Anda di halaman 1dari 113

I.

TEORI PERILAKU KONSUMEN DAN PERMINTAAN

RUMUS:

Mux Px
=
Muy Py
Px
MRSxy =
Py

I = xPx + yPy

S
OAL

A. Jelaskan dengan singkat istilah-istilah dalam teori konsumen di bawah ini.

1. Marginal Utility
2. Marginal Rate of Substitution
3. Budget-Line
4. Subtitution Effect
5. Indiference Curve
6. Income Elasticity
7. Demand Curve
8. Price Consumption Curve (PCC)
9. Price Elasticity
10. Giffen Goods

B. Selesaikan beberapa kasus di bawah ini sesuai dengan teori ekonomi yang
telah saudara pelajari.

1. Diketahui seseorang konsumen memiliki penghasilan (I) sebesar 6 satuan mata


uang. Ia ingin membeli barang X1 dan X2. Harga barang X1 (Px1) = 1 satuan mata
uang dan harga barang X2 (Px2) = 1 satuan mata uang.

Fungsi kurva indiferensinya: Usulan Anggaran = X1X2

Pertanyaan:
a. Apabila ia ingin memperoleh kepuasan total maksimum, maka berapa jumlah
barang X1 and X2 yang harus ia beli dengan penghasilan tersebut?
b. Apabila harga barang X1 (Px1) turun menjadi 0,25 satuan mata uang (cateris
paribus), maka hitung jumlah barang X1 and X2 yang harus dikonsumsi agar
ia memperoleh kepuasan maksimum.

2. Seorang konsumen berpenghasilan Rp 20.000,- per bulan. Ia membutuhkan


barang X dan Y. Harga X diketahui Rp 2.000,- per unit dan harga barang Y juga
Rp 2.000,- per unit. Seleranya terhadap X dan Y tercermin dalam tabel di bawah
ini:

1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
MUX 16 14 11 10 9 8 7 6 5 3
MUY 15 13 12 8 6 5 4 3 2 1

Keterangan:
MUx adalah besarnya kepuasan marginal dari barang X
MUy adalah besarnya kepuasan marginal dari barang Y

Pertanyaan:
a. Supaya kepuasan totalnya maksimum, maka berapa X dan Y yang harus ia
beli?
b. Berapa besarnya kepuasan total (TU) yang ia peroleh pada tingkat konsumsi
tersebut (soal a)?
c. Apabila harga X turun 50 % (ceteris paribus), maka agar kepuasan konsumsi
secara total maksimum, berapa X dan y harus ia beli?
d. Pada tingkat konsumsi tersebut (soal c) berapa besarnya kepuasan total (TU)
konsumen?
e. Apabila dketahui fungsi permintaan konsumen terhadap barang X linier, maka
tentukan fungsi permintaan konsumen terhadap barang X tersebut.

3. Diketahui fungsi permintaan untuk barang X sebagai berikut:

Qx = 50 – 2Px + 1,5 Py – 0,8 Pz + 0,05 M

Di mana:
Qx = jumlah barang X yang diminta
Px = harga barang X
Py = harga barang Y
Pz = harga barang Z
M = pendapatan konsumen

Apabila besarnya Px = 10/satuan, Py = 8/satuan, Pz = 6/satuan, M = 56, tentukan :


a. Besarnya jumlah barang X yang diminta
b. Elastisitas harga akan barang X
c. Elastisitas silang antara barang X dan barang Y
d. Elastisitas silang antara barang X dan barang Z
e. Elastisitas pendapatan akan barang X
f. Apakah permintaan barang X elastis/tidak elastis atau unitary elaticity ?
g. Apakah hubungan antara barang X dan barang Y merupakan barang
subtitusi/komplementer/tidak jelas?
h. Apakah hubungan antara barang X dan barang Z merupakan barang
subtitusi/komplementer/tidak jelas?
i. Apakah barang X termasuk jenis barang mewah/kebutuhan sehari-hari/inferior.

4. Tabel di bawah ini menunjukkan hubungan antara harga (P), jumlah barang yang
diminta konsumen (Q)dan penghasilan konsumen (I) pada bulan Juli, Agustus dan
September untuk barang X dan barang Y di Kodya Yogyakarta.

2
Barang X Barang Y
Bulan I
P Q P Q
Juli 200 600 150 200 60.000
Agustus 220 480 150 220 60.000
September 220 500 150 210 60.000
Pertanyaan:
a. Hitung elastisitas harga barang X untuk bulan Agustus! Artikan apa makna
dari bilangan tersebut!
b. Hitung elastisitas silang antara barang X dan Y untuk bulan Agustus! Artikan
apa makna dari bilangan tersebut!
c. Hitung elastisitas pendapatan untuk barang Y pada bulan September! Artikan
apa makna dari bilangan tersebut!

5. Anas dalam mengkonsumsi barang X dan Y memiliki fungsi kepuasan sebagai


berikut :
TU = 17 X + 20 Y - 2 X2 - Y2
Apabila dikeyahui penghasilan Anas Rp 22.000,- per bulan, harga barang X = Rp
3.000,- per unit dan harga barang Y Rp 4.000,- per unit, maka tentukan :
a. Jumlah barang X dan barang Y yang harus Anas konsumsi agar Anas
mendapatkan kepuasan yang maksimum.
b. Pada tingkat pembelian seperti tersebut di atas (soal a), berapa besarnya
kepuasan total (TU), kepuasan marginal dari barang X (Mux) dan kepuasan
marginal dari barang Y (Muy) yang Anas peroleh.
c. Dari fungsi kepuasan total Anas tersebut di atas, prinsip ekonomi apa yang
nampak saudara lihat ? Jelaskan.

6. Seorang konsumen dalam berkonsumsi menikmati utilitas yang dinyatakan oleh


fungsi :
U = f(X,Y) = 20 + 2 X = 3 XY + 4 Y

Dan konsumen tersebut menghadapi :

Pendapatan = M = 80
Harga barang X = Px = 10 dan
Harga barang Y = Py = 8

Ditanyakan :
a. Berapa jumlah barang X dan jumlah barang Y yang harus dia beli agar
utilitasnya maksimum ?
b. Berapakah besarnya utilitas maksimum ?
c. Apabila Px menjadi 8, ceteris paribus, berapa jumlah barang X dan jumlah
barang Y yang harus dibeli agar mendapatkan kepuasan yang maksimum ?
d. Berapa besarnya utilitas maksimum pada Px = 8 ?
e. Berapa besarnya elastisitas harga akan barang X ?
f. Berapa besarnya elastisitas silang antara barang X dan barang Y ?
g. Bagaimana bentuk hubungan antara barang X dan barang Y ?

