu larutan
yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar) ke dalam larutan lain yang
tidak diketahui konsentrasinya secara bertahap sampai terjadi kesetimbangan
(Chang 1996).

2.3.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Oksigen


Faktor yang mempengaruhi konsumsi oksigen pada ikan menurut
(Zonneveld 1991) yaitu : aktivitas ikan dengan aktifitas tinggi misalnya ikan yang
aktif berenang akan mengkonsumsi oksigen jauh lebih banyak dari pada ikan yang
tidak aktif. Ukuran, Ikan dengan ukuran lebih kecil, kecepatan metabolismenya
lebih tinggi daripada ikan yang berukuran besar sehingga oksigen yang
dikonsumsi lebih banyak. Umur, ikan yang berumur masih muda akan
mengkonsumsi oksigen lebih banyak dari pada ikan yang lebih tua. Temperatur,
ikan yang berada pada temperatur tinggi laju metabolismenya juga tinggi sehingga
konsumsi oksigen lebih banyak..
8

Hewan poikiloterm metabolisme dipengaruhi oleh perubahan suhu


lingkungan, pada suhu rendah metabolisme turun dan metabolisme akan
meningkat pada suhu lingkungan yang meningkat (Singh 1997).

2.3.3 Kebutuhan Oksigen


Ikan membutuhkan oksigen untuk proses penguraian makanan dalam
tubuhnaya dan kesemua komponen proses metabolisme membutuhkan oksigen
oleh karna itu termasuk bakteri, proses masuknya oksigen dengan cara difusi
kedalam tubuh ikan melewati organ insang dan keluarnya CO2 ke lingkungan
perairan bebas diluar tubuh ikan disebut dengan pernapasan oleh karna itu
kebutuhan oksigen dalam air harus tetap terjaga karena kekurangan oksigen akan
mengakibatkan biota yang kita pelihara bersaing satu sama lain untuk memenuhi
kebutuhan oksigennya yang mengakibatkan stres sampai dengan kematian total.
Menurut (Merantica 2007) Kebutuhan oksigen pada ikan bergantung pada Commented [ah2]: Menurut Merantica (2007), kebutuhan.....

kebutuhan lingkungan bagi spesies tertentu dan kebutuhan konsumtif


metabolisme tubuh ikan
BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1 Tempat dan Waktu


Praktikum “Konsumsi Oksigen dan Laju Konsumsi Oksigen pada Ikan
Mas (Cyprynus carpio)” dilaksanakan di Laboraturium Fisiologi Hewan Air
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, pada hari Senin
tanggal 9 April 2018.

3.2 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum “Konsumsi
Oksigen dan Laju Konsumsi Oksigen pada Ikan Mas (Cyprynus carpio)” adalah
sebagai berikut:

3.2.1 Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Alat yang digunakan
No Nama Alat Fungsi
1 2 wadah plastik Untuk menempatkan ikan sebelum dan
sesudah diawasi serta tempat menimbang
2 Box Sterofoam Tempat perlakuan
3 Termometer Untuk mengukur suhu
4 Plastik warp Untuk menutup wadah
5 Hand counter Untuk menghitung bukaan operkulum
6 Gelas ukur Untuk mengukur jumlah luapan air
7 Neraca elektrik Untuk menimbang objek
8 Do meter Mengukur oksigen terlarut

3.2.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Bahan yang digunakan
No Nama Bahan Fungsi
1 Ikan Mas Untuk objek pengamatan
2 Air Untuk media uji objek

9
10

3.3 Prosedur Praktikum


Prosedur kerja dalam praktikum “Konsumsi Oksigen dan Laju Konsumsi
Oksigen pada Ikan Mas” adalah sebagai berikut:
1. Alat dan bahan di siapkan
2. Wadah plastik dengan ukuran kecil diisi iar samai penuh
3. Wadah plastik dengan ukuran besar diisi air setengah
4. Wadah plastik kecil diletakkan diatas neraca
5. Ikan dimasukkan kedalam wadah berukuran besar
6. Ikan dipindahkan dari wadah berukuran besar ke wadah berukuran kecil
untuk menimbang bobot ikan.
7. Luapan air dimasukan kedalam gelas ukur dan dicatat volumenya
8. Wadah kecil yang telah dipindahkan ikannya dimasukan kedalam box,
dan diukur Do awalnya dan suhunya
9. Ikan dimasukan dalam wadah di dalam box dan ditutup dengan plastik
warp.
10. Setelah 30 menit diukur Donya kembali dan dicatat
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data dan Pembahasan Kelompok Commented [ah3]: Pembahasan Kelompok :


