Anda di halaman 1dari 27

1

MENYUSUN PERENCANAAN
STRATEGIS KOPERASI

AHMAD JUNAIDI
PENELITI KEMKOP DAN UKM

Bahan Bimtek SDM KUKM


ASDEP URUSAN PENELITIAN DAN PENGKAJIAN KUKM
DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN SDM
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM RI
2

Menyusun Perencanaan Strategis


Koperasi
Akhmad Junaidi dan Tim Fasilitator, Kemenkop dan UKM

Perencanaan Strategis KOPERASI (Renstra)


adalah proses yang dilakukan KOPERASI untuk
menentukan strategi atau arahan, serta mengambil
keputusan untuk mengalokasikan sumberdaya KOPERASI.
Mengapa KOPERASI perlu memiiki Renstra ? Perencanaan
strategic memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentukbentuk
perencanaan lainnya yang harus di ambil. Pemahaman terhadap
perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk
perencaaan lainnya. Dengan adanya perencanaan strategis ini maka
konsepsi perusahaan KOPERASI menjadi jelas sehingga akan
memudahkan dalam memformulasikan target atau sasaran serta
rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber
organisasi secara efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan
strategi dapat menentukan keberhasilan.

Step 1. Membentuk Tim Penyusun Renstra KOPERASI


Renstra Koperasi harus disusun secara bersama-sama. dengan
stakeholder Koperasi. Koperasi harus membentuk Tm Penyusun Renstra
KOPERASI. Pembentukan tim penyusun Renstra KOPERASI dimulai dari
penyiapan rancangan Surat Keputusan Pengurus Koperasi tentang
pembentukan tim penyusun Renstra KOPERASI . Susunan keanggotaan
tim berasal dari pengurus, pengawas, jajaran manajemen KOPERASI
bersangkutan yang memiliki kemampuan dan kompetensi di bidang
perencanaan dan penganggaran.
Anggota tim penyusun yang dilibatkan harus siap bertugas secara penuh
dalam menyiapkan dokumen Renstra KOPERASI. Dengan demikian perlu
dipilih orang-orang yang mempunyai kesiapan waktu dan kemampuan
teknis yang cukup. Sedapat mungkin anggota tim menguasai substansi
fungsi dan tugas KOPERASI. Tim penyusun terdiri atas perwakilan dari
setiap unit kerja (bagian/bidang/ atau sebutan lain) yang ada di masing-
masing KOPERASI dan dapat melibatkan tenaga ahli sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan. Tugas tim penyusun Renstra KOPERASI
dijabarkan kedalam agenda kerja yang dijadikan sebagai panduan kerja
sampai dengan ditetapkannya Renstra KOPERASI.
Susunan keanggotaan tim penyusun Renstra KOPERASI yang ditetapkan
dengan keputusan Pengurus ini sekurang-kurangnya sebagai berikut:
Ketua Tim
Sekretaris Tim
3

Kelompok Kerja : Susunan kelompok kerja tim disesuaikan dengan


kebutuhan, yang dinilai kompeten sebagai tenaga ahli.

Step 2. Menyusun Agenda Kerja Tim Renstra KOPERASI


Rencana kegiatan tim penyusun Renstra KOPERASI
disusun kedalam agenda kerja yang dijadikan sebagai
panduan kerja Tim. Agenda kerja ini juga membantu
koordinasi dan integrasi antara proses penyusunan
Renstra KOPERASI dan penjabaranya dalam Rencana
Operasional Tahunan Koperasi (Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Koperasi/ RAPBK dan Rencana Kerja / RK).
Contoh agenda kerja penyusunan dokumen Renstra KOPERASI adalah
sebagai berikut:
Tabel 1
Contoh Agenda Kerja Penyusunan Renstra KOPERASI

Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV


No Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Pengumpulan data dan informasi

2. FGD Perkoperasian

3. Penyusunan Rancangan Renstra Koperasi

4 Penyampaian Rancangan Renstra Koperasi

5 Verifikasi Rancangan Renstra Koperasi

6. Rapat Anggota Tahunan

Step 3. Mengumpulkan dan menyusun data dan


informasi
3.1. Mengumpulkan data dan informasi
Tim Penyusun Renstra KOPERASI mengumpulkan bahan bisa berupa
dokumen, data dan informasi yang relevan untuk menyusun Renstra.
Bahan-bahan tersebut antara lain :
1. Peraturan perundang-undangan yang terkait;
2. Kebijakan pemerintah yang terkait;
3. Dokumen-dokumen:
a. Buku Rapat Anggota
b. Laporan Keuangan (Neraca, Laporan Perhitungan Hasil Usaha,
Cash Flow)
c. Proyeksi RAPB Koperasi, Program Kerja, Proyeksi Laporan
Keuangan
d. Hasil evaluasi Program Kerja KOPERASI periode lalu;
4

Data dan informasi merupakan unsur penting dalam perumusan


rencana yang akan menentukan kualitas dokumen rencana
pengembangan KOPERASI. Pengumpulan data dan informasi tersebut
dilakukan dengan langkah-langkah, sebagai berikut:
1. Menyusun daftar data/informasi yang dibutuhkan bagi penyusunan
Renstra KOPERASI dan disajikan dalam bentuk matrik (check list)
untuk memudahkan analisis;
2. Mengumpulan data/informasi yang akurat dari sumber-sumber yang
dapat dipertanggungjawabkan; dan
3. Menyiapkan tabel-tabel/matrik kompilasi data yang sesuai dengan
kebutuhan analisis.
4. Data statistik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun terakhir.
5. Buku-buku literatur tentang perencanaan dan penganggaran.

3.2. Menyusun Statistik Koperasi


Tim Penyusun Renstra harus bisa menyajikan statistik
KOPERASI masa lalu dan masa kini. Angka dalam
statistik digunakan untuk mengukur indicator kinerja
yang dicapai oleh KOPERASI baik pada masa lalu
(past performance) maupun masa kini. Jika
memungkinkan angka-angka yang dicantumkan dalam statistik minimal
memiliki kurun waktu 5 tahun. Statistik Koperasi ini bisa digunakan
untuk mengukur kecenderungan perkembangan koperasi .Perpaduan
penyajian data dan informasi past performce indicator dan current
performance indicator dapat membantu Tim Penyusun Rentra dalam
mewujudkan apa yang menjadi impian KOPERASI lima tahun kedepan.
Data dan informasi keadaan KOPERASI pada umumnya disajikan
dalam lingkup lingkup :

a. Bidang Organisasi dan Manajemen, meliputi :


