Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sejarah
(Inggris, soda; Latin, sodanum, obat sakit kepala). Sebelum Davy berhasil
mengisolasi unsur ini dengan cara elektrolisis soda kaustik, natrium (unsur ini
disebut sodium dalam bahasa Inggris), telah dikenal dalam berbagai suatu
senyawa.
Sumber
Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum
matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di
bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur
terbanyak dalam grup logam alkali.
Jaman sekarang ini, sodium dibuat secara komersil melalui elektrolisis
fusi basah natrium klorida. Metoda ini lebih murah ketimbang
mengelektrolisis natrium hidroksida, seperti yang pernah digunakan beberapa
tahun lalu.
Sifat-sifat
Natrium, seperti unsur radioaktif lainnya, tidak pernah ditemukan
tersendiri di alam. Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan
mengapung di atas air. Tergantung pada jumlah oksida dan logam yang
terkekspos pada air, natrium dapat terbakar secara spontanitas. Lazimnya
unsur ini tidak terbakar pada suhu dibawah 115 derajat Celcius.
Kegunaan
Logam natrium sangat penting dalam fabrikasi senyawa ester dan dalam
persiapan senyawa-senyawa organik. Logam ini dapat di gunakan untuk
memperbaiki struktur beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan
logam cair.Campuran logam natrium dan kalium, NaK, juga merupakan
agen heat transfer (transfusi panas) yang penting.
Senyawa-senyawa
Senyawa yang paling banyak ditemukan adalah natrium klorida (garam
dapur), tapi juga terkandung di dalam mineral-mineral lainnya seperti soda
niter, amphibole, zeolite, dsb.
Senyawa natrium juga penting untuk industri-industri kertas, kaca,
sabun, tekstil, minyak, kimia dan logam. Sabun biasanya merupakan garam
natrium yang mengandung asam lemak tertentu. Pentingnya garam sebagai
nutrisi bagi binatang telah diketahui sejak zaman purbakala.Di antara banyak
senyawa-senyawa natrium yang memiliki kepentingan industrial adalah garam
dapur (NaCl), soda abu (Na2CO3), baking soda (NaHCO3), caustic soda (NaOH), Chile
salpeter(NaNO3), di- dan tri-natrium fosfat, natrium tiosulfat (hypo, Na2S2O3 . 5H20) and
borax(Na2B4O7. 10H2O)
BAB 1
PENDAHULUAN
A. NATRIUM KARBONAT
Natrium karbonat merupakan komoditas kimia yang sekitar 75% produksi dunia adalah
abu sintetis yang dibuat dari Natrium klorida melalui Proses Solvay atau proses yang sejenis,
sisanya yang 25% di produksi dari Natrium karbonat alami. Dalam dunia perdagangan, Natrium
karbonat banyak dimanfaatkan untuk industri kaca, obat – obatan, bahan makanan water
treatment, deterjen, industry pulp dan kertas, indistri tekstil dan lain – lain (Kirk and Othmer,
1979).
Sodium carbonat (Na2CO3) juga merupakan bahan lunak yang larut dalam air dingin dan
kelarutan dalam air kira-kira 30% berat larutan, dalam industry kimia di kenal dengan “soda
ash”. Di negara eropa dan beberapa kota distrik di USA istilah soda mengacu pada
decahidrat (Na2CO310H2O) dan monohidrat (Na2CO3H2O) yang digunakan untuk
kebutuhan rumah tangga, tapi komoditidecahidrat (Na2CO310H2O) dan monohidrat
(Na2CO3H2O) jumlahnya relatif kecil di bandingkan dengan bentuk anhidrat.