1. Bandingkan hasil konsumsi oksigen hasil praktikum dengan hasil
Hasil pengamatan praktikum kelompok 13 adalah sebagai berikut. penelitian (pada suhu yang sama). Sesuaikah? Jika sesuai, sebutkan
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi konsumsi oksigen pada
Tabel 3. data kelompok 13 ikan.
Jika tidak sesuai dg hasil penelitan, jelaskan kenapa bisa terjadi!
Bobot Ikan Suhu Konsumsi Oksigen (mg Laju Konsumsi
(g) Media(oC) O2/g) Oksigen (mg 2. Bandingkan hasil laju konsumsi oksigen hasil praktikum dengan
hasil penelitian (pada suhu yang sama). Sesuaikah? Jika sesuai,
O2/g/h) sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju konsumsi konsumsi
oksigen pada ikan.
75,43 17,6 0,049 0,099 Jika tidak sesuai dg hasil penelitan, jelaskan kenapa bisa terjadi!
Commented [ah4]: Tidak bold!

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa ikan mas yang memiliki
bobot tubuh 75,43 g pada suhu media 17,6 oC dalam waktu setengah jam memiliki
kemampuan konsumsi oksigen sebanyak 0,0499 mg O2/g dengan laju konsumsi
0,099 mg O2/g/h, ketika ikan berada di lingkungan yang memiliki suhu tinggi ikan
akan mempercepat laju konsumsi oksigennya untuk adaptasi metabolisme
tubuhnya, karena semakin tinggi suhu suatu perairan maka oksigen akan semakin
rendah. Ketika suhu air dibawah suhu kamar, ikan akan mengurangi laju konsumsi
oksigennya. Pernyataan tersebut sesuai dengan teori bahwa, oksigen sebagai
bahan pernapasan di butuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolisme. Oleh
sebab itu, kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oleh kemampuannya
memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen
terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan
hanya ikan yang memiliki sistem respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup
(Fujaya 2004). Selain itu semakin berat bobot ikan konsumsi oksigen akan
semakin banyak (Djawab 2004)

4.2 Data Angkatan Commented [ah5]: BAHAS ANGKATAN :


1. Bandingkan hasil praktikum dengan hasil penelitian konsumsi
Perbedaan konsumsi oksigen setiap kelompok disebabkan oleh perbedaan oksigen pada suhu yang sama! Jelaskan!
2. Grafik disebelah ada trend naik lalu turun seiring
laju metabolisme setiap ikan. Laju metabolisme berkaitan erat dengan respirasi bertambahnya suhu!
jelaskan kenapa itu bisa terjadi!
karena respirasi merupakan proses ekstraksi energi dari molekul makanan yang begitupun pada laju konsumsi oksigen!
bergantung pada adanya oksigen (Tobin 2005)

11
12

1
Data Konsumsi Oksigen Ikan Mas Angkatan
0.86
Laju Konsumsi Oksigen (mg O2 / g/h)

0.8

0.6 0.5

0.4 0.3
0.2
0.2 0.1

0
Suhu per kelas
Kelas A 35ᵒC Kelas B 35ᵒC Kelas B 35ᵒC2 Kelas B 35ᵒC3 Kelas C 35ᵒC

Gambar 3.Grafik Data Angkatan Konsumsi Oksigen

Konsumsi oksigen ikan terhadap suhu pada suhu 17oC adalah sebesar
0,044 O2/g pada suhu 20oC sebesar 0,046 O2/g sedangkan konsumsi oksigen pada
suhu 24oC adalah 0,048 O2/g dan pada suhu 32 oC, konsumsi oksigen sebesar
0,044 O2/g.

