Anda di halaman 1dari 22

ISSN : 2443-1214

e-JKPP
Jurnal Kebijakan & Pelayanan Publik

Vol. 2 No. 1 Juli 2016

Pembina

Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA

Penanggung Jawab

Dr. Yadi Lustiadi, M.Si

Ketua Penyunting

Dr. Malik, M.Si

Penyunting Ahli

Prof. Dr. Yulianto, M.Si (FISIP-UNILA)

Dr. Supriyanto, M.Si (FISIP-UBL)

Dr. Akhmad Suharyo, M.Si (FISIP-UBL)

Dr. Nur Efendi, M.Si (FISIP-UNILA)

Dr. Jamal, M.Si (FISIP-UHO)

Penyunting Pelaksana

Dra. Azima Dimyati, MM

Vida Yunia Cancer, S.AN

Tata Usaha

Winda, SE

Atin Inayatin, S.AP

Penerbit

Universitas Bandar Lampung

Program Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi

Alamat Redaksi

Program Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi

Kampus B Jln. Z.A. Pagar Alam No. 89 Labuhan Ratu – Bandar Lampung 35142
Telp: (0721) 789825, Fax: (0721) 770261, E-mail: Pascasarjana@ubl.ac.id
ISSN :2443-1214

e-JKPP
Jurnal Kebijakan & Pelayanan Publik

Vol. 2 No. 1 Juli 2016

DAFTAR ISI

1-12
Kepemimpinan Dalam Pembangunan Sektor Publik Berbasis Pengetahuan 1-12
Ida Farida
13-24
Pengaruh Implementasi Dana Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Efektivitas 13-24
Penanggulangan Kemiskinan di Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung 13-24
Selatan
Malik

Analis Pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Fisik 25-39
Bangunan Pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung
Marbaki

71-87
Pemberdayaan Warga Negara Dalam Pelayanan Publik Manajemen Pendidikan 40-54
Dasar di Kota Kendari
Rahman

Aplikasi Konsep Reinventing Government, Good Governance Dan New 1 55-71


Public Service Dalam Pelayanan Publik di Kabupaten Tanggamus Provinsi
Lampung
Yadi Lustiadi
APLIKASI KONSEP REINVENTING GOVERNMENT,
GOOD GOVERNANCE DAN NEW PUBLIC SERVICE DALAM
PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG
OLEH:
YADI LUSTIADI, DOSEN FISIP - UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

ABSTRACT

Globalization no longer be at the weir, advances in information technology have


supported change in the mindset of a nation to always follow the changes and demands of
developing physical and social environment. The success and failure of a nation in the
conduct of administrative reform, has more or less influence on other nations that do not
want to miss implement the concept.
Faced with the changes in society that is more intelligent and increasingly more
demanding, the necessary role of government in providing services is tremendously
effective, efficient and professional. Currently the government as public servants should
strive for minimizing the gap between the demands of public service with the government's
ability to comply, because of limited facilities and existing infrastructure can not be used
as justification for the low quality of service to the community. Independence and reliable
ability of the government is a basic requirement in order to keep the maintenance of public
confidence in the government to meet all the needs of the service.
To realize that goal, there should be the arrangement of government bureaucracy in
order to build an effective government performance, efficient, and professional. At least,
the stigma of the poor convoluted bureaucracy at both central government and regional
levels can be reduced.
From the results of the application of principle study that reinventing government
applied but not yet fully fit is the principle of Competitive Government, this principle is in
line with the principles of aid effectiveness and efficiency, Eccountability and
Professionalism in GoodGovernance. Then the principle of reinventing government
applied but erred in its application is the principle Enterpriting Government, is consistent
with the principles of Professionalism, Effectiveness and efficiency as well as
Eccountability in GoodGovernance. As well as the Application of reinventing government
that can not be implemented is the principle of Market Oriented Government. This
principle is actually aligned denganParticipation, Effectiveness and efficiency in Good
Governance..

Keywords : Reinventing Government, Good Governance, Good Governance.

A. Pendahuluan guna mengatasi krisis multidimensi yang


Di Indonesia, perubahan mendasar melanda. Dalam skala kecil atau mikro,
dalam struktur birokrasi berlangsung hal ini dilakukan untuk kepentingan
sangat cepat. Semenjak reformasi, memulihkan krisis kepercayaan
pemerintah pusat telah merekonstruksi masyarakat terhadap birokrasi. Dalam
struktur birokrasi pemerintah daerah dua skala makro untuk menciptakan
kali. Masing-masing melalui UU Nomor lingkungan kerja dan budaya organisasi
22 Tahun 1999 dan UU Nomor 32 Tahun yang sehat dan kondusif, sehingga tingkat
2004. Penataan birokrasi pemerintah kepuasaan masyarakat (customer
daerah, secara normatif merupakan bagian satisfaction) meningkat dan iklim investasi
dari rekayasa sosial (social re-engineering) menyehat.
55
Era Old Public Administration telah B. Permasalahan
berlalu, meskipun beberapa perinsip Berdasarkan pengamatan penulis
mendasar masih banyak digunakan. dan dialog dengan beberapa pejabat
Berapa prinsip administrasi dari Henry Pemda Tanggamus maka permasalahan
Fayol , yang diperkuat lagi oleh beberapa pokok di Kabupaten Tanggamus
prinsip ideal Birokrasi dari Max Weber, berkenaan dengan aplikasi Reinventing
sulit untuk ditinggalkan, hal tersebut Government dan Good Governance,
karena perinsip-perinsip tersebut seperti adalah sebagai berikut:
suatu kenyataan yang harus ada dalam - Terdapat penyimpangan pemaknaan
setiap organisasi formal dan besar, beberapa prinsip Reinventing
layaknya pemerontah suatu Negara. Government dan Good Governance
Kabupaten Tanggamus adalah yang telah dioperasionalkan dan
kabupaten hasil pemekaran tahun 1997. diterapkan di beberapa unit kerja
Kabupaten ini merupakan Daerah Pemda Tanggamus.
Otonomi Baru yang memiliki iklim paling - Terdapat beberapa prinsip Reinventing
kondusif di Provinsi Lampung untuk dapat Government yang belum dapat
menerima dan menerapkan inovasi dan diterapkan karena kesulitan tidak sesuai
konsep-konsep baru bidang pemerintahan. dengan kondisi lingkungan yang ada
Sejalan dengan uraian di atas, di serta sulit untuk mengoperasionalkan
kabupaten ini sejak tahun 1998 telah dalam bentuk kegiatan/ program kerja.
gencar-gencarnya menerapkan konsep Berdasaarkan identifikasi masalah
Reinventing Government. Beberapa tersebut maka maka permasalahan dalam
pejabat yang dipandang strategis telah paper ini dapat dirimuskan sebagai
dikirim ke Badan Diklatda Provinsi berikut:
Lampung untuk mengikuti CBT 1. Sejauhmana Prinsip Reinventing
Reinventing Government, dan hasilnya Government dan Good Governance
sedapat mungkin telah di terapkan di dapat diterapkan di Pemerintah
tempat kerjanya. Kabupaten Tanggamus Provinsi
Beberapa konsep Reinventing Lampung ?
Government terpaksa harus di modifiksi 2. Sejauhmana paradigma New Public
dengan prinsip Good Governance, agar Service telah diadopsi dan bagaimana
dapat mengeliminasi sekecil mungkin kemungkinan penerapannnya ?
kelemahan-kelemahan Reinventing
Government. Perkembangan terakhir ada C. Kajian Pustaka
terobosan konsp baru dalam bidang Konsep Reinventing Government
administrasi publik, yaitu New Publik Reinventing Government merupakan
Service. Adanya kenyataan ini Pemda gagasan Osborne dan Ted Gaebler
Tanggamus, tidak menutup mata, bahkan berdasarkan hasil penelitian yang
menyambut baik pembaharuan tersebut dilakukannya di beberapa Negara Bagian
yang beberpa hal banyak mengkritik Amerika Serikat yang kemudian
prinsip Reinventing Government. Akan dituangkan dalam sebuah buku berjudul:
tetapi kembali dihadapkan dengan kondisi Reinventing Government : How the
riil, sejauh mana prinsi-prinsip New Publik entrepreneurial spirit is trasforming to the
Service ini bisa di aplikasikan secara public sector dan di terbitkan tahun 1992.
efektif. Prinsip tersebut kemudian di-adopt dan
diterapkan oleh berbagai negara maju dan
negara berkembang termasuk Indonesia.
Proses perubahan yang terjadi pada