3
7. Kepuasan yang diperoleh seorang konsumen dari mengkonsumsi barang A dan
barang B ditunjukkan oleh fungsi sebagai berikut :
10 = A1/3B2/3
Apabila diketahui harga barang A (Pa) Rp 8,- per unit dan harga barang B (Pb) Rp
16,- per unit, tentukan jumlah barang A dan B yang harus ia konsumsi agar
mendapatkan kepuasan maksimum.
Kemudian tentukan pendekatan yang ditentukan dalam pengukuran kepuasan ini
sesuai dengan teori konsumen.

JAWAB

A. Penyelesaian soal-soal menjelaskan istilah ekonomi.

1. Marginal Utility (kepuasan marginal) adalah tambahan kepuasan dalam


mengkonsumsi suatu barang yang diperoleh dari tambahan per unit
mengkonsumsi barang tersebut.
Besarnya kepuasan marginal yang diperoleh dari megkonsumsi barang X
(MUx) dapat diukur dengan membagi antara perubahan kepuasan total (OTUx)
yang diperoleh dengan perubahan jumlah barang yang dikonsumsi (Ox) : atau
secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

OTUx
MUx =
OX

2. Marginal Rate Of Substitution of X for Y (MRSx for y) adalah angka yang


menunjukkan jumlah barang Y yang harus dikorbankan untuk memperoleh per
unit barang X guna mempertahankan tingkat kepuasan yang saam bagi
konsumen.

Besarnya MRSx for y dapat diukur dengan formulasi sebagai berikut :

&X
MRSXforY =
&Y

3. Budget Line (garis angaran) adalah garis yang menghubungkan titik-titik


kombinasi barang yang dapat dibeli dengan sejumlah penghasilan tertentu
besarnya. Nilai kemiringan garis adalah minus perbandingan harga barang.
Misalnya yang dikonsumsi adalah barang X, harga barang X adalah Px), dan
barang Y, harga barang Y adalah Py dengan anggaran I. Maka kemiringan (slope)
garis anggaran dapat ditulis sebagai berikut
Px
Kemiringan (slope)-nya = –
Py

4. Substitution Effect (efek penggantian) adalah perubahan jumlah barang yang


diminta sebagai sebagai akibat perubahan harga relatif barang tersebut, dimana
pendapatan adalah tetap.

4
5. Indifference Curve (kurva indiferens) adalah kurva yang menghubungkan titk-
titik kombinasi dari sejumlah barang tertentu yang menghasilkan tingkat kepuasan
total yang sama kepada konsumen.
Adapun karakteristik dari kurva indiferens ini adalah :
a. Mempunyai slope yang negatif.
b. Cembung ke arah titik origin.
c. Tidak berpotongan antara kurva indiferens yang satu dengan kurva indiferens
yang lain.

6. Income Elasticity (elastisitas pendapatan) adalah perubahan proporsional dalam


mengkonsumsi suatu barang dibagi dengan perubahan proporsional penghasilan
konsumen. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

OQX I
eI = .
OI Q X

OQX = perubahan jumlah barang yang diminta konsumen


OI = perubahan pendapatan konsumen
dimana :
eI adalah elastisitas pendapatan
QX adalah jumlah barang X yang diminta
I adalah pendapatan

7. Demand Curve (kurva permintaan) adalah suatu kurva yang menghubungkan


keseimbangan jumlah barang yang dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat
harga, dimana penghasilan konsumen dan harga nominal barang lain serta faktor-
faktor yang dapat mempengaruhi permintaan barang tersebut (selain harga barang
tersebut) tidak berubah.

8. Price Consumption Curve (PCC) adalah kurva yang menghubungkan titik-titik


keseimbangan konsumen pada berbagai tingkat perbandingan harga, dimana
penghasilan konsumen tidak berubah.

9. Price Elasticity (elastisitas harga) adalah perubahan proporsional dari jumlah


barang yang dikonsumsi (diminta) oleh konsumen dibagi dengan perubahan
proporsional tingkat harga barang tersebut. Atau secara matematis dapat ditulis
sebagai berikut :

OQX PX
e XX = .
OPX QX

OQX = perubahan jumlah barang yang diminta


OPX = perubahan harga barang X

10. Giffen Good (barang Giffen) adalah barang yang jumlah permintaannya berubah
searah dengan perubahan harga.

5
B. Penyelesaian soal-soal hitungan.

1. Kepuasan total ditunjukkan oleh persamaan :

TU = X1X2
PX1 = 1 PX2 = 1 I=6

a. Kepuasan total maksimum tercapai apabila :

MUX1 MUX2
=
PX1 PX2

MU = &TUX
X
&X

dan X1 . PX1 + X2 . PX2 = I


&TU &TU
MU = =X ; MU = =X
X1 2 X2 1
& X1 & X2

Sesuai dengan rumus menentukan kepuasan maksimum, dan

MUX1 = X2 dan PX1 = 1

MUX2 = X1 dan PX2 = 1

Maka
X2 X1
= →X=X
1 2
1 1

Syarat selanjutnya : X1 . PX1 + X2 . PX2 = I

PX1 = 1 PX2 = 1 dan I=6

Jadi X1 . 1 + X2 . 2 = 6
X1 + X2 = 6

Karena X1 = X2, maka X2 dalam persamaan X1 + X2 = 6 bisa diganti


dengan X1, sehingga persamaan menjadi :

X1 + X1 = 6

2X1 = 6 → X1 = 3 = X2

Dengan demikian agar konsumen tersebut memperoleh kepuasan yang


maksimum, maka ia harus mengkonsumsi barang X1 sebanyak 3 unit dan
barang X2 sebanyak 4 unit.

6
b. Harga barang X1 (PX1) turun menjadi 0,25, maka keseimbangan menjadi :

MUX1 MUX2 X 2 X1
= → =
PX1 PX2 0,25 1
X 2 = 0,25X1

Persamaan garis anggaran menjadi :

0,25 X1 + X2 = 6

Karena X2 = 0,25 X1 → 0,25 X1 + 0,25 X2 = 6

0,5 X1= 6 → X1 = 12

X2 = 0,25 X1 → X2 = 0,25 (12)

X2 = 3

Setelah harga barang X1 (PX1) turun menjadi 0,25 maka konsumen akan
memperoleh kepuasan maksimum apabila ia mengkonsumsi X1 sebanyak 12 unit
dan X2 sebanyak 3 unit.