Gambar 4.Grafik Data Angkatan Laju Konsumsi Oksigen


13

Grafk hasil praktikum kelas A, B dan C berdasarkan perubahan laju konsumsi


oksigen ikan terhadap suhu mengalami kenaikan mulai dari 17oC hingga 24oC
adalah sebesar 0,089 O2/g/h pada suhu 17oC, laju konsumsi oksigen pada suhu 20
o
C adalah 0,090 O2/g/h dan pada suhu 24 oC, laju konsumsi oksigen sebesar 0,09.
Berbeda dengan data selanjutnya seharusnya ketika suhu lingkungan naik maka
laju konsumsi oksigen semakin tinggi. Menurut Affandi 2002 dalam Anwar 2009,
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi oksigen terbagi menjadi dua,
yaitu faktor luar dan dalam. Faktor luar dipengaruhi oleh tekanan parsial oksigen
dan suhu. Peningkatan suhu pada batas tertentu akan diikuti dengan peningkatan
laju metabolisme.
Laju metabolisme adalah jumlah total energi yang diproduksi dan dipakai
oleh tubuh per satuan waktu (Seeley 2002). Laju metabolisme biasanya
diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen yang dikonsumsi makhluk
hidup per satuan waktu. Hal ini memungkinkan karena oksidasi dari bahan
makanan memerlukan oksigen (dalam jumlah yang diketahui) untuk
menghasilkan energi yang dapat diketahui jumlahnya juga. Akan tetapi, laju
metabolisme biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen antara lain
temperatur, spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas (Tobin 2005).
Terjadi perbedaan data berdasarkan teori yang disampaikan yaitu pada
suhu 32 oC terjadi penurunan. Laju konsumsi pada suhu tersebut hanya sebesar
0,085 O2/g/h. Hal ini berkaitan dengan batas optimum ikan mas mampu
menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ikan Mas dapat tumbuh normal, jika
lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m di atas permukaan
laut, dengan suhu 20oC-25oC dan pH air antara 7-8. Di antara jenis ikan Mas itu
sendiri, jika diamati lebih lanjut, ada perbedaan dari segi sisik, bentuk badan, sirip
mata dan perbedaan ini menunjukkan adanya perbedaan ras pada jenis ikan air
tawar (Suseno 2000).
Ketika ikan mas berada di suhu diluar kemampuannya untuk hidup, maka
laju metabolismenya juga akan menurun. Kenaikan suhu yang berlebih
menyebabkan metabolisme ikan semakin lama semakin menurun.
14

Ketika metabolisme turun, maka ikan akan mati. Perbedaan laju konsumsi
oksigen dipengaruhi beberapa faktor dari dalam adalah yang berkaitan langsung
dengan ikan itu sendiri, seperti ukuran ikan, aktifitas, kondisi kesehatan ikan, dan
seksual (Affandi 2002 dalam Anwar 2009).
Perbandingan antara jumlah konsumsi oksigen pada ikan besar dan ikan
kecil dimana jumlah konsumsi ikan-ikan kecil lebih banyak dibandingkan dengan
jumlah konsumsi oksigen ikan besar. Ini dikarenakan ikan kecil lebih banyak
membutuhkan oksigen lebih banyak untuk digunakan dalam pembentukansel-sel
yang ada dalam tubuhnya dan juga untuk pertumbuhan, sedangkan ikan besar
hanya membutuhkan oksigen untuk mempertahankan hidup. Tetapi dari hasil
praktikum jumlah konsumsi ikan besar lebih banyak dari pada jumlah oksigen
yang digunakan oleh ikan kecil. Ini dikarenakan karena perbandingan bentuk
tubuh antara ikan besar dan ikan kecil tidak terlalu berbeda. Kebutuhan oksigen
untuk tiap jenis biota air berbeda-beda, tergantung dari jenisnya dan kemampuan
untuk beradaptasi dengan naik turunnya kandungan oksigen. Menurut Djawad
2003, bahwa semakin besar suatu organisme maka mengkonsumsi oksigen
semakin besar pula karena semua anggota tubuhnya bergerak memerlukan energi
yang berasal dari oksigen dan makanan (terjadi metabolisme dalam tubuh).
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

