Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MATAKULIAH MARKETING FARMASI

ANALISIS STRATEGI BLUE OCEAN – CIRQUE DU SOLEIL

Disusun oleh:
Bernadus D. L. T. K. (2448717011)
Hendrikus Chandra Setyawan (2448717035)
Nadia Paramitha Nugroho (2448717060)
Stela Calista Paramitha (2448717083)

PROGRAM STUDI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA
2017
BAB I
LANDASAN TEORI

Peningkatan kebutuhan penggunaan strategi blue ocean


Beberapa hal dapat menyebabkan keharusan peningkatan bisnis dengan strategi Blue
Ocean. Teknologi yang ada menyebabkan peningkatan produktivitas suatu industri dan
memungkinkan penyedia (supplier) menghasilkan produk dan jasa yang belum dikenal
sebelumnya. Hasil dari hal tersebut adalah peningkatan jumlah industri sehingga ketersediaan
barang melebihi jumlah permintaan konsumen. Trend pada globalisasi juga memperberat
situasi tersebut. Oleh karena pembatas perdagangan dan informasi produk, jasa dan harga
antarnegara telah terbuka, sifat monopoli suatu perusahaan dapat menghilang. Banyaknya
perusahaan yang saling bersaing dalam pasar yang sama menyebabkan komoditisasi produk
dan jasa, peningkatan persaingan harga dan penurunan laba perusahaan. Produk yang
dihasilkan oleh berbagai merek semakin memiliki kesamaan sehingga konsumen memilih
berdasarkan harga. Seluruh fenomena tersebut disebut sebagai red ocean. Red ocean menjadi
semakin tidak menjanjikan sehingga manajemen harus menyadari untuk berpindah ke strategi
blue ocean (Kim and Mauborgne, 2015).

Strategi blue ocean


Strategi blue ocean merupakan strategi bisnis dimana diciptakan pasar baru yang selalu
diinovasi untuk menghadapi bila ada kompetitor lain yang ingin menyamai sehingga
perusahaan tidak memiliki pesaing langsung (pesaing di sektor yang sama dan menawarkan
nilai/value yang sama) di sektor yang sama. Kunci dari keberhasilan strategi blue ocean
adalah selalu dilakukannya inovasi nilai (value innovation). Inovasi nilai diciptakan pada
suatu titik dimana aksi dari suatu perusahaan mempengaruhi secara bersamaan struktur biaya
(cost structure) dan value proposition dari konsumen. Efisiensi biaya dapat dilakukan dengan
mengeliminasi dan mengurangi berbagai faktor atau elemen penyebab persaingan dengan
perusahaan lain. Value proposition konsumen ditingkatkan dengan meningkatkan faktor atau
elemen yang belum pernah ditawarkan suatu indutri. Seiring berjalannya waktu, biaya
menurun dengan keberhasilan skala ekonomi dimana terjadi penjualan yang sangat tinggi dari
value proposition konsumen yang ditawarkan memiliki nilai lebih dari value proposition
lainnya (Kim and Mauborgne, 2015). Berikut ini merupakan prinsip strategi blue ocean.

2
1. Prinsip formulasi/pembentukan perusahaan strategi blue ocean
a) Merekonstruksi pembatas pasar sehingga menurunkan resiko pencarian.
b) Fokus pada value yang tinggi, bukan jumlah/volume produk yang besar untuk
menurunkan resiko perencanaan (planning).
c) Tidak terbatas pada permintaan konsumen sehingga menurunkan skala resiko.
d) Menyusun urutan strategis perusahaan untuk menurunkan resiko model bisnis.
2. Prinsip eksekusi
a) Pengatasan terhadap kesulitan yang hadir untuk menurunkan resiko organisasional.
b) Pembangunan eksekusi menjadi strategi sehingga menurunkan resiko manajemen.
c) Menata proposisi nilai (value), keuntungan dan orang untuk sehingga resiko tidak
bertahan menurun.
d) Memperbarui strategi blue ocean dengan selalu melakukan inovasi nilai (value
innovation) sehingga menurunkan resiko pembaruan (Kim and Mauborgne, 2015).
Perbedaan antara strategi red ocean dan strategi blue ocean dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Perbedaan strategi red ocean dan strategi blue ocean (Kim and Mauborgne, 2015).
Strategi red ocean Strategi blue ocean
Berkompetisi pada pasar yang telah ada Membentuk dan berkecimpung pada pasar
baru yang telah diciptakannya
Berusaha memenangkan kompetisi Tidak melakukan kompetisi
Terkait dengan permintaan yang telah ada Membentuk jenis permintaan baru
Membentuk kaitan antara value-cost Memecahkan/tidak mengutamakan kaitan
antara value-cost
Menata seluruh sistem aktivitas perusahaan Menata seluruh sistem perusahaan untuk
dengan keputusan strategis untuk mencapai tujuan diferensiasi (dengan value
melakukan diferensiasi atau penurunan innovation) namun dengan harga yang
harga rendah

