Anda di halaman 1dari 13

I.

TINJAUAN PUSTAKA
a) Pengertian
Menurut suyanto (2011), tinjauan pustaka mendukung penetapan masalah
penelitian dan pembahasan penelitian dan pembahasan yang akan diungkapakan,
maka diperlukan tinjauan pustaka atau teori yang adekuat. Sebab tinjauan pustaka
atau teori akan mendasari pengungkapan masalah dan pembahasan hasil
penelitian yang menyeluruh. Tinjauan pustaka mencakup dua hal yaitu :
pertama, tinjauan teori yang terkait dengan masalah yang akan diteliti. Kedua,
tinjauan hasil – hasil penelitian terkait yang pernah dilakukan peneliti lain.
b) Tujuan
Yaitu :
 Untuk mengetahui apakah penelitian yang akan dilaksanakan pernah
dilakukan orang lain atau tidak, sehingga tidak terjadi duplikasi
 Untuk mengetahui hasil penelitian orang lain dalam bidang yang sama,
sehingga dapat memperluas wacana pembahasan penelitian yang akan
dilakukan.
 Untuk mempertajam peguasaan teori yang terkait dengan penelitian yang
akan dilakukan.
 Untuk memperoleh informasi rancangan penelitian yang telah dilakukan oleh
peneliti lain.
c) Manfaat
Yaitu :
 Mengarahkan pemahaman masalah penelitian, sehingga rumusan masalah
penelitian dapat disusun dengan baik
 Membantu menentukan rancangan penelitian yang tepat, sehingga penelitian
valid dan bermakna.
 Menghindari pengutipan pendapat orang lain yang tidak tepat.
 Membantu menyusun kerangka kerja penelitian.
d) Tahapan dalam tinjauan pustaka
 Penelusuran awal
Pada tahap ini, anda harus melakukan pemeriksaan sepintas terhadap sumber
pustaka yang tersedia, dan dikaitkan dengan masalah penelitian yang akan
diteliti. Dengan penelusuran awal ini, jika topik yang anda teliti sudah
banyak diteliti, maka anda akan menemukan banyak sumber pustaka yang
relevan dan mendukung penelitian anda.
 Penelusuran sekunder
Penelusuran dilakukan terhadap sumber pustaka secara lebih mendalam dan
kritis dan kritis serta relevan dengan masalah penelitian yang anda lakukan.
Sumber pustaka yang diperoleh diharapkan yang terbaru dan komprehensif
baik berupa buku bacaan, rujukan , maupun laporan penelitian.
 Penelusuran komputer dan manual
Pada tahap terakhir, tinjauan pustaka – teori dapat ditelusuri dan disusun dari
berbagai sumber lain yang dapat diakses melalui dua hal berikut:
 Komputer yaitu : sumber pustaka yang berasal dari dat base
perpustakaan maupun dari website yang menyediakan jurnal – jurnal
penelitian
 Cara manual, yaitu : menelusuri pustaka dengan menggunakan indeks
dan abstrak penelitian serta katalog buku perpustakaan.

