Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok pembahasan : Personal Hygiene


Sub pokok pembahasan : Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Sasaran : keluarga pasien & pasien di ruang Bedah Aster
RSUD Dr. Soetomo
Hari/tanggal : , Februari 2018
Tempat : Ruang Tunggu Bedah Aster RSUD Dr.
Soetomo
Pukul : WIB
Penyuluh :

A. Tujuan
 Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang personal hygiene,
di harapkan keluarga pasien mengetahui cara mencegah terjadinya infeksi
 Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit diharapkan keluarga pasien
mampu :
1. Menjelaskan pengertian infeksi
2. Mengetahui penyebab infeksi
3. Mengetahui tanda dan gejala infeksi
4. Mengetahui cara pencegahan infeksi
5. Mengetahui cara cuci tangan 6 langkah dengan cara yang baik dan
benar dan waktu kapan saja harus mencuci tangan

B. Materi (terlampir)
Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi :
1. Definisi infeksi
2. Penyebab terjadinya infeksi
3. Tanda dan gejala terjadinya infeksi
4. Cara pencegahan infeksi
5. Cuci tangan 6 langkah dan kapan saja waktu untuk mencuci tangan
6. Tema keislaman tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan
diri.

C. Media
 Leaflet

D. Metode penyuluhan
 Ceramah
 Tanya jawab
E. Setting tempat

(Moderator) (penyuluh)
(Observer)

(Peserta)
(fasilitator)

(fasilitator)

(fasilitator)

(fasilitaor)
F. Pengorganisasian
 Moderator :
 Penyuluh :
 Fasilitator :
 Observer :
Pembagian tugas
 Moderator : Mengarahkan seluruh jalannya acara penyuluhan dari awal
sampai akhir
 Penyuluh : Menyajikan materi penyuluhan
 Fasilitator : Memotivasi peserta untuk bertanya
 Observer : Mengamatai jalannya acara penyuluhan dari awal sampai
akhir

G. Kegiatan penyuluhan
No Waktu Kegiatan penyuluhan Respon peserta
1. Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam
(5 menit) 2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
dan
memperhatikan
3. Menggali pengetahuan keluarga 3. Menjawab
pasien tentang infeksi pertanyaan
4. Menjelaskan tujuan penyuluhan 4. Mendengarkan
dan
memperhatikan
5. Membuat kontrak waktu 5. Menyetujui
kontrak waktu
2. Kegiantan inti 1. Menjelaskan tentang : 1. Mendengarkan
(25 menit)  Definisi infeksi dan
 Penyebab terjadinya infeksi memperhatikan
 Tanda dan gejala terjadinya penjelasan
infeksi penyuluh
 Cara pencegahan infeksi
 Cuci tangan 6 langkah dan
waktu – waktu kapan saja
mencuci tangan
 Tema keislaman tentang
pentingnya menjaga
kebersihan dan kesehatan diri.

2. Memberikan kesempatan kepada 2. Aktif bertanya


keluarga pasien untuk bertanya.
3. Menjawab pertanyaan peserta. 3. Mendengarkan
3. Penutup 1. Menyimpulkan materi yang 1. Mendengarkan
(15 menit) disampaikan oleh penyuluh. dan
memperhatikan
2. Mengevaluasi peserta atas 2. Menjawab
penjelasan yang disampaikan pertanyaan yang
dan penyuluh menanyakan diberikan
kembali mengenai materi
penyuluhan.
3. Salam penutup. 3. Menjawab salam

H. Evaluasi lain
1. Apa definisi dari infeksi ?
2. Apa saja penyebab terjadinya infeksi ?
3. Sebutkan tanda dan gejala terjadinya infeksi ?
4. Bagaimana cara pencegahan infeksi ?
5. Bagaimana cara cuci tangan 6 langkah ?
6. Bagaimana islam mengajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan
dan kesehatan diri ?
I. Materi

PENCEGAHAN INFEKSI

1. Definisi infeksi
Pengertian infeksi yang lebih tepatnya adalah : suatu keadaan dimana
adanya suatu organisme pada jaringan tubuh yang disertai dengan
gejala klinis baik itu bersifat lokal maupun sistemik seperti demam atau
panas sebagai suatu reaksi tubuh terhadap organisme tersebut. Jika
gejala demam tersebut bersifat mendadak, maka disebabkan oleh
infeksi virus. Akan tetapi jika demamnya secara bertahap atau lambat,
maka biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

2. Penyebab terjadinya infeksi


Penyebab infeksi bermacam-macam, mulai dari bakteri, virus,
jamur, hingga parasit. Berikut adalah penjelasan macam-macam infeksi
yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme diantaranya.

