Anda di halaman 1dari 25

VALIDASI TINGKAT KESUKARAN ANTARA INDIKATOR DENGAN PRA LKS

Nama : Nurhasanah
NIM : ACC 112 011
Judul Proposal : Pengaruh Penggunaan LKS Terhadap Pemahaman Konsep Kelarutan dan Hasil Kali
Kelarutan Pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran
2017/2018
Nama Validator : 1. Drs. Abdul Hadjranul Fatah, M.Si
2. Riak, S.Pd, M.Pd

Berilah tanda (√) pada kolom skor untuk jawaban:


Validasi 0 : Apabila soal tidak komunikatif dan menunjukkan ketidaksesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.
Validasi 1 : Apabila soal sudah komunikatif tetapi menunjukkan ketidaksesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.
Validasi 2 : Apabila soal komunikatif dan menunjukkan kesesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.

84
SOAL PRA LKS
Nomor Skor
Indikator Soal Pra LKS Komentar
Soal 0 1 2
Ksp (tetapan hasil kali kelarutan) sama dengan hasil kali molar dari ion-ion
Menjelaskan pengertian penyusunnya masing-masing dipangkatkan dengan ..................................(1)
(1)
tetapan hasil kali kelarutan Pada reaksi AgCl ⇌ Ag+ + Cl- persamaan tetapan hasil kali kelarutannya
(Ksp)
adalah ......................................(2)
Semakin besar harga Ksp, maka semakin besar kelarutan suatu zat.
Menuliskan persamaan (2) Kelarutan (s) menyatakan konsentrasi ion dalam larutan jenuh. Jika
tetapan hasil kali kelarutan
senyawa AgCl dilarutan dalam air pada suhu tertentu yang memilki harga
Menghitung nilai Ksp jika (3) kelarutan 1,34 x 10-5 mol/L, maka harga Ksp sebesar
diketahui kelarutan (s) ........................................ (3)
Kemudian jika senyawa AgCl memilki harga
Menghitung harga kelarutan (4)
(s) jika diketahui Ksp Ksp sebesar 1,8 x 10-10 maka kelarutan senyawa tersebut dalam air sebesar
Memprediksi terbentuknya ................................................(4)
endapan dengan
membandingkan antara hasil (5) Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Ksp dapat digunakan untuk
kali ion-ion dalam larutan memperkirakan pengendapan zat. Hal ini dilakukan dengan
dengan Ksp
membandingkan nilai Ksp dengan nilai Qc. Jika pada data diperoleh nilai
Qc = 1,5 x 10-4, dan harga Ksp sebesar 1,7 x 10-5 maka akan terjadi
Menjelaskan pengaruh (6) (7)
.......................................(5)
,
penambahan ion senama Penambahan ion senama akan menurunkan kelarutan. Penambahan NaCl
dan (8)
dalam larutan
atau AgNO3 ke dalam AgCl akan mengakibatkan terjadinya
........................................(6)

85
Dalam kesetimbangan kelarutan, apabila ditambahkan ion senama maka
kelarutan senyawa tersebut ........................................(7) dan endapan
.........................................................................(8)

86
KUNCI JAWABAN PRA LKS
Nomor Skor
Indikator Soal Pasca LKS Komentar
Soal 0 1 2
Ksp (tetapan hasil kali kelarutan) sama dengan hasil kali molar dari ion-
Menjelaskan pengertian ion penyusunnya masing-masing dipangkatkan dengan Koefisien(1)
tetapan hasil kali kelarutan (1) Pada reaksi AgCl ⇌ Ag+ + Cl- persamaan tetapan hasil kali kelarutannya
(Ksp) adalah [Ag+] [Cl-](2)
Semakin besar harga Ksp, maka semakin besar kelarutan suatu zat.
Kelarutan (s) menyatakan konsentrasi ion dalam larutan jenuh. Jika
Menuliskan persamaan (2) senyawa AgCl dilarutan dalam air pada suhu tertentu yang memilki
tetapan hasil kali kelarutan harga kelarutan 1,34 x 10-5 mol/L, maka harga Ksp sebesar 1,8 x 10-10 (3)
(3)
Menghitung nilai Ksp jika dan (4) Kemudian jika senyawa AgCl memilki harga Ksp sebesar 1,8 x 10-10
diketahui kelarutan (s maka kelarutan senyawa tersebut dalam air sebesar 1,34 x 10-5 mol/L(4)
Menghitung harga Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Ksp dapat digunakan untuk
(4)
kelarutan (s) jika diketahui memperkirakan pengendapan zat. Hal ini dilakukan dengan
Ksp membandingkan nilai Ksp dengan nilai Qc. Jika pada data diperoleh
Memprediksi terbentuknya nilai Qc = 1,5 x 10-4, dan harga Ksp sebesar 1,7 x 10-5 maka akan terjadi
endapan dengan Pengendapan(5)
(5)
membandingkan antara Penambahan ion senama akan menurunkan kelarutan. Penambahan
hasil kali ion-ion dalam NaCl(aq) atau AgNO3 ke dalam AgCl akan mengakibatkan terjadinya
larutan dengan Ksp Pengendapan(6)
Menjelaskan pengaruh Dalam kesetimbangan kelarutan, apabila ditambahkan ion senama maka
(6) (7)
penambahan ion senama , dan (8) kelarutan senyawa tersebut Berkurang(7) dan endapan Semakin
dalam larutan Bertambah(8)
Palangka Raya, ..................................... 2017
Validator Instrumen