e) Jenis – jenis sumber pusaka


 Buku
 Penerbit berkala: majalh, jurnal buletin
 Harian atau surat kabar yang memuat artikel yang terkait dengan topik
penelitian.
 Karangan ilmiah yang tidak diterbitkan , seperti makalah ilmiah , skripsi,
tesis dan disertasi.
 Laporan penelitian ( LIPI, Litbangkes, Lembaga Penelitian )
 Laporan instansi resmi, serta profil kesehatan provinsi atau kabupaten ,
SP2TP Puskesmas.
f) Teknik penulisan tinjauan pustaka
 Mengutip dan menulis rujukan
Ada 2 yaitu :
 Cara mengutip langsung dan menyebutkan rujukan
Kutipan yang berjumlah lebih dari empat puluh kata, maka harus
dicantumkan tanda kutip di awal dan diakhir kutipan .
Contoh :
Herman menjelaskan, “ berat badan merupakan salah satu indikator
keadaan gizi seseorang.” ( Herman, 1999:50)
Apabila kutipan berjumlah lebih dari empat puluh kata , anda tidak perlu
menggunakan tanda kutip, dan halaman rujukan ditulis diakhir kutipan.
Contoh:
Menurut Muchtar ( 1992), salah satu cara meningkatkan gizi seseorang
dapat dilakukan dengan.....(hlm.70)
 Mengutip tidak langsung dan menyebutkan rujukan
Ada beberapa cara mengutip secara tidak langsung yaitu :
1) Rujukan ditulis aoleh satu orang penulis
Apabila penulis menyimpulkan tulisan penulis lain, maka nama
akhir atau keluarga penulis yang dikutipkan ditempatkan di dalam
kurung pada akhir tulisan, disertai tahun penerbitannya.
Contoh :
Pengukuran tekanan darah yang dilakukan selama ini masih
merupakan cara yang......( Mukhtar, 1998)
2) Rujukan ditulis oleh dua orang penulis
Tulis kedua nama akhir atau keluarga para penulis tersebut
menggunakan simbol “&” atau menggunakan kata “ dan “
Contoh:
Penggunaan alkohol pada tali pusat hingga saat ini...(Malik & Rois,
1999)
3) Rujukan ditulis oleh tiga sampai lima orang penuils
Untuk pertama kali mengutip tulisan, nama akhir atau keluarga
semua penulis ditulis. Selanjutnya, jika anda mengutip dari rujukan
tersebut lagi, maka cukup ditulis nama akhir/keluarga penulis
pertama saja ditambah et.al.
4) Rujukan ditulis lebih dari lima orang penulis
Sejak pertama kali digunakan sebagai rujukan hanya nama akhir
penulis pertama yang ditulis, kemudian ditambah et.al. jika beberapa
tulisan dari pengarang yang berbeda digunakan dalam satu bahasan,
maka urutan penulisan para pengarang tersebut mengikuti abjad.
5) Menyebutkan nama penulis yang dikutip oleh penulis buku yang
sedang kita rujuk.
Contoh :
Mukhtar dalam Suharda ( 1998) menyatakan bahwa keterbatasan
gerak yang dilakukan oleh pasien pasca stroke diakibatkan oleh
adanya.....

