Anda di halaman 1dari 12

JPGSD.

Volume 03 Nomor 02 Tahun 2015,

PENGARUH STRATEGI POLYA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN


MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Nur Alivatus Septian Putri


PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya (nuralivatusseptianputri@gmail.com)

Purwanto
PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya

Abstrak
Strategi Polya merupakan strategi pemecahan masalah yang dapat membantu siswa dalam menyelesaikan
masalah matematika. Strategi ini penting bagi siswa sekolah dasar, mengingat keberhasilan pembelajaran
matematika tidak terlepas dari keberhasilan siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penerapan strategi pemecahan masalah Polya terhadap
kemampuan penyelesaian masalah pada siswa Kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya. Metode penelitian
ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen kuasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan
teknik tes. Setelah dilakukan uji hipotesis, diketahui bahwa thitung lebih besar dari ttabel yaitu 3,492 > 2,0017;
sehingga Ha diterima; dan Ho ( ditolak. Kesimpulan yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah strategi Polya berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Lidah
Kuoln IV/467 Surabaya.
Kata Kunci: Strategi Polya, Hasil Belajar, Penyelesaian Masalah

Abstract
Polya strategy was a problem-solving strategies that can help students in solving mathematical problems.
This problem-solving strategies was important for elementary school students, because of the learning of
mathematics success was inseparable from students success in solving mathematical problems. The
purpose of this study was to determine the effect of applying Polya’s problem-solving strategies to students
problem-solving abilities in 5th grade of SDN Lidah Kulon IV Surabaya. This research method was
quantitative with the type of quasi-experimental research. Data collected by using tests. The results
showed that tarithmetic greater than ttable, that was 3.492> 2.001; so Ha (μ 1 ≠ μ2) accepted; and Ho (μ1 = μ2)
rejected. The conclusion was the Polya’s strategy gave significant effect on mathematical problem solving
results in Fifth grade at SDN Lidah Kulon IV/467 Surabaya.
Keywords: Polya’s Strategy, Learning Results, Mathematichal Problem Solving

194
yang diberika juga terjadi menggunakan empat
PENDAHULUAN menyelesaikan masalah ketika pelaksanaan pretest. langkah strategi Polya
Kurikulum 2013 menjadi tujuan utama Hampir setiap siswa sebagai penuntun, maka
menghendaki suatu belajar matematika di bertanya tentang tujuan pembelajaran siswa
pembelajaran pada antara tujuan-tujuan yang bagaimana cara akan tercapai dengan
dasarnya tidak hanya lain. Berdasarkan hal menemukan jawaban dari sukses.
bertujuan mempelajari tersebut, dapat diketahui setiap soal yang diberikan. Pendapat tersebut juga
konsep, teori dan fakta bahwa kemampuan Hal ini menunjukkan didukung oleh penelitian
tetapi juga penerapannya menyelesaikan masalah bahwa tujuan belajar yang dilakukan
dalam kehidupan sehari- menjadi faktor penting penyelesaian masalah Cognitivelly Guided
hari. Hal ini tergambar dalam pembelajaran belum dapat dicapai Instruction (CGI), bahwa
dalam kompetensi inti matematika. dengan baik oleh siswa. siswa dapat
pada kurikulum 2013 yang Kenyataannya, siswa Agar tujuan menyelesaikan
meliputi aspek sikap, kelas V SDN Lidah Kulon pembelajaran dapat keseluruhan soal cerita
aspek pengetahuan dan IV Surabaya belum tercapai dengan baik menggunakan empat
aspek keterampilan memiliki kemampuan diperlukan sebuah strategi langkah strategi. Empat
(Kementrian Pendidikan penyelesaian masalah pembelajaran. Hal ini langkah strategi tersebut
dan Kebudayaan, sesuai standar yang sesuai dengan pendapat kemudian dijelaskan
2014:29). Aspek-aspek diinginkan. Siswa belum Hamzah (2009:2) yang sebagai empat langkah
tersebut dikembangkan dapat memilih prosedur mengatakan bahwa umum penyelesaian
menjadi kompetensi dasar penyelesaian masalah strategi pembelajaran masalah yang dikenal
yang berbeda pada setiap sesuai dengan yang mempermudah peserta sebagai penyelesaian
aspeknya. diinginkan oleh didik menerima dan masalah Polya (Smith,
Salah satu kompetensi kompetensi dasar pada memahami materi 2009:157).
dasar (KD) pada aspek kuriulum. Hal ini terlihat pembelajaran, yang pada
pengetahuan yang terdapat dari hasil pretest, yang akhirnya tujuan Strategi Polya sesuai
pada kelas V Sekolah menunjukkan bahwa nilai pembelajaran dapat untuk diterapkan pada
Dasar mengharuskan siswa baik pada kelas dikuasai di akhir kegiatan siswa kelas tinggi. Hal ini
siswa dapat memilih eksperimen maupun kelas pembelajaran. Dengan berdasarkan pada
prosedur pemecahan kontrol memiliki nilai demikian, jika tujuan pendapat Hembree (dalam
masalah dengan yang rendah. Rata-rata pembelajaran penyelesaian Smith, 2009:158) yang
menganalisis hubungan nilai pemecahan masalah masalah belum dapat mengatakan bahwa
antar simbol, informasi yang diperoleh siswa yaitu dicapai dengan baik oleh strategi Polya muncul
yang relevan, dan sebesar 54 untuk kelas siswa, maka diperlukan untuk menambah
mengamati pola eksperimen dan 61 untuk strategi yang dapat keberhasilan siswa,
(Kementrian Pendidikan kelas kontrol. membantu pencapaian khususnya untuk siswa
dan Kebudayaan, Hal lain yang tujuan tersebut. kelas atas. Siswa kelas
2013:96). Dengan menunjukkan bahwa siswa Salah satu strategi atas yang dimaksudkan
demikian, kemampuan belum memiliki yang dapat digunakan adalah siswa pada jenjang
menyelesaikan masalah kemampuan untuk pembelajaran kelas IV, V dan VI.
menjadi tuntutan menyelesaikan masalah penyelesaian masalah Dengan demikian
kurikulum yang harus adalah siswa merasa adalah strategi Polya. penelitian ini dilakukan
dicapai oleh setiap siswa. kesulitan jika diminta Strategi Polya dapat paa siswa kelas V SDN
Selain itu, dengan untuk menyelesaikan soal digunakan untuk Lidah Kulon IV
memiliki kemampuan cerita. Seperti yang membantu pencapaian suarabaya.
menyelesaikan masalah, diungkapkan oleh tujuan pembelajaran Strategi pemecahan
siswa telah mencapai Abdurrahman (2003:257) penyelesaian masalah. Hal masalah ini penting bagi
tujuan utama dalam bahwa dalam ini disampaikan oleh Van siswa sekolah dasar,
pembelajaran. Hal ini menyelesaikan soal-soal de Walle, dkk (2010:42) mengingat keberhasilan
sesuai dengan yang cerita banyak anak yang yang menyatakan bahwa pembelajaran matematika
diungkapkan oleh mengalami kesulitan. ketika kita mengajarkan tidak terlepas dari
Kemendikbud (Tanpa Kesulitan siswa untuk kemampuan keberhasilan siswa dalam
Tahun:3) kemampuan menyelesaikan soal cerita menyelesaikan masalah menyelesaikan masalah-
masalah matematika, yang berbeda. Dalam penyelesaian masalah baik kesimpulan dan meneliti
terutama masalah yang penguasaan siswa masalah matematika di kembali (check back).
