Anda di halaman 1dari 73

https://www.tokopedia.

com/pabona/ekonomi-sumber-daya-alam-dan-lingkungan-esdal-edisi-
baru?gclid=Cj0KCQjw8MvWBRC8ARIsAOFSVBXzgNgbyKzHBAxo9sJrGVKx1ODcq7_JqRIOs7SvxtXrzn_RZj91
1CYaAo-BEALw_wcB&gclsrc=aw.ds&dclid=CNDAyML6u9oCFU4jaAodBiYGew

Pengertian Konservasi, Tujuan, Fungsi, Dan Macam Macam Jenis Bentuk Konservasi Terlengkap

By Si ManisPosted on May 27, 2017

Pengertian Konservasi Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, Dan Macam Macam Jenis Bentuk Konservasi
Beserta Contoh Terlengkap – Konservasi adalah suatu upaya pelestarian lingkungam namun masih
memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh saat itu dengan cara mempertahankan keberadaan
setiap komponen lingkungan guna pemanfaatan di masa mendatang.

Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia agar dapat melestarikan alam, konservasi juga disebut
sebagai pelestarian atau perlindungan karena secara harfiah konservasi berasal dari bahasa inggris
Conservation yang berarti pelestarian atau pelindungan.

Konservasi keanekaragaman hayati adalah upaya pengelolaan sumber daya hayati untuk menjamin
kelangsungan hidup manusia pada masa sekarang dan masa mendatang. Konservasi terdiri atas tiga hal,
yaitu:

Perlindungan artinya melindungi proses ekologis dan sistem penyangga kehidupan.

Pelestarian artinya melestarikan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

Pemanfaatan artinya memanfaatkan secara bijaksana sumber daya alam dan lingkungannya.

Contents [hide]

1 Pengertian Konservasi Menurut Para Ahli

1.1 KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

1.2 Mochamad Hadi


1.3 Adishakti (2007)

1.4 Narton

1.5 Margaretha

1.6 Alison Backer

1.7 IUCN

2 Tujuan Konservasi

2.1 Manfaat Konservasi

3 Macam Macam Bentuk Konservasi Alam

3.1 Taman Nasional

3.2 Cagar Alam

3.3 Taman Laut

3.4 Kebun Raya

Pengertian Konservasi Menurut Para Ahli

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Menurut KBBI, Konservasi adalah pengelolaan yang dilakukan terhadap sumber daya alam dengan
acarayang bijaksana, sehingga dapat menjamin kesinambungan persediaan dan kualitas nilai dan
keragamannya.

Mochamad Hadi

Menurut Mochamad Hadi, Konservasi adalah penghematan yang dilakukan dalam penggunaan sumber
daya alam yang berdasarkan hukum alam.

Adishakti (2007)

Menurut Adishakti, Konservasi adalah proses pengolahan tempat, ruang, objek agar memiliki makna
kultural yang didalamnya dapat terpelihara dengan berorientasi pada sumber daya alam.

Narton

Menurut Narton, Konservasi adalah penyesuaian terhadap mekanisme alam untuk tujuan kehidupan.
Margaretha

Menurut Margaretha, Konservasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjaga sumber daya alam dari
kerusakan, kehancuran, kepunahan, dan lain sebagainya.

Alison Backer

Menurut Alison Backer, Konservasi adalah proses yang dilakukan dengan berkesinambungan terhadap
sumber daya alam, sehingga dapat bertahan dan dipergunakan oleh generasi sekarang atau generasi
masa depan.

IUCN

Menurut IUCN, Konservasi adalah kegiatan mamanajemankan kehidupan manusia dan sumber daya
alamnya sehingga dapat dipertahakan atau dilestarikan bagi kehidupan.

Tujuan Konservasi

Adapun tujuan diadakannya konservasi yaitu:

Memelihara dan melindungi tempat-tempat yang dianggap berharga agar tidak hancur.

Melindungi benda-benda sejarah dari kehancuran dan kerusakan yang diakibatkan faktor alam, mikro
organisme dan kimiawi.

Melindungi benda-benda cagar alam yang telah dilakukan secara langsung seperti membersihkan,
memelihara dan memperbaiki baik secara fisik ataupun langsung dari pengaruh berbagai macam faktor.

Manfaat Konservasi

Adapun manfaat konservasi diantaranya:

Melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara proses ekologi maupun keseimbangan ekosistem
secara berkelanjutan.

Melindungi ekosistem dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, mikro organisme dan lain
sebagainya.

Melindungi spesies flora dan fauna yang langka atau hampir punah.
Melindungi ekosistem yang indah, menarik dan unik.

Menjaga kualitas lingkungan agar tetap terjaga dan lain sebagainya.

Mencegah terjadinya kerugian yang diakibatkan oleh sistemn penyangga kehidupan

Mencegah kerugian akibat hilangnya sumber genetika yang terkandung dalam flora yang
mengembangkan pangan dan bahan obat-obatan.

Macam Macam Bentuk Konservasi Alam

Taman Nasional

Taman nasional berfungsi sebagai perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan dan
perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan serta dalam pelestarian sumber daya alam. Selain itu,
taman nasional juga penting untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, dan rekreasi.

Contoh Tanam Nasional di Indonesia diantaranya: Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh, Taman
Nasional Komodo di pulau Komodo, dan Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Cagar Alam

Cagar alam adalah suatu kawasan perlindungan alam yang memiliki ciri khas yaitu tumbuhan dan hewan
yang perkembangannya diserahkan pada alam.

Contoh cagar alam di Indonesia diantaranya: Cagar Alam Rafflesia di Bengkulu, Cagar Alam Kawah Ijen di
Jawa Timur, dan Cagar Alam Gunung Krakatau di Lampung.

Taman Laut

Taman laut adalah suatu wilayah lautan yang memiliki ciri khas yang berupa keindahan alam yang
diperuntukkan guna untuk melindungi keanekaragaman hayati di lautan.

Contoh taman laut di Indonesia diantaranya: Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara.

Kebun Raya

Kebun Raya adalah kumpulan tumbuhan pada suatu tempat yang berasal dari berbagai daerah untuk
tujuan konservasi, ilmu pengetahuan, dan rekreasi.
Contoh kebun raya diantaranya : Kebun Raya Bogor, kebun raya kuningan, kebun raya cibodas, dan
kebun raya baturaden

Demikian artikel pembahasan tentang”Pengertian Konservasi, Tujuan, Fungsi, Dan Macam Macam Jenis
Bentuk Konservasi Terlengkap“, Semoga bermanfaat.

Baca Artikel Lainnya

Identifikasi Wilayah yang Dikonservasi – Pengertian dan Strategi Pelaksanaan Wilayah Konsevasi

Penjelasan Terlengkap Penyajian Informasi Tentang Persebaran Wilayah Konservasi

Penjelasan Lengkap Keanekaragaman Hayati

Manfaat Dan Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen, Jenis dan Ekosistem Serta Klasifikasinya

Posted in Biologi, Ipa, UncategorizedTagged bentuk bentuk konservasi, contoh daerah konservasi,
contoh konservasi, contoh konservasi di indonesia, contoh konservasi sumber daya alam, jenis
konservasi, macam macam konservasi, macam macam konservasi tanah, pengertian konservasi
keanekaragaman hayati, pengertian konservasi lingkungan, pengertian konservasi menurut para ahli,
tujuan konservasi
2222222

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Konservasi Sumber Daya Alam

Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam Konservasi
adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris,
Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.

Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah :

Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada
pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.

Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam

(fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi
fisik.

Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan

Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman
genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi [sumber daya alam hayati]


adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk
menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas
keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam
(KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan
Pelestarian Alam (KPA).

Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu
yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa mempunyai
ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwanya.

Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu
pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk
tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan,
pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan
untuk pariwisata dan rekreasi alam.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pengaruh Berbagai Variabel Ekonomi Terhadap Konservasi Sumber Daya Alam

Variabel ekonomi yang mempengaruhi konservasi sumberdaya alam diantaranya, tingkat bunga,
preferensi waktu, pendapatan, sewa, ketidakpastian, pajak, kebijakan harga, hak penguasaan (property
Right), stabilitas ekonomi dan bentuk pasar. Bagaimana variabel tersebut mempengaruhi konservasi
sumberdaya alam, akan dibahas pada penjelasan di bawah ini :

1. Tingkat Bunga

Tingkat bunga adalah variabel yang paling konsisten mempengaruhi konservasiTingkat bunga digunakan
dalam melakukan perencanaan sumberdaya alam untuk membuat manfaat sosial bersih di masa datang
dan dapat dibandingkan satu dengan lainnya selama satu interval waktu. Manfaat dimasa datang itu
didiskonto sehingga kita dapat mengetahui nilai sekarangnya atau present value. Artinya, dengan tingkat
suku bunga yang positif manfaat sosial neto di masa datang yang sama besarnya tetapi dengan interval
waktu yang berbeda, nilainya akan turun dengan semakin jauhnya jarak waktu dari saat diambilnya
suatu keputusan.

Jika terjadi kenaikan dalam tingkat bunga akan berarti adanya suatu penurunan yang bersifat progresif
dalam nilai sekarang dari manfaat neto. Progresifitas ini bersifat proporsional dengan jarak waktu
sebagai akibat dari kenaikan tingkat bunga, seorang pengelola akan mencoba mengubah distribusi
waktu dari penerimaan bersih ke arah masa kini, ini dapat dilaksanaka dengan mendistribusikan biaya ke
arah masa yang akan datang. Sehingga kenaikan tingkat bunga cenderung mengubah distribusi tingkat
penggunaan sumberdaya alam ke arah masa sekarang tindakan ini dikenal dengan istilah deplisi.
Sebaliknya jika suatu penurunan tingkat bunga akan berakibat adanya tindakan konservasi yaitu
distribusi penggunaan sumberdaya alam dengan arah ke masa yang akan datang dalam arti kongkrit
sebagai bagian dari tindakan konservasi. Dalam pemerintahan biasanya dalam perencanaanya
menggunakan tingkat bunga sosial atau dikenal dengan istilah social rate of interest.

2. Masalah Ketidakpastian

Ketidakpastian, adalah sesuatu yang nyata adanya berbentuk harapan terhadap penerimaan dan biaya
yang seringkali diperkirakan dengan probabilitas kurang dari satu. Para pembuat keputusan akan
menerima ketidakpastian dengan beragam konsekuensi :

1) Menerima ketidakpastian seluruhnya sehingga memperkecil kemungkinan menerima pendapatan


bersih dan dalam jumlah yang lebih kecil.

2) Menerima ketidakpastian dengan melakukan hedging artinya produsen sumberdaya alam menggeser
beban ketidakpastian kepada ahlinya yaitu para spekulan yang sudah profesional. Melalui tindakan ini,
ketidakpastian dalam penerimaan dan dalam biaya dapat diperkecil

3) Ketidakpastian diterima dengan meningkatkan flesibilitas dalam perencanaan

Umumnya ketidakpastian terhadap suatu harapan meningkat dengan semakin lamanya waktu. Semakin
jauh terjadinya harapan itu dari saat sekarang akan semakin tinggi derajat ketidakpastian tersebut.

3. Perpajakan

Dalam konservasi sumberdaya alam, pajak mempunyai peranan yang penting. Variabel ini sering dapat
digunakan dengan lebih mudah dan lebih efektif dalam kebijakan konservasi. Apabila suatu jenis pajak
baru diberlakukan perlu diketahui bagaimana pajak itu didistribusikan sepanjang waktu dan bagaimana
hubungan antara berbagai tingkat penggunaan sumberdaya alam pada interval waktu yang berbeda
dipengaruhi oleh pengenaan pajak itu.
Pada umumnya pajak menyebabkan harga barang sumberdaya alam turun dan memicu
timbulnya keputusan untuk konservasi dan sebaliknya bila pajak menyebabkan harga barang
sumberdaya alam naik akan menimbulkan keputusan untuk deplisi. Oleh karena itu, pajak “tidak
langsung” yang memiliki sifat beban pajaknya dapat digeserkan sebagian atau seluruhnya kepada
pembeli akan dapat meningkatkan harga barang sumberdaya alam, akan tetapi penerimaan produsen
barang sumberdaya alam tetap berkurang sebesar proporsi beban pajak yang ditanggungnya, hal ini
dapat mendorong konservasi sedangkan “pajak langsung” yang mempunyai sifat beban pajaknya tidak
dapat digeserkan kepada pembeli akan cenderung lebih menimbulkan keputusan konservasi.
Sesungguhnya, ini berkaitan dengan perubahan pendapatan dalam jangka pendek akan cenderung
mendorong konservasi, sedangkan bila kebijakan itu berakibat menaikkan pendapatan dalam jangka
pendek akan cenderung menimbulkan keputusan deplisi.

4. Pengaruh Kebijakan Harga

Perubahan harga barang baik input maupun output dapat mempengaruhi keputusan konservasi secara
merata sepanjang periode perencanaan dan pengaruhnya tidak meningkat dengan berkembangnya
waktu seperti halnya pada perubahan tingkat bunga dan ketidakpastian. Perubahan harga yang merata
pengaruhnya sepanjang periode perencanaan tidak akan memberikan dorongan untuk mengubah
distribusi waktu tingkat penggunaan sumberdaya alam ke arah deplisi atau konservasi.

Keterhubungan tingkat penggunaan sumberdaya alam melalui penerimaan marginal dan biaya marginal
dapat berbeda-beda tergantung macam masukan dan macam produk yang dipengaruhinya. Contohnya,
akan berbeda akibatnya tehradap keputusan untuk konservasi bila terdapat perubahan harga pupuk dan
atau perubahan harga bajak yang harus dipakai oleh petani. Dalam hal saling keterhubungan dalam
tingkat penggunaan lewat penerimaan pada umumnya penggunaan sumberdaya yang dapat
diperbaharui atau yang pulih seperti pertanian, ladang penggembalaan dan kehutanan tidak memiliki
hubungan dalam penerimaan untuk semua interval. Dalam hal ketergantungan lewat biaya produksi
dapat dianggap bahwa perubahan harga akan memperkuat atau memperlemah komplementaritas atau
persaingan lewat biaya sepanjang seluruh periode perencanaan.

Dalam pertanian tumpangsari terdapat tanaman yang bersifat memperkuat komplementaritas atau
memperlemah persaigan dalam biaya produksi dan ada pula tanaman yang biasanya memperlemah
komplementaritas atau memperkuat persaingan dalam biaya. Contohnya, rumput gajah untuk makanan
ternak contoh lainnya tanaman tembakau atau tanaman kapas. Tanaman rumput gajah bersifat
konservasi dan tanaman tembakau dan kapas bersifat deplisi terhadap sumberdaya tanah. Apabila
kenaikan harga membawa perluasan tanaman rumput gajah maka hal ini bersifat konservasi. Tetapi
apabila perluasan tanaman rumput menggantikan tanaman kayu hutan maka sifatnya adalah deplisi.
Perluasan tanaman tembakau cenderung bersifat deplisi namun jika tembakau mengganti tanaman
padi-padian maka akan bersifat konservasi.

5. Ketidakstabilan Ekonomi

Ketidakstabilan ekonomi selalu dihadapi oleh beragam pelaku industri karena memang merupakan
bagian dari proses produksi. Ketidakstabilan itu dapat timbul dalam hal panenan karena keadaan cuaca
yang tidak menentu. Ketidakstabilan akan meningkatkan peluang ketidakpastian dalam proses produksi
sehingga akan mempengaruhi keputusan konservasi. Ada empat macam akibat yang ditimbulkan oleh
adanya ketidakstabilan ekonomi, yaitu:
1) Ketidakstabilan perekonomian meningkatnya peluang ketidakpastian untuk sebagian besar data
yang dipakai dalam perencanaan produksi. Semakin tidak stabil perekonomian akan semakin tinggi
peluang ketidakpastian serta semakin tinggi pula tingkat deplisi sumberdaya alam

2) Ketidakstabilan perekonomian akan berakibat mempertinggi suku bunga untuk uang yang
dipinjamkan sehingga hal ini akan cenderung mendorong adanya deplisi

3) Penurunan tingkat pendapatan yang terjadi selama masa deplisi dalam suatu gelombang
konjungtur cenderung mempertinggi tingkat preferensi waktu para pemakai sumberdaya alam sehingga
mendorong deplisi.

4) Deplisi sumberdaya alam dapat terjadi bila suatu depresi perekonomian mengakibatkan
berkurangnya suatu produksi.

6. Bentuk Pasar

Dalam pasar yang bersifat persaingan sempurna tingkat penggunaan sumberdaya alam untuk masing-
masing periode perencanaan yang berbeda tidak mempunyai hubungan dalam penerimaan, sehingga
ketergantungan didalam penerimaan dapat diabaikan dalam kaitanya dengan keputusan konservasi.

Sedangkan tingkat penggunaan sumberdaya dalam pasar monopoli lebih sedikit daripada dalam pasar
persaingan sempurna.. pasar monopoli akan cenderung bersifat konservasi dibanding dengan apabila
pasar itu bersifat persaigan sempurna.

3.2 Konservasi, Deplisi Dan Persediaan Cadangan Sumber Daya Alam

3.2.1 Konservasi Sumber Daya Alam

1. Konservasi SDA sebagai investasi

Upaya konservasi sumber daya alam selama ini nampaknya tenggelam di tengah gemuruh upaya
eksploitasi besar-besaran yang tidak terkendali demi kepentingan sesaat. Pun kita bisa lihat bahwa
utilisasi dari sumber daya alam yang kita miliki tidak sepenuhnya bisa dinikmati oleh rakyat dalam
bentuk kemakmuran sebagaimana yang diamanahkan oleh konstitusi kita. SDA kita banyak dieksploitasi
untuk kemudian diekspor ke negara lain dengan harga yang sangat murah karena kita tidak pernah
menghitung biaya kerusakan alam yang diakibatkannya. Hasil dari pendapatan akan penjualan kekayaan
alam kita pun tidak kemudian otomatis diinvestasikan untuk memperkuat akumulasi modal fisik dan
modal manusia Indonesia. Kita bisa lihat bahwa kualitas Human Development Index kita masih rendah
dibandingkan negara yang tidak memiliki kekayaan alam seperti yang dimiliki Indonesia di kawasan Asia
Tenggara.

