Anda di halaman 1dari 4

4) Pihak Kedua menyatakan tidak menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Tidak Tetap

atau Menjadi Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara pada Pemerintah
Kabupaten Solok.
5) Pihak Kedua Menyatakan kesanggupannya untuk dijatuhi sanksi yang telah ditetapkan
Pihak Pertama jika terbukti melakukan pelanggaran, sanksi tersebut berupa:
a. Skorsing dengan tidak menerima imbalan jasa dalam bulan berjalan;
b. Pemutusan kontrak secara sepihak; atau
c. Hukuman bentuk lain dengan merujuk kepada Peraturan Pemerintah yang mengatur.

PASAL 3
PENEMPATAN, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB
1) PIHAK KEDUA akan bekerja sebagai (Tenaga Keperawatan) pada (Bidang Pelayanan)
2) Tugas dan tanggung jawab PIHAK KEDUA adalah sebagai berikut :
1. Memberikan asuhan keperawatan meliputi pengkajian keperawatan, diagnosa
keperawatan, perencanaan keperawatan, tindakan keperawatan, evaluasi
keperawatan dan catatan asuhan keperawatan di unit rawat jalan tingkat lanjut
(RJTL), rawat inap tingkat lanjut (RITL), dan di Instalasi Gawat Darurat, serta
mendampingi rujukan, sesuai dengan standard pelayanan, standard profesi, dan
standar prosedur operasional keperawatan.
2. Menyiapkan fasilitas dan lingkungan rawatan untuk kelancaran pelayanan serta
memudahkan pasien dalam menerima pelayanan dengan cara:
 Mengawasi kebersihan lingkungan
 Mengatur tata ruang keperawatan agar memudahkan dan memperlancar
pelayanan yang diberikan kepada pasien
 Memeriksa persiapan peralatan yang diperlukan dalam memberikan pelayanan
3. Melakukan Overan setiap pertukaran Shift dan mengikuti pre dan post confenance
4. Melaksanakan tugas rutin ruangan
5. Membantu pasien selama pemeriksaan dokter antara lain :
 Memberikan penjelasan kepada pasien tentang tindakan pemeriksaan yang akan
dilakukan
 Menyiapkan pasien untuk tindakan pemeriksaan : antara lain mengatur posisi
pasien dan menciptakan rasa aman dan nyaman selama tindakan pemeriksaan
berlangsung.
6. Merujuk pasien kepada anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kebutuhan untuk
pemeriksaan diagnostik, tindakan pengobatan dan perawatan lanjutan.
7. Melaksanakan system pencatatan dan pelaporan sesuai kebutuhan yang berlaku,
dengan cara :
 Mencatat asuhan keperawatan yang diberikan, reaksi dan keadaan pasien
 Berperan serta dalam pembuatan laporan harian dan bulanan mengenai
pelaksanaan asuhan keperawatan dan kegiatan lain di ruang keperawatan.
8. Memelihara peralatan medis keperawatan dalam keadaan siap pakai, dengan cara :
 Membersihkan dan menyiapkan alat-alat yang digunakan
 Menyiapkan alat secara lengkap dalam keadaan siap pakai.
9. Bekerja secara kooperatif dengan anggota tim kesehatan dalam memberikan
pelayanan kepada pasien di ruangan dengan cara menciptakan dan memelihara
hubungan kerja yang baik antara anggota tim.
10. Melaporkan adanya temuan penyakit infeksi atau menular kepada dokter atau
penanggung jawab ruangan.
11. Menyaran kunjungan ulang, terutama pasien yang pertama kali berkunjung, sesuai
dengan program pengobatan.
12. Melaksanakan tugas pagi, sore, malam dan hari libur secara bergilir, sesuai jadwal
dinas yang disusun oleh kepala ruangan.
13. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh penanggung jawab ruangan.
14. Merujuk pasien ke fasilitas kesehatan lain jika tidak bisa ditangani di Rumah Sakit
Umum Daerah RSUD Arosuka.
15. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan.
3) PIHAK PERTAMA berhak menempatkan PIHAK KEDUA dalam Melaksanakan tugas
dan pekerjaan lain yang oleh PIHAK PERTAMA dianggap lebih cocok serta sesuai
dengan keahlian yang dimiliki PIHAK KEDUA, dengan syarat masih tetap berada di
dalam lingkup tugas dan fungsi RSUD Arosuka.
4) Pihak Kedua akan patuh pada perintah atau instruksi dari Pihak Pertama selama perintah
dan instruksi tersebut tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan yang berlaku di
Negara Republik Indonesia yang di evaluasi setiap hari, mingguan dan bulanan.

PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
PIHAK PERTAMA berhak ;
1. Memperoleh pelayanan keperawatan sesuai dengan standar pelayanan, standar
operasional serta standar prosedur operasional keperawatan;
2. Memberikan teguran / peringatan apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran disiplin
kerja, etika profesi dan standar operasional keperawatan;
3. Melakukan pemotongan imbalan honorarium, apabila PIHAK KEDUA meninggalkan dinas
tanpa ijin setiap kali sebesar Rp 25.000 untuk jadwal dinas pagi atau sore dan Rp 35.000
pada jadwal dinas malam;
4. Memberikan surat peringatan I ( SP I ) apabila 3 ( tiga ) hari meninggalkan dinas tanpa ijin,
SP II setelah 4 ( empat ) hari meninggalkan dinas tanpa ijin, dan SP III 5 ( lima ) hari
meninggalkan dinas tanpa ijin, dan disertai surat pemutusan hubungan kerja;
5. Melakukan pemutusan hubungan kerja apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi
kewajibannya;
6. Melakukan pemotongan Jasa Pelayanan (JP) sebanyak 2% apabila Pihak Kedua tidak
hadir / tidak melaksanakan tugas sesuai dengan jadwal yang sudah diterapkan;

PIHAK PERTAMA berkewajiban ;


1. Membayarkan imbalan jasa yang telah dilaksanakan sesuai dengan perjanjian;
2. Mentaati perjanjian yang telah disepakati dan semua peraturan perundangan yang berlaku;
3. Melaksanakan ketentuan jam kerja sesuai peraturan yang berlaku;
4. Memenuhi dan menghormati hak-hak PIHAK KEDUA.

PIHAK KEDUA berhak ;


1. Pihak kedua menerima Honor setiap bulannya sebesar Rp. 800.000 ( Delapan ratus ribu
rupiah ) yang dibayarkan melalui mata anggaran belanja honorarium pegawai honorer /
tidak tetap pada kegiatan penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan RSUD Arosuka
Kabupaten Solok tahun anggaran 2018;
2. Memperoleh tambahan penghasilan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di
RSUD Arosuka;
3. Pihak kedua berhak memperoleh Cuti Melahirkan selama 40 Hari (empat puluh) hari untuk
persalinan pertama dan kedua;
4. Bagi yang menyusui berhak mendapat dispensasi pulang lebih awal dari jam yang
seharusnya, sebagai berikut :
a. Bayi yang masing berumur 0-6 bulan jam pulangnya pukul 12.00
b. Bayi yang masing berumur 6-12 bulan jam pulangnya pukul 13.00
5. Mendapatkan pengakuan pengalaman kerja sesuai dengan masa kerja;
6. Melakukan pemutusan hubungan kerja apabila PIHAK PERTAMA tidak memenuhi
kewajibannya.
PIHAK KEDUA berkewajiban ;
1. Melaksanakan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar pelayanan;
2. Mematuhi jadwal dinas kerja, sesuai dengan peraturan dinas yang berlaku di unit kerja;
3. Membuat laporan kinerja bulanan yang diketahui oleh masing-masing kepala ruangan dan
kepala seksi/bidang sebagai syarat pengambilan gaji;
4. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundangan yang
berlaku.
PASAL 5
JANGKA WAKTU PERJANJIAN
1. Perjanjian ini berlaku untuk 1 (satu) tahun, terhitung secara efektif sejak tanggal 1 Januari
2018 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya Jangka Waktu Perjanjian, PARA
PIHAK sepakat untuk saling memberitahukan maksudnya apabila hendak memperpanjang
Perjanjian ini.
3. Pada jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Pasal ini PIHAK PERTAMA
akan melakukan penilaian kembali rekredensial/rekruitmen terhadap PIHAK KEDUA atas :
a. Disiplin Kerja dan capaian kinerja
b. Pelaksanaan Kewenangan sesuai dengan surat penugasan Direktur RSUD Arosuka
c. Kepatuhan dan komitmen terhadap perjanjian kerjasama ini
d. Kelengkapan Administrasi

