Anda di halaman 1dari 10

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA LANSIA

A. PENGKAJIAN
I. Data Umum
 Kepala keluarga : Tn.S
 Umur : 68 Tahun
 Pekerjaan : Narik Becak
 Pendidikan : SD
 Agama : Islam
 Alamat : Mandonga,Kendari
Hub. Status Imunisasi Ket
No Nama JK Umur Pddk Kerja
dg KK BCG Polio DPT Hepatitis Cmpk
1 Ny. R P Istri 66 th SD Dagang - - - - -

 Genogram :

Keterangan : laki-laki
perempuan
meninggal
 Tipe Keluarga
Tipe keluarga Bp. S yaitu keluarga Dyad family yang terdiri dari suami dan
istri yang sudah usia lanjut, sedangkan anak mereka satu-satunya sudah menikah
dan memisahkan diri. Ny. R mengatakan mempunyai masalah dengan tipe keluarga
seperti ini. Yaitu merasa sepi karna hanya tinggal berdua saja.
 Suku Bangsa
Bp.S dan Ny.R bersuku muna yaitu berasal dari muna.
 Agama
Keluarga Bp.S beragama Islam. Dalam hal beribadah tidak setiap anggota
keluarga melaksanakan ibadah secara rutin. Ny.R rutin melaksanakan sholat,
meskipun hanya shalat sendirian di rumah. Menurut Ny.R , Bp.S sangat jarang
melaksanakan sholat. Ny.R sudah mengingatkan Bp.S namun tetap saja meninggalkan
shalatnya. Meskipun tidak semua anggota keluarga taat beribadah, namun Ny.R
mengatakan bahwa tata cara dan norma-norma Islam dalam kehidupan sehari-hari
masih dipegang teguh oleh keluarga tersebut. Keluarga masih mengikuti aturan, tata
cara dan norma-norma Islam seperti dalam mendidik anak-anak, cara pergaulan, dll.
 Status sosial ekonomi
Sumber penghasilan keluarga berasal dari penghasilan Bp.S narik becak
(sekitar Rp.20.000,-per hari. Tapi dilakukan hanya 3 x seminggu) dan hasil warung
kecil-kecilan Ny.R yang dibuka di depan rumah (sekitar Rp.25.000,- per hari). Di
samping itu anak dari Bp.S yang bekerja di suatu showroom juga ikut membantu
keuangan orang tuanya. Penghasilan keluarga tidak tetap setiap bulan, kira-kira
sekitar Rp. 800.000 – Rp. 1.000.000,- per bulan ditambah kiriman dari anaknya
sekitar Rp. 300.000,-. Kebutuhan yang dikeluarkan keluarga antara lain: biaya makan,
biaya bayar air, listrik. Rata-rata pengeluaran perbulan Rp.900.000,-. Keluarga
memiliki tabungan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan status sosial ekonomi
keluarga Bp.S termasuk golongan menengah.
 Aktivitas rekreasi keluarga
Ny.R menyatakan sangat jarang pergi bersama-sama untuk mengunjungi
tempat rekreasi tertentu, namun dengan menonton TV dan mendengar radio bisa
sedikit mengusir kesepian. Tapi itu sering dilakukan sendiri, karna Bp.S sering
menghabiskan waktunya di pasar.
II. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
 Tahap perkembangan keluarga saat ini
Bp. S tinggal hanya berdua saja dengan Ny.R, sedangkan anak mereka satu-
satunya berusia 46 th dan sudah memisahkan diri. Maka dengan demikian
keluarga Bp.M berada pada tahap perkembangan keluarga usia lanjut.
 Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat.Ny.R mengatakan
bahwa suaminya mulai bekerja mulai saat subuh Pkl.06.00 WIB pagi dan pulang pkl.
21.00 WIB. Kondisi ini membuat Bp.S lebih banyak menghabiskan waktunya untuk
bekerja dari pada dirumah dan memperhatikan keluarga. Sehingga mereka jarang
bersama. Lagi pula Ny.R beranggapan kalau sudah tua tidak perlu berdua-dua an lagi.
 Riwayat keluarga inti
Bp. S dan Ny.R menikah karena di jodohkan. Mereka menikah 49 th yang
lalu. Ny.R mengatakan bahwa ia merasa bahagia dan tidak pernah merasa menyesal
dengan perkawinannya.
Ny.R mengatakan bahwa ia mempunyai penyakit riwayat penyakit
keturunan , yaitu hipertensi. Dan pada saat pengkajian didapat tekanan darah Ny.R
180/100 mmHg. Ny.R juga mengeluhkan sering kesemutan dan mengalami
reumatik.. Pada saat ini Bp.S mengatakan bahwa ia tidak merasakan keluhan
apapun. Bp.S mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit turunan.
 Riwayat keluarga sebelumnya
Ny. R menyatakan kedua orang tuanya telah meninggal. Menurut Ny. R
keluarganya memiliki penyakit turunan yaitu penyakit hipertensi. Ayah Ny.R
meninggal karena penyakit hipertensi. Kedua orang tua Bp.S juga telah meninggal,
tidak ada anggota keluarga dan kerabat Bp.S yang menderita penyakit turunan.