51. Simpulan
Praktikum “Konsumsi Oksigen dan Laju Konsumsi Oksigen pada Ikan
Mas” dapat disimpulkan bahwa:
1. Ikan mas yang memiliki bobot tubuh 75,43 g pada suhu media 17,6 oC
dalam waktu setengah jam memiliki kemampuan konsumsi oksigen
sebanyak 0,0499 mg O2/g dengan laju konsumsi 0,099 mg O2/g/h.
2. Laju konsumsi oksigen pada ikan mas di pengaruhi beberapa faktor yaitu
dari bobot ikan, umur ikan, ukuran ikan, gerakan aktifitas ikan serta tingkat
stress ikan. Faktor-faktor tersebut dikarenakan bila umur suatu organism
terlalu tua, maka laju metabolismenya juga semakin rendah. Umur ikan
juga mempengaruhi ikan, dan ukuran ikan yang berbeda membutuhkan O2
yang berbeda. Semakin besar ukuran ikan, jumlah konsumsi O2/mg berat
badan makin rendah. Ikan yang aktif membutuhkan O2 lebih banyak
dibandingkan ikan yang pasif.

52. Saran
Perlunya ketelitian dalam praktikum terutama saat melakukan perhitungan
menggunakan rumus, penggunaan alat bantu seperti kalkulatorpun dibutuhkan,
kerena kebanyakan angka yang muncul bukan angka bilangan dulat dan kebyakan
berupa decimal sehingga penghitungan secara mnual tidak dianjurkan kerena
dapat mengurangi akurasi dari hasil perhitungan.

15
17

DAFTAR PUSTAKA

Adinda,Putri;Zahidah;Harahap,Syawaluddin.2016. Peningkatan Produksi Ikan


Mas (Cyprinus Carpio L) Menggunakan Sistem Budidaya Polikultur
Bersama Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti) Di Waduk Cirata, Jawa
Barat. Universitas Padjajaran

Affandi, Ridwan Dan Usman M. Tang. 2002. Fisiologi Hewan Air. Riau: Unri
Pres Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Anwar, D, D. A. Setiawibowo dan Y. Triwijiwati. 2009. Respirasi (Tingkat


Konsumsi Oksigen) dan Ketahanan Ikan di luar Media
Air. http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal.pdf.

Chang, R. 1996. Essential Chemistry. Mc Graw Hill Company, Inc. Usa


Darah. Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikananfakultas
Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

Djajadiredja, Samuel, Adjie. 1977. Reservoir Fisheries And Aquaculture


Development

Djawad. 2003. Kondisi histologi insang dan organ dalam yang tercemar logam
timbal (Pb). J. Sains & Teknologi.

Ferdinand, Fictor P. & Ariebowo, Moekti.2009. Praktis Belajar Biologi 2. Pusat


Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta.
Guyton, D.C. 1993. Fisiologi Hewan, Edisi 2. Egc. Jakarta

Ismail;Khumaidi,Ach.2016. Teknikpembenihan Ikan Mas(Cyprinus Carpio,L)


Di Balai Benih Ikan (Bbi) Tenggarang Bondowoso

Merantica, W. 2007. Penggunaan Meat And Bone Meal (Mbm) Sebagai


Substitusi Tepung Ikan Dalam Pakan Ikan Nila Oreochromis Niloticus.
[Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan Dan Ilmu
Kelautan. Institut Pertanian Bogor

Pratiwi,. 2007. Biologiuntuk Sma Kelas Xii. Jakarta: Erlangga.

Ridwan Affandi.2002.Fisiologi Hewan Air. Pekanbaru Riau;

Rochmah, Siti Nur. 2006. Biologi. Yogyakarta : Pustaka Insan Madani


Rosdakarya

Saanin, H. 1984. Taksonomi Dan Kunci Identifikasi Ikan.