 Menulis daftar pustaka


Urutan daftar pustaka yaitu nama akhir atau keluarga penulis, tahun terbit,
judul , kota penerbit, dan nama penerbit.
Contoh :
1. Penulis buku satu orang
Contoh:
Sugiyono. 1999. Statistik untuk penelitian.Bandung: Alfabeta
2. Penulis dua atau tiga orang
Contoh :
Arinaga, Kartini & Abdullah. 1994. Madu dan Kandungan
Manfaatnya.Yogyakarta: Andi Offset.
3. Penulis lebih dari tiga orang
Contoh:
Nettina et.al. 2001.Manual Nursing Practice.Newyork: McGraw Hill.
4. Terjemahan
Contoh :
Brockopp.1999.Penelitian dan Aplikasinya.Jakarta:EGC
II. ETIKA PENELITIAN
A. Pendahuluan
Ethos ( Tunggal ) atau etha ( Jamak ) , berasal dari bahasa yunani yang mengandung
banyak arti antara lain : adat, kebiasaan, akhlak dan watak, perasaan , sikap dan cara
berpikir. Etika adalah ilmu / pengetahuan tentang apa yang dilakukan ( pola prilaku )
orang , atau pengetahuan tentang adat kebiasaan orang. Di dalam bahasa latin etika
berasal dar kata mos ( tunggal) atau mores ( jamak) yang artinya kebiasaan, adat,
norma etis yang berlaku.
Dalam kamus bahasa indonesia karangan poerwadarminta ( 1953) menyatakan etika
atau akhlak adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, tentang hak dan
kewajiban orang dalam kelompok sosial.
Penelitian adalah upaya mencari kebenaran terhadap semua fenomena kehidupan
manusia , baik yang menyangkut fenomena alam maupun sosial, budaya , pendidikan
, kesehatan, ekonomi, politik dan sebagainya.
Kode etik penelitian adalah suatu pedoman etika yang berlaku untuk setiap kegiatan
penelitian yang melibatkan antara pihak peneliti, pihak yang diteliti ( subjek penelitian
) dan masyarakat yang akan memperoleh dampak hasil penelitian tersebut. Etika
penelitian ini mencakup juga perilaku peneliti atau perlakuan peneliti terhadap subjek
penelitian serta sesuatu yang dihasilkan oleh peneliti bagi masyarakat.
Peneliti adalah seseorang yang karena pendidikan dan kewenangannya memilki
kemapuan untuk melakukan investigasi ilmiah dalam suatu bidang keilmuan tertentu
dan atau keilmuan yang bersifat lintas disiplin. Sedangkan subjek yang diteliti adalah
orang yang menjadi sumber informasi, baik masyarakat awam atau profesional
berbagai bidang, utamanya profesional bidang kesehatan.
B. Prinsip dasar dan kaidah etika penelitian
Empat prinsip yang harus dipegang teguh dalam penelitian yaitu :
1. Menghormati harkat dan martabat manusia ( respect for human dignity)
Peneliti perlu mempertimbangkan hak – hak subjek penelitian untuk
mendapatkan informasi tentang tujuan peneliti melakukan penelitian tersebut.
Dalam hal menghormati harkat martabat subjek penlitian maka peneliti
mempersiapkan formulir persetujuan subjek ( inform concent ) yang mencakup:
a) Penjelasan manfaat penelitian
b) Penjelasan kemungkinan resiko dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan
c) Penjelasan manfaat yang didapatkan
d) Persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan subjek
berkaitan dengan prosedur penelitian.
e) Persetujuan subjek dapat mengundurkan diri sebagai objek penelitian kapan
saja
f) Jaminan anonimitas dan kerahasiaan terhadap identitas dan informasi yang
diberikan oleh responden.
2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian ( respect for privacy and
confidentiality)
Peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas dan kerahasiaan
identitas subjek. Peneliti seyogyanya cukup menggunakan coding sebagai
pengganti identitas responden.
3. Keadilan dan inklusivitas / keterbukaan ( respect for justice an inclusiviness)
4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan ( balncing harms and
benefits)
Oleh sebab itu peneliti harus melakukan :
a) Memenuhi kaidah keilmuan dan dilakukan berdasarkan hati nurani, moral ,
kejujuran, kebebasan dan tanggungjawab.
b) Merupakan upaya untuk mewujudkan ilmu pengetahuan, kesejahteraan ,
martabat dan peradaban manusia, serta terhindar dari segala sesuatu yang
menimbulkan kerugian atau membahayakan subjek penelitian atau masyarakat
pad umumnya ( SK Wali Amanah Universitas Indonesia no. 007/Tap/MWA-
UI/2005)
C. Fungsi penelitian dan etika
Yaitu :
1. Fungsi akademik ( Teoritis )
Hasil dari penelitian yang dilakukan pada hakikatnya merupakan temuan
akademik yang berarti merupakan sumbangan teoritis bagi pengembangan ilmu
yang bersangkutan, dan merupakan tambahan khasanah ilmu pengetahuan.
2. Fungsi terapan ( Aplikatif )
Kesehatan atau kesehatan masyarakat adala ilmu ( science ) dan seni ( art), jadi
penelitian bukan sekedar untuk membuktikan sebuah teori tetapi juga untuk
memperoleh teori baru dan mempunyai implikasi terhadap program peningkatan
kesejateraan masyarakat termasuk program kesehatan masyarakat, hal ini
merupakan bukti bahwa penelitian mempunyai fungsi terapan atau aplikatif.
Hal ini berarti bahwa penelitian yang etis yaitu penelitian yang memenuhi syarat
kedua fungsi yaitu teoritis an terapan, apabila tidak memenuhi keduanya maka
dikatakan penelitian itu tidak etis, karena mengingkari hakikat penlitian itu
sendiri.
D. Etika penelitian kesehatan
Penelitian kesehatan menggunkan orang sebagai objek penelitian , hal ini berarti
antara peneliti dan objek penelitian memiliki hubungan timbal balik disebut etika
penelitian. Secara rinci hak – hak dan kewajiban – kewajiban peneliti dan yang kan
diteliti ( informan ) adalah sebagai berikut:
1. Hak dan kewajiban responden
a) Hak – hak responden
 Hak untuk dihargai privacynya
 Hak untuk merahasiakan informasi yang diberikan
 Hak memperoleh jaminan keamanan atau keselamatan akibat dari
informasi yang diberikan
 Hak memperoleh imbalan atau kompensasi.
b) Kewajiban responden
Setelah adanya inform concent dari responden atau informan artinya
responden sudah mempunyai keterikatan dengan peneliti atau pewawancara
berupa kewajiban responden untuk memberikan indformasi yang diperlukan
peneliti.
2. Hak dan kewajiban peneliti atau pewawancara
a) Hak peneliti
Bila responden bersedia diminta informasinya ( menyetujui infom concent )
peneliti mempunyai hak memperoleh informasi yang diperlukan sejujur –
jujurnya dan selengkap – lengkapnya dari responden atau informan.apabila
hak tidak diterima dari responden menyembunyikan informasi yang
diperlukan, maka responden perlu diingatkan kembali terhadap inform concent
yang telah diberikan.
b) Kewajiban peneliti
 Menjaga privacy responden
 Menjaga kerahasiaan responden
 Memberikan kompensasi