2. Penghasilan konsumen (I) = Rp. 20.000,-


Harga barang X (PX) = Rp. 2.000,-
Harga barang Y (PY) = Rp. 2.000,-

a. Syarat keseimbangan konsumen apabila :

MUX MUY dan X.P + Y. P


= X Y
PX PY

Berdasarkan tabel yang memenuhi kreteria diatas adalah apabila konsumen


mengkonsumsi barang X sebesar 4 dengan memperoleh kepuasan marginal
(MU) sebesar 8 dan mengkonsumsi barang Y sebanyak 4 unit dengan
memperoleh kepuasan marginal sebesar 8. Atau dapat ditulis :

8 8
= → 2.000X + 2.000Y = 20.000
2000 2000
2X + 2Y = 20

Karena X = 6 dan Y = 4
Maka dapat terpenuhi syarat: 2(6) + 2(4) =20
12 + 8 = 20
20 = 20

b. Dengan mengkonsumsi X sbanyak 6 unit dan Y sebabnya 4 unit, maka


kepuasan total (TU) yang diperoleh sebanyak :

7
TU = MUX . X + MUY . Y
= 8(6) + 8(4)
= 48 + 32
= 80

c. Harga X turun 50%, berarti harga barang X sekarang menjadi 1.000.


Kepuasan maksimum terjadi apabila :

MUX MUY
= → 1.000X + 2.000Y = 20.000
1.000 2.000

Persyaratan tersebut di atas dipenuhi apabila kosumen mengkonsumsi X


sebanyak 10 dengan memperoleh kepuasan marginal sebesar 3 dan
mengkonsumsi Y sebanyak 5 dengan memperoleh kepuasan marginal sebesar 6.
Bukti ;

3 6
= dan 1.000(10) + 2.000(5) = 20.000
1.000 2.000
...10.000 + 10.000 = 20.000
3=3 .. 20.000 = 20.000

d. Kepuasan total (TU) yang diperoleh dengan mengkonsumsi X sebanyak 10


dan Y sebanyak 5 adalah :

TU = MUX . X + MUY.Y
= 3(10) + 6(5)
= 60

e. Pada harga X(PX) = Rp2.000,- jumlah barang X yang diminta (QX) sebanyak
6 unit, sedangkan pada harga X(PX) = Rp1.000,- jumlah barang X yang
diminta (QX) sebanyak 10 unit.

Apabila kurva permintaaan barang X dianggap linier (pada sumbu tegak


tingkat harga dan sumbu datar menunjukkan jumlah barang yang diminta)
maka :

PX""–PX'
PX = a + bQX b=
QX"–QX'
1.000 – 2.000
=
10 – 6
= - 1.000/4
= -250
Apabila PX = 2.000 maka QX = 6
Jadi 2.000 = a + (-250.6)
= a - 1.500
a = 2.000 = 1.500
= 3.500

8
Dengan demikian persamaan kurva permintaannya adalah

PX = 3.500 – 250 QX
atau
1
QX = 14 – PX
250

3. QX = 50 – 2PX + 1,5PY – 0,8PZ + 0,05M


PX = 10 PY = 8 PZ = 6 M = 56

a. Jumlah barang X yang diminta (QX):


QX = 50 – 2(10) + 1,5(8) – 0,8(6) = 0,05(56)
= 50 – 20 + 12 – 4,8 + 2,8
= 40
Jadi jumlah barang X yang diminta sebanyak 40

b. Elastisitas harga barang X (eXX):

dQX • PY
eXX = QX
dPY
= –2 •10 40
= – 1 2 → eXX = 1
2

c. Elatisitas silang antara barang X dan barang Y (eXY):

dQX • PY
eXY = QX
dPY
8
= 1,5 •
40
= 0,3 → eXY = 0,3

d. Elastisitas silang antara barang X dan barang Z (eXZ):

dQX • PZ
eXZ = QX
dPZ
6
= –0,8 •
40
= –0,12 → eXZ = –0,12

e. Elastisitas pendapatan akan barang X (eI):


dQX I
eI = •
dI QX
= 0,05 • 56 40
= 0,07 → eI = 0,07

9
f. Elastisitas harga barang X (eXX) = ½. Karena eXX < 1, maka permintaan
barang X adalah inelastis.
g. Elastisitas silang antara barang X dan barang Y (eXY) = 0,3. Karena eXY
positif, maka barang X dan barang Y saling mengganti (substitusi)
h. Elastisitas silang antara barang X dan barang Z (eXZ) = -0,12. Karena eXZ
negatif, maka antara barang X dan barang Z saling melengkapi
(komplementer).
i. Elastisitas pendapatan barang X (eI) = 0,07. Karena eI sangat kecil maka
barang X termasuk barang kebutuhan pokok (kebutuhan sehari-hari).

4. a. Elastisitas harga barang X (eXX) pada bulan Agustus.


P Q
XJul i= 200 XJuli = 600
P Q
XAgust = 220 XAgust = 480

OQX • PX Q Q
eXX = QX OQX = XAgust - XJuli
OPX
OPX = PXAgust - PXJuli
480 – 600 220
= •
220 – 200 480
120 220
=– •
20 480
= –2,75 → eXX = 2,75

Elastisitas harga barang X (eXX) > 1, maka permintaan barang X tersebut


elastis.

b. Elastisitas silang antara barang X dan barang Y (eXY) pada bulan Agustus.
P Q
YJuli = 150 XJuli = 600
P Q
YAgust = 1500 XAsust = 480
OQX • PY Q Q
eXY = QX OQX = XAsust - XJuli
OPY
OPY = PYAgust - PYJuli
480 – 600 150
= .
150 – 150 480
– 120 150
= .
0 480
= ~ (tak terhingga)

Elastisitas silang antara barang X dan barang Y besarnya tak terhinga, maka
tidak ada hubungan antara barang X dan barang Y.

c. Elastisitas pendapatan barang Y (eI) bulan september :

IAgust. = 60.000 QyAgust. = 220


ISept. = 66.000 QySept. = 210

10
OQy I
e = .
I
OI Q y
210 – 220 66.000
= .
66.000 – 60.000 210
– 10 60.000
= .
6.000 210
= –0,52 → eI = 0,52

OQy = QySept. - QyAgust.


OI = ISept. - IAgust.

Elastisitas pendapatan barang Y (eI) negatif, maka Y merupakan barang


inferior.

