Anda di halaman 1dari 8

BATUAN METAMORF

Batuan metamorf adalah batuan yang sebagian besar menjadi penyusun


kerak bumi.Batuan ini terjadi akibat perubahan dari batuan asal yang terkena
tekanan dan panas yang tinggi didalam bumi.

IV.1. Pengertian Batuan Metamorf

Batuan metamorf berasal dari kata metamorfosa berasal dari bahasa


Yunani, yaitu metamorphism dimana meta yang artinya berubah dan morph yang
artinya bentuk. Batuan metamorf (batuan malihan) adalah salah satu kelompok
utama batuan yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe
batuan yang telah ada sebelumnya, protolith, oleh suatu proses yang disebut
metamorfisme, yang berarti perubahan bentuk. Protolith yang dikenai panas (lebih
besar dari 150 °C) dan tekanan ekstrem akan mengalami perubahan fisika
dan/atau kimia yang besar. faktor penyebab terjadinya metamorfisme adalah
panas/temperatur/suhu, tekanan (pressure), tegangan (stress), shear, dan aktivitas
pelarutan secara kimia.

IV.2. Klasifikasi Batuan Metamorf

Klasifikasi batuan metamorf dibagi menjadi 3 macam,yaitu proses


terbentuknya dan unsur-unsur kimia yang terkandung.
1. Proses terbentuknya batuan metamorf dibagi menjadi 3 macam:
a. Metamorfosa Kontak adalah metamorfosa yang terjadi didekat intrusi
batuan beku dan merupakan hasil dari kenaikan temperatur yang tinggi
dan berhubungan dengan intrusi batuan beku. Metamorfosa kontak
hanya terjadi disekeliling intrusi yang terpanaskan oleh magma dan
bagian kontak ini dikenal sebagai aureole metamorphic. Metamorfosa
kontak biasanya dikenal sebagai metamorfosa yang bertekanan rendah
dan temperatur tinggi dan batuan yang dihasilkan seringkali batuan
berbutir halus tanpa foliasi.Contoh: Marmer, Hornfels

23
24

b. Metamorfosa Kataklastik atau dislokasi adalah metamorfosa yang


diakibatkan oleh deformasi mekanis, seperti yang terjadi pada dua blok
batuan yang mengalami pergeseran satu dan lainnya disepajang suatu
zona sesar atau patahan. Panas yang ditimbulkan oleh gesekan yang
terjadi disepanjang zona patahan inilah yang mengakibatkan batuan
tergerus dan termetamorfosokan disepanjang zona ini. Metamorfosa
kataklastik jarang dijumpai dan biasanya menyebaran terbatas hanya
disepanjang zona sesar. Contoh Milonit.
c. Metamorfosa Regional adalah metamorfosa yang terjadi pada wilayah
yang sangat luas dimana tingkat deformasi yang tinggi dibawah tekanan
diferensial. Metamorfosa jenis ini biasanya akan menghasilkan batuan
metamorf dengan tingkat foliasi yang sangat kuat. Tekanan diferensial
berasal dari gaya tektonik yang berakibat batuan mengalami tekanan
(kompresi), dan tekanan ini umumnya berasal dari dua masa benua yang
saling bertumbukan satu dengan lainnya. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa batuan metamorfosa regional terjadi pada inti dari
rangkaian pegunungan atau pegunungan yang mengalami erosi. Hasil
dari tekanan kompresi pada batuan yang terlipat dan adanya penebalan
kerak dapat mendorong batuan kearah bagian bawah sehingga menjadi
lebih dalam yang memiliki tekanan dan temperatur lebih tinggi. Contoh:
Slate, Schists, dan Gneisse.
2. Berdasarkan unsur-unsur kimia
Unsur-unsur kimia yang terkandung didalam batuan metamorf akan
mencirikan batuan asalnya dan menjadi 5 kelompok:
a. Calcic Metamorphic Rock Adalah batuan metamorf yang berasal dari
batuan yang bersifat kalsik (kaya unsur Al), umumnya terdiri atas
batulempung dan serpih. Contoh: batusabak dan Phyllite.
b. Quartz Feldsphatic Rock Adalah batuan metamorf yang berasal dari
batuan yang kaya akan unsur kuarsa dan feldspar. Contoh : Gneiss
c. Calcareous Metamorphic Rock Adalah batuan metamorf yang berasal
dari batugamping dan dolomit. Contoh : Marmer
25