Adapun sifat fisis dan sifat kimia dari Natrium karbonat adalah sebagai berikut:
1. Berat molekul nya sebesar 106 g/mol
2. Bentuk Natrium karbonat adalah Kristal dan bersifat higroskopis
3. natrium karbonat berwarna Putih
4. Titik lebur nya sebesar 7,1 g/100 g H2O
5. Densitas pada 20 0C sebesar 2,533 g/ml
6. Kapasitas panas, (85 0C ) sebesar 26,41 cal/ gmol 0C

Kebutuhan Natrium karbonat di Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan


setiap tahun. Untuk memenuhi kebutuhan akan Natrium karbonat sampai saat ini harus melalui
impor dari luar negeri. Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik, maka Impor Natrium karbonat
dari tahun 1999-2002 sebagai berikut
Dalam dunia perdagangan, Natrium karbonat banyak dimanfaatkan untuk:
a. Dalam bidang industri kaca
b. Dipakai untuk obat – obatan
c. Dipakai dalam bahan makanan
d. Digunakan sebagai deterjen, water treatment
e. Dalam bidang industri pulp dan kertas
f. Dalam bidang industri tekstil
BAB II
DESKRIPSI PROSES Na2CO3
A.2. BAHAN BAKU
Natrium karbonat di buat dari bahan-bahan sebagai berikut:
A. Ammonia
Adapun Sifat Fisika dari ammonia adalah sebagai berikut ( Kirk and Othmer, 1979) :
− Rumus molekul : NH3
− Berat Molekul : 17,0305 gr/mol
− Titik didih, 1 atm : - 33,40C
− Titik lebur, 1 atm : - 77,70C
− Tekanan kritis : 1657 psi
− Temperatur kritis : 1330C
− Energi bebas Gibbs (25°C) : -16401 kj/mol
− Kapasitas panas (25°C) : 1,2867 cal/mol 0 C
− Kelarutan, 00 C : 89,9 gr/ 100 gr H2O
− Kelarutan, 860 C : 7,4 gr/ 100 gr H2O
− Densitas, 1 atm : 0,7708 gr/ ml
− Panas spesifik, 150 C : 1,310 cal/mol
Adapun sifat kimia dari ammonia adalah sebagai berikut( Kirk and Othmer, 1979) :
− Pada suhu tinggi bila dioksidasi dengan KMnO4 menghasilkan nitrogen dan air :
2 NH3 + 2 KMnO4 2 KOH + 2 MnO2 + 2 H2O + N2
− Demikian juga oksidasi oleh klorin :
8 NH3 + 3 Cl2 → N2 + 6 NH4Cl
− Dengan katalis Pt-Rhodium dioksidasi menjadi nitrogen oksida dan air untuk
menghasilkan asam nitrat dengan reaksi sebagai berikut :
4 NH3 + 5 O3 → 4 NO + 6 H2O
2 NO + O2 → 2 NO2
3 NO2 + 2 H2O → 2 HNO3 + NO
B. Garam
sifat fisis dari garam adalah sebagai berikut (Kirk and Othmer, 1979) :
− Rumus molekul : NaCl
− Berat molekul : 58,45 gr/mol
− Titik lebur, 1 atm : 800,40 C
− Titik didih, 1 atm : 14130 C
− Densitas : 1,13 gr/ml
− Energi bebas Gibbs (25°C) : -201.320 kj/mol
− Kapasitas panas (25°C) : 1,8063 cal/mol 0 C
− Kelarutan, 00C : 35,7 gr/ 100 gr H2O
− Kelarutan, 1000C : 39,8 gr/ 100 gr H2O
− Tekanan uap, 1 atm : 14650 C
− Panas penguapan, 1 atm : 40.810 cal/mol
Adapun sifat kimia dari Garam adalah sebagai berikut Sifat Kimia ( Kirk and Othmer, 1979) :
Dengan perak nitrat membentuk endapan perak klorida
NaCl + AgNO3 → NaNO3 + AgCl
− Dengan timbal asetat membentuk endapan putih timbal klorida
NaCl + PbAc → NaAc + PbCl2
C.Batu Kapur
Adapun Sifat fisika dari batu kapur adalah sebagai berikut (Kirk and Othmer, 1979):
− Rumus molekul : CaCO3
− Berat Molekul : 100,09 gr/mol
− Titik lebur, 1 atm : 25700 C
− Titik didih, 1 atm : 28500 C
− Densitas, 1 atm : 2,711 gr/ml
− Energi bebas Gibbs (25°C) : -1.129.000 kj/mol
− Kapasitas panas (25°C) : -5,896 cal/mol0 C
− Kelarutan , 250C : 0,0014 gr/ 100 gr H2O
− Kelarutan , 1000 C : 0,002 gr/ 100 gr H2O
− Panas penguapan, 1 atm : 12.700 cal/mol
− Ukuran : 30 mesh
Adapun sifat kimia dari batu kapur adalah sebagai berikut (Kirk and Othmer, 1979):
− Asam klorida encer terjadi penguraian dengan berbuih karena karbon dioksida dilepaskan
CO2 + H2O→ CO3 + 2 H+
− Dengan larutan barium klorida terbentuk endapan putih barium
karbonat
BaCO3 → Ba+2 + CO3
A.2. Proses Pembuatan
Proses pembuatan Natrium karbonat ada dua macam yaitu secara sintetik dan alami.