56
negara-negara maju seperti: Australia, lebih sebagai fasilitator dari pada langsung
Selandia baru, Amerika serikat, Kanada, melakukan semua kegiatan operasional.
Inggris dsb, telah berhasil melakukan Metode-metode yang digunakan antara
reformasi birokrasi. Indonesia melalui lain : privatisasi, lisensi, konsesi,
Lembaga Administrasi Negara (LAN) kerjasama operasional, kontrak, voucher,
pada tahun 1993 membahas gagasan insentif pajak, dll.
tersebut dan pada tahun 1997 melalui Pemerintah harus menyediakan
Depdagri Reinventing Government mulai (providing) beragam pelayanan publik,
diperkenalkan ke seluruh Pemerintah tetapi tidak harus terlibat secara langsung
daerah se Indonesia. dengan proses produksinya (producing).
Menurut Osborne dan Ted Gaebler Pemerintah memfokuskan pada pemberian
(1992) bahwa bentuk peranan arahan, sedangkan produksi pelayanan
pemerintahan di masa mendatang adalah: publik diserahkan kepada swasta atau
Pemerintahan yang mendorong kompetisi pihak ketiga. Produksi pelayanan publik
antar pemberi jasa; Memberi wewenang oleh Pemerintah harus dijadikan sebagai
kepada warga; Mengukur kinerja perkecualian, bukan suatu keharusan.
perwakilannya dengan memusatkan pada Pemerintah hanya memproduksi
hasil, bukan masukan; digerakkan oleh pelayanan publik yang belum dapat
tujuan/missi, bukan oleh peraturan; dilakukan pihak non publik.
Menempatkan klien sebagai pelanggan
dan menawarkan kepada mereka banyak 2) Community Own Government
pilihan; Lebih baik mencegah masalah (Memberdayakan Ketimbang
ketimbang hanya memberi servis sesudah Melayani)
masalah muncul; Mencurahkan energinya Pemerintah sebaiknya memberi
untuk memperoleh uang, tidak wewenang kepada masyarakat, sehingga
hanyamembelanjakan; menjadi masyarakat yang mampu
Mendesentralisasikan wewenang menolong dirinya sendiri (community self-
dengan menjalankan manajemen help). Dengan demikian dapat mengurangi
partisipasi; Lebih menyukai mekanisme ketergantungan masyarakat kepada
pasar ketimbang mekanisme birokratis; pemerintah. Pemerintah mendorong
Memfokuskan pada mengkatalisasi semua mekanisme control atas pelayanan, lepas
sector – pemerintah, swasta, dan lembaga dari birokrasi dan diserahkan kepada
sukarela – kedalam tindakan untuk masyarakat. Melalui prinsip ini
memecahkan masalah. Selengkapnya hakekatnya masyarakat dapat
prinsip- perinsip tersebut adalah sebagai membangkitkan komitmen mereka yang
berikut: lebih kuat, perhatian lebih baik dan lebih
kreatif dalam memecahkan masalah.
1) Steering Rather Than Rowing
(Mengarahkan Ketimbang 3) Competitive Government:
Mengayuh) (Menyuntikkan persaingan dalam
Pemerintah lebih berfokus pada pemberian pelayanan)
fungsi pengarahan, bukan pada produksi Prinsip ini menegaskan bahwa
pelayanan publik. Di sini berupaya pemerintah dalam pemberian jasa/layanan
memisahkan fungsi ”mengarahkan” harus mampu bersaing dengan swasta atau
(kebijaksanaan dan regulasi) dengan badan usaha lain berdasarkan kinerja dan
fungsi ”mengayuh” (pemberian layanan harga. Persaingan adalah kekuatan yang
dan compliance). Peranan pemerintah fundamental yang tidak memberikan
57
pilihan lain yang harus dilakukan oleh kinerja, semakin banyak dana yang
organisasi public. Kompetisi merupakan dialokasikan untuk mengganti dana yang
satu-satunya cara untuk menghemat biaya dikeluarkan unit kerja.
sekaligus meningkatkan kualitas
pelayanan. Dengan kompetisi, banyak 6) Customer Driven Government:
pelayanan publik yang dapat ditingkatkan (Pemenuhi kebutuhan pelanggan,
kualitasnya tanpa harus memperbesar bukan birokrasi)
biaya. Langkah utama yang harus
Pelayanan publik yang dilaksanakan dilakukan adalah mengidentifikasi
oleh Pemerintah tidak bersifat monopoli pelanggan yang sesungguhnya. Pelayanan
tetapi harus bersaing dengan demikian masyarakat harus berdasarkan pada
masyarakat dapat memilih pelayanan yang kebutuhan riil, dalam arti apa yang
disukainya. Oleh sebab itu pelayanan diminta masyarakat. Instansi pemerintah
sebaiknya mempunyai alternatif. harus responsif terhadap perubahan
kebutuhan dan selera konsumen. Untuk itu
4) Mission Driven Government : perlu dilakukan penelitian untuk
(Mengubah organisasi yang mendengarkan kepentingan pelanggan
digerakkan oleh peraturan menjadi mereka. Pemerintah perlu pula penetapan
digerakkan oleh misi) standar pelayanan dan mengkomuni-
Dalam kaitannya dengan prinsip ini, kasikannya kepada pelanggan.
perlu ditinjau kembali visi tentang apa Di sisi lain Pemerintah juga perlu
yang harus dilakukan oleh pemerintah, meredesain organisasi mereka untuk
demikian pula misi pemerintah harus jelas memberikan nilai maksimum kepada para
dan peraturan perundangan tidak boleh pelanggannya dan menciptakan dual
bertentangan dengan misi tersebut. Apa accountability, kepada lembaga legeslatif
yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh dan kepada masyarakat pelanggan.
Pemerintah diatur dalam mandatnya.
Tujuan Pemerintah bukan mandatnya, 7)Enterpriting Government: (Meng-
tetapi misinya. Contoh: Cara penyusunan hasilkan ketimbang membelanjakan)
APBD. APBD memang harus disusun Pemerintah wirausaha memfokuskan
berdasarkan suatu prosedur yang benar energinya bukan hanya membelanjakan
dan baku, tetapi pemenuhan prosedur uang (melakukan pengeluaran uang)
bukanlah tujuan. Tujuan APBD adalah melainkan berupaya bagaimana
meningkatkan kesejahteraan memperoleh penghasilan. Penghasilan
masyarakatnya. dapat diperoleh dari biaya yang
dibayarkan pengguna dan biaya
5) Result Oriented Government: (Biayai dampaknya (impact fees); pendapatan atas
hasil bukan masukan) investasinya dan dapat menggunakan
Di sini pemerintah harus mengubah insentif seperti dana usaha (swadana).
bentuk penghargaan dan insentif yang Demikian pula keterlibatan pihak swasta
diorientasikan pada hasil yang akan perlu ditingkatkan sehingga dapat
dicapai (outcome) bukan pada biaya meringankan beban pemerintah.
operasional yang biasa dikeluarkan
(input). 8) Anticipatory Government : (Mencegah
Demikian pula pemerintah dituntut ketimbang mengobati)
untuk mengembangkan standar kerja, yang Pemerintah yang antisipatif adalah
mengukur seberapa banyak mampu pemerintah yang bersikap proaktif.
memecahkan masalah. Semakin baik Pemerintah yang bersikap proaktif berarti

