Anda di halaman 1dari 5

METODA PELAKSANAAN

PENGEBORAN EKSPLORASI/PRODUKSI AIR TANAH

I. PENDAHULUAN

1. Lingkup Pekerjaan
Dalam pelaksanaan pengeboran air tanah, pelaksana akanmelakukan pengumpulan
data dan pengujian sumur yang meliputi pengambilan contoh batuan, deskripsi batuan,
pengukuran logging, pemompaan uji, development, pengambilan contoh air dan pemeriksaan
kualitas air sumur tersebut.Kegiatan pengeboran ini adalah pengeboraneksplorasi, dimana
jika ditemukan lapisan akuifer akan dikembangkan sebagai sumur produksi.
Pekerjaan yang akan dilaksanakan Penyedia termasuk juga menyediakan personil,
peralatan drilling rig dan peralatan bantuan lainnya, pompa lumpur,compresor,welding set,
generator set dan alat transportasi.
Semua peralatan, bahan-bahan dan perlengkapan tersebut yang akan disediakan oleh
Penyedia, sebelum dipergunakan terlebih dahulu harus diperiksa dan disetujui oleh Pengguna
Jasa.

2. Pemasangan Papan Informasi Identitas


Untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan untuk memudahkan
pengendalian serta kontrol publik, maka kepada Penyedia Jasa diharuskan memasang Papan
Informasi Identitas di lokasi pengeboran air tanah yang memuat: Nama Paket, Volume, No.
Kontrak, Nilai Kontrak, Konsultan Perencana, Kontraktor Pelaksana, Pengawas, Tanggal
Mulai, Tanggal Selesai.

3. Persiapan Lokasi Pengeboran


Untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan pengeboran, sebelum mobilisasi peralatan
pengeboran dilakukan,Penyediaharus mengajukanusulan penggunaan peralatan pengeboran
dan peralatan pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk konstruksi sumur. Setelah usulan
tersebut disetujui oleh KPA/PPTK maka pekerjaan persiapan lokasi dapat dimulai.

4. Kolam Lumpur/Bak Lumpur


Untuk pengeboran dengan cara Direct Circulation Mud FlushPenyedia harus
membuat 2(dua) kolam lumpur pada tiap lokasi, berukuran 2 m x 2 m x 1,5 m dengan
dinding dibuat miring. Penyedia Jasajuga harus membuat kolam pengendapan ukuran 1 m x 1
m x 0,75 m. Kolam-kolam tersebut dihubungkan satu dengan lainnya kelubang bor dengan
kanal berukuran lebar 0,4 m. Selama operasi pengeboran, kolam dan saluran ini harus
dibersihkan dari endapan.

5. Penyediaan Air
Untuk keperluan pekerjaan pengeboran,Penyediadiwajibkan menyediakan air dan
menjamin kelancaran dan penyediaannya. Mutu dan jumlah air yang disediakan harus sesuai
dengan kebutuhan yang ditentukan olehPengguna Jasa.Kebutuhan air yang dibutuhkan
selama pengeboran berlangsung, Penyedia Jasa harus memperhitungkan dan menyiapkan
pembiayaan tersebut dengan biaya sendiri.

6. Pengamanan Lokasi
Penyedia berkewajiban menjaga keamanan peralatan, pipa-pipa dan semua
perlengkapan yang terdapat dilokasi. Penyedia Jasa juga harus menjaga semua bangunan,
saluran pipa, jalan dan semua material yang ada di lingkungan lokasi pengeboran.Dan
apabila pekerjaan pengeboran sudah selesai, Penyedia wajib melakukan pembersihan
kembali lokasi tersebut dan jika terjadi kerusakan maka kerusakan tersebut harus diperbaiki
dengan menggunakan biaya sendiri.
7. Jenis Sumur
Sumur yang akan dikerjakan oleh Penyediaadalah jenis sumur dalamdengan
mengunakan pipa-pipa Galvanis diameter 6 inci dan 3 inci yang akan dihubungkan dengan
reducer. Pipa saringan (screen) yang digunakan berdiameter 3 inci dipakai sebagai media untuk
meluluskan air kedalam pipa naik dan dipasang pada setiap lapisan pembawa air (akuifer)yang
akan disadap.
Pipa jambang yang akan direncanakan sebagai tempat pompa akan dipasang pada
bagian atas, pipa jambang tersebut akan dihubungkan dengan pipa naik dengan sebuah
reduser, selanjutnya pipa naik akan dihubungkan dengan pipa saringan. Pada bagian bawah
dari pipa saringan akan dipasang pipa pengendap (pocket) yang pada diujungnya berbentuk
kerucut dengan runcing dibawah agar memudahkan saat pelaksanaan konstruksi sumur.
Pada setiap batang konstruksi yang dipasang sekurang-kurangnya harus dilengkapi
dengan 1 (satu) buah centralizer atau perangkat yang dapat menjamin agar pipa konstruksi
yang dipasang tetap selalu berdiri ditengah lubang sumur dengan ruang anulus yang
dipertahankantetap sama lebarnya disekeliing pipa, hal tersebut dimaksudkan agar kerikil
pembaut atau gravel pack akan dapat masuk dengan sempurna.
Disekeliling (annulus) konstruksi pipa saringan dan pipa naik akan diisi dengan
kerikil pembalut (gravel pack) dari dasar lubang bor atau akuifer yang di sadap hingga
keformasi batuan yang kedap air, kecuali apabila pada bagian-bagian tertentuterdapat lapisan
batuan yang mengandung air dengan kualitas yang tidak diinginkan harus dicor atau ditutup
dengan semen agar air yang berasal dari bagian tersebut tidak tersadap.Pada bagian atas dari
ruang anulus yang terisi gravel pack akan diisi oleh lempung pembalut yang selanjutnya akan
diisi oleh cor semen (grouting cement) hingga permukaan tanah.