III. Lingkungan
 Karakteristik rumah .
Rumah milik pribadi. Rumah terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 dapur
sekaligus ruang makan, 1 kamar mandi, dan 1 ruangan sebagai warung. Lantai rumah
terbuat dari semen, tidak licin. Di ruang tamu terdapat 1 set kursi dan meja tamu,
lemari, dan Tv. Ventilasi hanya ada di ruang tamu dan kamar mandi. Jendela yang ada
dikamar jarang dibuka.
Sumber air keluarga berasal dari PDAM. Rumah terletak digang kecil. Limbah
rumah tangga di alirkan ke got di depan rumah. Di dalam Got banyak terdapat
endapan tanah, lumpur dan sampah-sampah, sehingga ketika hujan sering terjadi
banjir. Pekarangan rumahtidak terurus, sampah berserakan.
Saat pengkajian terlihat lantai rumah masih belum disapu. Baju-baju
bertumpuk di atas kasur yang berada di kamar, ada juga yang digantung di dinding.
Lantai kamar mandi licin. Menurut Ny. R, kamar mandi kapan perlu saja. Tingkat
keamanan dalam penggunaan fasilitas yang ada di rumah cukup baik, misalnya tidak
pernah terjadi kebakaran, tidak pernah juga terjadi konsleting listrik.

 Denah Rumah:

F
G
E C D

A B

Keterangan :
A : Teras
B : Warung
C : Ruang Tamu
D : Kamar 1
E : Kamar 2
F : Dapur
G : Kamar Mandi/WC

 Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Penduduk di lingkungan setempat umumnya bersuku Muna dan tolaki.
Penduduk sekitar rata-rata tinggal menetap, sebagian besar di antara mereka bekerja
sebagai wiraswasta, dan pedagang. Jalan yang terdapat di depan rumah adalah jalan
kecil. Kebiasaan masyarakat setempat antara lain; masih sering duduk bersama sambil
ngerumpi dan mencari kutu bersama. Rumah penduduk rata-rata sederhana dan
berukuran kecil. Tingkat kepadatan penduduk sedang, dan tingkat kejahatan minim
sehingga kehidupan penduduk cukup stabil. Di lingkungan tempat tinggal keluarga
terdapat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas yang berjarak sekitar 2 km dari
rumah,bidan dan praktek dokter sekitar 1 km dari rumah.
 Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga hidup menetap dan tidak pernah pindah rumah. Keluarga Bp. S
tinggal di rumah tersebut sejak menikah dengan Ny. R selama 49 tahun, sehingga
sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
 Perkumpulan keluarga dari interaksi dengan masyarakat
Bp. S menyatakan sangat jarang berkumpul dengan masyarakat di sekitar
tempat tinggalnya. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya dipasar.
Sedangkan Ny.R masih sering berkumpul dengan sanak keluarga dan
tetangganya. Hubungan dengan masyarakat setempat cukup baik.
 Sistim Pendukung keluarga
Keluarga ini hanya terdiri dari Bp.S dan Ny.R saja. Kesehatan Bp.S cukup
baik, walau sesekali terkena demam dan flu ringan. Hanya Ny. M yang mempunyai
masalah kesehatan dengan penyakit DM. Ny.R tidak pernah kontrol kesehatan ke
dokter. Hal ini dilakukan Ny. M karena menurutnya kondisinya saat ini tidak ada
masalah,ia beranggapan ini hal yang wajar dialami oleh lansia seperti dirinya.
Jika salah satu anggota sakit, Ny.R akan membawanya ke Puskesmas.
Dukungan dari masyarakat setempat cukup baik, terlihat dari kesadaran masyarakat
untuk mengunjungi anggota masyarakat lain yang sakit.
Hubungan antara Bp.S dan Ny.R dengan keluarga lain cukup harmonis. Jika
ada anggota keluarga yang sakit, anggota keluarga lain akan datang mengunjungi.
Keluarga mempunyai Askeskin, namun jarang digunakan.