Hampir sebagian besar pendapatan yang diperoleh dari pemanfaatan kekayaan kita tidak sepenuhnya
berhasil ditransformasikan ke dalam bentuk penguatan akumulasi modal baik yang bersifat fisik maupun
insani. Untuk itu, seyogianya kita sudah harus mulai berpikir bagaimana memanfaatkan SDA yang kita
miliki dengan bijaksana dan berkesinambungan dan melakukan upaya konservasi yang sungguh-sungguh
sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Terkait dengan harmonisasi antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan, ada baiknya kita
mencermati pesan dari Profesor Herman E Daly (2007), seorang guru besar di bidang ecological
economics di University of Maryland yang patut kita camkan dan laksanakan terkait dalam hal
pengelolaan SDA yakni pertama, membatasi pengunaan SDA yang menghasilkan limbah untuk tidak
melewati ambang batas kemampuan biologis ekosistem dalam menyerapnya. Kedua, dalam
mengeksploitasi SDA seyogianya tidak melampaui batas kemampuan ekosistem dalam meregenerasi
SDA tersebut, dan, ketiga, dalam mengonsumsi SDA yang tak terbarukan, hendaknya jangan melampaui
kecepatan dari pengembangan subsitusi sumber daya yang terbarukan.

Jangan sampai terjadi ketika semua potensi SDA kita habis terkuras dan pada saat yang sama hasil
pengelolaan SDA tersebut tidak digunakan untuk penguatan human capital di mana ketika
pengembangan SDM tidak teroptimalkan, maka kita akan mengalami keadaan sebagaimana pameo
"sudah jatuh, tertimpa tangga pula". Jika kita mampu mengelola potensi SDA kita dengan bijaksana dan
berkelanjutan sekaligus manfaat adanya SDA tersebut dapat dirasakan secara optimal bagi
kesejahteraan segenap rakyat, tentunya kekayaan SDA yang kita miliki tersebut akan menjadi berkah
dan bukan menjadi kutukan (resource curse).

2. Program Konservasi Sumber Daya Alam

Program ini bertujuan untuk melindungi sumber daya alam dari kerusakan dan mengelola kawasan
konservasi yang sudah ada untuk menjamin kualitas ekosistem agar fungsinya sebagai penyangga sistem
kehidupan dapat terjaga dengan baik.

Kegiatan pokok yang tercakup antara lain:

1. Pengkajian kembali kebijakan perlindungan dan konservasi sumber daya alam;

2. Perlindungan sumber daya alam dari pemanfaatan yang eksploitatif dan tidak terkendali terutama di
kawasan konservasi, termasuk kawasan konservasi laut dan lahan basah, serta kawasan lain yang rentan
terhadap kerusakan;

3. Perlindungan hutan dari kebakaran;

4. Pengembangan koordinasi kelembagaan pengelolaan DAS terpadu;

5. Pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman hayati dari ancaman kepunahan, baik yang ada di
daratan, maupun di pesisir dan laut;

6. Pengembangan sistem insentif dan disinsentif dalam perlindungan dan konservasi sumber daya alam;

7. Perumusan mekanisme pendanaan bagi kegiatan perlindungan dan konservasi sumber daya alam;

8. Pengembangan kemitraan dengan perguruan tinggi, masyarakat setempat, lembaga swadaya


masyarakat, legislatif, dan dunia usaha dalam perlindungan dan pelestarian sumber daya alam;

9. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha dalam perlindungan sumber daya alam;
10. Pengembangan sistem perlindungan tanaman dan hewan melalui pengendalian hama, penyakit, dan
gulma secara terpadu yang ramah lingkungan;

11. Pengkajian dampak hujan asam (acid deposition) di sektor pertanian;

12.Penyusunan tata-ruang dan zonasi untuk perlindungan sumber daya alam, terutama wilayah-wilayah
yang rentan terhadap gempa bumi tektonis dan tsunami, banjir, kekeringan, serta bencana alam lainnya;

13. Pengembangan hak-paten jenis-jenis keanekaragaman hayati asli Indonesia dan sertifikasi jenis;

14. Pengembangan daya dukung dan daya tampung lingkungan;

15. Penetapan kriteria baku kerusakan; serta

16. Pengusahaan dana alokasi khusus (DAK) sebagai kompensasi daerah yang memiliki dan menjaga
kawasan lindung.

3.Konflik Konservasi SDA

Di ekosistem hutan, biasanya konflik konservasi muncul antara satwa endemik dan pengusaha HPH (Hak
Pengusahaan Hutan). Karena habitatnya menciut dan kesulitan mencari sumber makanan, akhirnya
satwa tersebut keluar dari habitatnya dan menyerang manusia. Konflik konservasi muncul karena:

Penciutan lahan & kekurangan SDA (Sumber Daya Alam)

Pertumbuhan jumlah penduduk meningkat dan permintaan pada SDA meningkat (sebagai contoh,
penduduk Amerika butuh 11 Ha lahan per orang, jika secara alami)

SDA diekstrak berlebihan (over exploitation) menggeser keseimbangan alami.

Masuknya/introduksi jenis luar yang invasif, baik flora maupun fauna, sehingga mengganggu atau
merusak keseimbangan alami yang ada.

Kemudian, konflik semakin parah jika :

SDA berhadapan dengan batas batas politik (mis: daerah resapan dikonversi utk HTI, HPH (kepentingan
politik ekonomi)

Pemerintah dengan kebijakan tata ruang (program jangka panjang) yang tidak berpihak pada prinsip
pelestarian SDA dan lingkungan.

Perambahan dengan latar kepentingan politik untuk mendapatkan dukungan suara dari kelompok
tertentu dan juga sebagai sumber keuangan ilegal.

Kawasan konservasi mempunyai karakteristik sebagaimana berikut:

Karakteristik, keaslian atau keunikan ekosistem (hutan hujan tropis/'tropical rain forest' yang meliputi
pegunungan, dataran rendah, rawa gambut, pantai)

Habitat penting/ruang hidup bagi satu atau beberapa spesies (flora dan fauna) khusus: endemik (hanya
terdapat di suatu tempat di seluruh muka bumi), langka, atau terancam punah (seperti harimau,
orangutan, badak, gajah, beberapa jenis burung seperti elang garuda/elang jawa, serta beberapa jenis
tumbuhan seperti ramin). Jenis-jenis ini biasanya dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Tempat yang memiliki keanekaragaman plasma nutfah alami.

Lansekap (bentang alam) atau ciri geofisik yang bernilai estetik/scientik.

Fungsi perlindungan hidro-orologi: tanah, air, dan iklim global.

Pengusahaan wisata alam yang alami (danau, pantai, keberadaan satwa liar yang menarik).

3.2.2 Deplisi SDA

Deplisi adalah suatu cara pengambilan SDA secara besar-besaran.

Kepunahan SDA disebabkan :

· Kapitalis

· Kelompok miskin

1. Pengaruh-pengaruh variabel ekonomi terhadap tingkat deplesi sumber daya alam dan degradasi
lingkungan:

a. Tingkat bungan pasar meningkat berarti adanya suatu penurunan yang progresif dalam nilai sekarang
dalam manfaat sosial netto. Progresif ini bersifat proporsional dengan jarak waktu. Sebagai akibat dari
kenaikan tingkat bunga, seorang pengelola sumber daya alam akan mencoba mengubah distribusi waktu
dari penerimaan bersih kearah masa kini. Hal ini dapat dilaksanakan dengan mendistribusikan biaya
kearah masa yang akan datang. Jadi kenaikan tingkat bunga cenderung mengubah distribusi tingkat
penggunaan sumber daya alam kearah masa sekarang dan ini berarti suatu tindakan deplesi dan
degradasi lingkungan, sebaliknya suatu penurunan tingkat bunga akan berakibat dengan adanya
tindakan konservasi.

b. Hak sewa pengelolaan sumber daya alam diperpanjang dari 20 tahun menjadi 30 tahun berarti
dengan diperpanjangnya sewa pengelolaan sumber daya alam, maka kemungkinan diadakannya
konservasi terhadap sumber daya alam menjadi lebih tinggi, ini berarti tingkat deplesi dan degradasi
lingkungan dapat ditekan.

c. Resiko untuk menyimpan sumber daya alam meningkat berarti adanya penundaan dalam
pemanfaatan atau penggunaan sumber daya alam sehingga menimbulkan adanya ketidakpastian,
karena adanya ketidakpastian ini akan memungkinkan untuk pengambilan sumber daya alam oleh orang
lain. Apabila ketidakpastian itu sangat besar, maka bagi pengambil keputusan perorangan akan
cenderung untuk segera mengambil sumber daya alam itu, maka tidakan ini sangat bersifat deplesi yang
mengakibatkan tingginya angka degradasi lingkungan.

d. Tingkat inflasi turun dari sekitar 12 % per tahun menjadi 6 % per tahun berarti turunya harga
barang/produk, kaitan naik-turunya harga dalam pengelolaan sumber daya alam adalah apabila harga
barang/produk naik (tinggi) dalam hal ini inflasi naik, maka akan mendorong penggunaan sumber daya
alam ke masa yang akan datang dan ini berarti adanya konservasi, namun apabila inflasi turun (harga
produk/barang turun) maka akan menyebabkan meningkatnya deplesi sumber daya alam yang
menggiring pada akan meningkatnya tingkat degradasi lingkungan.
3.2.3 Persediaan Cadangan Sumber Daya Alam

Persediaan (cadangan) adalah SDA yang sudah kita ketahui (identified) dan bernilai ekonomis.
Keadaan persediaan Sumber Daya Alam erat kaitannya dengan penggolongan SDA yang dalam
pembagiannya berdasarkan jenis sumber daya yang dikhawatirkan akan segera habis (punah) dan SDA
yang tidak habis sekali pakai dan mampu bertahan dalam waktu yang lama.

Keadaan SDA satu dengan SDA lainnya berbeda-beda berdasarkan kuantitas SDA tersebut. Dilihat dari
segi ekonomi SDA dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu

1.Sumberdaya subekonomis Merupakan SDA yang mempunyai potensi untuk digunakan apabila
diperlukan

2. Sumberdaya ekonomis

Sumberdaya yang mempunyai nilai ekonomis dan sudah dikenal penggunaannya.

3.Sumberdaya yang tidak ekonomis

Sumberdaya yang ada di bumi namun belum bisa terpakai dan belum diketahui kegunaannya oleh
manusia.

SDA yang secara geologis sudah diketahui macam dan banyaknya serta secara ekonomis sudah dapat
dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan manusia, maka inilah yang kemudian disebut sebagai
persediaan sumberdaya alam (reserves). Cadangan akan meningkat bila :

– Ada penemuan baru (discovery)

– Peningkatan cadangan yang telah terbukti (extension)

– Revisi (revision) akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru

1. Teori Pengambilan Optimum

– Ada dua syarat penting bagi suatu pengambilan yang optimum. Syarat efisiensi biaya yang harus
dipenuhi bagi barang – barang umum adalah harga sama dengan biaya produksi marginal.

– Untuk sumberdaya alam syarat efisiensi akan terpenuhi bila harga barang sumberdaya sama
dengan biaya produksi marjinal ditambah biaya alternative.

2.Keadaan Ekonomi yang Membatasi Penggunaan Sumber – Sumber Alam

Faktor – faktor yang mempengaruhi :

· Tidak tersedianya faktor - faktor lain

Sumber – sumber alam bisa saja akan tetap berada di tempat atau tidak digunakan sepenuhnya karena
tidak tersedianya faktor – faktor lain yang dibutuhkan untuk menunjang penggunaan sumber – sumber
alam secara produktif.

· Organisasi yang kurang baik


Kemajuan tidak dapat dicapai secara optimal apabila tidak didukung dengan pengorganisasian
komunikasi yang efektif.

· Distribusi yang tidak baik

Misalnya tidak ada transportasi yang baik, pengawasan pasar dan sebaginya akan menghalangi panen
yang optimal.

· Bentuk pasar yang tidak tepat

Adanya monopoli dan peraturan – peraturan pemerintah misalnya dapat menghalangi berdirinya
industri – industri lokal ynag menggunakan bahan – bahan mentah dalam negeri. Sebaliknya harapan
untuk memegang monopoli akan mendorong timbulnya usaha yang mengandung risiko yang meliputi
perluasan sumber – sumber alam dan penemuan sumber – sumber baru. Mungkin akan menimbulkan
inovasi dan lebih mengintensifkan penggunaan sumber alam yang tersedia.

· Perubahan – perubahan biaya

Misalnya eksploitasi pada waktu yang lalu telah dapat menghasilkan keadaan yang baik bagi suatu
negara, katakanlah telah dapat mengadakan spesialisasi di bidang hasil tertentu. Hal – hal semacam ini
akan mnghalangi penggunaan sumber – sumber yang ada untuk menghasilkan barang – barang baru
karena harus merubah macam – macam hal antara lain biaya – biaya pembuatan.

· Ketergantungan pada ekspor

Pembelanjaan dan penerinan pemerintah sebagian terbesar tergantung pada ekspor. Sebenarnya bukan
sifat berorientasi ke perdagangan luar negeri dari negara – negara yang sedang berkembang selalu
mengganggu keadaan perekonomian dalam negeri, tapi karena relatif tidak fleksibelnya perekonomian
dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan dalam pasar dunia dan juga karena kurangnya macam
hasil barang yang diekspor. Karena itu harus diusahakan pula disamping menambah banyaknya sumber
alam juga menambah macam sumber alam yang dimiliki, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan
ekspor.

BAB IV

PENUTUP

4.1.Kesimpulan

Konservasi adalah penggunaan SDA untuk kebaikan secara optimal dalam jumlah yang terbanyak dan
jangka waktu paling lama (gifford Pinchot) atau suatu tindakan untuk mencegah pengurasan SDA
dengan cara pengambilan yang tidak berlebihan sehingga dalam jangka panjang SDA tetap tersedia.

Tindakan Konservasi

– Melakukan perencanaan terhadap pengambilan SDA

– Eksploitasi SDA secara efisien dengan limbah sedikit mungkin

– Mengembangkan SDA alternatif


– Menggunakan unsur teknologi yang sesuai agar dapat menghemat dan tidak merusak
lingkungan

– Mengurangi, membatasi dan mengatasi pencemaran lingkungan

Deplisi adalah suatu cara pengambilan SDA secara besar-besaran.

Kepunahan SDA disebabkan :

– Kapitalis

– Kelompok miskin

Persediaan adalah SDA yang sudah kita ketahui (identified) dan bernilai ekonomis

4.2.Saran

Sebaiknya kita memanfaatkan sumber daya alam Secukupnya dan berupaya melestarikan SDA tersebut
agar dapat dinikmati anak cucu kita

DAFTAR PUSTAKA

- Arsyad, Lincolin. (2004). Ekonomi Pembangunan. Yogakarta: Sekolah Tinggi Ekonomi YKPN

- Sukanto Reksodiprodjo. 2000. Pengertian Produktivitas, Bumi Aksara, Jakarta.

- Faustino Cardos, Gomes. Manajemen Sumber Daya Alam, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2002.

- Mathis dan Jackson. 2002. Manajemen Sumber Daya Alam, Edisi Pertama, Cetakan Pertama,
Yogyakarta: Salemba Empat.

- Irawan, M. Suparmoko, 1995, Ekonomi Pembangunan, Edisi Lima, Cetakan ke Empat, Yogyakarta,
Penerbit BPFE.

- Mudrajad Kuncoro, 1997, Ekonomi Pembangunan, Teori, masalah dan kebijakan. Cetakan
pertama, unit penerbitan dan percetakan akademi manajemen perusahaan YKPN Yogyakarta.
333333

Konservasi Sumber Daya Alam dan Buatan

Konservasi adalah segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya
terpelihara dengan baik (Piagam Burra, 1981). Konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan
terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan
cara pengawetan (Peter Salim dan Yenny Salim, 1991). Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan
suatu kawasan, kawasan itu sendiri mempunyai pengertian yakni wilayah dengan fungsi utama lindung
atau budidaya (UU No. 24 Tahun 1992). Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi
utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam, sumber daya
buatan, dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Kawasan
budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi
dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.

Ruang Lingkup Sumber Daya

Sifat atau ciri-ciri sumber daya alam di Indonesia yang menonjol ada dua macam, yaitu penyebaran yang
tidak merata dan sifat ketergantungan antara sumber daya alam. Sumber daya alam sendiri dapat
diklasifikasikan berdasarkan kemampuannya menjadi dua golongan, yaitu sumber daya alam yang dapat
pulih dan sumber daya alam yang tak dapat pulih. Sumber daya alam buatan adalah hasil
pengembangan dari sumber daya alam hayati dan/atau sumber daya alam non hayati yang ditunjuk
untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan/atau kemampuan daya dukungnya, antara lain hutan
buatan, waduk, dan jenis unggul.

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI

Konservasi Sumber Daya Alam di Indonesia

Mulai tahun 1970-an konservasi sumber daya alam di Indonesia berkembang dan memiliki suatu strategi
yang bertujuan untuk:

a. Memelihara proses ekologi yang penting dan sistem penyangga kehidupan.


b. Menjamin keanekaragaman genetik.

c. Pelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem.

Peranan kawasan konservasi dalam pembangunan meliputi:

a. Penyelamat usaha pembangunan dan hasil-hasil pembangunan.

b. Pengembangan Ilmu Pendidikan.

c. Pengembangan kepariwisataan dan peningkatan devisa.

d. Pendukung pembangunan bidang pertanian.

e. Keseimbangan lingkungan alam.

f. Manfaat bagi manusia.

Berdasarkan Pasal 5 UU No. 5 Tahun 1990 dan Strategi Konservasi Dunia kegiatan konservasi sumber
daya alam hayati dan ekosistemnya meliputi kegiatan:

a. Perlindungan proses-proses ekologis yang penting atau pokok dalam sistem-sistem penyangga
kehidupan.

b. Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.

c. Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Kawasan dan Kegiatan Konservasi Hayati


Menurut UU No. 5 Tahun 1990, Kawasan Suaka Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di
darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman
tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah penyangga kehidupan.