8. Tahapan Pekerjaan Pengeboran


Sebelum melaksanakan pengeboranair tanah ditiap titik, Penyediaharusmemberitahukan pada
KPA/PPTK paling kurang 24 jam sebelumnya. Secara umum pekerjaan konstruksi sumur
adalah sebagai berikut:
a. Persiapan site dan persiapan pekerjaan.
b. Pemasangan mesin bor (rig up).
c. Pengeboran lubang diameter (14¾ inci) dari permukaan tanah sampai pada kedalaman ±
18 meter atau yang ditentukan KPA/PPTK/Pengawas Lapangan.
d. Pemasangan pipa konduktor sementara dengan diameter(10 inci).
e. Pengeboran pilot hole lubang diameter (8 ¾ inci) dari kedalaman 18 meter sampai pada
kedalaman ± 120 meter(sesuai dengan spesifikasi teknis) dan pengambilan contoh
bantuan/cuttingpada tiap meter kedalaman pengeboran.
f. Pembersihan lubang bor dengan sirkulasi lumpur dan mengurangi/ menambah material
pengencer.
g. Logging RESISTIVITY dan SELF POTENTIAL atau bila perlu dengan GAMMA RAY
untuk menentukan kedalaman dan ketebalan lapisan pembawa air (akuifer).
h. Pelaksanaan air lift test /uji debit sementara lapisan pembawa air (akuifer)jika
diperlukan.
i. Pelebaran lubang bor (reaming) dari diameter 8¾ inci ke 12inci sampai kedalaman yang
direncanakan (120 meter) untuk posisi pipa jambang,pipa naik dan screen/pipa saringan.
j. Pembersihan lubang dengan sirkulasi lumpur dari permukaan lubang hingga dasar
lubang untuk persiapan pemasangan pipa kontruksi sumur.
k. Pemasangan konstruksi pipa jambang diameter 6 inci, untuk pipa naik dan screen /pipa
saringan pipa diameter 3 inci.
l. Penempatan gravel pack kedalam rongga disekeliling pipa kontruksi.
m. Development sumur denganAir Compressor dan/atauWater Jetting yang disertai surging
sampai bersih.
n. Pengisian semen atau grouting kedalam rongga disekeliling pipa jambang sampai
kedalaman nol meter.
o. Pelaksanaan pemompaan uji bertahap, uji debit tetap dan uji recovery.
p. Pemasangan tutup sumur dan kunci dan penyemenan bagian atas yang kemudian
pembersihan kembali lokasi pengeboran.

9. Diameter dan Kedalaman Pengeboran


Pengeboranharus dilaksanakan sesuai denganspesifikasi teknis yaitu diameter 14¾
incipada bagian atas lubang untuk pipa konduktor dan diameter 12 inci untuk posisi pipa
jambang dan pipa naik sertascreen.Sesuai dengan peralatan yang dipakai,maka berdasarkan
kondisi dan situasi yang dihadapi dilapangandiameter pengeboran dapat berubah atas
instruksi Pengguna Jasa demi untuk tujuan kelancaran pekerjaan pengeboran, pemasangan
pipa, gravelpack dan lain-lain. Apabila potensi akuifer dinilai belum mencukupi atau
disebabkan kualitas air yang tidak memenuhi syarat yang diinginkan, maka kedalaman
pengeboran dan penampang pipa dapat diubah berdasarkan pertimbangan/instruksi
Pengguna Jasa.

10. Pelebaran Lubang Sumur


Pelebaran lubang bor dilaksanakan dengan menggunakan reamer bitatau three cutter
hole opener dengan diameter12 incidengan dilengkapi dengan pilot bit sebagai alat bantu
lubang berdiameter sama dengan lubang yang dilebarkan.