berhubungan dengan terhadap pengaplikasian sekolah maupun di luar Strategi Polya
kehidupan sehari-hari. Hal konsep, tentu dibutuhkan sekolah. merupakan strategi umum
ini juga direkomendasikan sebuah strategi yang dapat Berdasarkan pendapat pemecahan masalah, yaitu
oleh National Council of melatih siswa untuk di atas, hasil belajar empat langkah rencana
Teacher of Mathematics memecahkan masalah penyelesaian masalah pemecahan masalah yang
(dalam Smith, 2009:155) secara lebih sistematis. merupakan kemampuan berguna baik untuk
bahwa penyelesaian Pemikiran-pemikiran yang diperoleh siswa masalah rutin maupun
masalah menjadi titik mengenai pentingnya mengenai cara-cara non-rutin. Langkah-
fokus pada pembelajaran pembelajaran penyelesaian penyelesaian masalah langkahnya adalah
matematika. masalah, diperlukan matematika baik di memahami masalah,
Pentingnya pengajaran sebuah penelitian untuk sekolah maupun di luar membuat rencana
penyelesaian masalah juga mengetahui pengaruh sekolah. Kemampuan penyelesaian masalah,
disampaikan oleh sebuah strategi pemecahan yang diukur dalam hasil melaksanakan rencana
Abdurrahman (2003:255) masalah terhadap hasil belajar penyelesaian penyelesaian masalah, dan
yang menegaskan bahwa belajar siswa. Hal ini masalah ini meliputi membuat tinjauan kembali
penyelesaian masalah bertujuan untuk pengetahuan, sikap dan atas pelaksanaan rencana
merupakan salah satu dari mengetahui seberapa besar keterampilan. penyelesaian masalah
empat hal yang pengaruh strategi Polya Smith (2009:158) (Kemendikbud,
berpengaruh dalam dalam kemampuan menyatakan bahwa BPSDMPPMP, Tanpa
pengajaran matematika. menyelesaikan masalah strategi Polya merupakan Tahun:23).
Oleh sebab itu, jika pada siswa sekolah dasar strategi umum pemecahan Strategi ini dapat
strategi pemecahan kelas tinggi. masalah. Lebih lanjut, diterapkan pada semua
masalah diabaikan, maka Penelitian ini bertujuan dijelaskan bahwa terdapat pembelajaran penyelesaian
akan berpengaruh pula untuk mengetahui empat langkah dalam masalah dan
dalam pembelajaran. pengaruh strategi Polya menerapkan Strategi berkesinambungan dengan
Pengaruh tersebut, terhadap hasil belajar Polya. Empat langkah metode ilmiah, dengan
misalnya dapat terlihat penyelesaian masalah tersebut adalah memahami langkah-langkah tertentu.
dari kemampuan siswa siswa kelas V SDN Lidah masalah, menyusun Langkah-langkah Strategi
dalam memahami Kulon IV/467 Surabaya. rencana, melaksanakan Polya adalah
permasalahan yang Penelitian dilakukan pada rencana dan menlihat mengidentifikasi masalah
berbentuk soal cerita. materi yang berada pada kembali pelaksanaan atau pertanyaan,
Siswa akan merasa ruang lingkup materi pada rencana. menyusun sebuah solusi,
kesulitan untuk Tema 6 Subtema 2 Menurut Kennedy, melaksanakan rencana
menyelesaikan soal cerita, Pembelajaran 1. Steve Tipps dan Art solusi dan mengecek
jika dalam pembelajaran Menurut Susanto Johnson (2008:115) kembali atau
guru tidak menjelaskan (2013:5) hasil belajar Strategi Polya secara mengevaluasi (Kennedy,
strategi tertentu untuk secara sederhana umum dimasukkan dalam Steve Tipps dan Art
menerapkan konsep dalam merupakan kemampuan buku teks matematika Johnson, 2008:115).
menemukan pemecahan yang diperoleh siswa, baik sekolah dasar sebagai Berdasarkan pendapat-
masalah yang diinginkan. pengetahuan, sikap panduan bagi siswa. pendapat tersebut dapat
Abdurrahman maupun keterampilan, Dalam pembelajaran disimpulkan bahwa
(2003:257) juga yang diperoleh setelah matematika biasanya Strategi Polya merupakan
menjelaskan bahwa untuk melalui kegiatan belajar. diterapkan dalam langkah strategi umum pemecahan
dapat menghadapi Sedangkan penyelesaian menuliskan apa yang masalah yang dilakukan
masalah-masalah masalah matematika diketahui dan apa yang dengan empat tahapan.
matematika, khususnya menurut Rontohaku dan ditanyakan (understand), Tahapan tersebut adalah
soal cerita, siswa harus Selpius Kadou menuliskan langkah memahami masalah,
menguasai cara (2014:1992), merupakan pemecahan atau rumus menyusun rencana
mengaplikasikan konsep- serangkaian operasi (plan), melakukan penyelesaian,
konsep dan menggunakan mental yang dilakukan hitungan penyelesaian melaksanakan rencana
keterampilan menghitung seseorang untuk mencapai (do) dan menuliskan penyelesaian dan
mengecek kembali rencana penyelesaian Menurut Van de Walle, rangkaian instruksi pada
penyelesaian yang masalah yang telah dibuat dkk (2010:42) ketika kita pada metode umum dalam
dilakukan. harus dilaksanakan dengan mengajarkan kemampuan strategi Polya muncul
Memahami masalah teliti. Penekanan menyelesaikan masalah untuk meningkatkan
dapat dikatakan sebagai pelaksanaan rencana menggunakan empat keberhasilan siswa,
langkah mengidentifikasi penyelesaian masalah langkah strategi Polya khususnya pada siswa
fakta dan kondisi masalah, menurut Susanto sebagai penuntun, maka sekolah dasar kelas lanjut.
mengidentifikasi apa yang (2013:202) meliputi hal- tujuan pembelajaran siswa Hal ini mengacu pada
akan dicari dan hal berikut: a) memeriksa akan tercapai dengan tahapan perkembangan
mentransfer situasi setiap langkah apakah sukses. Langkah-langkah kognitif Piaget yaitu tahap
masalah menjadi situasi sudah benar atau belum dari strategi Polya akan operasional konkret,
matematis (Runtukahu dan benar; b) bagaimana menuntun siswa dalam dimana siswa sekolah
Selpius Kandou, membuktikan bahwa menemukan penyelesaian dasar kelas lanjut berada
2014:195). Beberapa langkah yang dipilih sudah dari masalah yang pada tahap perkembangan
pertanyaan yang dapat benar; dan c) diberikan. ini. Menurut Nursalim
digunakan untuk melaksanakan perhitungan Lebih lanjut dijelaskan (2007:31), pada tahap ini
memahami masalah antara sesuai dengan yang telah bahwa, ketika kita anak mulai menunjukkan
lain: a) apa yang dibuat. mengajar penyelesaian kemampuan baru dalam
ditanyakan; b) dapatkah Langkah keempat masalah dengan Strategi memberi alasan untuk
masalah dinyatakan adalah mengecek kembali Polya, maka siswa akan memperhitungkan apa
kembali; c) dapatkah rencana yang telah terbantu dan berhasil. yang akan dilakukan.