Dr. Abdul Hadjranul Fatah, M.Si


NIP. 19670307 199203 1 004

87
VALIDASI TINGKAT KESUKARAN ANTARA INDIKATOR DENGAN LKS
Nama : Nurhasanah
NIM : ACC 112 011
Judul Proposal : Pengaruh Penggunaan LKS Terhadap Pemahaman Konsep Kelarutan dan Hasil Kali
Kelarutan Pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran
2017/2018
Nama Validator : 1. Drs. Abdul Hadjranul Fatah, M.Si
2. Riak, S.Pd, M.Pd

Berilah tanda (√) pada kolom skor untuk jawaban:


Validasi 0 : Apabila soal tidak komunikatif dan menunjukkan ketidaksesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.
Validasi 1 : Apabila soal sudah komunikatif tetapi menunjukkan ketidaksesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.
Validasi 2 : Apabila soal komunikatif dan menunjukkan kesesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.

88
SOAL LKS
Nomor Skor
Indikator Soal LKS Komentar
Soal 0 1 2
1. Tuliskan persamaan tetapan hasil kali kelarutan untuk senyawa berikut!
Menuliskan a. PbCl2 b. BaSO4 c. Ag2CO3
persamaan tetapan 1a dan
hasil kali kelarutan 1b 2. Senyawa Ag2CrO4 memiliki Ksp sebesar 2,4 x 10-12. Berapakah kelarutan molar
untuk dua (2) ion Ag2CrO4?

3. Jika pada suhu tertentu kelarutan PbF2 = 1 x 10-4 mol/L, hitunglah Ksp PbF2 !
Menuliskan
persamaan tetapan 4. PbCl2 adalah garam yang sukar larut dengan Ksp = 1,7 x 10-5
1c
hasil kali kelarutan PbCl2(s) ⇌ Pb2+(aq) + 2Cl-(aq)
untuk tiga (3) ion PbCl2 dapat diperoleh dari pencampuran NaCl dan Pb(NO3)2. Periksalah dengan
Menghitung perhitungan apakah terbentuk endapan PbCl2 jika larutan Pb(NO3)2 0,0514 M dicampurkan
kelarutan jika 2 dengan larutan NaCl 0,0514 M dalam volume tertentu, seperti pada tabel berikut.
diketahui harga Ksp V
V NaCl [Pb2+) [Cl-] Q=
Perc Pb(NO3)2 Ksp Kondisi Larutan Endapan
Menghitung nilai (L)
(L) (Mol/L) (Mol/L) [Pb2+] [Cl-]
Ksp jika diketahui 3 Belum Tepat Lewat Ya Tidak
kelarutan (s) Jenuh Jenuh Jenuh
-2 -2 -7 -5
1 0,15 0,05 3,855 x 10 1,285 x 10 4,24 x 10 1,7 x 10 √ √
Memprediksi 2 0,1 0,1 .............................. .............................. ............................
1,7 x 10-5
3 0,05 0,15 .............................. .............................. ............................
1,7 x 10-5
terbentuknya
endapan dengan
membandingkan 5. Diketahui, Ksp PbI2 = 1,35 x 10-9. Tentukan kelarutan PbI2 dalam larutan-larutan
antara hasil kali ion- 4 berikut:
ion dalam larutan a. Larutan Pb(NO3)2 0,01 M
dengan Ksp b. Larutan NaI 0,1 M
berdasarkan data
percobaan
Menjelaskan
pengaruh
penambahan ion 5
senama dalam
larutan