Kawasan Suaka Alam terdiri dari:

a. Cagar Alam.

b. Suaka Margasatwa.

c. Hutan Wisata.

d. Daerah perlindungan Plasma Nutfah.

e. Daerah pengungsian satwa.

Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan
yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis
tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Dalam kegiatan pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dapat dilaksanakan di dalam kawasan
(konservasi insitu) ataupun di luar kawasan (konservasi exsitu). Konservasi insitu adalah konservasi jenis
flora dan fauna yang dilakukan di habitat aslinya baik di hutan, di laut, di danau, di pantai, dan
sebagainya. Konservasi exsitu adalah konservasi jenis flora dan fauna yang dilakukan di luar habitat
aslinya.

KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Berdasarkan proses geologi, dan menurut para ahli biologi, Indonesia dibagi menjadi dua wilayah
biogeografi, yaitu:
1. Wilayah Indo-Malaya, meliputi pulau-pulau di wilayah Indonesia Barat, yakni Sumatera, Kalimantan,
Jawa, dan Bali yang terletak di Selat Sunda yang menyatu dengan benua Asia.

2. Wilayah Indo-Australia di wilayah timur yang meliputi pulau Irian dengan kepulauan Kei dan Aru di
Selat Sahul yang berhubungan dengan benua Australia.

Berdasarkan wilayah biogeografi tersebut di atas, maka dalam kerangka prioritas usaha konservasi,
Indonesia dibagi menjadi tujuh wilayah biogeografi utama, yaitu:

1. Sumatera dan sekitarnya.

2. Jawa dan Bali.

3. Kalimantan, termasuk Pulau Natuna dan Pulau Amambas.

4. Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya.

5. Nusa Tenggara, termasuk Wetar dan Tanimbar.

6. Maluku.

7. Irian Jaya, termasuk Kepulauan Kai dan Aru.

Indonesia dibagi ke dalam 3 ragam hayati, yaitu:

1. Irian Jaya dengan ciri kekayaan spesies tinggi dan endemisme tinggi.

2. Kalimantan dengan ciri kekayaan spesies tinggi tapi endemisme sedang.


3. Sulawesi dengan ciri kekayaan spesies sedang tetapi endemisme tinggi.

Klasifikasi Keanekaragaman Hayati

Individu-individu suatu jenis yang menempati ruang yang sama dan pada waktu yang sama pula,
membentuk suatu populasi. Populasi jenis dapat dibagi-bagi berdasarkan hambatan fisik (seperti pulau,
gunung, danau, dan sebagainya) atau berdasarkan hambatan reproduksi dan genetika. Dengan demikian
struktur populasi suatu jenis tidak lain adalah totalitas keterkaitan ekologi dan genetika antar individu-
individu sebagai anggotanya dan kelompok-kelompok yang merupakan bagian jenis tersebut.
Sehubungan dengan keanekaragaman genetika, dalam populasi suatu jenis organisme tidak ada satu
individu pun yang penampilannya persis sama dengan individu lainnya. Keanekaragaman spesies
merupakan konsep mengenai keanekaan makhluk hidup di muka bumi dan diukur dari jumlah total
spesies di wilayah tertentu. Para ahli biologi memperkirakan jumlah spesies makhluk hidup di muka
bumi bervariasi antara 5 juta sampai lebih dari 30 juta spesies, namun hanya 1,4 juta spesies yang telah
dideskripsikan secara ilmiah. Ekosistem adalah suatu satuan lingkungan yang melibatkan unsur-unsur
biotik dan faktor-faktor fisik serta kimia yang saling berinteraksi satu sama lainnya.

Tipe-tipe ekosistem di Indonesia:

1. Kelompok Ekosistem Bahari

2. Kelompok Ekosistem Darat Alami

3. Kelompok Ekosistem Suksesi

4. Kelompok Ekosistem Buatan.

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM NON HAYATI

Konservasi Tanah dan Air, dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

Konservasi tanah diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai
dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang
diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Sedangkan konservasi air pada prinsipnya adalah
penggunaan air yang jatuh ke tanah seefisien mungkin, dan pengaturan waktu aliran sehingga tidak
terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau. Persoalan konservasi
tanah dan air adalah kompleks dan memerlukan kerjasama yang erat antara berbagai disiplin ilmu
pengetahuan seperti ilmu tanah, biologi, hidrologi, dan sebagainya. Pembahasan tentang konservasi
tanah dan air ini selalu tidak akan terlepas dari pembahasan tentang siklus hidrologi. Siklus hidrologi ini
meliputi proses-proses yang ada di dalam tanah, badan air, dan atmosfer, yang pada intinya terdapat
dua proses yaitu evaporasi dan presipitasi yang dikendalikan oleh energi matahari. Daerah Aliran Sungai
(DAS) merupakan wilayah yang dibatasi oleh batas alam (topografi) di mana aliran permukaan yang
jatuh akan mengalir ke sungai-sungai kecil menuju ke sungai besar akhirnya mencapai danau atau laut.
Pengelolaan DAS berupaya untuk menselaraskan dikotomi kepentingan ekonomi dan ekologi.
Kepentingan ekonomi jangka pendek akan terancam bila kepentingan ekologi diabaikan. Sebaliknya
gerakan perbaikan ekologi yang melibatkan masyarakat tidak akan terpelihara secara terus menerus
tanpa memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk
mencapai tujuan pengelolaan DAS diperlukan upaya pokok dengan sasaran:

a. Pengelolaan Lahan

b. Pengelolaan Air

c. Pengelolaan Vegetasi.

Erosi dan Metode Konservasi Tanah dan Air

Erosi merupakan proses pengikisan tanah yang kemudian diangkut dari suatu tempat ke tempat lain
oleh tenaga seperti: air, gelombang atau arus laut, angin, dan gletser. Ada dua jenis utama erosi yaitu
erosi normal/geologi dan erosi yang dipercepat. Erosi normal yaitu proses-proses pengangkutan tanah
yang terjadi di bawah keadaan vegetasi alami. Proses erosi ini berlangsung sangat lama dan proses ini
yang menyebabkan kenampakan topografi yang terlihat sekarang ini, seperti: tebing, lembah, dan
sebagainya. Sedangkan erosi dipercepat adalah pengangkutan tanah yang menimbulkan kerusakan
tanah akibat aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan antara proses pembentukan dan
pengangkutan tanah. Menurut bentuknya erosi dibedakan menjadi: erosi lembar, erosi alur, erosi parit,
erosi tebing sungai, longsor, dan erosi internal. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi erosi adalah
iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan, tanah, dan manusia. Eischemeier (1976) mengembangkan
persamaan rata-rata tahunan kehilangan tanah yaitu: A = R K L S C P, di mana A adalah banyaknya tanah
yang tererosi, R adalah faktor curah hujan dan aliran permukaan, K adalah faktor erodibilitas tanah, L
adalah faktor panjang lereng, S adalah faktor kecuraman lereng, C adalah faktor vegetasi penutup tanah
dan pengelolaan tanaman, dan P adalah faktor konservasi tanah. Beberapa metode konservasi tanah
dapat dibagi dalam tiga golongan utama, yaitu: (1) metode vegetatif, (2) metode mekanik, dan (3)
metode kimia.

Konservasi Energi dan Sumber Daya Mineral

Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam penggunaan energi supaya berkelanjutan antara lain adalah bagaimana mengatur penggunaan
energi yang berkualitas, meminimumkan penggunaan energi untuk transportasi, dan mengubah energi
secara efisien. Konservasi energi dapat dilakukan pada bidang-bidang transportasi, bangunan, dan
industri. Jenis-jenis sumber daya mineral dapat digolongkan menurut kegunaannya yaitu menjadi
sumber daya mineral logam dan non logam.

Sumber daya mineral logam dibagi menjadi:

1. logam yang berlimpah, contohnya besi dan aluminium.

2. logam yang jarang, contohnya tembaga dan seng.

Sumber daya mineral non logam dibagi menjadi:

1. mineral untuk bahan kimia pupuk buatan dan keperluan khusus, contohnya fosfat dan nitrat.

2. bahan bangunan, contohnya pasir dan asbes.

3. bahan bakar fosil, contohnya minyak bumi dan batu bara, dan

4. air, contohnya air sungai dan air tanah.

Ketentuan tentang pengelolaan sumber daya mineral diatur dalam Undang-undang No. 11 Tahun 1967
tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan. Pada Pasal 3 Undang-undang tersebut dinyatakan
bahwa bahan-bahan galian dibagi atas 3 golongan, yaitu: golongan A adalah bahan galian strategis,
golongan B adalah bahan galian vital, dan golongan C adalah bahan galian yang tidak termasuk dalam
golongan A dan B.

Pelaksanaan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tersebut ditetapkan pada Peraturan Pemerintah (PP)
No. 32 Tahun 1969. Menurut ketentuan Pasal 1 PP tersebut dikatakan kuasa pertambangan untuk
melaksanakan usaha pertambangan bahan galian golongan A dan B diberikan oleh Menteri, sedangkan
golongan C diberikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I.

KONSERVASI SUMBER DAYA BUATAN DAN CAGAR BUDAYA

Pengertian, Lingkup, dan Fungsi Sumber Daya Buatan

Sumber daya buatan adalah hasil pengembangan buatan dari sumber daya alam hayati atau non hayati
yang ditunjuk untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan atau kemampuan daya dukungnya.
Pengertian tersebut di atas menggambarkan bahwa sumber daya buatan adalah sumber daya alam yang
karena intervensi manusia telah berubah menjadi sumber daya buatan. Bentuk sumber daya buatan ini
dapat dilihat pada kawasan budidaya, kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, maupun kawasan cagar
alam. Fungsi kawasan-kawasan tersebut dapat sebagai pelindung kelestarian lingkungan hidup,
dibudidayakan, permukiman, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi
untuk kesejahteraan manusia dan kesinambungan pembangunan.

Benda Cagar Budaya

Benda Cagar Budaya adalah benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan
atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima
puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima
puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
Benda Cagar Budaya, juga dapat berupa benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi
sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Benda Cagar Budaya berada dalam suatu lokasi yang
disebut dengan situs, sedangkan situs berada dalam suatu kawasan yang disebut dengan kawasan cagar
budaya. Bentuk benda cagar budaya dalam konteks lingkungan kota atau kawasan perkotaan dapat
berupa satuan areal, satuan visual atau landscape, dan satuan fisik.

Konservasi Sumber Daya Buatan dan Cagar Budaya


Konservasi sumber daya buatan dapat meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan yang mencakup
preservasi, restorasi, rekonstruksi, adaptasi, dan revitalisasi. Adapun kriteria konservasi sumber daya
buatan dapat ditinjau dari estetika, kejamakan, kelangkaan, peranan sejarah, memperkuat kawasan
didekatnya, dan keistimewaan dari sumber daya buatan tersebut.

Strategi Konservasi Alam Indonesia

Strategi Konservasi Alam Indonesia sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Undang-undang Nomor 4
Tahun 1982 tentang Ketentuan- ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (sekarang UU No. 23
Tahun 1997). Strategi konservasi sumber daya alam disusun dengan maksud untuk memberikan
pedoman kepada para pengelolaan sumber daya alam dalam menggunakan sumber daya alam tersebut
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pembangunan. Menurut UU No. 22 Tahun 1999 tentang
Pemerintahan Daerah, Kewenangan daerah mencakup kewenangan dalam seluruh bidang
pemerintahan kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan,
moneter dan fiskal, agama serta kewenangan lain. Kewenangan lain yang dimaksud meliputi
kebijaksanaan tentang antara lain pendayagunaan sumber daya alam serta konservasi. Kebijakan ini
dijelaskan lebih lanjut dalam PP No. 25 Tahun 2000 tentang Tugas Pemerintah yang berkaitan dengan
konservasi sumber daya hayati

Strategi Konservasi Alam Dunia

Sasaran Strategi Konservasi Dunia adalah untuk mencapai tiga tujuan utama:

1. Menjaga berlangsungnya proses ekologis yang esensial.

2. Pengawetan keanekaragaman plasma nutfah.

3. Menjamin kelestarian pemanfaatan jenis dan ekosistem.

Strategi Konservasi Alam Dunia meliputi:

1. Konservasi sumber daya hayati untuk pembangunan berkesinambungan.


2. Perlindungan Proses Ekologi yang terutama dan Sistem Penyangga Kehidupan.

3. Pengawetan Keanekaragaman Plasma nutfah.

4. Pemanfaatan Jenis dan Ekosistem secara lestari.

Sumber buku Konservasi Sumber Daya Alam dan Buatan Karya Adi Winata
44444

Pengertian Deplesi Beserta Metode, Contoh Soal Dan Jawaban

By Sandy MakrufPosted on

pengertian deplesi beserta metode dan contoh soal dan jawaban

Pengertian deplesi, beserta contoh soal dan jawabanAkuntansilengkap.com | – Pengelolaan sumber-


sumber alam untuk kegiatan perusahaan hampir selalu berkaitan dengan transaksi baik jual/beli/sewa
lahan (tanah) yang di dalamnya terdapat bahan baku (pertambangan/kayu) untuk diolah kembali
menjadi barang jadi. Deplesi erat kaitannya dengan kegiatan penaksiran nilai perolehan dari setiap
sumber alam yang menjadi persediaan. Deplesi dapat dikatakan sebagai penurunan nilai pada aset
perusahaan yang berupa sumber alam.

Daftar Isi [hide]

1 Pengertian Deplesi

1.1 Metode Perhitungan Deplesi

1.2 Contoh Soal dan Jawaban Deplesi

1.3 Share this:

Pengertian Deplesi

Pengertian deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) yang disebabkan oleh pengelolaan
sumber daya alam menjadi persediaan, seperti penurutnan nilai sumber alam pada tambang dan hutan
kayu.

Deplesi adalah penyusutan yang terjadi pada benda yang bersifat alami dan tidak dapat diperbaharui.

Perbedaan depresiasi dengan deplesi adalah sebagai berikut:

Depresiasi
Deplesi

Pengakuan terhadap pengurangan manfaat ekonomi yang terjadi pada aktiva tetap. Pengakuan
pengurangan kuantitatif pada sumber daya alam.

Digunakan untuk aktiva tetap yang bisa diganti bila sudah habis. Digunakan untuk aktiva tetap yang tidak
bisa langsung diganti dengan yang sama jika sudah habis.

Alokasi harga perolehan ke pendapatan, pada periode bersangkutan untuk suatu perusahaan yang
dihitung berdasarkan hasil produksi. Pengakuan terhadap perubahan langsung darisumber daya
alam menjadi barang yang bisa dijual.

Metode Perhitungan Deplesi

Dalam pehitungan deplesi, setidaknya perhatikan aspek-aspek berikut ini:

a. Harga perolehan aktiva.

Jika sumber daya alam, harga perolehannya adalah pengeluaran dimulai sejak mendapatkan izin sampai
sumber daya alam itu dapat diambil hasilnya. Jika pengeluaran itu terlalu kecil, maka dilakukan penilaian
atas sumber daya alam tersebut.

b. Taksiran nilai sisa apabila sumber alam sudah selesai dieksploitasi.

c. Taksiran hasil yang secara ekonomis dapat dieksploitasi.

Deplesi dihitung dari tiap unit hasil sumber alam (barrel dan tonase). Simak ilustrasi berikut ini.

Contoh Soal dan Jawaban Deplesi

Contoh soal beserta jawaban ini tentang kasus pertambangan.

Sebidang lahan (tanah) yang terdapat kandungan tambang dibeli seharga Rp20.000.000,00. Taksiran
isinya sebesar 150.000 ton. Tanah tersebut setelah dieksploitasi nilainya ditaksir sebesar
Rp2.000.000,00. Deplesi per ton dihitung sebagai berikut:

pengertian deplesi beserta contoh soal dan jawaban


Jika di tahun pertama, lahan tersebut bisa di eksploitasi sebanyak 40.000 ton, maka total deplesi pada
tahun tersebut sebesar = 40.000 x Rp. 120.000 = Rp. 4.800.000

Jurnal untuk mencatat deplesi:

Deplesi Rp4.800.000,00

Akumulasi deplesi Rp4.800.000,00

Apabila perusahaan telah menaksir di muka biaya deplesi dan kenyataannya perhitungan taksiran
berbeda degan kenyataannya, maka perlu diadakan revisi. Koreksi deplesi ini bisa dilakukan dengan cara
berikut ini:

Deplesi pada tahun lalu dan masa yang akan datang sudah dicatat dikoreksi. Pada saat adanya
perubahaan. Dihitung lagi deplesi perunit kemudian dilakukan koreksi.

Contohnya deplesi yang terlalu besar, jurnal koreksinya sebagai berikut:

Akumulasi deplesi Rp. Xxx

Laba tidak dibagi (koreksi laaba tahun lalu) Rp. Xxx

Deplesi tahun lalu sudah dicatat tidak di koreksi, tetapi deplesi tahun yang akan datang dilakukan
dengan data yang terakhir. Deplesi pada tahun lalu tidak dikoreksi, tetapi deplesi untuk tahun berjalan
dan tahun yang akan datang dilakukan revisi.

Contoh biaya pembangunan bertambah sebesar Rp. l.800.000,00. Setelah di eksploitasi dalam tahun
kedua sebanyak 30.000 ton, tambang ditaksir masih mengandung 90.000 ton. Perhitungan deplesi pada
tahun kedua didapat sebagai berikut:

Harga perolehan pertama 20.000.000

(-) Nilai sisa 2.000.000

Deplesi tahun pertama 4.800.000

(6.800.000 )

13.200.000
(+) Biaya pembangunan tahun kedua 1.800.000

Jumlah yang akan di deplesi Rp. 15.000.000

Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua

Hasil eksploitasi tahun kedua (ton) 30.000

Taksiran isi tambang pada akhir tahun kedua (ton) 90.000

Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua (ton) 120.000

Deplesi per ton dalam tahun kedua = Rpl5.000.000,00 :120.000 = Rp125,00.

