Anda di halaman 1dari 8

1.

Trend dan issue dalam keperawatan keluarga


a) Dunia tanpa batas (global village) mempengaruhi sikap dan pola perilaku
kekuarga.
b) Kemajuan dan pertukaran iptek yang semakin global sehingga penyebarannya
semakin meluas.
c) Kemajuan teknologi di bidang transportasi sehingga tingkat mobilisasi
penduduk yang tinggi seperti migrasi yang besar-besaran yang berpengaruh
terhadap interaksi keluarga yang berubah.
d) Standar kualitas yang semakin diperhatikan menimbulkan persaingan yang
ketak serta menumbuhkan munculnya sekolah-sekolah yang mengutamakan
kualitas pendidikan.
e) Kompetisi global dibidang penyediaan sarana dan prasarana serta pelayanan
kesehatan menuntut standar profesionalitas keperawatan yang tinggi.

Trend dan Isu Nasional :

f) Semakin tingginya tuntutan profesionalitas pelayanan kesehatan.


g) Penerapan desentralisasi yang juga melibatkan bidang kesehatan.
h) Peran serta masyarakat yang semakin tinggi dalam bidang kesehatan.
i) Munculnya perhatian dari pihak pemerintah mengenai masalah kesehatan
masyarakat seperti diberikannya bantuan bagi keluarga miskin serta asuransi
kesehatan lainnya bagi keluarga yang tidak mampu.

Beberapa permasalahan mengenai trend dan isu keperawatan keluarga yang

muncul di indonesia :

a) Sumber daya tenaga kesehatan yang belum dapat bersaing secara global serta
belum adanya perawat keluarga secara khusus di negara kita
b) Penghargaan dan reward yang dirasakan masih kurang bagi para tenaga
kesehatan.
c) Pelayanan kesehatan yang diberikan sebagian besar masih bersifat pasif.
d) Masih tingginya biaya pengobatan khususnya di sarana-sarana pelayanan
kesehatan yang memiliki kualitas baik.
e) Pengetahuan dan ketrapilan perawat yang masih perlu ditingkatka.
f) Rendahnya minat perawat untuk bekerja dengan keluarga akibat system yang
belum berkembang.
g) Pelayanan keperawatan keluarga yang belum berkembang meskipun telah
disusun telh disusun pedoman pelayanan keluarga namun belum
disosialisaikan secara umum.
h) Geografis Indonesia yang sangat luas namun belum di tunjang dengan fasilitas
transfortasi yang cukup.
i) Kerjasama program lintas sektoral belum memadai.
j) Model pelayanan belum mendukung peran aktif semua profesi.
k) Lahan praktek yang terbatas.
l) Sarana dan prasarana pendidikan juga terbatas.
m) Rasio pengajar dan mahasiswa yang tidak seimbang.
n) Keterlibatan berbagai profesi selama menjalani pendidikan juga kurang.

Trend dan Current Issue Keperawatan Keluarga

a) Dunia tanpa batas (global vilage) mempengaruhi sikap dan pola perilaku
keluarga.
b) Kemajuan dan pertukaran IPTEK
c) Kemajuan teknologi transportasi migrasi dan mudah interaksi keluarga
berubah
d) Kesiapan untuk bersaing secara berkualitas dan sekolah-sekolah berkualitas
e) Kompetensi global tenaga kesehatan/ keperawatan

2. Trend dan issue keperawatan lansia

1. Fenomena Lansia

2. Fenomena Demografi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak positif terhadap


kesejahteraan yang terlihat dari angka harapan hidup (AHH) yaitu :

a) AHH di Indonesia tahun 1971 : 46,6 tahun \


b) AHH di Indonesia tahun 2000 : 67,5 tahun

Sebagaimana dilaporkan oleh Expert Committae on Health of the Erderly:


Di Indonesia akan diperkirakan beranjak dari peringkat ke sepuluh pada tahun
1980 ke peringkat enam pada tahun 2020, di atas Brazil yang menduduki peringkat ke
sebelas tahun 1980.

Pada tahun 1990 jumlah penduduk yang berusia 60 tahun kurang lebih 10 juta
jiwa/ 5.5% dari total populasi penduduk.

Dari hasil tersebut diatas terdapat hasil yang mengejutkan yaitu:

1. 62,3% lansia di Indonesia masih berpenghasilan dari pekerjaannya sendiri.

2. 59,4% dari lansia masih berperan sebagai kepela keluarga.

3. 53% lansia masih menanggung bebean kehidupan keluarga.