Secara sintetik terdiri atas proses Le Blanc dan Solvay sedangkan secara alami disebut sebagai
proses Natural. Adapun penjelasan mengenai proses pembuatan Natrium karbonat sebagai
berikut :
A.Proses Le Blanc
Proses ini didasarkan atas pemanggangan salt cake (kerak garam) dengan karbon dan
gamping di dalam tanur putar dan sesudah itu mengeraskan hasilnya dengan air. Produk kasar
dari reaksi ini disebut black ash (abu hitam). Pengerasan dilakukan pada waktu dingin, pada
pengerasan ini berlangsung hidrolisis sebagian sulfida. Ini kemudian diubah lagi menjadi
karbonat melalui.
pengolahan dengan gas yang mengandung karbon dioksida yang berasal dari tanur abu
hitam. Larutan natrium karbonat yang dihasilkan, dipekatkan sehingga menghasilkan Natrium
karbonat yang kemudian dikeringkan atau dikalsinasi. ( Austin, 1996). Reaksi yang terjadi dalam
proses ini adalah(Mc - Ketta,1978):
2NaCl(s) + H2SO4(l) ⇔ NaHSO4(s) + 2HCL(g)
Na2SO4(s) + 4 C(s) ⇔ Na2S(s) + 4 CO(g)
Na2S(s) + CaCO3 (s) ⇔ Na2CO3 (s) + CaS(s)
Sodium karbonat dapat di pisahkan dengan air dari black ash dan di Kaustisasi dengan
kapur mentah, cara ini digunakan untuk mengembalikan sulfur dari kalsium sulfida. Proses
Leblanc masih di gunakan di Inggris dan benua Eropa selama perang dunia pertama, tetapi
jumlahnya terus berkurang selama perang dunia kedua. Pada saat ini proses Leblanc sudah tidak
dilakukan lagi karena beberapa kelemahan diantaranya :
1. konsumsi energi yang sangat besar pada saat pelelehan.
2. membutuhkan tenaga kerja yang intensif karena prosesnya merupakan proses batch yang
memerlukan banyak tahap.
3. menimbulkan dampak lingkungan.
Karena alasan-alasan di atas tersebut maka pada tahun 1880 proses ini tergeser oleh
proses yang lebih bersih dan lebih efisien yaitu proses soda ammonia (proses solvay).
B. Proses Solvay (proses soda ammonia)
Ernest solvay pada tahun 1861 mulai mengembangkan proses soda ammonia. Pada
mulanya proses ini mengalami kesulitan besar dalam bersaing dengan proses Leblanc yang lebih
tua dan lebih mapan, namun dalam beberapa tahun saja proses solvay berhasil menurunkan harga
soda ash sebanyak sepertiganya. Pada tahun 1915 proses soda ammonia akhirnya berhasil
menggantikan proses Leblanc.