ETIKA DAN METODE PENELITIAN


Dalam uraian terdahulu telah disebutkan bahwa dilihat dari metodenya penelitian
dikelompokkan menjadi dua, yakni metode penelitian eksperimen dan metode survei.
Penelitian eksperimen yang dimaksud dalam konteks kesehatan masyarakat dengan
sendirinya bukan eksperimen sungguhan, tetapi eksperimen semu. Hal ini disebabkan yang
menjadi subjek penelitian adalah manusia yang hidup di masyarakat sehingga tidak dapat
diisolasi dari kehidupan sehari-hari.
Dalam kaitannya dengan etika penelitian, karena intensitas hubungan antara peneliti dan yang
diteliti kedua metode penelitian ini berbeda, maka implikasinya sedikit berbeda pula.
1. Pada penelitian survei hanya satu kali kontak antara peneliti dan responden, yakni
pada waktu pengambilan data saja. Intensitas hubungan antara peneliti dengan yang
diteliti (responden) dengan sendirinya tergantung pada data atau informasi yang akan
diperoleh atau dicari:
a. Apabila peneliti ingin memperoleh informasi tentang; identitas responden,
pengetahuan dan sikap responden, perilaku berdasarkan recall maka cukup
dengan wawancara. Lamanya wawancara tergantung banyaknya pertanyaan
(kuesioner). Makin banyak pertanyaan berarti makin banyak waktu yang disita
oleh peneliti, hal ini mengganggu kegiatan responden. Implikasinya peneliti harus
memberikan kompensasi waktu yang hilang bagi responden.
b. Apabila peneliti membutuhkan pengkajian secara observasi, berarti peneliti harus
memberikan imbalan yang memadai karena intensitas gangguan privacy
responden lebih tinggi
c. Apabila peneliti dalam pengambilan inormasi kepada responden dengan
melakukan tindakan invasi, maka peneliti harus memberikan jaminan, nahwa hal
tersebut tidak menimbulkan rasa sakit, dan peneliti bertanggungjawab terhadap
efek sampingnya.

2. Pada penelitian eksperimen, kontak atau hubuangan antara peneliti dengan responden
lebih intensif, yakni:
a. Pengambilan data awal dan pengambilan setelah eksperimen intervensi. Kadang-
kadang pengambilan data setelah intervensi tidak hanya sekali saja, melainkan
berkali-kali. Dalam pengambilan data ini intensitas hubungan juga berbeda,
tergantung pada jenis data atau informasi seperti pada penelitian survei, dan dapat
dilakukan pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.
b. Tahap intervensi atau eksperimen, hubungan antara peneliti dengan responden
lebih intensif dan dalam waktu yang relatif lama, karena peneliti melakukan
intervensi dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, mengajak atau menyuruh mereka
melakukan kegiatan dan akan menyita waktu, perhatian, tenaga dan sebgainya.
Sehingga diperlukan adanya kompensasi bagi mereka.
c. Dalam penelitian eksperimen, kelompok akan memperoleh perlakukan tertentu
akan memperoleh keuntungan, sekurangnya terpapar informasi yang baik tentang
suatu hal yang berguna bagi masyarakat. Tapi masyarakat kontrol tidak
memperoleh keuntungan apa-apa, oleh sebab itu peneliti harus memberi
penghargaan bagi mereka atau setidaknya kenang-kenangan kepada masyarakat
kontrol ini

3. Pada penelitian, dimana peneliti hanya melakukan analisis terhadap data yang telah
tersedia atau data sekunder, peneliti tidak secara langsung berhubungan dengan
responden. Dalam hal ini tidak ada hubungan etika antara peneliti dan responden.
Dalam hal pengambilan data sekunder ini, dari aspek etika yang diperlukan adalah
surat izin dari institusi yang mempunyai data sekunder tersebut.