Deplesi tahun kedua = 30.000 ton x Rp125,00 = Rp3.750.000,00.

Pada aktiva tetap milik perusahaan yang mengolah sumber daya alam, kegunaan aktiva terbatas sampai
selesainya eksploitasi sumber alam. Maka depresiasi aktiva tetap dapat dihitung dengan taksiran hasil
sumber alam.
555555

"KONSERVASI, DEPLISI DAN PERSEDIAAN"— Transcript presentasi:

1 KONSERVASI, DEPLISI DAN PERSEDIAAN

KONSERVASI adalah penggunaan SDA untuk kebaikan secara optimal dalam jumlah yang terbanyak dan
jangka waktu paling lama (gifford Pinchot) atau suatu tindakan untuk mencegah pengurasan SDA
dengan cara pengambilan yang tidak berlebihan sehingga dalam jangka panjang SDA tetap tersedia.

TINDAKAN KONSERVASI

Melakukan perencanaan terhadap pengambilan SDA

Eksploitasi SDA secara efisien dengan limbah sedikit mungkin

Mengembangkan SDA alternatif

Menggunakan unsur teknologi yang sesuai agar dapat menghemat dan tidak merusak lingkungan

Mengurangi, membatasi dan mengatasi pencemaran lingkungan

DEPLISI adalah suatu cara pengambilan SDA secara besar-besaran.

Kepunahan SDA disebabkan :

Kapitalis

Kelompok miskin

PERSEDIAAN (CADANGAN) adalah SDA yang sudah kita ketahui (identified) dan bernilai ekonomis

2 Cadangan akan meningkat bila :

Ada penemuan baru (discovery)

Peningkatan cadangan yang telah terbukti (extension)

Revisi (revision) akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru

3 PENGARUH BERBAGAI VARIABEL EKONOMI TERHADAP KONSERVASI

Banyak variabel ekonomi yang mempengaruhi konservasi yaitu :

TINGKAT BUNGA

Tingkat bunga digunakan dalam perencanaan pengambilan SDA untuk membuat penerimaan bersih di
masa yang akan datang dapat dibandingkan satu sama lain selama suatu interval waktu perencanaan
tertentu. Penerimaan bersih di masa datang didiskonto sehingga diketahui nilai sekarang. Ini berarti
dengan tingkat bunga yang positif, penerimaan bersih di masa datang nilainya akan turun dengan
semakin jauhnya jarak wakt dari saat diambil keputusan, sehingga seorang pengelola akan mencoba
mengubah distribusi waktu dari penerimaan bersih ke arah masa kini. Jadi kenaikan tingkat bunga akan
merubah distribusi tingkat penggunaan SDA ke arah masa sekarang dan ini berarti tindakan deplisi,
sebaliknya penurunan tingkat bnga akan berakibat tindakan konservasi.

MASALAH KETIDAKPASTIAN

Ketidak pastian ada dalam bentuk harapan terhadap penerimaan dan biaya. Tinggi rendahnya derajat
ketidakpastian dipengaruhi oleh ketidakpastian dalam harapan.

Ketidak pastian diterima dengan konsekuensi :

Menerima ketidakpastian seluruhnya sehingga memperkecil kemungkinanmenerima pendapatan bersih


dalam jumlah yang lebih kecil

Advertisements

4 Menerima ketidakpastian dengan melakukan hedging artinya produsen SDA menggeser beban
ketidakpastian kepada spekulan yang profesional

Ketidak pastian diterima dengan meningkatkan fleksibilitas dalam perencanaan.

Contoh ketidakpastian : perubahan teknologi, perubahan permintaan, banjir, kekeringan dll.

Oleh karena ketidakpastian dipengaruhi ketidakpastian dalam harapan, maka perencanaan SDA harus
fleksibel dan dicerminkan dalam diskonto. Bila diskonto ketidakpastian semakin tinggi berarti ada
penurunan yang progresif dalam nilai sekarang dari penerimaan bersih di masa y. a. d. Akibatnya
pengambil keputusan akan merubah distribusi waktu penggunaan ke arah sekarang atau deplisi,
sebaliknya bila penurunan dalam diskonto ketidakpastian akan berakibal konservasi.

PERPAJAKAN

Bila jenis pajak baru dikenakan perlu diperhatikan :

Bila pajak dikenakan akan menyebabkan harga SDA turun akan

mendorong konservasi

Bila pajak dikenakan akan menyebabkan harga SDA naik akan

mendorong deplisi, maka :


5 PENGARUH KEBIJAKAN HARGA

Pajak “tidak langsung” yang beban pajaknya digeserkan sebagian atau seluruhnya pada pembeli dan
meningkatkan harga mendorong deplisi.

Pajak “langsung” yang beban pajaknya tidak dapat digeserkan pada pembeli mendorong konservasi.

PENGARUH KEBIJAKAN HARGA

Perubahan harga barang input maupun output mempengaruhi konservasi :

Bila kenaikan harga produk diharapkan semakin tinggi dengan berkembangnya waktu akan mendorong
konservasi

Bila harapan harga produk menurun dengan berkembangnya waktu mendorong deplisi

Bila harga faktor produksi (input) berubah naik di masa sekarang akan mendorong deplisi

Bila harga faktor produksi (input) berubah naik di masa Y.a.d. mendorong konservasi.

HAK PENGUASAAN (PROPERTY RIGHT)

Penguasaan merupakan kumpulan hak untuk mengawasi dan menggunakan SDA oleh seseorang atau
sekelompok orang. Penguasaan dilakukan oleh organisasi publik (negara), pemilik, pemakai, kreditur,
pekerja dsb.

Ketidakpastiandan ketidakstabilan dalam penguasaan mempengaruhi konservasi. Bila hak penguasaan


kurang aman dan tidak stabil mendorong deplisi. Ex : seseorang penyewa sebidang ladang akan
bertindak deplisi bila tidak yakin apakah jangka waktu sewa bisa diperpanjang

Advertisements

6 PERSEWAAN BENTUK PASAR

Persewaan mempengaruhi keputusan konservasi terutama melalui ketidakstabilan keadaan,


pembebanan penerimaan dan biaya terhadap pemilik/penyewa, harga sewa, serta ketidaksempurnaan
pasar

“Dengan kontrak sewa jangka panjang kemungkinan diadakan konservasi SDA lebih tinggi sebaliknya
kontrak sewa jangka pendek akan mendorong deplisi”

BENTUK PASAR

Dengan asumsi kondisi perekonomian dan teknologi tetap, maka :


bila hubungan itu bersifat bersaing (kompetitif) maka pasar monopoli akan cenderung konservasi
dibanding dengan bila pasar itu bersifat persaingan sempurna, sedang bila sifatnya komplementer, pasar
monopli cenderung deplisi dibanding pasar persaingan sempurna.

Ketidakstabilan ekonomi akan berakibat :

Ketidakstabilan perekonomian meningkatkan peluang ketidakpastian untuk sebagian besar data yang
dipakai dalam perencanaan produksi, semakin tidak stabil perekoomian semakin tinggi ketidakpastian
semakin tinggi deplisi.

Ketidakstabilan perekonomian akan berdampak mempertinggi bunga dan cenderung mendorong deplisi

Penurunan tingkat pendapatan dalam suatu gelombang konjungtur mendorong deplisi

Depresi perekonomian yang mengakibatkan berkurangnya produksi mendorong deplisi

7 KLASIFIKASI SUMBERDAYA ALAM DAN HUBUNGAN SATU SAMA LAIN

JENIS SUMBERDAYA ALAM

Pada dasarnya SDA dikelompokkan :

SDA yang dapat diperbaharui (renwable resources)

SDA yang tidak dapat diperbaharui (non renewable)

Prof Barlow mengelompokkan SDA :

Sumberdaya alam yang tak pulih

adalah SDA yang tidak dapat diperbaharui mempunyai sifat volume fisik yang tersedia tetap.

SDA yang tidak dapat diperbaharui :

SDA seperti batubara dan mineral yang sifatnya dapat dipakai habis atau berubah secara kimiawi melalui
penggunaan.

SDA seperti logam dan batu-batuan yang mempunyai umur penggunan yang lama dan dapat dipakai
ulang.

Sumberdaya alam yang pulih

adalah SDA yang dapat diperbaharui mempunyai sifat terus menerus ada. Dapat diperbaharui oleh alam
maupun dengan bantuan manusia.

Ex : sumberdaya air, angin, cuaca, gelombang laut, sinar matahari dan bulan
8 Sumberdaya alam yang mempunyai sifat gabungan

Sumberdaya biologis

yang termasuk dalam sumberdaya biologis adalah hasil panen, hutan margasatwa, padang rumput,
perikanan dan peternakan

Sumberdaya tanah

menggambarkan gabungan antara sifat yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui maupun
sumberdaya biologis

Ex : kesuburan tanah

IMPLIKASI PENGGOLONGAN SDA

Bagi SDA yang tidak dapat diperbaharui ketidakpastian mengenai perkembangan teknologi akan
merupakan hambatan dalam perencanaan dibanding SDA yang dapat diperbaharui.

Dengan berhasilnya perkembangan teknologi menjadi kurang perhatian dengan masa y.a.d

Perlu adanya kebijakan Pemerintah untuk konservasi SDA

Adanya penemuan barang sintetis tidak berarti dapat menolak adanya konservasi

PENGELOMPOKAN LAIN SDA

BERDASARKAN PENGELOLANYA :

SDA yang dikelola pemerrintah

SDA yang dikelola swasta

9 BERDASARKAN HAK PENGUASAAN :

SDA milik individu (private property )

SDA milik umum (common property)

MACAM SDA DALAM KAITANNYA DENGAN PENERIMAAN DAN BIAYA

SDA pulih atau tidak bila dihubungkan dengan pengertian secara ekonomi sebelum SDA itu habis secara
fisik atau merosot jumlahnya, SDA tersebut sudah habis dalam arti kegunaan. Hal ini terjadi bila biaya
lebih besar dari manfaat. Sebaliknya SDA dikatakan tidak habis bila dalam arti guna yang diberikan
bersifat kontinyu, walaupun secar fisik jumlahnya relatif terbatas dibanding SDA lain

SUMBERDAYA ALAM PRIMER DAN SEKUNDER

Sumberdaya alam sekunder merupakan SDA yang adanya karena SDA primer. Pada umumnya SDA tak
pulih dan SDA pulih kelompok pertama yang sifatnya tidak dipengaruhi oleh manusia disebut SDA
PRIMER sedangkan SDA pulih kelompok kedua yang tersedia sangat dipengaruhi oleh manusia disebut
SDA SEKUNDER

HUBUNGAN ANTARA SDA DAN PENGGUNAANNYA

Apabila dua atau lebih SDA diambil dari bumi dan digunakan atau dikonsumsi dalam proses produksi
maka terdapat hubungan yang sifatnya KOMPLEMENTER DAN SUBSTITUSI

Ex : penggunaan lahan untuk kehutanan sekaligus rekreasi sifatnya komplementer dalam sisi penawaran

10 SUMBERDAYA ALAM MILIK UMUM/BERSAMA

penggunaan batubara dan bijibesi untuk menghasilkan baja sifanya komplementer dalam sisi
permintaan

penggunaan suatu daerah untuk pertanian dan untuk waduk merupakan hubungan yang
bersaing/substitusi dari sisi penawaran

penggunaan tenaga ternak dan mesin traktor disektor pertanian merupakan hubungan substitusi dari
sisi permintaan.

SUMBERDAYA ALAM MILIK UMUM/BERSAMA

SDA milik perorangan penguasaannya ada di bawah seseorang atau suatu badan, sedangkan SDA milik
umum penguasaannya menjadi jelas bila SDA itu sudah ditangkap atau dikuasai oleh seseorang atau
suatu badan. Jadi SDA milik umum berarti bukan milik siapapun dan berarti pula SDA milik setiap orang.
6666

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring pesatnya kehidupan dimasa sekarang ini upaya pemenuhan akan kebutuhan menjadi hal yang
sangat urgen, menurut Thomas Maltus (1978) pertumbuhan penduduk itu menurut deret ukur (2, 4, 8, 16
....n (berdasarkan perkalian)) sedangkan pertambahan makanan menurut deret hitung (1, 2, 3, 4 .... n
(berdasarkan penjumlahan)). Dari teori maltus kita dapat mengambil kesimpulan tentang kesenjangan
pangan dimasa yang akan datang, namun jika diperhatikan dan dilihat ke sekiling kita terdapat tidak
hanya bahan pangan yang dapat habis dimasa depan dalam memenuhi setiap kebutuhan manusia namun
juga semua barang yang termasuk sumber daya alam.
Sesuatu disebut sebagai sumber daya jika sesuatu itu berguna atau bermanfaat bagi kehidupan manusia,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Sungguhpun begitu, tidak semua yang ada di bumi ini
disebut sumber daya, karena manusia belum bisa memanfaatkan seluruhnya yang ada di bumi ini.
Ketidakmampuan manusia untuk memanfaatkan seluruh apa yang ada di bumi ini disebabkan karena
ketidakmampuan manusia untuk mengolah sumber daya dan menemukan sumber daya baru untuk
kepentingan hidupnya. Konsep sumber daya alam, yaitu pertama, sesuatu yang berguna baik sebagai
faktor produksi maupun komoditi. Kedua, sesuatu yang dinamis atau sesuatu yang bisa berubah-ubah.
Selain dua konsep tersebut perlu juga diingat bahwa sumber daya alam mempunyai konsep jamak
(Suparmoko, 1997).
Sumber daya alam merupakan sumber daya alam yang sudah diketahui (identified) ldan bernilai
ekonomis. Sumber daya alam bisa disebut cadangan jika sudah diketahui baik dari segi jumlah atau
besarnya deposit yang sudah terukur dalam satu satuan seperti ton, dan telah diketahui manfaatnya.
Cadangan sumberdaya alam akan meningkat atau tidak akan terjadi kelangkaan bila terjadi penemuan
baru (discovery), peningkatan cadangan yang telah terbukti (extension) dan revisi (revision) sebagai
akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru.
Dari pemahaman seperti di atas, kelangkaan sumber daya alam bisa diklasifikasikan dalam dua bentuk,
yaitu kelangkaan absolut (absolute scarcity) dan kelangkaan relative (relative scarcity) (Suparmoko,
1997).

Kelangkaan absolut (absolut scarcity), Kelangkaan absolut sering juga disebut “malthusian scarcity”
karena konsep kelangkaan absolut pertama kali diperkenalkan oleh Robert Malthus. Kelangkaan absolut
didefinisikan sebagai fenomena kelangkaan sumber daya alam secara fisik Sistem ekonomi sering
tergantung pada satu sumber daya esensial yang memiliki batas tertentu dalam ketersediaannya secara
fisik. Jika sumber daya alam ini habis maka akan menentukan batas-batas fisik pada proses ekonomi baik
prduksi maupun konsumsi. Periode kelangkaan absolut ini mulai terjadi ketika permintaan (demand) akan
suatu sumber daya alam akan melebihi penawarannya (supply), yang pada gilirannya kalau hal ini terus
terjadi akan mengakibatkan pengurasan sumber daya alam dan habisnya sumber daya alam. Sedangkan
atu lagi adalah Kelangkaan relatif (relative scarcity), Kelangkaan relative sering juga disebut “ricardian
scarcity”. Kelangkaan relatif terjadi ketika suatu sumber daya masih cukup tersedia untuk memenuhi
kebutuhan tetapi distribusinya tidak merata bagi yang membutuhkan sumberdaya alam tersebut.
Keberadaan kedua bentuk kelangkaan di atas bisa mengakibatkan meningkatnya harga-harga bahan-bahan
mentah, barang-barang jadi dan jasa, serta bisa menimbulkan gangguan ekonomi (economic disruption)
dan pada gilirannya yang harus mencari sumber daya substirusi untuk mengganti sumber daya yang
langka tersebut.
Mencegah dari semua kekurangannya sumberdaya alam baik sebelum atau bahkan mencapai tingkat
ekonomi perlu hendaknya diadakan sebuah usaha konservasi, harapan yang akan tercapainya keberhasilan
ini bukan hanya menyediakan untuk konsumsi secara ekonomis tetapi juga mengusahakan agar tetap
tersedia bahkan tidak terbatas.
1.2. Rumusan Masalah
Ketersediaan sumberdaya yang dibutuhkan manusia tidak akan tetap ada selamanya, ini seiring dengan
yang digambarkan pada kurva hubungan ekonomi terhadap persediaan sumberdaya alam. Kasus ini hanya
dapat terpecahkan jika ada upaya untuk mencegah habisnya persediaan sumberdaya alam.
Sehingga kita harus mengetahui hal-hal sebagai berikut;
- Apa sumberdaya dan sumberdaya alam itu?
- Apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah Konservasi, Deplisi dan Persediaan?
- Apa sebenarnya tujuan Konservasi? Bagaimana terjadinya Deplisi? Dan mengapa terjadi kelangkaan
Persediaan sumberdaya?
- Peranan SDA dan lingkungan dalam pembangunan itu apa saja?

