Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIK

SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI


“TYRE CHANGER DAN BALANCING RODA”

DOSEN PENGAMPU : 1. Dr. Tawardjono Usman, M.Pd


2. Yosep Efendi, M.Pd
HARI / TANGGAL : Senin, 5 Maret 2018

Disusun Oleh:
1. Ramadhani Rizky Putra (16504241022)
2. Yoga Widiaprianto (16504241026)
3. Achmad Zunaedi (16504241030)
4. M. Rifqi Prihantono (16504241034)
5. Rizaldi Isnadar (16504241038)

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018
I. KOMPETENSI
1. Menggunakan mesin balancing dan tire changer.
2. Membalance dan mengganti ban sesuai dengan prosedur yang benar.

II. SUB KOMPETENSI


Setelah selesai praktikum mahasiswa dapat :
1. Melepas dan memasang ban menggunakan mesin tyre changer dengan
benar.
2. Melepas dan memasang roda pada mesin balance dengan cara yang
benar.
3. Menjelaskan syarat-syarat roda siap/dapat dibalance.
4. Menjelaskan cara kerja pembalance roda.

III. ALAT DAN BAHAN

1. Mesin balancing dan SST balancing


2. Mesin tire changer
3. Roda mobil
4. Tool box
5. Alat-alat ukur yang diperlukan.

IV. KESELAMATAN KERJA


1. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya.
2. Bekerja dengan hati-hati dan teliti.
3. Pastikan tidak berada pada daerah putar mesin balance & tutuplah
cover pengaman roda.

V. DASAR TEORI

1. Tire Changer
Melepas ban atau membongkar ban dari pelek kadang dibutuhkan
ketika terjadi kebocoran pada ban, atau ketika mengganti ban dengan yang
baru, maupun merubah posisi ban yang terkikis pada satu sisinya. Dan
ketika melepas ban atau memasang ban harus mengikuti prosedur atau
dengan cara yang benar, karena jika tidak justru akan merusak ban itu
sendiri atau bahkan merusak komponen-komponen yang ada pada roda.
Melepas dan memasang ban, baik ban dalam maupun ban luar sebetulnya
tidak terlalu sulit dan semua bisa melakukannya.

2. Balancing Roda

Balancing bisa diartikan, menimbang sisi-sisi ban dan pelek untuk mencapai
bobot seimbang.Manfaatnya, menghindari getaran pada lingkar kemudi saat
mobil berjalan, baik pada kecepatan rendah maupun tinggi.Gunanya untuk
mengecek putaran atau getaran yang ditimbulkan di setiap putaran roda.Berat
semua pelek harus sama, jika tak sama bisa menimbulkan getaran pada
kemudi.
VI. LANGKAH KERJA
Melepas Ban Menggunakan Tire Changer
1. Mastikan udara dalam ban sudah kosong hingga benar benar kempes
2. Memasang ban yang telah kempes diatas bilah penekan, pastikan
posisinya berada di tengah
3. Memposisikan bilah penekan dengan menggeser dengan menggeser
handle pada sisi samping ban.
4. Saat proses pengepresan, jangan meletakkan tangan pada samping ban
karena berbahaya.
5. Menekan pedal penekan, maka bilah penekan akan menekan sidewall
dengan tekanan yang kuat sampai kedua bead lepas dari rim.

6. Saat proses pengepresan, jangan meletakkan tangan pada samping ban


karena berbahaya.
7. Menekan pedal penekan, maka bilah penekan akan menekan sidewall
dengan tekanan yang kuat sampai kedua bead lepas dari rim.
8. Memposisikan pengait pelepas ban diatas rim/pelek.

9. Menggunakan sendok ban untuk mencongkel sisi samping ban dan


menepatkan dengan pengait sampai pengait masuk kedalam bead.

10. Menekan pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan bead
akan terlepas dari rim.
11. Untuk melepas bead sisi bawah, Menempatkan pengait pada rim sisi
bawah.
12. Menekan pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan ban
akan terlepas dari peleknya.
13. Mengangkat ban dari velgnya

Memasang Ban Menggunakan Tyre Changer

1. Melumasi ban dengan menggunakan Vaselin, vaselin dioleskan pada


mulut ban atau yang bersinggungan dengan velg,
2. Menempatkan pelek diatas mesin.
3. Menempatkan ban diatas pelek, masukkan bead kesalah satu sisi
samping pelek.
4. Menempatkan tuas pemasang pada bead sisi bawah dan teka pedal
pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan bead bawah akan
tepasang pada pelek.
5. Memasang tuas pengait pemasang pada bead atas tepat diatas rim.
6. menekan pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan secara
perlahan ban akan terpasang pada pelek.
7. memposisikan ban terhadap pelek dengan cara menekan sisi bead,
maka ban akan tertata rapi pada peleknya.
8. memompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai untuk
spesifikasi ban tersebut.