ETIKA DAN KUALITAS DATA PENELITIAN


Memperhatikan hubungan baik peneliti dengan responden bukan semata-mata untuk
kepentingan etik penelitian saja, melainkan juga untuk terjaminnya kualitas atau informasi
yang diperoleh. Da;am penelitian, terutama dengan menggunakan metode wawancara atau
angket dalam pengumpulan data, kualitas informasi atau data sangat tergantung dengan
respondennya. Sedangkan informasi yang diberilan oleh responden sangat dipengaruhi oleh
suasana hati, dan juga sangat dipengaruhi oleh hubungan yang ditimbulkan oleh peneliti.
Agar sebagai peneliti memahami pentingnya memeperlakukan responden dalam rangka
memperoleh kualitas infromasi yang baik dan akurat, maka perlu menyadari bahwa dalam
pengambilan data atau informasi kepada responden akan menimbulkan ketidaknyamanan
responden. Ketidaknyamanan responden dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Terganggunya privacy
Pengambilan data terhadap responden pada waktu apapun pasti akan mengganggu
privacy orang yang bersangkutan. Mereka akan berusaha untuk berpenampilan
selayaknya menerima tamu dan menyediakan tempat duduk yang layak, dsb
2. Terganggunya kegiatan
Pengambilan data terhadap responden, baik dirumah maupun ditempat kerja pasti
akan menyita waktunya. Bukan saja menyita waktu responden, tetapi berarti
responden harus meninggalkan kegiatan atau pekerjaannya untuk sementara waktu
3. Berpikir atau berusaha sebaik mungkin untuk menjawab pertanyaan
Dalam menjawab pertanyaan atau memebrikan informasi, kadang-kadang responden
tidak secara spontan menyampaikannya. Responden memerlukan waktu untuk
berfikir, mengingat dsb.
4. Kemungkinan munculnya rasa emosional yang pernah dialami pada waktu lalu
Dalam penelitian, khususnya penelitian kesehatan sering dtanyakan tentang penyakit
yang pernah dialami oleh respondenn atau keluarganya, dsb. Pertanyaan semacam itu
akan membuka luka lama, dan akan menimbulkan perasaan sedih, bahkan dapat
menyebabkan responden mengangis.
5. Penelitian dengan melakukan tindakan invasif
Kadang-kadang suatu penelitian, pengambilan data melalui tindakan invasif dan jelas
bahwa kondisi responden pada waktu diambil informasinya dalam posisi yang tidak
mengenakkan. Oleh sebab itu, dari segi etika,seorang peneliti harus bertanggung
jawab atas ketidak enakan responden sewaktu diambil informasinya. Peneliti dapat
memberikan kompensasi atau imbalannya berupa:
a. Ucapan terimakasih
Dapat berupa kata-kata maupun “pemberian souvenir” yang bermanfaat bagi
responden
b. Apabila pengambilan data tersebut menyebabkan hilangnya waktu pekerjaan, mka
peneliti dapat memberikan kompensasi dalam bentuk uang sesuai dengan waktu
yang hilang
c. Apabila pengambilan data harus datang kesuatu tempat yang ditentuka, maka
perlu diberika uang transportasi bagi responden
d. Apabila pengambilan data memerlukan waktu lama, peneliti berkewajiban
memberikan snack atau makan kepada responden
e. Apabila akibat dari pengambilan data menimbulkan sakit, maka harus diberikan
jambinan pemeliharaan kesehatannya.