1.3. Tujuan
Agar dapat memahamai konsep konservasi, deplisi dan persediaan sehingga sumberdaya alam sebagai
pemuas kebutuhan manusia harus tetap lestari dan terjaga konsistesi keberadaannya, sehingga ketika
manusia hendak menggunakannya tidak merasa kesulitan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Sumberdaya dan Sumberdaya Alam
Dalam KBBI (kamus besar Bahasa Indonesia) sumberdaya bermakna bahan dan atau keadaan yang dapat
digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan sumberdaya alam ialah diartikan
sebagai potensi alam yang dikembangkan untuk proses produksi. Ini mengartikan bahwa tidak setiap
benda yang kita jumpai merupakan sumberdaya alam, namun belum tentu tidak menjadi sumberdaya pada
masa depan karena manusia akan terum berkembang dan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya
dengan segala upaya yang dimilikinya.
Yang menjadi permasalahannya ialah apakah tidak cukup bagi manusia dengan sumberdaya yang
sekarang didapatkannya? Jika sumberdaya yang telah ada digunakan dengan tidak arif dan bijaksana
sumberdaya alam tersebut akan habis. Dengan beragam kemampuan yang dimiliki usaha untuk tetap
memenuhi kebutuhannya memaksa manusia untuk takut akan keadaan seperti diatas, ini menjadikan
langkah untuk tetap menyediakan sumberdaya yang dipakainya, sehingga tetap dapat dinikmati secara
kontinyu.
2.1.1. Pengelompokkan Sumberdaya Alam
Dengan berbagai macam sumberdaya alam yang tersedia, maka jenis sumberdaya alam dapat
dikelompokkan atas 2 kelompok, yaitu:
 Sumberdaya Alam yang dapat diperbaharui (renewable recources)
 Sumberdaya Alam yang tidak dapat diperbaharui (non renewable recources)
Selain itu juga Prof Barlow mengelompokkan sumberdaya alam seperti berikut:
• Sumberdaya alam yang tak pulih, adalah SDA yang tidak dapat diperbaharui mempunyai sifat volume
fisik yang tersedia tetap.
SDA yang tidak dapat diperbaharui :
– SDA seperti batubara dan mineral yang sifatnya dapat dipakai habis atau berubah secara kimiawi melalui
penggunaan.
– SDA seperti logam dan batu-batuan yang mempunyai umur penggunan yang lama dan dapat dipakai
ulang.
• Sumberdaya alam yang pulih, adalah SDA yang dapat diperbaharui mempunyai sifat terus menerus
ada. Dapat diperbaharui oleh alam maupun dengan bantuan manusia. Contohnya sumberdaya air, angin,
cuaca, gelombang laut, sinar matahari dan bulan
2.2. Konservasi
2.2.1. Pengertian Konservasi
Konservasi adalah penggunaan SDA untuk kebaikan secara optimal dalam jumlah yang terbanyak dan
jangka waktu paling lama (gifford Pinchot) atau suatu tindakan untuk mencegah pengurasan SDA dengan
cara pengambilan yang tidak berlebihan sehingga dalam jangka panjang SDA tetap tersedia. Dari cara
pandang sosial-budaya, konservasi dikonotasikan sebagai kewajiban moral yang menunrutnya untuk
melindungi satu jenis atau beberapa sumber daya. Konservasi secara umum seringkali diartikan sebagai
tindakan perlindungan, pengawetan, pemeliharaan dan pengumpulan barang-barang yang ada. Ada pula
yang mengartikan konservasi merupakan pemakaian sumber daya alam dengan bijaksana dan
mempertimbangkan unsure waktu.
Selanjutnya Wantrup (1986) menyatakan bahwa konservasi sumber daya alam bukanlah memelihara
persediaan secara permanen, tanpa pengurangan dan perusakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa konservasi
adalah suatu tindakan untuk mencegah pengusan sumber daya alam dengan cara pengambilan yang tidak
berlebihan sehingga dalam jangka panjang sumber daya alam tetap terseda.
2.2.2. Langkah-Langkah Konservasi
Tindakan konservasi menurut Suparmoko (1997) dapat dililakukan dengan beberapa cara:
1. Melakukan perencanaan terhadap pengambilan sumber daya alam, dengan pengambilan secara terbatas,
dan tindakan yang mengarah pada pengurasan perlu dicegah.
2. Mengusahakan eksploitasi sumber daya alam secara efisien, yakni dengan sesedikit mungkin
3. Mengembangkan sumber daya alternatif atau mencari sumber daya pengganti sehingga sumber daya
alam yang terbatas jumlahnya dapat disubstitusikan dengan sumber daya alam jenis lain.
4. Menggunakan unsur-unsur teknologi yang sesuai dalam mengeksploitasi sumber daya alam agar dapat
menghemat penggunaan sumber daya tersebut dan tidak merusak lingkungan
5. Mengurangi, membatasi dan mengatasi pencemaran lingkungan karena pencemaran akan mengakibatkan
cadangan sumber daya alam semakin cepat habis karena kepunahan, seperti ikan, tanah dan sebagainya.
Sebenarnya untuk mengatasi kelangkaan dengan menggunakan cara konservasi bukan tanpa masalah,
beberapa masalah konservasi yang didapatkan adalah sebagai berikut.
Pertama, masalah konservasi yang berkenaan dengan “ketidakbisaan” kegiatan konservasi dan yang
kedua, masalah konservasi yang berkenaan dengan “keengganan” melakukan kegiatan konservasi.
A. Ketidakbisaan Kegiatan Konservasi
Ketidakbisaan kegiatan dalam konservasi disebabkan karena hambatan-hambatan dalam konservasi tidak
bisa diatasi atau dihilangkan. Hambatan-hambatan tersebut bisa berupa:
 Hambatan fisik
Hambatan fisik yang dihadapi dalam kegiatan konservasi adalah hambatan yang berkenaan dengan letak
geografis sumber daya alam. Letak sumber daya alam yang tidak bisa dijangkau oleh manusia merupakan
hambatan bagi manusia untuk mengelola maupun melestarikannya. Misalnya daerah lereng bukit atau
tebing, daerah ini akan menyulitkan kita untuk melakukan reboisasi, padahal lahan tersebut sangat
membutuhan reboisasi untuk mencegah longsor atau erosi.
 Hambatan ekonomi.
Hambatan ekonomi biasanya berkenaan dengan sejumlah modal untuk melakukan kegiatan konservasi.
Kurangnya permodalan dalam kegiatan konservasi akan menyebabkan kurangnya pelatihan dan
pendidikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak mengetahui arti pentingnya konservasi bagi
kelangsungan hidup manusia. Ketidaktahuan masyarakat tersebut akan menyebabkan perbedaan
keinginan antara kepentingan masyarakat dengan kepentingan pemerintah. Di satu sisi pemerintah
melakukan konservasi, sementara di sisi lain masyarakat melakukan deplisi, sehingga konservasi tidak
bisa berjalan atau menjadi sesuatu yang sia-sia.
 Hambatan kelembagaan
Konservasi tidak bisa dilakukan karena adanya kebiasaan atau adat istiadat masyarakat setempat yang
menghambat kegiatan konservasi. Bahkan ada adat istiadat yang cenderung menguras sumber daya alam
dan merusak lingkungan. Dengan adanya hambatan tersebut konservasi tidak bisa dilakukan, kecuali bisa
mengubah adat atau kebiasaan masyarakat tersebut.
 Hambatan teknologi
Seperti dijelaskan pada pembahasan-pembahasan sebelum-nya, bahwa teknologi mempunyai peran
terhadap pencegahan habisnya sumber daya alam dan rusaknya lingkungan. Jadi keterbatasan teknologi
akan menjadi penghambat untuk melakukan kegiatan konservasi.
B. Keengganan Melakukan Konservasi
Keengganan melakukan konservasi yang dimaksud di sini adalah adanya pertimbangan-pertimbangan lain
mengapa orang enggan atau tidak mau melakukan konservasi. Pertimbangan-pertimbangan tersebut
antara lain: apakah konservasi menguntungkan, waktu perencanaan yang sangat panjang, risiko
ketidakpastian, dan salahan keputusan.
2.3. Deplisi
2.3.1. Pengertian Deplisi
Deplisi ini merupakan implikasi paling awal yang terjadi akibat penggunaan sumber daya alam untuk
memenuhi kebutuhan atau kepuasan manusia. Deplisi berasal dari kata “deplation”, yang suatu cara
pengambilan sumber daya alam secara besar-besaran. Pada tingkat perorangan (mikro) deplisi biasanya
terjadi demi untuk memenuhi kebutuhan akan bahan hidup. Sedangkan pada tingkat negara (makro)
deplisi terjadi untuk mempercepat proses pembangunan yang lebih tinggi, apalagi untuk negara yang
sedang berkembang di mana tingkat pembgngunannya masih rendah.
Bagi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, terjadinya deplisi akan mempunyai dampak
mempercepat habisnya sumber daya alam akibat pengurasan sumber daya yang ada.
2.3.2. Sebab Terjadinya Deplisi
Menurut para ahli lingkungan, sebenarnya yang menyebabkan terjadinya deplisi pada dasarnya dapat
disebabkan oleh dua kelompok;
a. kelompok pertama adalah kelompok kapasitas
kelompok ini yang mempunyai tujuan untuk memaksimumkan laba, sehingga mereka ini berusaha untuk
menggali sumberdaya alam sebanyaknya dalam waktu secepat mungkin untuk mendapatkan keuntungan
secepatnya.
b. Kelompok kedua adalah kelompok yang miskin
Sedangkan kelompok ini bertujuan untuk memenuhi kelangsungan hidupnya. Kelompok ini terpaksa
mengurus sumberdaya alam karena kemiskinannya tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan yang
sesungguhnya adalah tempat mereka sendiri sebagai tempat untuk hidup.
Bagaimanapun atau pada kelompok manapun penggunaan sumberdaya secara besar-besaran
dengan tidak memikirkan bagaimana keadaan dimasa depan, deplisi ini akan menjadi hal yang sangat
merugikan karena berlangsung secara terus-menerus dan mengekspolitasi tanpa memandang sisi lain.
2.4. Persediaan (Cadangan)
2.4.1. Pengertian Persediaan (Cadangan)
Persediaan (Cadangan) adalah Sumberdaya Alam yang sudah kita ketahui (identified) dan bernilai
ekonomis, Sumber daya alam bisa disebut cadangan jika sudah diketahui baik dari segi jumlah atau
besarnya deposit yang sudah terukur dalam satu satuan seperti ton, dan telah diketahui manfaatnya.
Sebagai akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru, cadangan akan
meningkat bila :
 Ada penemuan baru (discovery)
 Peningkatan cadangan yang telah terbukti (extension)
 Revisi (revision) akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru.
2.4.2. Kelangkaan Persediaan
Dari definisi dan pemahaman diatas kita jadi terbuka bahwa persediaan/cadangan itu terjadi karena
adanya kekhawatiran akan sebuah kejadian, yaitu kelangkaan. Kelangkaan adalah jumlah barang atau
sumberdaya yang diketahui dan bernilai ekonomis yang kurang dari kebutuhan yang diharapkan, sehingga
menjadi masalah yang mesti dipecahkan.
Kelangkaan dapat diklasifikasikan menjadi kelangkaan absolut (absolute scarcity) dan kelangkaan
relative (relative scarcity) (Suparmoko, 1997).
1. Kelangkaan absolut (absolut scarcity)
Kelangkaan absolut sering juga disebut “malthusian scarcity” karena konsep kelangkaan absolut pertama
kali diperkenalkan oleh Robert Malthus. Kelangkaan absolut didefinisikan sebagai fenomen kelangkaan
sumber daya alam secara fisik Sistem ekonomi sering tergantung pada satu sumber daya esensial yang
memiliki batas tertentu dalam ketersediaannya secara fisik. Jika sumber daya alam ini habis maka akan
menentukan batas-batas fisik pada proses ekonomi baik prduksi maupun konsumsi. Periode kelangkaan
absolut ini mulai terjadi ketika permintaan (demand) akan suatu sumber daya alam akan melebihi
penawarannya (supply), yang pada gilirannya kalau hal ini terus terjadi akan mengakibatkan pengurasan
sumber daya alam dan habisnya sumber daya alam.
2. Kelangkaan relatif (relative scarcity)
Kelangkaan relative sering juga disebut “ricardian scarcity”.Kelangkaan relatif terjadi ketika suatu
sumber daya masih cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan tetapi distribusinya tidak merata bagi yang
membutuhkan sumberdaya alam tersebut.
Keberadaan kedua bentuk kelangkaan di atas bisa mengakibatkan meningkatnya harga-harga bahan-bahan
mentah, barang-barang jadi dan jasa, serta bisa menimbulkan gangguan ekongmi (economic disruption)
dan pada gilirannya yang harus mencari sumber daya substirusi untuk mengganti sumber daya yang
langka tersebut.
Kelangkaan sumber daya alam harus memiliki tiga ciri penting:
1. Mengacu masa depan, Indikator ini mempertimbangkan pola permintaan masa depan, sumber-sumber
alternatif bagi sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, perubahan dalam biaya ekstraksi atau
pengolahan dan sebagainya.
2. Komgarabilitas-bisa diperbandingkan (comparability), Indikator yang ideal harus dimungkinkan adanya
perbandingan langsung diantara sumber daya alternatif untuk mengidentifikasi permasalahan yang paling
serius dihadapi sumber daya alam, terutama yang berkenaan dengan kelangkaan. Perbandingan ini tidak
hanya untuk menilai tingkat kelangkaan tetapi juga sejauh mana seriusnya kelangkaan tersebut dan hal ini
harus dipertimbangkan dalam penilaian kelangkaan sumber daya alam.
3. Komputabilitas-bisa dihitung (computability), Indikator ini mempertimbangkan bahwa kelangkaan
sumber daya harus bisa diperhitungkan dan dianalisa berdasarkan informasi yang tersedia atau informasi
yang bisa diperoleh secara terbuka.
Konsep kelangkaan sumber daya ini sangat bermanfaat sebagai dasar dalam menganalisa tingkat produksi
dan konsumsi yang optimal sehingga memenuhi kebutuhan manusia pada saat ini dan generasi yang akan
datang. Tingkat persediaan/cadangan sumber daya alam yang dinamis dalam konteks analisa ekonomi
lingkungan berpijak dari konsep kelangkaan ini.
2.5. Peranan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dalam Pembangunan
Peranan ilmu ekonomi dalam kaitannya dengan sumber daya alam dan lingkungan yaitu
mengenai pengambilan keputusan dalam penggunaan sumber daya alam yang langka.
Penggunaan sumber daya alam untuk masa mendatang merupakan imbangan antarpenduduk dan
sumber daya alam. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berada di bawah maupun di
atas bumi dan belum dilibatkan dalam proses produksi.
Barang sumber daya alam adalah sumber daya alam yang sudah diambil dari bumi dan
digunakan sebagai faktor produksi. Pertumbuhan ekonomi yang cepat memerlukan barang
sumber daya yang banyak namun dapat mengurangi sumber daya alam di bumi.
Teori ekonomi yang digunakan dalam pertumbuhan ekonomi yang berkaitan dengan sumber
daya alam adalah fungsi produksi.
Ada delapan isu penting yang berkaitan dengan sumber daya alam yaitu persediaan untuk
kebutuhan manusia, lokasi persediaan, pergeseran ketersediaan sumber daya alam, kebijakan
penggunaan, peranan sumber daya alam dan lingkungan, kualitas, kerusakan lingkungan dan
mekanisme pasar.

Ekonomika lingkungan merupakan studi tentang dampak yang tidak diinginkan dan studi tentang
pilihan penggunaan sumber daya alam. Peranan utama lingkungan adalah sebagai sumber bahan
mentah, asimilator dan sumber kesenangan

Pengertian pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang berlangsung terus menerus


namun tidak menyebabkan kesejahteraan generasi penerus menjadi menurundan ini disebut juga
tekanan ekologi. Pengertian tekanan ekologi adalah menurunnya kualitas sumber daya alam
terhadap prospek ekonomi. Kondisi ini dapat diatasi hanya dengan merubah kebijakan ekonomi.
Syarat-syarat tercapainya pembangunan berkelanjutan dapat dilihat dari terpeliharanya
lingkungan alami, masih besarnya peranan sumber daya alam sebagai sumber bahan mentah dan
besarnya peranan lingkungan untuk menampung limbah dan mempunyai kemampuan untuk
mengolah limbah secara alami.
Perlu adanya hak penguasaan yang jelas bagi swasta yang melindungi lingkungan. Perlu adanya
penyusunan neraca sumber daya alam untuk mengetahui cadangan sumber daya alam dan
terjadinya degradasi lingkungan. Perlu penetapan ekolabeling bagi produk yang dihasilkan oleh
produsen untuk menjaga kualitas lingkungan.
BAB III
KESIMPULAN
Manusia dengan segala keinginannya menyebabkan banyaknya sumberdaya yang digunakan
dalam proses pemenuhannya. Sebuah langkah agar tetap menikati namun juga tetap melestarikan barang
sumberdaya ialah dengan konservasi, hal ini karena konservasi merupakan sebuah tindakan mencegah
pengurasan sumberdaya alam dengan cara pengambilan yang tidak berlebihan sehingga dalam jangka
panjang masih dapat tersedia.
Sebaliknya, jika konservasi tidak dilakukan melainkan deplisi yang terjadi, maka kelangkaan
sumberdaya alam itu akan mutlak terjadi. Deplisi yang berarti suatu pengambilan sumberdaya secara
besar-besaran tentu dapat menimbulkan efek seperti yang telah disebutkan.
7777

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu social yang mempelajari berbagai perilaku pelaku
ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai
kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas
untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Sumber daya alam merupakan sumber daya alam yang sudah diketahui (identified) ldan
bernilai ekonomis. Sumber daya alam bisa disebut cadangan jika sudah diketahui baik dari segi
jumlah atau besarnya deposit yang sudah terukur dalam satu satuan seperti ton, dan telah
diketahui manfaatnya. Cadangan sumberdaya alam akan meningkat atau tidak akan terjadi
kelangkaan bila terjadi penemuan baru (discovery), peningkatan cadangan yang telah terbukti
(extension) dan revisi (revision) sebagai akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan
teknologi baru.

Sesuatu disebut sebagai sumber daya jika sesuatu itu berguna atau bermanfaat bagi kehidupan
manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sungguhpun begitu, tidak semua yang
ada di bumi ini disebut sumber daya, karena manusia belum bisa memanfaatkan seluruhnya yang
ada di bumi ini. Ketidakmampuan manusia untuk memanfaatkan seluruh apa yang ada di bumi
ini disebabkan karena ketidakmampuan manusia untuk mengolah sumber daya dan menemukan
sumber daya baru untuk kepentingan hidupnya. Konsep sumber daya alam, yaitu pertama,
sesuatu yang berguna baik sebagai faktor produksi maupun komoditi. Kedua, sesuatu yang
dinamis atau sesuatu yang bisa berubah-ubah. Selain dua konsep tersebut perlu juga diingat
bahwa sumber daya alam mempunyai konsep jamak (Suparmoko, 1997).

