Anda di halaman 1dari 3

Merawat pasien pada pencegahan isolasi pertimbangan delegasi

Keterampilan perawatan klien pada pencegahan isolasi dapat didelegasikan. Namun ni merupaka
keputusan dari perawat yang memeriksa status klien dn mengindikasikan isolasi. Intruksikan
personel pembantu perawat yang membantu individu mengenai pencegahan khusus terhadap
kebutuhan klien yang bersifat individual , seperti tansportasi untuk uji diagnostic.

Peralatan: Pelindung penghalang di tentukan oleh jenis isolasi, misalnya : baju panjang, kaca
mata pelindung, pelindung wajah mungkin dibutuhkan; barang-barang tergantung pada prosedur
yang dilakukan dalam ruangan; tempat penampungan benda-benda tajam; manset pengukur
tekanan darah sekali pakai.

1. Kaji indikasi isolasi (misalnya riwayat medis klien terhadap paparan, tes laboratorium,
cairan luka).
2. Tinjau kebijakan agensi dan pencegahan yang diperlukan untuk system isolasi khusus,
dan pertimbangan pengukuran pelayanan yang akan anda lakukan ketika berada dalam
ruangan klien.
3. Tinjau catatan perawat atau berbicara dengan teman perawat tentang pernyataan
emosional dan penyesuaian diri klien terhadap isolasi.
4. Lakukan higiene tangan, dan persiapkan semua peralatan yang akan anda perlukan untuk
dibawah kedalam ruangan klien, pada beberapa kasus, peralatan telah berada didalam
ruangan (stetoskop, balon tekanan darah). Putuskan peralatan isolasi mana yang
diperlukan sebelum masuk ke dalam ruangan klien. Sebagai contoh putuskan jika anda
akan memerlukan baju panjang dan sarung tangan untuk klien dalam pencegahan kontak
atau jika anda akan memerlukan masker pernapasan khusus untuk klien dalam
pencegahan udara.
5. Persiapan untuk masuk kedalam ruangan isolasi:
a. Gunakan baju panjang penutup, yakinkan baju tersebut menutupi semua bagian luar.
Dorong lengan baju ke bawah sampai ke pergelangan tangan. Ikat dengan kencang
pada bagian leher dan pinggul.
b. Gunakan masker bedah atau masker pernapasan disekitar mulut dan hidung. (jenisnya
tergantung pada tipe pencegahan dan kebijakan fasilitas) perawat harus memilki
evaluasi medis dan dicoba kesesuaiannya sebelum menggunakan suatu respirator
(OSHA,1996).
c. Jika diperlukan gunakan kaca mata disekitar wajah, dan mata. Jika menggunakan
kaca mata yang diresepkan, pelindung samping dapat digunakan.
d. Gunakan sarung tangan yang bersih. (catatan: gunakan sarung tangan tanpa bedak,
bebas lateks). Pakai sarung tangan diatas baju panjang. Letakan lipatan sarung
tangan diatas tepi lengan baju.
6. Masuk keruangan klien. Atur barang-barang dan peralatan. (jika peralatan akan
dipindahkan di ruangan untuk digunakan kembali, tempatkan pada handuk kertas yang
bersih).
7. Jelaskan tujuan dan pencegahan yang penting kepada klien dan keluarga. Tawarkan
kesempata untuk bertanya. Kaji adanya masalah emosional yang dapat terjadi akibat
isolasi.
8. Memeriksa tanda vital:
a. Jika klien terinfeksi atau terkolonisasi dengan organisme yang resisten (misalnya
vancomycin,resistant enterococcus [VRE], methicillin-resistant staphylococcus
aureus [MRSA], peralatan harus tetap beada alam ruangan. Ini termasuk stetoskop
dan menset pengukur tekana darah.
b. Jika stetoskop akan digunakan kembli, bersihkan diafragma dengan alcohol. Letakan
pada permukaan yang bersih.
c. Gunakan thermometer sekali pakai atau elektronik masing-masing.
Keputusan penting : jika thermometer sekali pakai menunjukan adanya demam,
periksa tanda/ gejala lainnya, konfirmasi demam dengan menggunakan thermometer
elektronik (potter, 2003).
9. Maukan obat-obatan
a. Berikan obat oral dalam pembungkus atau cangkir
b. Buang pembungkus atau cangkir dalam kantong yang berlapis plasti
c. Masukan obat injeksi
d. Buang spuit dan tabung suntik kedalam wadah benda tajam
e. Jika anda tidak menggunakan sarung tangan dan tangan bersentuhan dengan benda
atau cairan tubuh yang terkontaminasi, lakukan higiene tangan secepat mungkin.
10. Tunjukan higiene, anjurkan kepada klien untuk mendiskusikan pertanyaan atau masalah
tentang isolasi, gunakan pengajaran informal pada saat itu.
a. Jangan membuat baju panjang menjadi basah. Bawah bak cucian keluar dan pegang
agak jauh dari baju panjang; jangan bersandar pada permukaan basah.
b. Pindahkan kain dari tempat tidur; jangan menyentuh baju panjang. Tempatkan dalam
kantung kain tahan bocor.
c. Lepas sarung tangan dan lakukan higiene tangan jika tangan menjadi terlihat sangat
kotor dan segera dan masih dibutuhkan pelayanan lebih lanjut.
11. Mengumpulkan specimen
a. Tempatkan wadah specimen pada handuk kertas yang bersih dalam kamar mandi
klien. Ikuti prosedur untuk mengumpulkan cairan tubuh.
b. Pindahkan specimen ke wadah tanpa mengotori bagian luar wadah. Tempatkan
wadah dalam kantong plastik, dan pasangkan label pada bagian luar kantung atau
sesuai kebijakan fasilitas. Lakukan higiene, tangan dan pasang sarung tangan kembali
jika diperlukan prosedur tambahan.
12. Buang kantong sampah dan kantong kain jika telah penuh
a. Gunakan kantong yang tahan lembab, dan kuat untuk menampung benda-benda yang
kotor. Gunakan kantong berlapis dua jika bagian luar kantong terkontaminasi.
b. Ikat kantong dengan kuat pada bagian atasnya
13. Pindahkan semua peralatan yang akan digunakan kembali. Bersihkan semua permukaan
yang terkontaminasi (lihat kebijakan agensi atau fasilitas pelayanan kesehatan).
14. Sediakan rungan selama diperlukan. Minta seorang anggota staf di luar ruangan isolasi
untuk memberikan anda barang-barang yang baru.
15. Menjelaskan kepada klien ketika anda berencana untuk kembali ke ruangan. Tanyakan
apakah klien apakah membutuhkan barang-barang pelayanan personal lainnya, buku-
buku atau majalah.
16. Tinggalkan ruangan isolasi. Perintah untuk memindahkan APD tergantung pada apa yang
diperlukan untuk setiap jenis isolasi. Daftar rangkaian tergantung pada APD yang
diperlukan.