Anda di halaman 1dari 10

TAKE HOME EXAMINATION

UJIAN TENGAH SEMESTER


METODE PENELITIAN KUALITATIF

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif

Oleh:
Sanda Prima Dewi 131714153082

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
1. Jelaskan hakekat riset kualitatif secara mendasar?
Riset kualitatif merupakan metode penelitian yang mengutamakan orisinalitas
berdasarkan subjek penelitian (informan) untuk memandang realitas sosial sebagai
suatu hal yang utuh, kompleks, dinamis, penuh arti dan mimiliki hubungan timbal balik
guna memahami kejadian yang apa adanya atau senatural mungkin.

2. Pilih salah satu metode riset kualitatif dan buat proposalnya?


Studi Fenomenologi. (Proposal terlampir)

3. Jelaskan langkah langkah yang harus dipersiapakan untuk melalukan indepth


interview!
Langkah-langkah indepth interview sebagai berikut :
1) Menentukan partisipan sesuai tujuan penelitian
2) Menentukan topik interview. Topik interview disesuaikan dengan tujuan penelitian
3) Membuat guide interview. Guide interview dibuat dengan tujuan untuk menentukan
alur interview sehingga dapat mempermudah peneliti melakukan proses interview
serta menghindari agar pertanyaan tersebut tidak keluar dari tujuan penelitian..
Guide interview berisi daftar pertanyaan yang akan disampaikan pada partisipan.
Pembuatan guide interview dapat didapatkan melalui proses diskusi pakar dengan
ahli untuk menurunka risiko kesalahan. Namun pedoman (guide) wawancara
tersebut tidak bersifat baku dan dapat dikembangkan dengan kondisi pada saat
wawancara berlangsung dan tetap pada koridor tujuan diadakannya penelitian
tersebut.
4) Membina hubungan saling percaya dengan partisipan. Hal ini dilakukan dengan
tujuan mempermudah mendapatkan informasi yang akurat dari partisipan. Selain itu
peneliti juga menjelaskan inform consent guna menyampaikan segala prosedur atau
kesepakan yang akan dilakukan
5) Menyiapkan alat-alat dokumentasi yang bisa berupa :
a. Recoder (alat perekam suara)
Hal ini bertujuan untuk memudahkan peneliti untuk mengingat kembali atau
recall memori terkait apa yang sudah disampaikan oleh partispan.
b. Kamera
Dilakukan untuk kepentingan arsip dan juga untuk mencegah terjadinya
pelaksanaan wawancara dengan responden yang sama agar informasi yang
diberikan tidak bias
c. Catatan lapangan
Catatan lapangan berfungsi untuk mencatat segala hal yang disampaikan
partisipan secara verbal maupun non verbal dan hal-hal penting lain selama
indepth interview. Dengan catatan lapangan, peneliti akan lebih mudah untuk
menganalisa sesuai kondisi bagaiamana partisipan menyampaikan respon.
6) Melakukan indepth interview. Teknik yang harus diperhatikan dalam melakukan
interview meliputi:
a. Menciptakan dan menjaga suasana yang baik.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
 Adakan pembicaraan pemanasan: dengan menanyakan biodata responden
(nama, alamat, hobi dll), namun waktunya jangan terlalu lama (±5 menit)
 Kemukakan tujuan diadakannya penelitian, dengan maksud agar responden
memahami pembahasan topik yang akan ditanyakan dan supaya lebih
transparan kepada responden (adanya kejujuran).
 Timbulkan suasana bebas: maksudnya responden boleh melakukan aktifitas
yang lain ketika sesi wawancara ini berlangsung sehingga memberikan rasa
“nyaman” bagi responden (tidak adanya tekanan), misalnya responden boleh
merokok, minum kopi/teh, makan dan lain-lain
 Timbulkan perasaan bahwa ia (responden) adalah orang yang penting,
kerjasama dan bantuannya sangat diperlukan: bahwa pendapat yang
responden berikan akan dijaga kerahasiannya dan tidak ada jawaban yang
salah atau benar dalam wawancara ini. Semua pendapat yang responden
kemukakan sangat penting untuk pelaksanaan penelitian ini.
b. Mengadakan probing
Probes adalah cara menggali keterangan yang lebih mendalam, hal ini dilakukan
jika :
 Jawaban tidak relevan dengan pertanyaan
 Jawaban kurang jelas atau kurang lengkap
 Ada dugaan jawaban kurang mendekati kebenaran
c. Tidak memberikan sugesti untuk memberikan jawaban-jawaban tertentu kepada
responden yang akhirnya nanti apa yang dikemukakan oleh responden bukan
merupakan pendapat dari responden itu sendiri
d. Intonasi suara
Jika pewawancara merasa lelah atau bosan atau tidak suka dengan jawaban
responden, hendaknya intonasi suara dapat dikontrol dengan baik agar responden
tetap memiliki rasa “nyaman” dalam sesi wawancara tersebut. Hal yang dapat
dilakukan misalnya; mengambil minum, ngobrol hal yang lain, membuat candaan
dll)
e. Kecepatan berbicara
Agar responden dapat mencerna apa yang ditanyakan sehingga memberikan
jawaban yang diharapkan oleh pewawancara
f. Sensitifitas pertanyaan
Pewawancara mampu melakukan empati kepada responden sehingga membuat
responden tidak malu dalam menjawab pertanyaan tersebut
g. Kontak mata
Agar responden merasa dihargai, dibutuhkan selama proses wawancara tersebut
h. Kepekaan nonverbal
Pewawancara mampu melihat gerakan dari bahasa tubuh yang ditunjukan oleh
responden, misalnya responden merasa tidak nyaman dengan sikap yang
ditunjukan oleh pewawancara, pertanyaan atau hal lainnya. Karena hal ini dapat
menyebabkan informasi yang diterima tidak lengkap
i. Waktu
Dalam pelakasanaan wawancara-mendalam ini pewawancara dapat mengontrol
waktu. Hal ini dikuatirkan responden dapat menjadi bosan, lelah sehingga
informasi yang diharapkan tidak terpenuhi dengan baik. Waktu yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan indepth interview yang dilakukan secara tatap muka adalah
1-2 jam, tergantung isu atau topik yang dibahas.