17

Sahetapy,Jacqueline.2013. Pengaruh Perbedaan Volume Air Terhadap Tingkat


Konsumsi Oksigen Ikan Nila (Oreochromis Sp.)

Siagian, M. 2004. Homeostasis: Keseimbangan yang halus dan dinamis.


Departemen ilmu Faal FKUI.

Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Hewan. Proyek Pembangunan Guru Sekolah


Suhaili Asmawi, 1983. Pemeliharaan Ikan Dalam Karamba. PT. Gramedia.
Jakarta.

Suseno, D. 2000. Pengelolaan Usaha Pembenihan Ikan Mas. Penebar Swadaya.


Jakarta

Tang, U.M. & R. Affandi. 2001. Fisiologi Hewan Air. Institut Pertanian Bogor.
Bogor

Tobin, A.J. 2005. Asking About Life. Thomson Brooks/Cole. Canada.


Welch, S. 1992. Ecological Effect of Fresh Water. Cambridge University
Press. New York

Wedemeyer ,1996. Growth and Ecology of Fish Populations. Academic Press.


London.
Zonneveld, N. H. 1991. Prinsip-prinsip Budidaya Ikan. PT Gramedia Pustaka
Utama,Jakarta
LAMPIRAN
17

Lampiran 1. Alat Praktikum

Toples Ember

boks Neraca

Gelas ukur
18

Lampiran 2. Bahan Praktikum

Ikan mas
19

Lampiran 3. Prosedur Kerja

Prosedur praktikum pengaruh nikotin dan alkohol terhadap laju alir darah
benih ikan nilem adalah sebagai berikut:

Alat dan bahan di siapkan

Wadah plastik dengan ukuran kecil diisi iar samai penuh

Wadah plastik dengan ukuran besar diisi air setengah


Wadah plastik kecil diletakkan diatas neraca

Ikan dimasukkan kedalam wadah berukuran besar


Ikan dipindahkan dari wadah berukuran besar ke wadah berukuran kecil
untuk menimbang bobot ikan.

Luapan air dimasukan kedalam gelas ukur dan dicatat volumenya

Mamasukan wadah kecil yang telah dipindahkan ikannya kedalam box, dan
diukur Do awalnya dan suhunya

Ikan dimasukan dalam wadah di dalam box dan ditutup dengan plastik
warp.
Setelah 30 menit diukur Donya kembali dan dicatat
20

Lampiran 4. Kegiatan Praktikum


Kegiatan praktikum adalah sebagai berikut :

Sampel diambil dari ember stock Air diisi

Ikan ditimbang
Luapan air diukur

Ikan dalam box


21

Lampiran 5. Hasil Pengamatan Kelompok 13


Perhitungan konsumsi dan laju konsumsi diperoleh atas perhitungan
sebagai berikut:

Volume wadah = Volume wadah awal- Volume wadah akhir


= 1,15 – 103
= 1,047 L

Konsumsi oksigen = Do awal- Do akhir (volume wadah)


Bobot ikan

= 4,4-0,8 (1,047)
75,43

= 0,0499 mg O2/g

Laju Konsumsi = Konsumsi oksigen


Waktu (jam)

= 49,9
0,5

= 0,0999 mg O2/g/h

Lampiran 6. Hasil Pengamatan Kelas B Commented [ah6]: Lembar baru!


tidak ada lampiran data kelas!
langsung angkatan!
Berikut adalah data angkatan konsumsi dan laju konsumsi ikan mas: rapikan!!!