1) Keanggotaan
2) Partisipasi Anggota
3) Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan
4) Pelaksanaan rapat-rapat lainnya
5) Keberadaan Kepengurusan
6) Keberadaan Manajer dan Karyawan
7) Rencana Kerja Pengurus
8) Hubungan dengan pemerintah dan lembaga lainnya
b. Bidang Kegiatan Usaha, meliputi jenis usaha Koperasi :
1) Usaha simpan pinjam
2) Usaha toko/ waserda
3) Usaha Saprodi, Saprotan
4) Usaha pelayanan rekening listirk
5

5) Usaha pemasaran barang-barang anggota


6) Usaha pengadaan pangan

c. Bidang Administrasi dan Pembukuan, meliputi :


1) Kelengkapan Buku-Buku Organisasi dan pengerjaanny
2) Sistem pembukuan yang digunakan
3) Buku-buku administrasi usaha

d. Kinerja Keuangan
1) Aset
2) Kas dan Bank
3) Pinjaman beredar
4) Piutang
5) Aktiva tetap
6) Tabungan Koperasi
7) Modal Pinjaman
8) Simpanan Pokok
9) Simpanan Wajib
10) Cadangan Umum
11) Cadangan Resiko
12) Hibah
13) Pendapatan
14) SHU

4. Contoh Statisitik Indikator Kinerja rganisasi dan Manajemen

Tabel 1 : Indikator Kinerja Oganissi dan Manejemen KOPERASI

Satuan Kinerja Koperasi 5 tahun ke belakang


No. Indikator Kinerja
1 2 3 4 5
Jumlah Anggota Item
Partisipasi Anggota %
Pelaksanaan RAT Bulan
Jumlah Pengurus Hari
Jumlah Pengawas Rp
Jumlah Manajer %
Jumlah karyawan Rp
Sertfikassi Manajer USP s/belum

5. Contoh Statistik Usaha Koperasi

Tabel 2 : Indikator Kinerja Usaha KOPERASI

Kinerja Koperasi 5 tahun ke belakang


No. Indikator Kinerja
1 2 3 4 5
1. Unit USP Koperasi
Modal Tetap USP Rp
Tabungan Koperasi Rp
Pinjaman beredar Rp
6

Jumlah Penyimpan Ton


Jumlah Peminjam Rp
2 Unit Usaha Toko
Jumlah Item Barang Item
Modal Kerja Toko Rp
Jumlah Struk Per Hari Unit
Omset Harian Rp
Omset tahunan Rp
3. Unit Pembayaran Listrik
Jumlah pelanggan Org
Pendapaptan Rp

6. Contoh Statisikk Kinerja Keuangan Koperasi


Tabel 3 : Indikator Kinerja Keuangan KOPERASI
Kinerja Koperasi 5 tahun ke belakang
Indikator Kinerja Satuan
1 2 3 4 5
Aset Rp
Kas dan Bank Rp
Pinjaman beredar USP
Rp
Piutang Daang Toko
Rp
Aktiva tetap
Rp
Tabungan Koperasi
Rp
Modal Pinjaman
Rp
Simpanan Pokok
Rp
Simpanan Wajib
Rp
Simpanan Khusus
Rp
Cadangan Umum
Rp
Cadangan Resiko
Rp
Hibah
Rp
Pendapatan
Rp
SHU
Rp

7. Contoh Statistik Kinerja Admnistrasi dan Pembukuan Koperasi


Tabel 4 : Indikator Kinerja Administrasi dan Pembukuan KOPERASI

Indikator Kinerja Kinerja Koperasi 5 tahun ke belakang


Ukuran
1 2 3 4 5
Anggaran Dasar (AD) Lngkap/T.L
ART Koperasi Lngkap/T.L
Neraca Lngkap/T.L
Laporan PHU Koperasi Lngkap/T.L
Buku RAT Lngkap/T.L
Laporan Penkes Ada/ Tdk
RAPB-Koperasi Lngkap/T.L
Program Kerja Lngkap/T.L
Renstra 5 tahun Ada/ Tdk
SOP Lngkap/T.L
Buku Daftar Anggota Lngkap/T.L
Buku Daftar Pengurus Lngkap/T.L
Buku Daftar Pengawas Lngkap/T.L
7

Buku Daftar Karyawan Lngkap/T.L


Buku Tamu Lngkap/T.L
Buku Simpanan Anggota Lngkap/T.L
Buku Saran Anggota Lngkap/T.L
Buku Anjuran Pejabat Lngkap/T.L
Buku Rapat Pengawas Lngkap/T.L
Buku Rapat Pengurus Lngkap/T.L
Buku Rapat Anggota Lngkap/T.L
Buku Rapat Manajemen Lngkap/T.L
Buku Catatan Kejadian
Penting Lngkap/T.L
Administrasi Pembukuan Lngkap/T.L
Buku Catatan Inventaris Lngkap/T.L
Buku Agenda Lngkap/T.L

Step 4. Melakukan Review Jatidiri dan Peran Koperasi

4.1. Melakukan review jatidiri koperasi


Menurut International Cooperative Alliance 1995, Koperasi adalah
perkumpulan otonom dari orang-orang yang bergabung secara sukarela
untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial serta budaya
bersama melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara
demokratis. Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian
Koperasi sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau
badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan
prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang
berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi juga merupakan Usaha
bersama yang dijalankan koperasi dengan asas kekeluargaan ini
biasanya disebut dengan istilah gotong royong, yang mencerminkan
semangat kebersamaan.
Hal-hal yang menunjukkan ciri-ciri koperasi:
1) Koperasi adalah perkumpulan otonom
2) Perkumpulan otonom ini merupakan kumpulan orang-orang
3) Orang-orang ini berhimpun secara sukarela
4) Berkumpul untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi yang sama di
bidang ekonomi, sosial serta budaya bersama
5) Untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi bersama tersebut
mereka membentuk perusahaan yang dimiliki dan diawasi
bersama
Ciri-ciri tersebut menunjukkan:
1) Koperasi pertama-tama adalah perkumpulan orang sekaligus
perusahaan
2) Anggota adalah pemilik sekaligus sebagai pengguna produk
perusahaan (konsumen)
3) Anggota-anggota mempunyai kebutuhan dan aspirasi yang sama.
Homogenitas fungsi sosial dan ekonomi
8

a. Nilai-nilai koperasi
Koperasi didasarkan pada nilai-nilai swadaya yaitu dapat menolong
dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, demokrasi, kesetaraan
atau kesamaan hak dan kewajiban, keadilan dan kesetiakawanan.
Mengikuti tradisi para pendirinya sesuai dengan nilai-nilai etika yaitu
kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial dan kepedulian pada
orang lai.
b. Prinsip-Prinsip Koperasi :
1) Keangotaan bersifat sukarela dan terbuka.
2) Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.
3) Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya
jasa usaha masing-masing anggota.
4) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
5) Kemandirian.
6) Pendidikan perkoperasiaan
7) Kerjasama antar koperasi.
2. Tujuan, fungsi, dan Peran Koperasi
a. Tujuan koperasi :
Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan
perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat
yang maju, adil, dan Makmur berlandaskan Pancasila dan Undang
– undang 1945 “
b. Fungsi dan peran koperasi :
1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemapuan
ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan
sosialnya.
2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi
kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan
dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi
sebagai soko gurunya.
4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan
perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama
berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