5. Fungsi kepuasan total (TU) ditunjukkan oleh persamaannya :

TU = 17 X + 20 Y - 2 X2 - Y2
Harga X (Px) = 3.000
Harga Y (Py) = 4.000
Pendapatan Anas (I) = 22.000

a. Kendala :

X . Px + Y . Py = I
3.000 X + 4.000 Y = 22.000
3 X + 4 Y = 22

Kepuasan maksimum diperoleh apabila :

MUX MUY
=
PX PY

MU = &TU MU Y =
&TU
X
&X &Y
= 17 - 4 X = 20 - 2 Y

MUX MUY 17 – 4X 20 – 2Y
= = =
PX PY 3.000 4.000
4 (17 - 4 X) = 3 (20 - 2 Y)
68-16 X = 60 - 6 Y
16 X - 6 Y =8

Persamaan 1 dan persamaan 2 disubstitusikan :


3 X + 4 Y = 22 persamaan 1 dikali 3
16 X + 6 Y = 8 persamaan 2 dikali 2
Menjadi
9 X + 12 Y = 66

11
32 X - 12 Y = 16
+
41 X = 82
X = 82/41 → X= 2

3 X + 4 Y = 22 Karena X = 2 maka
3 (2) + 4 Y = 22
6 + 4 Y = 22
4 Y = 22-6
4 Y = 16
Y = 16/4 → Y=4

Anas akan memperoleh kepuasan yang maksimum apabila ia mengkonsumsi


barang X sebanyak 2 unit dan barang Y sebanyak 4 unit.

b. Pada konsumsi barang X sebanyak 2 unit dan Y sebanyak 4 unit, maka

TU = 17 X + 20 Y - 2 x2 - y2
= 17 (2) + 20 (4) - 2 (2)2 - (4)2
= 34 + 80 - 8 - 16
= 90

Kepuasan total yang diperoleh Anas sebesar 90

&TU &TU
MUX= MU Y =
&X &Y
= 17 - 4 X = 20 - 2 Y
= 17 - 4 (2) = 20 - 2 (4)
= 17 - 8 = 20 - 8
= 9 = 12

Anas memperoleh kepuasan marginal dari barang X sebesar 9 dan kepuasan


marginal dari barang Y sebesar 12.

c. Prinsip ekonomi yang nampak bahwa Anas sebagai konsumen berusaha


memaksimumkan kepuasannya dalam mengkonsumsi barang dengan batasan
anggaran yang ia miliki.

6. Kepuasan total (TU) ditunjukkan persamaan :

TU = 20 + 2 X + 3 XY + 4 Y

Harga barang X (Px) = 10


Harga barang Y (Py) = 8
Pendapatan konsumen (M) = 80

a. Kendala :
X . Px + Y . Py = M
X . 10 + Y . 8 = 80
10 X + 8 Y = 80 ………………………(1)

12
Kepuasan maksimum tercapai apabila :

MUX MUY
=
PX PY
&TU
MUX = = 2 + 3Y
&X
&TU
MUY = = 4 + 3X
&Y

Jadi

2 + 3Y 4 + 3X
=
10 8
8 (2 + 3 Y) = 10 (4 + 3 X)
16 + 24 Y = 40 + 30 X
30 X - 24 Y = - 24 ………………………(2)

Persamaan 1 dan 2 disubstitusikan


10 X + 8 Y = 80 persamaan 1 dikali 3
30 X - 24 Y = - 24 persamaan 2 dikali 1

30 X + 24 Y = 240
30 X + 24 Y = - 24
+
60 X = 216
X = 216/60 = 3,6

Banyaknya X yang harus dikonsumsi adalah 3,6

10 X + 8 Y = 80 Karena X = 3,6

maka
10 (3,6) + 8 Y = 80
36 + 8 Y = 80
8Y= 80 - 36
= 44
Y= 44/8 = 5,5

Barang Y yang harus dikonsumsi adalah 5,5

b. Besarnya kepuasan maksimum (TU) pada timgkat konsumsi X = 3,6 dan Y


= 5,5 adalah sebesar :

TU = 20 + 2 X + 3 XY + 4 Y
= 20 + 2 (3,6) + 3 (3,6)(5,5) + 4 (5,5)
= 20 + 7,2 + 59,4 + 22
= 108,6

13
c. Kendala :

X.Px + Y.Py = M
X . 8 + Y . 8 = 80
8X + 8Y = 80 ………………………(1)

Kepuasan maksimum tercapai apabila harga barang X (Px) berubah menjadi 8


akan terjadi pada :

MUX MUY
= dan
PX PY
&TU
MUX = = 2 + 3Y
&X
&TU
MUY = = 4 + 3Y
&Y
Jadi
2 + 3Y 4 + 3X
=
8 8
8 (2 + 3 Y) = 8 (4 + 3 X)
16 + 24 Y = 32 + 24 X
2 + 3Y = 4 + 3X
3X - 3Y = -2 ………………………………(2)

Persamaan 1 dan 2 disubstitusikan


8 X + 8 Y = 80 X3
3X - 3Y = -2 X8

24 X + 24 Y = 240
24 X - 24 Y = - 16
+
48 X = 224
X = 224/48 = 4,7

Banyaknya X yang harus dikonsumsi adalah 4,7

8 X + 8 Y = 80 Karena X = 4,7
maka
8 (4,7) + 8 Y = 80
37,6 + 8 Y = 80
8 Y = 80 - 37,6
= 42,4
Y = 42,4/8 = 5,3

Banyaknya Y yang harus dikonsumsi adalah 5,3

d. Besarnya kepuasan maksimum (TU) pada tingkat konsumsi X = 4,7 dan Y =


5,3 adalah sebesar :

14
TU = 20 + 2 X + 3 XY + 4 Y
= 20 + 2 (4,7) + 3 (4,7)(5,3) + 4 (5,3)
= 20 + 9,4 + 74,73 + 21,2
= 125,33

e. Elastisitas harga untuk barang X (eXX) :

OQX PX OQx = perubahan jumlah barang X yang


e XX = .
OP Q X

diminta
4,7 – 3,6 8
= .
8 – 10 4,7 OPx = perubahan harga barang X
1,1 8
= . = –0,936
– 2 4,7

Jadi elastisitas harga barang X adalah 0,936.

f. Elastisitas silang antara barang X dan barang Y (eXX)

OQX PY
e XX = .
OPY QX
OQx = perubahan jumlah barang X yang diminta
OPy = perubahan harga barang Y

Jadi elastisitas silang antara barang X dan barang Y tidak bisa ditentukan,
karena perubahan harga barang Y (Py) tidak diketahui.

g. Karena besarnya elastisitas silang antara barang X dan Y tidak diketahui,


maka hubungan antara kedua barang tersebut tidak bisa ditentukan.