Dalam ekonomi sumber daya alam terdapat beberapa istilah yang akan sangat akrab ditemui,
yaitu konservasi, deplisi, dan persediaan, maka dari itu perlu pemahaman mengenai ketiga istilah
tersebut. Selain dari segi istilah, perlu juga diketahui peranan konservasi, deplisi, dan persediaan
terhadap ekonomi sumber daya alam.

Dalam masalah kali ini yang akan sering dibahas adalah mengenai konservasi, Deplisi, dan
Persediaan. Hal ini dikarenakan semakin maraknya eksploitasi yang dilakukan oleh manusia
demi memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa memedulikan lingkungannya dan ketersediaan
sumber daya alam untuk anak cucu kita kelak.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Konservasi, Deplisi, dan Persediaan ?

2. Apa saja Langkah-langkah, Manfaat, dan Tujuan Konservasi ?


3. Apa saja Macam-macam konservasi ?

4. Apa saja Bentuk-bentuk Konservasi Flora dan Fauna di Indonesia ?

5. Apa saja Hambatan-hambatan Konservasi ?

6. Apa saja Program-program/Cara Mengatasi Masalah Konservasi ?

7. Apa Penyebab terjadinya Deplisi ?

8. Apa Kelangkaan Persediaan ?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui Pengertian Konservasi, Deplisi, dan Persediaan

2. Untuk mengetahui Langkah-langkah, Manfaat, dan Tujuan Konservasi

3. Untuk mengetahui Macam-macam konservasi

4. Untuk mengetahui Bentuk-bentuk Konservasi Flora dan Fauna di Indonesia

5. Untuk mengetahui Hambatan-hambatan Konservasi

6. Untuk mengetahui Program-program/Cara Mengatasi Masalah Konservasi

7. Untuk mengetahui Penyebab terjadinya Deplisi

8. Untuk mengetahui Kelangkaan Persediaan

BAB II

PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Konservasi

Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con
(together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa
yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini
dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang
mengemukakan tentang konsep konservasi.

Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural
dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. Konservasi juga
dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti
mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi,
konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Gifford Pinchot mengartikan konservasi sebagai penggunaan sumber daya alam untuk
kebaikan secara optimal, dalam jumlah yang terbanyak dan untuk jangka waktu yang paling
lama.

Selanjutnya professor Wantrup menyatakan bahwa konservasi persediaan sumber daya alam
berarti memelihara persediaan secara permanen, tanpa pengurangan dan perusakan, jelas tidak
banyak gunanya.

Menurut Undang-Undang No.23 Tahun 1997,pengertian konservasi sumberdaya alam adalah


pengelolaan sumberdaya alam tak terbaharui untuk menjamin pemanfaatan secara bijaksana dan
sumberdaya alam terbaharui untuk menjamin kesinambungan ketersediaanya dengan tetap
memelihara dan meningkatkan kualitas nilai keanekaragamannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, Konservasi atau conservation diartikan sebagai suatu usaha
pengelolaan yang dilakukan oleh manusia dalam memanfaatkan sumberdaya alam sehingga
dapat menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya secara berkelanjutan untuk generasi manusia
saat ini, serta tetap memelihara potensinya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi-
aspirasi generasi generasi yang akan datang.

Konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :

1. Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam
jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).

2. Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial
(Randall, 1982).

3. Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk
manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam
kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan
dan latihan (IUCN, 1968).

4. Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan
atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang
akan datang (WCS, 1980).

Berdasarkan pengertian tersebut, konservasi mencakup berbagai aspek positif, yaitu


perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan secara berkelanjutan, restorasi, dan penguatan
lingkungan alam (IUCN, 1980). Pengertian tersebut juga menekankan bahwa konservasi tidak
bertentangan dengan pemanfaatan aneka ragam varietas, jenis dan ekosistem untuk kepentingan
manusia secara maksimal selama pemanfaatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan.
Secara umum bentuk konservasi dapat dibedakan atas 2 golongan, yaitu:

1. Konservasi in situ

Konservasi in situ adalah kegiatan konservasi flora/fauna yang dilakukan didalam habitat
aslinya. Konservasi in situ mencakup kawasan suaka alam (Cagar Alam dan suaka Marga Satwa)
dan kawasan pelestarian alam (Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Hutan Wisata Alam)

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 yang dimaksud dengan
Cagar Alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaaan alamnya mempunyai kekhasan
tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yangperlu dilindungi dan
perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam
yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk
kelangsungan hidupnuya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. Taman Nasional
Adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi
yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi
daya, pariwisata, rekreasi.Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam yang terutama
dimanfaatkan untuk periwisata dan rekreasi alam.

1. Konservasi Ek Situ

Dilakukan oleh lembaga konservasi, seperti kebun raya, arboretum, kebun binatang, taman
safari dan tempat penyimpanan benih dan sperma satwa. Kebun Raya adalah kawasan yang
diperuntukkan sebagai tempat koleksi tumbuh-tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomis atau
penting bagi ilmu pengethuan, penelitian dan pendidikan botani serta sebagai tempat rekreasi.
Contoh : Kebun Raya Purwodadi. Arboretum adalah kebun pohon-pohonan yang merupakan
salah satu bentuk konservasi plasma nuftah hasil buatan manusia. Kebun Binatang adalah
tempat/wadah pengumpulan berbagai macam satwa yang dipelihara, diperagakan untuk umum
dalam rangka pengadaan sarana rekreasi alam yang sehat untuk mendidik dan mengembangkan
budaya masyarakat dalam memelihara keseimbangan, kelestarian lingkungan.

2.1.1 Langkah-langkah, Manfaat, dan Tujuan Konservasi

A. Langkah – langkah Konservasi

Langkah-langkah konservasi menurut Suparmoko (1997) dapat dililakukan dengan beberapa


cara:

1) Melakukan perencanaan terhadap pengambilan sumber daya alam, dengan pengambilan


secara terbatas, dan tindakan yang mengarah pada pengurasan perlu dicegah. Mengusahakan
eksploitasi sumber daya alam secara efisien, yakni dengan sesedikit mungkin

2) Mengembangkan sumber daya alternatif atau mencari sumber daya pengganti sehingga
sumber daya alam yang terbatas jumlahnya dapat disubstitusikan dengan sumber daya alam jenis
lain.
3) Menggunakan unsur-unsur teknologi yang sesuai dalam mengeksploitasi sumber daya alam
agar dapat menghemat penggunaan sumber daya tersebut dan tidak merusak lingkungan

4) Mengurangi, membatasi dan mengatasi pencemaran lingkungan karena pencemaran akan


mengakibatkan cadangan sumber daya alam semakin cepat habis karena kepunahan, seperti ikan,
tanah dan sebagainya

B. Manfaat Konservasi

1) Menciptakan Lingkungan yang sehat

2) Wahana pengembangan ilmu pengetahuan

3) Memberi suasana permanen yang menyegarkan

4) Tercapainya keselarasan, keserasian, keseimbangan, antara manusia dan lingkungan hidup,

5) Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan
tindak melindungi dan membina lingkungan hidup,

6) Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan,

7) Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup,

8) Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana,

9) Melindungi kekayaan ekosistem essensial dan memelihara proses-proses ekologi dan


keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.

10) Melindungi kekayaan biodiversity, komunitas, spesies, dan genetik (plasma nutfah)

11) Melindungi spesis endemik, relik dan langka.

12) Merlindungi ekosistem yang menarik dan unik.

13) Melindungi ekosistem dari kerusakan alami seperti bencana erosi, abrasi dan interusi pada
ekosistem pantai dan muara.

14) Dapat memelihara kualitas lingkugan pantai dan laut.

C. Tujuan Konservasi

1) Kelestarian ekosistem dan sumberdaya laut

2) Keberlanjutan produksi bahan makanan dan jasa lingkungan laut.


3) Kesejahteraan masyarakat dan pendapatan pemerintah.

4) Kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.

5) Mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan aliran permukiman

6) Memperbaiki tanah yang rusak atau kritis

7) Mengamankan dan memelihara produktifitas tanah agar tercapainya produksi setinggi-


tingginya dalam waktu yang tidak terbatas

8) Meningkatkan produktivitas lahan usaha tani

9) Memelihara dan melindungi tempat-tempat yang indah dan berharga agar tidak hancur

10) Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan. Hidup sebagai tujuan
membangun manusia Indonesia seutuhnya.

2.1.2 Macam-macam Konservasi

1. Konservasi Tanah

Konservasi tanah adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai
dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukkannya sesuai dengan syarat-syarat yang
diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Contoh Konservasi Tanah ; Pertanaman lorong, tumpangsari, Pemberian mulsa dimaksudkan


untuk menutupi permukaan tanah agar terhindar dari pukulan butir hujan., pengolahan tanah,
guludan, dan terasering.

Upaya konservasi tanah bertujuan untuk :

1. Mencegah erosi.

2. Memperbaiki tanah yang rusak.

3. Memelihara serta meningkatkan produktivitas tanah agar tanah dapat digunakan secara
berkelanjutan.

2. Konservasi Air

Penghematan air atau konservasi air adalah perilaku yang disengaja dengan tujuan
mengurangi penggunaan air segar, melalui metode teknologi atau perilaku sosial. Konservasi air
pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jauh ke tanah untuk pertanian seefisien
mungkin, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir yang dapat merusak serta
tersedianya air pada musim kemarau.
Contoh Konservasi Air ; waduk, rorak, perbaikan drainase dan irigasi

Usaha konservasi air bertujuan untuk:

1. Untuk menjamin ketersediaan untuk generasi masa depan, pengurangan air segar dari sebuah
ekosistem tidak akan melewati nilai penggantian alamiahnya.

2. Penghematan energi - Pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah
mengonsumsi energi besar.

3. Konservasi habitat - Penggunaan air oleh manusia yang diminimalisir untuk membantu
mengamankan simpanan sumber air bersih untuk habitat liar lokal dan penerimaan migrasi aliran
air, termasuk usaha-usaha baru pembangunan waduk dan infrastruktur berbasis air lain
(pemeliharaan yang lama).

3. Konservasi Lingkungan

Konservasi Lingkungan adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan,


manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap
komponen lingkungan untuk pemanfaatan, masa depan.

Sasaran konservasi Lingkungan untuk ;

1. Tercapainya keselarasan, keserasian, keseimbangan, antara manusia dan lingkungan hidup,

2. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan
tindak melindungi dan membina lingkungan hidup,

3. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan,

4. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup,

5. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana

4. Konservasi SDA

Menurut UU No. 4 Thn 1982, konservasi sumber daya alam adalah pengelolah sumber daya
alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya terbarui menjamin
kesinambungan untuk persediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai
dan keanekaragaman.

Upaya untuk melakukan konservasi sumber daya alam ;

1. Peningkatan dan perluasan kawasan konservasi sehingga mewakili tipe-tipe ekosistem yang
ada.
2. Recruitment dan peningkatan ketrampilan personel melalui pendidikan dan latihan.

3. Peningkatan sarana dan prasarana yang memadai.

4. Peningkatan kerjasama dengan isntansi lain didalam dan luar negeri.

5. Penyempurnaan peraturan perundang-undangan dibidang konservasi sumber daya alam dan


lingkungan hidup.

6. Peningkatan pengamanan dan pengawasan terhadap kawasan konservasi (dengan pemberian


pal-pal batas) peradaran flora dan fauna.

7. Memasyarakatkan konservasi ke seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat berperan serta


dalam upaya konservasi sumber daya alam dan lingkungan

5. Konservasi Hutan

Hutan Konversi adalah hutan yang ditetapkan untuk berbagai tujuan dan kepentingan
pembangunan di luar bidang kehutanan seperti; trasmigrasi, pertambangan, perkebunan,
peternakan, pencetakan sawah baru, dan lain sebagainya.

Hutan konservasi di Indonesia terdiri dari:

Ø Kawasan hutan suaka alam

Ø Kawasan hutan pelestarian alam

Ø Taman buru

2.1.3 Bentuk-bentuk Konservasi Flora dan Fauna di Indonesia

1. Kebun Binatang / Kebun Raya

Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai
tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang
masih hidup

2. Taman Laut

Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai teknik upaya untuk
melindungi kelestariannya dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dsb.
Contoh : Taman laut bunaken, taman laut taka bonerate, taman laut selat pantar, taman laut
togean, dan banyak lagi contoh lainnya

3. Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan yang diberikan kepada suatu daerah yang luas yang
meliputi sarana dan prasarana pariwisata di dalamnya. Taman nasional lorentz, taman nasional
komodo, taman nasional gunung leuser, dll

4. Perlindungan Hutan

Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hutan agar tetap terjaga
dari kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata, hutan buru, dan lain sebagainya

5. Cagar Alam

Pengertian cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik dari segi tanaman maupun
binatang yang hidup di dalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di
masa kini dan masa mendatang. Contoh : cagar alam ujung kulon, cagar alam way kambas

6. Suaka Margasatwa

Suaka margasatwa adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hewan/binatang yang
hampir punah. Contoh : harimau, komodo, tapir, orangutan, dan lain sebagainya

7. Kebun botani (atau taman botani)

adalah suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan
koleksi, penelitian, dan konservasi ex-situ (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani
dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung. Arboretum adalah
semacam kebun botani yang mengkoleksi pepohonan.

2.1.4 Hambatan Konservasi

Ø Hambatan fisik

Hambatan fisik yang dihadapi dalam kegiatan konservasi adalah hambatan yang berkenaan
dengan letak geografis sumber daya alam. Letak sumber daya alam yang tidak bisa dijangkau
oleh manusia merupakan hambatan bagi manusia untuk mengelola maupun melestarikannya.
Misalnya daerah lereng bukit atau tebing, daerah ini akan menyulitkan kita untuk melakukan
reboisasi, padahal lahan tersebut sangat membutuhan reboisasi untuk mencegah longsor atau
erosi.

Ø Hambatan ekonomi.

Hambatan ekonomi biasanya berkenaan dengan sejumlah modal untuk melakukan kegiatan
konservasi. Kurangnya permodalan dalam kegiatan konservasi akan menyebabkan kurangnya
pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak mengetahui arti
pentingnya konservasi bagi kelangsungan hidup manusia. Ketidaktahuan masyarakat tersebut
akan menyebabkan perbedaan keinginan antara kepentingan masyarakat dengan kepentingan
pemerintah. Di satu sisi pemerintah melakukan konservasi, sementara di sisi lain masyarakat
melakukan deplisi, sehingga konservasi tidak bisa berjalan atau menjadi sesuatu yang sia-sia.

Ø Hambatan kelembagaan

Konservasi tidak bisa dilakukan karena adanya kebiasaan atau adat istiadat masyarakat
setempat yang menghambat kegiatan konservasi. Bahkan ada adat istiadat yang cenderung
menguras sumber daya alam dan merusak lingkungan. Dengan adanya hambatan tersebut
konservasi tidak bisa dilakukan, kecuali bisa mengubah adat atau kebiasaan masyarakat tersebut.

Ø Hambatan teknologi

Seperti dijelaskan pada pembahasan-pembahasan sebelum-nya, bahwa teknologi mempunyai


peran terhadap pencegahan habisnya sumber daya alam dan rusaknya lingkungan. Jadi
keterbatasan teknologi akan menjadi penghambat untuk melakukan kegiatan konservasi.
Kemajuan teknologi yang cukup pesat akan menyerap kekayaan (eksploitasi sumber daya alam)
dan kurangnya aparat pengawasan serta terbatasnya sarana prasarana.

Ø Tekanan penduduk

Jumlah penduduk Indonesia yang padat sehingga kebutuhan akan sumber daya alam
meningkat.

Ø Tingkat kesadaran

Tingkat kesadaran ekologis dari masyarakat masih rendah, hal ini dikarenakan tingkat
pendidikan yang rendah dan pendapatan yang belum memadai. Sebagai contoh beberapa
kawasan konservasi yang telah ditetapkan banyak mengalami kerusakan akibat perladangan liar /
berpindah-pindah.

Ø Peraturan dan perundang-undangan

Peraturan perundang-undangan yang ada saat ini belum cukup mendukung pembentukan
kawasan konservasi khususnya laut (perairan).

2.1.5 Program-Program Konservasi

a. Program Konservasi Di Dalam Kawasan

Tujuanya utamanya adalah menciptakan suatu system pengelolahan kawasan konservasi yang
lebih evesien dan efektif sehingga dapat dirasakan manfaat adanya kawasan konservasi ini oleh
masyarakat luas baik langsung atau tdak langsung dan pada akhirnya diharapkan kesadaran
ekologis masyarakat dapat ditingkatkan sehingga kehadiran kawasan konservasi dirasakan benar
- benar merupakan suatu kebetulan yang luas ada di dalam lingkungan.

b. Program Konservasi Di Luar Kawasan


Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk tetap menjaga kelestarian sumberdaya alam hayati.
Contoh ; Adanya kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya, pemukiman penduduk,
perkantoran, dan pusat-pusat kegiatan lain.

c. Program Pengembangan Wisata Alam

Penyelenggaraan Program ini dilaksanakan dengan cara pengembangan Wisata dalam


kawasan / di luar kawasan konservasi bagi kepentingan rekreasi dan pariwisata secara alami
dalam rangka pendidikan dan mengikutsertakan masyarakat atas kegiatan konservasi .

d. Program Pembinaan Cinta Alam

Pokok Kegiatan yang dilaksanakan ialah peningkatan kesadaran masyarakat atas pentingnya
upaya konservasi sumberdaya alam .

e. Program Monitoring Dampak Lingkungan

Penyelenggaran Program ini adalah dalam bentuk pengawasan pembinaan dan bimbingan /
pengendalian di bidang lingkungan hidup khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan
sumberdaya alam , baik yang berada di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan
konservasi termasuk pemanfaatan setiap jenis sumberdaya alam .

f. Program Pembinaan Dan Pengembangan Unsur Penunjang

Dalam Pelaksanaannya diperlukan suatu sarana penunjang yang seimbang dan memadai ,
baik yang meliputi dukungan kesempurnaan peraturan perundangan ,maupun organisasi dan
manajemennya yang disertai dengan pengembangan personil, kelengkapan sarana dan fasilitas
kerja .

