Anda di halaman 1dari 4

Pernah denger beban resistif,induktif,dan kapasitif ??

Pernah denger yang namanya beban linier di dunia elektro??Beban linier adalah beban pada
listrik AC yang menyebabkan bentuk grafik arus sama dengan bentuk grafik tegangan.Misalkan
sumber tegangan berbentuk grafik sinusoidal murni,maka beban linier mengakibatkan arus pada
rangkaian listrik juga berbentuk sinusoidal murni.
Secara umum beban linier dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam beban,yaitu :
1.Beban resistif, arus sefasa terhadap tegangan.
2.Beban induktif, arus tertinggal terhadap tegangan sebesar 90 derajat.
3.Beban kapasitif, arus mendahului terhadap tegangan sebesar 90 derajat.
4.Beban kombinasi, arus mendahului/tertinggal terhadap tegangan sebesar sudut tertentu
(merupakan kombinasi dari ketiga beban sebelumnya).
Untuk lebih jelas nya mari kita bahas satu per satu.

Gambar 1. Grafik Perbandingan Arus dan Tegangan Beban Linier

1. Beban resistif (R)

Beban resistif adalah beban yang terdiri dari komponen tahanan saja.Beban ini hanya
mengkonsumsi daya aktif dan memiliki faktor daya sama dengan 1.Arus dan tegangannya memiliki
fasa yang sama,maka dari itu penulis menyebutkan bahwa arus sefasa terhadap tegangan.
Perhatikan Gambar 1!Dalam kolom fasa yang sama,ketika arus (merah) mengalami kenaikan
maka tegangan (biru) juga mengalami kenaikan/puncak.Hal ini mengakibatkan puncak pada grafik
"tegangan x arus" (biru) berada ditengah-tengah kolom fasa karena puncak dari arus dan tegangan
terletak pada tempat yang sama.Sehingga kita dapatkan perbandingan arus-tegangan yang lebih
sederhana sebagai berikut :
Gambar 2. Grafik V-I Beban Reaktif

Persamaan daya nya :


P=VxI
Dimana :
P = Daya aktif beban (Watt)
V = Tegangan yang dicatu pada beban (Volt)
I = Arus yang mengalir pada beban (Ampere)

Persamaan reaktansi menurut hukum Ohm :


R=V/I
Dimana :
R = Reaktansi beban (Ohm)
V = Tegangan yang dicatu pada beban (Volt)
I = Arus yang mengalir pada beban (Ampere)

Contoh beban resistif : lampu pijar dan elemen pemanas

2. Beban induktif (L)

Beban induktif yaitu beban yang terdiri dari kumparan kawat yang dililitkan pada suatu inti,
seperti coil, transformator, dan solenoida. Beban ini dapat menghalangi perubahan nilai
arus,mengakibatkan fasa arus bergeser menjadi tertinggal terhadap tegangan - pergeseran fasa
(phase shift) pada beban induktif ini biasa disebut lagging - ,hal ini disebabkan oleh energi yang
tersimpan berupa medan magnetis. Beban jenis ini menyerap daya aktif dan daya reaktif.
Perhatikan gambar 1!Pada gambar tersebut nampak bahwa pada kolom fasa yang
sama,tegangan (biru) mengalami kenaikan lebih dulu dibandingkan arus (merah).Arus baru mulai
meningkat ketika tegangan mulai turun.Atau dapat pula dikatakan bahwa arus tertinggal terhadap
tegangan sebesar 90 derajat (lagging).Hal ini mengakibatkan puncak pada grafik "tegangan x arus"
(biru) berada dibagian akhir kolom fasa karena puncak dari arus tertinggal terhadap
tegangan.Sehingga kita dapatkan perbandingan arus-tegangan yang lebih sederhana sebagai berikut
:

Gambar 3. Grafik V-I Beban Induktif

Persamaan dayanya :
P = VI cos φ
Dimana :
P = Daya aktif yang diserap beban (Watt)
V = Tegangan yang mencatu beban (Volt)
I = Arus yang mengalir pada beban (Ampere)
φ = Sudut antara arus dan tegangan
Persamaan reaktansi induktif :

Dimana :
XL = Reaktansi induktif (Ohm)
F = Frekuensi (Hz)
L = Induktansi (Henry)

Contoh beban induktif : lampu SL

3. Beban kapasitif (C)

Beban kapasitif adalah kebalikan dari beban induktif.Jika beban induktif dapat menghalangi
terjadinya perubahan nilai arus,maka beban kapasitif bersifat menghalangi perubahan nilai
tegangan.Sifat inilah yang menyebabkan kapasitor seakan-akan menyimpan tegangan listrik
sesaat.Beban ini dapat mengakibatkan fasa arus bergeser menjadi mendahului terhadap tegangan -
pergeseran fasa (phase shift) pada beban kapasitif ini biasa disebut leading. Beban jenis ini
menyerap daya aktif dan meneluarkan daya reaktif.
Perhatikan gambar 1!Pada gambar tersebut nampak bahwa pada kolom fasa yang sama,arus
(merah) mengalami kenaikan lebih dulu dibandingkan tegangan (biru).Tegangan baru mulai
meningkat ketika arus mulai turun.Atau dapat pula dikatakan bahwa arus mendahului terhadap
tegangan sebesar 90 derajat (leading).Hal ini mengakibatkan puncak pada grafik "tegangan x arus"
(biru) berada diawal kolom fasa karena puncak dari arus mendahului puncak tegangan.Sehingga kita
dapatkan perbandingan arus-tegangan yang lebih sederhana sebagai berikut :

Gambar 4. Grafik V-I Beban Kapasitif

Persamaan dayanya :
P = VI cos φ
Dimana :
P = Daya aktif yang diserap beban (Watt)
V = Tegangan yang mencatu beban (Volt)
I = Arus yang mengalir pada beban (Ampere)
φ = Sudut antara arus dan tegangan

Persamaan reaktansi kapasitif :

Dimana :
Xc = Reaktansi kapasitif (Ohm)
F = Frekuensi (Hz)
C = Kapasitansi (Farad)

Contoh beban kapasitif : lampu TL (Tube Lamp)