PASAL 6
PENGAKHIRAN PERJANJIAN
1. Perjanjian ini dapat dibatalkan dan atau diakhiri oleh PARA PIHAK sebelum Jangka Waktu
Perjanjian, berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
a. Persetujuan PARA PIHAK secara tertulis untuk mengakhiri Perjanjian ini yang berlaku
efektif pada tanggal dicapainya kesepakatan pengakhiran tersebut;
b. PIHAK KEDUA melanggar ketentuan yang diatur dalam Perjanjian ini (wanprestasi) dan
tetap tidak memperbaikinya setelah menerima surat teguran/peringatan (SP) sebanyak
3 (tiga) kali, Pengakhiran berlaku efektif secara seketika pada tanggal surat
pemberitahuan pengakhiran Perjanjian ini dari PIHAK PERTAMA;
2. Dalam hal PIHAK KEDUA bermaksud untuk mengakhiri Perjanjian ini secara sepihak
sebelum berakhirnya Jangka Waktu Perjanjian, PIHAK KEDUA wajib memberikan
pemberitahuan tertulis kepada PIHAK PERTAMA mengenai maksudnya tersebut
sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sebelumnya. Apabila tidak, maka honornya terpaksa
tidak dapat dibayarkan;
3. Apabila selambat lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan, sebelum berakhirnya jangka
waktu perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA untuk
memperpanjang waktu perjanjian, maka perjanjian ini berakhir dengan sendirinya;
4. Selain seperti yang tertulis dalam pasal perjanjian ini, perjanjian kerja ini akan berakhir
dengan sendirinya jika PIHAK KEDUA meninggal dunia;
5. PARA PIHAK dengan ini sepakat untuk mengesampingkan berlakunya ketentuan dalam
Pasal 1266 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, sejauh yang mensyaratkan
diperlukannya suatu putusan atau penetapan Hakim/ Pengadilan terlebih dahulu untuk
membatalkan/ mengakhiri suatu Perjanjian;
6. Berakhirnya Perjanjian ini tidak menghapuskan hak dan kewajiban yang telah timbul dan
tetap berlaku sampai terselesaikannya hak dan kewajibannya tersebut.

PASAL 7
KEADAAN MEMAKSA ( FORCE MAJEURE )
Perjanjian kerja ini batal dengan sendirinya jika karena keadaan atau situasi yang memaksa,
seperti: bencana alam, pemberontakan, perang, huru-hara, kerusuhan, Peraturan Pemerintah
atau apapun yang mengakibatkan perjanjian kerja ini tidak mungkin lagi dapat untuk
diwujudkan.

PASAL 8
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat sehubungan dengan
Perjanjian kerjasama ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat oleh PARA
PIHAK.
2. Apabila musyawarah dan mufakat tidak tercapai, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Pengadilan.
3. Mengenai Perjanjian kerjasama ini dan segala akibatnya, PARA PIHAK memilih kediaman
hukum atau domisili yang tetap dan umum di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Koto Baru
PASAL 9
PERJANJIAN TAMBAHAN ( ADDENDUM )
Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerjasama ini akan diatur kemudian dalam
bentuk perjanjian tambahan (Addendum) atas kesepakatan Para Pihak;

Setiap perubahan dan / atau penambahan terhadap perjanjian kerjasama ini wajib dibuat
dengan suatu perjanjian tertulis yang ditanda tangani oleh Para Pihak dalam suatu perjanjian
tambahan (addendum) yang merupakan satu kesatuan dan tidak terpisahkan dari perjanjian
ini.

PASAL 10
PENUTUP
Demikian PERJANJIAN KERJASAMA ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga) asli, masing-masing
sama bunyinya bermaterai cukup dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang
sama bagi Para Pihak, serta ditanda tangani oleh Para Pihak di RSUD Arosuka, pada hari
dan tanggal sebagaimana disebutkan pada bagian awal Perjanjian ini. Kesepakatan ini dibuat
dengan tujuan saling memberi manfaat bagi para pihak, dan RSUD Arosuka pada umumnya.

Dibuat di : Arosuka
Tanggal : 02 Januari 2018

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

(FITRA ADRIANA, S.Kep) (dr. MARYETI MARWAZI, MARS)


PEMBINA (IV/a)
NIP.19671017 200212 2 001