Anda di halaman 1dari 11

Laporan Genetika

Pewarisan Sifat yang Ditentukan oleh


Alel Ganda

Disusun oleh:
Arifah Nur Aini 4401413071
Nur Hidayati Puspita Sari 4401413056

LABORATORIUM GENETIKA
JURUSAN BIOLOGI FMIPA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
Kegiatan 4. Pewarisan Sifat yang Ditentukan oleh Alel Ganda

A. Tujuan
1. Mengenal beberapa sifat genetik pada manusia yang ditentukan oleh seri
alel ganda.
2. Mengetahui distribusi golongan darah sistem ABO pada populasi kelas
Biologi.
3. Mengetahui frekuensi sifat rambut pada segmen digitalis (ruas jari
tangan) kedua pada populasi kelas.
B. Landasan Teori
Alel dapat menunjukkan derajat dominansi dan keresesifan yang berbeda-
beda satu sama lain. Dalam persilangan ercis Mendel, keturunan F1 selalu terlihat seperti salah satu
dari kedua varietas induk sebab salah satu alel dalam satu alel tersebut menunjukkan dominani
sempurna terhadap alel yang satu lagi. Dalam situasi semacam itu, fenotip
heterozigot dan homozigot dominan tidak dapat dibedakan (Campbell, dkk., 2010).
Pada tumbuhan, hewan dan manusia dikenal beberapa sifat keturunan yang
ditentukan oleh suatu seri alel ganda. Salah satunya adalah golongan darah.
Golongan darah ABO yang ditemukan oleh Landsteiner pada tahun 1900 dan
factor Rh yang ditemukan oleh Landsteiner bersama Weinet pada tahun 1942
juga ditentukan oleh alel ganda (Hartati dan Karim, 2007).
Ditinjau dari golongan darah ABO, manusia dikelompokkan menjadi 4
golongan. Pengelompokan ini didasarkan ada tidaknya suatu zat di dalam sel
darah merah, yaitu dikenal dengan aglutinogen (antigen). Ada dua macam
aglutinogen, yaitu aglutinogen A dn aglutinogen B. Aglutinogen merupakan
polisakarida, yang terdapat tidak saja terbatas di dalam sel darah merah tetapi
juga dalam kelenjar ludah, pangkreas, hati, ginjal, paru-paru, testis dan semen
(Wulangi, 1993).
Dua jenis antigen tetapi berhubungn yaitu tipe A dan tipe B terdapat pada
berbagai jenis orang. Karena antigen ini diturunkan, seseorang dapat tidak
hanya mempunyai salah satu dari antigen ini, atau ia dapat mempunyai salah
satu atau keduanya. Beberapa darah juga mengandung antibody kuat yang
secara spesifik bereaksi dengan antigen tipe A atau tipe B dalam sel,
menyebabkan aglutinasi dan hemolisis. Karena antigen tipe A dan tipe B dalam
sel membuat sel peka terhadap aglutinasi, antigen-antigen ini dinamakan
aglutinogen (Guyton, 1988).
Golongan darah seseorang mempunyai arti penting dalam kehidupan
karena golongan darah itu bersifat menurun atau herediter. Golongan darah
seseorang ditetapkan berdasarkan macamnya antigen dalam eritrosit yang
dimilikinya. Antigen-antigen diwariskan oleh suatu seri alel ganda. Alel iti
diberi simbol I (berasal dari isoaglutinin, suatu protein yang terdapat pada
permukaan eritrosit). Orang yang mampu membentuk antigen A memiliki alel
IA dalam kromosom. Orang yang mampu membentuk antigen B memiliki alel
IB, yang memiliki alel IA dan IB mampu membentuk antigen A dan B,
sedangkan yang tidak mampu membentuk antigen samasekali memiliki alel
resesif i. Interaksi antara alel-alel IA, IB, dan i menyebabkan terjadinya 4
fenotif golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. (Suryo, 1986).
Menurut Hariyadi (1991), bahwa protein yang terpenting dalam darah
adalah
a. Albumin : Menjaga tekanan osmosis
b. Gamma globulin : Membentuk antibody
c. Fibrinogen : Penting dalam proses pembekuan darah.
Protein dari individu ini bila masuk dalam tubuh merupakan antigen
(benda asing) yang dapat merangsang terbentuknya antibody. Zat yang
berperan dalam pembentukan antibody ialah gamma globulin . Reaksi antigen
dan antibody kan menghasilkan lysin yaitu dapt mengurai atigen, presipityn,
yaitu dapat menggupalkan antigen, dan antitoxin yaitu dapat menawarkan
racun. Aglutinogen merupakan antigen dan banyak terdapat pada permukaan
eritrosit. Aglutinin merupakan antibody dan banyak terdapat dalam plasma.
Untyk mencegah reaksi transfusi, sebaiknya ntuk transfusi diberikan golongan
darah yang sama. Dengan adanya transfusi ini seseorang harus berhati-hati,
sebab berbagai kemungkinan penyakit dapat timbul baik karena penyakit yang
memang sudah ada sebelumnya dalam darah donor, maupun penyakit karena
transfusi darah tersebut (Hariyadi, 1991).