4. Jelaskan keuntungan dan kerugian menggunakan metode pengumpulan data Focus


Group Discussion (FGD)!
Penggunaan Focus Group Discussion sebagai metode pengumpulan data memiliki
beberapa keuntungan dan kerugian.
Keuntungan penggunaan FGD meliputi:
a. Adanya sinergisme antara anggota kelompok , fasilitator dan peneliti sehingga
meningkatakan kemungkinan munculnya ide-ide baru dan pandangan yang lebih
luas.
b. Penggunaan metode snow ball dalam FGD dapat memicu munculnya reaksi
internal berantai respon yang beragam dan sangat mungkin menghasilkan ide-ide
baru.
c. FGD memberikan pengalaman diskusi yang menyenangkan pada anggota,
sehingga dapat memicu anggota untuk brpartisipasi aktif dalam diskusi.
d. Keamanan. FGD yang diikuti oleh sekelompok anggota meningkatkan rasa aman
pada anggota sehingga leluasa dalam mengekspresikan perasaan dan pikirannya
dibandingkan jika dilakukan perseorangan yang mungkin ia akan merasa
khawatir.
e. Spontan. Metode ini dapat memicu munculnya jawaban yang spontan dari
anggota diskusi dalam merespon pertanyaan, hal ini belum tentu mudah terjadi
dalam wawancara perseorangan.
Kerugian/kelemahan penggunaan metode FGD:
a. Karena dapat dilakukan secara mudah, murah dan cepat, FGD sering digunakan
oleh pembuat keputusan untuk mendukung dugaan/ pendapat pembuat
keputusannya.
b. FGD terbatas untuk dapat memperoleh informasi yang lebih mendalam dari
seorang individu yang mungkin dibutuhkan.
c. Sulitnya proses interpretasi data. Hal ini dikarenakan banyaknya informasi yang
diperoleh dari proses FGD
d. Memerlukan fasilitator dengan ketrampilan tingkat tinggi untuk memandu,
mengarahkan, mngamati dan menganalisa agar FGD dapat menghasilkan
informasi yang dibutuhkan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil.