masalah dapat dilaksanakan. Menurut Langkah pertama dari Dengan dasar ini siswa
disederhanakan, namun Van de Walle, dkk. strategi Polya kan kelas lanjut diasumsikan
tetap dengan tujuan yang (2010:42) langkah ini membantu memastikan telah dapat melakukan
sama. dapat digunakan untuk pemahaman siswa langkah strategi Polya
Langkah kedua adalah mengukur kebenaran terhadap masalah yang khususnya merencanakan
merumuskan rencana jawaban pada langkah diberikan. Guru dapat rencana penyelesaian.
penyelesaian masalah. ketiga dimana benar-benar bertanya pada siswa Strategi Polya
Menurut Van de Walle, menjawab pemahaman mengenai ide-ide apa yang memiliki kekurangan
dkk. (2010:43) langkah ini masalah yang diketahui dapat digunakan dalam karena dalam kenyataan
siswa diarahkan untuk pada langkah pertama. penyelesaian masalah. Hal jarang sekali langkah-
berpikir tentang Kelebihan dari strategi itu tentu dapat membantu langkahnya diikuti secara
bagaimana ini adalah dapat membantu perkembangan berurutan. Urutan langkah
menyelesaiakan masalah. siswa dalam keterampilan beripikir dari strategi ini terkesan
Pertanyaan-pertanyaan menyelesaikan masalah siswa. membingungkan (Reys
yang dapat digunakan matematika. Smith Dikatakan pula bahwa dkk. dalam Runtukahu dan
untuk melaksanakan (2009:157) kelebihan dari Strategi Selpius Kandou,
langkah ini adalah: a) mengungkapkan bahwa Polya ialah terlatak pada 2014:196). Lebih lanjut
perlukah masalah tersebut berdasarkan penelitian keumumannya. Strategi ini djelaskan beberapa
diubah menjadi sebuah Cognitivelly Guided dapat diterapkan pada kondisi yang sering
persamaan; dan b) Instruction (CGI), siswa banyak tipe masalah yang dilakukan oleh siswa
perlukah sebuah dapat menyelesaikan berbeda. Mulai dari antara lain sebagai berikut.
manipulasi terhadap keseluruhan soal cerita latihan perhitungan a. Langkah pertama dan
penyelesaian model. menggunakan empat sederhana sampai kedua sekaligus
Pada langkah ketiga langkah strategi. Empat permasalahan kompleks dijalankan, yaitu
ini, siswa menerapkan langkah strategi tersebut yang lebih sulit (Van de sementara siswa
rencana penyelesaian atau kemudian dijelaskan Walle, 2010:42). mencoba mengerti
cara penyelesaian yang sebagai empat langkah Strategi ini sesuai permasalahan, tanpa
mereka pilih sampai umum penyelesaian untuk siswa sekolah dasar disadari mereka telah
masalah dapat masalah yang dikenal kelas lanjut. Sebagaimana merencanakan
terselesaikan. Dalam sebagai penyelesaian pendapat Hembre (1992) penyelesaian.
menemukan penyelesaian masalah Polya. dalam Smith (2009:158) b. Setelah mengerti
masalah yang tepat, yang mengatakan bahwa permasalahan, siswa
langsung penelitian ini dipilihKelas B (KK) = Populasi dalam
menyelesaiakan karena data yang Kelompok Kontrol (tanpa penelitian ini adalah
masalah tanpa digunakan dalam perlakuan) seluruh siswa Kelas V
merencanakan penelitian adalah data Desain Kelompok SDN Lidah Kulon IV
penyelesaiannya. hasil belajar yang berupa Kontrol Prates-Pascates Surabaya. Jumlah populasi
c. Langkah-langkah yang angka-angka. Dalam Berpasangan memiliki sebanyak 60 siswa yang
disarankan tidak selalu penelitian ini, peneliti kelompok kontrol yang terdiri dari 30 siswa kelas
menyediakan ingin mencari pengaruh tidak diberi perlakuan VA dan 30 siswa kelas
penyelesaian masalah, strategi Polya terhadap khusus. Sedangkan untuk VB.
karena banyak siswa hasil belajar siswa, kelompok eksperimen Sampel dalam
terbentur pada proses dibutuhkan data-data diberikan perlakuan penelitian ini adalah 30
membaca soal, numerik mengenai hasil khusus berupa siswa kelas V/A dan 30
berpikir, berulang- belajar siswa, kemudian penggunaan strategi Polya. siswa kelas V/B, SDN
ulang membaca, dan dianalisis dengan statistik, Desain penelitian ini Lidah Kulon IV Surabaya.
akhirnya siswa oleh karena itu penelitian menempuh tiga langkah Sampel diperoleh dengan
menyerah tanpa dapat ini termasuk dalam jenis yaitu teknik sampling jenuh
menyelesaiakan soal. penelitian kuantitatif. Hal memberikan test awal dimana semua anggota
Menurut Hamalik ini sesuai dengan pendapat untuk mengukur populasi digunakan
(2004:31) hasil belajar Sugiyono (2013: 13) yang kemampuan awal sebagai sampel (Sugiyono,
adalah pola-pola menyatakan bahwa siswa kelas eksperimen 2013:172). Hal ini
perbuatan, nilai-nilai, penelitian kuantitatifdan kelas kontrol. dilakukan dengan tujuan
pengertian-pengertian, menggunakan data angka- Selanjutnya dilakukan agar generalisasi yang
sikap-sikap, apresiasi, angka dan analisisnya perlakuan berupa dibuat memiliki tingkat
abilitas, dan keterampilan. menggunakan statistik. pembelajaran dengan kesalahan yang sangat
Susanto (2013:5) Penelitian menggunakan strategi kecil.
menmbahkan bahwa hasil dilaksanakan dengan Polya untuk kelas Teknik pengumpulan
belajar secara sederhana metode Eksperimen Kuasi eksperimen, sedangkan data yang digunakan
merupakan kemampuan dengan model Desain untuk kelas kontrol adalah teknik tes dan
yang diperoleh siswa, baik Kelompok Kontrol Prates- diberikan pembelajaran teknik dokumentasi.
pengetahuan, sikap Pascates Berpasangan tanpa menggunakan Teknik tes digunakan
maupun keterampilan, (Matching Pretest-Posttest strategi Polya. Kegiatan untuk memperoleh data
yang diperoleh setelah Control Group Design). ketiga adalah pemberian hasil belajar siswa,
melalui kegiatan belajar. Bagan desain kelompok posttest yang dilakukan sedangkan dokumentasi
Hasil belajar pada kontrol pretest-posttest setelah pembelajaran pada digunakan untuk
hakikatnya tersirat dalam berpasangan menurut masing-masing kelas mengetahui data usia
tujuan pembelajaran Sukmadinata (2010:207) dilakukan. siswa.
