Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

TINJAUAN MANAJEMEN

a. Umum

Evaluasi merupakan kegiatan manajemen yang sangat penting dalam rangka pengendalian suatu
proses dan kinerja termasuk evaluasi dalam implementasi sistem manajemen mutu.

b. Tinajauan masuk

1) Wakil manajemen melaksanakan rapat tinjauan manjemen minimal 6 bulan sekali

2) tinjauan manjemen dipastikan terdokumentasi atau dinotulenkan .

3) agenda tinjauan manjemen ditentukan jauh hari sebelum evaluasi dilaksanakan

4) agenda tinjauan manjemen mencakup antara lain hal-hal sbb:

 hasil uadit internal

 umpan balik / keluahan pelanggan

 kinerja proses/ hasil pelayanan

 pembahasana kebijakan dan sasaran mutu

 hasil tindakan perbaikandan pencegahan

 tindak lanjut dari hasil tinjauan sebelumnya

 rencananya perubahan /perbaikan sistem manejemen mutu

c. Tinjauan Keluar

1) hasil tinjauan manejemen dibagikan kepada pihak-pihk yang berkepentingan

2) hasil tinjauan manejemen membuat keputusan –keputusan/ kesimpulan memngenai tindakan


tindakan yang perlu diambil.

3) Tata cara melaksanakan tinjauan manejemen diuraikan dalam prosedur tinjauan


manjemen

Dokumen terkait

 Prosedur tinjauan manejen


BAB V

MANAJEMEN SUMBER DAYA

1. Penyedia sumber daya

Kepala puskesmas berkewajiban menyediakan sumber daya yang dibutukan untuk


menyelenggarakan dipuskesmas. Penyediaan sumber daya meliputi:

a. Kegiatan ukm esensial dan keperawatan kesehatan masarakat yang


membawahi(perkesmas75/2014):

1) Pelayanan promodi krsehatan termasuk (UKS /UKGS/UKGMD)

2) Pelayanan Kesehatan Lingkungan

3) Pelayanan KIA KB bersifat UKM

4) Pelayanan GIZI yang bersifat UKM

5) Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

b. Kegiatan upaya kesehatan perorangan (UKP)

1) Pendaftaran

2) IGD( Instalasi Gawat Darurat)

3) Poli umum

4) Poli gigi

5) Poli KIA / KB

6) Persalianan dan Nifas

c. KEGIATAN

1) Apotik

2) Laboraturiuam

d. Kegiatan jejaring pelayanan puskesmas

1) Puskesmas pembantu

2) Bidan desa /(PKD)

3) Jaringan fasilitas plelayanan kesehatan diwilaya kerja

2. Pengelola sumber daya manusia

a. Ruang lingkup

Pedoman ini menerapkan penyedia sumber daya manusia , proses rekrutmen,


proses kredinsial (kopetensi pekerja), pelatihan dan peningkatan kompetensi yang kopeten
dalam mentapkan sistem manajemen mutu dipuskesmas.

b. Penyedia sumber daya manusia

1) Pengajuan usaha kebutuhan pegawai ke dinas kesehatan kabupaten berdasarkan pola


ketenaggaan

2) Proses rekrut dilakukan ole badan kepegawaian daerah

3) Prose krensial untuk kompetensi yang dibutukan oleh puskesmas dilakukan oleh
dinas kesehatan kemudian diferifikasi administrasinya oleh kepada tata
usahapuskesmas.
4) Peroses pelatihan dan peningkatan kopetensi

a) Pengajuan pengusulan jenis pelatihan yang dibutukan oleh puskesmas

b) Mengirim peserta sesuai kriteria yang dibutukan dalam undangan dari pihak
terkait

3. Infrastruktur

a. Belanja modal

1) Merencanakan kebutuhan puskesmas baik fisik maupun alkes

2) Mengusulkan RUK ke dinas kesehatan.

3) Menyusun RPK

4) Proses pengadaan

5) Evaluasi pengadaan

b. Pemeliharaan

1) Pembuatan daftar jenis pemeliharaan selama 1 tahun

2) Pelaksanaan pemeliharaan sesuai jadwal

3) Mentoring fungsi alat medis dan non medis

4) Kalibrasi alat

5) Tindaka lanjut hasil mentoring

c. Lingkungan kerja

1) Ventilasi

Ventilasi alami di semua ruangan tidak kurang dari 15% terdapat luas lantai ruangan

2) Pencahayaan

Terdistribusi rata dalam ruangan sesuai lampiran standar permenkes 75/2014

3) Sistem sanitasi

Sistem sanitasi terdiri system air bersih sistem bembuangan air kotor dan /air
limbah,kotoran dan sampa serta penyaluran air hujan sesuai lampiran
permenkes75/2014

4) Sistem kelistrikan

Sistem kelistrikan dirancang tidak membahayakan , mudah dioprasikan dan tidak


mengganggu lingkungan

5) Sistem komunikasi

Alat komunikasi diperlukan untuk hubungan dilingkup dan keluar puskesmas untuk
mendukung layanan

6) Sistem gas

Gas medis yang digunakan adalah O2, direncanakan dan diletakan Dengan
Pempertimbangkan Keselamatan Pengguna

7) Sistem Proteksi Kebakaran

Puskesmas menyedikan apar ( alat pemadam kebakaran)