4. Hanya 27,5% lansia mendapat penghasilan dari anak atau menantu.

 Permasalahan Umum

1. Makin besar jumlah lansia yang berada di bawah garis kemiskinan.

2. Makin melemahnya nilai kekerabatan sehingga anggota keluarga yang berusia


lanjut kurang diperhatikan,dihargai dan dihormati.

3. Lahirnya kelompok masyarakat industry.

4. Masih rendahnya kuantitas dan kualitas tenaga profesional pelayanan lanjut


usia.

5. Belum membudaya dan melembaganya kegiatan pembinaan kesejahteraan


lansia.

 Permasalahan Khusus

1. Berlangsungnya proses menua yang berakibat timbulnya masalah baik


fisik,mental maupun sosial.

2. Berkurangnya integrasi sosial usila.

3. Rendahnya produktifitas kerja lansia.

4. Banyaknya lansia yang miskin,terlantar dan cacat.


5. Berubahnya nilai sosial masyarakat yang mengarah pada tatanan masyarakat
individualistic.

6. Adanya dampak negatif dari proses pembangunan yang dapat mengganggu


kesehatan fisik lansia.

1. Fenomena Bio-psico-sosio-spiritual dan Penyakit Lansia

 Penurunan fisik

 Perubahan mental

 Perubahan-perubahan Psikososial

Karakteristik Penyakit pada Lansia:

 Penyakit sering multiple,yaitu saling berhubungan satu sama lain.

 Penyakit bersifat degeneratif yang sering menimbulkan kecacatan.

 Gejala sering tidak jelas dan berkembang secara perlahan.

 Sering bersama-sama problem psikologis dan sosial.

 Lansia sangat peka terhadap penyakit infeksi akut.

 Sering terjadi penyakit iatrogenik.

Hasil Penelitian Profil Penyakit Lansia di 4 Kota (Padang,Bandung,Denpasar dan


Makassar) sbb:

a) Fungsi tubuh yang dirasakan menurun : penglihatan (76,24%),daya ingat


(69,39%),seksual (58,04%),kelenturan(53,23%),gigi dan mulut (51,12%).
b) Masalah kesehatan yang sering muncul : sakit tulang atau sendi (69,39%),sakit
kepala (51,15%),daya ingat menurun (38,51%),selera makan menurun
(30,08%),mual/perut perih (26,66%),sulit tidur (24,88%),dan sesak nafas
(21,28%).
c) Penyakit kronis : rematik (33,14%),darah tinggi (20,66%),gastritis
(11,34%),dan jantung (6,45%).
3. Trend dan issue keperawatan komunitas

Tren yang sedang dibicarakan adalah:

1. Pengaruh politik terhadap keperawatan professional

Keterlibatan perawat dalam politik sangat terbatas. Walaupun secara individu


ada beberapa nama seperti F.Nightingale, Lilian Wald, Margaret Sunger, dan Lavinia
Dock telah mempengaruhi dalam pembuatan di berbagai bidang nampaknya perawat
kurang di hargai sebagai kelompok. Gerakan wanita telah memberikan inspirasi pada
perwat mengenai masalah keperawatan komunitas.

Kekuatan politik merupakan kemampuan untuk mempengaruhi atau


meyakinkan seseorang untuk memihak pada pemerintah untuk memperlihatkan bahwa
kekuatan dari pihak tersebut membentuk hasil yang diinginkan.

Perawat merasa tidak nyaman dengan politik karena mayoritas perawat adalah
wanita dan poolitik merupakan dominasi laki-laki.

Keterlibatan perawat dalam politik mendapatkan perhatian yang lebih besar


dalam kurikulum keperawatan, organisasi professional, dan tempat perawtan
professional. Organisasi keperawatan mampu memgabungkan semua upaya seperti
pada Nursing Agenda For Healt Care Reform.

Strategi spesifik pengintegrasian peraturan public dalam kurikulum


keperawatan, sosialisasi dini, berpartisipasi dalam organisasi profesi, memperluas
lingkungan praktik klinik, dan menjalankan tempat pelayanan kesehatan.