(Sudjana, 2013:40). adalah sebagai berikut. Penelitian dilakukan di Teknik dokumentasi
Dengan demikian, hasil SDN Lidah Kulon IV dilakukan dengan
Kelompok Pretest Perlakuan Posttest
belajar siswa dapat Surabaya, Kecamatan instrumen yang berupa
diketahui dengan melihat Pasangan A (KE) 0 X
Lakarsantri, 0
Surabaya. tabel data diri siswa.
ketercapaian indikator Pasangan B (KK) 0 Kelas yang digunakan 0 Identitas diri siswa yang
pembelajaran. Hasil dalam pelaksanaan ingin diketahui adalah
belajar yang maksimal Bagan 1: Desain penelitian adalah kelas V. nama, jenis kelamin, dan
akan ditunjukkan dengan kelompok Lokasi penelitian ini tempat tanggal lahir.
tercapainya semua kontrol dipilih berdasarkan Lembar observasi ini
indikator pembelajaran, pretest- pertimbangan tempat yang diperlukan untuk
dan sebaliknya. posttest dekat dengan tempat mendapatkan data usia
berpasangan tinggal peneliti di siswa yang nantinya
METODE Keterangan: Surabaya. Selain itu, digunakan sebagai acuan
Jenis penelitian yang Kelas A (KE) = Kelompok dalam lokasi penelitian asumsi terhadap
digunakan dalam Ekperimen (perlakuan) tersedia fasilitas yang homogenitas sampel.
penelitian ini merupakan dapat mendukung Tes yang digunakan
penelitian kuantitatif. Jenis pelaksanaan penelitian. dalam penelitian ini terdiri
atas pre-tes dan pascates. yang dikenal sebagai rhitung < rtabel maka Kaidah penentuan nilai
Pre-tes merupakan tes korelasi product moment tidak reliabel chi kuadrat menurut
awal yang diberikan pada sebagai berikut. Interpretasi derajat Arikunto (2010:362)
masing-masing kelas, baik reliabilitas suatu tes adalah jika nilai chi
kelas eksperimen maupun menurut Arikunto kuadrat yang diperoleh
kelas kontrol. Tes ini Dengan: (2010:319) adalah sebagai lebih besar dari nilai chi
bertujuan untuk rxy : koefisien korelasi berikut. kuadrat kritik yang ada
mengetahui keadaan atau antara variabel X dan Tabel 2: Klasifikasi pada tabel, maka data
kemampuan awal siswa variabel Y Koefisien Reabilitas yang diperoleh tidak
sebelum dilakukan X : skor tiap butir soal Reabilitas beretribusi normal. Dan
perlakuan. Pasca tes Y : skor soal 0,80 < r11< 1,00 sebaliknya, jika nilai chi
diberikan pada kelas 0,60 < r11< 0,80 kuadrat lebih kecil dari
n : banyaknya siswa
kontrol dan kelas 0,40 < r11< 0,60 nilai chi kuadrat dalam
Kaidah keputusan : jika 0,20 < r11< 0,40
eksperimen setelah tempirik > tteoritik berarti valid tabel, data yang kita
-1 < r11< 0,20
mendapatkan perlakuan dan sebaiknya Tempirik < peroleh tersebar dalam
tertentu. Untuk kelas tteoritik berarti tidak valid distribusi normal.
Setelah instrumen
kontrol diberikan di akhir Interpretasi untuk Menurut Arikunto
diketahui valid dan
pembelajaran tanpa besarnya koefisien (2010:364) dalam menguji
reliabel, maka kegiatan
menggunakan strategi korelasi homogenitas sampel,
selanjutnya adalah
Polya, sedangkan pascates adalah sebagai berikut. pengetesan didasarkan
memilih butir soal yang
kelas ekserimen diberikan Tabel 1: Klasifikasi atas asumsi bahwa apabila
valid untuk digunakan
pada kelas eksperimen koefisien korelasi varians yang dimiliki oleh
dalam soal tes awal dan
setelah mendapatkan Validitas sampel-sampel yang
tes akhir. Data tes awal
pembelajaran dengan 0,800 – 1,00 bersangkutan tidak jauh
dan tes akhir pada kedua
menggunakan strategi 0,600 – 0,800 berbeda, maka sampel-
kelompok kemudian diuji
Polya. 0,400 – 0,600 sampel tersebut cukup
normalitas dan
Sebelum digunakan, 0,200 – 0,400 homogen. Uji
homogenitas.
instrumen divalidasikan 0,00 – 0,200 homogenitas dalam
Karena tes yang Uji normalitas data
kepada ahli, setelah itu penelitian ini berdasarkan
digunakan dalam dalam penelitian ini
instrumen diujicobakan di pada asumsi bahwa pada
penelitian ini adalah tes menggunakan rumus Chi-
SDN Dukuh Pakis I usia siswa kelas V sekolah
uraian, maka untuk Kuadrat. Hal ini
Surabaya. Uji coba ini dasar (11 sampai 12
mengetahui reliabilitas berdasarkan pada
dilakukan untuk mengukur tahun), menurut teori
soal digunakan rumus pendapat Arikunto
validitas dan reliabilitas kognitif Piaget termasuk
Alpha dalam Arikunto (2010:357) yang
instrumen. pada tahap operasional
(2012:123) sebagai menyatakan bahwa dalam
Validitas butir soal konkret. Usia siswa pada
berikut. menentukan normalitas
penguasaan konsep keseluruhan sampel
dapat digunakan dua cara,
digunakan untuk hampir sama yaitu 11
salah satunya adalah
mengetahui dukungan tahun, sehingga varians
Dengan: dengan rumus Chi-
suatu soal terhadap skor yang dimiliki sampel tidak
r11 = Kuadrat. Rumus untuk
total. Untuk menguji jauh berbeda. Oleh karena
reliabilitas yang dicari mencari nilai chi-kuadrat
validitas setiap butir soal itu sampel dalam
= sebagai alat estimasi
yang dimaksud penelitian ini cukup
skor tiap-tiap item adalah sebagai berikut.
dikorelasikan dengan skor homogen.
total. Soal akan memiliki = Menurut Piaget (dalam
validitas yang tinggi jika varians total Nursalim, 2007:26)
n = Dimana:
nilai soal tersebut menyatakan bahwa karena
jumlah item soal = nilai chi-
memiliki dukungan yang manusia secara genetis
kaidah keputusan = kuadrat
besar terhadap skor total. sama dan mempunyai
jika rhitung > rtabel maka fo = frekuensi yang
Arikunto (2010:213) pengalaman yang hampir
reliabel diperoleh
menjelaskan bahwa untuk serupa, kita dapat
fe = frekuensi yang
menguji validitas ini dapat mengasumsikan bahwa
diharapkan
digunakan rumus Pearson manusia dalam
perkembangannya akan masalah pada korelasi product moment instrumen tersebut
memperlihatkan siswa kelas V dengan angka kasar. Jika disajikan.