C. Alat dan Bahan


1. Kegiatan 1:
a. Darah, kartu golongan darah
b. Serum anti A, anti B, anti AB
c. Blood lancet
d. Kapas, alkohol
e. Pengaduk/tusuk gigi
2. Kegiatan 2:
a. Jari tangan
b. Loop
c. Alat tulis
D. Cara Kerja
1. Kegiatan 1 (Golongan darah sistem ABO)
a. Menguji golongan darah tiap mahasiswa dengan mengambil darah
dari jari menggunakan blood lancet dan meneteskannya pada kartu
golongan darah dan ditetesi menggunakan serum anti A, B, dan AB.
b. Mengamati adanya penggumpalan dan menentukan golongan
darahnya.
c. Mengumpulkan data golongan darah dan menuliskan dalam tabel
pengamatan.
d. Menghitung persentase golongan darah dalam satu kelas.
2. Kegiatan 2 ( Pengamatan ada tidaknya rambut pada segmen kedua
digitalis tengah)
a. Mengamati adanya rambut pada ruas digitalis jari tangan dengan
menggunakan loop.
b. Menentukan fenotip dan genotipnya dan memasukkan dalam tabel
pengamatan kelompok dan kelas.
c. Menghitung persentase adanya rambut dalam satu kelas.
E. Hasil
Tabel Pengamatan Golongan Darah
No Nama Golongan
Darah
1 Larasati O
2 Nur Hidayati Puspita Sari A
3 Nur Fitria Rahmawati O
4 Isti Anggraeni O
5 M. Imam Bagus Muslim B
6 Retna Utami A
7 Mustikawati O
8 Dwi Muhartati A
9 Desy Putri Yuanita Anggiana A
10 Dewi Arum Budianti O
11 Reni Prabawati A
12 M. Zuhrufi Maulana AB
13 Umu Ruqoyah B
14 Ikhlasih Amalia Hasyim B
15 Agung Budi Santoso B
16 Esky Purba Septina B
17 Desy Probowati AB
18 Endah Kusumawati B
19 Anggi Denny Ernanda A
20 Nailatun Nikmah B
21 Asfa Izdihar B
22 Tia Hidayah Saani B
23 Arifah Nur Aini A
24 Belinda Vella Yuliana A
25 Nata Maulida Fajarini A
26 Febriana Wahyundari O

Gologan Darah Jumlah Persentase


A 9 34,62 %
B 9 34,62 %
AB 2 7,69 %
O 6 23,07 %

Tabel Pengamatan Rambut pada Segmen Digitalis Kedua


No Nama Alel Ganda
1 Larasati H5
2 Nur Hidayati Puspita Sari H3
3 Nur Fitria Rahmawati H5
4 Isti Anggraeni H5
5 M. Imam Bagus Muslim H5
6 Retna Utami H3
7 Mustikawati H5
8 Dwi Muhartati H2
9 Desy Putri Yuanita Anggiana H4
10 Dewi Arum Budianti H5
11 Reni Prabawati H1
12 M. Zuhrufi Maulana H5
13 Umu Ruqoyah H1
14 Ikhlasih Amalia Hasyim H4
15 Agung Budi Santoso H5
16 Esky Purba Septina H5
17 Desy Probowati H3
18 Endah Kusumawati H5
19 Anggi Denny Ernanda H5
20 Nailatun Nikmah H5
21 Asfa Izdihar H5
22 Tia Hidayah Saani H5
23 Arifah Nur Aini H2
24 Belinda Vella Yuliana H5
25 Nata Maulida Fajarini H4
26 Febriana Wahyundari H4