2.2 Deplisi

Deplisi berasal dari kata “deplation”, yang suatu cara pengambilan sumber daya alam secara
besar-besaran. Deplisi ini merupakan implikasi paling awal yang terjadi akibat penggunaan
sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan atau kepuasan manusia.

Pada tingkat perorangan (mikro) deplisi biasanya terjadi demi untuk memenuhi kebutuhan
akan bahan hidup. Sedangkan pada tingkat negara (makro) deplisi terjadi untuk mempercepat
proses pembangunan yang lebih tinggi, apalagi untuk negara yang sedang berkembang di mana
tingkat pembangunannya masih rendah.

Bagi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui deplisi berarti pengurasan sumber daya
yang ada; sedangkan untuk sumber daya alam yang dapat pulih, deplisi walaupun dapat dengan
usaha konservasi, namun dampaknya terhadap lingkungan hidup masih tetap akan membekas
dan membutuhkan waktu lama untuk pemulihannya.
Dengan kata lain deplisi dapat diartikan sebagai perubahan distribusi antar waktu dalam
tingkat penggunaan ke masa sekarang, sedangkan konservasi menunjukkan perubahan distribusi
antar waktu dalam tingkat penggunaan ke masa yang akan dating.

2.2.1 Penyebab Terjadinya Deplisi

Menurut para ahli lingkungan, sebenarnya yang menyebabkan terjadinya deplisi pada
dasarnya dapat disebabkan oleh dua kelompok;

a. kelompok pertama adalah kelompok kapasitas

kelompok ini yang mempunyai tujuan untuk memaksimumkan laba, sehingga mereka ini
berusaha untuk menggali sumberdaya alam sebanyaknya dalam waktu secepat mungkin untuk
mendapatkan keuntungan secepatnya.

b. Kelompok kedua adalah kelompok yang miskin

Sedangkan kelompok ini bertujuan untuk memenuhi kelangsungan hidupnya. Kelompok ini
terpaksa mengurus sumberdaya alam karena kemiskinannya tanpa memperhatikan kelestarian
lingkungan yang sesungguhnya adalah tempat mereka sendiri sebagai tempat untuk hidup.

Bagaimanapun atau pada kelompok manapun penggunaan sumberdaya secara besar-besaran


dengan tidak memikirkan bagaimana keadaan dimasa depan, deplisi ini akan menjadi hal yang
sangat merugikan karena berlangsung secara terus-menerus dan mengekspolitasi tanpa
memandang sisi lain.

· Dampak Dari Deplisi :

a. Kepunahan Flora/Fauna

b. Kelangkaan Flora/Fauna

c. Menipisnya Lapisan Ozon

d. Erosi

e. Kebakaran Hutan

f. Global Warming/Pemanasan Global, dll

2.3 Persediaan

Persediaan (Cadangan) adalah Sumberdaya Alam yang sudah kita ketahui (identified) dan
bernilai ekonomis, Sumber daya alam bisa disebut cadangan jika sudah diketahui baik dari segi
jumlah atau besarnya deposit yang sudah terukur dalam satu satuan seperti ton, dan telah
diketahui manfaatnya. Sebagai akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi
baru, cadangan akan meningkat bila :

· Ada penemuan baru (discovery)

· Peningkatan cadangan yang telah terbukti (extension)

· Revisi (revision) akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru.

2.3.1 Kelangkaan Persediaan

Kelangkaan adalah jumlah barang atau sumberdaya yang diketahui dan bernilai ekonomis
yang kurang dari kebutuhan yang diharapkan, sehingga menjadi masalah yang mesti dipecahkan.

Kelangkaan dapat diklasifikasikan menjadi kelangkaan absolut (absolute scarcity) dan


kelangkaan relative (relative scarcity) (Suparmoko, 1997).

1. Kelangkaan absolut (absolut scarcity)

Kelangkaan absolut sering juga disebut “malthusian scarcity” karena konsep kelangkaan absolut
pertama kali diperkenalkan oleh Robert Malthus. Kelangkaan absolut didefinisikan sebagai
fenomen kelangkaan sumber daya alam secara fisik Sistem ekonomi sering tergantung pada satu
sumber daya esensial yang memiliki batas tertentu dalam ketersediaannya secara fisik. Jika
sumber daya alam ini habis maka akan

menentukan batas-batas fisik pada proses ekonomi baik prduksi maupun konsumsi. Periode
kelangkaan absolut ini mulai terjadi ketika permintaan (demand) akan suatu sumber daya alam
akan melebihi penawarannya (supply), yang pada gilirannya kalau hal ini terus terjadi akan
mengakibatkan pengurasan sumber daya alam dan habisnya sumber daya alam.

1. Kelangkaan relatif (relative scarcity)

Kelangkaan relative sering juga disebut “ricardian scarcity”.Kelangkaan relatif terjadi ketika
suatu sumber daya masih cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan tetapi distribusinya tidak
merata bagi yang membutuhkan sumberdaya alam tersebut.

Keberadaan kedua bentuk kelangkaan di atas bisa mengakibatkan meningkatnya harga-harga


bahan-bahan mentah, barang-barang jadi dan jasa, serta bisa menimbulkan gangguan ekongmi
(economic disruption) dan pada gilirannya yang harus mencari sumber daya substirusi untuk
mengganti sumber daya yang langka tersebut.

Kelangkaan sumber daya alam harus memiliki tiga ciri penting:

a. Mengacu masa depan, Indikator ini mempertimbangkan pola permintaan masa depan, sumber-
sumber alternatif bagi sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, perubahan dalam biaya
ekstraksi atau pengolahan dan sebagainya.
b. Komgarabilitas-bisa diperbandingkan (comparability), Indikator yang ideal harus
dimungkinkan adanya perbandingan langsung diantara sumber daya alternatif untuk
mengidentifikasi permasalahan yang paling serius dihadapi sumber daya alam, terutama yang
berkenaan dengan kelangkaan. Perbandingan ini tidak hanya untuk menilai tingkat kelangkaan
tetapi juga sejauh mana seriusnya kelangkaan tersebut dan hal ini harus dipertimbangkan dalam
penilaian kelangkaan sumber daya alam.

c. Komputabilitas-bisa dihitung (computability),Indikator ini mempertimbangkan bahwa


kelangkaan sumber daya harus bisa diperhitungkan dan dianalisa berdasarkan informasi yang
tersedia atau informasi yang bisa diperoleh secara terbuka.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Manusia dengan segala keinginannya menyebabkan banyaknya sumberdaya yang digunakan


dalam proses pemenuhannya. Sebuah langkah agar tetap menikati namun juga tetap melestarikan
barang sumberdaya ialah dengan konservasi, hal ini karena konservasi merupakan sebuah
tindakan mencegah pengurasan sumberdaya alam dengan cara pengambilan yang tidak
berlebihan sehingga dalam jangka panjang masih dapat tersedia.

Sebaliknya, jika konservasi tidak dilakukan melainkan deplisi yang terjadi, maka kelangkaan
sumberdaya alam itu akan mutlak terjadi. Deplisi yang berarti suatu pengambilan sumberdaya
secara besar-besaran tentu dapat menimbulkan efek seperti yang telah disebutkan. Melakukan
konservasi juga dapat menjamin persediaan SDA ke depannya sehingga dapat menjaga
kelangsungan hidup, mahluk hidup di bumi sampai batas waktu yang lama.

B. Saran

Saran kepada para pembaca terutama dosen pengasuh mata kuliah Ekonomi Lingkungan dan
SDA, makalah yang kami buat ini tidak luput dari yang namanya kekurangan. Untuk itu saya
mengaharapkan saran-saran dari para pembaca yang sifatnya membangun, agar makalah kami
yang selanjutnya bisa lebih baik lagi.

DAFTAR ISI

http://dosen.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2012/03

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3784/1/komunikasi-Inon3.pdf
http://silencesdogood.wordpress.com/2011/12/22/pengertian-dasar-konservasi-tanahdan-air/

http://silencesdogood.wordpress.com/2011/12/22/pengertian-dasar-konservasi-tanah dan-air/

http://hukumsda.blogspot.com/2012/01/konservasi-sumber-daya-alam.html

Modul Ekonomi Sumber daya Perikanan S2 FIKP UNHAS

Handoyo, Eko dan Tijan. 2010. Model Pendidikan Karakter Berbasis Konservasi: Pengalaman
Universitas Negeri Semarang. Semarang: Cipta Prima Nusantara Semarang.

Khafid, Muhammad. (2013). Kurikulum Unnes 2012 Berbasis Kompetensi dan Konservasi.
Online. Dapat ditemukan di http://konservasi.unnes.ac.id/

Suparmoko, R.M.1989 Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Pusat Antar Universitas-
Studi Ekonomi UGM Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta
8888
Konservasi Deplisi dan Persediaan
•Gifford pinchot konservasi adalah penggunaan SDA untuk kebaikan secara optimal untukjangka waktu yang
lama
•Prof Wantrup Konsevasi adalah memelihara persediaan secara permanen, tanpa pengurangandan perusakan
•Konsevasi adalah suatu tindakan untuk mencegah pengurasan SDA dengan cara pengambilanyang tidak berle
bihan sehingga jangka panjang SDA tetap tersedia

Bentuk Tindakan Konservasi


•Melakukan perencanaan terhadap pangambilan SDA, dengan pengambilan terbatas danpengurasan perlu dice
gah
•Eksploitasi SDA yang efisien dengan limbah yang sedikit mungkin
•Mengembangkan sumberdaya alternatif
•Menggunakan teknologi yang cocok dalam ekploitasi SDA agar dapat mencegah kerusakanlingkungan
•Mengurangi, membatasi pencemaran lingkungan, karena pencemaran akan mengakibatkancadangan SDA ak
an cepat habis

Deplisi
•Deplisi adalah pengambilan SDA secara besar-
besaran yang biasanya demi memenuhikebutuhan akan bahan mentah
•Deplisi untuk SDA
yang tak dapat diperba harui berarti pengurasan, untuk yang bisapiperbaharui juga pengurasan tapi masi
dapat diimbangi fengan konservasi

Perusak Lingkungan
•Kelompok Kapitalis, berprinsip memaksi mumkan laba sehingga mereka menggali SDA sebanyak mungkin
•Kelompok miskin yang terpaksa menguras SDA untuk memenuhi kebutuhan hidup nya

Reserve atau Stock


•Stock adalah jumlah deposit yang ada yang bisa dimanfaatkan untuk yang akan datang

Pesimisme dan Optimisme pada Sumberdaya Alam


•Kelompok pesimis mengatakan SDA kerena pengambilan yang makin banyak karenakebutuhan makin mening
kat( Adam Smith, Thomas Robert Malthus, David Richardo)
•Richardo penggunaan SDA mulai dari yang tinggi kualitasnya sampai yang marjinal
•Teknologi akan menguras SDA
•Kelompok Roma adalah yang pesimis juga ketersediaan SDA masa yang akan datang

Pendapat Kelompok Optimis


•SDA tersedia melimpah dan tidak habis
•Ditemukan sumberdaya baru
•Ongkos produksi yang turun ( harga minyak tahun 1970 tinggi dan turun 6 dolar sampai pertengahan tahun19
80
•Barnet dan Morse penelitian empirisnya mengatakan apa yang dikhawatirkan kelompokpesimis tidak terbukti b
erdasrkan data empiris karena ongkos satuan perunit produksimakin lama makin turun

Pengaruh Teknologi Pendapat Optimis


•Perkembangan teknologi dalam bentuk penemuan cara-cara paroduksi baru akan menghematSDA
•Dengan teknolgi penggunaan SDA dapat digunakan berulang kali lewat proses pengolahankembali limbah pro
duksi (recycle)
•Teknologi dapat menemukan cadangan baru SDA
•Teknologi akan menemukan SDA pengganti

Gerakan Konservasi di Amerika Serikat


•Giffort Pinchot
(pendiri gerakan konsevasi di AS) ditugaskan pemerintah mengem bangkan sektor kehutananan secara
alamiah di AS. Gerakan ini mendapat pertentangan padamasalah pembangun nan dan pelestarian(prese
rvation) SDA.
•Pembangunan pengelolaan SDA secara alamiah atas dasar produksi yang dapatdipertahankan secara meneru
s.
•Pelesatarian artinya tidak ada campur tangan manusia pada alam atau alam dibiarkan utuh.
•Kelompok yang ingin melestarikan alam banyak mengkritik Dinas Taman Nasional yang telahmengijinkan peng
embangan dan komersilisasi taman nasional.
•Akhirnya Dinas ini membiarkan daerah2 liar, namun juga dapat kritik dari golongan lain terhadap keputusan itu
•Konservasi yang dipakai akhirnya berdasarkan salah satu difinisi dari konservasiyangmengatakan “pelestarian
ilmiah” adalah suatu usaha yg menggabungkanpendekatan ilmiah dengan usaha pelestarian lingkungan
pembangunan dengan cara hatihati

Konservasi dan Investasi


•Investasi dan disinvestasi kaitannya dengan perubahan nilai barang modal seseorang,perusahaan atau masya
rakat sebagai akibat perubahan dalam tingkat pendapatanmaupun tingkat konsumsi yang bersangkutan.
•Investasi menghasilkan deplisi, karena investasi meningkat produksi makin banyak mengurasSDA(deplisi)
•Disinvestasi menghasilkan konservasi

Penggunaan Lestari Sebagai Tujuan Ekonomi


•Setiap tindakan yg diarahkan kepada penggunaan SDA dapat diartikan sebagai suatu tindakankonservasi.
Tindakan2 tsb bersifat konservasi sampai suatu penggunaan maksimum yanglestari(maxi mum sustained
use) dapat dicapai
•Penggunaan SDA maksimum berlaku misalnya ikan dg asumsi:

•Harus ada panenan maksimum yang dapat dilaksanakan secara periodik tempa mempengaruhi pertumbuhan

alamiah.

•Tidaklah ekonomis untuk meningkatkanatau menstabilkan pertumbuhan alamiah besrta pemanenannya dg

cara2 ttt, misalnya dg menggunakan perbaikan lingkungan hidup, pemberian makan, penyebaran serang

ga(preda tor) untuk memekan serangga lain

•Biaya untuk panen dan permintaan terhadap produk tidak ekonomis sifatnya bila dilaksanakan dibawah jumlah

penenan maksimum menurut kondisi alamiah


Standar Minimum yang Aman untuk Konservasi
•Standar minimumnya adalah bagaimana kita bisa mencegah masalah lingkungan kritis,Dengan adanya konser
vasi daerah2 kritis dapat diatasi (contoh sumberdaya tanah,standar minimum
yang aman dalah mencegah bagaimana erosi tidak terjadi
•Standar minimum untuk hutan yaitu dg menghindari tingkat kebakaran hutan yang maksimum
•Suberdaya air standar minimum yang amam berarti pencegahan pencemaran tertinggiterhadap air minum
999999

KONSERVASI, DEPLISI DAN CADANGAN

A. PENGERTIAN SUMBER DAYA DAN SUMBER DAYA ALAM

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sumberdaya bermakna bahan dan atau keadaan yang dapat
digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan sumberdaya alam ialah diartikan
sebagai potensi alam yang dikembangkan untuk proses produksi. Ini mengartikan bahwa tidak setiap
benda yang kita jumpai merupakan sumberdaya alam, namun belum tentu tidak menjadi sumberdaya
pada masa depan karena manusia akan terum berkembang dan berusaha untuk memenuhi
kebutuhannya dengan segala upaya yang dimilikinya.

Permasalahan yang menjadi bahan pembahasan disini yaitu apakah tidak cukup bagi manusia dengan
sumberdaya yang sekarang didapatkannya? Jika sumberdaya yang telah ada digunakan dengan tidak arif
dan bijaksana sumberdaya alam tersebut akan habis. Dengan beragam kemampuan yang dimiliki usaha
untuk tetap memenuhi kebutuhannya memaksa manusia untuk takut akan keadaan seperti diatas, ini
menjadikan langkah untuk tetap menyediakan sumberdaya yang dipakainya, sehingga tetap dapat
dinikmati secara kontinyu.

Pengertian Sumber Daya Alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan,
hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik). Pada
dasarnya Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu,
perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan
keseimbangan tersebut. Semua kekayaan yang ada di bumi ini, baik biotik maupun abiotik, yang dapat
dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan,
manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya
merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh
pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas. “Ridwanaz.com.2010
(pengertian sumber daya alam-macam SDA dan sejenisnya”.

Pengertian Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenis, Sifat Pembaharuan, dan Penggunaannya. Sumber
daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup
manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam
bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya.
Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak
lagi lainnya. “SyarifOnly Blog.2012 (Pengertian Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenis, Sifat
Pembaharuan, dan Penggunaannya)”.

Adapun pengertian menurut ahli:

· Sumber Daya Alam adalah Menurut Suryanegara (1977) mengatakan bahwa secara definisi sumber
daya alam adalah unsur - unsur lingkungan alam, baik fisik maupun hayati yang diperlukan manusia
dalam memenuhi kebutuhannya guna meningkatkan kesejahteraan hidup.
http://edukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=359&uni
q=298).

· Sumber Daya Alam adalah Menurut Katili (1983) mengemukakan bahwa sumber daya alam adalah
semua unsur tata lingkungan biofisik yang nyata atau potensial dapat memenuhi kebutuhan manusia.