keseragaman. SDN Lidah kulon harga rxy lebih besar dari Untuk mengetahui
Jika sampel homogen IV Surabaya. pada nilai rtabel, maka soal reliabilitas instrumen tes,
dan data yang diperoleh Dengan µ1 adalah rata- dikatakan valid dengan peneliti menggunakan data
berdistribusi normal, maka rata nilai kelas kontrol dan taraf signifikansi 5% dan n tes yang dihitung dengan
uji hipotesis dapat µ2 adalah rata-rata nilai = 23. rumus Alpha. Hasil r11
dilakukan. Untuk melihat kelas eksperimen. Hasil analisis yang diperoleh dari
pengaruh Strategi Polya Kemudian dihitung perhitungan validitas perhitungan dibandingkan
terhadap hasil belajar menggunakan rumus t-tes menunjukkan bahwa dengan harga rtabel product
pemecahan masalah berdasarkan adaptasi dari instrumen tes yang terdiri moment. Nilai rtabel
matematika siswa Arikunto (2010:354) dari sembilan butir soal diperoleh dengan taraf
digunakan teknik analisis sebagai berikut. ada dua soal yang signifikansi 5%. Jika nilai
uji beda atau t-Test. memiliki interpretasi r11 lebih besar dari rtabel,
Untuk menjawab validitas cukup tinggi. Hal maka dapat dikatakan
hipotesis yang diajukan, tersebut menjadi butir soal tersebut reliabel.
maka uji analisis yang pertimbangan, sehingga Menurut Arikunto
dipergunakan dalam butir soal dengan (2012:100) suatu tes
penelitian ini adalah uji Dengan: interpretasi cukup tinggi memiliki reliabilitas yang
beda rata-rata dengan dan tidak digunakan sebagai tinggi jika tes tersebut
menggunakan uji t-tes, instrumen penelitian. dapat memberikan hasil
yakni dengan penyajian Dimana Instrumen yang yang tetap. Jika hasil rhitung
hitungan sebagai berikut.: MX = rata-rata digunakan oleh peneliti lebih besar dari rtabel maka
1) Hipotesis statistik perbedaan nilai kelas adalah butir soal dengan instrumen dinyatakan
adalah sebagai berikut. kontrol interpretasi validitas tinggi reliabel. Data hasil uji
- Ho: µ1 = µ2 berarti MY = rata-rata sampai sangat tinggi. reliabilitas instrumen tes
tidak terdapat perbedaan nilai kelas Instrumen tersebut diperoleh harga r11 =
perbedaan eksperimen berjumlah 7 soal, antara 0,973. Nilai rhitung tersebut
signifikan antara N = banyaknya lain soal nomor: 1, 4, 5, 6, lebih besar dari rtabel yaitu
hasil belajar siswa subjek 7, 8, dan 9. Nilai rhitung soal 0,666, sehingga instrumen
kelas eksperimen x = deviasi setiap nomor 1 adalah 0,635; tes dinyatakan reliabel
dan kelas kontrol nilai x1 dan x2 rhitung soal nomor 4 adalah atau dapat dipercaya. Oleh
atau strategi polya y = deviasi deviasi 0,704; rhitung soal nomor 5 karena itu, instrumen tes
tidak berpengaruh setiap nilai y1 dan y2 adalah 0,778; rhitung soal tersebut dapat digunakan
terhadap hasil Setelah diketahui nilai nomor 6 adalah 0,781 rhitung dalam penelitian.
belajar thitung, maka langkah soal nomor 7 adalah Data rata-rata hasil
penyelesaian selanjutnya adalah 0,853; rhitung soal nomor 8 pretest kelas eksperimen
masalah pada mengonsultasikan nilai adalah 0,855; dan rhitung adalah sebesar 53,7
siswa kelas V thitung dengan ttabel dengan soal nomor 9 adalah sedangkan rata-rata hasil
SDN Lidah kulon taraf signifikansi 5%. H0 0,890. Nilai rhitung soal-soal pretest kelas kontrol
IV Surabaya. diterima jika thitung < ttabel tersebut lebih besar dari adalah sebesar 60,8.
- Ha : µ1 ≠ µ2 berarti dan H1 diterima jika thitung > pada rtabel sebesar 0,413 Berdasarkan nilai rata-rata
terdapat ttabel. dengan taraf signifikansi pretest tersebut dapat
perbedaan 5% dan n = 23. diketahui bahwa
signifikan antara HASIL DAN Soal-soal yang valid kemampuan awal kelas
hasil belajar siswa PEMBAHASAN kemudian dihitung ekperimen dan kelas
kelas eksperimen Untuk mengetahui reliabilitasnya. Uji kontrol tidak terpaut
dan kelas kontrol validitas atau kesahihan reliabilitas digunakan terlalu jauh.
atau strategi polya instrumen tes yang untuk mengetahui tingkat Setelah data nilai hasil
tidak berpengaruh digunakan, peneliti konsistensi jawaban tetap pretest kelas eksperimen
terhadap hasil menggunakan data hasil atau konsistensi untuk dan kelas kontrol
belajar tes yang dihitung diujikan kapan saja diperoleh, maka peneliti
penyelesaian menggunakan rumus melakukan uji normalitas
dengan menggunakan kuadrattabel sebesar 16,9. memiliki kemampuan ditampilkan diagram rata-
rumus chi kuadrat. Dengan demikian, dapat yang sama, dan data yang rata hasil belajar pretest
Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa chi- diperoleh adalah dan posttest kelas
perhitungan normalitas kuadrathitung < chi- homogen. eksperimen dan kelas
hasil pretest kelas kuadrattabel, jadi data hasil Penerapan strategi kontrol sebagai berikut.
eksperimen diperoleh chi- belajar pretest kelas Polya pada siswa dengan
kuadrathitung sebesar 9,35 kontrol berdistribusi usia rata-rata 11 tahun
dan chi kuadrattabel sebesar normal. Perhitungan (usia siswa SD kelas
14,1. Dengan demikian, normalitas kelas lanjut) juga didukung oleh
dapat disimpulkan bahwa eksperimen diperoleh chi- pendapat Hembre (1992)
chi kuadrathitung < chi kuadrathitung sebesar 6,47 dalam Smith (2009:158)
kuadrat tabel, jadi data hasil dan chi-kuadrattabel sebesar mengatakan bahwa
belajar pretest kelas 9,49. Dengan demikian, rangkaian instruksi pada
eksperimen berdistribusi dapat disimpulkan bahwa pada metode umum dalam
normal. Perhitungan chi-kuadrathitung < chi- strategi Polya muncul
normalitas kelas kontrol kuadrattabel, jadi data hasil untuk meningkatkan
diperoleh chi-kuadrathitung belajar pretest kelas keberhasilan siswa,
sebesar 9,54 dan chi- eksperimen berdistribusi khususnya pada siswa
kuadrattabel sebesar 15,50. normal. sekolah dasar kelas lanjut.