PERILAKU PENELITI DAN RUANG LINGKUP PENELITIAN


Agar peneliti dapat memenuhi prinsip dasar dan kaidah-kaidah penelitian, maka diperlukan
standar perilaku peneliti, yakni:
1. Memahami kode etik penelitian dan menaati semua ketentuannya
2. Menunjukkan integritas dan profesionalisme, taat kaedah keimluan, serta menjunjung
tinggi nama baik institusi
3. Mengutamakan kejujuran dan keadilan, tidak diskriminatif, serta bersikap profesional
sebagai peneliti dalam memberkan bantuan bila diperlukan
4. Memahami dan dapat menjelaskan manfaat serta resioko bagi masyarakat tentang
penelitian yang dilaksanakan
5. Menghargai martabat manusia sebagai subjek penelitian untuk mendapatkan hak
privasy dan kerahasiaan, hak otonomi, hak memperoleh penjelasan dan hak bertanya
sebelum memberi persetujuan dalam pelaksaaan riset
6. Menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat dalam riset.
Oleh sebab itu dalam rangka mempertahankan, menjaga dan menjamin kualitas serta etika
penelitian pada umumnya, dan penelitian kesehatan pada khususnya diperlukan suatu
panduan etika penelitian sebagai acuan perilaku peneliti, dari awal hingga akhir penelitian.
Panduan etika penelitian ini mencakup
1. Tahap proposal
Dilakukan oleh tim etika penelitian, untuk memberikan penilaian, apakah proposal
layak untuk dilanjutkan dalam bentuk pelaksanaan penelitian. Beberapa hal penting
dalam tahap ini:
a. Subjek penelitian
1) Apakah subjek penelitian manusia
2) Apakah penelitian akan melakukan tindakan invasi? Dan upaya apa yang
dilakukan untuk meminimalkan ketidaknyamanannya
3) Apakah penelitian menggunakan metode eksperimen pada masyarakat dan
upaya apa yang akan dilakukan peneliti dalam menjamin hak yang sama antar
kelompok kontrol dan kelompok eksperimen
4) Apakah penelitian mengakibatkan banyaknya waktu kerja? Dan upaya apa
yang dberikan kepada responden
5) Apakah peneliti mempersiapkan inform consent bagi subjek, dan apakah
mencakup:
a) Penjelasan manfaat penelitian
b) Penjelasan kemungkinan resiko ketidaknyamanan yang ditimbulkan
c) Persetujuan peneliti dapat menjawab petanyaan responden terkait dengan
penelitian tersebut
d) Persetujuan responden untuk mengundurkan diri setiap saat
e) Jaminan untuk kerahasiaan indentitas responden
b. Metodologi
Apakah penelitian yang akan dilakukan telah memenuhi ketentuan metode
penelitian ilmiah, antara lain:
1. Cara perumusan masalah
2. Cara perumusan tujuan penelitian
3. Cara perumusan krangka konsep dan definisi operasional variabel
4. Cara perumusan hipotesis
5. Rancangan penelitian yang digunakan
6. Metode pengambilan sampel
7. Rencana pengambilan data dan instrumen penelitian
8. Rencana analisis data

c. Substansi keilmuan
Apakah Substansi keilmuan yang akan dilakukan masih dalam ruang lingkup
bidang ilmu kesehatan dnegan ketentuan, antara lain:
1. Subjek penelitian manusia
2. Lingkup masalah : promotif, preventif atau kuratif rehabilitatif
3. Hasilnya dapat bermanfaaat bagi perbaikan kesehatan masyarakat

d. Pelaksanaan penelitian
Pemantauan dan penilaian etika penelitian dalam pelaksanaan penelitian dilakukan
untuk memastikan apakah penelitian sesuai dnegan ketentuan yang telah
ditetapkan dalam proposal, dilakukan oleh supervisor atau penyelia yang diberi
wewenang oleh komite riset.

e. Pengolahan dan analisis data


Pengolahan dan analisis data harus diolah berdasarkan prinsip pengolahan data
secara profesional. Ketidak akuratan dalam pengolahan dan analisis data akan
berakibat kesimpulan hasil penelitian yang “bias” yang dapat membahayakan
kesehatan masyarakat. Amak perlu diperhatika hal-hal berikut:
1. Memperhatikan prinsip : privasi, kerahasiaan, anonimitas dan asas
kesukarelaan
2. Data harus dicatat dalam bentuk tahan lama dengan rujukan yang sesuai, serta
disimpan sedkitnya 5(lima) tahun setelah publikasi
3. Peneliti dapat merahasiakan sebagian data yang dianggap perlu
4. Ketentuan kerahasiaan yang berkaitan dengan publiaksi dapat berlaku bila
peneliti telah melakukan atau memberikan kerahasiaan kepada pihak ketiga
atau bila kerahasiaan tersebut dituntut untu melindungi hak kekayaan
interlektual
5. Data penelitian yang mengatasnamakan institusi tertentu merupakan milik
institusi yang bersagkutan, bukan milik peneliti yang menghasilkan penelitia

f. Laporan hasil penelitian


Aspek yang perlu diperhatikan terkait publikasi ilmiah adalah:
1. Setiap hasil penelitian seyogyanya dikomunikasikan pada forum ilmian, atau
dipublikasikan dlam media sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Kecuali dalam hal tertentu yang menyangkut kerahasiaan, misalnya
mendapatkan perlindungan hak paten
2. Publiaksi lebih dari satu makalah berdasarkan himpunan atau subhimpunan
data yang sama, hanyalah dimungkinkan selama menggunakan pendekatan
yang berbeda
3. Publikasi seyogyanya menyertakan informasi mengenai sumber data
penelitian