Alel Ganda Jumlah Persentase


1
H 2 7,69 %
H2 2 7,69 %
H3 3 11,53 %
H4 4 15,38 %
H5 15 57,69 %
F. Analisis Data
Hasil dari percobaan ini didapatkan dua hasil percobaan yaitu golongan
darah dan melihat adanya rambut di ruas digitalis jari tangan.
Pada golongan darah, jumlah mahasiswa Rombel 1 Pendidikan Biologi
2013 sebanyak 26 orang, dengan jumlah golongan darah A sebanyak 9 orang,
golongan darah B sebanyak 9 orang, golongan darah AB sebanyak 2 orang, dan
golongan darah O sebanyak 6 orang.
Perhitungan persentase distribusi golongan darah:
% Golongan darah A : x 100% = 34,62%

% Golongan darah B : x 100% = 34,62%

% Golongan darah AB : x 100% = 7,69%

% Golongan darah O : x 100% = 23,07%

10
9
8
7
6 A
5 B
4 AB
3 O
2
1
0
Golongan Darah

Sedangkan pada percobaan dalam mengetahui tumbuhnya rambut pada


segmen digitalis pada jari-jari tangan didapakan hasil H1 sebanyak 2 orang, H2
sebanyak 2 orang, H3 sebanyak 3 orang, H4 sebanyak 4 orang, dan H5 sebanyak
15 orang.
Perhitungan persentase adanya rambut pada segmen digitalis jari tangan:
% H1 : x 100% = 7,69%

% H2 : x 100% = 7,69%
% H3 : x 100% = 11,53%

% H4 : x 100% = 15,38%

% H5 : x 100% = 57,69%

16

14

12

10 H1
8 H2
H3
6
H4
4
H5
2

0
Adanya Rambut pada Segmen Digitalis
Jari Tangan

G. Pembahasan
Kegiatan paktikum ini bertujuan untuk mengenal beberapa sifat genetik
pada manusia yang ditentukan oleh seri alel ganda, mengetahui distribusi
golongan darah sistem ABO pada populasi kelas Biologi, mengetahui frekuensi
sifat rambut pada segmen digitalis (ruas jari tangan) kedua pada populasi kelas
Pengujian golongan darah ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah
melalui perbedaan reaksi antara berbagai golongan darah kemudian menentukan
golongan darah sistem ABO. Membran sel darah manusia mengandung
bermacam-macam protein, oligosakarida dan senyawa lainya salah satunya
antigen. Golongan darah sistem ABO yang akan diuji kali ini, didasari pada
keberadaan antigen, yaitu antigen A dan antigen B di membran sel darah merah.
Golongan darah A mempunyai antigen A, golongan darah B mempunyai antigen
B, golongan darah AB mempunyai antigen A dan B, sedangkan golongan darah
O tidak mempunyai kedua antigen tersebut.
Darah yang diambil berasal dari kapiler pada bagian ujung jari tangan.
Sebelum darah diambil dengan menggunakan blood lancet, ujung jari tangan
dibersihkan dengan alcohol 70% agar terhindar dari kuman-kuman yang dapat
menyebabkan infeksi. Selanjutnya, darah yang keluar diteteskan pada kertas
golongan darah. Masing-masing tetesan darah diberi serum anti A dan anti B.
Penentuan golongan darah dilakukan dengan melihat apakah terjadi
penggumpalan setelah mencampurkan darah dengan masing-masing antiserum A
dan B. Reaksi penggumpalan dapat terjadi akibat antigen darah terhadap serum
anti-A dan anti-B yang berasal dari masing-masing darah B dan A.
Serum anti-A yang diteteskan menandakan bahwa darah yang diuji
tersebut diberikan antigen A dari golongan darah B. Sedangkan serum anti-B
yang diteteskan merupakan antigen B dari golongan darah A. Jika pengumpalan
darah ketika ditetesi serum anti-A, maka darah tersebut memiliki anti-B pada
darahnya. Sedangkan jika penggumpalan terjadi akibat ditetesi serum anti-B,
maka darah tersebut memiliki anti-B pada darahnya. Dan darah Arifah Nur Aini
dan Nur Hidayati PS sama-sama memiliki golongan darah A, yaitu ketika ditetesi
serum anti-A terjadi penggumpalan.
Data kelas menunjukkan bahwa golongan darah terbanyak adalah
golongan darah A dan B, dengen presentase golongan darah A sebanyak 34,62%,
golongan darah B 34,62%, golongan darah AB sebanyak 7,69%, dan golongan
darah O sebanyak 23,07%. Menurut Suryo (2004), golongan darah orang
Indonesia secara umum adalah B. Hasil praktikum berbeda karena populasi yang
diambil hanya sedikit yaitu 26 orang saja. Penyebaran golongan darah A,B,O, dan
AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran
menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda
(Wikipedia)
Peristiwa lain dari alel ganda adalah tumbuhnya rambut pada segmen
digitalis kedua jari. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada tiga
anggota kelompok VI, didapatkan hasil bahawa H1 7,69%, H2 7,69%, H3 11,53%,
H4 15,38%, dan H5 57,69%. Tumbuhnya rambut pada segmen digitalis kedua jari
disebabkan karena adana alel ganda. Alel ganda ini ditimbulkan karena adanya
peristiwa mutasi gen. Dimana gen dapat dapat berubah menjadi bentuk-bentuk
alternatif oleh proses mutasi. Bedasarkan teori, penentuan dominasi pada rambut
digitalis kedua jari tangan adalah sebagai berikut.
H5>H4>H3>H2=H1