IV. Struktur keluarga


 Pola komunikasi keluarga
Ny. R menyatakan komunikasi antara Bp.S dan Ny. R berjalan kadang baik
kadang tidak. Keluarga hanya berkumpul pada jam-jam tertentu saja misalnya pada
saat makan malam. Tapi komunikasi antara Ny.R dan Bp.S cukup terbuka. Jika Ny.R
tidak suka terhadap tindakan Bp.S, maka ia akan langsung mengatakannya atau
menegurnya.
Sehari-harinya, Bp.M dan Ny. M tidur sekamar. Terkadang sebelum tidur
mereka berbincang-bincang dan bercerita.
 Struktur Kekuatan Keluarga :
a. Dari Segi Finansial:
Ny. R mengatakan bahwa ia membuat anggaran dana untuk kebutuhan
keluarga dan dapat mengatur keuangan keluarga dengan baik. Bp.S mempunyai
tabungan dirumah, dan dipergunakan apabila ada hal-hal mendesak.
b. Dari segi keputusan :
Keputusan dalam keluarga diambil oleh KK.
 Struktur Peran
Bp.S berperan sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah untuk keluarga.
Ny. R berperan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus kebutuhan keluarga
termasuk kebutuhan rumah tangga. Namun ia juga membantu Bp.S mencari nafkah,
yaitu dengan membuka warung kecil-kecilan didepan rumahnya.
 Nilai dan Norma Keluarga :
Keluarga juga mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan
tempat tinggal, sehingga keluarga mempunyai hubungan yang baik dengan anggota
masyarakat yang lain.

V. Fungsi Keluarga
 Fungsi afektif
Ny.R mengatakan ia bahagia dengan keadaannya sekarang karena meskipun
hanya berdagang, ia dan suami masih mampu memenuhi kebutuhan mereka. Bahkan
juga bisa menguliahkan anak mereka.Namun Keluarga memiliki gambaran diri yang
kurang baik,terlihat dari hubungan keluarga yang kurang akrab, karna Bp.S sibuk dan
banyak menghabiskan waktunya dipasar.
 Fungsi sosialisasi
Orang tua membesarkan anaknya didasarkan pada nilai-nilai agama dan
budaya yang berasal dari Ny.R dan Bp.S. Dalam memberikan pola pengasuhan
terhadap anak, Ny. R memberikan nasehat kepada anaknya agar selalu menjalani
kehidupan dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Itu merupakan bekal dalam
mengarungi kehidupan yang selalu ia tanamkan kepada anaknya.
 Fungsi Perawatan Kesehatan
Bagi keluarga Bp.S, sehat adalah apabila keluarga dapat melaksanakan seluruh
aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa ada gangguan seperti demam, flu, dan sakit
kepala. Sedangkan sakit adalah suatu keadaan di mana seluruh kegiatan tidak dapat
dilaksanakan atau seluruh aktivitas sehari-hari tidak dapat dilakukan dengan baik.
Ditinjau dari tugas kesehatan keluarga :
Masalah DM
Ny. R mengatakan ia belum pernah periksa kadar gula darah ke rumah sakit secara
langsung,jadi ia belum tau secara pasti mengenai penyakit DM tersebut dari petugas
kesehatan. Ny.R merasakan gejala seperti sulit berjalan, kesemutan, sering sakit
kepala, penglihatan kabur, jantung sering berdebar. Namun itu disikapi sebagai hal
yang wajar dialami oleh lansia, jadi hanya diobati sebisanya saja seperti dengan
pengobatan tradisional. Keluarga jarang melakukan kunjungan ke pelayanan
kesehatan karna proses nya sangat rumit dan pernah mengalami hal yang tidak
mengenakkan di rumah sakit, yaitu diabaikan. Jadi mereka malas berobat.
 Fungsi Reproduksi
Keluarga Bp. S mempunyai 3 orang anak, mereka mendapatkan anak
pertamanya setelah 1 tahun menikah. Namun anak pertama meninggal dunia pada usia
1 minggu, 1 tahun kemudian lahir anak kedua, juga meninggal dunia. 1 kemudian
lahir anak ke-3. Setelah anak ke-3 klien menggunakan alat kontrasepsi implant.
 Fungsi Ekonomi
Keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, walaupun
pekerjaan Bp. S hanya sebagai tukang becak. Pendapatan keluarga jarang sekali
dibelikan ke perabotan rumah dan barang-barang rumah tangga lainnya. Karna
mereka berusaha keras untuk menmbiayai kuliah anak satu-satunya yg mereka punya.
Jika penghasilan perbulan berlebih dari pengeluaran, biasanya Ny.R menabungkan
uang tersebut.