Proses solvay pertama kali di perkenalkan di Eropa pada tahun 1866 di Couillt di dekat
Charleroi Belgia. Pabrik ini telah memproduksi 1,5 ton per hari pada tahun 1866 dan pada tahun
1872 meningkat jadi 10 ton per hari Penggunaan proses solvay di industri semakin berkembang,
di Eropa misalnya dibangun pabrik Dombasle di dekat Nancy Perancis dan di Amerika di bangun
pabrik stracause di New York.
Bahan baku proses solvay adalah garam, batu gamping, dan kokas atau gas bumi dan
menggunakan ammonia sebagai reagen siklus. Keberhasilan proses ini bergantung pada
kenyataan bahwa ammonia, karbon dioksida dan air, dalam perbandingan yang tepat bereaksi
membentuk natrium bikarbonat. Ammonium bikarbonat bereaksi dengan natrium klorida
membentuk natrium bikarbonat yang relativ tidak larut dalam larutan yang digunakan oleh,
karena itu dapat di saring keluar dan di panggang menjadi soda abu.
Proses yang digunakan adalah proses solvay, yang mana di bandingkan dengan proses
yang lain lebih ekonomis dan efisien. Pertimbangan-pertimbangan dibawah ini dapat mendukung
akan terlaksananya pendirian pabrik tersebut, di antaranya yaitu :

Bahan baku yang digunakan lebih murah yaitu garam dan batu kapur di bandingkan
dengan proses Leblanc, dan Energi yang di gunakan lebih kecil.
Proses yang digunakan lebih efisien karena menggunakan proses kontinue. dan karyawan
yang di butuhkan lebih kecil.
Limbah yang dihasilkan tidak membahayakan bagi lingkungan dan sesuai dengan Dan
ketentuan peraturan perundangan.
Kapasitas produksi lebih besar di bandingkan dengan proses Leblanc sehingga dapat di
produksi dalam jumlah yang sangat besar.
Dasar proses ini adalah pengendapan NaHCO3 bila suatu larutan dari garam ammonia di
karbonasi dengan gas CO2
Reaksi totalnya secara stoikiometri
adalah :
CaCO3(s) + 2 NaCl(l) Na2CO3(s) + CaCl2(s)
Reaksi ini tidak dapat terjadi secara langsung, akan tetapi melalui beberapa tahapan proses.
1.Proses secara keseluruhan
Tahap pertama adalah pembakaran batu gamping (lime stone) beserta kokas di dalam
tungku.
CaCO3(s)CaO(s) + CO2(g)…………..……(1) C(g) + O2(g)CO2(g)……………..(2)
Kapur hasil pembakaran di keluarkan dari tungku dan di padamkan dengan air sehingga
membentuk suspensi kental dari kapur.
CaO(s) + H2O(l)Ca(OH)2(l)………………..(3)
Garam NaCl dalam bentuk larutan jenuh yang telah di serapkan dengan gas ammonia di
kontakkan dengan gas CO2 yang dihasilkan dari pembakaran gamping seperti pada reaksi (2) dan
(3) di dalam suatu menara absorber, yang akan menghasilkan endapan bicarbonate yang tak larut
dalam ammonium chloride
Reaksinya berlangsung sebagai berikut :
NH3(l) + CO2(g) + NaCl(l)NaHCO3(l) + NH4Cl(l) ……..(4)
Endapan natrium bicarbonate kemudian di filtrasi untuk memisahkan dari larutan NH4Cl
dan selanjutnya di kalsinasi pada temperatur 200oC sehingga bicarbonatnya akan terdekomposisi
menjadi karbonat.