a) Bakteri: Bakteri merupakan organisme yang memilki satu sel. Salah


satu cara bakteri untuk menginfeksi tubuh adalah dengan
mengeluarkan toksin (racun) yang dapat merusak jaringan tubuh.
Bakteri dapat menyebabkan infeksi tenggorokan, infeksi saluran
pencernaan, infeksi pernapasan (seperti TBC),Haemophilus
influenzabakteri di selaput mukosa saluran napas atas pada manusia,
infeksi saluran kemih, hingga infeksi genital. Terdapat empat
kelompok bakteri yang dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya:
Bacilli, cocci, spirochaetes, dan vibrio.
b) Virus: Virus berukuran lebih kecil dari bakteri dan
membutuhkan tempat untuk tumbuh dan berkembang, seperti pada
orang, tanaman, atau hewan, untuk bermultiplikasi. Saat virus masuk
ke dalam tubuh, biasanya ia menginvasi sel tubuh yang normal dan
mengambil alih sel untuk memproduksi virus lainnya.Virus dapat
menyebabkan penyakit yang paling ringan seperti common cold hingga
sangat berat seperti AIDS. Seperti bakteri, terdapat berbagai macam
virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, virus tersebut antara
lain:
 Human papillomavirusatau HPV :virus yang dapat menyebabkan
tumbuhnya kutil di berbagai bagian tubuh.Tidak semua HPV dapat
menyebabkan kanker. Namun ada beberapa jenis HPV yang
berbahaya, seperti HPV 16 dan HPV 18, berpotensi besar memicu
terjadinya kanker serviks.
 HIV atau Human Immunodeficiency Virus :Virus ini menyerang
sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk
melawan infeksi dan penyakit.
 DHF atau Dengue Hemoragic Fever : penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue, sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke
tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina.
Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan Demam Berdarah Dengue
(DBD).
c) Jamur: Jamur merupakan organisme primitif yang dapat hidup di
udara, tanah, tanaman, atau di dalam air. Beberapa jamur juga hidup di
dalam tubuh manusia. Infeksi jamur biasanya tidak bahaya, namun
beberapa dapat mengancam kehidupan. Jamur merupakan penyebab
banyak penyakit kulit. Penyakit lain yang disebabkan oleh jamur
antara lain infeksi di paru-paru dan sistem saraf. Jamur dapat
menyebar jika seseorang menghirup spora atau menempel langsung di
kulit. Seseorang juga akan lebih mudah terkena jamur jika sistem
imunnya sedang lemah atau sedang meminum antibiotik.

d) Parasit: Parasit merupakan mikroorganisme yang membutuhkan


organisme atau tempat lainnya untuk bertahan. Beberapa parasit tidak
mempengaruhi tempat yang ia tinggali, sedangkan beberapa lainnya
mengalami pertumbuhan, reproduksi, dan bahkan mengelurkan toksin
(racun) yang menybabkan host mengalami infeksi parasit. Infeksi
parasit disebabkan oleh 3 jenis organisme: protozoa, helminth (cacing),
dan ektoparasit.
 Protozoa merupakan organisme yang hanya mempunyai satu sel
yang dapat hidup dan bermultiplikasi di dalam tubuh manusia.
Infeksi yang disebabkan oleh protozoa antara lain giardiasis, yaitu
infeksi pencernaan yang dapat terjadi akibat meminum air yang
terinfeksi oleh protozoa,
 Helminth merupakan organisme yang memiliki banyak sel (multi
sel) yang biasanya dikenal dengan nama cacing. Terdapat berbagai
jenis cacing yang dapat menginfeksi manusia, seperti cacing
tambang, cacing pita, cacing kremi, dan lain sebagainya.
 Ektoparasit merupakan organisme yang juga memiliki bentuk sel
yang biasanya hidup atau makan dari kulit manusia, seperti nyamuk,
lalat, kutu, atau tungau.

3. Tanda dan gejala terjadinya infeksi


Tanda dan gejala infeksi meliputi:
a) Merasa panas pada daerah luka atau suhu badan panas.
b) Merasa sakit atau nyeri pada daerah luka.
c) Ada kemerahan pada kulit daerah luka.
d) Terjadinya bengkak pada area luka.
e) Gangguan fungsi gerak pada daerah luka.
f) Luka berbau tidak sedap.
g) Terdapat cairan berupa nanah pada luka.