5. Kemukakan apa yang harus dipersiapkan dalam pengambilan data dengan metode
observasi!
Persiapan yang perlu dilakukan untuk pengambilan data dengan metode observasi
adalah menyiapakan bantuan alat yang berupa checklist, catatan lapangan, alat perekan
atau format lainnya. Penggunaan alat bantu yang tepat sangat berpengaruh terhadap
perolehan data kualitatif yang bermakna seperti perilaku, aktifitas dan proses kegiatan
pada subjek penelitian. Catatan lapangan dan alat perekam menjadi alat penting karena
merupakan pilihan yang dapat mencatat secara kompleks sehingga peneiliti
mendapatkan informasi bermanka.
Selain itu, peneliti juga harus menyiapkan diri dengan menetapkan keterlibatannya.
Spradley (1980) membagi keterlibatan peneliti menjadi 4 yaitu:
a. Partisipasi aktif : yang artinya peneliti mengamati dari luar, tidak ikut terlibat
dalam kegiatan yang diamati.
b. Partisipasi moderat: yang artinya peneliti beberapa kali waktu aktif terlibat aktif,
dan kadang juga tidak
c. Partisipasi aktif : yang artinya peneliti terlibat aktif dalam kegiatan yang diamati.
d. Partisipasi lengkap: yang artinya peneliti seutuhnya terlibat sebagai orang dalam,
sehingga tisak nampak sebagai orang lain yang sedang melakukan pengamatan. Ini
adalah observasi yang lebih akurat untuk dilakukan karena peneliti akan
mendapatkan makna yang sesungguhnya.

6. Kemukakan beberapa alasan tentang perlunya dilakukan penelitian ethnografi!


Penelitian Etnografi dalam kesehatan penting dilakukan untuk mengungkap budaya
sekelompok masyarakat yang kemungkinan besar berpengaruh terhadap status
kesehatan. Sehat, sakit, penyakit, kesehatan, maupun perawatan kesehatan merupakan
kenyataan-kenyataan yang harus dihadapi masyarakat manusia. Namun demikian, tipe
penyakit beserta persepsi dan perawatannya dalam kenyataannya berbeda-beda di
antara kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Kenyataan menunjukkan bahwa
terdapat keragaman praktek medis tradisional dan rumah tangga dalam perawatan
kesehatan terhadap penyakit tersebut, baik antar-budaya maupun intra-budaya.
Keanekaragaman persepsi mengenai sehat dan sakit, yang berimplikasi pada pemilihan
cara perawatan kesehatan, umumnya ditentukan oleh kebudayaan, yang berisi:
pengetahuan, kepercayaan, nilai, dan norma dalam kehidupan masyarakat. Kebudayaan
menentukan apa yang menyebabkan seseorang menderita sakit (etiologi penyakit)
akibat dari perilakunya, serta mengapa perawatan kesehatannya mengikuti cara-cara
tertentu. Oleh karena itu, gagasan-gagasan budaya dapat menjelaskan makna hubungan
timbal balik antara gejala-gejala sosial dari penyakit dan perawatan kesehatan dengan
gejala-gejala biologis dan biomedis.

7. Jelaskan terlebih dahulu apa pengertian Trianggulasi itu ? Apa saja komponen
Trianggulasi itu?
Triangulasi merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk mengecek keabsahan data
yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara
terhadap objek penelitian. Teknik ini bertujuan untuk mengecek kebenaran data atau
informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk
memperkaya data. Menurut Nasution, selain itu triangulasi juga dapat berguna untuk
menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat
reflektif. Terdapat empat macam triangulasi diantaranya dengan memanfaatkan
penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori.
Triangulasi didapatkan melalui 3 komponen yaitu : wawancara, observasi dan
dokumentasi.

OBSERVASI

KREDIBILITAS DATA

WAWANCARA DOKUMEN

8. Jelaskan kembali pendapat Sdr. Apa sebab dalam penelitian (kualitatif) fenomenologis,
peneliti tidak perlu melakukan Trianggulasi ? Berikan alasannya !
Penelitian (Kualitatif) fenomenologis merupakan sebuah pendekatan filosofis untuk
mengeksplorasi pengalaman individu. Penelitian fenomenologis dilakukan dengan
mendeskripsikan pengalaman hidup sesorang tentang sebuahkonsep/fenomena.
Penelitian fenomenologi mencoba untuk menjelaskan makna pengalaman hidup
sejumlah orang tentang suatu konsep/gejala, termasuk didalamnya pandangan hidup
mereka sendiri. Penelitian harus dilakukan dalam situasi yang alami sehingga tidak ada
batasan dalam memaknai/ memahami fenomena. Informasi pada penelitian ini harus
didapatkan melalui proses wawancara untuk mengksplorasi pengalaman individu secara
mendalam. Oleh karena itu tidak diperlukan triangulasi data pada penelitian
fenomenologis.

