Anda di halaman 1dari 54

PATOLOGI

SISTEMA URINARIA & SISTEMA UROGENITAL PRIA

1
REVIEW STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM URINARIA
DAN SISTEM UROGENITAL PRIA

Ginjal

• organ ginjal terdiri dari 2 buah, terletak retroperitoneal


• menerima darah dari arteria renalis  v. renalis
• urine dibentuk oleh ginjal dibawa ke ureter  vesica urinaria  urethra
 dunia luar
• ginjal terdiri dari 3 bagian
• cortex
• medulla
• pelvis
• cortex ginjal berisi
• semua glomerulus
• sebagian besar tubulus renalis

2
3
4
• medulla ginjal berisi
• tubulus Henle
• tubulus collectivus

• pelvis ginjal /pelvis renalis


• merupakan ruanagn dibatasi oleh epitelium transisional
• mengumpulkan urin dari tubulus collectivus kemudian dibawa ke ureter

• fungsi ginjal
• mengatur konsentrasi garam, ion hidrogen dan air
• mensekresi
• produk2 buangan hasil metabolisme kreatini dan urea
• substansi asing seperti obat dan metabolit2nya
• untuk memenuhi tugas tersebut ginjal menerima hampir 20 % dari
keseluruhan darah yang bersirkulasi dalam setiap menit

5
• unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang terdiri dari
• glomerulus
• tubulus
• pembuluh darah

• didalam ginjal a.renalis bercabang berkali-kali menjadi arteri2 yang lebih


kecil  arteriole
• arteriole2 tersebut kemudian mensuplai darah ke glomerulus

• setiap glomerulus
• merupakan kumpulan dari kapiler2 yang dilapisis oleh sel2 endotel
• kumpulan dari kapiler2 tersebut secara keseluruhan kemudian
dibungkus oleh selapis sel2 yang tipis
• lapisan sel2 tipis tadi dipisahkan dari lapisan sel epitel yang lain oleh
membrana basalis (basement membrane)

• darah meninggalkan glomerulus menuju anyaman kapiler yang membungkus


tubulus

6
• produk buangan yang telah difiltrasi oleh glomerulus melalui tubulus2
renalis ini
• tubuli renalis kemudian menjadi satu  tubulus collectivus
• dari tubulus collectivus urine dibawa ke pelvis renalis

• selama dalam perjalanan filtrat glomerulus di dalam tubulus mengalami


pergantian yang konstan antara zat2 didalam tubulus dan zat2 dalam
anyaman kapiler darah
• sehingga urine yang keluar dari ginjal sangat berbeda secara kimiawi
dengan filtrat glomerular

• dari tubulus, substansi2 spt glukosa, khlorida dan obat secara kontinyu masuk
lagi ke dalam kapiler darah  subtansi yang diresobsi
• dari kapiler, subatansi yang masuk ke tubulus  substansi yang disekresi
• sehingga konsentrasi final dari setiap substansi pada urine merupakan
• hasil sekresi dan resorbsi yang berlangsung pada tubulus

7
• salah satu tempat pertukaran substansi antara tubulus renalis dan
kapiler2 darah adalah pada tubulus distalis
• disana terjadi pertukaran antara K dan Na

• ginjal juga memberikan kontribusinya untuk mengatur keseimbangan asam-basa


tubuh dengan cara melakukan baik sekresi ataupun absorbsi ion H

• pada tubulus collectivus


• air diserap lagi masuk kedalam darah (oleh pengaruh ADH)

• pada dinding arteriole yang mensuplai darah ke glomerulus


• terdapat sekumpulan sel2 yang disebut aparatus juxta glomerulus
• sel2 tersebut mensekresi renin
• renin merupakan enzim yang mengaktifkan substrat angiotension (protein yang
disekresi hepar) menjadi angiotension I

Angiotension renin angiotension I

8
• angiotension I  angiotension II oleh enzim yang diproduksi oleh sel2
endotel pada paru dan ginjal