4. Pencegahan infeksi
Cara Pencegahan Infeksi
a) Kebersihan Diri
1) Mandi 2 kali sehari
Daerah yang terbalut luka jangan sampai terkena air atau basah
karena dapat meningkatkan kelembaban pada kulit yang
terbungkus sehingga dapat menjadi tempat berkembangbiak
kuman.
2) Menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi minimal 2 kali
sehari
3) Rutin mencuci Tangan
4) Menjaga kebersihan kuku, dengan cara memendekkan kuku bila
kuku sudah panjang.
5) Selalu menggunakan alat alat kebersihan diri pribadi (sikat gigi,
handuk, sabun, dan sebagainya)
b) Makanan yang dibutuhkan
1) Makanan yang mengandung protein atau tinggi kalori tinggi
protein (TKTP).Makanan yang banyak mengandung protein
misalnya: susu, telur, madu, roti, ikan laut, kacang-kacangan yang
dikulola secara hygienis.
2) Menghindari konsumsi makanan yang dibeli di luar rumah sakit
3) Jangan memakan makanan bila sudah berbau, berlendir, berubah
warna, dan busuk.
c) Ganti balutan minimal 1 kali sehari dilakukan oleh petugas kesehatan
1) Mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti balutan
2) Alat dan bahan yang akan digunakan untuk mengganti balutan
harus dalam keadaan steril atau bersih
3) Minum obat sesuai anjuran misalnya obat antibiotik untuk
mencegah infeksi
d) Lain-lain
1) Mencuci alat yang akan digunakan
2) Membersihkan seprei dan alat-alat lainnya
3) Cegah batuk, bersin, bernapas langsung dengan orang lain
5. Mencuci tangan dengan cara yang benar di saat yang tepat

Tangan merupakan media transmisi patogen tersering di Rumah Sakit.


Menjaga kebersihan tangan dengan cuci tangan dengan baik dan benar
dapat mencegah penularan mikroorganisme dan menurunkan frekuensi
infeksi nosokomial. Teknik yang digunakan adalah teknik cuci tangan 6
langkah. Dapat memakai sabun dan air mengalir atau handrub berbasis
alkohol.

a. Kapan Mencuci Tangan?


1) Sebelum kontak dengan pasien
2) Sebelum melakukan tindakan aseptik dan bersih
3) Setelah terpapar cairan tubuh pasien
4) Setelah kontak dengan pasien
5) Setelah terpapar dengan benda-benda disekitar pasien

b. Alternatif Kebersihan Tangan


Handrub berbasis alkohol 70%:
1) Pada tempat dimana akses wastafel dan air bersih terbatas
2) Tidak mahal, mudah didapat dan mudah dijangkau
3) Dapat dibuat sendiri (gliserin 2 ml dan 100 ml alkohol 70 %)
4) Jika tangan terlihat kotor, mencuci tangan air bersih mengalir dan
sabun harus dilakukan
5) Handrub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik,
sehingga jika tangan kotor harus mencuci tangan sabun dan air
mengalir
6) Setiap 5 kali aplikasi Handrub harus mencuci tangan sabun dan air
mengalir
7) Mencuci tangan sabun biasa dan air bersih mengalir sama efektifnya
mencuci tangan sabun antimikroba
8) Sabun biasa mengurangi terjadinya iritasi kulit
9) Dilakukan selama 20-30 detik

c. Untuk mencuci tangan :


1) Lepaskan perhiasan ditangan dan pergelangan.
2) Basahi tangan dengan air bersih dan mengalir.
3) Gosok kedua tangan dengan kuat menggunakan sabun biasa atau
yang mengandung anti septik selama 30-60 detik (pastikan sela-sela
jari digosok menyeluruh). Tangan yang terlihat kotor harus dicuci
lebih lama.
4) Bilas tangan dengan air bersih dan mengalir.
5) Biarkan tangan kering dengan cara diangin-anginkan atau
dikeringkan dengan kertas tissue atau handuk pribadi yang bersih
dan kering.

Cara 6 Langkah Cuci Tangan

Enam langkah kebersihan tangan:


Langkah 1 : Basahi tangan dengan air mengalir dan beri sabun. Gosokkan kedua
telapak tangan.
Langkah 2 : Gosok punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan, dan
lakukan sebaliknya.
Langkah 3 : Gosokkan kedua telapak tangan dengan jari-jari tangan saling
menyilang.
Langkah 4 : Gosok ruas-ruas jari tangan kiri dengan ibu jari tangan kanan dan
lakukan sebaliknya.
Langkah 5 : Gosok Ibu jari tangan kiri dengan telapak tangan kanan secara
memutar, dan lakukan sebaliknya.
Langkah 6 : Gosokkan semua ujung-ujung jari tangan kanan di atas telapak tangan
kiri, dan lakukan sebaliknya
5 waktu untuk mencuci tangan
1. Setelah dari jamban
2. Setelah membersihkan anak yang buang air besar
3. Sebelum menghidangkan makanan
4. Sebelum makan
5. Setelah memegang hewan atau benda kotor