Membalance Roda :
1. Mempersiapkan alat dan mesin untuk membalance roda.
2. Melepas roda dari kendaraan.
3. Melakukan pemeriksaan tekanan ban, kondisi ban dan perbaikan untuk
mempersiapkan agar roda siap di balance.
4. Melakukan pemasangan roda pada mesin balancing dengan memilih
cone poros yang pas dan pastikan terpasang dengan kuat benar dan
tidak oleng.
5. Melakukan setting pada mesin balance dengan memasukkan data-data
yang diperlukanserta mensetting bagian sisi roda yang akan di balance.
6. Menjalankan mesin balancing dengan menutup tutup ban kebawah,
sampai didapatkan indikator pada mesin balance memberikan tanda.
7. Memasang bobot balance pada daerah yang ditunjukan oleh indikator
mesin balance.
8. Melakukan pengecekan lagi hasil pemasangan bobot balance, jika
belum tepat betulkan posisinya sesuai dengan penunjukan indikator
mesin balance, sampai didapat kondisi yang balance.
9. Melakukan pembalanan untuk kedua sisi roda (sisi dalam dan luar )
10. Jika sudah selesai, Mengembalikan alat dan bahan serta bersihkan
tempat kerja yang digunakan.
11. Mendiskusikan apa penyebab ketidak balanan roda serta apa akibatnya
jika roda tidak balance tetap digunakan.
12. Mendiskusikan inovasi usaha apa yang bisa dikembangkan setelah anda
mengetahui tentang balancing roda.
VII. HASIL PRAKTIK DAN PEMBAHASAN
1. Gambar Ilustrasi mesin balance dan pemasangan roda

Gambar Ilustrasi mesin balance

Gambar ilustrasi pemasangan ban pada mesin balancer


Gambar pemasangan ban dengan tyre changer

2. Data ukuran roda ( ban dan pelek ) serta kondisinya


a. Diameter pelek : 14 inci
b. Lebar pelek : 5 1/4 inci
c. Jarak roda dengan mesin : 80 mm
d. Tekanan ban : 30 Psi
e. Kondisi : baik

3. Record data pada proses balancing

Sisi dalam “ IN “ Sisi luar “out”

Proses ke-1 Proses ke-1

ok 18 gram
Proses ke-2 Proses ke-2
5 gram ok
Hasil Hasil
ok ok

4. Idikator-indikator yang harus diperhatikan ketika membalance


roda
a. Menentukan posisi timbal pemberat yang akan dipasang pada
roda apakah ditembel atau menjepit. Pada roda yang di balance
menggunakan pemberat timbal yang menjepit bagian ujung rim/
pelek.

b. Menentukan ukuran lebar ban dan diameter ban yang akan di


balance dan jarak antara mesin balance dengan roda. Didapatkan
hasil bahwa d = 14 inchi , lebar ban = 5, 1/4 inchi , dan jarak
antara roda dan mesin balance = 8 cm ( 80 mm )

5. Hasil Balance Roda


Hasil dari membalance roda didapatkan roda tidak balance sebesar 18
gr dibagian luar. Hasil ini dapat dilihat pada monitor.
Karena timbal seberat 18gr tidak tersedia maka dipelukan pembulatan
angka keatas yaitu keangka 20gr Sehingga harus diberi pemberat timbal
sebesar 20 gr di bagian luar. Letak pemberat dimana akan dipasang
akan ditunjukan oleh panah hijau pada monittor sehingga kita tinggal
mengikutinya. Setelah dilakukan pembalance-an hasil yang kami
dapatkan lagi tertera pada gambar berikut:

Pada kali ini Hasil dari membalance roda didapatkan roda tidak balance
sebesar 5 gr dibagian dalam. Setelah diberi pemberat dan dilakukan
proses deteksi keolengan tersebut ban sudah balance hal ini dapat
dilihat ketikar monito menunjukan “OK” atu angka “0”.
VIII. KESIMPULAN

Proses tyre changer digunakan untuk mempermudah kerja mekanik terkait


proses penggantian ban, dengan tire changer diharapkan agar proses
penggantian ban pada roda dapat dilakukan dengan lebih cepat, aman, dan
hemat tenaga. Dengan tire changer juga akan mengurangi tingkat resiko
kecelakaan kerja terhadap mekanik maupun pada benda kerja yaitu ban
dan pelek.
Proses balancing diperlukan untuk menyeimbangkan putaran atau rotasi
ban agar pengemudi saat mengendarai mobil merasakan kenyamanan yang
memuaskan. Proses balancing ini sangat diperlukan karena jika ban sampai
oleng maka akan mengakibatkan steering wheel akan bergeta rdanporos
axle akan bengkok.