• angiotension
• menstmulasi vasokonstriksi pembuluh2 darah  hipertensi
• meningkatkan absorbsi Na dan K, melalui stimulasi terhadap
kortex adrenal  melepaskan aldosteron

Traktus urinarius bagian bawah

• terdiri dari
• ureter
• vesica urinaria
• urethra
• kelenjar assesorius

• traktus urianrius pria dan wanita secara essensial mirip

9
• ureter
• turun dari pelvis renalis ke vesica urinaria
• fungsi ureter
• hanya membawa urine dari ginjal ke ke vesica urinaria
• tidak ada proses absorbsi pada ureter

• vesica urinaria
• merupakan organ muskuler yang besar dimana urine ditampung
dari ureter
• urine dari vesica urinaria keluar melalui urethra
• pengosongan vesica urinaria mengikut sertakan kerja serabut2 otot
yang berkontraksi untuk membuka sphincter agar urine dapat keluar

• urethra
• pada wanita langsung dari vesica urinaria melalui diafrgama urogenital
 meatus urethrae
• pada pria urethra melalui pusat kelenjar prostat  penis
• pada waktu melalui kel.prostat duktus ejakulatorius bermuara pada
urethra  menghubungkan vas deferens dgn urethra

10
• testis
• terdiri dari tubulus2 seminiferus dimana sperma diproduksi
• sperma kemudian disimpan pada epididimis dan vas deferens
kemudian didorong sepanjang vas deferens oleh kontraksi otot
• sperma juga disimpan pada vesicula seminalis yang terletak
dibelakang prostat

• kelenjar prostat
• melingkari leher vesica urinaria
• terdiri dari 3 lobus
• ductusnya bermuara pada urethra

11
PENYAKIT2 YANG SERING DAN PENYAKIT2 YANG BERSIFAT SERIUS
PADA SISTEM URINARIA DAN SISTEM UROGENITAL PRIA

Infeksi bakterial

• merupakan problem yang paling sering terjadi pada ginjal dan tr.urinarius
bagian bawah
• infeksi vesica urinaria (cystitis)
• sering terjadi pada wanita oleh karena bakteri pada perineum mudah
mencapai akses ke vesica urinaria melalui urethra yang pendek

• prostatitis
• sering pada pria muda

Hipertrofi Prostat

• sering pada pria lanjut usia


• obstruksi urethra  infeksi vesica urinaria  infeksi ginjal

12
Renal calculi/batu ginjal
• sering terdapat pada orang dewasa

Penyakit2 glomerulus renalis


• merupakan kausa utama dari kegagalan ginjal kronis (chronic renal
failure)

Karsinoma sel2 transisional pada vesica urinaria dan adenokarsinoma


Prostat
• relatif sering pada individu2 tua

Kanker ginjal dan testis jarang

13
GEJALA2, TANDA2 DAN UJI LABORATORIS

• frekuensi (sering miksi)


• pada cystitis dan urethritis

• dysuria (rasa sakit oada waktu miksi)


• pada cystitis dan urethritis

• nocturia (sering kencing pada malam hari)


• pada cystitis dan urethritis

• urine seperti susu


• terdapat pus dalam urine

• prostatitis kadang2 memberi gejala low-back pain

• pyelonefritis
• kadang bersifat asimtomatis
• kadang2 menimbulkan nyeri pada daerah panggul, demam dan leukositosis

14
• anuria tidak ada urine sama sekali
• sindroma nefrotik/nephrotic syndrome
• kerusakan pada aparatus glomeruler  gangguan filtrasi
• proteinuria  hipoproteinemia
• hiperlipidemia

Pemeriksaan Fisik
• inspeksi pada
• penis, vulva untuk tanda2
• exudasi
• ulserasi
• palpasi pada abdomen untuk memeriksa tanda2
• tumor
• distensi vesica urinaria
• pada pria pada daerah inguinale untuk memeriksa testis yang
tidak turun
• palpasi penis untuk tumor
• pemeriksan rectum  palpasi kelenjar prostat