89
KUNCI JAWABAN LKS
Nomor Skor
Indikator Soal LKS Komentar
Soal 0 1 2
Menuliskan 1. Tuliskan persamaan tetapan hasil kali kelarutan untuk senyawa berikut!
persamaan a. PbCl2 b. BaSO4 c. Ag2CO3
1a dan Penyelesaian:
tetapan hasil kali
1b a. Langkah 1: menuliskan reaksi kesetimbangan larutan =PbCl2(s) ⇌ Pb2+(aq) + 2Cl-(aq)
kelarutan untuk
dua (2) ion Langkah 2: menuliskan Tetapan Hasil Kali Kelarutannya, Ksp: [Pb2+][Cl-]2
b. langkah 1: menuliskan reaksi kesetimbangan larutan = BaSO4(s) ⇌ Ba2+(aq) + SO42(aq)
Menuliskan Langkah 2: menuliskan Tetapan Hasil Kali Kelarutannya, Ksp = [Ba2+] [SO42-]
persamaan c. langkah 1: menuliskan reaksi kesetimbangan larutan = Ag2CO3(s)⇌ 2Ag+(aq) + CO32-(aq)
tetapan hasil kali 1c Langkah 2: menuliskan Tetapan Hasil Kali Kelarutannya, Ksp= [Ag+]2 [CO32-]
kelarutan untuk
tiga (3) ion 2. Senyawa Ag2CrO4 memiliki Ksp sebesar 2,4 x 10-12. Berapakah kelarutan molar
Menghitung Ag2CrO4?
kelarutan jika Penyelesaian:
2
diketahui harga Langkah 1: menuliskan reaksi kesetimbangan larutan =Ag2CrO4(s) ⇌ 2Ag+(aq) + CrO42-
Ksp (aq)
Menghitung nilai Langkah 2: menentukan hubungan Ksp dan s
Ksp jika diketahui 3 Ag2CrO4(s) ⇌ 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)
kelarutan (s) s 2s s
Memprediksi Ksp = [Ag+]2 [CrO42-]
terbentuknya = (2s)2 (s)
endapan dengan = 4s3
membandingkan Langkah 3: menentukan nilai s
antara hasil kali 4 Ksp = 4s3
ion-ion dalam s 3
= Ksp = 2,4 x 10-12
larutan dengan 4 4
Ksp berdasarkan s 3
= 0,6 x 10 -12
data percobaan 3
s = √0,6 𝑥 10−12
Menjelaskan 5 s = 8,4 x 10-5 mol/L
pengaruh
penambahan ion 3. Jika pada suhu tertentu kelarutan PbF2 = 1 x 10-4 mol/L, hitunglah Ksp PbF2
senama dalam
Penyelesaian:
larutan
PbF2(s) ⇌ Pb2+(aq) + 2F-(aq)

90
PbF2(s) ⇌ Pb2+(aq) + 2F-(aq)
s s 2s
2+ - 2
Ksp = [Pb ] [F ]
= (s) (2s)2
= 4s3
Ksp = 4s3.
Ksp = 4(1 x 10-4)3
Ksp = 4 x 10-12
4. PbCl2 adalah garam yang sukar larut dengan Ksp = 1,7 x 10-5
PbCl2(s) ⇌ Pb2+(aq) + 2Cl-(aq)
PbCl2 dapat diperoleh dari pencampuran NaCl dan Pb(NO3)2. Periksalah dengan
perhitungan apakah terbentuk endapan PbCl2 jika larutan Pb(NO3)2 0,0514 M
dicampurkan dengan larutan NaCl 0,0514 M dalam volume tertentu, seperti pada tabel
berikut.
V
V NaCl [Pb2+) [Cl-] Q=
Perc Pb(NO3)2 Ksp Kondisi Larutan Endapan
(L) (Mol/L) (Mol/L) [Pb2+] [Cl-]
(L)
Belum Tepat Lewat Ya Tidak
Jenuh Jenuh Jenuh
-2 -2 -7 -5
1 0,15 0,05 3,855 x 10 1,285 x 10 4,24 x 10 1,7 x 10 √ √
2 0,1 0,1 .............................. .............................. ............................
1,7 x 10-5
3 0,05 0,15 .............................. .............................. ............................
1,7 x 10-5
Penyelesaian:
 Percobaan 1
Mol Pb(NO3)2 = M Pb(NO3)2 x V Pb(NO3)2
Mol Pb(NO3)2 = 0,0514 M x 0,15 L
Mol Pb(NO3)2 = 7,71 x 10-3 mol

Mol NaCl = M NaCl x V NaCl


Mol NaCl = 0,0514 M x 0,05 L
Mol NaCl = 2,57 x 10-3 mol

[Pb2+] = mol Pb(NO3)2


Volume total
[Pb2+] = 7,71 x 10-3 mol
0,2 L
[Pb2+] = 0,03855 mol/L

91
[Cl-] = mol NaCl
Volume total
[Cl-] = 2,57 x 10-3 mol
0,2 L
[Cl-] = 1,285 x 10-2 mol/L

Q = [Pb2+] [Cl-]2
Q = (0,03855) (1,285 x 10-2)2
Q = 6,3 X 10-7
Karena Q < Ksp, maka larutan Belum Jenuh dan tidak terbentuk endapan.