2NaHCO3(l)Na2CO3(s) + H2O(l) + CO2(g)……………….(5
Gas CO2 yang di hasilkan dari reaksi (5) di atas di pakai lagi untuk membantu backup
umpan reaksi (4) Filtrat dari reaksi (4) masih mengandung ammonium chloride, Natrium
chloride yang tidak bereaksi dan kelebihan ammonia ataupun CO2 mungkin terdapat dalam
bentuk ion bicarbonate . Ammonia yang berlebih harus di pisahkan dari larutan filtrat yang di
laksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pemanasan untuk mengeluarkan ammonia
yang berikatan dengan ion bicarbonat dan ion hidroksil. Tahap berikutnya di lakukan dengan
penambahan kapur untuk mengambil ammonia dari ammonium chloride-nya. Tahap pertama
dapat dinyatakan sebagai berikut :
NH4Cl(l) + NH4HCO3(l)+ NH4OH(l)NH4Cl(l)+ CO2(g)+ 2NH3(l)+ 2H2O(l)
Larutan yang hanya mengandung NH Cl dan garam yang tak bereaksi kemudian diolah dengan
kapur yang di reaksikan dari reaksi (4),
Ca(OH)2(l) + 2NH4Cl(l) 2H2O(l) + CaCl2(s) + 2NH3(l)

2. Penjelasan uraian proses :


a. Pembakaran Lime stone
Pada proses pembakaran lime stone yang terjadi di dalam lime kiln, batu kapur
terdekomposisi pada temperatur 900-1000˚C menjadi kapur tohor (CaO) dan karbon dioksida
(CO2). Reaksi yang terjadi dalam pembakaran tersebut,yaitu :
CaCO3(s) CaO(g) + CO2(g)
Pada reaksi ini terjadi penyerapan panas, karena untuk menguraikan 1 gram CaCO3
memerlukan panas 42,5 kkal.CaO yang terbentuk dimasukan dalam slaker dengan penambahan
air bersama - sama membentuk kapur padam Ca(OH)2. Proses ini terjadi pada temperatur 90-
100oC, reaksi yang terjadi :
CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2(l)Ca(OH)2
Ca(OH) yang di hasilkan di alirkan ke dalam kolom kostitasi untuk memisahkan dan mengambil
kembali amoniak. Sedangkan gas CO2 yang di hasilkan dari proses kalsinasi lime stone untuk
kemudian di alirkan ke kolom karbonatasi.
b. Pemurnian larutan Brine
Garam yang digunakan sebagai bahan baku diambil dari sekitar pantura, sebelum di
gunakan dalam proses, garam ini di murnikan terlebih dahulu yang bertujuan untuk mengurangi
pengotor-pengotor. Garam ini dialirkan ke tangki pelarutan, larutan garam di teruskan ke tangki
pemurnian yang di lengkapi dengan pengaduk, dalam tangki ini di tambahkan Ca(OH)2 dan
Na2CO3 untuk mengikat kotoran. Endapan yang terbentuk dengan gaya gravitasi akan turun
mengendap dan di alirkan ke tangki slurry sedangkan larutan garam di teruskan mengalir ke
dalam sand filter. Larutan garam di tampung dalam tangki penyimpanan. Larutan garam siap di
gunakan sebagai bahan baku.
c. Penyerapan Ammonia
Larutan garam hasil pemurnian dari atas menara absorber. Temperatur garam ini kira-kira
30oC, sedangkan kondisi operasi absorber PA temperatur 50oC, amonia masuk dari bawah
menara, sedangkan air garam di masukan dari bagian atas kolom sehingga menghasilkan larutan
garam amonia jenuh.
d. Pembentukan Sodium Karbonat
Setelah di dinginkan larutan garam amoniak di pompa ke bagian atas menara karbonatasi
yang bertekanan 4 atm, sedangkan CO2 hasil lime stone masuk dari bawah menara, temperatur
yang berlangsung di dalam menara 54oC reaksi yang terjadi adalah reaksi eksotermis :
NH4OH(l) + NaCl(l) + CO2(g) NaHCO3(l) + NH4Cl(l)
Produk yang terbentuk di pompa ke vacum filter untuk dipisahkan dari NH4Cl di bantu dengan
penambahan air ke dalam kalsinasi untuk di keringkan sehingga menghasilkan produk yang
diinginkan, sedangkan NH4Cl di alirkan ke tangki penyimpanan yang kemudian digunakan untuk
merecovery ammonia dalam kolom kostitasi.