15
Pemeriksaan laboratoris

• urin analisis
• paling sering dilakukan /routine
• dapat menditeksi adanya kelainan2 pada tr.urinarius terutama oleh
infeksi
• termasuk didalamnya adalah tes untuk
• pH • gula
• protein • darah
• keton
• pemeriksaan mikroskopis
• sel2 darah merah
• sel2 darah putih
• bakteri
• kristal
• cast (torak)
• kultur urine  untuk bakteri

16
17
• pemeriksaan darah
• urea nitrogen dan creatinine
• kadar zat tersebut dapat untuk melihat fungsi ginjal
• kadar normal dari nitrogen darah dan creatinine dipengaruhi oleh
• pemecahan nitrogen
• kemampuan filtrasi glomerulus
• ikatan nitrogen dipecah menjadi nitrogen urea
• pemecahan nitrogen pada otot menjadi creatinine

• pada penyakit2 ginjal sering ditandai dengan adanya kenaikan secara


signifikan
• urea nitrogen
• creatinine dalam darah

• kenaikan kedua zat tersebut dalam darah sebagai akibat


• tidak adekuatnya proses filtrasi glomerulus
• tidak adekuatnya sekresi dan resorbsi pada tubulus renalis

18
• biopsi renal
• sering dilakukan untuk mengevaluasi penyakit2 glomerulus

• cystogram
• memasukkan zat kontras kedalam vesica urinaria
• kemudian dilakukan pemeriksaan dengan x-ray

PENYAKIT2 SPESIFIK

KELAINAN GENETIK DAN GANGGUAN PERKEMBANGAN

• berbagai ganguan perkembangan pada sistem genitourinaria ada kaitannya


dengan anomali pada sistem organ2 yang lain
• beberapa anomali yang sering ditemukan
• agenesis
• hipoplasia
• polisistik
• ginjal dipalstik
• cryptorchism

19
Agenesis dan Hipoplasia Ginjal

• agenesis yang komplit jarang terjadi


• bila bilateral dapat menyebabkan kematian
• hipoplasia ginjal juga jarang terjadi
• gangguan yang terjadi tergantung kepada beratnya derajat hipoplasia
ginjalnya dan adanya infeksi pielonefritis

Ginjal Polisistik

• sering terjadi pada orang dewasa (1 diantara 50 orang)


• kausa
• penyakit dengan defect genetik yang bersifat autosomal dominan

• lesi
• kista yang miltiple dengan berbagai ukuran
• terdapat bilateral (kanan – kiri)

20
• manifestasi
• penyakit seing tidak ditemukan sampai dewasa
• diketahui setelah ditemukan adanya
• hipertensi
• kegagalan ginjal kronis
• uremia
• pada organ2 lain dapat ditemukan kista terutama pada hepar

• infantile polycystic disease


• merupakan ginjal polikistik yang terjadi pada masa bayi
• jarang bersifat fatal
• autosomal resesif
• terdapat kista renal dan fibrosis hepar
• lesi

21
22
Cryptorchism / Kriptokhisme

• merupakan kegagalan dari turunnya testis kedalam scrotum


• agak seing terjadi
• kausa tidak diketahui
• lesi: testis tetap berada di abdomen
• manifestasi
• satu atau tidak ada testis dalam scrotum
• kemungkinan steril bila terjadi bilateral dan tidak dikoreksi
• sebaiknya dikoreksi pada usia sekitar 5 tahun

Ginjal Diplastik

• merupakan bentuk malformasi dari perkembangan embrionik pada nefron


• terbentuk tulang rawan dan kista pada nefron
• baik pada 1 ginjal atau keduanya
• sering bersama2 dengan
• anomali lain
• obstruksi tr.urinarius

23
• penyakit tidak diturunkan
• prognosa tergantung kepada
• jumlah jaringan ginjal yang masih normal
• adanya anomali pada organ2 yang lain