d. Basic Metamorphic Rock Adalah batuan metamorf yang berasal dari


batuan beku basa, semibasa dan menengah, serta tufa dan batuan
sedimen yang bersifat napalan dengan kandungan unsur K, Al, Fe, Mg.
e. Magnesia Metamorphic Rock Adalah batuan metamorf yang berasal dari
batuan yang kaya akan Mg. Contoh : serpentit, sekis.

IV.3. Cara Pemerian Batuan Metamorf

Cara pendeskripsian batuan metamorf ini dibagi menjadi 4 bagian,yaitu


1) Jenis batuan
Jenis batuan pada batuan metamorf adalah apakah itu termasuk dalam
batuan metamorf kontak, dislokasi, ataupun regional.
2) Warna
Warna pada batuan metamorf dipengaruhi oleh beberapa hal biasnya
tergantung dari tekstur, komposisi atau batuan asal dari batuan metamorf
itu sendiri.
3) Tekstur
Merupakan kenampakan batuan yang berdasarkan pada ukuran, bentuk
dan orientasi butir mineral dan individual penyusun batuan metamorf.
Penamaan tekstur batuan metamorf umumnya menggunakan awalan blasto atau
akhiran blastic tang ditambahkan pada istilah dasarnya. (Jacson,
1997).(Gambar 13)

Gambar 13.Tekstur batuan metamorf


(Anonim, 2014)
26

1. Lepidoblastik, apabila mineralnya penyusunnya berbentuk tabular atau


pipih.Contoh:Sekis Mika.
2. Nematoblastik, apabila mineral penyusunnya berbentuk prismatic.
Contoh: Sekis Horblenda
3. Granoblastik, apabila mineral penyusunnya berbentuk granular atau
membutir, equidimensional, batas mineralnya bersifat sutured (tidak
teratur) dan umumnya kristalnya berbentuk anhedral. Contoh:Kuarsit
4. Granoblastik, apabila mineral penyusunnya berbentuk granular atau
membutir, equidimensional, batas mineralnya bersifat unsutured (lebih
teratur) dan umumnya kristalnya berbentuk anhedral. Contoh:Hornfels.

4) Struktur batuan metamorf


Struktur batuan metamorf adalah kenampakan batuan yang berdasarkan
ukuran, bentuk atau orientasi unit poligranular batuan tersebut. (Jacson,
1997). Secara umum struktur batuan metamorf dapat dibadakan menjadi struktur
foliasi dan nonfoliasi (Jacson, 1997).
Struktur batuan metamorf terbagi menjadi 2 jenis struktur:
1. Struktur Foliasi
Merupakan kenampakan struktur planar pada suatu massa. Foliasi
ini dapat terjadi karena adnya penjajaran mineral-mineral menjadi lapisan-
lapisan (gneissoty), orientasi butiran (schistosity), permukaan belahan
planar (cleavage) atau kombinasi dari ketiga hal tersebut (Jacson, 1970).
a. Slaty Cleavage
Struktur yang diekspresikan oleh kecenderungan batuan
metamorf yang berbutir halus untuk membelah sepanjang bidang
subparalel yang diakibatkan oleh orientasi penjajaran dari mineral-
mineral pipih yang kecil ,butirannya sangat halus yaitu < 0,1 mm,
kelurusan pada orientasi planardan subplanar, pecahannya
berlembar(Gambar 14).
Contoh: Slate atau batu sabak
27