Ilustrasi perusahaan yang menerapkan strategi blue ocean


Salah satu perusahaan yang menerapkan strategi blue ocean adalah Cirque du Soleil.
Cirque du Soleil merupakan gambaran yang sempurna dari penerapan strategi blue ocean,
dimana Cirque du Soleil menciptakan pasar baru di sektor hiburan (entertainment) sehingga
menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan yang kuat dan menguntungkan
(Kim and Mauborgne, 2015). Analisis strategi blue ocean dari Cirque du Soleil dapat dilihat
pada Bab II.

BAB II
ANALISIS STRATEGI BLUE OCEAN DARI CIRQUE DU SOLEIL

1. Bandingkan sirkus tradisional dengan Cirque du soleil (minimal 4 kategori)


3
a. Cirque du Soleil menawarkan elemen-elemen nonsirkus, seperti struktur cerita yang
kaya akan intelektual, musik dan tarian artistik, serta beragam pentas karya. Faktor-
faktor tersebut sepenuhnya baru bagi industri sirkus dibandingkan dengan sirkus
tradisional.
b. Sirkus tradisional hanya terdiri dari tiga faktor: tenda, badut, dan aksi akrobat klasik
seperti pemain roda dan aksi-aksi maut berdurasi pendek. Cirque du Soleil
mempertahankan badut, tapi mengubah humornya dari slapstik yang mengandalkan
fisik menjadi lawakan yang lebih intelektual dan memikat. Cirque du Soleil membuat
tenda lebih glamor dan membayar sewa tanah untuk pertunjukan. Cirque du Soleil
merancang simbol klasik sirkus dengan tampilan luar yang megah dan tingkat
kenyamanan prima. la membuat tenda-tendanya bernuansa sirkus-sirkus epik besar
masa lampau. Akrobat dan aksi-aksi mendebarkan lainnya dipertahankan, tapi
perannya dibatasi dan dibuat lebih elegan dengan tambahan gaya artistik dan daya
pikat intelektual dalam aksi-aksi itu.
c. Sirkus tradisional berfokus pada menampilkan binatang-binatang, sedangkan Cirque
du soleil tidak menggunakan binatang sebagai pertunjukan. Di sisi lain, protes publik
terhadap penggunaan binatang dalam sirkus mulai meningkat. Selain itu, pertunjukan
binatang adalah salah satu dari elemen termahal, karena tidak hanya mencakup harga
binatang itu sendiri, tapi juga biaya pelatihan, layanan kesehatan, kandang, asuransi,
dan transportasi bagi binatang tersebut.
d. Cirque du Soleil memunculkan pasar baru selain anak-anak, yaitu kelompok
pelanggan baru orang dewasa dan klien perusahaan dengan tidak hanya menampilkan
sirkus, tetapi menampilkan teater, opera dan balet sehingga penontonnya bersedia
membayar beberapa kali lipat dibandingkan dengan sirkus tradisional biasa. Strategi
dari Cirque du Soleil inilah yang disebut Blue Ocean Strategy.
e. Cirque juga membuang tiga pentas lingkaran yang umumnya ada dalam sirkus
tradisional. Pengaturan tiga pentas lingkaran sebenarnya menimbulkan kegelisahan di
antara penonton karena mereka harus secara cepat mengalihkan pandangan mereka
dari satu lingkaran ke lingkaran lain. Sirkus tradisional biasanya berusaha
mendongkrak penjualan karcis diskon untuk jalur di antara deretan tempat duduk
(aisle), Cirque du Soleil tidak ambil pusing dengan segala faktor itu.

