Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN

HALUSINASI

DISUSUN OLEH:

ANJAR WAHYUNING UTAMI

15.004

AKADEMI KEPERAWATAN SERULINGMAS


MAOS – CILACAP
2017/2018
A. Definisi

Halusinasi adalah suatu kesan,respond an pengalaman sensori yang salah (stuart


2008).

Halusinasi adalah persepsi yang salah yang tidak sesuai dengan kenyataan seperti
bayangan yang tidak ada (Yudi Hartono, 2012).

Halusinasi adalah persepsi klien melaluipanca indra terhadap lingkungan tanpa


ada stimulasi / rangsang nyata.

B. Etiologi
1. Biologis
- Hambatan perkembangan, hambatan belajar, daya ingat dan berbicara.
- Pertumbuhan dan perkembangan individu pada prenatal, perinatal, neonatal
2. Psikologis
3. Sosial budaya
Mempengaruhi gangguan realita seperti kemiskinan, konflik sosial budaya,
kehidupan terisolir disertai stress (Yudi hartono, 2012)

C. Tanda dan Gejala


1. Bicara, senyum, dan tertawa sendiri
2. Mengatakan mendengar suara
3. Merusak diri sendiri
4. Sulit membuat keputusan
5. Sikap curiga
6. Ketakutan
7. Mudah tersinggung
8. Nadi cepat
9. Tb
10. Tidak mampu memnuhi kebutuhan sendiri

D. Rentang Respon

Respon Adaptif Respon Maladaptif

Menyendiri Kesendirian Manipulasi

Otonomi Menarik Implusif

Kebersamaan Ketergantungan Narsisme

E. Pohon masalah

Resiko menciderai diri sendiri dan orang lain


Perubahan persepsi sensori halusinasi

Isos

F. Penatalaksanaan
a. Menciptakan lingkungan yang terapeutik untuk mengurangi tingkat kecemasan,
kepanikan, dan ketakutan pasien akibat halusinasi.
b. Melaksanakan program terapi dokter.
c. Menggali permasalahan pasien dan membantu mengatasi masalah yang ada.
d. Memberi aktivitas kepada pasien
e. Melibatkan keluarga dan petugas lain dalam proses keparawatan.

G. Pengkajian
1. Data yang perlu dikaji
- Alasan masuk RS
Keluarga merasa tidak mampu merawat, terganggu dengan klien.
- Faktor predisposisi
a. Faktor perkembangan terlambat
b. Faktor komunikasi dalam keluarga
c. Faktor social budaya
Isos pada usia lanjut, cacat, sakit, kronis, tuntutan lingkungan.
d. Faktor psikologis
Mudah kecewa, putus asa, kecemasantinggi, menutup diri, ideal diri
tinggi, HDR.
e. Faktor biologis
Pembesaran ventrikel, atrofi otak, perubahan besar dan bentuk sel korteks
dan linibik.
f. Faktor genetik
- Faktor Presipitasi
a. Berlebihnya proses informasi pada system saraf
b. Mekanisme penghantaran listrik di syaraf tiga
c. Adanya hubungan yang bermusuhan tekanan, isolasi, perasaan tidak
berguna, putus asa.

Menurut (Stuart, 2007) pemicu respon maladaptif

- Kesehatan
- Lingkungan
- Sikap
- Perilaku
- Pemeriksaan fisik
yaitu, TD, N, S, RR, BB, TB
1. Status mental
- Penampilan
- Pembicaraan
- Aktivitas motorik
- Afek
- Persepsi
- Proses pikir
- Isi pikir
- Tingkat kesadaran
2. Mekanisme koping
- Rekreasi
- Proyeksi
- Menarik diri
3. Masalah psikososial dan lingkungan
H. Intervenesi & Diagnosa
Halusinasi bid menarik diri
Intervensi
1. BHSP
- Pasien / sapa pasien
- Perkenalan dengan baik
- Tanya nama lengkap & panggilan
- Tunjukan empati
2. Mengenali Halusinasi
- Kontak, sering dan singkat
- Observasi tingkah laku halusinasi
- Dis. yang menimbulkan halusinasi / hilangnya halusinasi
3. Mengontrol Halusinasi
- Diskusi cara tindakan jika terjadi halusinasi
- Manfaat cara yang dilakukan
- Cara baru untuk mengontrol halusinasi
4. Dapat dukungan dari keluarga
- Anjurkan klien untuk memberitah keluarga jika halusinasi
5. Memanfaatkan obat dengan baik
DAFTAR PUSTAKA

Yudi Hartono, 2012, Buku Ajar Keperawatan Jiwa.


Jakarta: Salemba Medika

Iskandar, 2012, Asuhan Keperawatan Jiwa.


Bandung: Refika Aditama

Budiana, 2012, Keperawatan Kesehatan Jiwa.


Jakarta: EGC
Strategi Pelaksanaan
Tindakan Keperawatan (SP)
Halusinasi

A. Proses Keperawatan
1. Keadaan klien
Pasien merasa sakit & tidak mau bicara, terlihat merenungterkadang tertawa sendiri
2. Diagnose Keperawatan
Halusinasi
3. Tujuan
- Pasien membina hubungan saling percaya
- Pasien dapat mengenali halusinasi
4. Tindakan Keperawatan
SP I : membina hubungan saling percaya dan mengenalkan halusinasi pasien

B. Strategi Komunikasi Pelaksnaan Tindakan Keperawatan


1. Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi ibu, perkenalkan nama saya Anjar W.U perawat yang berjaga pada
pagi hari ini. Nama ibu siapa? Suka dipaggil siapa?
b. Evaluasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini.
c. Kontak
Bagaimana kalu kita bercakap-cakap tentang yang sering ibu alami?
Bagaimana kalau bicara disini saja 30 menit
2. Kerja
- Apakah ibu sering mendengar suara seseorang berbicara pada ibu?
- Apa yang sering ia bicarakan?
- Apakah ibu sering mendengar? / sewaktu-waktu?
- Kapan paling sering ibu mendengar?
- Berapa kali ibu mendengar? Pada keadaan apa?
- Apa yang ibu rasakan pada saat mendengar?
- Apa yang ibu lakukan ketika mendengar suara?
3. Terminasi
a. Evaluasi subyektif
Bagaimana perasaan ibu ketika setelah kita bercakap-cakap?
b. Evaluasi obyektif
Sekarang coba ulangi apa yang ibu dengar?
c. Kontrak
Baiklah bagaimana kalau besok kita ketemu lagi untuk bercakap – cakap ditempat
ini jam…… u/ mempelajari cara mengusir suara-suara tersebut