 Percobaan 2
Mol Pb(NO3)2 = M Pb(NO3)2 x V Pb(NO3)2
Mol Pb(NO3)2 = 0,0514 M x 0,1 L
Mol Pb(NO3)2 = 5,14 x 10-3 mol
Mol NaCl = M NaCl x V NaCl
Mol Pb(NO3)2 = 0,0514 M x 0,1 L
Mol Pb(NO3)2 = 5,14 x 10-3 mol

[Pb2+] = mol Pb(NO3)2


Volume total
[Pb ] = 5,14 x 10-3 mol
2+

0,2. L
[Pb2+] =2,57 x 10-2 mol/L
[Cl-] = mol NaCl
Volume total
[Cl-] = 5,14 x 10-3 mol
0,2 L
[Cl-] =2,57 x 10-2 mol/L

Q = [Pb2+] [Cl-]2
Q = (0,0257) (0,0257)2
Q = 1,7 x 10-5
Karena Q = Ksp, maka larutan Tepat Jenuh dan belum terbentuk endapan.

92
 Percobaan 3
Mol Pb(NO3)2 = M Pb(NO3)2 x V Pb(NO3)2
Mol Pb(NO3)2 = 0,0514 M x 0,05 L
Mol Pb(NO3)2 = 2,57 x 10-3 mol

Mol NaCl = M NaCl x V NaCl


Mol NaCl = 0,0514 M x0,15 L
Mol NaCl = 7,7 x 10-3 mol

[Pb2+] = mol Pb(NO3)2


Volume total
[Pb2+] = 2,57 x 10-3 mol
0,2 L
[Pb2+] =1,285 mol/L

[Cl-] = mol NaCl


Volume total
[Cl ] = 7,7 x 10-3 mol
-

0,2 L
[Cl-] = 3,855 x 10-2 mol/L

Q = [Pb2+] [Cl-]2
Q = (1,285) (3,855 x 10-2)2
Q = 1,9 x 10-5
Karena Q > Ksp, maka larutan Lewat Jenuh dan terbentuk endapan.

5. Diketahui, Ksp PbI2 = 1,35 x 10-9. Tentukan kelarutan PbI2 dalam larutan-larutan
berikut:
a. Larutan Pb(NO3)2 0,01 M
b. Larutan NaI 0,1 M
Penyelesaian:
a. Larutan Pb(NO3)2 0,01 M
 PbI2 ⇌ Pb2+ + 2I-
s s 2s
Ksp = [Pb ] [2I-]2
2+

93
= (s) (2s)2
Ksp = 4s3
1,35 x 10-9 = 4s3
1,35 𝑥 10−9
s3 =
4
s3 = 3,375 x 10-10
3
s = √3,375 𝑥 10−10
s = 6,96 x 10-4 M
 PbI2 ⇌ Pb2+ + 2I-
s s 2s
Ksp = [Pb ] [2NO3]2
2+

= (s) (2s)2
Ksp = 4s3
4s3 = (6,96 x 10-4 + 0,01) (2 x 6,96 x 10-4)2
4s3 = (0,01) (1,392)2
4s3 = 1,93 x 10-8
1,93 𝑥 10−8
s3 =
4
s3 = 4,825 x 10-9
3
s = √4,825 𝑥 10−9
s = 1,689 x 10-3 M
Karena: s1 = 6,96 x 10-4 M dan s2 = 1,689 x 10-3 M
Maka: s1 (lebih kecil/lebih besar)* dari s2

 Q = [Pb2+] [2I-]2
Q = (6,96 x 10-4 + 0,01) (2 x 6,96 x 10-4)2
Q = 1,93 x 10-8
Karena: Q = 1,93 x 10-8 dan Ksp = 1,35 x 10-9
Maka: Q (lebih kecil/lebih besar)* dari Ksp dan endapan akan (terbentuk/tidak
terbentuk)*

b. Larutan NaI 0,1 M


 PbI2 ⇌ Pb2+ + 2I-
s s 2s
Ksp = [Pb ] [2I-]2
2+

94
= (s) (2s)2
Ksp = 4s3
1,35 x 10-9 = 4s3
1,35 𝑥 10−9
s3 =
4
s3 = 3,375 x 10-10
3
s = √3,375 𝑥 10−10
s = 6,96 x 10-4 M