2. Bagaimana Cirque du Soleil melakukan Value Innovation?


Value Innovation dinilai dari dua elemen, yaitu:
 Value konsumen (buyer value)

4
Dalam melakukan pertunjukkannya Cirque du Soleil menawarkan suatu
gambaran/setting sirkus yang berbeda dengan sirkus-sirkus tradisional. Cirque du
Soleil menampilkan sirkus dengan setting drama/opera disertai unsur seni lainnya,
yaitu balet, orkestra dan tema/desain pertunjukan yang berkesan glamor dan sifat
desainnya unik. Selain itu, tema yang mereka gunakan pada setiap tempat berbeda-
beda, disertai dengan penggunaan pemain yang berbeda-beda pula setiap tampil,
dimana pemain-pemain sirkusnya diperoleh dari audisi setiap berpindah tempat
pertunjukkan sehingga diperoleh bakat-bakat baru yang dapat ditampilkan. Cirque du
Soleil tidak menggunakan binatang seperti sirkus tradisional, namun mengoptimalkan
kemampuan pemain-pemain sirkus manusia (seperti akrobat/atraksi bersama dengan
setting drama/opera dan pertunjukan kesenian musik, tarian dan lain-lain) disertai
tema/desain sirkus yang sangat menarik dan unik (termasuk latar panggung dan
atribut yang digunakan pemain diciptakan oleh Cirque du Soleil). Cirque du Soleil
melakukan hal-hal tersebut sebagai inovasi nilai (value innovation). Hal ini yang
Cirque du Soleil tawarkan kepada pembeli/buyer untuk memberikan buyer value yang
tinggi.
Dengan menggabungkan elemen-elemen ini dalam strategi yang merangkul
aktivitas organisasi, Cirque du Soleil menciptakan penawaran buyer value yang sama
sekali baru (sebagai value innovation, dimana value innovation merupakan kunci dari
strategi blue ocean) disertai penurunan biaya (cost) dari elemen-elemen sirkus
tradisional yang dihilangkan, menciptakan pasar baru dan menghasilkan profit margin
yang tinggi yang dapat digunakan sebagai pengembangan sirkus.
 Biaya (cost)
Cirque du Soleil menghilangkan formula yang digunakan sirkus lain dalam
pertunjukkan selama ini antara lain binatang sebagai pemain sirkus. Dengan demikian,
Cirque du Soleil tidak memikirkan biaya (cost) keperluan binatang, penjinak binatang
(singa, harimau, dan lain-lain) dan pelatihan binatang. Oleh karena itu cost dapat
berkurang namun tetap menghasilkan value innovation/buyer value yang baru.

5
Gambar 1. Value Innovation yang ditawarkan oleh Cirque du Soleil

3. Jelaskan cara Cirque du Soleil menekan biaya produksi agar tetap kompetitif?
Menurut Kim dan Mauborgne (2015), efisiensi biaya pada strategi blue ocean dapat
dilakukan dengan mengeliminasi dan mengurangi berbagai faktor atau elemen penyebab
persaingan dengan perusahaan lain namun secara bersamaan tercipta value
innovation/buyer value yang baru. Cirque du Soleil menekan biaya produksi dengan
membuang kebutuhan elemen-elemen dari suatu sirkus yang membutuhkan biaya tinggi
dan merupakan elemen-elemen yang digunakan sirkus-sirkus lainnya. Elemen-elemen
tersebut dieliminasi sehingga dapat menurunkan biaya (cost) namun secara bersamaan
juga menghadirkan nilai (value innovation) baru yang membedakannya dengan sirkus-
sirkus pada umumnya. Penyederhanaan elemen oleh Cirque du Soleil yang menekan biaya
(cost) namun disertai dengan inovasi nilai (value innovation) yang sifatnya menarik dan
berbeda dari sirkus-sirkus lainnya membuat Cirque du Soleil tetap kompetitif, terbukti
bahwa Cirque du Soleil tetap dicari dimanapun negara tempat tampilnya. Berikut ini
merupakan elemen-elemen sirkus pada umumnya yang tidak digunakan lagi oleh Cirque
du Soleil sehingga menekan biaya produksi (cost) namun tetap meningkatkan sifat
kompetitif/daya saing Cirque du Soleil dengan nilai (value innovation) baru yang
ditawarkan.
a) Tidak menggunakan binatang untuk penampilan sirkus