6. Rantai Penularan Infeksi


Menurut Potter & Perry (2005) proses terjadinya infeksi seperti rantai
yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi, Proses
tersebut melibatkan beberapa unsur diantaranya:
a. Agen infeksi (infectious agent) adalah mikroorganisme yang dapat
menyebabkan infeksi. Pada manusia dapat berupa bakteri, virus,
ricketsia, jamur dan parasit.
b. Reservoir atau tempat dimana agen infeksi dapat hidup, tumbuh,
berkembang biak dan siap ditularkan kepada orang. Reservoir yang
paling umum adalah manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, tanah, air
dan bahan-bahan organik lainnya. Pada manusia: permukaan kulit,
selaput lendir saluran nafas atas, usus dan vagina
c. Port of exit (pintu keluar) adalah jalan darimana agen infeksi
meninggalkan reservoir. Pintu keluar meliputi : saluran pernafasan,
saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, kulit dan membran
mukosa, transplasenta dan darah serta cairan tubuh lain.
d. Transmisi (cara penularan) adalah mekanisme bagaimana transport
agen infeksi dari reservoir ke penderita (yang suseptibel). Ada
beberapa cara penularan yaitu :
1) Kontak (contact transmission):
-Langsung/direct: kontak badan ke badan pada saat pemeriksaan
fisik, memandikan pasien.
-Tidak langsung/indirect: kontak melalui objek (benda/alat) perantara:
melalui instrumen, jarum, kasa, tangan yang tidak dicuci.
2) Droplet: partikel droplet > 5 μm melalui batuk, bersin, bicara, jarak
penyebaran pendek, tidak bertahan lama di udara, “deposit” pada
mukosa konjungtiva, hidung, mulut contoh: Difteria, Pertussis,
Mycoplasma, Haemophillus influenza type b (Hib), virus Influenza,
mumps, rubella.
3) Airborne: partikel kecil ukuran < 5 μm, bertahan lama di udara, jarak
penyebaran jauh, dapat terinhalasi, contoh: Mycobacterium
tuberculosis, virus campak, Varisela (cacar air), spora jamur.
4) Vehikulum : Bahan yang dapat berperan dalam mempertahankan
kehidupan kuman penyebab sampai masuk (tertelan) pada pejamu
yang rentan. Contoh: air, darah, serum, plasma, tinja, makanan.
5) Vektor : Artropoda (umumnya serangga) atau binatang lain yang
dapat menularkan kuman penyebab cara menggigit pejamu yang
rentan atau menimbun kuman penyebab pada kulit pejamu atau
makanan. Contoh: nyamuk, lalat, pinjal/kutu, binatang pengerat.
e. Port of entry (Pintu masuk) adalah tempat dimana agen infeksi
memasuki pejamu (yang suseptibel). Pintu masuk bisa melalui: saluran
pernafasan, saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, selaput
lendir, serta kulit yang tidak utuh (luka).
f.Pejamu rentan (suseptibel) adalah orang yang tidak memiliki daya
tahan tubuh yang cukup untuk melawan agen infeksi serta mencegah
infeksi atau penyakit. Faktor yang mempengaruhi: umur, status gizi,
status imunisasi, penyakit kronis, luka bakar yang luas, trauma atau
pembedahan, pengobatan imunosupresan. Sedangkan faktor lain yang
mungkin berpengaruh adalah jenis kelamin, ras atau etnis tertentu,
status ekonomi, gaya hidup, pekerjaan dan herediter atau keturunan.
7. Hal Penting tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang Harus
Diketahui oleh Pasien dan Keluarga Pasien:

a. Menerapkan etika batuk yang benar

b. Penggunaan masker
Masker harus dikenakan bila diperkirakan ada percikan atau
semprotan dari darah atau cairan tubuh ke wajah. Selain itu, masker
mencegah penularan kuman patogen melalui mulut dan hidung.
Masker harus cukup besar untuk menutupi hidung, mulut, bagian
bawah dagu, dan rambut pada wajah (jenggot). Masker yang dipakai
dengan tepat terpasang pas nyaman di atas mulut dan hidung sehingga
kuman patogen dan cairan tubuh tidak dapat memasuki atau keluar
dari sela-selanya.