 PbI2 ⇌ Pb2+ + 2I-


s s 2s
Ksp = [Pb ] [2NO3]2
2+

= (s) (2s)2
Ksp = 4s3
4s3 = (6,96 x 10-4 + 0,1) (2 x 6,96 x 10-4)2
4s3 = (0,1) (1,392)2
4s3 = 1,93 x 10-7
1,93 𝑥 10−7
s3 = 4
s3 = 4,825 x 10-8
3
s = √4,825 𝑥 10−8
s = 3,64 x 10-3 M
Karena: s1 = 6,96 x 10-4 M dan s2 = 3,64 x 10-3 M. Maka: s1 (lebih kecil/lebih besar)* dari
s2

 Q = [Pb2+] [2I-]2
Q = (6,96 x 10-4 + 0,1) (2 x 6,96 x 10-4)2
Q = 1,93 x 10-7
Karena: Q = 1,93 x 10-7 dan Ksp = 1,35 x 10-9
Maka: Q (lebih kecil/lebih besar)* dari Ksp dan endapan akan (terbentuk/tidak
terbentuk)*

95
Palangka Raya, ..................................... 2017
Validator Instrumen

Dr. Abdul Hadjranul Fatah, M.Si


NIP. 19670307 199203 1 004

96
VALIDASI TINGKAT KESUKARAN ANTARA INDIKATOR DENGAN PASCA LKS
Nama : Nurhasanah
NIM : ACC 112 011
Judul Proposal : Pengaruh Penggunaan LKS Terhadap Pemahaman Konsep Kelarutan dan Hasil Kali
Kelarutan Pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran
2017/2018
Nama Validator : 1. Drs. Abdul Hadjranul Fatah, M.Si
2. Riak, S.Pd, M.Pd

Berilah tanda (√) pada kolom skor untuk jawaban:


Validasi 0 : Apabila soal tidak komunikatif dan menunjukkan ketidaksesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.
Validasi 1 : Apabila soal sudah komunikatif tetapi menunjukkan ketidaksesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.
Validasi 2 : Apabila soal komunikatif dan menunjukkan kesesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.

97
SOAL PASCA LKS
Nomor Skor
Indikator Soal Pasca LKS Komentar
Soal 0 1 2
Menjelaskan A. SOAL CERITA
pengertian tetapan (1)
Ksp (tetapan hasil kali kelarutan) sama dengan hasil kali molar dari ion-
hasil kali kelarutan
(Ksp) ion penyusunnya masing-masing dipangkatkan dengan
Menuliskan
(2) ..................................(1) Pada reaksi AgCl ⇌ Ag+ + Cl- persamaan
persamaan tetapan
hasil kali kelarutan tetapan hasil kali kelarutannya adalah ......................................(2)
Menghitung nilai
(3) Semakin besar harga Ksp, maka semakin besar kelarutan suatu zat.
Ksp jika diketahui dan1
kelarutan (s) Kelarutan (s) menyatakan konsentrasi ion dalam larutan jenuh. Jika
Menghitung nilai senyawa AgCl dilarutan dalam air pada suhu tertentu yang memilki
(4)
kelarutan (s) jika
diketahui harga Ksp harga kelarutan 1,34 x 10-5 mol/L, maka harga Ksp sebesar
Memprediksi ........................................(3) Kemudian jika senyawa AgCl memilki
terbentuknya
endapan dengan (5) harga Ksp sebesar 1,8 x 10-10 maka kelarutan senyawa tersebut dalam
membandingkan & air sebesar ................................................(4)
antara hasil kali ion- 2
ion dalam larutan Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Ksp dapat digunakan untuk
dengan Ksp memperkirakan pengendapan zat. Hal ini dilakukan dengan
Menjelaskan (6), (7) (8)
dan membandingkan nilai Ksp dengan nilai Qc. Jika pada data diperoleh
pengaruh
&
penambahan ion nilai Qc = 1,5 x 10-4, dan harga Ksp sebesar 1,7 x 10-5 maka akan terjadi
3b, dan 3c
senama dalam larutan
Menjelaskan .......................................(5)
pengaruh Penambahan ion senama akan menurunkan kelarutan. Penambahan
penambahan ion 3a
senama dalam air NaCl atau AgNO3 ke dalam AgCl akan mengakibatkan terjadinya
murni ........................................(6)

98
Dalam kesetimbangan kelarutan, apabila ditambahkan ion senama maka
kelarutan senyawa tersebut ........................................(7) dan endapan
.........................................................................(8)

B. SOAL URAIAN

1. Kelarutan Timbal Kromat (PbCrO4) ialah 6,3 x 10-5 g/L.


Hitung hasil kali kelarutan senyawa ini. (Mr PbCrO4 = 138
g/mol)