11. Berakhirnya Pengerjaan Lubang Pengeboran


Apabila lubang sudah mencapai kedalaman yang telah ditentukan maka pengeboran
akan dihentikan atas izin KPA/PPTK/Pengawas Lapangan. Kemudian lubang bor harus
dicuci sampai dengan bersih dengan mengunakan sirkulasi lumpur lebih kurang selama4 jam
secara terus menerus. Setelah lubang bor bersih maka kekentalan lumpur pengeboran
diturunkan sampai 33 detik marsh funnel dengan cara menambah material pengencer, lalu
Penyedia Jasamembersihkan sumur untuk pelaksanaan logging.

12. Pengumpulan contoh batuan (sampel)


Contoh batuan/sampel dari formasi yang dibor harus diambil dan harus dapat
mewakili litologi setiap meter pengeboran, kemudian disimpan ke dalam botol/kantong
plastik tembus pandang dengan diberi angka meter kedalaman. Masing-masing contoh
beratnya harus tidak kurang dari 1 kg dan bebas dari lumpur. Pada masing-masing disusun
pada kotak sampel tiap kotak isi 50 batuan yang dikumpulkan dan kotak harus membuat
catatan yang tepat mengenai batas kedalaman setiap litologi yang ditembus.

13. Logging Geofisika


Logging geofisikaharus dilakukan untuk memastikan posisi kedalaman letak akuifer,
terdiri dari Resistivity Log dan Sp logdan bila diperlukan akan dipergunakan juga Gamma
Ray Log yang harus dikerjakanPenyedia Jasapada tiap sumur dibawah supervisi langsung
Pengguna Jasa.
Sebelumnya lubang bor yang telah selesai dikerjakan harus dicuci dengansirkulasi
secukupnya untuk menghilangkanendapan dan mencegah runtuhnya lubang bor, kekentalan
lumpur bor dalam keadaan lubang bor yang sudah bersih dari kotoran dan harus
dipertahankan 33 detik marsh funnel, sehingga memudahkan pengoperasian logging sampai
pada dasar lubang bor.
Logging akan dikerjakan sepanjang lubang bor, pengambilan data logging dimulai
dengan urutan dari dasar lubang bor sampai kepermukaan tanah. Pengaturan skala-skala pada
pengambilan data agar disesuaikan dengan lebar kertas maksimum yang digunakan.

II. KONSTRUKSI SUMUR

1. Material Sumur
Material sumur yang akan dipasang untuk konstruksi sumur bor antara lain terdiri dari :
a. Pipa Galvanis diameter 6 inci
b. Pipa saringan Low Carbon Steel diameter 3 inci
c. Reduser diameter 6 inci – 3 inci
d. Centralizer diameter 6 inci
e. Centralizer diameter 3inci
f. Tutup atas dan dasar sumur (top cap dan bottom plug)
g. Kerikil Pembalut/Gravel pack
h. Lempung Pembalut/Clay pack
i. Grouting cement

2. Pemasangan Pipa Sumur


Setelah pengeboran selesai dan sesuai dengan kedalaman yang dibutuhkan, maka
harus dilakukan sirkulasi lumpur lebih kurang 4 (empat) jam atau sampai lubang bor betul-
betul bersih dari sisa cutting sesuai dengan yang dijelaskan sebelumnya. Kemudian Penyedia
harus memasang pipa naik dan pipa saringan didalam lubang bor pada posisi yang tepat
sesuai dengan desain sumur yang sudah disetujui oleh Pengguna Jasa pekerjaan. Pipa
jambang dan pipa naik serta pipa saringan yang dipasang harus berada tepat pada tengah-
tengah lubang bor dengan menggunakan centralizer yang terbuat dari besi plat atau bahan
lainnya yang disetujui oleh Pengguna Jasa yang akan dipasang setiap 6 meter. Untuk
mencapai konstruksi sumur yang baik dan benar instalasi pipa sumur akan dilaksanakan setelah
semua bahan seperti pipa jambang, pipa naik dan screen serta gravel pack tersedia dilokasi
pekerjaan.