58
pemerintah yang menggunakan komando dan control. Tidak semua
perencanaan strategis: menentukan isu pelayanan public harus dilakukan sendiri
strategis, menentukan visi daerah hingga oleh pemerintaht tetapi partisipasi pihak
20 tahun ke depan sehingga, hambatan, swasta perlu ditingkatkan.
tangtangan dan peluang dapat diantisipasi
dan dipersiapkan penangannnya sedini Konsep Good Governance
mungkin. Governance dalam bahasa Inggris
berarti “the act, fact, manner of
9) Decentralized Government: (Dari governing”, yang berarti adalah suatu
hierarki menuju partisipasi dan tim proses kegiatan. Kooiman dalam
kerja) Sedarmayanti (2004:2) mengemukakan
Ketika teknologi telah demikian bahwa governance ialah”…serangkaian
berkembang, yang diiringi dengan proses interaksi sosial politik antara
kebutuhan masyarakat yang semakin pemerintah dengan masyarakat dalam
kompleks, pendidikan aparatur yang berbagai bidang yang berkaitan dengan
semakin baik maka sudah saatnya kepentingan masyarakat dan intervensi
pemerintah untuk menurunkan wewenang pemerintah atas kepentingan-kepentingan
melalui organisasi, dengan cara tersebut”. Istilah governance bukan hanya
mendorong mereka (yang berurusan berarti kepemerintahan sebagai suatu
langsung dengan pelanggan) untuk lebih kegiatan saja, melainkan juga mengacu
banyak membuat keputusan (Pengambilan kepada arti pengurusan, pengarahan,
keputusan bergeser kepada masyarakat, pengelolaan, dan pembinaan
asosiasi, pelanggan, LSM.). sasaran penyelenggaraan. Dari uraian di atas,
utamanya adalah untuk memudahkan dapat diperoleh petunjuk bahwa
partisipasi masyarakat, serta terciptanya keterlibatan masyarakat dalam sistem
suasana kerja Tim. pemerintahan merupakan semangat yang
Pejabat yang langsung berhubungan terdapat dalam konsep good governance.
dengan masyarakat (from-line workers) Konsep governance mulai
harus diberi kewenangan yang sesuai. berkembang pada awal 1990-an ditandai
Karena dengan kewenangan yang dengan adanya cara pandang (point of
diberikan akan memungkikan terjadinya view) yang baru terhadap peran
koordinasi “cross functional” antar semua pemerintah (government) dalam
instansi yang terkait. menjalankan sistem pemerintahan.
Pandangan ini muncul karena peran
10) Market Oriented Government : pemerintah dinilai terlalu besar dan terlalu
(Mendongkrak perubahan melalui berkuasa, sehingga masyarakat tidak
pasar) memiliki keleluasaan dan ruang untuk
Prinsip ini menegaskan bahwa berkembang (Basuki dan Shofwan,
perubahan dapat dilakukan melalui 2006:8). Pemerintah telah merasa menjadi
mekanisme pasar (sistem insentif) dan institusi yang paling mengetahui dan
bukan dengan mekanisme administratif ( mengerti apa yang diinginkan oleh
sistem prosedur dan pemaksaan). Hasil masyarakat, sehingga banyak kebijakan
penelitian menunjukkan lebih baik yang dibuat tanpa diwacanakan terlebih
merekstrukturisasi pasar guna dahulu kepada masyarakat atau tanpa
memecahkan masalah daripada merasa perlu mendengar aspirasi dari
menggunakan mekanisme administrasi masyarakat. Hal ini membuat kebijakan
seperti pemberian layanan atau regulasi, bersifat top down dan masyarakat hanya
59
bisa tinggal menerima saja, tindakan yang memiliki kompetensi dan sejauh mana
seperti ini justru menjadikan dukungan struktur serta mekanisme politik dan
kepada pemerintah dari masyarakat administrasi berfungsi secara efektif dan
menurun. efisien. LAN juga menyimpulkan bahwa
”Governance is the exercise of wujud good governance adalah
economic, political, and administrative penyelenggaraan pemerintahan yang
authority to manage a country’s affair at efisien dan efektif, serta solid dan
all levels and means by which states bertanggung jawab, dengan menjaga
promote social cohesion, integration, and kesinergisan interaksi yang konstruktif di
ensure the well being of their population antara domain-domain negara, sektor
(UNDP dalam Sedarmayanti, 2004:3) swasta, dan masyarakat. Jadi, berdasarkan
Berdasarkan definisi tersebut dapat kesimpulan dari LAN di atas, maka
disimak bahwa Governance pada entitas-entitas dalam good governance
hakekatnya adalah pelaksanaan dapat dikelompokkan manjadi 3 macam,
kewenangan di bidang ekonomi, politik, yaitu:
dan administrasi untuk mengelola berbagai 1. Negara : Konsepsi kepemerintahan pada
urusan Negara pada setiap tingkatan. dasarnya adalah kegiatan kenegaraan,
Governance juga merupakan instrument tetapi lebih jauh daripada itu,
kebijakan Negara untuk mendorong melibatkan juga sektor swasta dan
terciptanya kepaduan sosial, integrasi, dan kelembagaan masyarakat madani.
menjamin kesejahteraan masyarakat. 2. Sektor Swasta : Pelaku sektor swasta
Kata “good” dalam konteks mencakup perusahan swasta yang aktif
tersebut berarti “baik” dalam istilah dalam interaksi system pasar seperti
kepemerintahan memiliki dua arti, yaitu: industri pengolahan, perdagangan,
1. Nilai-nilai yang menjunjung tinggi perbankan, dan koperasi, termasuk juga
kehendak rakyat, dan nilai-nilai yang sektor informal seperti PKL.
dapat meningkatkan kemampuan rakyat 3. Masyarakat Madani : kelompok
dalam pencapaian tujuan pembangunan masyarakat dalam konteks kenegaraan
nasional yang mandiri, berkelanjutan, pada dasarnya berada di antara atau di
dan berkeadilan sosial. tengah-tengah antara pemerintah dan
2. Aspek fungsional dari pemerintah yang perseorangan, yang mencakup baik
efektif dan efisien dalam pelaksanaan perseorangan maupun kelompok
tugasnya untuk mencapai tujuan masyarakat yang berinteraksi secara
nasional tersebut. sosial dan politik, dan ekonomi.
Lembaga Administrasi Negara Istilah civil society (masyarakat
(LAN) mengemukakan bahwa good sipil) disini dimaknai sebagai masyarakat
governance berorientasi pada 2 hal, yaitu madani. Penggunaan istilah masyarakat
pencapaian tujuan nasional negara dan sipil dipandang kurang tepat karena dapat
pembentukan pemerintahan yang diasumsikan sebagai lawan dari militer.
berfungsi secara efektif serta efisien dalam Padahal petinggi militer seringkali
rangka mencapai tujuan nasional. menyampaikan dalam forum-forum
Orientasi pertama mengacu pada tertentu bahwa militer adalah dari rakyat
demokratisasi dalam kehidupan bernegara dan untuk rakyat. Artinya, di Indonesia
dengan elemen-elemen konstituennya tidak mengenal adanya dikotomi secara
seperti legitimacy, accountability securing tegas antara sipil dan militer. Sipil dan
of human rights, autonomy and devolution militer saling bahu membahu dalam
of power and assurance. Orientasi kedua, menjaga kedaulatan NKRI dan menangkal
tergantung pada sejauh mana pemerintah segala intervensi asing yang berusaha

