Anda di halaman 1dari 2

ISTRIKU BIDADARIKU

Setiap manusia punya rasa cinta


Yang mesti dijaga kesuciaannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta

Ku inginkan dia
Yang punya setia
Yang mampu menjaga kemurniaanya

Saat ku tak ada Ku jauh darinya


Amanah pun jadi penjaganya

Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku
Engkaulah .. Bidadari surgaku

Itulah sebagian penggalan dari lirik lagu dari Almarhum Ustadz Jefri Al Buchori yang
penuh dengan makna, dan lagu itupun menjadi favorit ketika sang ustadz di panggil Allah
melalui kecelekaan tunggal motor, dan saya pun tertarik untuk menjadikan reff lagu bidadariku
itu untuk aku jadikan ringtone hpku. Maka jadilah sejak sekian bulan lalu lagu itu menjadi nada
panggil hpku.
Benarlah apa saja menjadi ucapan, apa yang menjadi keinginan, apa yang menjadi
harapan atau apalah itu istilahnya jika kita ucapkan terus menerus, kita inginkan dengan kuat
atau yang selalu menjadi harapan kita, itu semua adalah suatu doa, apalagi ucapan, keinginan dan
harapan itu kita kemas dalam panjatan doa kita pada Allah, Insya Allah akan dimakbulkan oleh
Allah, akan di Atur pengabulannya menurut IrodahNya.
Ternyata nada panggil lagu bidadariku itu juga menjadi doa, dan Allah menunjukkan
dengan melalui pengalaman yang berharga , Allah ingin menunjukkanku bahwa istriku adalah
bidadariku. Pengalaman berharga itu adalah aku menderita sakit terinfeksi Leptospirosis.
Sebelum aku sakit pada bulan Romadhon lalu aku memanjatkan doa kepada Allah
mudah-mudahan setelah Hari raya aku menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih taat beribadah,
lebih tawahdu kepada sesama, dan rupanya doa itu oleh Allah di dengar dan tidak perlu lama doa
itu di kabulkan bahkan dipercepat oleh Allah dengan melalui sakit panas pada hari kedua hari
raya, badanku panas tinggi sehingga sholat Jumat itu aku sudah pakai jaket karena badanku
menggigil kedinginan.
Panas tinggi itupun berlanjut sampai hari Sabtu walaupun sudah minum obat dari dokter,
tetapi obat yang ku minum itupun tidak berefek sama sekali, Dan akhirnya hari minggunya
akupun diantar istriku ke RS Bhayangkara, di sana aku satu ruangan dengan seorang guru
Agama yang juga sakit yang pada hari ketiga aku di sana akhirnya berpulang ke Rahmatullah.
Dari hari ke hari di RS Bhayangkara trombositku terus turun dan keadaanku semaikin
memburuk, maka pada hari ke enam istri beriinisiatif memindahkan ke RSUD Haryoto