Dengan demikian, dapat Setelah diketahui data Hal ini mengacu pada
disimpulkan bahwa chi- pretest dan postest pada tahapan perkembangan
kuadrathitung < chi- kelas kontrol dan kelas kognitif Piaget yaitu tahap
kuadrattabel, jadi data hasil eksperimen berdistribusi operasional Diagram konkret,
1: Rata-rata hasil belajar pretest dan posttest
belajar pretest kelas normal, kegiatan dimana siswa sekolahkelas eksperimen dan kelas kontrol.
eksperimen berdistribusi selanjtunya adalah dasar kelas lanjut berada
normal. melaksanakan uji pada tahap perkembangan Hasil belajar siswa
Uji postest dilakukan homogenitas. Uji ini. Menurut Nursalim mengalami peningkatan
setelah pemberian homogenitas dalam (2007:31), pada tahap ini secara signifikan pada
perlakuan. Menurut penelitian ini dilakukan anak mulai menunjukkan kelas eksperimen,
Sudjana (2013:117) berdasarkan asumsi. kemampuan baru dalam sedangkan pada kelas
posttest merupakan tes Tabel 3: Tabel yang memberi alasan untuk eksperimen juga
yang diberikan setelah berisi usia rata-rata siswa memperhitungkan apa mengalami sedikit
pembelajaran berakhir. Uji kelas eksperimen dan yang akan dilakukan. peningkatan. Peningkatan
tes akhir ini dilaksanakan kelas kontrol. Dengan dasar ini siswa nilai rata-rata pretest dan
di akhir pembelajaran Usia Rata- kelas lanjut diasumsikan posttest pada kelas
Kelas
setelah perlakuan Rata telah dapat melakukan eksperimen adalah sebesar
diberikan. Untuk kelas Eksperimen 11,43 langkah strategi Polya 18 poin. Jumlah tersebut
kontrol, uji posttes khususnya merencanakan lebih besar bila
Kontrol 11,41
diberikan di akhir Usia rata-rata siswa rencana penyelesaian. dibandingkan dengan
pembelajaran tanpa pada kelas kontrol adalah Berdasarkan peningkatan nilai rata-rata
adanya perlakuan. Tes 11,43 tahun, sedangkan perhitungan uji normalitas pretest dan posttest pada
akhir ini dilakukan untuk usia rata-rata siswa pada dan uji homogenitas, telah kelas eksperimen yaitu
mengetahui hasil belajar kelas eksperimen sebesar diketahui data yang hanya sebesar 7 poin.
penyelesaian masalah 11,41 tahun. Jika diperoleh beretribusi Dengan demikian,
matematika. Dari kegiatan dibulatkan satu angka normal dan homogen. diketahui bahwa hasil
ini, peneliti memperoleh dibelakang koma, usia Setelah data sudah dalam belajar siswa mengalami
data hasil belajar setelah rata-rata siswa pada kedua retribusi normal dan peningkatan secara
perlakuan. kelas adalah sama yaitu homogen, maka uji signifikan pada kelas
Berdasarkan hasil 11,4 tahun. Dengan hipotesis dapat dilakukan. eksperimen, sedangkan
perhitungan normalitas demikian, berdasarkan Pengujian hipotesis pada kelas eksperimen
hasil postest kelas kontrol asumsi dari teori Piaget, menggunakan teknik t-tes. juga mengalami sedikit
diperoleh chi-kuadrathitung maka kedua kelas Sebelum dilakukan uji peningkatan. Peningkatan
sebesar 12,95 dan chi- hipotesis berikut nilai rata-rata pretest dan
posttest pada kelas dapat diterapkan pada memahami soal. Pada masalah. Siswa hanya
eksperimen adalah sebesar banyak tipe masalah yang gambar tersebut, diketahui diminta untuk membaca
18 poin. Jumlah tersebut berbeda. Mulai dari latihan bahwa sebelum soal dan kemudian
lebih besar bila perhitungan sederhana mendapatkan perlakuan, mencari solusi yang
dibandingkan dengan sampai permasalahan siswa melakukan diminta. Dalam kegiatan
peningkatan nilai rata-rata kompleks yang lebih sulit kesalahan dalam ini, kebanyakan siswa
pretest dan posttest pada (Van de Walle, 2010:42). menuliskan waktu tempuh, merasa bingung dengan
kelas eksperimen yaitu Hal ini juga diperkuat sedangkan setelah soal yang agak kompleks.
hanya sebesar 7 poin. dengan pendapat Smith perlakuan waktu tempuh Misalnya jika siswa
Peningkatan secara (2009:157) yang sudah dapat dituliskan diminta untuk mencari
signifikan terjadi pada mengungkapkan bahwa dengan benar. waktu sampai. Siswa
kelas eksperimen, yaitu berdasarkan penelitian Berdasarkan hal hanya tau bagaimana
meningkat sebesar 18 Cognitivelly Guided tersebut, diketahui bahwa mencari waktu tempuh,
poin. Peningkatan ini Instruction (CGI), siswa pemahaman terhadap soal sehingga mereka
sesuai dengan pendapat dapat menyelesaikan adalah faktor yang penting cenderung lupa untuk
Van de Walle, dkk keseluruhan soal cerita untuk memperoleh menambahkan waktu
(2010:42) ketika kita menggunakan empat penyelesaian yang tepat. berangkat dengan waktu
mengajarkan kemampuan langkah strategi. Empat Hal ini juga diperkuat tempuh untuk mencari
menyelesaikan masalah langkah strategi tersebut dengan pendapat waktu sampai.
menggunakan empat kemudian dijelaskan Kemmendikbud (Tanpa Selain itu, peningkatan
langkah strategi Polya sebagai penyelesaian Tahun:23) yang signifikan juga dapat
sebagai penuntun, maka masalah Polya. menyatakan bahwa “ terjadi karena dalam
tujuan pembelajaran siswa Peningkatan yang langkah memahami penerapan strategi Polya
akan tercapai dengan signifikan pada hasil masalah sangat pada pembelajaran
sukses. belajar kelas eksperimen menentukan kesuksesan penyelesaian masalah,
Kesuksesan tujuan disebabkan oleh untuk menemukan solusi siswa dapat melakukan
pembelajaran ini dapat pemahaman siswa penyelesaian masalah”. pemeriksaan kembali
terlihat dari rata-rata post- terhadap soal mengalami Jika masalah dipahami terhadap hasil
test yang meningkat dari peningkatan. Siswa kelas dengan baik, maka penyelesaian yang
60,8 menjadi 77,2. Lebih eksperimen diajarkan penyelesaian yang diperoleh. Dengan
lanjut dijelaskan bahwa untuk memahami soal diperoleh akan cenderung memeriksa kembali hasil
langkah-langkah dari secara menyeluruh benar. Jika penyelesaian yang diperoleh, maka
strategi Polya akan sebelum mereka benar, maka hasil belajar kemungkinan terjadinya
menuntun siswa dalam menyelesaikan soal, akan meningkat. kesalahan dalam
menemukan penyelesaian sedangkan siswa kelas Kegiatan pemahaman perhitungan dapat
dari masalah yang kontrol langsung diajarkan soal sebenarnya juga diperkecil. Jika
diberikan. Hal ini dapat cara penyelesaian soal dilakukan oleh kelas kemungkinan terjadinya
dibuktikan dengan tanpa cara pemahaman eksperimen maupun kelas kesalahan diperkecil maka
kesanggupan sebagian masalah. Ketika siswa kontrol. Perbedaannya nilai hasil belajar siswa
besar siswa untuk telah memahami soal adalah pada kelas dapat meningkat.