2. Di dalam laboratorium, terdapat tabung A dan tabung B.


Tabung A berisi 100 ml larutan CaCl2 0,01 mol/L. Tabung B
berisi 100 ml larutan NaOH 0,02 mol/L. Jika kedua larutan
dicampurkan, apakah terbentu endapan Ca(OH)2 ? (Ksp
Ca(OH)2 = 5,5 X 10-6)

3. Tentukan kelarutan AgCl dalam


a. Air murni
b. NaCl 0,01 M
c. AgNO3 0,001 M (Ksp AgCl = 1,6 x 10-10)

99
KUNCI JAWABAN PASCA LKS
Nomor Skor
Indikator Soal Pasca LKS Komentar
Soal 0 1 2
A. SOAL CERITA
Menjelaskan
pengertian tetapan Ksp (tetapan hasil kali kelarutan) sama dengan hasil kali molar dari
(1)
hasil kali kelarutan ion-ion penyusunnya masing-masing dipangkatkan dengan
(Ksp) Koefisien(1) Pada reaksi AgCl ⇌ Ag+ + Cl- persamaan tetapan hasil
kali kelarutannya adalah [Ag+] [Cl-](2)
Menuliskan persamaan Semakin besar harga Ksp, maka semakin besar kelarutan suatu zat.
tetapan hasil kali (2) Kelarutan (s) menyatakan konsentrasi ion dalam larutan jenuh. Jika
kelarutan senyawa AgCl dilarutan dalam air pada suhu tertentu yang memilki
Menghitung nilai Ksp (3)
harga kelarutan 1,34 x 10-5 mol/L, maka harga Ksp sebesar 1,8 x 10-10
dan (4) (3)
Kemudian jika senyawa AgCl memilki harga Ksp sebesar 1,8 x 10-
jika diketahui
& 10
maka kelarutan senyawa tersebut dalam air sebesar 1,34 x 10-5
kelarutan (s) atau
1 mol/L(4)
sebaliknya
Memprediksi Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Ksp dapat digunakan
terbentuknya endapan untuk memperkirakan pengendapan zat. Hal ini dilakukan dengan
dengan (5) membandingkan nilai Ksp dengan nilai Qc. Jika pada data diperoleh
membandingkan & nilai Qc = 1,5 x 10-4, dan harga Ksp sebesar 1,7 x 10-5 maka akan terjadi
antara hasil kali ion- 2 Pengendapan(5)
ion dalam larutan Penambahan ion senama akan menurunkan kelarutan. Penambahan
dengan Ksp NaCl(aq) atau AgNO3 ke dalam AgCl akan mengakibatkan terjadinya
Menjelaskan pengaruh (6), (7)
dan (8) Pengendapan(6)
penambahan ion & Dalam kesetimbangan kelarutan, apabila ditambahkan ion senama
senama dalam larutan 3b, dan 3c maka kelarutan senyawa tersebut Berkurang(7) dan endapan Semakin
Menjelaskan pengaruh 3a Bertambah(8)
penambahan ion
senama dalam air B. SOAL URAIAN
murni 1. Kelarutan Timbal Kromat (PbCrO4) ialah 6,3 x 10-5 g/L. Hitung
hasil kali kelarutan senyawa ini. (Mr PbCrO4 = 138 g/mol)

Jawab:
6,3 g PbCrO4 x 1 mol PbCrO4 = 4,5 X 10-3 mol/L
1 L Larutan 138 g PbCrO4

100
PbCrO4 ⇌ Pb2+ + CrO42-
Ksp = [Pb2+] [CrO42-]
= (4,5 X 10-3) (4,5 X 10-3)
= 2 X 10-7

2. Di dalam laboratorium, terdapat tabung A dan tabung B. Tabung


A berisi 100 ml larutan CaCl2 0,01 mol/L. Tabung B berisi 100 ml
larutan NaOH 0,02 mol/L. Jika kedua larutan dicampurkan, apakah
terbentuk endapan Ca(OH)2 ? (Ksp Ca(OH)2 = 5,5 x 10-6).
Jawab:
Diketahui :
V CaCl2 = 100 mL = 0,1 L
M CaCl2 = 0,01 mol/L
V NaOH = 100 mL = 0,1 L
M NaOH = 0,02 mol/L

Menghitung mol CaCl2


Mol CaCl2 = M CaCl2 x V CaCl2
Mol CaCl2 = 0,01 M x 0,1 L
Mol CaCl2 = 0,001 mol/L

Menghitung mol NaOH


Mol NaOH = M NaOH x V NaOH
Mol NaOH = 0,02 M x 0,1 L
Mol NaOH = 0,002 mol

Menentukan konsentrasi Ca2+ dalam campuran


[Ca2+] = mol CaCl2
Volume total
[Ca2+] = 0,001 mol
0,2 L
[Ca2+] = 0,005 mol/L

101
Menentukan konsentrasi OH- dalam campuran
[OH-] = mol NaCl
Volume total
-
[OH ] = 0,002 mol
0,2 L
[OH-] = 0,01 mol/L
Menghitung nilai Q
Q = [Ca2+] [OH-]2
Q = (0,005) (0,01)2
Q = 5 x 10-7
Karena Q < Ksp, maka tidak terbentuk endapan