PENYAKIT2 INFLAMATORIS DAN PENYAKIT DEGENERATIF

Penyakit2 Glomerulus

• penyakit2 pada glomerulus dapat dibagi menjadi


• penyakit primer
• penyakit sekunder akibat penyakit sistemis lain seperti
• DM
• lupus erythematosus

• nephritis/nefritis  merupaka kondisi inflamasi pada ginjal


• glomerulonephritis  penyakit inflamasi pada glomerulus

24
• penyakit2 primer pada glomerulus pada umumnyamerupakan penyakit2
inflamatoris dan dipicu oleh adanya injuri allergi /immunitas

• reaksi akibat injuri allergi ini pada glomerulus ada 2 jenis

• ikatan antigen-antibodi terbentuk di dalam darah kemudian ditimbun


dalam membran basalis (basement membrane) dari glomerulus
• sehingga timbul gangguan filtrasi
• disebut immune complex glomerulonephritis

• antibodi dibentuk oleh tubuh dan merusak membran basalis glomerulus


• disini membran basalis glomerulus dianggap sebagai antigen
• disebut anti basement-membrane glomerulonephritis

• kedua reaksi pada membran basalis diatas menyebabkan


• kerusakan pada struktur kapiler glomerulus menyebabkan
• filtrasi protein bersifat berlebihan  proteinuria
• kadang2 menyebabkan sel2 darah merah masuk ke dalam filtrat
 hematuria

25
Glomerulonephritis Akut post Infeksi Streptokokus

• merupakan bentuk reaksi immune-complex glomerulonephritis yang terjadi


akibat infeksi streptokokus group A pada tubuh biasanya infeksi pada farings

• 1-4 minggu setelah infeksi awal streptokokus


• antibodi dibentuk oleh tubuh untuk melawan antigen streptokokus
• ikatan antigen-antibodi kemudian ditimbun pada membrana basement
pada glomerulus sehingga terjadi inflamasi  gangguan filtrasi
• gangguan filtrasi menyebabkan timbulnya tanda2 dan simptom dari
glomerulonephritis akut seperti :
• hematuria
• protein uria  edema

• diagnosa glomerulonephritis akut dibuat berdasarkan adanya


• hematuria • hipertensi
• priteiuria • riwayat infeksi streptokokus
• edema

krisbantas/pato sistem urogenital pria/s1 26


• pemeriksaan laboratoris
• terdapat kenaikan urea nitrogen dan kreatinin pada darah

• lesi berupa
• inflamasi glomerulus akibat deposit dari ikatan antigen-antibodi

• kesembuhan
• pada anak2 hampir 95%
• pada orang dewasa sedikit menurun  sebagian menjadi progresif atau
gagal ginjal

• glomerulonephritis akut selain karena post infeksi dapat juga disebabkan


oleh berbagai macam obat2an

krisbantas/pato sistem urogenital pria/s1 27


Glomerulonephritis Akut

Kausa Lesi

• ikatan antigenantibodi • inflamasi glomerulus


pada glomerulus

Manifestasi

• hematuria
• proteinuria
• hipertensi
• edema
• kemungkinan menjadi
progresif  gagal ginjal

28
Glomerulonephritis Kronis

• glomerulonephritis kronis merujuk kepada penyakit2 ginjal yang kronis yang


bersifat progresif
• terjadinya glomerulonephritis kronis dapat diinisiasi oleh
• anti-basement membrane antibody
• deposisi komplek immun
• degenerasi non immunologis dari kausa yang tak diketahui

• banyak penyakit2 tersebut yang tidak terjadi dalam fase akut


• inflamasi atau degenerasi dan terbentuknya scar terjadi secara
perlahan dan secara tak terduga

• sering diagnosis dibuat hanya setelah keluhan pasien berupa


• kelelahan dan edema
• pemeriksaan urinanalisis ditemukannya adanya proteinuria
• pada saat tersebut biasanya ginjal sudah rusak berat sehingga kausa
yang sesungguhnya sering tidak diketahui lagi

29
• konsekwensinya banyak pasien dikatakan mempunyai glomerulonephritis
kronis tanpa mengetahui kausanya