9. Dalam penelitian kualitatif, posisi peneliti sekaligus dipandang sebagai Instrumen


penelitian. Apakah yang dimaksud dengan pernyataan tersebut ?
Maksud dari pernyataan posisi peneliti sekaligus dipandang sebagai Instrumen
penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti melakukan kerja lapangan secara
langsung dan beraktivitas bersama dengan orang-orang yang diteliti untuk
mengumpulkan data termasuk membuat pertanyaan wawancara, melakukan wawancara,
menganalisis, menafsirkan, dan lain-lain. Peneliti berperan sebagai perencana yang
menetapkan fokus, memilih informan, pelaksana pengumpulan data, menafsirkan data,
menarik kesimpulan sementara di lapangan dan menganalisis data di lapangan yang
alami tanpa dibuat-buat (Djaelani, 2013).
Peneliti sebagai instrument memiliki kelebihan yaitu peneliti mampu mengumpulkan
beraneka ragam data yang hanya bisa dilakukan oleh peneliti. Peneliti mampu
merasakan serta menghayati interaksi yang ada pada diri subjek penelitian. Interaksi
manusia ini tidak dapat dipahami dengan pengetahuan saja, namun bisa dipahami
dengan dirasakan dan dihayati, dan yang dapat melakukan hanya peneliti itu sendiri
(Djaelani, 2013).
Konsekuensi peneliti sebagai instrumen penelitian adalah peneliti harus memahami
masalah yang akan diteliti, memahami teknik pengumpulan data penelitian kualitatif
yang akan digunakan. Peneliti harus dapat menangkap makna yang tersurat dan tersirat
dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan, untuk itu dibutuhkan kepandaian dalam
memahami masalah. Peneliti harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang
akan diteliti, untuk itu dibutuhkan sikap yang toleran, sabar dan menjadi pendengar
yang baik. Ciri-ciri manusia atau peneliti sebagai instrument mencakup segi responsif,
menyesuaikan diri, menekankan keutuhan, mendasarkan diri atas pengetahuan,
memproses, mencari respon (Djaelani, 2013).
Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif sangat dinamis, di mana peneliti
memasuki lapangan yang terbuka apa adanya, otomatis peneliti menghadapi situasi
yang sulit diprediksi dengan tepat apa yang sudah,sedang dan akan terjadi. Untuk itu
maka peneliti haruslah mengandalkan teknik-teknik pengumpulan data kualitatif,
seperti wawancara, observasi, dokumen dan pemaknaan.Peneliti dituntut untuk
menunjukkan bukti secara nyata dari lapangan. Teknik pengumpulan data yang utama
dalam penelitian kualitatif adalah observasi partisipatif dan wawancara mendalam
ditambah dokumentasi (Djaelani, 2013).
Data dari penelitian kualitatif adalah apa yang dilihat, didengar, disentuh, yang
dirasakan peneliti. Mendapat data yang baik, bukan hanya kata-kata yang diperhatikan.
Namun, juga harus memperhatikan intonasi suaranya, raut muka ketika berbicara,
kondisi subjek ketika berbicara, dan lain-lain yang hanya dapat dilakukan oleh manusia
dengan kata lain peneliti itu sendiri. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif peneliti
memiliki peran yang sangat penting dalam penelitiannya sendiri yakni sebagai
instrument atau alat penelitian dalam penelitiannya itu sendiri (Djaelani, 2013).

10. Apa saja yang akan Sdr lakukan untuk meningkatkan kualitas ((validitas) data, dalam
penelitian kualitatif yang bukan untuk tujuan Evaluasi ?
Penelitian kualitatif diartikan dengan begitu luas dalam pendekatan epistemology dan
metodologi sehingga kualitas appraisalnya berbeda-beda. Dalam upaya meningkatkan
kualitas data kualitatif ada beberapa cara yang berbeda, yaitu:
1) Triangulasi (penelitian kuantitatif-kualitatif)
2) Kristalisasi (penelitian kualitatif)
Guba (Shenton, 2004) memiliki gagasan untuk meningkatkan kualitas penelitian yang
terutama ditujukan pada peneliti positifis yaitu:
1) Credibility (validitas internal)
2) Tranferrability/applicability (validitaseksternal)
3) Dependability (reliabilitas)
4) Confirmability(obyektifitas)
Selain itu, untuk memastikan kualitas data kualitatif, ada beberapa tambahan yang
perlu diperhatikan oleh peneliti:
1) Validitas sosial sebagai standar kualitas data kualitatif
2) Subyektivitas dan refleksitas dalam penelitian kualitatif
3) Keadekuatan data
4) Keadekuatan interpretasi

PROPOSAL PENELITIAN

STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PASIEN DIABETIC FOT ULCER


YANG MENJALANI HYPERBARIC OXYGEN THERAPY
UNTUK PENYEBUHAN LUKA DI RSAL DR. RAMELAN SURABAYA

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif


Oleh:
Sanda Prima Dewi 131714153082

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018