3. Tentukan kelarutan AgCl dalam


a. Air murni
b. NaCl 0,01 M
c. AgNO3 0,001 M (Ksp AgCl = 1,6 x 10-10)
Jawab:
a. AgCl ⇌ Ag+ + Cl-
Ksp = [Ag+] [ Cl-]
= (s) (s)
= s2
1,6 x 10-10 = s2
s = √1,6 𝑥 10−10
s = 1,2 x 10-5 mol/L

Jadi, kelarutan AgCl dalam air murni sebesar 1,2 x 10-5 mol/L

b. Kelarutan AgCl dalam NaCl 0,01 M


NaCl ⇌ Na+ + Cl-
0,01 0,01 0,01
AgCl ⇌ Ag+ + Cl-
s s s
Dalam larutan terdapat ion Cl- yang berasal dari NaCl 0,01 M dan
ion Cl- dari AgCl. Konsentrasi Cl- dari AgCl dapat diabaikan karena
sangat kecil dibandingkan dengan [Cl-] dari NaCl.

102
Perbandingannya adalah 10-2: 1,2 x 10-5 sehingga dipakai
konsentrasi ion Cl- dari NaCl.
Ksp = [Ag+] [ Cl-]
1,6 x 10-10 = [Ag+] (10-2)
[Ag+] = 1,6 x 10-10
10-2
= 1,6 x 10-8 mol/L
[AgCl] = 1,6 x 10-8 mol/L
Jadi, kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,01 M adalah 1,6 x 10-8
mol/L

c. Dalam larutan AgNO3 0,001 M


AgNO3 ⇌ Ag+ + NO3-
0,001 0,001 0,001
AgCl ⇌ Ag+ + Cl-
s s s
Ksp = [Ag+] [ Cl-]
1,6 x 10-10 = (0,0010) [Cl-]
[Cl-] = 1,6 x 10-10
10-3
= 1,6 x 10-7 mol/L
[AgCl] = 1,6 x 10-7 mol/L
Jadi, kelarutan AgCl dalam larutan AgNO3 0,001 M adalah 1,6 x 10-7
mol/L
Palangka Raya, ..................................... 2017
Validator Instrumen

Dr. Abdul Hadjranul Fatah, M.Si


NIP. 19670307 199203 1 004

103
VALIDASI TINGKAT KESUKARAN ANTARA INDIKATOR DENGAN DISKUSI
Nama : Nurhasanah
NIM : ACC 112 011
Judul Proposal : Pengaruh Penggunaan LKS Terhadap Pemahaman Konsep Kelarutan dan Hasil Kali
Kelarutan Pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Palangka Raya Tahun Ajaran
2017/2018
Nama Validator : 1. Drs. Abdul Hadjranul Fatah, M.Si
2. Riak, S.Pd, M.Pd

Berilah tanda (√) pada kolom skor untuk jawaban:


Validasi 0 : Apabila soal tidak komunikatif dan menunjukkan ketidaksesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.
Validasi 1 : Apabila soal sudah komunikatif tetapi menunjukkan ketidaksesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.
Validasi 2 : Apabila soal komunikatif dan menunjukkan kesesuaian dengan indikator yang ingin dicapai.

104
SOAL DISKUSI
Nomor Skor
Indikator Soal Diskusi Komentar
Soal 0 1 2
Menuliskan persamaan 1. Garam Kalsium Fluorida (CaF2) memiliki harga Ksp
1a
tetapan hasil kali kelarutan sebesar 4,0 x 10-11. Tentukan:
Menghitung nilai kelarutan a. Persamaan tetapan hasil kali kelarutan!
1b b. Kelarutan garam CaF2!
(s) jika diketahui harga Ksp
Menghitung nilai Ksp jika
2 2. Sebanyak 7,6 mg MgF2 dapat larut dalam 100 ml air. pada
diketahui kelarutan (s)
Memprediksi terbentuknya 3 suhu 18°C, berapakah harga Ksp MgF2? (Ar Mg = 24; F =
endapan dengan 19)
membandingkan antara
hasil kali ion-ion dalam 3. Di dalam laboratorium terdapat tabung A dan tabung B.
larutan dengan Ksp Tabung A berisi 0,2 L larutan CaCl2 dengan konsentrasi 0,2
M. Tabung B berisi larutan 0,1 L larutan K2CO3 dengan
konsentrasi 0,1 M. Kemudian larutan pada tabung A
dicampurkan ke dalam tabung B. Jika Ksp CaCO3 = 8,7 x
10-9, apakah akan terbentuk endapan CaCO3?