60
merusak kesatuan dan kesejahteraan pemerintah pusat/ drh hrs
rakyat Indonesia. Penggunaan istilah dilaksanakan scr terbuka dan
masyarakat madani menggambarkan diketahui umum
adanya suatu komunitas yang memiliki 4. Responsiveness (daya tanggap)
sistem sosial yang berasaskan pada Kemauan untuk membantu dan
prinsip-prinsip moral yang menjamin melayani masyarakat konsumen
keseimbangan antara kebebasan secara segera sesuai dengan
perseorangan dengan kestabilan permintaan/ harapan
masyarakat. Komunitas ini menjadi tempat 5. Consensus orientation (Orientasi
berseminya perilaku, aksi-aksi pada Kesepakatan)
kemasyarakatan dan politik yang egaliter, Berorientasi pada kesepakatan
terbuka, dan demokratis. Perbedaan bersama antara fihak pemberi layanan
keyakinan dan ideologi di dalam partai dengan pelanggan/ stakeholder
politik, di antara individu, dan kelompok 6. Equality (kesetaraan)
masyarakat diterima sebagai realitas Memperhatikan aspek kesetaraan
kehidupan yang dihormati semua pihak. dalam setiap program dan kegiatan
Toleransi inilah yang menjadi asas pelayanan publik
masyarakat madani dalam menjalankan 7. Strategic Vision (Visi Strategis)
kehidupan bermasyarakat dan berbangsa Memiliki visi jauh kedepan yang
yang demokratis untuk menjalankan mewarnai setiap langkah baik
pembangunan di segala bidang demi kebijakan maupun implementasinya
kepentingan bersama. 8. Effectiveness and efficiency (efisiensi
United Nation Development dan efektifitas)
Programme (UNDP) (dalam Widodo, Senantiasa bekerja untuk mencapai
2001: 25) menyaratkan 10 prinsip untuk sasaran secara berdaya guna dan
terselenggaranya good governance, yaitu: berhasil guna.
1. Participation (Partisipasi masyarakat) 9. Eccountability (akuntabilitas)
Melibatkan seluruh elemen Dapat dipertanggungjawabkan
masyarakat bukan hanya dalam terhadap masyarakat sebagai pemeberi
pelaksanaan tetapi juga dalam amanah sesuai dengan kehendak/
perencanaan program pelayanan harapan masyarakat dan ketentuan per
masyarakat UU yang berlaku
2. Rule of Law (penegakan hukum) 10. Profesionalism (Profesionalisme)
Setiap kegiatan pemerintahan harus Senantiasa bekerja sesuai keahlian,
memiliki aturan aturan yang penuh tanggung jawab dan mematuhi
berdasarkan hukum, yang kode etik jabatan.
memberikan kepastian hukum dengan Selanjutnya Dahl (dalam Basuki dan
keadilan dan pada setiap kebijakan Shofwan, 2006:15) menyatakan bahwa
yang dilaksanakan demokrasi yang merupakan sebuah
3. Transparency (transparansi) inkubator yang tepat bagi good
Jelas dan pasti dalam prosedur dan governance apabila diterapkan akan
tata cara pelayanan, persyaatan memiliki efek-efek positif sebagai berikut:
pelayanan teknis dan administrative, Menghindari terjadinya Kediktatoran;
unit kerja dan pejabat yang penghormatan terhadap hak asasi manusia;
bertangungjawab, rincian biaya adanya jaminan kebebasan; adanya
maqupun jadwal waktu penyelesaian . perlindungan; adanya jaminan kebebasan;
Kebijakan dan implementasi program adanya perlindungan; pemberian
61
kesempatan yang luas; adanya tanggung teknik administrasi baru namun juga
jawab moral; membantu perkembangan seperangkat nilai tertentu. Masalahnya
manusia; adanya persamaan politik; terletak pada nilai-nilai yang
mencari perdamaian; dan mewujudkan dikedepankan tersebut seperti efisiensi,
kemakmuran masyarakat. rasionalitas, produktivitas dan bisnis
Good governance merupakan suatu karena dapat bertentangan dengan nilai-
upaya mengubah watak pemerintah untuk nilai kepentingan publik dan demokrasi.
tidak bekerja sendiri tanpa memperhatikan Menurutnya jika pemerintahan
kepentingan atau aspirasi masyarakat. Di dijalankan seperti halnya bisnis dan
dalam sistem penyelenggaraan pemerintah berperan mengarahkan tujuan
pemerintahan yang menerapkan good pelayanan publik maka pertanyaannya
governance, masyarakat tidak lagi adalah siapakah sebenarnya pemilik dari
dipandang sebagai obyek, tetapi kepentingan publik dan pelayanan publik ?
dipandang sebagai subyek yang turut Pemilik kepentingan publik yang
mewarnai program-program dan kebijakan sebenarnya adalah masyarakat maka
pemerintahan. Sistem pemerintahan yang administrator publik seharusnya
menjadikan masyarakat sebagai subyek memusatkan perhatiannya pada tanggung
hanya terdapat dalam sistem pemerintahan jawab melayani dan memberdayakan
yang demokratis. warga negara melalui pengelolaan
Dengan demikian prinsip-prinsip organisasi publik dan implementasi
yang terkandung dalam good governance kebijakan publik.
hanya akan tumbuh pada pemerintahan Warga negara seharusnya
yang menerapakan sistem demokrasi. Dan ditempatkan di depan, dan penekanan
pada dasarnya, tujuan good governance tidak seharusnya membedakan antara
yang sebenarnya adalah mendorong mengarahkan dan mengayuh tetapi lebih
terwujudnya demokrasi melalui reformasi pada bagaiamana membangun institusi
terutama dalam bidang pemerintahan. publik yang didasarkan pada integritas dan
responsivitas. Pada intinya, menurut
Konsep New Public Service Denhardt (2003) perspektif baru ini
Public service adalah gerakan yang merupakan “a set of idea about the role of
mengusung prinsip dan ekspresi public administration in the governance
pembaruan komitmen seperti kepentingan system that place public service,
public, proses governance, dan perluasan democratic governance,and civic
demokrasi kerakyatan. Dalam prosesnya, engagement at the center.”
pelayan public sangat berkaitan dengan Perspektif new public service
aspek kerakyatan. mengawali pandangannya dari pengakuan
Perspektif new public management atas warga negara dan posisinya yang
memperoleh kritik keras dari banyak pakar sangat penting bagi kepemerintahan
seperti Wamsley & Wolf (1996), Box demokratis. Jati diri warga negara tidak
(1998), King & Stivers (1998), Bovaird & hanya dipandang sebagai semata persoalan
Loffler (2003), dan Denhardt & Denhardt kepentingan pribadi (self interest) namun
(2003). juga melibatkan nilai, kepercayaan, dan
Denhardt & Denhardt (2003) kepedulian terhadap orang lain. Warga
sebagaoi tokoh New Public Service negara diposisikan sebagai pemilik
mengemukakan kritik terhadap perspektif pemerintahan (owners of government) dan
new public management bahwa perspektif mampu bertindak secara bersama-sama
ini, seperti halnya perspektif old public mencapai sesuatu yang lebih baik.
administration, tidak hanya membawa Kepentingan publik tidak lagi dipandang