6
Penggunaan binatang sebagai pemain sirkus di berbagai sirkus membutuhkan biaya
yang tinggi, antara lain biaya konsumsi, kandang (housing), pelatihan (training),
perawatan dan transportasi binatang. Cirque du Soleil tidak menggunakan binatang
sebagai pemain sirkus sehingga tidak membutuhkan banyak biaya produksi (cost) untuk
pengadaan, konsumsi, housing, perawatan, pelatihan dan transportasi binatang. Pemain
Cirque du Soleil hanya manusia namun dikembangkan menjadi sirkus dengan setting
drama/opera atau balet yang dilengkapi dengan musik, akrobatik, tarian dan desain
yang glamor dan original/unik sebagai value innovation baru (menawarkan sesuatu
yang berbeda dari sirkus lain) yang sangat menarik/atraktif sehingga tetap
kompetitif/berdaya saing dengan sirkus tradisional lain yang merupakan kompetitor
tidak langsung (kompetitor tidak langsung bergerak di sektor yang sama namun pasar
berbeda dan memiliki value tidak sama dengan Cirque du Soleil, yaitu sirkus-sirkus lain
yang masih menggunakan akrobat tradisional dan yang menggunakan binatang).
b) Tidak menggunakan pemain-pemain yang sama meskipun tempat tampil selalu
berpindah bahkan lintas negara
Cirque du Soleil selalu melakukan audisi untuk mencari dan memperoleh pemain dan
bakat baru di negara yang dituju untuk tampil. Dengan demikian Cirque du Soleil tidak
memerlukan biaya transportasi bagi pemain-pemain sebelumnya yang jumlahnya cukup
banyak ke tempat/negara tampil yang berikutnya.
c) Memproduksi sendiri atribut-atribut pertunjukan
Atribut-atribut pertunjukan seperti tema/hiasan panggung dan kostum pemain (seperti
baju, topi, sepatu dan lain-lain) diproduksi sendiri oleh Cirque du Soleil sehingga
menurunkan biaya produksi (cost). Bila Cirque du Soleil melakukan outsourcing
(produksi atribut pertunjukan misalnya kostum, dan lain sebagainya ke perusahaan
lain), maka biaya produksinya menjadi lebih tinggi daripada melakukan produksi
sendiri.

4. Bagaimana Cirque du Soleil melakukan inovasi terus menerus?


Cirque du Soleil melakukan inovasi terus-menerus dengan selalu menciptakan
gagasan untuk tema pertunjukannya (antara lain tema pertunjukan dan atribut pemain
sirkus) dari berbagai sumber daya, tidak hanya termasuk yang berasal dari tim kreatif,
tetapi juga dari pemain dan staf di belakang layar di seluruh dunia. Hal ini diaplikasikan
dengan adanya workshop tahunan yang memungkinkan lebih dari 5.000 karyawan
diseluruh dunia untuk mengekspresikan gagasan mereka secara bebas. Terlebih lagi,
Cirque du Soleil juga mengumpulkan umpan balik dari pekerja sementara seperti seniman

7
dan inovator teknologi baru. Cirque du Soleil memproduksi sendiri atribut-atribut unik
yang digunakan untuk tampil. Cirque du Soleil juga selalu melakukan audisi bagi pemain-
pemain sirkus baru setiap berpindah lokasi pertunjukan (berpindah antarnegara) dengan
tujuan mencari bakat-bakat baru yang dapat diaplikasikan pada saat pertunjukan sebagai
inovasi nilai (value innovation) sehingga selalu menawarkan buyer value yang baru.
Dengan demikian penciptaan ide/gagasan tema baru (baik setting/tema pertunjukan beserta
atribut-atribut pertunjukan dan pemain) dan pencarian bakat pemain baru merupakan cara
Cirque du Soleil selalu berinovasi. Cirque du Soleil tetap tidak menggunakan binatang
sebagai pemain sirkus, namun mengoptimalkan dan berinovasi pada kemampuan manusia
(ide artistik dan unik tentang tema pertunjukkan dan atributnya). Tim kreatif sendiri
bersifat mandiri, sehingga setiap anggota tim dapat sepenuhnya memanfaatkan
imajinasinya tanpa gangguan atau perubahan acak.

5. Siapakah segmentasi pasar yang dituju oleh Cirque du Soleil?


Segmentasi pasar Cirque du Soleil adalah semua kelompok usia, terutama dewasa,
yaitu tidak seperti sirkus tradisional yang segmentasi pasarnya mengutamakan anak-anak.
Semua kelompok usia yang dituju terutama adalah orang-orang dewasa karena orang
dewasa telah bisa menceritakan gambaran dan keunikan pertunjukan Cirque du Soleil,
tidak seperti anak – anak yang kurang dapat menceritakan pertunjukan secara detail
sehingga segmentasi pasar terutama orang dewasa juga memiliki manfaat promosi.

DAFTAR PUSTAKA

Kim, W. C. and Mauborgnem R. 2015, Blue Ocean Strategy: How to Create Uncontested
Market Space and Make the Competition Irreevant, Harvard Business School
Publishing Corporation, Boston, pp. 8-23.