7. Kepuasan tang diperoleh digambarkan persamaan :

TU = 10 = A1/3B2/3

Harga barang A (PA) = 8


Harga barang B (PB) = 16

a. Kepuasan total (TU) maksimum apabila :


Slope kurva indiferens = slope budget line

PB
MRSAB = –
PA
&A
MRSAB =
&B
10 = A1/3B2/3
A1/3 = 10 B2/3

15
(A1/3)3 = (10 B2/3)3
A = 103 B-2

&A 3
= 103 (–2)B3 = (–2)10 = MRSAB
&B B3

PA 3
MRS = – → (–2)10 = – 16
AB
PB B3 8

(–2)103
= –2 103 = B3 → B = 10
B3

10 = A1/3B2/3 B = 10
10 = A1/3(10)2/3
10
A1/3 = 2 / 3 = 10 – 102 / 3
10
A = 101/3
1/3
→ A = 10

Konsumen akan memperoleh kepuasan yang maksimum apabila ia


mengkonsumsi barang A sebanyak 10 dan barang B sebanyak 10.

b. Apabila ia mengkonsumsi barang A = 10 dan barang B sebanyak 10 unit,


maka ia akan memperoleh kepuasan total (TU) sebesar 10.

c. Karena mengukur kepuasan dengan menggunakan kurva indiferens, maka


pendekatan yang digunakan dalam mengukur kepuasan konsumen tersebut
adalah pendekatan ordinal.

C. Soal Jawab

1. Seorang konsumen memiliki pendapatan per bulan Rp 30.000,00 dan mempunyai


fungsi kegunaan barang x dan y □ Ux,y = x1/3 y2/3 pada tingkat harga Px = 100 dan Py
= 50. Maka untuk mencapai kepuasan maksimum, berapakah konsumsi barang x
dan y.

Jawab:
Mux = 1/3 x -2/3 y2/3

Muy = 2/3 x1/3 y-1/3

16
Mux Px
=
Muy Py
1 -2/3 2/3
x y
3 100
=
2 1/3 -1/3 50
x y
3
1 2/3 1/3
y y
3 100
=
2 1/3 2/3 50
x y
3
1
y
3 = 100
2 50
x
3
1
y
3 =2
2
x
3
y = 4x

I = x Px + y Py
30.000 = x 100 + 4x.50
30.000 = 100x + 200x
30.000 = 300 x
x = 100
y=4x
y = 4 (100) = 400

Jadi jumlah pengeluaran konsumsi untuk:

- Barang x : Px . x = 100 . 100 = 10.000


- Barang y : Py . y = 400 . 50 = 20.000

2/3
2. Diketahui fungsi kegunaan barang x dan y adalah Ux, y = . Tingkat
xy pendapatan
konsumsi Rp 25.000,00 dan MRS barang x dan y sebesar 0,5. Keseimbangan
konsumsi dicapai pada saat y = 100 satuan.
a. hitung jumlah barang x yang harus dikonsumsi
b. berapa Px dan Py

Jawab:
a. Ux, y = xy2/3 = x1/2 y1/3

MUx = 1/2 x -1/2y1/3


MUy = 2/3 x1/2 y-2/3

17
Mux Px
=
Muy Py
1 -1/2 1/3
x y
2 = 0,5
1 1/2 -2/3
x y
3
1 1/3 2/3
y y
2 = 0,5
1 1/2 1/2
x x
3
1
y
2 =1
1
x 2
3
1
y= x
3
x = 3y
x = 3 (100)
x = 300
b.
Px
= MRS
Py
Px 1
=
Py 2
2Px = Py
Py = 2Px

I = x Px + y Py
25.000 = 300 Px + 100. 2 Px
25.000 = 500 Px
Px = 50
Py = 2 Px = 2 (50) = 100

3. Diketahui : Ux = log x + 3 log y


Px = 200
Py = 400
I = 100.000
Ditanya : a). Barang x dan y
b). Pengeluaran x dan y
c). Total pengeluaran konsumen
Jawab :
MUx = 1/x
MUy = 3/y

18
a.
MUx Px
=
MUy Py
1/ x 200
=
3/ y 400
1/x 1
=
3/y 2
2 3
=
x y
2y = 3x
3
y= x
2
I = x Px + y Py
100.000 = x . 200 + 3/2 x . 400
100.000 = 800 x
x = 125
y = 3/2 (125)
y = 187,5
b. Pengeluaran barang x
x = Px . x
= 200 . 125
= Rp 25.000,00
Pengeluaran barang y
y = Py . y
= 400 . 187,5
= Rp 75.000,00
c. Total pengeluaran = Rp 25.000,00 + Rp 75.000,00 = Rp 100.000,00

4. Diketahui fungsi kegunaan dalam mengkonsumsi barang x dan y


U = 10x + 5y + xy, I = Rp 10.000,00, Py = Rp 500 per satuan
Ditanya :
a. Turunkan fungsi permintaan barang x
b. Bila diasumsikan hanya ada 1000 konsumen, turunkan fungsi permintaan
pasar atas barang x

Jawab:
MUx = 10 + y
MUy = 5 + x
a.

19
MUx Px
=
MUy Py
10 + y Px
=
5+ x Py

(10 + y).Py = (5 + x).Px


10.Py + y Py = 5 Px + x Px
5Px + x Px -10Py
y=
Py
5Px + xPx -10Py
y=
500
I = x Px + y Py
5Px + xPx – 10Py
10.000 = xPx + ( )500
500

10.000 = x Px + 5 Px + xPx -10 Py


10.000 = 2x Px + 5 Px -10 (500)
10.000 = 2x Px + 5 Px - 5000

15.000 - 5 Px
x=
2Px
7.500
x= – 2,5
Px

b. Jika ada 1000 konsumen


7.500
x=( – 2,5).1000
Px

7.500.000
x= – 2.500
Px

5. Seorang profesor melakukan suatu penelitian, ia mengasumsikan suatu pasar


memiliki konsumen sebanyak 100.000 orang. Satu per limanya memiliki fungsi
permintaan Px = 3 – 0,6 Qx dan sisanya memiliki fungsi permintaan Px = 4 –
0,8 Qx.
a. Turunkan fungsi permintaan pasar terhadap barang x
b. Gambarkan fungsi tersebut dalam grafik.