• banyak pasien terutama anak2


• pada awalnya manifestasi penyakit ginjal kronis sebagai
nephrotic syndrome/ sindrom nefrotik

• sindrom nefrotik bukan suatu penyakit saja tapi merupakan kumpula dari
simptom dan sign (sindrom) antara lain
• hipoproteinaemia
• proteinuria
• hipirlipidemia
• edema
• sindrom diatas dapat mempunyai kaitan dengan
• lipoid nefrosis
• diabetes mellitus
• glomerulonephritis membranosa
• amyloidosis
• glomerulosklerosis focal
• glomerulonephritis poststreptokokus

30
• lipoid nefrosis
• merupakan penyebab yang paling sering terjadinya sindrom nefrotik
pada anak2 dan orang dewasa
• hampir 80% pada anak dengan sindrom nefrotik
• hampir 30% pada orang dewasa dengan sindrom nefrotik
• lesi berupa rusaknya prosesus epitel yang menghubungkan ke
membran kapiler glomerular yang mengakibatkan kebocoran protein
masuk kedalam ruang Bowman  ke urine
• tidak terdapat deposit antibodi pada glomerulus
• kausa tidak diketahui

• glomerulonephritis membranosa
• merupaka penyebab kedua tersering terjadinya sindrom nefrotik
• penyakit ini ditandai dengan adanya deposit antigen-antibodi yang
teranyam didalam membrana basement pada glomerulus yang menebal
• deposit tadi mengganggu permeabilitas dari membrana basement
menyebabkan
•protein besar spt albumin masuk kedalam filtrat renal

31
• glomerulonephritis membranosa……
• pada kebanyakan kasus
• sifat alamiah dari antigen, ataupun penyebab dari penyakit ini
tidak diketahui sehingga sering disebut dengan glomerulonephritis
membranosa idiopatik
• pada sebagian kecil kasus
• antigen diketahui, misalnya virus hepatitis
• dapat terjadi setelah seseorang mendapat pengobatan tertentu
untuk pengobatan arthritis rheumatoid
• dapat juga ada kaitannya dengan penyakit2 lain seperti sifilis

• DM sering menyebabkan kerusakan ginjal kronis karena efek penyakit ini


pada pembuluh2 darah kecil
• tapi jarang menyebabkan sindroma nefrotik

32
• prognosa dari sindroma neprhotik
• sembuh spontan tanpa pengobatan
• sembuh dengan terapi kortikosteroid
• sebagian progresif menjadi gagal ginjal kronis
• dapat tetap hidup dengan menjalani dialisis
• transplantasi ginjal bila mungkin

Glomerulonephritis kronis

Kausa Lesi Manifestasi

• antigen-antibodi kompleks • inflamasi dan parut • kadang2 tanpa gejala


• anti-basement membrane pada glomeruli (awal)
antibody • proteinuria, hematuria
• tidak diketahui • hipertensi
• uremia (lanjut)

33
34
35
Pyelonephritis

• merupakan infeksi yang bersifat akut ataupun kronis


• terutama mengenai tubulus renalis
• paling sering disebabkan oleh infeksi
• Escheria coli
• bakteri2 gram (-) seperti
• proteus, pseudomonas
• enterobacter, klebsiella

• organisme masuk keginjal melalui


• aliran darah
• retrograde yaitu dari vesica urinaria  ureter  ginjal (paling sering)
• proses retrograde terjadi biasanya oleh karena adanya obstruksi
pada ureter  stagnasi urine  bakteri mudah tumbuh

• pasien akan mengalami nyeri panggul dan demam yang akut

36
• secara mikrokopis
• ditemukan sel2 inflamotoris akut
• dalam jumlah yang bervariasi pada jaringan intersisial ataupun
jaringan tubuler ginjal
• dalam jumlah yang lbih sedikit pada glomeruli
• kelak akan ditmukan adanya jaringan parut pada lokasi2 tsb