2. Pengaruh perawat dalam aturan dan praktik keperawatan

Pospek keperawatan komunitas dimasa yang akan dating cenderung semakin


berkembang dan dibutuhkan dalam system pelayanan kesehatan pemerintah. Peran
perawat kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengatasi sebagai masalah
kesehatan yang terjadi di masa yang akan datang karena mengikuti perubahan secara
keseluruhan. Dampak perubahan tersebut dapat berpengaruh pada peran yang
dilkaukan perawat. Intervensi keperawatan kesehatan masarakat diberbagai tingkat
pelayanan akan semakin besar dikarnakan adanya kelalaian, ketidaktahuan,
ketidakmauan, dan ketidakmampuan individu,keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Komponen–komponen perubahan dalam masyarakat

1. Pertambahan penduduk. Pertambahan penduduk secara cepat (population) dan


perubahan dalam gambaran penduduk, diantaranya perubahan dalam
komposisi usia, penyebarannya, dan kepadatan penduduk kota besar.

2. Transisi penyakit. Perubahan pola penyakit atau transisi penyakit yaitu


perubahan penyakit menular ke penyakit degenerative, seperti penyakit
jantung, kanker, depresimental dan ansietas, stroke, peningkatan kecelakaan,
alkoholisme, dan yang akhir-akhir ini marak adalah penyalahgunaan
narkotika.

3. Perkembangan industrialisasi serta perubahan kondisi social. Perkembangan


industrialisasi serta perubahan kondisi social yang cepat dengan di sertai
perubahan-perubahan sikap, niali, gaya hidup, kondisi lingkungan, kelompok-
kelompok masyarakat baru, masalh individu, dan masyarakat.

4. Meningkatnya pengetahuan masarakat sebagai pelayanan kesehatan akan


meningkatkan juga harapan mereka terhadap mutu pelayanan keperawatan dan
kesehatanpola pelayanan kesehatan yang baru akan meningkatkan pencpaian
kesehatan bagi semua orang pada tahun 2015.

5. Kurang tenaga medis menyebabkan pelimpahan tanggung jawab atau


wewenang pada perawat.

6. Masyarakat akan menjadi rekan kerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat.


Banyak pelayanan yang akan dilaksanakan di luar rumah sakit, misalnya
pelayanan pada rehabilitasi, kesehatan jiwa, dan lain-lain.
Kesimpulan

Trend adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak orang saat ini dan
kejadiannya berdasarkan fakta.
Issue adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak namun belum jelas
faktannya atau buktinya.
Keperawatan keluarga, lansia, promosi kesehatan adalah serangkaian kegiatan yang
diberi via praktek komunitas keperawatan kepada masyarakat untuk membantu
menyelesaikan masalah kesehatan tersebut dengan menggunakan pendekatan proses
keperawatan. dapat difokuskan pada anggota keluarga individu, dalam konteks lansia,
atau unit promosi kesehatan. Terlepas dari identifikasi klien, perawat menetapkan
hubungan dengan masing-masing anggota keluarga, lansia dan promosi kesehatan
dalam unit dan memahami pengaruh unit pada individu dan masyarakat.

Saran
Dengan tersusunnya makalah ini semoga bisa bermanfaat bagi pembaca
maupun penulis. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami butuhkan, karena penulis
sadar bahwa penyusunan pemaparan trand dan issue keperawatan komunitas ini jauh
dari kata sempurna.dan kami sangat mengharapkan kritik dan saran itu dari
pembaca.untuk penulisan makalah selanjutnya yang lebih baik.
Daftar pustaka

Friedman, Marilyn M. 2016. Keperawatan Keluarga Teori dan Praktik. Edisi 3. Jakarta : EGC

Setiabudhi, Tony. 2014. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek Menjaga
Keseimbangan Kualitas Hidup Para Lanjut Usia. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama

Sahar juniati (2013) keperawatan gerontik, coordinator keperawatan komunitas, fakultas ilmu
keperawatan UI, Jakarta.

Gervasi, O., Magni, R., & Zampolini, M. (2010). Nu!RehaVR: virtual reality in neuro
telerehabilitation of patients with traumatic brain injury and stroke.

Ameen, J., Coll, A. M., & Peters, M. (2013). Impact of tele-advice on community nurses'
knowledge of venous leg ulcer care. Journal of Advanced Nursing.

Bauer, K. (2012). Home-Based Telemedicine: A Survey of Ethical Issues. Cambridge


Quarterly of Healthcare Ethics.

Departemen Kesehatan RI, 2011, Jakarta, Petunjuk Pengelolaan Perawatan Kesehatan


Masyarakat.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. “Visi Pembangunan Kesehatan: Indonesia Sehat


2010.

Efendi, Ferry dan Makhfudli.(2011).Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik


dalam Keperawatan.Salemba Medika : Jakarta

Effendy Nasrul, 2014, dasar Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat,Edisi 2, EGC, Jakarta