VI. Stres dan Koping Keluarga


 Stressor jangka pendek dan jangka panjang
Stressor jangka pendek yang dialami keluarga adalah masalah lingkungan,
letak selokan/got yang berada didepan rumah sering menimbulkan bau yang tidak
sedap. Sementara stressor jangka panjang adalah keluhan penyakit yang dialami
akibat gejala penyakit DM pada Ny. R. Ditambah dengan rasa kesepian akibat
menjalani usia senja hanya berdua saja
 Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi stressor
Stressor jangka pendek: Keluarga Bp. S hanya dapat berusaha untuk menjaga
kebersihan lingkungan
Stressor jangka panjang: Keluarga berusaha mengupayakan pengobatan untuk Ny.
R dengan pengobatan tradisional. Keluarga berusaha mengunjungi anak nya setiap
bulan, terkadang anak mereka yg diajak mengunjunginya.
 Strategi koping yang digunakan
Dalam menghadapi masalah adalah keluarga bersikap terbuka dengan
langsung melontarkan perasaan yang dialami oleh masing-masing anggota keluarga.
Dalam menyelesaikan masalah selalu didiskusikan meskipun akhirnya kepala
kelaurga yang mengambil keputusan akhir.
 Strategi adaptasi Disfungsional
Jika dalam keluarga terjadi pertengkaran, maka masing-masing akan
introspeksi diri, meskipun sebelumnya antar anggota keluarga terjadi perang mulut,
namun tidak pernah menyakiti secara fisik. Selain itu keluarga tidak pernah
mengalami berduka disfungsional, jika salah satu anggota keluarga atau kerabat ada
yang meninggal, keluarga tabah menerimanya

VII. Harapan Keluarga


Ny. R menyatakan ia berharap anaknya bisa mencapai status ekonomi yang
lebih baik daripada kedua orang tuanya. Dan mau sering mengunjungi mereka.
Ny. R berharap keluhan-keluhan penyakit yang di rasakannya juga bisa segera
sembuh, berharap mendapatkan pengobatan gratis yang tidak harus melalui prosedur
panjang.

VIII. Pemeriksaan Fisik


Aspek yang dinilai Nama klien
Bp S (67) Ny R (66)
Keadaaan umum Kondisi badan cukup bersih dan Kondisi badan kurang bersih,
rapi, bergeraktanpakesulitan,tanda- kesulitan bergerak, tanda
tanda meringis tidak ada distress seperti meringis (+),
BB: 60 kg, TB: 160cm BB: 80 kg,
TB: 157cm

Tanda-tanda vital TD : 130/100 mmHg, Nadi 72 TD: 185/100 mmHg, Nadi 60


x/mnt, x/mnt,
suhu 36,7ºC, suhu 36,9ºC, Pernafasan
Pernafasan 22x/mnt 24x/mnt

Kulit Warna kulit gelap, tidak ada Warna kulit gelap kulit, ada
bercak-bercak, kulit kering hangat, bercak-bercak, kulit kering
lesi(-), edeme(-),agak keriput dan hangat, turgor kulit buruk,
lesi (+), edema(+)

Rambut Distribusi merata, tekstur Distribusi merata, beruban,


halus,kering, beruban, kulit kepala tekstur agak kasar dan kering,
tidak ada yang mengelupas, ada kulit kepala tidak ada yang
bagian yang berketombe mengelupas, ketombe(+)

Kuku Tekstur halus, warnadasar kuku Tekstur halus, warna dasar


merah jambu, sianosis(-), pucat(-), kuku merah jambu, lesi
kapiler refill < 3 dtk, lesi disekitar (+),path jari tengah kanan
kuku (-), kuku tidak terawat dengan p:3 mm sudah
dengan baik terbentuk jaringan sikatrik,
kap.refill <3 dtk, sianosis (-),
pucat (-), kuku kurang terawat
dengan baik
Analisis data
No DATA MASALAH DIAGNOSA
1. DO: Resiko infeksi pada
1. TD: 185/100 mmHg, Ny. R keluarga Bp.
2. Nadi 60 x/mnt, S b.d kurangnya
3. suhu 36,9ºC, pengetahuan
4. Pernafasan 24x/mnt keluarga merawat
5. BB: 80 kg, anggota keluarga
6. TB: 157cm dengan masalah
7. Kondisi badan kurang diabetes militus/
bersih, penyakit gula
8. kesulitan bergerak,
9. Terlihat borok di kaki
Ny.R
10. Kaki terlihat sembab
(udem)

DS :
1. Bp.S mengatakan tidak pernah
memeriksakan kadar gula darah Ny.R
ke pelayanan kesehatan, jadi tidak tau
pasti tentang DM
2. Ny.R mengatakan bahwa mengalami
luka Lama Sembuh
3. Ny R menyatakan sering cepat lelah
jika beraktivitas lama
4. Ny.R mengatakan tidak pernah
melakukan olahraga khusus, dan juga
mengatur pola makan untuk lansia
dengan DM.