Anda di halaman 1dari 2

Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan atau yang disingkat KPBS Pangalengan

merupakan sebuah koperasi yang beranggotakan para peternak sapi perah yang berada di
Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Koperasi ini yang berdiri pada tahun 1969
merupakan koperasi berprestasi tahun 2007. Sepanjang perjalanannya, koperasi ini juga telah
mendulang serangkaian prestasi nasional seperti penghargaan Koperasi Teladan Nasional
(1982, 1984, dan 1985), Koperasi Mandiri (1988), dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama
(1997).

Bersama PT Frisian Flag dan empat sentra produksi susu lainnya di Indonesia, KPBS
Pangalengan bertekad untuk mensukseskan swasembada susu di Indonesia. PT Frisian Flag
merupakan mitra utama KPBS Pangalengan karena PT Frisian Flag membeli susu segar dari
KPBS Pangalengan dan memberikan bantuan pendanaan.

Kegiatan magang Himpro Ruminansia dilaksanakan di Wayang Dairy Farm, yaitu merupakan
salah satu peternakan yang menyetorkan produksinya ke KPBS. Wayang Dairy Farm memiliki
sapi perah ras Frisian Holstein sejumlah 13 ekor yang dapat diperah dan 1 ekor yang sedang
kering kandang saat kegiatan magang dilaksanakan. Kegiatan minggu pertama di Wayang
Dairy Farm adalah manajemen kandang, cara penyiapan pemberian pakan hijauan., pemberian
formulasi terbaik antara konsentrat dan hijauan terhadap sapi untuk menghasilkan produksi
susu yang terbaik, cara memerah susu sapi menggunakan mesin pemerah susu, dan penyetoran
susu ke MCP (Milk Colection Point) milik KPBS.

Manajemen kandang yang dipelajari adalah cara pembersihan kandang dari kotoran dan urin
sapi. Pembersihan kandang dilakukan dua hingga tiga kali sehari, yaitu pukul 05.00, pukul
13.30, dan pukul 17.00. Penyiapan hijauan adalah memotong – motong hijauan (yang biasanya
adalah batang dan daun jagung) dengan chopper. Hasil pemotongan dengan chopper kemudian
diberi dedak lalu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam drum. Sebelum drum ditutup, hijauan
yang telah dipotong diberi vitamin dan molases. Pemberian formulasi ransum yaitu sebanyak
tiga kali sehari, yaitu pukul 05.00 diberikan satu drum hijauan yang telah diberi vitamin dan
molases untuk setiap 7 ekor sapi dan pemberian konsentrat berupa dedak sebanyak satu
gayung, onggok sebanyak tiga gayung, susu sebanyak setengah gayung, dan ampas roti
sebanyak satu gayung untuk masing – masing sapi, pukul 13.30 diberikan formulasi ransum
yang sama dengan pukul 05.00. Pukul 17.00 hanya diberikan hijauan sebanyak tiga hingga
empat ikat tanpa diberi molases dan vitamin.
Pemerahan sapi dilakukan dua kali dalam sehari yaitu pukul 17.00 dan pukul 13.30. Pemerahan
sapi dilakukan dengan membersihkan ambing sapi terlebih dahulu dari kotoran yang menempel
dengan handuk basah. Perlu dilakukan pemerahaan menggunakan tangan sebanyak tiga kali
untuk tiap puting sebelum dilakukan pemerahan untuk produksi. Hal ini bertujuan untuk
memeriksa apakah ada gumpalan susu yang merupakan tanda dari sapi yang mengalami
mastitis. Sapi yang mengalami mastitis pada puting tertentu tidak boleh diperah pada puting
yang mengalami mastitis. Setelah dibersihkan, sucker mesin pemerah ditempelkan ke masing
– masing puting sambil diperhatikan apabila ambing tidak lagi mengeluarkan air susu, mesin
harus segera dilepas agar tidak terjadi overmilking yang menyebabkan memanjangnya puting
susu dan luka. Setelah mesin pemerah dilepas, tiap puting diberi antiseptik agar kembali steril
dan bila terjadi perlukaan akibat mesin pemerah tidak terinfeksi mikroorganisme patogen.
Penyetoran susu dilakukan segera setelah susu dari ke-13 sapi telah ditampung di milk can.
Penyetoran susu dilakukan di MCP Cipanas.