C. Proses Natural
Bahan baku yang digunakan pada proses natural ini adalah burkeite crystal
(Na2CO3.2Na2SO4) yang telah dipisahkan dari impuritasnya. Crude burkeite crystal yang terdiri
atas Li2NaPO4 dan Na2CO3.2Na2SO4 dipisahkan sedangkan filtratnya dipekatkan menjadi
Na2SO4.10H2O (garam Glauber’s). Garam Glauber’s disaring meninggalkan mother liquor yang
kaya akan Natrium karbonat. Kristal soda murni diperoleh dengan didinginkan dalam tangki
pendingin , kemudian disaring (filter) lalu masuk ke pengering (dryer). Reaksi keseluruhan yang
terjadi pada proses natural adalah sebagai berikut (Keyes,1966):
Na2CO3.2Na2SO4 (s) ?? → Na2CO3 (s) + 2 Na2SO4 (aq)
Dilihat dari ketersediaan bahan baku, proses Natural tidak mungkin dilakukan di Indonesia
karena bahan baku yaitu endapan trona tidak terdapat di Indonesia. Jadi proses yang mungkin
dilakukan di Indonesia adalah proses Le Blanc dan Solvay. berikut ini akan diuraikan
keuntungan dan kerugian dari kedua proses di tinjau dari kedua aspek tersebut (Kirk &
Othmer,1993):
B.NATRIUM BIKARBONAT
Disingkat menjadi bicnat. Senyawa ini termasuk kelompok garam dan
telah digunakan sejak lama.Senyawa ini disebut juga baking soda (soda kue), Sodium
bikarbonat, natrium hidrogen karbonat, dan lain-lain. Senyawa ini merupakan kristal
yang sering terdapat dalam bentuk serbuk. Natrium bikarbonat larut dalam air. Senyawa
ini digunakan dalam roti atau kue karena bereaksi dengan bahan lain membentukgas karbon
dioksida, yang menyebabkan roti "mengembang". Senyawa ini juga digunakan sebagai obat
antasid (penyakit maag atau tukak lambung). Karena bersifat alkaloid (basa), senyawa ini juga
digunakan sebagai obat penetral asam bagi penderita asidosis tubulus renalis (ATR) atau
rhenal tubular acidosis (RTA). NaHCO3 umumnya diproduksi melalui proses Solvay, yang
memerlukan reaksi natrium klorida, amonia, dan karbon dioksida dalam air. NaHCO3
diproduksi sebanyak 100 000 ton/tahun (2001).

[1]
Soda kue juga diproduksi secara komesial dari soda abu (diperoleh melalui penambangan bijih
trona, yang dilarutkan dalam air lalu direaksikan dengan karbon dioksida. Lalu NaHCO3
mengendap sesuai persamaan berikut
Na2CO3+ CO2+ H2O 2 NaHCO→3
Pembuatan sodium bikarbonat
Pembuatan sodium bikarbonat menggunakan larutan brine yang sudah
dimurnikan dari Filter Press,dan dikontakkan dengan water gas NH3 didalamAbsorber Tower I
dan Absorber Tower II (D-320).Gas NH3 dimasukkan dengan cara bubling dari bawah absorber,
kemudian bereaksi dengan air dari larutan brine membentuk NH4OH. Setelah itu larutan tersebut
kemudian dimasukkan kedalamCarbonation Tower 1 bereaksi dengan gas CO2 yang berasal
dari Carbonation Tower II. Larutan hasil reaksi dimasukkan lagi kedalam Carbonation Tower II
untuk bereaksi dengan gas CO2 dari Gas Holder CO2 . Larutan yang dihasilkan dari reaksi
karbonasi dalam Carbonation Tower adalah NH4HCO3, kemudian larutan tersebut dibawa ke
Crystallizer .
Didalam Crystallizer, NH4HCO3 yang belum mengkristal dikristalkan dan diendapkan.