4.2. Melakukan review tentang peran koperasi


Dalam sejarah perekonomian Indonesia, Koperasi Unit Desa
memegang peranan penting sebagai salah satu pondasi ekonomi yang
berbasis kerakyatan. KUD secara umum bergerak di wilayah pedesaan.
9

Awalnya koperasi ini dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat


desa dalam aktivitas pertanian karena kebanyakan masyarakat desa
bekerja di sektor agraria atau pertanian Dalam perkembangannya, KUD
tak hanya menjadi penyokong kegiatan pertanian warga, namun juga
sebagai penyokong aktivitas perdagangan, perikanan, peternakan,
produksi kerajinan kreatif, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagianya.
Melalui KUD inilah masyarakat desa melakukan aktivitas simpan pinjam,
pemasaran, layanan jasa, kegiatan konsumsi maupun produksi hasil
usaha. KUD bisa diibaratkan wadah organisasi ekonomi sosial
kemasyarakatan.
KUD dibentuk, diselenggarakan, dan dibuat untuk masyarakat desa itu
sendiri. Tujuannya adalah menjamin kebutuhan dan kesejahteraan
masyarakat tetap terpenuhi. Koperasi, termasuk KUD, adalah suatu
gerakan ekonomi rakyat yang berbasis kerakyatan dan kekeluargaan.
Dengan hadirnya KUD masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat
yang tak sedikit. Kebutuhan hidup semakin terpenuhi, kesejahteraan
terjamin, bahkan pada aspek yang lebih luas masyarakat mampu
memberdayakan dirinya sendiri serta lingkungannya. Tak dapat
dipungkiri bahwa KUD memiliki peran dan manfaat yang luar biasa
pentingnya bagi pembangunan desa khususnya dalam bidang
perekonomian. Selain berperan penting dalam bidang perekonimian,
KUD juga memiliki peran krusial bagi peningkatan kesejahteraan
masyarakat desa. Seperti diketahui masyarakat desa memiliki tingkat
kesejahteraan yang masih kalah dibanding masyarakat kota.
Perkembangan dunia saat ini telah memasauki sebuah era globalisasi.
Pada era ini semakin hilanglah batasan dan semakin terbukanya
masyarakat untuk mendapat informasi. Salah satu ciri dari era
globalisasi ini adalah munculnya istilah perdagangan bebas, dimana
masing masing individu dipermudah dalam hal melakukan hubungan
dagang antara satu sama lainnya tanpa adanya batasan atau halangan
yang berarti. Disini kita bisa mellihat bagaimana negara kita ini
menghadapi tantangan kedepan dari imbas globalisasi ini. Khusus di
bidang ekonomi, globalisasi menampilkan bentuknya dengan prinsip
perdagangan bebas dan perdagangan di tingkat dunia (world trade).
Dengan demikian globalisasi ekonomi ini mengarah pada suatu aktifitas
yang muItinasional. Ungkapan lain untuk proses ini dinamakan juga
sebagai "universalisasi sistem ekonomi" (the universalization of the
economic system), Berbagai institusi-institusi perekonomian dunia akan
10

"dipaksa" untuk mengikuti pergulatan di dalamnya, termasuk dalam hal


ini tentu saja berlaku bagi badan-badan usaha koperasi.

Pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui


dukungan kuat program pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu
lama, dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman tersebut.
Jika semula ketergantungan terhadap captive market program menjadi
sumber pertumbuhan, maka pergeseran ke arah peran swasta menjadi
tantangan baru bagi lahirnya pesaing-pesaing usaha terutama KUD.
Meskipun KUD harus berjuang untuk menyesuaikan dengan perubahan
yang terjadi. Dalam menghadapi situasi seperti ini, alternatif terbaik
bagi koperasi adalah menghimpun kekuatan sendiri, baik kekuatan
ekonomi maupun kekuatan politis, atau baik sebagai badan usaha
maupun sebagai gerakan ekonomi rakyat, untuk memperkuat posisi
tawar (bargaining position) KOPERASI. KOPERASI memiliki peluang yang
cukup besar mengingat potensi ekonomi anggota koperasi walaupun
kecil-kecil tetapi sangat banyak dan tersebar, sehingga mampu
membentuk kekuatan yang cukup besar baik dari aspek produksi,
konsumsi maupun jasa-jasa.

Step 5. Merumuskan Visi KOPERASI

Visi KOPERASI adalah gambaran arah atau kondisi masa depan yang
ingin dicapai KOPERASI dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan
datang. Visi dan misi KOPERASI harus jelas menunjukkan apa yang
menjadi cita-cita terbaik KOPERASI.
Kriteria suatu rumusan visi KOPERASI antara lain:
1. Menggambarkan arah yang jelas tentang kondisi pembangunan
masa depan yang ingin dicapai KOPERASI dalam 5 (lima) tahun
mendatang;
2. Disertai dengan penjelasan yang lebih operasional sehingga mudah
dijadikan acuan bagi perumusan tujuan, sasaran, strategi dan
kebijakan;
3. Disertai dengan penjelasan mengapa visi tersebut dibutuhkan
KOPERASI

Visi KOPERASI yang baik harus dapat memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Dapat dibayangkan oleh semua pelaku/pemangku kepentingan
KOPERASI (imaginable);
2. Memiliki nilai yang memang diinginkan dan dicita-citakan
(desirable);
11

3. Memungkinkan, wajar, dan layak untuk dicapai dengan situasi,


kondisi, dan kapasitas yang ada (feasible);
4. Memusatkan perhatian kepada isu dan permasalahan utama
KOPERASI, sehingga pelayanan KOPERASI dapat beroperasi dan
terselenggara secara efektif, efisien, dan berkelanjutan serta dapat
terjamin eksistensi KOPERASI dimasa depan (focused);
5. Dapat mengantisipasi dan disesuaikan dengan perubahan zaman
(flexible);
6. Dapat dikomunikasikan dan mudah dimengerti oleh semua pelaku
(communicable); dan
7. Dapat dirumuskan dan ditulis dengan suatu pernyataan yang
singkat, jelas, dan padat.
Suatu pernyataan visi dibuat dengan menggunakan bahasa yang
singkat, lugas, dan jelas serta memenuhi kriteria atau karakteristik visi
sebagaimana telah dijelaskan di awal. Suatu pernyataan visi dapat
berupa satu atau lebih pernyataan atau kalimat yang merangkum atau
menggabungkan berbagai pokok visi terpilih. Namun, dengan
kesederhanaan kalimat, diupayakan visi adalah satu kalimat dengan
pokok-pokok visi dapat lebih dari satu. Untuk memberi penekanan atas
keyakinan bahwa target dapat dicapai pada akhir periode perencanaan
maka pernyataan visi dapat secara spesifik menyebutkan waktu
capaian. Contoh Visi Koperasi :