62
sebagai agregasi kepentingan pribadi 4. Think strategically, act democratically.
melainkan sebagai hasil dialog dan Kebijakan dan program (sebagai hasil
keterlibatan publik dalam mencari nilai pemikiran yang strategis)
bersama dan kepentingan bersama. diorientasikan untuk memenuhi
Perspektif new public service kebutuhan public. Dilaksanakan secara
menghendaki peran administrator publik efektif dan bertanggungjawab melalui
untuk melibatkan masyarakat dalam upaya kolektif dan proses kolaboratif.
pemerintahan dan bertugas untuk melayani 5. Recognize that Accountability is not
masyarakat. Dalam menjalankan tugas simple.
tersebut, administrator publik menyadari Disadari bahwa akuntabilitas tidaklah
adanya beberapa lapisan kompleks sederhana. Dalam perspektif ini abdi
tanggung jawab, etika, dan akuntabilitas masyarakat seharusnya lebih peduli
dalam suatu sistem demokrasi. daripada mekanisme pasar. Selain itu,
Secara ringkas Denhardt & abdi masyarakat juga harus mematuhi
Denhardt (2003) memaparkan prinsip- peraturan perundang-undangan, nilai-
prinsip new public service sebagai berikut: nilai kemasyarakatan, norma politik,
1. Serve Citizens, not customers. standar profesional, dan kepentingan
Kepentingan publik lebih merupakan warga negara.
hasil dialog tentang nilai-nilai bersama 6. Serve rather than steer.
bukan agregasi kepentingan pribadi Penting sekali bagi abdi masyarakat
perorangan maka abdi Masyarakat tidak untuk menggunakan kepemimpinan
semata-mata merespon tuntutan yang berbasis pada nilai bersama dalam
pelanggan tetapi justeru memusatkan membantu warga negara
perhatian untuk membangun mengemukakan kepentingan bersama
kepercayaan dan kolaborasi dengan dan dan melayaninya daripada mengontrol
diantara warga negara. atau mengarahkan masyarakat ke arah
2. Seek the public interest. nilai baru.
Administartor publik harus 7. Value people, not just productivity.
memberikan sumbangsih untuk Organisasi publik beserta jaringannya
membangun kepentingan publik memungkinkan mencapai keberhasilan
bersama. Tujuannya tidak untuk dalam jangka panjang jika dijalankan
menemukan solusi cepat yang melalui proses kolaborasi dan
diarahkan oleh pilihan-pilihan kepemimpinan bersama yang
perorangan tetapi menciptakan didasarkan pada nilai-nilai masyarakat
kepentingan bersama dan tanggung dan penghargaan kepada semua orang,
jawab bersama. selain produktivitas.
3. Value citizenship over
entrepreneurship. D. Pembahasan
Kepentingan publik lebih baik Analisis Aplikasi Reinventing Govern-
dijalankan oleh abdi masyarakat dan ment dan Good Governance
warga negara yang memiliki nilai-nilai Konsep Mewirausahakan Birokrasi
kewarganegaraan dan komitmen untuk (Reinventing Government) pertama kali
memberikan sumbangsih bagi disampaikan oleh David Osborne dan Ted
masyarakat daripada dijalankan oleh Gaebler dalam buku mereka yang berjudul
para manajer wirausaha yang bertindak Reinventing Government: How The
seolah-olah uang masyarakat adalah Enterpreneurial Spirit is Transforming to
milik mereka sendiri. The Public sektor. Buku tersebut ditulis
63
sebagai saran untuk membantu pencarian efisiensi kerja Pemda bisa dioptimalkan.
solusi di pemerintah Amerika Serikat pada Oleh karena itu, pemahaman atas cara-cara
tahun 1993 yang menanggung beban berat mewirausahakan birokrasi Pemerintahan
sebagai akibat ditanganinya seluruh Daerah harus dikuasai oleh aparat
kegiatan atau kebutuhan negara oleh birokrasi, terlebih-lebih oleh Bupati/
pemerintah federal. Meskipun disambut Walikota termasuk pimpinan pada tiap-
dengan sikap skeptis, lambat namun pasti, tiap instansi/ dinas.
apa yang disampaikan Osborne dan Berkaitan dengan hal tersebut,
Gaebler dalam buku tersebut ternyata berikut ini penulis kaji upaya penerapan
membawa angin segar bagi pemerintah Reinventing Government dan Good
federal dalam menyikapi permasalahan governance di kabupaten Tanggamus
yang sedang dihadapi pada saat itu. Lampung.
Apa yang terjadi pada pemerintahan 1. Sebagai upaya mengaplikasi prinsip
Amerika Serikat pada saat itu sebenarnya Steering Rather Than Rowing, Pemda
tidak jauh berbeda dengan kondisi Kabupaten Tanggamus telah
Indonesia khususnya di Kabupaten melakukan perannya sebagai
Tanggamus saat ini yang sedang Fasilitator, yakni melakukan upaya
mengawali era Good Local Governance penyehatan organisasi-organisasi
dimana sebagian wewenang pemerintah pemberi layanan publik, seperti Rumah
pusat didelegasikan pada pemerintahan di sakit, Sekolah-sekolah, Pasar, kantor-
daerah. Di daerah Pejabat Daerah harus kantor kelurahan dan Kecamatan, Dinas
kreatif, mandiri dan inovatif dalam kependudukan, BPN, Kantor Pelayanan
melaksanakan tugas-tugas Pajak, Dinas pendapatan Daerah,
kepemerintahannya karena inti dari Kantor Samsat, dan Dinas Tata Kota.
otonomi daerah ialah keleluasaan dan Penyehatan organisasi tersebut
kebebasan lebih luas untuk menggali dan dilakukan terutama untuk
mengolah aset-aset alamiahnya. Mereka meningkatkan Aksesibilitas, tampilan
akan lebih banyak bekerjasama langsung fisik fasilitas dan peralatan,
dan lebih luas dengan swasta. kompetensi, daya tanggap, dan
Permasalahan yang sering muncul kesantunan. Demikian pula sebagai
dalam memahami reinventing government katalisator Pemda telah melakukan
di kabupaten tanggamus adalah adanya pemberian insentif berupa Bantuan
anggapan bahwa dengan adanya konsep Desa Terpencil, pengecualian pajak
mewirausahakan birokrasi tersebut berarti untuk sektor-sektor yang dipandang
kantor dinas/ instansi di Pemerintahan penting tetapi kurang diminati.
Daerah (pemda) dituntut untuk “berbisnis” Selain itu Pemda juga melakukan
agar dapat memberi nilai tambah untuk fungsi steering berupa penetapan
PAD. Padahal, maksud yang sebenarnya kriteria, Standar pelayanan minimum
adalah memberdayakan institusional. dan indikator kinerja bagi Dinas/
Bukan menciptakan “pengusaha” dalam kantor, Badan, Badan Usaha maupun
lingkungan birokrasi pemerintahan. koperasi; mengeluarkan dan mengawal
Menurut Osborne dan Gaebler, perizinan-perizinan.
mewirausahakan birokrasi berarti Prinsip ini sebenarnya selaras
mentransformasikan semangat wirausaha dengan prinsip strategic vision dan
ke dalam sektor publik. Di era otonomi participation dalam Good Governance.
daerah, dimana pemerintah di daerah Prinsip strategic vision mengandung
dituntut untuk bisa mandiri, usaha tersebut makna bahwa pemerintah memiliki visi
dapat diterapkan agar produktivitas dan strategis dan berupaya mencapainya