Gambar 14.Struktur Slaty cleavage


(Anonim, 2014)

b. Schistosity
Struktur sifatnya mirip dengan di atas, tetapi mineral-mineral
pipih kebanyakan lebih besar dan secara keseluruhan batuan
metamorf ini tampak menjadi lebih kasar/medium, berbutir halus
sampai sangat kasar dengan ukuran >1 mm (Gambar 15).
Contoh: Sekis

Gambar 15.Struktur Schistosity


(Anonim, 2014)

c. Gneissic
Struktur yang dibentuk oleh perselingan lapisan yang
komposisinya berbeda dan berbutir kasar, berbutir halus sampai
sangat kasar, memperlihatkan perlapisan karena adanya perbedaan
mineralogy (Gambar 16).
Contoh: Gneiss
28

Gambar 16.Struktur Gneissic


(Anonim, 2014)

2. Struktur Non Foliasi


Struktur Non Foliasi merupakan struktur yangkenampakan tidak
berlapis atau tidak berlembar pada permukaan batuan atau struktur yang
tidak memperlihatkan adanya penjajaran mineral dan batuan masif. hal Ini
terjadi akibat batuan kontak dengan tubuh intrusi batuan beku. Batuan
yang terbentuk biasanya berbutir halus, dan batuan berasal dari batuan asal
yang mempunyai mineral tunggal seperti gamping, sehingga tidak
terbentuk mineral baru, tetapi kristal-kristal yang kecil tumbuh lebih besar
dalam tekstur interlocking menjadi batuan baru. Contoh Batugamping jadi
Marmer.
3. Komposisi mineral
Komposisi mineral pada batuan metamorf ini dapat dilihat dari
struktur batuan metamorf itu sendiri,hal ini dikarenakan pengamatan
secara megaskopis sedikit mengalami kesulitan
a. Mineral anti stress (Non- foliasi) mineral yang stabil dalam kondisi
tekanan, dapat berbentuk pipih/tabular, prismatik dan tumbuh tegak
lurus terhadap arah gaya/stress.Contoh: mika, tremolit-aktinolit,
hornblende, serpentin, silimanit, kianit, seolit, glaukopan, klorit,
epidot, staurolit dan antolit
b. Mineral stress adalah mineral yang terbentuk dalam kondisi
tekanan, biasanya berbentuk equidimensional. Contoh: kuarsa,
felspar, garnet, kalsit.
29

4. Petrogenesa batuan metamorf dibagi menjadi 3 , yaitu metamorfosa


kontak yaitu karena adanya pengaruh suhu yang sangat tinggi,
metamorfosa Pneumatolistis Kontak yaitu karena adanya pengaruh gas-
gas dari magma, dan metamorfosa dinamo yaitu batuan yang berubah
bentuk karena pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi dalam
waktu yang sangat lama.
5. Penamaan batuan metamorf dilihat dari struktur batuan metamorf itu
sendiri, apakah batauan tersebut termasuk foliasi maupun non-foliasi.
Berikut adalah table penjelasan batuan menatmorf menurut tekstur,
derajat metamorfosa, dan batuan asalnya (Tabel 5).

Tabel 5. Nama-nama batuan metamorf, tekstur batuan, derajat metamorfosa, dan


batuan asal
Batuan Derajat
Tekstur Batuan Asal
Metamorfik Metamorfosa

Slate Foliasi Rendah Serpih (Shale)

Phyllite Foliasi Rendah – Serpih (Shale)


sedang

Mica Schist Foliasi Sedang – tinggi Serpih (Shale)

Gneiss Foliasi Tinggi Granit, Andesit

Marble Non-foliasi Rendah – tinggi Batugamping,


Dolomit

Quartzite Non-foliasi Sedang – tinggi Batupasir


Kuarsa

Amphibolite Non-foliasi Sedang – tinggi Basalt, Gabro

Chlorite Schist Foliasi Rendah Basalt


30

(Green schist)

Hornfels Non-foliasi Metamorfosa Semua jenis


kontak batuan

Talc schist Foliasi Rendah Peridotit