Setelah itu NaHCO3 yang mengendapan dipisahkan dari larutan induknya dengan menggunakan
Centrifuge . Setelah dipisahkan, endapan Kristal NaHCO3 dimasukkan Rotary Dryer. Udara
panas yang digunakan pada rotary dryer didapatkan dari blower udara yang dipanaskan dari
buangan flue gas dari Furnace menggunakan Heat Exchanger . Sebelum dibuang ke udara, gas
buang yang dikeluarkan rotary dryer dilewatkan dahulu melalui Cyclone. Endapan Kristal
NaHCO3 yang sudah dikeringkan,dibawa menggunakan Belt Conveyor ke dalamBall Mill.
Didalam ball mill, endapan yang dihasilkan diubah menjadi butiran yang lebih kecil dan
serbuk.Setelah itu serbuk tersebut dimasukkan kedalam Screen ,agar serbuk yang didapatkan
ukurannya sama semua. Setelah itu, NaHCO3 ditampung didalam Storage NaHCO3. Reaksi-
reaksi pada proses Solvey yang terjadi diatas bisa di jelaskan lebih sederhana sebagai berikut:

NaCl + H2O + NH3 NaCl + NH4OH


2 NH4OH + CO2 (NH4)2 CO3 + H2O
(NH4)2CO3 + CO2 + H2O 2NH4HCO3
2 NH4HCO3 + 2 NaCl 2NaHCO3 + 2 NH4Cl
Agar tidak terbentuk Soda Ash, maka suhu dalam Carbonation Tower
dijaga kurang dari 60 oC, reaksi pembentukan Soda Ash adalah sebagai berikut :
2 NaHCO3 → Na2CO3 + H2O + CO2
Reaksi ini tidak dikehendaki karena akan mengurangi kadar Sodium Bikarbonat
sebagai produk akhir.
Larutan induk dari pemisahan centrifuge direaksikan kembali dengan kalsium
hidroksi (CaO) untuk merecovery ammonia (NH3) dan karbon dioksida (CO2) didalam
Slaker.CO2 dan NH3 yang didapat, dipisahkan dengan mengembunkan NH3 pada Refrigenerator
yang kemudian ditampung kedalam Gas Holder untuk NH3 dan Gas Holder untuk CO2. Reaksi
yang terjadi sebagai berikut :
2 NH4Cl + Ca(OH)2 → CaCl2 + 2 NH3 + 2H2O
2NH4Cl + CaO = CaCl2 +2NH3+ H2O
CaCl2 dan H2O yang terbentuk, dan juga bahan-bahan lainnya di angkut ke CaCl2 Plant untuk
dimurnikan dan dimanfaatkan oleh sektor industri, makanan, gips,obat-obatan, dll.

A. KESIMPULAN
Evaporator adalah alat industri untuk memekatkan larutan dengan jalan
menguapkan pelarutnya.Hasil utamanya adalah cairan dengan konsentrasi yang
lebih pekat. Evaporator melibatkan peristiwa transfer massa, yaitu dengan
adanya perpindahan massa dari fasa cair ke uap pada peristiwa penguapan
pelarut, dan transfer panas, yaitu adanya energi panas yang diperlukan untuk
menguapkan pelarut. Sumber panas yang biasa digunakan adalah uap air
(steam).
Jenis alat evaporator di industri :
1. Horisontal Tube evaporator,
2. Vertical-tube evaporator yang terdiri dari dua jenis :
a. basket evaporator dan
b. standard vertical.
3. Forced-circulation evaporator
4. Long tube vertical evaporator (LTV)
Evaporator berdasarkan keadaan refrigerant yang ada didalamnya antara
lain :
1. Jenis expansi kering
2. Evaporator jenis setengah basah
3. Evaporator jenis basah
B. SARAN
Semoga makalah ini bisa dikembangkan lebih baik lagi dikemudian
hari.Serta bermanfaat bagi yang akan melakukan tugas pra perancangan pabrik.