• di dalam urine pasien akan meningkat


• jumlah protein
• cast dari lumen tubulus (torak)
• sel2 darah putih dan bakteria
• sering sel2 darah putih sangat banyak sehingga disebut pyuria
(pus dalam urine)
• kultur bakteri dapat dilakukan dari urine

• terapi
• antibiotik

37
Pyelonephritis

Kausa Lesi

• infeksi bakteri • inflamasi akut atau


(sering karena obstruksi) kronis pada tubulus
• organisme dalam darah renalis dan pelvis

Manifestasi

• sakit panggul
• demam
• leukositosis
• pus dan cast (torak pada
urine)
• kemungkinan gagal ginjal

38
Cystitis

• infeksi pada vesica urinaria disebut cystitis dan biasanya bakteri


penyebabnya sama dengan penyebab pyelonephritis

• mikroorganisme masuk ke v.urinaria dengan cara melalui


• sistemis (jarang)
• urethra (sering)

• infeksi melalui urethra yang paling sering terjadi pada wanita


• feces dan kegiatan seksual menudahkan masuknya kuman ke
meatus urethrae
• pada pria panjangnya urethra penis dan adanya sekresi antibakteria
dari prostat mengurangi terjadinya infeksi

• kateterisasi atau cytoscopy sering menimbulkan infeksi vesica urinaria


pada kedua kelompok sex

39
Cystitis

Kausa Lesi

• infeksi bakteri inflamasi membrana


sering akibat muosa
adanya obstruksi

Manifestasi

• disuria
• urgensi (kencing tdk bisa
ditahan)
• frekuensi (sering kencing)
• sel darah putih dalam urine
• bakteriuria

40
Prostatitis

• merupakan infeksi akut ataupun kronis pada prostat


• manifestasi ;
• rasa sakit dan tidak enak pada pelvis bawah
• lesi : inflamasi pada prostat
• terdapat leukositosis pada urine

Renal Calculi/ Batu ginjal

• proses kristalisasi dari mineral2 dalam urine sering terjadi


• membentuk masa yang keras seperti batu
• batu ginjal
• paling sering tersusun oleh kalsium dan berbagai substansi yang
diekskresikan oleh ginjal seperti oksalat
• yang berisi kalsium akan terlihat oleh x-ray
• yang tidak berisi kalsium seperti asam urat dan cystein tidak terlihat
dgn x ray

41
• kausa
• tidak pasti benar
• yang sering disebabkann oleh
• volume urine yang kurang/dehidrasi
• infeksi tr.urinarius yang lama
• bed-rest yang lama dengan pelepasan kalsium dari tulang
• hiperparatiroidisme  meningkatkan kalsium dalam urine
• penyakit gout  asam urat darah meningkat dan cystein meningkat

• perjalanan batu yang kecil  pelvis renalis  ureter mengakibatkan nyeri


yang sangat pada daerah panggul
• jika batu terjepit pada ureter, dapat menyebabkan hidronephrosis
• kadang2 batu ginjal memenuhi pelvis renalis
• disebut staghorn calculi karena bentunya seperti tanduk rusa

• manifestasi
• rasa sakit yang menjalar
• hematuria
• kadang2 terlihat dengan x-ray

42
43
• lsei
• batu pada renal pelvis
• batu pada ureter
• batu pada vesica urinaria

Renal calculi

Kausa Lesi

• dehidrasi • batu pada pelvis renalis


• bed-rest lama menuju v.urinaria
• hipertiroidisme
• penyakit Gout
• cystinosis
• tidak diketahui Manifestasi

• nyeri intens yang menyebar


• hematuria
• kadang2 terlihat dgn x-ray

44
45
PENYAKIT2 HIPERPLASIA DAN NEOPLASIA

Hiperplasia Prostat

• merupakan pembesaran prostat oleh karena hiperplasia kelenjar


• mungkin disebabkan adanya ketidak seimbangan ratio hormon
androgen-estrogen pada orang tua