menjawab dan dengan baik, maka eksperimen diajarkan Peningkatan nilai hasil
memecahkan masalah penyelesaian yang mereka bagaimana cara belajar mencerminkan
yang diberikan dengan peroleh akan sesuai memahami soal dengan peningkatan pencapaian
benar. dengan masalah. Dengan baik, beserta hal apakah tujuan. Hal ini didukung
Kesanggupan siswa demikian, kesalahan yang perlu dicari dengan pendapat Sudjana
dalam menyelesaikan dalam penafsiran soal penyelesaiannya, (2013:40), yang
sebagian besar masalah akan dapat dihindari dan sedangkan di kelas mengatakan bahwa hasil
yang diberikan diperkuat hasil belajar pun akan eksperimen tidak belajar yang maksimal
oleh pendapat Van de meningkat. diajarkan. akan ditunjukkan dengan
Walle. Dikatakan bahwa Sebelum siswa Pada kelas tercapainya semua
kelebihan dari Strategi diajarkan cara memahami eksperimen, siswa indikator pembelajaran,
Polya ialah terlatak pada soal, siswa cenderung langsung diajak untuk dan sebaliknya.
keumumannya. Strategi ini kurang teliti dalam mencari penyelesaian
Peningkatan hasil hasil belajar dengan Teknik yang dapat Polya) ditolak. Ha yang
belajar ini juga disebabkan menggunakan tes, karena digunakan untuk menyatakan bahwa
oleh bertambahnya kompetensi dasar yang mengetahui ada atau terdapat perbedaan
kemampuan atau digunakan termasuk dalam tidaknya perbedaan adalah signifikan antara hasil
kesanggupan siswa untuk apsek kompetensi inti uji t. belajar siswa kelas
menyelesaikan soal yang pengetahuan. Untuk Berdasarkan data hasil eksperimen (menggunakan
diberikan. Ketika pretest, proses belajar (LKS) dan belajar pretest dan strategi Polya) dengan
banyak siswa yang afektif belum diteliti posttest, kemudian dicari kelas kontrol (tanpa
bertanya bagaimana cara secara khusus. selisih dari nilai tes awal strategi Polya) diterima,
menyelesaikan soal yang Peningkatan hasil dan tes akhir pada masing- sehingga dapat
diberikan, namun ketika belajar siswa sesuai masing kelas eksperimen disimpulkan bahwa
posttest hampir tidak ada dengan hipotesis kerja (Y) dan kelas kontrol (X). terdapat perbedaan yang
pertanyaan yang yang diajukan, yaitu Ha Nilai thitung diperoleh signifikan antara hasil
menanyakan bagaimana yang menyatakan bahwa dengan mencari ada belajar kelas eksperimen
cara untuk menyelesaikan ada perbedaan rata-rata tidaknya perbedaan selisih yang menggunakan
soal yang diberikan. hasil belajar siswa kelas hasil belajar pretes dan strategi Polya dengan hasil
Kesanggupan siswa eksperimen dan kelas posttest antara kelas belajar kelas kontrol yang
untuk menjawab soal kontrol. Untuk menguji eksperimen dan kelas tidak menggunakan
didukung oleh langkah hipotesis kerja (Ha) yang kontrol. strategi Polya.
pertama dalam strategi menyatakan bahwa, maka Pengaruh signifikan Berdasarkan
Polya. Langkah pertama dilakukan uji hipotesis strategi Polya terhadap kesimpulan yang
adalah memahami dengan menggunakan hasil belajar siswa menyatakan adanya
masalah. Ketika teknik analisis uji beda ditunjukkan dengan perbedaan yang signifikan
penelitian, dijumpai atau teknik t-Tes. perhitungan menggunakan antara hasil belajar kelas
beberapa siswa cenderung Menurut Winarsunu t-test yang menunjukkan eksperimen yang
menganggap jenis soal (2010: 81) t-test adalah bahwa thitung = 3,492. Nilai menggunakan strategi
yang belum pernah teknik statistik yang t tersebut selanjutnya Polya dengan hasil belajar
dijumpai adalah soal yang dipergunakan untuk dibandingkan dengan ttabel kelas kontrol yang tidak
sulit, sehingga mereka menguji signifikansi dengan dk = n1+ n2 = menggunakan strategi
tidak mengerjakannya. perbedaan dua buah mean (30+30) – 2 = 58. Dengan Polya, dapat diketahui
Dengan adanya langkah yang berasal dari dua buah db = 58, dan taraf bahwa Strategi Polya
pertama dari strategi distribusi. Perhitungan t- signifikansi 5%, maka ttabel berpengaruh signifikan
Polya, maka siswa mulai tes dalam penelitian ini = 2,0017. terhadap hasil belajar
dilatih untuk memahami dilakukan dengan mencari Diketahui bahwa thitung siswa kelas V SDN Lidah
soal yang diberikan. hubungan perbedaan lebih besar dari ttabel yaitu Kulon IV/467 Surabaya.
Dengan demikian, antara rata-rata hasil 3,492 lebih besar dari Hal ini dapat dibuktikan
anggapan siswa yang pretest dan posttest kelas 2,0017; sehingga Ha yang dengan besar peningkatan
mengatakan soal yang eksperimen dan kelas menyatakan bahwa nilai rata-rata pretest dan
diberikan sulit, dapat kontrol. terdapat perbedaan posttest pada kelas
dikurangi. Untuk mengetahui signifikan antara hasil eksperimen lebih besar
Penelitian ini hanya pengaruh Strategi Polya belajar siswa kelas dari pada nilai rata-rata
bertujuan untuk terhadap hasil belajar eksperimen (menggunakan pretest dan posttest pada
mengetahui pengaruh siswa kelas V SDN Lidah strategi Polya) dengan kelas kontrol. Bukti lain
strategi Polya terhadap Kulon IV/467 Surabaya, kelas kontrol (tanpa adalah berdasarkan pada
hasil belajar tanpa akan dilakukan uji strategi Polya) diterima; hasil pengujian hipotesis
menyelidiki faktor hipotesis. Ada atau dan Ho yang menyatakan diperoleh nilai thitung =
penyebab berpengaruhnya tidaknya pengaruh suatu bahwa tidak terdapat 3,492 > ttabel = 2,0017;
strategi Polya terhadap variabel dapat diketahui perbedaan signifikan sehingga Ho yang
hasil belajar siswa. Selain dengan ada atau tidaknya antara hasil belajar siswa menyatakan tidak ada
itu, teknik pengumpulan perbedaan antara sampel kelas eksperimen perbedaan signifikan
data dalam penelitian ini yang diberikan perlakuan (menggunakan strategi antara hasil belajar siswa
hanya mencakup dimensi dengan sampel yang tidak Polya) dengan kelas dengan diterapkannya
pengetahuan yaitu berupa diberikan perlakuan. kontrol (tanpa strategi Strategi Polya ditolak; dan
Ha yang menyatakan kelas eksperimen adalah mengerjakan pengaruh tanpa
adanya perbedaan 77,2. Berdasarkan hasil seluruh soal. Hal menyelidiki faktor
signifikan antara hasil analisis data tes diketahui ini sebaiknya penyebab
belajar siswa dengan harga thitung = 3,492, dengan dilakukan karena berpengaruhnya
diterapkannya Strategi taraf signifikansi 5% dan langkah mengecek strategi Polya
Polya diterima. db = 60-2 = 58 diperoleh kembali akan terhadap hasil
Penelitian ini hanya harga ttabel = 2,000. Hal ini membutuhkan belajar siswa.