KUD sebagai Pusat Pelayanan Ekonomi Pedesaan 2021


Mewujudkan 2.000 anggota Koperasi tahun 2021

Step 8 Merumuskan Misi KOPERASI

Misi KOPERASI adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan


dilaksanakan untuk mewujudkan visi KOPERASI. Rumusan misi KOPERASI
yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi KOPERASI yang ingin
dicapai, serta menguraikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh
KOPERASI bersangkutan. Dalam suatu dokumen perencanaan, rumusan
misi menjadi penting untuk memberikan kerangka bagi tujuan dan
sasaran yang ingin dicapai, dan menentukan jalan yang akan ditempuh
untuk mencapai visi KOPERASI.
Rumusan misi dalam dokumen Renstra KOPERASI dikembangkan dengan
memperhatikan faktor-faktor lingkungan strategis, baik eksternal dan
internal yang mempengaruhi (kekuatan, kelemahan, peluang, dan
tantangan) pembangunan daerah. Misi disusun untuk memperjelas jalan,
atau langkah yang akan dilakukan dalam rangka mencapai perwujudan
visi KOPERASI. Oleh karena itu, pernyataan misi sebaiknya
menggunakan bahasa yang sederhana, ringkas, dan mudah dipahami
tanpa mengurangi maksud yang ingin dijelaskan.
Kriteria suatu rumusan misi:
12

1. Menunjukkan dengan jelas upaya-upaya yang akan dilakukan oleh


KOPERASI dalam rangka mewujudkan visi KOPERASI.
2. Memperhatikan faktor-faktor lingkungan strategis eksternal dan
internal.
3. Menggunakan bahasa yang ringkas, sederhana dan mudah
dipahami.

Contoh Misi Koperasi :


Setiap Rumah Tangga dalam desa, minimal ada 1 (satu) orang
menjadi anggota koperasi
Budayakan Menabung di Koperasi
Belanja voucher HP dan Token listrik lebih baik di Koperasi milik
warga
Koperasi adalah sarana pemasaran produk anggota

Step 7. Merumuskan Tujuan KOPERASI


Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang
menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan
pembangunan jangka menengah KOPERASI yang selanjutnya akan
menjadi dasar penyusunan arsitektur kinerja KOPERASI selama lima
tahun.
Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu
dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan
permasalahan, dan menangani isu strategis KOPERASI yang dihadapi.
Rumusan pernyataan tujuan biasanya disusun dengan membalikkan
pernyataan isu, permasalahan, dan peluang menjadi suatu kalimat
positif yang ringkas. Pernyataan tujuan biasanya dimulai dengan
menggunakan suatu kata kerja (verb) yang menjelaskan arah
keinginan/preferensi (lebih/kurang) dan suatu kata benda (noun) yang
menjelaskan obyek yang menjadi perhatian, misalnya:
1. Meningkatkan aksebilitas finansial anggota melallui USP Koperasi
2. Meningkatkan akses pemasaran pasar produk berbasis kelapa di
pasar dunia
3. Meningkatkan daya saing harga barang-barang Toko Koperasi
Rumusan tujuan merefleksikan konteks pembangunan yang dihadapi
KOPERASI dan memiliki keterkaitan dengan visi KOPERASI yang ingin
dicapai. Pernyataan tujuan tersebut akan diterjemahkan kedalam
sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Dalam menentukan tujuan tidaklah
mutlak harus terukur, kuantitatif, ataupun tangible, namun setidaknya
dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai apa yang akan
dicapai dimasa mendatang.
Rumusan tujuan harus realistis dan dapat dicapai. Berikut ini adalah hal-
hal yang harus diperhatikan dalam perumusan tujuan pembangunan:
13

1. Diturunkan secara lebih operasional dari masing-masing misi


KOPERASI yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan suatu misi,
dapat dicapai melalui beberapa tujuan;
2. Disusun dengan memperhatikan isu-isu strategis KOPERASI ; dan
3. Disusun dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
Step 8. Merumuskan Indikator Kinerja dan Target
Koperasi

Indikator kinerja adalah alat ukur yang digunakan untuk menentukan


derajat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Indikator
kinerja mrupakan suatu informasi operasional yang berupa indikasi
mengenai kinerja KOPERASI. Kinerja berasal dari kata job
performance yang memiliki arti prestasi kerja atau prestasi
sesungguhnya yang dicapai oleh KOPERASI. Pengertian kinerja (prestasi
kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai
melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
Target adalah sebuah sasaran akhir yang ingin dicapai dari sebuah
objective/tujuan yang telah ada, sehingga target biasanya selalu
berafiliasi atau berhubungan dengan objective secara sederhana target
adalah pasangan dari tujuan. Indikator merupakan suatu variabel yang
digunakan untuk mengukur sebuah perubahan, baik secara langsung
ataupun tidak langsung terhadap suatu kondisi.
Indikator kinerja memiliki sejumlah fungsi penting berikut ini:
1. Sebagai dasar dalam menilai kinerja, baik yang masih dalam tahap
perencanaan, pelaksanaan maupun sesudahnya
2. Sebagai indikator kemajuan yang telah dicapai oleh suatu team
work dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Menjelaskan 3W (What, Who, When) + 1H (How) suatu pekerjaan
4. Menjadi bahan evaluasi kinerja.
Sesuatu layak dijadikan sebagai indikator ketika memenuhi kriteria
berikut ini:
1. Valid, yakni bisa digunakan untuk mengukur obyek yang hendak
dinilai.
2. Reliable, yakni bisa dipercaya. Artinya, mampu menunjukkan hasil
yang konsisten ketika dilakukan pengulangan pengukuran baik saat
ini maupun masa yang akan datang.
3. Sensitif, yakni memiliki tingkat kepekaan yang tinggi ketika
digunakan untuk mengukur sehingga bisa meminimalisasi jumlah
indikator yang dibutuhkan.
4. Spesifik, yakni memiliki cakupan yang jelas sehingga bisa
mencegah terjadinya overlapping.
Tipe indikator kinerja bervariasi. Misalnya indikator kualitatif,
menggunakan skala (misal: baik, cukup, kurang). Indikator kinerja
kuantitatif absolut, menggunakan angka absolut (misal: 30 orang, 80
14

unit). Indikator persentase menggunakan angka persentase (misal:


50%, 100%). Indikator kinerja Rasio, embandingkan angka absolut
dengan angka absolut lain yang terkait (misal: rasio jumlah penyimpan
dibandingkan jumlah peminjam. Indikator Indikator kinerja rata-rata,
menggunakan angka rata-rata dari suatu populasi (misal: rata-rata struk
belanja harian). Indikator kinerja indeks, menggunakan angka patokan
dari beberapa variabel kejadian berdasarkan suatu rumus tertentu
(misal: indeks harga eceran terttinggi).
Dalam merumuskan target yang perlu diperhatikan adalah:
1. Sasaran harus dapat menyatakan sebuah target yang terukur atas
sebuah kondisi atau pencapaian tujuan, fokus, spesifik, dan sesuai
dengan bidang layanan KOPERASI;
2. Kriteria Target SMART-C yaitu:
a) Specific (spesifik), yakni sifat dan tingkat sasaran dapat
diidentifikasi dengan jelas;
b) Measurable (dapat diukur), yakni target sasaran dinyatakan
dengan jelas dan terukur;
c) Achievable (dapat dicapai), yakni target sasaran dapat dicapai
terkait dengan kapasitas dan sumber daya yang ada;
d) Relevant (relevan), yakni mencerminkan keterkaitan antara target
sasaran dengan tujuan;
e) Time Bound (batas waktu), yakni periode pencapaian sasaran
ditetapkan; dan
f) continously improve (perbaikan berkelanjutan), yakni sasaran
dapat dicapai secara bertahap

Tabel 5 Indikator Kinerja Usaha dan Target KOPERASI Renstra KOPERASI 2017-
2021

Indikator Kinerja Target Tahunan tahun ke tahun


Target
Koperasi
1 2 3 4 5
UNIT USAHA TOKO
Jumlah Item Barang
Jumlah Struk Harian
Jumlah Omset harian Rp
Jumlah hari kerja/ tahun
Omset / Tahun Rp
HPP (Rata-rata 94 %)
SHHU Kotor
UNIT USP KOPERASI
Pinjaman beredar Rp
Pendapatan Bunga Rp
Biaya Dana Rp
SHU Kotor Rp
15

Tabel 6 Indikator Kinerja Permodalan dan Anggota KOPERASI Renstra


KOPERASI 2017-2021

Target Tahunan tahun ke tahun


Indikator Kinerja Koperasi Target
1 2 3 4 5
Modal Toko Rp
Modal Tetap Unit USP Rp
Tabungan Koperasi Rp
Sim Wajib/Anggota/Th Rp
Sim Khusus/ Anggota
Modal Sendiri 80 %
Modal Sediri/ Anggota
Modal Pinjaman
Jumlah Anggota

Step 9. Merumuskan Isu-isu Strategis Eksternal

Isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan


dalam proses penyusunan Renstra KOPERASI. Suatu kondisi/kejadian
yang menjadi isu trategis adalah keadaan yang apabila tidak
diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau
sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang
untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang.
Isu strategis eksternal terdiri dari dua, yaitu Opporunities (Peluang) dan
Threats (Ancaman). Opportunities (Peluang) adalah faktor-faktor
lingkungan luar yang positif,yang dapat dan mampu mengarahkan
kegiatan organisasi kearahnya. Misalnya ; Kebutuhan lingkungan sesuai
dengan tujuan organisasi, masyarakat lagi membutuhkan perubahan,
tingkat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi yang bagus, belum
adanya organisasi lain yang melihat peluang tersebut, banyak pemberi
dana yang berkaitan dengan isu yang dibawa oleh organisasi dan
lainnya. Threats (Ancaman) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang
mampu menghambat pergerakan organisasi. Misalnya : masyarakat
sedang dalam kondisi apatis dan pesimis terhadap organisasi tersebut,
kegiatan organisasi seperti itu lagi banyak dilakukan oleh organisasi
lainnya sehingga ada banyak competitor atau pesaing, isu yang dibawa
oleh organisasi sudah basi dan lainnya. Metode penentuan isu-isu
strategis KOPERASI antara lain dapat dilakukan dalam forum Focussed
Group Discussion (FGD) dengan melibatkan para pakar yang memiliki
16

pengalaman merumuskan isu-isu strategis. Tuangkan isu stretegis


eksternal dalam Tabel 7 dibawah ini.

Tabel 7 : Hasil Analisis Eksternal (Contoh)

DAMPAK PADA KOPERASI


ISU STRATEGI
PELUANG ANCAMAN

POLITIK

EKONOMI
SOSIAL
TEKNOLOGI
ENVIRONMENT
PIHAK BERKEPENTINGAN

Step 10. Menyusun Model Bisnis Kanvas (Business


Canvas Model-BMC) Koperasi
Business Model dapat kita katakan merupakan sebuah template yang
digunakan untuk menggambarkan seperti apa bisnis yang ingin kita
bangun atau bisnis apa yang sedang kita jalani sekarang secara
menyeluruh dan dari berbagai aspek. Alexander Osterwalder dalam
bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework
yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis
kita yaitu Business Model Canvas. Pada business model canvas ini ada
sembilan kotak yang merepresentasikan elemen-elemen kunci yang
secara umum akan ada pada semua model bisnis. Kesembilan hal
tersebut adalah:
1. Customer segments
2. Value proposition
3. Channel
4. Customer relationship
5. Revenue stream
6. Key resource
7. Key activities
8. Key partners
9. Cost structure
17

Business Model Canvas

1. Customer segment : Customer segment adalah kelompok target


konsumen yang akan atau sedang kita bidik untuk menjadi
pelanggan kita. Hal yang harus diperhatikan dalam segmentasi
pelanggan adalah, kita harus bena-benar bisa mendefinisikan
secara spesifik siapa segment target pelanggan kita. Dalam lingkup
perkoperasian, sering juga disebut Kebutuhan Anggota
Koperasi.
2. Value Proposition : Value proposition atau mudahnya produk,
adalah hal yang kita tawarkan ke target konsumen kita. Misalnya
kita jualan bahan makanan organik ke komunitas vegetarian, jualan
kreasi dari batik untuk anak muda, jualan aplikasi untuk android,
atau arsitek yang jualan jasa desain ke pelanggan yang mau
renovasi rumahnya. Dalam lingkup perkoperasian, sering juga
disebut Manfaat Berkoperasi.
3. Channel : Untuk menyampaikan value proposition ke konsumen
kita perlu channel. Channel adalah cara yang digunakan untuk
memberikan value proposition kita ke konsumen. Channel tersebut
bisa berupa penjualan langsung, bisa juga melalui distributor,
melalui tenaga marketing, bisa juga melalui website seperti forum
forum terbuka melalui facebook , twitter, kaskus. Dalam lingkup
perkoperasian, sering juga disebut Saluran Distribusi atau
kadang-kadang menyebutnya Upaya Koperasi.
18