• jaringan pada sentral prostat membesar


• jaringan perifer menjadi atrofi
• proses hiperplasia tidak menyeluruh pada jaringan prostat tapi berbentuk
noduli yang multipel
• gejala yang paling sering adalah sulit memulai dan mengakhiri kencing
• komplikasi : infeksi pada tr.urinarius sebagai konsekwensi dari obstruksi
• lesi :
• pertumbuhan multinoduler
• jaringan stroma
• jaringan kelenjar
• dapat mengenai lobus lateralis dan lobus medialis

46
Adenokarsinoma Prostat

• kanker prostat jarang pada usia kurang dari 50 tahun


• meningkat secara pesat setelah usia 50 tahun
• kanker prostat muncul sebagai
• massa yang berupa nodulii yang tidak teratur dan keras terutama pada
lobus posterior prostat
• dapat teraba melalui palpasi dari rectum
• kausa tidak diketahui
• lesi :
• berupa adenokarsinoma pada lobus posterior
• metastase pada tulang sering
• manifestasi :
• massa yang keras
• back pain
• berat badan menurun
• alkalin dan asam posphatase dalam serum meningkat
• obstruksi urethrae

47
48
Karsinoma sel2 Transisional pada Vesica Urinaria

• tumor maligna pada vesica urinaria


• lebih banyak pada pria
• banyak terdapat pada pekerja di pabrik2 yang memproduksi bahan2
kimia tertentu seperti alanin

• lesi:
• pertumbuhan papiler pada mukosa vesica urinaria
• berbagai derajat invasi kedalam muskulus/otot dinding vesica urinaria
• manifestasi
• hematuria
• infeksi
• kausa yang pasti tidak diketahui

49
50
Kanker Ginjal dan Testis

• kanker ginjal
• relatif jarang
• pada anak2 tumor maligna ginjal berasal dari sel2 primitif ginjal
disebut tumor Wilm
• adenokarsinoma yang berasal dari sel2 epitelial ginjal merupakan
karsinoma pada ginjal yang agak sering pada orang dewasa
• kedua tipe karsinoma diatas sering disertai dengan
• hematuria
• nyeri panggul

• kanker testis
• beberapa kanker testis berasal dari sel2 germinatifum disebut seminoma
• kanker tersebut jarang, bila terjadi lebih abnyak pada laki2 dewasa muda
• terdapat massa pada testis

51
KEGAGALAN ORGAN PADA GINJAL

Gagal Ginjal Akut/ Acute Renal Failure

• lesi yang bersifat mengancam jiwa pada tubulus renalis adalah nekrosis
akut pada tubulus renalis
• yaitu degenerasi akut dan nekrosis dari epitel2 pada tubulus renalis
proksimal ataupun distal

• mekanisme yang sering mengakibatkan nekrosis pada tubulus renalis adalah


• ischemik
• oleh karena shock, menurunnya aliran darah mengakibatkan
menurunnya oksigen untik menjaga agar sel2 tubulus tetap hidup
• keracunan zat2 toksik seperti
• metil alkohol • merkuri
• etilen • kloroform
• antibiotik tertentu • mushroom

52
• nekrosis pada epitel tubulus renalis mengakibatkan
• oligouria
• anuria
• kadar urea nitrogen meningkat dalam darah
• kadar kreatinin meningkat dalam darah
• makin tinggi kadar urea nitrogen dan creatinine dalam darah, kondisi makin
parah

Gagal Ginjal Kronis / Chronic Renal Failure

• terjadi retensi dari buangan metabolisme nitrogen  azotemia


• terjadi gangguan keseimbangan
• air, elektrolit (Na, K, Cl dan kalsium)
• retensi asam, memberikan efek pada pasien berupa
• mental aktifitas menurun
• kelemahan otot
• anemia
• uremia

53
• kausa
• glomerulonefritis kronis (sering)
• pielonefritis parah
• obstruksi yang lama pada tr.urinarius
• penyakit2 vaskuler yang parah pada ginjal

• terapi
• hemodialisa
• transplantasi ginjal

54