Langkah-langkah penggunaan masker:


1) Ambil bagian atas masker (biasanya sepanjang tepi tersebut ada
stip motal yang tipis).
2) Pegang masker pada 2 tali atau ikatan bagian atas belakang kepala
dengan tali melewati atas telinga.
3) Ikatkan dua tali bagian bawah masker sampai ke bawah dagu.
4) Dengan lembut jepitkan pita motal bagian atas pada batang hidung.

c. Membuang sampah pada tempat sampah yang tersedia


Sampah Rumah Sakit atau disebut juga limbah padat Rumah Sakit
adalah sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang
harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan
oleh manusia, dan umumnya bersifat padat (Azwar, 1990).
Pemilahan sampah di dalam rumah sakit dibedakan dengan warna
kantong plastik.
Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang
berbentuk padat akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah
medis padat dan non medis.
1) Limbah non medis adalah limbah padat yang dihasilkan dari
kegiatan di luar medis seperti botol bekas, plastik bekas, kertas,
bungkus makan. Penyimpanannya pada tempat sampah berplastik
hitam.
2) Limbah medis padat adalah limbah padat yang terdiri dari :
 limbah infeksius dan limbah patologi, penyimpanannya pada
tempat sampah berplastik kuning.
 limbah farmasi (obat kadaluarsa), penyimpanannya pada
tempat sampah berplastik coklat.
 limbah sitotoksis adalah limbah berasal dari sisa obat
pelayanan kemoterapi. Penyimpanannya pada tempat sampah
berplastik ungu.
 Limbah medis padat tajam seperti pecahan gelas, jarum suntik,
pipet dan alat medis lainnya. Penyimpanannya pada safety
box/container.
 Limbah radioaktif adalah limbah berasal dari penggunaan
medis ataupun riset di laboratorium yang berkaitan dengan zat-
zat radioaktif. Penyimpanannya pada tempat sampah berplastik
merah.

d. Mematuhi aturan Rumah Sakit

1) Berkunjung sesuai waktu yang ditentukan


Tidak mungkin seseorang yang hanya sakit ringan diharuskan di
inapkan di Rumah Sakit. Bila seseorang sampai diharuskan di
inapkan di RS berarti orang tersebut menderita suatu penyakit yang
cukup serius. Hal yang menunjang penyembuhan bukanlah obat
semata, istrahat yang cukup juga menunjang penyembuhan.
Dengan berkunjung hanya jam besuk, dapat memberikan waktu
istrahat yang cukup bagi pasien untuk memulihkan kesehatannya
dan mengurangi terpaparnya infeksi dari lingkungan yang datang
dari luar rumah sakit
2) Lebih baik tidak berkunjung ke Rumah Sakit bila dalam keadaan
sakit
3) Tidak membawa anak <12 tahun untuk berkunjung atau menginap
di Rumah Sakit
Anak-anak memiliki kekebalan tubuh yang belum sempurna,
sehingga perlindungan tubuh terhadap paparan bakteri, virus dan
kuman-kuman lain yang ada dirumah sakit tidak sebaik pada
mereka para orang tua yang memiliki imunitas tubuh lebih baik.
Itulah sebabnya anak kecil biasanya mudah sakit karena lebih
rentan untuk tertular penyakit.

4) Pengunjung tidak boleh makan minum di ruangan pasien


5) Pengunjung tidak diperbolehkan meludah sembarangan di area
Pelayanan Kesehatan
Air liur atau ludah adalah cairan tubuh yang terdapat di mulut.
Dalam kondisi tertentu air liur atau ludah juga ternyata bisa
menularkan penyakit. Ada beberapa bakteri atau virus penyakit
yang betah hidup di air liur misalnya influenza, batuk,
tuberculosis (TBC), herpes, hingga hepatitis B.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, A, 1990, Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan, Jakarta, Yayasan.


Mutiara. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta

Brooker, C.2008. Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: EGC.

Depkes RI. 2010. Pusat Promosi Kesehatan Pedoman Pengembangan Kawasan


Tanpa Rokok: Jakarta: Kemenkes RI

Depkes RI. 2009. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
dan Fasiltas Pelayanan Kesehatan Lainnya. SK Menkes No
382/Menkes/2007. Jakarta: Kemenkes RI

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses &.
Praktek. Edisi 4. Vol 1. Jakarta : EGC

http://web.rshs.or.id/limbah-rumah-sakit/

http://www.kompasiana.com/dr_wahyutriasmara/jangan-ajak-anak-anak-ke
rumah-sakit_5520423aa333112745b65a6b