64
melalui misi-misinya, melalui fungsi- sehat. Beberapa Perusahaan Milik
fungsi pengarahan dan regulasi. Daerah betul-betul harus dapat bersaing
Sedangkan pelaksanaan secara dengan swasta. Pemda sebagai
operasional melibatkan seluas mungkin penyelenggara perusahaan Daerah,
partisipasi masyarakat, swasta maupun mesti melaksanakan fungsi Catalixy
koperaasi. bukan hanya mengandalkan fungsi
Lebih jauh sebenarnya Pemda powernya, sehingga akan mampu
bisa saja melakukan kerja sama dengan bersaing dengan swasta. Monopoli
swasta dalam pemungutan pajak, akan terhadap suatu usaha produksi/
tetapi penentuan Wajib Pajak dan pelayanan tidak ditemui di Kabupaten
besarnya tarif pajak tetap dilakukan Tanggamus. Akan tetapi apabila dikaji
oleh Pemda.. lebih seksama, sebenarnya proyek-
2. Prinsip Community Own Government, proyek pembangunan fisik maupun non
dilaksanakan melalui pemberdayaan fisik, haknya masih secara otomatis
masyarakat. Pemberdayaan berarti diberikan kepada Dinas-dinas/ Kantor/
memberikan wewenang kepada Badan, tanpa harus bersaing dengan
masyarakat bukan hanya dalam swasta. Baru setelah itu Dinas-
pelaksanaan pembangunan, akan tetapi dinas/Kantor/Badan, mengkontrakan
dalam perencanaan, dan pengawasan kepada swasta, dengan tentu saja Dinas/
pembangunan. Masyarakat dilibatkan Kantor/ Badan tersebut meminta bagian
dalam menyusun perencanaan hasilnya. Hal inilah sebenarnya yang
pembangunan melalui jalur botom up belum mencerminkan pelaksanaan
planning, mulai dari Desa/ kelurahan, prinsip competitive goverment, seperti
kecamatan, sampai pada kabupaten. yang di kehendaki oleh Osborne dan
Kegiatan yang telah lama berjalan yang Ted Gaebler. Menurutnya unit-unit
berkaitan dengan aplikasi perinsip ini orgaisasi pemerinah semestinya sama-
adalah Siskamling, pembangunan sama berjuang, bersaing, dengan
sarana peribadatan, dan pengembangan peluang yang sama dengan swasta
objek wisata swadaya. untuk dapat memenangkan tender dari
Aplikasi prinsip ini sebenarnya suatu proyek pemerintah.
sejalan dengan prinsip-prinsip yang ada Aplikasi prinsip ini, sejalan
dalam good governance yaitu dengan prinsip-prinsip yang ada dalam
partisipasi yang didikung dengan good governance yaitu Effectiveness
transparansi. Pemberdayaan and efficiency, Eccountability dan
hakekatnya adalah menggalakan Profesionalism. Sasaran
partisipasi masyarakat seluas mungkin. dihembuskannya iklim kompetisi
Akan tetapi partisipasi tersebut harus sebenarnya adalah agar penyelenggara
didukung oleh sikap kejelasan dari pelayanan dapat bertindak efektif dan
pemerintah itu sendiri, baik dalam efisien. Untuk dapat bertindak efektif
perencanaan/ program: yang dan efisien maka sikap profesionalisme
menyangkut biaya, prosedur, kriteria; menjadi prasarat yang harus dipenuhi.
maupun dalam implementasinya, waktu Salah satu karakteristik profesional
sasaran, hasil dan manfaat yang dapat adalah penyelenggara senantiasa
dipetik kemudian. melakukan pertanggung jawaban bukan
3. Aplikasi prinsip Competitive hanya kepada atasan tetapi juga
Government, dilakukan melalui upaya pertanggung- jawaban kepada
menyuntikkan iklim persaingan yang
65
masyarakat sebagai wali amanah diarahkan pada sekolah-sekolah dengan
(Akuntabilitas). peningkatan prosentase lulusan terbaik,
4. Aplikasi prinsip Mission Driven bukan pada jumlah siswanya. Demikian
Government dilakukan mulai dari pula subsidi diberikan pada Balai-balai
penyusunan Renstra Daerah sampai Pengobatan dengan target prosentase
dengan upaya-upaya menyederhanakan penyehatan masyarakat yang
aturan aturan dan menggantikannnya meningkat, bukan hanya pada jumlah
dengan orientasi misi. Dalam pasiennya. Subsidi juga diberikan pada
penyusunan Renstra (Perencanaan desa-desa dengan target progress
Strategis) Daerah ditetapkan issu peningkatan status desa.
strategis, Visi dan Misi Daerah, Tujuan, Sejalan dengan prinsip-prinsip
Sasaran, Strategi: Kebijakan, program yang ada dalam good governance,
dan kegiatan serta indikator-indikator seperti Effectiveness, Strategic Vision
pencapaiannya. Visi dan Misi daerah dan profesionalism. Dengan
selanjutnya diteruskan dengan visi dan pendekatan yang berorientasi pada
misi setiap unit organisasi pemerintah hasil, maka hakekatnya organisasi
dibawah kabupaten yang tentu saja tersebut telah berupaya bekerja secara
tidak boleh bertentangan dengan visi efektif. Efektivitas organisasi hanya
dan misi daerah. dapat dicapai dengan sikap dan perilaku
Kegiatan-kegiatan seperti, yang profesional dengan satu
penyusunan Anggaran yang Berbasis pandangan untuk mencapai Visi
Kinerja, penyederhanaan prosedur, organisasi yang menjadi impiannya.
upaya pelayanan yang terpadu (one 6. Penerapan prinsip Customer Driven
stop service dan one room service) Government di Kabupaten Tanggamus,
merupakan manifestasi dari aplikasi dilakukan melalui upaya pengalihan
prinsip Mission Driven Government. orientasi birokrasi , dari orientasi ingin
Aplikasi prinsip ini, juga sejalan dilayani menjadi pelayan terhadap
dengan prinsip-prinsip yang ada dalam pelanggan. Karena itu pada tahap awal
good governance, seperti setiap unit organisasi Pemda di
responsiveness, Effectiveness and Kabupaten tanggamus wajib
efficiency, dan Strategic viosion. mendefinisikan dan menemukan siapa
Organisasi yang digerakan oleh misi pelanggannya, untuk selanjutnya
senantasa berorientasi pana cara kerja dilakukan survey pelanggan untuk
yang efektif dan efisien, berupaya menangkap fakta apa yang menjadi
memuaskan pelanggan dengan cara keluhan, kebutuhan dan harapan
cepat tanggap terhadap keluhan, pelanggan. Dalam kenyataannya
kebutuhan dan aspirasi masyarakat terdapat beberapa instansi yang dengan
pelanggan, dan tentu saja organisasi mudah mendefinisikan siapa
tersebut memiliki visi dan misi jauh pelanggannya dan apa harapan mereka,
kedepan. akan tetapi tidak sedikit instansi yang
5. Aplikasi prinsip Result Oriented sulit mendefinisikan siapa yang
Government, di Kabupaten menjadi pelanggan mereka, karena
Tanggamus, dilakukan melalui upaya publik yang harus dilayani tidak
pengalihan orientasi subsidi. Subsidi lansung berhubungan dengan
Pemda tidak lagi diorientasikan pada masyarakat.
masukan dan kompleksitan organisasi, Salah satu wujud alih orientasi
tetapi lebih diarahkan pada target hasil Pemda Tanggamus adalah peningkatan
yang akan dicapainya. Subsidi lebih proporsi untuk belanja publik dalam