Dimana:

H1= rambut terdapat pada semua jari


H2= rambut terdapat pada jari kelingking

H3= rambut hanya terdapat pada jari manis dan jari tengah

H4= rambut hanya terdapat pada jari manis saja

H5= tidak ada rambut pada keempat jari.

Artinya menunjukkan bahwa H5 dominan terhadap H4, H3, H2 dan H1.


Sedangkan H4 dominan terhadap H3, H2 dan H1. Kemudian H3 dominan terhadap
H2 dan H1. Sehingga dengan diketahui kedudukannya, maka dapat disimpulakan
bahwa genotip yang dimiliki oleh orang yang terdapat tumbuhnya rambut pada
semua jari kecuali ibu jari adalah H1H1, H1H2, H1H3, H1H4, H1H5. Bagi orang
yang memiliki rambut yang tumbuh pada hari kelingking, maka memiliki genotip,
H2H2, H2H3, H2H4, H2H5. Orang yang mempunyai rambut hanya terdapat pada
jari manis dan jari tengah, maka memiliki genotip H3H3, H3H4, H3H5 dan bagi
orang yang rambut hanya terdapat pada jari manis saja, maka genotipnya H4H4,
H4H5 dan yang terakhir adalah orang yang tidak mempunyai rambut pada keempat
jari, maka genotipnya adalah H5H5.
H. Simpulan
1. Sifat yang ditentukan oleh alel ganda diantaranya adalah golongan darah
dan tumbuhnya rambut pada ruas digitalis jari tangan.
2. Distribusi golongan darah di Rombel 1 Pendidikan Biologi yaitu, golongan
darah A 34,62%, golongan darah B 34,62%, golongan darah AB 7,69%,
dan golongan darah O 23,07%.
3. Frekuensi sifat rambut pada segmen digitalis jari tangan adalah
H5>H4>H3>H2=H1
I. Daftar Pustaka
Campbell N A, Reece J B, Urry L A, et all. 2010. Biologi Jilid 1 Edisi
Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Guyton. 1986. Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
Hariyadi, Wito. 1991. Biologi. Surabaya: SIC Surabaya.
Hartati, Karim H. 2007. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar:
Jurusan Biologi FMIPA UNM.
Suryo. 2004. Genetika. Jakarta: Erlangga.
Wulangi K. 1993. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Jakarta: DEPDIKBUD.
Dokumentasi

Anda mungkin juga menyukai