Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

PENYULUHAN TENTANG

KESEHATAN JIWA DAN NAPZA

PROGRAM KESEHATAN JIWA

UPT PUSKESMAS MLARAK

TAHUN 2018

1
PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS MLARAK
Jalan Raya Jabung - Mlarak Nomer 181 Email : pkm.mlarak@gmail.com
MLARAK Kode Pos 63472

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)


PENYULUHAN TENTANG
KESEHATAN JIWA DAN NAPZA

A. PENDAHULUAN
Gangguan jiwa menurut Depkes RI (2000) adalah suatu perubahan pada
fungsi jiwa yang menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa, yang
menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan
peran sosial. Penyebab gangguan jiwa itu bermacam-macam ada yang bersumber
dari berhubungan dengan orang lain yang tidak memuaskan seperti diperlakukan
tidak adil, diperlakukan semena-mena, cinta tidak terbalas, kehilangan seseorang
yang dicintai, kehilangan pekerjaan, dan lain-lain. Selain itu ada juga gangguan
jiwa yang disebabkan faktor organik, kelainan saraf dan gangguan pada otak
(Djamaludin, 2001). Jiwa atau mental yang sehat tidak hanya berarti bebas dari
gangguan. Seseorang bisa dikatakan jiwanya sehat jika ia bisa dan mampu untuk
menikmati hidup, punya keseimbangan antara aktivitas kehidupannya, mampu
menangani masalah secara sehat, serta berperilaku normal dan wajar, sesuai
dengan tempat atau budaya dimana dia berada. Orang yang jiwanya sehat juga
mampu mengekpresikan emosinya secara baik dan mampu beradaptasi dengan
lingkungannya, sesuai dengan kebutuhan.

B. LATAR BELAKANG
Gangguan jiwa dan perilaku menurut The Health Report 2011, dialami kira-
kira 25% dari seluruh penduduk pada suatu saat dalam hidupnya dan lebih dari
40% diantaranya didiagnosis secara tidak tepat, sehingga menghabiskan biaya
untuk pemeriksaan laboratorium dan pengobatan yang tidak tepat. Kurang lebih
24% dari pasien yang mengunjungi dokter pada pelayanan kesehatan dasar
ternyata mengalami gangguan jiwa. 69% dari pasien tersebut datang dengan
keluhan keluhan fisik dan banyak diantaranya ternyata tidak ditemukan gangguan
fisiknya.
Di Ponorogo, pasung masih digunakan sebagai alat untuk menangani klien
gangguan jiwa di rumah, terutama untuk gangguan jiwa berat. Saat ini, masih
banyak klien gangguan jiwa yang di diskriminasikan haknya baik oleh keluarga
2
maupun masyarakat sekitar melalui pemasungan. Kata pasung mengacu kepada
pengekangan fisik atau pengurungan terhadap pelaku kejahatan, orang-orang
dengan gangguan jiwa dan yang melakukan tindak kekerasan yang dianggap
berbahaya (Broch, 2001, dalam Minas & Diatri, 2008). Pengekangan fisik terhadap
individu dengan gangguan jiwa mempunyai riwayat yang panjang dan memilukan.
Masalah kesehatan jiwa tidak menyebabkan kematian secara langsung,
namun akan menyebabkan penderitaan berkepanjangan baik dari individu,
keluarga, masyarakat dan negara karena penderitanya menjadi tidak produktif
dan bergantung dari orang lain. Sedangkan dampak sosial yang timbul dari
masalah kesehatan jiwa antara lain meningkatnya angka kekerasan, kriminalitas,
bunuh diri, penganiayaan anak, perceraian, kenakanan remaja, penyalahgunaan
zat, HIV/AIDS, perjudian, pengangguran dan lain-lain.
Penemuan dini penderita jiwa, ketaatan dalam pengobatan, penanganan
penderita jiwa pasung untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih
baik merupakan tanggung jawab bersama semua lintas sektor.
Penyusunan kerangka acuan program ini mengacu pada Visi, Misi dan Tata
Nilai UPT Puskesmas Mlarak, yaitu :
1. Visi
Adapun yang menjadi Visi UPT Puskesmas Mlarak adalah : “Terwujudnya
masyarakat kecamatan Mlarak yang sehat, mandiri, dan berkeadilan”.
2. Misi
Misi UPT Puskesmas Mlarak :
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
b. Mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
c. Mewujudkan, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata dan terjangkau
d. Meningkatkan upaya pengendalian penyakit dan penanggulangan
masalah kesehatan
e. Meningkatkan dan mendayagunakan sumber daya kesehatan
3. Tata Nilai
Untuk mencapai visi UPT Puskesmas mlarak maka nilai dasar yang
dijadikan pedoman harus memenuhi karakteristik sebagai berikut:
M = Mutu (Mengutamakan mutu pelayaan dan keselamatan pasien)
L = Loyal (Loyal dan disiplin dalam melakukan pekerjaan)
A = Amanah (Amanah dalam setiap tanggung jawab yang diberikan)
R = Ramah (Ramah terhadap sesama karyawan dan seluruh pengunjung
puskesmas
A = Akuntabel (Memberikan pelayanan sesuai standart / pedoman yang
3
telah ditetapkan dengan hasil yang terukur dan dapat
dipertanggungjawabkan
K = Kerjasama (Seluruh karyawan saling bekerja sama demi kelancaran
penyelenggaraan pelayanan dan seluruh kegiatan puskesmas)

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


1. Tujuan umum
Meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang Kesehatan Jiwa
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pemahaman Masyarakat tentang Kesehatan Jiwa
b. Meningkatkan kemampuan Masyarakat tentang Kesehatan Jiwa.

D. RINCIAN KEGIATAN
1. Absensi Peserta
2. Perkenalan dari Petugas
3. Pemberian Materi Kesehatan Jiwa dan NAPZA
4. Diskusi dan Tanya jawab
5. Evaluasi dan Rencana tindak lanjut

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Metode yang digunakan dalam penyuluhan tentang Kesehatan Jiwa adalah
ceramah dan Tanya jawab

F. SASARAN
Sasaran adalah pelajar SMP dan SMA serta kader keswa di wilayah kerja
puskesmas

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


BULAN
NO JENIS KEGIATAN
Sep

Nov
Des
Jun

Okt
Agt
Mar
Feb

Mei

Jul
Jan

Apr

1 Penyuluhan tentang kesehatan


 
jiwa dan napza

H. MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN


Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap kali selesai
melaksanakan kegiatan, dilakukan oleh penanggung jawab program. Adapun yang
dievaluasi antara lain ketepatan waktu, ketepatan sasaran, tempat pelaksanaan

4
kegiatan, keterlibatan lintas sector, kesesuaian dengan aturan, serta hal lain yang
terkait pelaksanaan kegiatan. Dilakukan tindakan korektif jika terjadi ketidaktepatan
pelaksanaan kegiatan.

I. Pencatatan Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan


Setiap pelaksanaan kegiatan wajib dilakukan pencatatan, pelaporan dan
dokumentasi. Pelaksana kegiatan bertanggung jawab untuk melaporkan kepada
penanggung jawab program, untuk selanjutnya diteruskan kepada penanggung
jawab UKM, Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten.

Mlarak, Januari 2018


Mengetahui Penanggung Jawab Program
Kepala UPT Puskesmas Mlarak Kesehatan Jiwa

Dr. Mietha Ferdiana Putri Sriningsih, AMd.Kep.


NIP.19870429 201411 2 001 NIP.19630619 198603 2 008