66
APBD yang lebih besar dari pada kapasitas dan kulaitas pelayanan,
peningkatan untuk belanja rutin adalah suatu sikap yang tidak
pegawai. Ini menunjukan suatu profesional dan tidak efisien dipandang
komtmen yang baik dalam rangka dari sisi pelanggan. Demikian pula
meningkatkan pelayanan publik. tindakan-tindakan tersebut sulit untuk
Jika dikaitkan dengan prinsip- dapat diterima pertanggungjawabannya
prinsip yang ada dalam good di hadapan publik.
governance, maka hal ini sejalan 8. Penerapan prinsip Anticipatory
dengan prinsip-prinsip seperti Government dilakukan Pemda
Consensus orientation dan Tanggamus melalui upaya identifikasi
accountability. Pemerintah yang faktor-faktor pendukung penghambat
berorientasi pada pelanggan, berarti dan tangtangan di masa depan melalui
pemerintah yang juga berorientasi pada penyusunan issu-issu strategis dalam
kepuasan pelanggan, pada kesepakatan Rencana Strategis yang dibuat Pemda.
yang terjadi antara masyarakat Dengan perumusan issu-iisu strategis
pelanggan dengan pemberi layanan. tersebut maka hal-hal yang
Dengan orientasi pada pelanggan maka kemungkinan akan mengganggu
pada akhirnya wujud penyelenggaraan pemerintahan dan
pertanggungjawaban (akuntabilitas) pembangunan di masa depan dapat
pun akan diarahkan kepada masyarakat diantisipasi sedini mungkin dan dapat
pelanggan bukan hanya kepada atasan. di pikirkan lebih awal alternatif
7. Aplikasin prinsip Enterpriting penanganannya. Dalam tataran
Government dilakukan Pemda pelaksanaan, bidang kesehatan
Tanggamus melalui penekanan misalnya telah dilakukan upaya
terhadap unit-unit organisasi Pemda immunisasi gratis melalui pos-
untuk sedapat mungkin meningkatkan posyandu. Pengelolaan dan pengawasan
kontribusinya terhadap PAD. perizinan : IMB, SIUP, SITU,
Akibatnya tidak sedikik unit organisasi dilakukan dengan ketat merupakan
pemda yang salah sasaran. Peningkatan langkah antisipasi agar pemerintah
tarif dan ekstensifikasi Retribusi yang tidak kecolongan lebih jauh oleh
dilakukan tidak serta merta diikuti tangan-tangan jahil yang
dengan peningkatan kapasitas dan mementingkan keuntungan sendiri.
kualitas pelayanan. Hal ini tentu saja Jika dikaitkan dengan prinsip-
menyimpang dari filosofi dan hakekat prinsip yang ada dalam good
Retribusi itu sendiri. governance, maka hal ini sejalan
Selain itu kebijakan prifatisasi dengan prinsip Strategic Vision.
yang dilakukan dengan menjual aset- Dimana upaya menyusunan Rencana
aset daerah dan beberapa BUMD strategis merupakan langkah awal
sebenarnya bukan perwujudan dari untuk mewujudkan Visi Strategis
pemerintah wirausaha. Inilah yang Daerah.
sebenarnya perlu diluruskan karena 9. Penerapan prinsip Decentralized
tidak sejalan dengan dengan filosofi Government adalah langkah awal yang
good governance terutama prinsip rasakan oleh Pemda Tanggamus,
Profesionalism, Effectiveness and karena Kabupaten Tanggamus
efficiency serta Eccountability. merupakan Daerah Otonomi Baru hasil
Peningkatan tarif retribusi tanpa pemekaran tahun 1997 dari Kabupaten
diimbangi dengan peningkatan Lampung Selatan. Sebagai daerah
67
otonomi baru tentu saja merupakan pemerintah yang mewajibkan setiap
pemerintah yang terdesentralisir, pembelian minuman kaleng dan botol,
memiliki kewenangan dan tanggung si pembeli wajib menambah tarif 5 sen
jawab baru, memiliki wilayah baru dan dolar untuk menghargai sampah kaleng
Kepemimpinan daerah yang Baru. dan botol. Akibatnya sampah kaleng
Dengan kondisi yang serba baru dan botol menjadi berkurang di taman-
diharapkan memiliki komitmen dan taman kota New York. Artinya disini
semangat baru, sehingga kewenang pemerintah telah mendongkrak
yang otonom tersebut dapat permintaah terhadap sampah kaleng
dimanfaatkan secara optimal dalam dan botolyang tadinya tidak berharga.
pengembangan sumber daya insani dan Dan pada akhirnya berdampak positif
sumber daya alam yang bermuara pada pada keberesihan kota. Akan tetapi
peningkatan pelayanan publik dan Pemda Tanggamus, hampir tidak
kesejahteraan masyarakat. melakukan suatu perubahan melalui
Jika dikaitkan dengan prinsip- penerapan prinsip ini.
prinsip yang ada dalam good Apabila hal ini dikaitkan dengan
governance, maka hal ini sejalan prinsip-prinsip yang ada dalam good
dengan prinsip Participation dan Rule governance, maka hal ini sejalan
of Law. Azas desentralisasi pada dengan prinsip Participation,
dasaernya adalah upaya pendelegasian Effectiveness and efficiency, artinya
wewenang dari organisasi tingkat atas dengan energi relatif sedikit, yang
kepada unit organisasi di bawahnya. dibantu dengan melibatkan masyarakat,
Iklim ini potensil dapat memacu maka pemerintah telah mampu
partisipasi masyarakat untuk turut melakukan perubahan yang berdampak
berkiprah dalam kepemerintahan yang cukup besar dan positif. Akan tetapi
deket dengan yang diperintah. sayang prinsip ini belum diaplikasikan
Setidaknya masyarakat akan merasa secara optimum oleh Pemda
lebih dekat dengan pemerintahnya, Tanggamus.
pemerintah yang lebih paham dengan
masalah rakyatnya. Hal ini tentu saja Analisis Aplikasi New Public Service
harus didukung oleh penegakan hukum Kehadiran New Public Service
yang kuat, sebab kalau tidak maka yang banyak mengkritik pemikiran
kewenangan baru yang dimiliki akan reinventing government, telah membuat
mudah disimpangkan oleh oknum yang para ahli, kembali membuka mata untuk
oportunis. menyimak lebih dalam sisi kelebihan dan
10. Penerapan prinsip Market kekurangannya. Disisi lain para praktisi
Oriented Government dilakukan pelayanan publik yang baru saja mencoba
Pemda Tanggamus mestinya melalui menerapkan prinsip Reinventing
upaya campur tangan pemerintah Government, merasa kerepotan karena
terhadap permintaan dan penawaran belum sempet diamati dampaknya,
suatu barang/ jasa yang dibutuhkan sekarang ada pemikiran baru yang disebut
masyarakat. Perubahan nilai/ harga New Public Service. Demikian halnya
pada suatu barang/ jasa secara praktis dengan para birokrat dan pihak pemberi
dapat menimbulkan efek terhadap layanan publik di Kabupaten Tanggamus,
sesuatu/ keadaan sesuai dengan yang di kehadiran paradigma baru ini sempat
harapkan. Seperti halnya yang membuat langkah pelayanan tersentak,
dicontohkan Osborne dan Ted Gaebler, akan tetapi sebagai aparat yang berfikir
bahwa dengan campur tangan positif, kehadiran New Public Service,