bertujuan untuk menunjukkan bahwa thitung waktu lebih lama. Peneliti lain dapat
mengetahui pengaruh lebih besar dari pada ttabel 2. Bagi sekolah meneliti faktor
strategi Polya terhadap yaitu 3,492 > 2,000. a. Hendaknya sekolah yang
hasil belajar tanpa Berdasarkan hal tersebut mendukung dan mempengaruhi
menyelidiki faktor dapat disimpulkan bahwa menjamin berpengaruhnya
penyebab berpengaruhnya strategi Polya berpengaruh penerapan Strategi Strategi Polya
strategi Polya terhadap signifikan terhadap hasil Polya sehingga terhadap hasil
hasil belajar siswa. Selain belajar siswa kelas V SDN hasil belajar dan belajar siswa.
itu, teknik pengumpulan Lidah Kuoln IV/467 kemampuan
data dalam penelitian ini Surabaya. penyelesaian DAFTAR PUSTAKA
hanya mencakup dimensi masalah siswa
pengetahuan (kognitif) Saran secara umum dapat Abdurrahman, Mulyono.
yaitu berupa hasil belajar Berdasarkan penelitian lebih ditingkatkan. 2003. Pendidikan bagi
Anak Berkesulitan
dengan menggunakan tes. yang telah dilaksanakan, b. Sekolah sebaiknya Belajar. Jakarta:
Untuk proses belajar maka peneliti memberikan memberikan Rineka Cipta.
(LKS) dan afektif belum saran sebagai berikut. dukungan berupa
Arikunto, Suharsimi.
diteliti secara khusus. 1. Bagi guru penyediaan bentuk
2010. Prosedur
a. Sebaiknya guru soal yang Penelitian: Suatu
PENUTUP menerapkan mendukung Pendekatan Praktik.
Simpulan strategi Polya pada pengembangan Jakarta: Rineka Cipta.
Berdasarkan hasil pembelajaran kemampuan Hamalik, Oemar. 2004.
penelitian dan penyelesaian penyelesaian Proses Belajar
pembahasan dapat masalah, terutama masalah siswa. Mengajar. Jakarta:
disimpulkan bahwa dalam 3. Bagi peneliti lain Bumi Aksara.
strategi Polya berpengaruh pembelajaran a. Penelitian ini Hudoyo, Herman dan
terhadap hasil belajar menyelesaikan soal memiliki Akbar Sutawidjaja.
penyelesaian masalah cerita. Hal ini akan keterbatasan- Tanpa Tahun.
pada siswa kelas V SDN membantu siswa keterbatasan, oleh Matematika. Jakarta:
Lidah Kulon IV/467 untuk mengecek karena itu peneliti Depertemen
jawaban yang telah lain dapat Pendidikan dan
Surabaya. Hal ini dapat
Kebudayaan.
dilihat dari besar mereka temukan, melakukan
peningkatan nilai rata-rata sehingga penelitian lain Husamah dan Yanur
kemungkinan dengan mengurangi Setyaningrum. 2013.
pretest dan posttest pada
Desain Pembelajaran
kelas eksperimen lebih terjadinya keterbatasan-
Berbasis Pencapaian
besar dari pada nilai rata- kesalahan dalam keterbatasan Kompetensi. Jakarta:
rata pretest dan posttest menghitung akan tersebut. Hal ini Prestasi Pustaka.
pada kelas kontrol. Rata- dapat dikurangi. dapat dilakukan
Kemendikbud, Pusat
rata hasil pretest kelas b. Dalam penerapan dengan mengontrol
Pengembangan Profesi
kontrol adalah 53,7 strategi Polya, variabel-variabel Pendidik Badan
sedangkan rata-rata hasil hendaknya guru lain yang belum Pengembangan
pretest kelas eksperimen memberikan dikontrol secara Sumber Daya Manusia
adalah 60,8. Rata-rata penjelasan bahwa penuh dalam Pendidikan dan
hasil posttest kelas kontrol pengecekan penelitian ini. Penjaminan Mutu
kembali dapat b. Penelitian ini hanya Pendidikan
adalah 59,2 sedangkan
(BPSDMPPMP).
rata-rata hasil posttest dilakukan setelah bertujuan untuk
Tanpa Tahun. Modul
siswa selesai mengetahui
Matematika 3 Menciptakan Proses
Pemecahan Masalah Belajar Mengajar
Terkait Pembelajaran yang Kreatif dan
Matematika di Efektif. Jakarta: Bumi
Sekolah Dasar: Bahan Aksara.
Pendidikan dan
Van de Walle, John A., et
Latihan Guru Pasca-
al. 2010. Elementary
Uji Kompetensi Awal.
& Middle School
Jakarta: Kementrian
Mathematics:
Pendidikan dan
Teaching
Kebudayaan.
Developmentally
Kennedy, Leonard M, et Seventh Edition. USA:
all. 2008. Guiding Pearson.
Children’s
Mathematics Eleventh
Edition. USA:
Thomson.
Nursalim, dkk. 2007.
Psikologi Pendidikan.
Surabaya: Unesa
Unniversity Press.
Runtukahu, Tombokan
dan Selpius Kandou.
2014. Pembelajaran
Matematika Dasar
bagi Anak
Berkesulitan Belajar.
Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media.
Smith, Susan Sperry.
2009. Early
Childhood
Mathematics Fourth
Edition. USA:
Pearson.
Sudjana, Nana. 2013.
Dasar-Dasar Proses
Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru
Algesindo.
Sugiyono. 2013. Metode
Penelitian Pendidikan.
Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana
Syaodih. 2010.
Metode Penelitian
Pendidikan. Bandung:
Rosdakarya.
Susanto, Ahmad. 2013.
Teori Belajar dan
Pembelajaran di
Sekolah Dasar.
Jakarta: Kencana
Prenada Media.
Uno, Hamzah B. 2009.
Model Pembelajaran: