Anda di halaman 1dari 3

Tugas PPh Badan

PT. Pelangi adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengalengan ikan.


Usahanya dimulai sejak tahun 2010. Berikut adalah omzet pada tahun 2015:

Bulan Omzet (Rp)


Januari 20.000.000
Februari 32.340.000
Maret 15.000.000
April 42.000.000
Mei 39.475.000
Juni 35.000.000
Juli 43.000.000
Agustus 45.000.000
September 70.000.000
Oktober 100.000.000
November 120.000.000
Desember 150.000.000
Total 711.815.000

Berikut adalah transaksi yang terjadi di tahun fiscal 2016 (untuk penjualan di
dalam dan luar negeri):

Penjualan
Bulan dalam total
negeri luar negeri
Januari 30,000,000 350,000,000 380,000,000
Februari 25,000,000 360,000,000 385,000,000
Maret 34,000,000 360,000,000 394,000,000
April 15,000,000 380,000,000 395,000,000
Mei 25,000,000 380,000,000 405,000,000
Juni 32,000,000 400,000,000 432,000,000
Juli 24,000,000 420,000,000 444,000,000
Agustus 13,000,000 430,000,000 443,000,000
September 21,000,000 450,000,000 471,000,000
Oktober 20,000,000 480,000,000 500,000,000
November 25,000,000 520,000,000 545,000,000
Desember 16,000,000 550,000,000 566,000,000
Total 280,000,000 5,080,000,000 5,360,000,000

Berikut adalah transaksi yang terjadi di tahun fiscal 2017 (untuk penjualan di
dalam dan luar negeri):
Bulan Penjualan total
dalam
negeri luar negeri
Januari 31,500,000 297,500,000 329,000,000
Februari 26,250,000 306,000,000 332,250,000
Maret 35,700,000 306,000,000 341,700,000
April 15,750,000 323,000,000 338,750,000
Mei 26,250,000 323,000,000 349,250,000
Juni 33,600,000 340,000,000 373,600,000
Juli 25,200,000 357,000,000 382,200,000
Agustus 13,650,000 365,500,000 379,150,000
September 22,050,000 382,500,000 404,550,000
Oktober 21,000,000 408,000,000 429,000,000
November 26,250,000 442,000,000 468,250,000
Desember 16,800,000 467,500,000 484,300,000
Total 294,000,000 4,318,000,000 4,612,000,000

Biaya operasional untuk setiap tahunnya adalah 31% dari total penjualan.

Dari kasus di atas, Anda diminta untuk:

1. Apakah PT. Pelangi diperbolehkan menghitung PPh bulanan dengan


menggunakan tarif 1%? Jelaskan jawaban Anda dengan mengacu peraturan
pajak yang berlaku.
2. Terkait soal di atas, hitunglah PPh bulanan dengan menggunakan tarif 1%
(untuk semua tahun pajak jika peraturan perpajakan memperbolehkan). Anda
wajib merinci perolehan omzet setiap bulan dengan tidak merubah total
omzet setiap tahunannya.
3. Terkait soal di atas, apakah Anda dapat menghitung PPh 28A atau PPh 29?
Jelaskan jawaban Anda dengan mengacu peraturan pajak yang berlaku.
4. Apakah PT. Pelangi diperbolehkan menghitung PPh 25 dengan menggunakan
NPPN? Jelaskan jawaban Anda dengan mengacu peraturan pajak yang
berlaku.
5. Hitunglah PPh 25 dengan menggunakan NPPN (untuk semua tahun pajak jika
peraturan perpajakan memperbolehkan). Anda wajib menambahkan
transaksi yang menimbulkan kredit pajak (sebutkan jenis PPh dan nominal)
dengan tidak merubah total omzet.
6. Hitunglah PPh 28 A atau PPh 29 dengan menggunakan NPPN (untuk semua
tahun pajak jika peraturan perpajakan memperbolehkan). Anda wajib
menambahkan transaksi yang menimbulkan kredit pajak (sebutkan jenis
PPh dan nominal) dengan tidak merubah total omzet. (untuk semua tahun
pajak jika perhitungannya memungkinkan. Jika tidak memungkinkan jelaskan
alasan Anda)

7. Apakah PT. Pelangi diperbolehkan menghitung PPh 25 dengan menggunakan


PPh Umum? Jelaskan jawaban Anda dengan mengacu peraturan pajak yang
berlaku.
8. Hitunglah PPh 25 dengan menggunakan PPh umum (untuk semua tahun
pajak jika peraturan perpajakan memperbolehkan). Anda wajib
menambahkan transaksi yang menimbulkan kredit pajak (sebutkan jenis
PPh dan nominal) dengan tidak merubah total omzet.
9. Hitunglah PPh 28 A atau PPh 29 dengan menggunakan PPh umum (untuk
semua tahun pajak jika peraturan perpajakan memperbolehkan). Anda wajib
menambahkan transaksi yang menimbulkan kredit pajak (sebutkan jenis
PPh dan nominal) dengan tidak merubah total omzet..