Suhu (℃) Konsumsi Oksigen (mg O2/g) Laju Konsumsi Oksigen (mg O2/g/h)
17 ± 1 0.044 0.089
20 ± 1 0.046 0.090
24 ± 1 0.048 0.091
32 ± 1 0.044 0.085
Laju
Konsumsi
Volume Volume Konsumsi
Bobot Suhu Doawal Doakhir Oksigen
Kelas Kelompok Ikan Air Oksigen
(g) (℃) (mg/L) (mg/L) (mg
(mL) (mL) (mg
O2/g)
O2/g/h)
1 86 106 1044 24,8 4,5 0,7 0,05 0,09
2 94 104 1046 24,7 4,5 0,6 0,04 0,09
3 79 115 1035 24,7 4,5 0,8 0,05 0,10
4 78 56 1094 24,8 4,5 0,7 0,05 0,11
5 71 38 1112 24,7 4,5 0,8 0,06 0,12
6 87 128 1022 24,7 4,5 0,9 0,04 0,08
7 79 44 1106 24,8 4,5 1,2 0,05 0,09
8 95 66 1084 24,7 4,5 1,2 0,04 0,08
9 95 88 1062 24,8 4,5 0,6 0,04 0,09
A
10 54,01 50 1100 24,5 4,5 0,7 0,08 0,15
11 106,49 160 990 24,4 4,5 1,0 0,03 0,07
12 99,69 123 1027 24,4 4,5 0,8 0,04 0,08
13 79,6 40 1110 24,4 4,5 0,8 0,05 0,10
14 75,19 72 1078 24,4 4,5 0,8 0,05 0,11
15 83,2 63 1087 24,4 4,5 1,0 0,05 0,09
16 77,65 80 1070 24,5 4,5 0,6 0,05 0,11
17 87,6 59 1091 24,5 4,5 0,8 0,05 0,09
18 73,98 60 1090 24,5 4,5 0,8 0,05 0,11
1 78,84 59 1091 21,4 4,4 1 0,05 0,09
B 2 91,97 63 1087 21,5 4,4 0,7 0,04 0,09
3 71,6 41 1109 21,4 4,4 0,8 0,06 0,11
4 106,5 62 1088 21,6 4,4 0,7 0,04 0,08
5 81,21 104 1046 21,4 4,4 0,7 0,05 0,10
6 95,7 58 1092 21,5 4,4 0,6 0,04 0,09
7 87,13 78 1072 21,5 4,4 0,7 0,05 0,09
8 86,23 87 1063 21,6 4,4 0,7 0,05 0,09
9 95 39 1111 21,7 4,4 0,8 0,04 0,08
10 79,98 45 1105 21,7 4,4 0,8 0,05 0,10
11 64,81 79 1071 17,7 4,4 0,7 0,06 0,12
12 102,9 139 1011 17,8 4,4 0,7 0,04 0,07
13 75,43 103 1047 17,6 4,4 0,8 0,05 0,10
14 109,64 110 1040 18,1 4,4 0,7 0,04 0,07
15 109,49 102 1048 18,2 4,4 0,8 0,03 0,07
16 75,43 103 1047 18,3 4,4 0,8 0,05 0,10
17 85,03 105 1045 18,1 4,4 0,9 0,04 0,09
18 80,16 125 1025 18,2 4,4 0,8 0,05 0,09
19 86,07 102 1048 18,3 4,4 0,8 0,04 0,09
1 66,37 79 1071 31,9 4,7 0,6 0,07 0,13
2 102,08 128 1022 32 4,7 0,7 0,04 0,08
3 94,6 98 1052 32,1 4,7 2,5 0,02 0,05
4 98,63 142 1008 31,9 4,7 0,6 0,04 0,08
C 5 90,51 101 1049 32,1 4,7 0,7 0,05 0,09
6 93,25 83 1067 32,1 4,7 0,7 0,05 0,09
7 108,42 49 1101 31,9 4,7 0,7 0,04 0,08
8 106,2 90 1060 32 4,7 0,9 0,04 0,08
9 81,89 68 1082 32,1 4,7 0,8 0,05 0,10
10 77,5 54 1096 31,7 4,7 0,6 0,06 0,12
11 87,84 60 1090 31,6 4,7 0,6 0,05 0,10
12 95,62 105 1045 31,7 4,7 0,9 0,04 0,08
13 80,19 38 1112 31,8 4,7 0,6 0,06 0,11
14 96,53 84 1066 31,8 4,7 0,7 0,04 0,09
15 113,63 96 1054 31,8 4,7 2,2 0,02 0,05
16 95,84 85 1065 32 4,7 1 0,04 0,08
17 107,54 76 1074 31,9 4,7 0,7 0,04 0,08
22