Anda di halaman 1dari 3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENYUSUNAN KURIKULUM

I. TUJUAN

Standar Operasional prosedur ini bertujuan untuk :

1. Memberikan pedoman kepada pihak yang terkait mengenai penyusunan kurikulum


berbasis kompetensi di lingkup LPK Tunah Kanak.
2. Memberikan acuan kepada pengelola pelatihan di LPK Tunah Kanak
3. Wacana untuk menciptakan lulusan yang kompeten, memiliki life skill, mandiri secara
individual dan memiliki kinerja yang inovatif untuk menciptakan lapangan kerja sebagai
upaya mengatasi masalah lingkungan dan juga tantangan hidup yang dihadapinya.
4. Memberikan penjelasan dan pemahaman tentang penyusunan kerangka kurikulum
Program pelatihan kerja food and baverage service

II. RUANG LINGKUP

1. Pedoman buku bahan kajian kurikulum berbasis SKKNI


2. Direktur LPK mempelajari draff kurikulum dan mengesahkan draff kurikulum
3. Instruktur dan seluruh Peserta pelatihan
4. Dokumentasi arsip buku pedoman kurikulum
5. Penetapan kedalaman dan keluasaan kajian oleh tim pengembangan kurikulum.
6. Penyusunan struktur kurikulum dangan cara mendistribusikan Materi dalam semester oleh
tim pengembangan kurikulum.
7. Penyerahan hasil rancangan Materi dan bahan kajian kepada instruktur oleh tim
pengembangan kurikulum jurusan.
8. Pengembangan/penyusunan rancangan pembelajaran dan pemilihan metode
9. pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensi oleh instruktur
10. Penyerahan rancangan pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah disusun
instruktur kepada tim pengembangan kurikulum.
11. Pengecekan dan penyempurnaan draft kurikulum oleh tim pengembangan kurikulum

III.PROSEDUR

1. Manager dengan beberapa instruktur senior menyusun draff kurikulum berbasis SKKNI
2. Manager mengkonsulkan draff kurikulum kepada direktur
3. Disosialisasikan dan didiskusikan dengan seluruh instruktur
4. Dikeluarkan SK penyusunan kurikulum
5. Membuat buku pedoman kurikulum
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENGEMBANGAN MODUL

I. TUJUAN
Standar Operasional prosedur ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam penyusunan
modul yang akan digunakan di LPK Tunah Kanak
II. RUANG LINGKUP
Berlaku untuk proses penyusunan modul bagi instruktur di LPK tunah Kanak
III. Definisi
1. Modul adalah bahan- bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis
dan dipakai sebagai rujukan materi pembelajaran yang disusun oleh instruktur
2. Modul yang dimaksud terdiri dari buku ajar dalam bentuk tertulis maupun buku ajar
dalam bentuk e-book
3. Modul dalam bentuk tertulis yang dimaksud adalah buku ajar dalam bentuk hard copy
yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan modul
4. Modul dalam bentu e-book yang dimaksud adalah penulisan b\modul dalam bentuk sof
copy
IV. KETENTUAN UMUM
1. Modul disusun oleh seluruh intruktur pengajar
2. Ketersediaan modul dikoordinasikan oleh Manager dan sudah siap digunakan 1 minggu
sebelum pembelajaran dimulai
3. Modul dievaluasi sesuai dengan tuntunan dan perkembangan keilmuan setelah proses
pelatihan 6 bulan
V. PROSEDUR
1. Manager membuat surat edaran kepada seluruh instruktur untuk membuat modul
2. Instruktur membuat modul dan mnyerahkan kepada manager
3. Manager menerima draf modul dari instruktur dan selanjutnya melakukan verifikasi draf
modul berdasarkan hasil rapat evaluasi dan rekomendasi
4. Jika diperlukan, manager bersama dengan instruktur melakukan koordinasi untuk m
perbaikan modul
5. Manager menyerahkan draf modul yang sudah bersama-sama dikoordinasikan bersama
instruktur kepada direktur untuk disahkan
6. Direktur mengesahkan draf modul disertai dengan SK pengesahan
7. Modul beserta SK pengesahan disimpan oleh staf administrasi sebagai arsip
8. Selesai