Jawab:
1/5 . 10.000 = 20.000

a. Px1 = 3 – 0,6 Qx

0,6 Qx = 3 – Px1

20
3 – Px1
Qx =
0,6
1
Qx = 5 – Px
0,6
= 5 -1,67 Px

Untuk konsumen □ Qx = 20.000 (Qx)


= 20.000 (5 – 1,67 Px)
= 100.000 – 33.333,33 Px
Px2 = 4 – 0,8 Qx
0,8 Qx = 4 – Px2
4 – Px2
Qx = = 5 – 1,25Px
0,8

Konsumen □ Qx2 = 4/5 x 100.000


= 80.000

- Untuk 80.000 konsumen


Qx2 = (5 – 1,25Px) 80.000
Qx2 = 400.000 – 100.000 Px

- Jadi QxPs = Qx1 + Qx2


QxPs = (100.000 – 33.333,3 Px) + (400.000 – 100.000 Px)
QxPs = 500.000 – 133.333,3 Px

b. Grafik

Pada saat Px = 0 □ Qx = 500.000 – 133.333,3 . 0


= 500.000

Pada saat Qx = 0 □ 0 = 500.000 – 133.333,3 . Px


133.333,3 . Px = 500.000
Px = 500.000/133.333,3
= 3.78
Px

3,78

QxPs
500.000

21
6. Diketahui fungsi barang x adalah Qxd = 40 – 0,3 Px + 0,2 Py – 0,4 Pz + 0,5 I dengan
asumsi bahwa Px =Py = Pz = 10 dan pendapatan Rp 50,00.
a. Berapakah elastisitas permintaan barang x
b. Berapakah elastisitas permintaan barang y terhadap x
c. Berapakah elastisitas silang barang z terhadap x
d. Berapakah elastisitas silang pendapatan
e. Bagaimana hubungan barang x dan y
f. Bagaimana hubungan barang x dan z
g. Bagaimana sifat barang x

Jawab:

Qxd = 40 – 0,3 Px + 0,2 Py – 0,4 Pz + 0,5 I


= 40 – 0,3 (10) + 0,2 (10) – 0,4 (10) + 0,5 (50)
= 40 – 3 + 2 – 4 + 25
= 60

dQd x Px = –0,3 10
a. Edx = . = –0,05
dx Qx 60

dQd x Py = 0,2 10
b. Edy = . = 0,033
dy Qx 60

dQd x Pz = –0,4 10
c. Edz = . = –0,067
dz Qx 60

dQd x I 50
d. EdI = . = 0,5 = 0,416
dI Qx 60

e. Barang x dan y □ subtitusi

f. Barang x dan z □ komplementer

g. Sifat barang x □ normal

7. Diketahui fungsi kegunaan barang X dan Y adalah Ux,y = X5/8 . Y3/8, dan I = Rp
184,-
a. Berapa kombinasi optimum barang X dan Y agar tercapai kepuasan max, jika
Px= Rp 5,- , Py = Rp 3,- dan berapakah pengeluaran barang X dan Y
b. Bila terjadi inflsasi sehingga Px menjadi 60 % dari sebelumnya dan Py naik
33,33%, maka tentukan kombinasi X dan Y optimum sekarang dan berapakah
pengeluaran konsumen jika I = Rp 960

Jawab :

22
MUx Px 5/8X–3/8 Y3/8 5
(a). = =
MUy Py 3/8X5/8Y–3/8 3

5/8Y
= 5/3
3/8X

15 15
Y= X
8 8

Y =X

I = X . Px + Y . Py
184 = X . 5 + X . 3 184 = 8 X
X = 23

Ix = X . Px = 5 . 23 = Rp 115
Iy = Y . Py = 3 . 23 = Rp 69

(b). Py2 naik 33,33 % = Py2 = ( 33,33% . 3 ) + 3


Py2 = 0,999 + 3
Py2 = 3,999 ~ 4 (dibulatkan 4)

Px2 naik 60% = Px2 = ( 60% . 5 ) + 5


= 3 + 5
Px2 =8
MUx Px 2
=
MUy Py2
5 3
5 –8 8
X Y
8 8
=
3 85 – 83 4
X Y
8
5
Y
8 =2
3
X
8

5Y
=2
3X

5Y = 6X
Y = 1,2X

I = X . Px2 + Y . Py2
960 = X . 8 + 1,2X . 4
960 = 8X + 4,8X
960 = 12,8X

23
960
X= = 75
12,8

Y = 1,2X
Y = 1,2 ( 75 )
= 90

Pengeluaran sekarang
Ix = X . Px = 75 . 8 = 600
Iy = Y . Py = 90 . 4 = 360

8. Diketahui fungsi kegunaan U = xy, I = 100, Px = 2, Py = 5. Untuk mencapai


kepuasan max, berapa X dan Y ?

MUx Px
MRS xy = =
MUy Py
MUx = Y
Muy = X
Y 2
=
X 5

5Y = 2X
Y = 2/5 X

I = X . Px + Y . Py
100 = X . 2 + 2/5X . 5
100 = 4 X
X = 25 Y = 2/5 X = 2/5 (25) = 10 satuan

9. Diketahui : Ux = 11 X - X2
Uy = 10 Y - Y2
I = 46, Px = 3

Kepuasan dicapai pada saat MRSxy = 1,5


Hitung : a) Py, b) X + Y

Jawab :

(a) MUx = 11 - 2 X
MUy = 10 - 2 Y
MRSxy = MUx = Px
MUy Py

Px
MRSxy =
Py
Pada saat MRSxy = 1,5 dan Px = 3, maka:
Px
1,5 =
Py

24
3
1,5 =
Py
Py = 3/1,5 = 2

11 – 2X 3
(b) =
10 – 2Y 2

11 – 2X
= 1,5
10 – 2Y

15 - 3 Y = 11 - 2X
3 Y = 2X + 4

2X + 4
Y =
3

I = X . Px + Y . Py

2X + 4
46 = X .3 + ( ).2
3

4 X +8
46 = 3X +
3

8 4X
46 – = 3X +
3 3

130/3 = 13X/3
130 = 13X
X = 10 satuan

2 X +4
Y=
3

2.10 + 4
Y= =8 satuan
3

10. Seorang konsumen mempunyai pendapatan/bulan Rp 30.000,- , fungsi kegunaan


barang X dan Y , Uxy = X1/3Y2/3 pada tingkat harga Px = 100, Py = 50,
maka untuk mencapai kepuasan max berapakah konsumsi barang X dan Y ?