68
tetap diterima untuk dipelajari dengan 5. Steering (mengarahkan) hanya
seksama. diperuntukan bagi masyarakat yang
Pada dasarnya perinsip- prinsip memiliki pemahaman tentang aturan
New Public Service seperti : (1) Serve pelayanan, sehingga pada akhirnya
Citizens, not customers, (2) Seek the akan terbentuk nilai nilai baru yang
public interest, (3) Value citizenship over lebih berwarna ekonomis dan
entrepreneurship, (4)Think strategically, rasional, padahal semestinya
act democratically, (5)Recognize that administrator publik membantu
Accountability is not simple., (6) Serve mengemukakan kepentingan bersama
rather than steer dan (7) Value people, not dan melayaninya.
just productivity. Merupakan prinsip anti 6. Outcome pelayanan pada hakekatnya
thesys yang dapat diterima secara logis adalah pencapaian nilai-nilai bersama
terutama tentang: bukan hanya produktifitas yang lebih
1. Definisi publik yang tidak hanya bersifat materialis.
sebatas customer, akan tetapi Berdasarkan pemahman tersebut
semestinya lebih makro yakni Civil para praktisi Pemda tanggamus sedikit
Society (masyarakat madani). Karena banyak mulai menyesuaikan aplikasi
jika publik hanya diartikan pelanggan Reinventing Government, Good
maka masyarakat yang belum menjadi Governance prinsip New Public Service.
pelanggan seakan tidak akan di layani
secara memadai. E. Kesimpulan
2. Kepentingan publik ternyata bukan Berdasarkan hasil analisis tersebut,
hanya agregat dari kepentingan para maka dapat ditarik kesimpulan :
individu, akan tetapi lebih merupakan 1. Dalam rangka meningkatkan pelayanan
kepentingan yang dihasilkan melalui publik Pemda Kabupaten Tanggamus
dialog tentang nilai-nilai bersama. telah berupaya menerapkan konsep
Dan Administrator publik harus Reinventing Governance dan good
membantu menemukan kepentingan governance meskipun beberapa prinsip
nilai-nilai bersama tersebut. belum dapat diterapkan, karena
3. Penyelenggara pelayanan publik tidak kesulitan mengoperasionalkan konsep
selalu efektif diserahkan pada pihak untuk dapat diaplikasikan.
yang memiliki jiwa enterpreunership, 2. Prinsip-prinsip reinventing government
justru akan lebih baik jika diserahkan yang telah diaplikasikan dan sejalan
pada abdi masyarakat yang memiliki dengan good governance di Pemda
jiwa merakyat tetapi memiliki Kabupaten Tanggamus adalah prinsip-
komitmen yang baik. prinsip:
4. Perubahan yang diserahkan melalui  Steering Rather Than Rowin yang
mekanisme pasar, tidak selalu baik selaras dengan prinsip strategic
dampaknya karena itu sebaiknya vision dan participation dalam
diserahkan kepada Abdi Masyarakat GoodGovernance
yang mematuhi peraturan perundang-  Community Own Government yang
undangan, nilai-nilai kemasyarakatan, selaras dengan prinsip partisipasi
norma politik, dan standar yang didikung dengan transparansi
profesional. Hal ini karena pada dalam GoodGovernance
akhirnya akan  Prinsip Mission Driven
dipertanggungjawabkan kepada Government yang selaras dengan
masyarakat. prinsip responsiveness,
69
Effectiveness and efficiency, dan dilakukan untuk dapat selaras dengan
Strategic viosion dalam paradigma New Public Service.
GoodGovernance
 Result Oriented Government yang DAFTAR PUSTAKA
selaras dengan Effectiveness,
Strategic Vision dan Basuki dan Shofwan. 2006. Penguatan
profesionalism dalam Pemerintahan Desa Berbasis Good
GoodGovernance Governance. Malang: SPOD-FE
 Customer Driven Government UNIBRAW.
yang selaras dengan Consensus
orientation dan accountability Denhardt, J.V. & Denhardt, R.B. 2003.
dalam GoodGovernance The New Public Service: Serving,
 Anticipatory Government yang Not Steering. (New York: M.E.
selaras dengan Strategic Vision Sharpe
dalam GoodGovernance
 Decentralized Governmentyang Chaizi Nasucha. 2004. Reformasi
selaras dengan prinsip Administrasi Publik: Teori Dan
Participation dan Rule of Law Praktik. Jakarta : Grasindo.
dalam GoodGovernance
Prinsip reinventing government Dwiyanto, Agus, dkk. 2006. Reformasi
yang diterapkan tetapi belum Birokrasi di Indonesia, Yogyakarta :
sepenuhnya sesuai adalah prinsip Gajahmada University press.
Competitive Government, prinsip ini
sejalan dengan prinsip Effectiveness Fredickson, George, 1997. The Spirit of
and efficiency, Eccountability dan Public Administration, San
Profesionalism dalam Good Fransisco : Jossey Bass,
Governance
Prinsip reinventing government Gifford and Pinchot, Elizabeth, 1993.The
yang diterapkan tetapi keliru dalam End of Bureaucracy and The Rise of
penerapannya adalah prinsip The Intelligent Organization,: San
Enterpriting Government, prinsip ini Fransisco : Barret-Koehler
selaras dengan Profesionalism, Publishers.
Effectiveness and efficiency serta
Eccountability dalam Good Osborne, D. & Gaebler. 1992. Reinventing
Governance Government : How the
Prinsip reinventing government Entrepreneurial Spirit is
yang belum dapat diterapkan adalah Transforming the Public Sector.
prinsip Market Oriented Government. New York : A William Patrick
Prinsip ini sebenarnya selaras Book.
denganParticipation, Effectiveness and
efficiency dalam GoodGovernance Saefullah, Djadja. 2010. Pemikiran
3. Paradigma New Public Service tetap Konteporer Administrasi Publik.
dapat diterima oleh aparatur Pemda LP3AN. Bandung.
Kabupaten tanggamus, meskipun untuk
penerapannnya, mesti dilakukan Sudarmayanti, 2004. Manajmen
pengkajian lebih mendalam, dan sambil Sumberdaya Manusia : Reformasi
jalan beberapa penyesuaian telah Birokrasi dan Manajemen PNS.
Bandung : Refika Aditama.

70
pada Era Desentralisasi dan Otonoi
Sudarmayanti. 2004. Good Governance, Daerah, Insan Cendekia, Surabaya.
Kepemerintahan yang Baik, Bagian
Dua. Bandung: Mandar Maju. Wijaya, Andy. 2006. Good Governance
dan Mewirausahakan Birokrasi:
Wicaksono, Kristian Widya. 2006. Kesinergian untuk Kesejahteraan
Administrasi dan Birokrasi Rakyat naskah ceramah dalam
Pemerintahan, Jakarta : Graha Ilmu. Seminar Nasional Mewirausahakan
Birokrasi untuk Menyejahterakan
Widodo, Joko. 2001. Good Governance: Rakyat, 7 Januari 2006, Gedung
Akuntabilitas dan Kontrol Birokrasi Widyaloka Unibraw).

71
72