(http://www.google.co.id/search?q=definisi+sumber+daya+menurut+alam+para+ahli&hl=id&cr=country
ID&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-
US:official&tbs=ctr:countryID&prmd=ivns&ei=gPWVTZneNcjOrQfk2fXqCw&start=10&sa=N)

B. PENGELOMPOKKAN SUMBERDAYA ALAM

Berbagai macam sumberdaya alam yang tersedia, maka jenis sumberdaya alam dapat dikelompokkan
atas 2 kelompok, yaitu:

1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui

Sumber daya alam yang dapat diperbarui yaitu semua kekayaan alam yang mudah diadakan kembali jika
habis. Contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah hewan, tumbuhan, air, udara, dan zat
hara. Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sebagai berikut :

a. Bahan pangan

Bahan pangan adalah bahan makanan yang berguna untuk mencukupi akan kebutuhan makanan bagi
manusia. Beberapa contoh sumber daya alam yang dipergunakan untuk bahan pangan antara lain :

1) Kedelai untuk membuat kecap, tahu dan tempe.

2) Gandum untuk membuat terigu.

3) Ayam dan bebek untuk diambil telur dan dagingnya.

4) Sapi dan kambing untuk diambil susu dan dagingnya.

b. Bahan sandang

Bahan sandang adalah bahan pakaian. Beberapa sumber daya alam yang dijadikan untuk bahan sandang
antara lain :

1) Serat kapas untuk membuat kain katun.

2) Serat kepompong ulat sutra untuk membuat kain sutra.

3) Serat rambut domba untuk membuat kain wol.

c. Peralatan rumah tangga

Contoh sumber daya alam yang digunakan untuk peralatan rumah tangga antara lain :

1) Kayu jati dan rotan untuk membuat tempat tidur, lemari, meja dan kursi.

2) Kayu sengon untuk membuat centong, dan perabot rumah tangga lainnya
d. Obat tradisional dan produk perawatan tubuh

1) Mengkudu untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

2) Lidah buaya untuk membuat sampo.

3) Rumput laut untuk bahan kosmetik dan sebagainya.

e. Bahan bangunan

1) Tanah liat untuk membuat batu bata dan genting.

2) Pasir untuk bangunan rumah dan batako.

f. Peralatan olah raga

1) Bulu angsa untuk membuat sutlecook.

2) Rotan untuk membuat Holahop dan bola sepak takraw

2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah semua kekataan alam yang jika sudah habis sulit
diadakan kembali. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah minyak bumi, gas alam,
batu bara, barang tambang mineral dan barang tambang non mineral.

Beberapa contoh pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah :

a. Minyak bumi, gas alam dan batu bara untuk bahan bakar

b. Barang tambang logam

· Barang tambang logam dimanfaatkan untuk :

a. Emas dan perak untuk perhiasan.

b. Alumunium untuk peralata dapur, pembungkus makanan, dan badan pesawat terbang.

c. Besi untuk tiang bangunan, pagar rumah dan lain-lain.

d. Tembaga untuk bahan kawat dan kabel.

e. Nikel untuk membuat bahan campuran logam.

f. Perunggu untuk membuat patung.

· Barang tambang non logam

Barang tambang non logam dimanfaatkan untuk :


1) Gipsum untuk bahan cat tembok.

2) Intan untuk perhiasan.

3) Belerang untuk bahan obat-obatan.

4) Grafit dan karbon untuk membuat pencil.

5) Asbes untuk atap rumah.

6) Aspal untuk pengeras jalan.

C. KONSERVASI

1. Pengertian Konservasi

Konservasi adalah penggunaan SDA untuk kebaikan secara optimal dalam jumlah yang terbanyak dan
jangka waktu paling lama atau suatu tindakan untuk mencegah pengurasan SDA dengan cara
pengambilan yang tidak berlebihan sehingga dalam jangka panjang SDA tetap tersedia. Dari cara
pandang sosial-budaya, konservasi dikonotasikan sebagai kewajiban moral yang menunrutnya untuk
melindungi satu jenis atau beberapa sumber daya. Konservasi secara umum seringkali diartikan sebagai
tindakan perlindungan, pengawetan, pemeliharaan dan pengumpulan barang-barang yang ada. Ada pula
yang mengartikan konservasi merupakan pemakaian sumber daya alam dengan bijaksana dan
mempertimbangkan unsure waktu.

Wantrup (1986) menyatakan bahwa konservasi sumber daya alam bukanlah memelihara persediaan
secara permanen, tanpa pengurangan dan perusakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa konservasi adalah
suatu tindakan untuk mencegah pengusan sumber daya alam dengan cara pengambilan yang tidak
berlebihan sehingga dalam jangka panjang sumber daya alam tetap tersedia.

Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di
peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk
pemanfaatan, masa depan.

Menurut UU No. 4 Thn 1982 konservasi sumber daya alam adalah pengelolah sumber daya alam yang
menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumber daya terbarui menjamin kesinambungan
untuk persediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman.

Jadi konservasi ini merupakan suatu kegiatan untuk mengupayakan pelestarian lingkungan yang
keberadaannya dimanfaatkan dan dipertahankan pada setiap lingkungan di masa akan datang.

Tujuan dari kegiatan konservasi, antara lain :

a. Memelihara dan melindungi tempat-tempat yang indah dan berharga, agar tidak hancur atau
berubah sampai batas-batas yang wajar.

b. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama, agar tidak terlantar. Apakah dengan
menghidupkan kembali fungsi lama, ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi
baru yang dibutuhkan.
c. Melindungi benda-benda cagar budaya yang dilakukan secara langsung dengan cara membersihkan,
memelihara, memperbaiki, baik secara fisik maupun khemis secara langsung dari pengaruh berbagai
faktor lingkungan yang merusak.

d. Melindungi benda-benda (dalam hal ini benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala) dari
kerusakan yang diakibatkan oleh alam, kimiawi dan mikro organisme.

Sumber:

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2061466-pengertian-
konservasi/#ixzz1JeBaWYIg

2. Langkah-Langkah Konservasi

Suparmoko (1997) konservasi dapat dilakukan dengan beberapa cara:

a. Melakukan perencanaan terhadap pengambilan sumber daya alam, dengan pengambilan secara
terbatas, dan tindakan yang mengarah pada pengurasan perlu dicegah.

b. Mengusahakan eksploitasi sumber daya alam secara efisien, yakni dengan sesedikit mungkin.

c. Mengembangkan sumber daya alternatif atau mencari sumber daya pengganti sehingga sumber
daya alam yang terbatas jumlahnya dapat disubstitusikan dengan sumber daya alam jenis lain.

d. Menggunakan unsur-unsur teknologi yang sesuai dalam mengeksploitasi sumber daya alam agar
dapat menghemat penggunaan sumber daya tersebut dan tidak merusak lingkungan.

e. Mengurangi, membatasi dan mengatasi pencemaran lingkungan karena pencemaran akan


mengakibatkan cadangan sumber daya alam semakin cepat habis karena kepunahan, seperti ikan, tanah
dan sebagainya.

Sebenarnya untuk mengatasi kelangkaan dengan menggunakan cara konservasi bukan tanpa masalah,
beberapa masalah konservasi yang didapatkan adalah sebagai berikut. Pertama, masalah konservasi
yang berkenaan dengan “ketidakbisaan” kegiatan konservasi dan yang kedua, masalah konservasi yang
berkenaan dengan “keengganan” melakukan kegiatan konservasiantara lain:

a. Ketidakbiasaan Kegiatan Konservasi

Ketidakbisaan kegiatan dalam konservasi disebabkan karena hambatan-hambatan dalam konservasi


tidak bisa diatasi atau dihilangkan. Hambatan-hambatan tersebut bisa berupa:

· Hambatan fisik

Kegiatan konservasi adalah hambatan yang berkenaan dengan letak geografis sumber daya alam. Letak
sumber daya alam yang tidak bisa dijangkau oleh manusia merupakan hambatan bagi manusia untuk
mengelola maupun melestarikannya. Misalnya daerah lereng bukit atau tebing didaerah Aceh
Darussalam, daerah ini akan menyulitkan kita untuk melakukan reboisasi, padahal lahan tersebut sangat
membutuhan reboisasi untuk mencegah longsor atau erosi.

· Hambatan ekonomi.
Biasanya berkenaan dengan sejumlah modal untuk melakukan kegiatan konservasi. Kurangnya
permodalan dalam kegiatan konservasi akan menyebabkan kurangnya pelatihan dan pendidikan kepada
masyarakat, sehingga masyarakat tidak mengetahui arti pentingnya konservasi bagi kelangsungan hidup
manusia. Ketidaktahuan masyarakat tersebut akan menyebabkan perbedaan keinginan antara
kepentingan masyarakat dengan kepentingan pemerintah. Di satu sisi pemerintah melakukan
konservasi, sementara di sisi lain masyarakat melakukan deplisi, sehingga konservasi tidak bisa berjalan
atau menjadi sesuatu yang sia-sia. Misalnya pada daerah perbukitan seperti Keadaan pertumbuhan
ekonomi di Kabupaten Humbang Hasundutan selama periode 2004 – 2007 relatip stabil. Tingkat
pertumbuhan ekonominya diatas 5% dengan rata-rata 5,78%. Ini di sebabkan oleh terjadinya hambatan
ekonomi.

· Hambatan kelembagaan

Konservasi tidak bisa dilakukan karena adanya kebiasaan atau adat istiadat masyarakat setempat yang
menghambat kegiatan konservasi. Bahkan ada adat istiadat yang cenderung menguras sumber daya
alam dan merusak lingkungan. Dengan adanya hambatan tersebut konservasi tidak bisa dilakukan,
kecuali bisa mengubah adat atau kebiasaan masyarakat tersebut. Misalnya

· Hambatan teknologi

Teknologi mempunyai peran terhadap pencegahan habisnya sumber daya alam dan rusaknya
lingkungan. Jadi keterbatasan teknologi akan menjadi penghambat untuk melakukan kegiatan
konservasi.

b. Keengganan Melakukan Konservasi

Keengganan melakukan konservasi yang dimaksud di sini adalah adanya pertimbangan-pertimbangan


lain mengapa orang enggan atau tidak mau melakukan konservasi. Pertimbangan-pertimbangan
tersebut antara lain: apakah konservasi menguntungkan, waktu perencanaan yang sangat panjang,
risiko ketidakpastian, dan salahan keputusan. Disinilah peran pemerintah dalam melakukan beragam
kebijakan yang terkait dengan persoalan jaminan atas tanah, akses terhadap tanah serta penyediaan
insentif (merupakan suatu bentuk motivasi yang dinyatakan dalam bentuk uang) bagi masyarakat yang
melakukan konservasi.

D. DEPLISI

1. Pengertian Deplisi

Deplisi ini merupakan implikasi paling awal yang terjadi akibat penggunaan sumber daya alam untuk
memenuhi kebutuhan atau kepuasan manusia. Deplisi berasal dari kata “deplation”, atau suatu cara
pengambilan sumber daya alam secara besar-besaran. Pada tingkat perorangan secara mikro deplisi
biasanya terjadi demi untuk memenuhi kebutuhan akan bahan hidup. Sedangkan pada tingkat negara
secara makro deplisi terjadi untuk mempercepat proses pembangunan yang lebih tinggi, apalagi untuk
negara yang sedang berkembang di mana tingkat pembangunannya masih rendah. Deplisi ini
merupakan suatu penyusutan yang terjadi pada suatu benda yang bersifat alami dan tidak dapat
diperbaharui dan deplisi ini sering digunakan pada istilah ekonomi dalam dunia pertambangan untuk
menyatakan penyusutan pada sumberdaya alam yang tidak dapat di perbaharui. Bagi sumber daya alam
yang tidak dapat diperbaharui, terjadinya deplisi akan mempunyai dampak mempercepat habisnya
sumber daya alam akibat pengurasan sumber daya yang ada.

2. Sebab Terjadinya Deplisi

Pendapat para ahli lingkungan, sebenarnya yang menyebabkan terjadinya deplisi pada dasarnya dapat
disebabkan oleh dua kelompok;

a. Kelompok pertama adalah kelompok kapasitas

Mempunyai tujuan untuk memaksimumkan laba, sehingga mereka ini berusaha untuk menggali
sumberdaya alam sebanyaknya dalam waktu secepat mungkin untuk mendapatkan keuntungan
secepatnya.

b. Kelompok kedua adalah kelompok yang miskin

Bertujuan untuk memenuhi kelangsungan hidupnya. Kelompok ini terpaksa mengurus sumberdaya alam
karena kemiskinannya tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan yang sesungguhnya adalah tempat
mereka sendiri sebagai tempat untuk hidup. Bagaimanapun atau pada kelompok manapun penggunaan
sumberdaya secara besar-besaran dengan tidak memikirkan bagaimana keadaan dimasa depan, deplisi
ini akan menjadi hal yang sangat merugikan karena berlangsung secara terus-menerus dan
mengekspolitasi tanpa memandang sisi lain.

E. PERSEDIAAN (CADANGAN)

1. Pengertian Persediaan (Cadangan)

Adalah Sumberdaya Alam yang sudah kita ketahui (identified) dan bernilai ekonomis, Sumber daya alam
bisa disebut cadangan jika sudah diketahui baik dari segi jumlah atau besarnya deposit yang sudah
terukur dalam satu satuan seperti ton, dan telah diketahui manfaatnya. Sebagai akibat kebutuhan
informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru, cadangan akan meningkat bila :

· Ada penemuan baru

· Peningkatan cadangan yang telah terbukti

· Revisi akibat kebutuhan informasi mengenai kondisi pasar dan teknologi baru.

2. Kelangkaan Persediaan

Definisi dan pemahaman diatas kita jadi terbuka bahwa persediaan/cadangan itu terjadi karena adanya
kekhawatiran akan sebuah kejadian, yaitu kelangkaan. Kelangkaan adalah jumlah barang atau
sumberdaya yang diketahui dan bernilai ekonomis yang kurang dari kebutuhan yang diharapkan,
sehingga menjadi masalah yang mesti dipecahkan.

Kelangkaan dapat diklasifikasikan menjadi kelangkaan absolut (absolute scarcity) dan kelangkaan
relative (relative scarcity) (Suparmoko, 1997).

a. Kelangkaan absolut (absolut scarcity)


Pertama kali diperkenalkan oleh Robert Malthus. Kelangkaan absolut didefinisikan sebagai fenomena
kelangkaan sumber daya alam secara fisik sistem ekonomi sering tergantung pada satu sumber daya
esensial yang memiliki batas tertentu dalam ketersediaannya secara fisik. Jika sumber daya alam ini
habis maka akan menentukan batas-batas fisik pada proses ekonomi baik prduksi maupun konsumsi.
Periode kelangkaan absolut ini mulai terjadi ketika permintaan akan suatu sumber daya alam akan
melebihi penawarannya, yang pada gilirannya kalau hal ini terus terjadi akan mengakibatkan pengurasan
sumber daya alam dan habisnya sumber daya alam.

b. Kelangkaan relatif (relative scarcity)

Ketika suatu sumber daya masih cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan tetapi distribusinya tidak
merata bagi yang membutuhkan sumberdaya alam tersebut.

Keberadaan kedua bentuk kelangkaan di atas bisa mengakibatkan meningkatnya harga-harga bahan-
bahan mentah, barang-barang jadi dan jasa, serta bisa menimbulkan gangguan ekongmi (economic
disruption) dan pada gilirannya yang harus mencari sumber daya substirusi untuk mengganti sumber
daya yang langka tersebut.

Sumber daya alam harus memiliki tiga ciri penting:

a) Mengacu masa depan, Indikator ini mempertimbangkan pola permintaan masa depan, sumber-
sumber alternatif bagi sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, perubahan dalam biaya ekstraksi
atau pengolahan dan sebagainya.

b) Komgarabilitas-bisa diperbandingkan, Indikator yang ideal harus dimungkinkan adanya


perbandingan langsung diantara sumber daya alternatif untuk mengidentifikasi permasalahan yang
paling serius dihadapi sumber daya alam, terutama yang berkenaan dengan kelangkaan. Perbandingan
ini tidak hanya untuk menilai tingkat kelangkaan tetapi juga sejauh mana seriusnya kelangkaan tersebut
dan hal ini harus dipertimbangkan dalam penilaian kelangkaan sumber daya alam.

c) Komputabilitas-bisa dihitung, Indikator ini mempertimbangkan bahwa kelangkaan sumber daya


harus bisa diperhitungkan dan dianalisa berdasarkan informasi yang tersedia atau informasi yang bisa
diperoleh secara terbuka.

Kelangkaan sumber daya ini sangat bermanfaat sebagai dasar dalam menganalisa tingkat produksi dan
konsumsi yang optimal sehingga memenuhi kebutuhan manusia pada saat ini dan generasi yang akan
datang. Tingkat persediaan/cadangan sumber daya alam yang dinamis dalam konteks analisa ekonomi
lingkungan berpijak dari konsep kelangkaan ini.

F. PERANAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN

Ilmu ekonomi dalam kaitannya dengan sumber daya alam dan lingkungan yaitu mengenai pengambilan
keputusan dalam penggunaan sumber daya alam yang langka. Penggunaan sumber daya alam untuk
masa mendatang merupakan imbangan antarpenduduk dan sumber daya alam. Sumber daya alam
adalah segala sesuatu yang berada di bawah maupun di atas bumi dan belum dilibatkan dalam proses
produksi.
Sumber daya alam adalah sumber daya alam yang sudah diambil dari bumi dan digunakan sebagai faktor
produksi. Pertumbuhan ekonomi yang cepat memerlukan barang sumber daya yang banyak namun
dapat mengurangi sumber daya alam di bumi. Teori ekonomi yang digunakan dalam pertumbuhan
ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam adalah fungsi produksi.

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang berlangsung terus menerus namun tidak
menyebabkan kesejahteraan generasi penerus menjadi menurundan ini disebut juga tekanan ekologi
yang merupakan menurunnya kualitas sumber daya alam terhadap prospek ekonomi. Kondisi ini dapat
diatasi hanya dengan merubah kebijakan ekonomi. pembangunan berkelanjutan dapat dilihat dari
terpeliharanya lingkungan alami, masih besarnya peranan sumber daya alam sebagai sumber bahan
mentah dan besarnya peranan lingkungan untuk menampung limbah dan mempunyai kemampuan
untuk mengolah limbah secara alami.
101010101010110