Anda di halaman 1dari 1

Hipotesa Jurnal

Berikut adalah (a) pengaruh jumlah blade terhadap debit dan (b) pengaruh
jumlah blade terhadap torsi. Dari jurnal tersebut diketahui bahwa dalam
perancangan disini menggunakan empat jenis tipe sudu impeller, case 2 adalah tipe
untuk impller dengan sudu S, case 3 adalah impeller dengan sudu tipe radial, case
4 adalah impeller dengan sudu tipe foward curve, case 5 adalah impeller dengan
sudu tipe backward curve. Dari penelitian diatas dapat diketahui dari grafik (a)
bahwa untuk case 5 tipe backward curve memiliki jumlah Q paling rendah dan case
4 tipe foward curve memiliki jumlah Q yang paling tinggi, sedangkan pada grafik
(b) untuk case tipe foward curve memiliki koefisien torsi paling tinggi dibanding
dengan tipe lainnya.
Pengaruh jumlah sudu juga sangat bervariasi terhadap Q ataupun koefisien
Torsi untuk ke empat jenis sudu impller, semakin banyak sudu impeller tidak selalu
memberikan kerja yang optimal terhadap operasi namun terdapat peningkatan
operasi ketika jumlah sudu lebih diatas angka sembilan dan ketika jumlah sudu
diatas angka tiga belas hingga angka enam belas tidak ada kenaikan kerja operasi.
Efek dari jumlah sudu adalah hal yang menarik dan juga harus
dipertimbangkan dalam perancangan desain impeller. Setelah dilakukan
pengamatan karakteristik aliran terhadap jumlah sudu impller yang sama dan
jumlah sudu impeller bervariasi, dari sepuluh hingga enam belas sudu. Secara
keseluruhan hasil yang didapatkan dari variasi jumlah sudu juga memilki hasil yang
sangat bervariasi, namun seperti yang dijelaskan sebelumnya, rusuk kipas Foward
Curve memiliki laju karakteristik aliran yang paling baik dan memiliki torsi
terendah untuk operasinya. Oleh karena itu sudu dengan tipe foward curved
memiliki bentuk yang sangat optimal untuk digunakan dibandingkan dengan semua
tipe sudu impeller yang ada.