105
KUNCI JAWABAN DISKUSI
Nomor Skor
Indikator Soal Diskusi Komentar
Soal 0 1 2
Menuliskan persamaan 1. Garam Kalsium Fluorida (CaF2) memiliki harga Ksp sebesar 4,0
tetapan hasil kali 1a x 10-11. Tentukan:
kelarutan a. Persamaan tetapan hasil kali kelarutan!
Menghitung nilai b. Kelarutan garam CaF2!
kelarutan (s) jika 1b
diketahui harga Ksp Jawab:
Menghitung nilai Ksp jika a. Persamaan reaksi: CaF2 ⇌ Ca2+ + 2F-
2
diketahui kelarutan (s) Persamaan tetapan hasil kali kelarutan: Ksp = [Ca2+] [F-]2
Memprediksi b. Kelarutan CaF2:
terbentuknya endapan CaF2 (s) ⇌ Ca2+ (aq) + 2F (aq)
dengan membandingkan 3 s s 2s
antara hasil kali ion-ion 2+ - 2
Ksp = [Ca ] [F ]
dalam larutan dengan Ksp
= (s) (2S)2
Ksp = 4s3
4,0 𝑥 10−11
s3 = 4
s3 = 1 x 10-11
3
s = √1 𝑥 10−11
s = 1 x 10-10 M

2. Sebanyak 7,6 mg MgF2 dapat larut dalam 100 ml air. pada suhu
18°C, berapakah harga Ksp MgF2? (Ar Mg = 24; F = 19)
Jawab:
 jumlah mol MgF2
7,6 𝑥 10−3 𝑔𝑟𝑎𝑚
= (24+(2𝑥19)𝑔𝑟𝑎𝑚/𝑚𝑜𝑙
7,6 𝑥 10−3 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 62 𝑔𝑟𝑎𝑚/𝑚𝑜𝑙

= 1,2 x 10-3 mol

106
 harga kelarutan (s)
1,2 𝑥 10−3 𝑚𝑜𝑙
= 0,1 𝐿
= 1,2 x 10-2 mol/L
 Rekasi kestimbangan:
MgF2 (s) ⇌ Mg2+(aq) + 2F-(aq)
s s 2s
 Harga Ksp MgF2 = [Mg2+] [F-]2
= (s) (2s)2
= 4s3
= 4 (1,2 x 10-2)3
= 6,9 x 10-6

3. Di dalam laboratorium terdapat tabung A dan tabung B. Tabung


A berisi 0,2 L larutan CaCl2 dengan konsentrasi 0,2 M. Tabung
B berisi larutan 0,1 L larutan K2CO3 dengan konsentrasi 0,1 M.
Kemudian larutan pada tabung A dicampurkan ke dalam tabung
B. Jika Ksp CaCO3 = 8,7 x 10-9, apakah akan terbentuk endapan
CaCO3?
Jawab:
 Diketahui:
V CaCl2 = 0,2 L
M CaCl2 = 0,2 M
V K2CO3 = 0,1 L
M K2CO3 = 0,1 M

 Menentukan konsentrasi Ca2+ dalam campuran


𝑚𝑜𝑙 𝐾2 𝐶𝑂3
[Ca2+] =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
0,04 𝑚𝑜𝑙
[Ca2+] = 0,3 𝐿
[Ca2+] = 0,13 mol/L

107
 Menentukan konsentrasi CO32- dalam campuran
𝑚𝑜𝑙 𝐾 𝐶𝑂3
[CO32-] = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒2𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
0,01 𝑚𝑜𝑙
[CO32-] = 0,3 𝐿
[CO32-] = 3 x 10-3 mol/L

 Menghitung mol CaCl2


mol CaCl2 = M CaCl2 x V CaCl2
mol CaCl2 = 0,2 M x 0,2 L
mol CaCl2 = 0,04 mol

 Menghitung mol K2CO3


mol K2CO3 = M K2CO3 x V K2CO3
mol K2CO3 = 0,1 M x 0,1 L
mol K2CO3 = 0,01 mol
 Menghitung nilai Q
Q = [Ca2+] [CO32-]2
Q = (0,13) (3 x 10-3)2
Q = 3,9 x 10-5
Karena harga Q > Ksp, maka akan terbentuk endapan CaCO3

Palangka Raya, ..................................... 2017


Validator Instrumen

Dr. Abdul Hadjranul Fatah, M.Si


NIP. 19670307 199203

108