4. Customer Reationship : Salah satu misi marketing adalah untuk


terus menambah lagi konsumen yang bisa dilayani. Hal ini tentunya
berarti semakin banyak penjualan. Cara untuk mendapatkan,
menambah jumlah konsumen dan untuk mempertahankan
konsumen agar terus setia dengan kita adalah dengan membuat
hubungan baik dengan pelanggan. Ini yang dimaksud dengan
customer relationship, yaitu wadah untuk terus berhubungan dan
semakin mempererat hubungan dengan pelanggan kita. Di era nya
teknologi informasi dan komunikasi dengan konsumen dapat
dilakukan melalui website, Facebook, Twitter, Kaskus, BBM, yahoo
massenger, Whatsapp. Dalam lingkup perkoperasian, sering juga
disebut Hubungan Koperasi dengan Anggota.
5. Revenue Stream : Sebuah bisnis yang baik dan mantap harus
memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan
masuk akal. Pada umumnya bisnis, terutama perdagangan
menghasilkan uang dari keuntungan penjualan, atau kadang
disebut laba atau profit. Laba atau profit adalah salah satu model
revenue stream yang sederhana. Dalam lingkup perkoperasian,
sering juga disebut Arus Pendapatan.
6. Key Resource : Key resource artinya Sumber daya (sumber daya
yang utama). Key resource ini adalah syarat yang harus dipenuhi
atau resource yang harus kita miliki untuk melakukan aktivitas
utama bisnis kita, kalo kita kehilangan key resource ini bisnis kita
tidak bisa jalan. Dalam lingkup perkoperasian, sering juga disebut
Sumberdaya Kunci.
7. Key Activities : Key activities adalah adalah apa saja kegiatan
utama yang perlu dilakukan agar bisnis kita berjalan, kalo kegiatan
ini tidak bisa dilakukan ya bisnis tidak jalan.
8. Key partners : Key partners berisi siapa saja partner yang harus
Anda gandeng untuk bekerjasama? Misal Anda berjualan online,
Anda mungkin perlu menggandeng orang-orang yang menjualkan
kembali produk Anda, bank, jasa pengirim barang dan lainnya.
Dalam lingkup perkoperasian, sering juga disebut Mitra Kunci.
9. Cost structure : Cost Structure berisi mengenai biaya-biaya apa
saja yang terbentuk, ketika Anda memproduksi dan memasarkan
layanan (produk atau jasa). Dalam lingkup perkoperasian, sering
juga disebut Struktur Biaya.
19

Step 11. Merumuskan Isu-isu Strategis Internal


Koperasi

Suatu isu strategis bagi KOPERASI diperoleh bisa juga berasal dari analisis internal berupa
identifikasi kekuatan (strengths) maupun kelemahan (Weaknesses) KOPERASI. Strengths
(Kekuatan) adalah segala hal yang dibutuhkan pada kondisi yang sifatnya internal
organisasi agar supaya kegiatan-kegiatan organisasi berjalan maksimal. Misalnya : kekuatan
keuangan, motivasi anggota yang kuat, nama baik organisasi terkenal, memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang lebih, anggota yang pekerja keras, memiliki jaringan
organisasi yang luas, dan lainnya. Weaknesses (Kelemahan) adalah terdapatnya
kekurangan pada kondisi internal organisasi, akibatnya kegiatan-kegiatan organisasi belum
maksimal terlaksana. Misalnya, kekurangan dana, memiliki orang-orang baru yang belum
terampil, belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai organisasi, anggota kurang
kreatif dan malas, tidak adanya teknologi dan sebagainya. Metode penentuan isu-isu
strategis KOPERASI antara lain dapat dilakukan dalam forum Focussed Group Discussion
(FGD) dengan melibatkan para pakar yang memiliki pengalaman merumuskan isu-isu
strategis. Tuangkan isu stretegis eksternal dalam Tabel 8 dibawah ini.
Tabel 8 : Hasil Analisis Internal

FAKTOR INTERNAL DALAM KOPERASI


ASPEK
(SUB KOMPONEN)
KEKUATAN KELEMAHAN
Kebutuhan + -
Anggota/Masyarakat
Manfaat Berkoperasi + -
Hubungan Anggota + -
Saluran Distribusi + -
Arus Pendapatan + -
Sumberdaya Utama + -

Aktivitas Kunci + -

Mitra Kunci + -

Struktur Biaya + -

Step 12. Melakukan Analisis TWOS


Analisis TWOS adalah suatu bentuk analisis situasi dengan
mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-
kekuatan (Strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weaknesses) suatu
20

organisasi dan kesempatan-kesempatan (Opportunities) serta ancaman-


ancaman (Threats) dari lingkungan sekitar untuk merumuskan strategi
yang tepat bagi organisasi. Hal ini melibatkan penentuan tujuan
organisasi dan mengidentifikasi faktor-faktor internal serta eksternal
yang baik dan menguntungkan untuk mencapai tujuan itu. Analisis
TWOS dibuat berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan peluang
namun secara bersamaan dapat meminimalkan kekurangan dan
ancaman. Analisis TWOS membandingkan antara faktor eksternal dan
faktor internal organisasi.

Diagram 1 : Analisis TWOS

Kuadran I : Merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi


tersebut memiliki kekuatan dan peluang, sehingga dapat mengarahkan
seluruh potensi internal organisasi untuk memanfaatkan peluang yang
ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung
kebijakan pertumbuhan yang agresif. (Growth oriented strategy).
Kuadran II : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, organisasi ini
masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus
diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan
peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi. Diversifikasi
yakni membuat strategi yang berbeda (lain dari yang biasanya) dengan
memanfaatkan kekuatan internal, sehingga dimasa yang akan datang
memungkinkan terciptanya peluang.
21

Kuadaran III : Organisasi medapatkan peluang (eksternal) yang sangat


besar, tetapi dilain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/ kelemahan
internal. Fokus organisasi ini adalah meminimalkan masalah-masalah
internal organisasi sehingga dapat merebut peluang dari luar tersebut
dengan baik.
Kuadran IV : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan,
organisasi tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan
internal. Strategi yang digunakan yakni mempertahankan diri untuk
membangun kekuatan internal dan meminimalisir kelemahan.
Sebelum melakukan diagnosis terhadap KOPERASI, maka yakinkan dulu
bahwa seluruh informasi yang berkaitan dengan organisasi telah dengan
mudah didapatkan (termasuk SDM anggota KOPERASI). Hal ini agar
menghindari kesalahan dalam melakukan diagnosis organisasi.
Informasi-informasi tersebut didapatkan dengan cara melibatkan seluruh
pelaku organisasi, sehingga para anggota organisasi pun terbuka
terhadap segala kompetensi yang mereka miliki, yang nantinya sangat
bermanfaat bagi organisasi.
Penting diketahui bahwa dalam melakukan analisis SWOT, pengetahuan
dan pemahaman akan visi/ misi organisasi harus diketahui secara baik,
sehingga analisis akan mengarah pada pencapaian tujuan organisasi.