III. PENYEMPURNAAN SUMUR


Metode yang mungkin dipilih untuk dilaksanakan adalah sebagai berikut :
a. Sirkulasi air (water flush)
b. Kompressor udara (air compresor)
c. Pipa tiup compresor ditempatkan kurang lebih pada kedalaman yang sama pada ujung
jambang sumur

IV. PEMOMPAAN UJI


a. Uji Bertahap
Tujuan dari pemompaan uji bertahap adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadap
hasil development sumur untuk memperoleh gambaran umum tentang hubungan debit
pemompaan dan pengukuran muka air. Oleh sebab itu Penyedia Jasadiharuskan melakukan
pengamatan terhadap debit, kedalaman muka air dan kandungan pasir dari air yang dipompa
sesuai dengan yang ditentukan oleh Pengguna Jasa.

b. Uji Debit Tetap


Setelah permukaan air dalam sumur pulih dari uji penurunan bertahap maka
PenyediaJasaharus melaksanakan uji debit tetap yaitu melakukan pemompaan dengan debit
tetap selama 24 (Dua puluh empat) jam secara terus menerus. Debit pemompaan ditentukan
oleh KPA/PPTK/Pengawas Lapangan berdasarkanuji pemompaan sebelumnya. Pengamanan
terhadap debit pemompaan harus dilaksanakan paling tidak sekali tiap jam supaya debit
pemompaan dapat dipertahankan stabil.
Selama pelaksanaan pemompaan uji debit tetap,Penyedia Jasa juga harus melaksanakan
pengukuran terhadap pH, temperatur, dan EC air yang dipompa, pengukuran dilaksanakan
paling tidak 4 kali selama pemompaan dengan kurun waktu kira-kira 24 jam.

V. ANALISA KUALITAS AIR


Pada waktu pemompaan uji ditiap sumur, Penyedia Jasaharus mengambil air sumur
untuk dianalisa. Pengambilan contoh air dilaksanakan pada menjelang berakhirnya
pemompaan air debit tetap sebanyak 2 (dua) contoh untuk setiap sumur dengan volume masing-
masing tidak kurang 1 (satu) liter. Contoh air tersebut disimpan dalam botol polyethylene yang
sebelum dipakai harus dicuci dan dibilas dengan air sumur tersebut paling tidak sebanyak 3
(tiga) kali, kemudian diisi penuh sehingga tidak ada udara yang tertinggal didalamnya, lalu
ditutup dengan rapat pada masing-masing jerigen dicantumkan nomor
sumur, lokasi dan tanggal pengambilan air sumur tersebut.Analisa kimia air minimal yang
harus dilakukan terhadap 20 (dua puluh) parameter sebagai berikut :

A. Fisika B. Kimia
1. Kekeruhan (Turbidity) 9. Mangan (Mn)
2. pH (Derajad Keasaman) 10. Allumunium (Al)
3. Conductivity 11. Besi (Fe)
4. Temperatur 12. Nitrit (NO2)
5. TDS (Total Dissolved Solid) 13. Nitrat (NO3)
6. Warna 14. Sulfat (SO4)
7. Bau 15. Kesadahan (CaCO3)
8. Salinitas 16. Calsium (Ca/l)
17. Magnesium (Mg/l)
18. Magnesium (Mg2+)
19. Natrium (Na+)
20. Kalium (K+)

VI. PEMASANGAN POMPA DAN RUMAH POMPA


Pompa yang dipasang adalah pompa jenis jet pump dengan kapasitas 45 sampai 90
liter/menit, daya hisap dan daya dorong minimal 30 meter. Untuk pengaman pompa
dibuatkan rumah pompa yang terbuat dari besi (sesuai dengan spesifikasi teknis).

VII. PEMASANGAN MENARA DAN WATER TANK


Menara (tower)disyaratkan dalam pekerjaan pengeboran air tanah adalah rangka baja
dengan tinggi 6 (enam) meter. Bahan yang digunakan adalah besi siku ukuran 70 mm x 70
mm x 7 mm sebagai tiang dan besi siku 50 mm x 50 mm x 5 mm sebagai pengikat keliling
dan silang-silang. Penyambungan menara antar besi siku adalah dengan cara pemasangan
baut yang dihubungkan melalui plat besi dengan ukuran 17 cm x 17 cm x 5 mm. Lebar dari
kaki menara adalah 220 cm x 220 cm, sedangkan lebar kedudukan tangki air adalah 120 cm
atau sesuai ukuran kedudukan bawaan tangki (pabrik). Landasan dari kaki menara berupa cor
semen dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 70 cm (tinggi diatas muka tanah 30 cm). Tangki air
yang digunakan terbuat dari bahan fiberglass berbentuk bola yang memiliki kapasitas sebesar
2000 liter.

VIII. PENGECATAN
Pengecatan dilakukan setelah sumur bor dan aksesorisnya selesai dikerjakan. Untuk
besi tower, pipa sumur, flange sumur, rumah pompa di cat dengan menggunakan cat minyak
warna biru tua. Sedangkan untuk tapak cor sumur, tapak cor tower dan dudukan rumah
pompa di cat dengan menggunakan cat beton/tembok warna biru tua.

Banda Aceh, 02 April 2018

SKPA Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral


Kuasa Pengguna Anggaran

JONI, ST.,MT
Pembina/NIP.19710610 200112 1 003