Step 13. Merumuskan Strategi Koperasi


Rumusan strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan
bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan
dalam serangkaian kebijakan. Rumusan strategi juga harus
menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana KOPERASI menciptakan
nilai tambah (value added) bagi stakeholder layanan. Di sini penting
untuk mendapatkan parameter utama yang menunjukkan bagaimana
strategi tersebut menciptakan nilai (strategic objective). Melalui
parameter tersebut, dapat dikenali indikasi keberhasilan atau kegagalan
suatu strategi sekaligus untuk menciptakan budaya “berpikir strategik”
dalam menjamin bahwa transformasi menuju pengelolaan pemerintah
daerah yang lebih baik, transparan, akuntabel dan berkomitmen
terhadap kinerja, strategi harus dikendalikan dan dievaluasi (learning
process).
Lima prinsip manajemen untuk menciptakan komitmen dalam
menjadikan strategi sebagai basis perencanaan Koperasi adalah:
1. Menerjemahkan strategi kedalam bentuk yang operasional;
2. Menyelaraskan organisasi sesuai pilihan strategi jangka menengah;
3. Menjadikan strategi sebagai komitmen dan rutinitas pelayanan;
22

4. Menjadikan strategi sebagai proses yang berkelanjutan; dan


5. Memobilisasi perubahan melalui kepemimpinan yang baik.

Strategi dirumuskan berdasarkan hasil analisis gambaran pelayanan


KOPERASI, hasil perumusan isu-isu strategis, tujuan dan sasaran jangka
menengah KOPERASI.

Perumusan strategi pada Renstra KOPERASI dapat dilakukan dengan


langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menyusun alternatif pilihan langkah yang dinilai realistis dapat
mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.
2. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan
ketidakberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang
ditetapkan untuk setiap langkah yang akan dipilih.
3. Melakukan evaluasi untuk menentukan pilihan langkah yang paling
tepat antara lain dengan menggunakan metode TWOS
(peluang/opportunities, dan tantangan/threats kekuatan/strengths,
kelemahan/weaknesses,), dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menentukan
alternatif strategi pencapaian dari setiap indikator sasaran
kedalam Fomulir 3 A.
b) Pemilihan strategi
yang paling tepat (efektif dan efisien) diantara berbagai
alternatif strategi yang dihasilkan melalui metode TWOS dapat
dilakukan melalui:
1) Dibahas kembali melalui Focussed Group Discussion (FGD)
dengan melibatkan para pakar yang memiliki pengalaman di
bidang manajemen strategik;
2) Menggunakan metode pembobotan dengan cara seperti yang
dilakukan terhadap penentuan isu-isu strategis;
3) Alternatif strategi yang dipilih selanjutnya diuraikan kedalam
tabel berikut:

Tabel 9 : Matril Threaths, Weaknesess, Opportunities and Strenghs


(TWOS )
23

Setelah semua data dan informasi dimasukkan ke dalam matriks TWOS,


maka selanjutnya adalah menentukan strategi dengan
mempertimbangkan berbagai indikasi yang telah di data. Adapun
strategi-strategi tersebut, yakni :
1. Strategi OS : Strategi yang ditetapkan berdasarkan jalan pikiran
organisasi yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk
merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Inilah yang
merupakan strategi agresif positif yaitu menyerang penuh inisiatif
dan terencana. Datalah program atau kegiatan yang akan
dilaksanakan, kapan waktunya dan dimana dilaksanakan, sehingga
tujuan organisasi akan tercapai secara terencana dan terukur.
Dalam strategi SO, organisasi mengejar peluang-peluang dari luar
dengan mempertimbangkan kekuatan organisasi.
2. Strategi OW : Strategi yang ditetapkan berdasarkan pemanfaatan
peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan dalam
organisasi. Dalam hal ini perlu dirancang strategi turn around yaitu
strategi merubah haluan. Maksudnya, terkadang anda harus
mundur satu atau dua langkah ke belakang untuk maju melangkah
jauh ke depan. Peluang eksternal yang besar penting untuk diraih,
namun permasalahan internal atau kelemahan yang ada pada
internal organisasi lebih utama untuk dicarikan solusi, sehingga
capaian peluang yang besar tadi perlu diturunkan skalanya sedikit.
Dalam hal ini kelemahan-kelemahan organisasi perlu diperbaiki dan
dicari solusinya untuk memperoleh peluang tersebut.
3. Strategi TS : Strategi yang ditetapkan berdasarkan kekuatan yang
dimiliki organisasi untuk mengatasi ancaman yang terdeteksi.
Strategi ini dikenal dengan istilah strategi diversifikasi atau strategi
perbedaan. Maksudnya, seberapa besar pun ancaman yang ada,
kepanikan dan ketergesa-gesaan hanya memperburuk suasana,
untuk itu pahamilah bahwa organisasi anda memiliki kekuatan yang
24

besar yang bersifat independen dan dapat digunakan sebagai


senjata untuk mengatasi ancaman tersebut. Mulailah
mengidentifikasi kekuatan dan menggunankannya untuk
mengurangi ancaman dari luar.
4. Strategi TW : Strategi yang diterapkan kedalam bentuk kegiatan
yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan
yang ada serta menghindari ancaman. Karena dalam kondisi ini,
organisasi anda sedang dalam bahaya, kelemahan menimpa kondisi
internal sedangan ancaman dari luar juga menyerang. Bila anda
tidak mengambil strategi yang tepat, maka kondisi ini bisa
berdampak buruk bagi citra dan eksistensi organisasi kedepan, Yang
perlu anda lakukan adalah bersama seluruh elemen organisasi
merencanakan suatu kegiatan untuk mengurangi kelemahan
organisasi, dan menghindar dari ancaman eksternal.

Secara garis besar dalam penentuan strategi, yakni jika kelemahan


organisasi besar, walaupun ada peluang ataupun ancaman, maka yang
perlu dilakukan adalah mengadakan konsolidasi internal. konsolidasi
internal bertujuan untuk menguatkan kembali kelemahan-kelemahan
organisasi, seperti SDM, infrastruktur, pendanaan dan lainnya, sehingga
mampu menghadapi ancaman serta menangkap peluang dari eksternal.
Sedangkan kalau yang terjadi adalah organisasi memiliki kekuatan yang
besar, maka organisasi dapat membuat strategi dengan perencanaan
yang matang, sistematis dan terukur dengan memanfaatkan sumber
daya potensial organisasi, untuk bergerak menuju tujuang organisasi.
Hal ini dilakukan agar dapat menekan ancaman dari luar, serta
menangkap peluang yang ada.

Step 14. Merumuskan Arsitekstur Strategi Koperasi


Menurut Gary Hamel dan C.K. Prahalad: “Masa depan perusahaan tidak
cukup hanya dengan dibayangkan (misi, tujuan, dll), tapi harus
dibangun”. Dibutuhkan ‘visi’ masa depan, mind-set yang baru, pikiran
dan konsep yang menggerakkan perubahan (kreasi, inovasi, dan
terobosan untuk mewujudkannya). Visi tentang : “What do we want to
become ?”. Arsitektur strategi menunjukkan kompetensi yang harus
dibangun sekarang, prioritas pengembangan produk, fungsi-fungsi baru
yang harus dikembangkan, dan pemahaman akan kebutuhan pelanggan
baru. Arsitektur strategi memberikan visi bagi suatu organisasi.
Arsitektur strategi merupakan pendekatan untuk perumusan
strategi tidak hanya akan mengakomodasi perubahan lingkungan yang
telah dibakukan dalam bentuk asumsi, namun juga perubahan
lingkungan yang cepat dan memaksa organisasi untuk bersikap lebih
adaptif, sehingga memudahkan jalan untuk mencapai visi dan misinya.
Berdasarkan tahapan perumusan yang dilakukan untuk menyusun
asritektur strategi. Cara membuat arsitektur strategi sebagai berikut :
25

Langkah 1 : Memberi bobot dan skor untuk setiap pilihan


strategis
1. Buat Tabel 10, berisi tentang Pilihan Strategi (Kolom 2), Pencapaian
Visi dan Misi (Kolom 3 & 4), Pencapaian Sasaran (Kolom 5 & 6),
Kemudahan dalam pelaksanaan (Kolom 7 dan 8) dan Jumlah (Kolom
9) serta Efisiensi Biaya (Kolom 10 dan 11)
2. Tuliskan semua pilihan strategi ke dalam Kolom 2 pada Tabel 10.
Urutkan mulai kombinasi Oppornuties (O) dengan Strenghts (S) atau
kita sebut O1 & S1, O2 & W2, T1 & S1, T2 & W2 dst.
3. Berikan bobot, misalnya Pencapaian Visi dan Misi dibobot 25,
Pencapaian sasaran dibobot 30, Kemudahan pelaksanaan dibobot
10 dan efisiensi biaya dibobot 35. Anda bisa mengubah bobot
tersebut sesuai dengan urgensi dan kebutuhan.
4. Berikan nilai skor untuk setiap pilihan strategi antara 1 – 10.
Komposisi rendah (1-4); sedang (5-6); tinggi (7-8); dan istimewa
(9-10). Tulis skor untuk setiap skor yang anda tentukan, yaitu pada
Kolom 3, Kolom 5, Kolom 7 dan Kolom 10.
5. Kalikan skor dan bobot untuk setiap pilihan strategi. Misalnya
pilihan strategi No. 1 kombinasi O1 & S 1 memiliki jumlah 225,
angka ini berasal dari perkalian skor 9 dan bobot 25. Lanjutkan
hingga semua kolom kosong terisi.
6. Cara membaca hasil, misalnya Pilihan Strategi No.1 ( O1 & S1)
berjumlah palign tinggi angkanya yaitu sebesar 545. Artinya Pilihan
Strategi O1 & S1 adala paling relevan dengan pencapaian visi, misi,
pencapaian sasaran dan mudah untuk dilaksanakan. Pilihan O1 &
S1 juga memiliki efisiensi biaya tertinggi, dengan hasil angka 315.

Tabel 10 : Pemetaan Arsitektur Strategis

Pencapaian Visi Pencapaian Kemudahan Total Efisiensi Biaya


n Pilihan & Misi Sasaran Pelaksanaan
No Strategi
25 30 10 65 35
(1) (2) (3)(4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 O1& S1 9 9 270 5 50 545 9 315
2 O2 & S4 3 75 8 240 3 30 345 8 280
3 02 & W2 5 125 9 270 8 80 475 5 175
4 O3- W3 6 150 8 240 7 70 460 4 140
5 T1 & S3 2 50 5 150 8 80 280 5 175
6 T3 & S 2 7 175 4 120 9 90 385 2 70
7 T2 & W3 6 150 6 180 7 70 400 2 70
8 T3 & W4 8 200 5 150 8 80 430 4 140
26

Rangkum nilai setiap pilihan strategi dan efisiensi biaya dalam Tabel 11
Langkah 2 : Membuat model fish bone analysis
1. Pilihan strategi dengan nilai dan efisiensi terbesar dianggap sebagai
strategi utama dan nilai yang lebih kecil dianggap sebagai strategi pelengkap.
Namun demikian, jika pilihan stategi ini ternyata tidak relevan dengan tujuan, maka
jangan dipaksakan. Dalam hal ini Tim Penyusun Renstra harus meriview kembali
dengan stakeholder.
2. Dari hasil analisis fisb bone, ini diperoleh kesimpulan bahwa strategi O1 dan S1
dinilai sebagai strategi utama dalam arsitektur strategi Koperasi.
Tabel 11 : Rangkuman Nilai Pilihan Strategis

No. Strategi Nilai Efisiensi


1 O1& S1 545 315
2 O2 & S4 345 280
3 02 & W2 475 175
4 O3- W3 460 140
5 T1 & S3 280 175
6 T3 & S 2 385 70
7 T2 & W3 400 70
8 T3 & W4 430 140

Langkah 3 : Membuat Pemetaan Arsitektur Strategi

Peta arsitekstur strategi dapat digambarkan sebagai peta jalan menuju


visi, misi, tujuan dan sasaran Renstra Koperasi. Dengan adanya peta
arsitektur strategi ini, maka akan memberikan petunjuk bagi pembuatan
keputusan dalam organisasi dan sebagai dasar untuk mengevaluasi
kinerja KOPERASI selama 5 tahun ke depan.
27

Step 15. Menyusun Laporan Penyusunan Renstra


KOPERASI

Laporan Rentra KOPERASI adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu


keadaan atau suatu kegiatan Penyusunan Renstra KOPERASI.

Anda mungkin juga menyukai