Jawab :

1 – 2/3 2/3 2 1/3 –1/3


MUx = X Y MUy = X Y
3 3

25
MUx Px
=
MUy Py
2 2
1 –3 3
X Y
MUx 3
=
MUy 2 1 – 1
X3 Y 3
3
2 2
1 –3 3
XY
=3 1 1
2 3 –3
X Y
3
1/ 3Y 100
=
2 / 3X 50

1/ 3Y
=2
2 / 3X

1 4
Y= X Y=4X
3 3

I = X . Px + Y . Py
30.000 = X . 100 + 4X. 50
30.000 = 100 X + 200 X
30.000 = 300 X
X = 100
Y = 4X
= 400

11. Diketahui fungsi kegunaan dalam mengkonsumsi barang q1 dan q2 adalah


U = 10 Q1 + 5 Q2 + Q1 . Q2
Pendapatan konsumen sebesar 100 dan harga barang Q2 sebesar 4,5 per satuan
(a) turunkan fungsi permintaan barang Q1
(b) apabila diasumsikan di pasar terdapat 2000 konsumen yang identik, turunkan
fungsi permintaan atas barang Q1
Jawab :

(a) MUQ1 = 10 + Q2
MUQ2 = 5 + Q1
I = 100
PQ2 = 4,5

MUQ1 PQ1
=
MUQ2 PQ2

10 + Q2 PQ1
=
5 + Q1 4,5

26
4,5 ( 10 + Q2 ) = ( 5 + Q1 ) PQ1
4,5 + 4,5 Q2 = 5 PQ1 + PQ1 . Q1
4,5 Q2 = 5 PQ1 + PQ1 . Q1 - 45
5PQ1 + Q1PQ1 – 45
Q2=
4,5

I = Q1 . PQ1 + Q2 . PQ2
5PQ1 + Q1PQ1 – 45
100 = Q .PQ + ( )4,5
1 1
4,5

100 = Q1 . PQ1 + 5 PQ1 + Q1 . PQ1 - 45


2 Q1PQ1 + 5 PQ1 = 145
2 Q1PQ1 = 145 - 5 PQ1

145 – 5PQ1 72,5


Q1= Q= – 2,5
1
2PQ1 PQ
1

(b) Untuk 2000 konsumen

QPS = 2000 ( Q1 )

72,5
= 2000( – 2,5)
PQ1

145.000
– 5.000
PQ1

12. Diketahui fungsi kegunaan barang X, Y, dan Z adalah Uxyz = 5X2 + 2Y2 +
4Z2, Px = 10, Py = 40, Pz = 20, I = 4.600. Tentukan kombinasi
X, Y, Z untuk kegunaan max ?

MUx Px MUy Py
= =
MUy Py MUz Pz

10X 10 4Y 40
= =
4Y 40 8Z 20

4 Y = 40 X 4 Y = 16 Z
Y = 10 X Z = 1/4 Y
= 1/4 (10X)
= 2,5 X

I = X . Px + Y . Py + Z . Pz
4600 = X . 10 + 10X . 40 + 2,5X . 20
4600 = 10X + 400X + 50X
4600 = 460X

27
X = 10
Y = 10 . X = 10 . 10 = 100
Z = 2,5 . X = 2,5 . 10 = 25

13. Diketahui fungsi kegunaan barang X + Y, Uxy = 4 X 0,04Y 0,08 dengan harga
barang X = Rp 500/satuan dan harga barang Y = Rp 200/satuan.
Pendapatan konsumen sebesar Rp 50.000,-
(a) tentukan kombinasi barang X dan Y agar tercapai kepuasan max
(b) berapa pengeluaran barang X dan Y
(c) berapa total pengeluaran konsumen

Uxy = (X0,04 Y0,08)1/4 = X0,01 Y0,02


Mux = 0,01 X-0,99 Y0,02 = 0,01 Y0,02/X0,99
Muy = 0,02 X0,01 Y-0,98 = 0,02 X0,01/Y0,98

MUx Px
=
MUy Py

0,01Y0,02 /X0,99 0,01Y 500


= =
0,02X0,01/Y0,98 0,02X 200

Y 5
=
2X 2

2 Y = 10 X
Y = 5X

I = X . Px + Y . Py Y = 5X
50.000 = X . 500 + 5X . 200 = 5 (33,33)
50.000 = 1500 X = 166,65 satuan
X = 33,33 satuan

Pengeluaran barang X = 33,33 . Rp 500/satuan = Rp 16.665


Pengeluaran barang Y = 166,65 . Rp 200/satuan = Rp 33.330

Total pengeluaran konsumen


X . Px + Y . Py
Rp 16.665 + Rp 33.330 = 49.995 rupiah

14. Alkisah di sebuah kerajaan yang makmur, hidup seorang pengelana yang gemar
makan somai (X1), bakwan (X2), tahu (X3) dan tidur. Suatu hari raja memberi
kesempatan bekerja seorang pengelana untuk mengurus permaisuri selama
seminggu karena sang raja sedang menangani kegiatan pemberontakan,
sehingga pekerjaan pengelana itu bertambah menjadi makan (M), tidur (T), dan
kerja (K). Pengelana memperoleh kepuasan dari makan dan tidur, dimana
fungsi kegiatan total (TU) adalah TU = T1/4 M3/4. Upah yang diterima dari
kerja adalah Rp 800/jam, sedangkan biaya untuk makan besarnya 20/menit.
Upah yang didapat digunakan untuk membayar biaya makan. Hasil penelitian

28
menunjukkan fungsi Utilitas pengelana dalam mengkonsumsi somai, bakwan
dan tahu adalah
U = 5 log X1 + 3 log X2 + 2 log X3, harga somai, bakwan dan tahu
adalah 100, 20, dan 40. Ditanya ;
(a) Brp jam pengelana harus makan, tidur, dan bekerja agar mendapat kepuasan
max ?
(b) Berapa raja harus membayar pengelana itu selama satu minggu ?
(c) Berapa banyak somai, bakwan, dan tahu yang dikonsumsi pengelana agar
kepuasan max ?
(d) Berapa penerimaan penjualan untuk tiap makan somai, bakwan, dan tahu
dari pengelana itu selama satu minggu ?

Jawab :

PK = 800/jam PM = 20/menit = 1200/jam


PK = PT PK = PT = 800
TU = T1/4 M3/4
MUT = 1/4T-3/4 M3/4
MUM = 3/4T1/4 M-1/4

MUT PT
=
MUM PM

1/4T–3/4M3/4 800
1/4 –1/4
=
3/4T M 1200

1/4M 2
=
3/4T 3
3/4 M = 3/2 T
M=2T

(a) Upah kerja untuk makan semua


K . PK = M . PM
800K = 2 T . 1200
2400T
K=
800
K = 3T

Alokasi waktu 1 minggu = 168 jam (7 x 24 jam)


168 = M + K + T
168 = 2T + 3T + T
168 = 6T
T = 28 jam
M = 2T = 28 . 2 = 56 jam
K = 3T = 3 . 28 = 84 jam

(b) I = K . PK
= 84 . Rp 800/jam
= Rp 67. 200

29
(c) U = 5 log X1 + 3 log X2 + 2 log X3

5 3 2
MUx1 = , MUx2 = , MUx3 =
X1 X2 X3

MUx1 PX1 5 / X1 100


= =
MUx2 PX 2 3/ X 2 20

5X 2
=5
3X1
15 X1 = 5 X2
X2 = 3 X 1

MUx2 Px 2 3/X2 20
= =
MUx3 Px3 2/X3 40

3X3 1
=
2X2 2

6 X3 = 2 X 2
X3 = 1/3 X2 = 1/3 . 3 X1 = X1

I = X1 Px1 + X2 Px2 + X3 Px3


67.200 = X1 . 100 + 3X1 . 20 + X1 . 40
67.200 = 200X1
X1 = 336 somai/minggu
X2 = 3X1 = 3 . 336 = 1.008 bakwan/minggu
X3 = X1 = 336 tahu/minggu

(d) Penerimaan penjual


Untuk X1 = X1 .Px1
= 336 . 100 = Rp 33.600/minggu
Untuk X2 = X2 Px2
= 1.008 . 20 = Rp 20.160/minggu
Untuk X3 = X3 .Px3
= 336 . 40 = Rp 13.440/minggu

15. Diketahui fungsi permintaan pada suatu barang


Px = 80 - 5 Qx dan Px = 180 - 20 Qx, terdapat 100.000 orang
konsumen,
masing-masing 4/6 dan 3/9 bagian
(a) Turunkan fungsi permintaan pasar terhadap barang X
(b) Gambarkan fungsi tersebut dalam bentuk grafik !

Jawab :
(a) Px = 80 - 5 Qx
5Qx = 80 - Px
Qx = 16 - 0,2 Px

30
QxPS 1 = 4/6 . 100.000 (Qx)
= 66.667 ( 16 - 0,2 Px )
= 1.066.672 - 13.333 Qx

Untuk 3/9 bagian

Px = 180 - 20 Qx
20Qx = 180 - Px
Qx = 9 - 0,05 Px
QxPS2 = 3/9 . 100.000 ( 9 - 0,05 Px )
= 300.000 - 1.667

Qxps = Qxps1 + Q psx 2


= ( 1.066.672 - 1.333 Px ) + ( 300.000 - 1.667 Px )
= 1.366.672 - 15.000 Px

(b) Kurva

QxPs = 1.366.672 – 15.000 Px


Qx = 0 □ 0 = 1 . 366.672 – 15.000 Px
15.000 Px = 1.366.672
Px = 91,11

Px = 0 □ Q Psx = 1.366.672

Px
91,11

1.366.672 QxPS

16. Diketahui fungsi kegunaan dalam mengkonsumsi barang X dan Y :


U = f ( X,Y )
(a) buktikan bahwa barang X dan Y tidak mungkin kedua-duanya sebagai
barang
tuna nilai (inferior goods)
(b) tunjukkan bahwa kedua barang tersebut (barang X dan Y) mempunyai
hubungan substitusi.

31
Jawab :

(a) U = f ( X, Y )
I = X . Px + Y . Py

&I &X &Y


= Px + Py
&I &I &I

&X &Y
I = Px + Py
&I &I

Px dan Py selalu positif


&x
apabila negatif (barang x inferior)
&I
&y
apabila tidak boleh negatif (barang Y tidak boleh inferior agar persamaan
&I
&x &y
Qx + Py = 1 terpenuhi
&I &I

(b) U = f ( X, Y )
6U = &f(X, Y) .&x +
&f(X, Y)
.&Y
&X &Y

MUx . 6X + MUy . 6Y = 0
MUx . 6X = - µ UY 6Y
MUx = – &Y MRS
MUy &X

Sesuai dengan teori, dimana semakin bertambah suatu barang dikonsumsi, maka
harga barang akan turun, sehingga jika MUx meningkat ( jumlah konsumen X
menurun ), maka akan diikuti oleh Muy menurun (jumlah konsumsi Y
menurun). Jadi untuk mempertahankan tingkat kepuasan yang sama jika X
meningkat maka Y menurun berarti antara X dan Y terdapat
hubungan substitusi.

17. Didalam suatu pasar diasumsikan hanya terdapat 1000 orang konsumen untuk
sebuah barang X, 1/4 dari konsumen tersenut mempunyai fungsi permintaan
yang identik masing-masing : Px = 5 - 0,5 Qx, sedangkan sisanya
mempunyai fungsi permintan individu Px = 5 - Qx. Tuliskan fungsi
permintaan pasar barang X.

Jawab :
Konsumen = 1000 orang
Untuk 1/4 konsumen 250 orang
Px = 5 - 0,5 Qx
Qx = 10 - 2 Px
QX1PS = 250 (10 - 2 Px) = 2500 - 500 Px

32
Untuk 3/4 konsumen 750 orang
Px = 5 - Qx
0,5Qx = 5 - Px
Qx = 5 - Px
PS
QX2 = 750 ( 5 - 8X) = 3750 - 750 Px
Q PS tot = Q PS PS
X X1 + Q X2
QXPS tot = 6250 - 1250 Px

18. Didalam suatu pasar ekonomi yang terdiri dari permintaan barang Q1 dan Q2,
seorang konsumen mempunyai kurva indeferen (KI) berbentuk garis lurus
dengan slope (kemiringan) sebesar –q1/q2 dan harga Q1 sebesar P1 dan harga
barang Q2 sebesar P2, serta pendapatan sebesar M.
(a) turunkan fungsi permintaan barang Q1
(b) hitung elastisitas harga sendiri atas permintaan barang Q1

Jawab :

Q1

GA
M/P1

(-q1/q2

M/P2 Q2
q2

(a)
q1
slope = –
q2
M = P1 Q1 + P2 Q2 ………………….(1)

M
q1 =
P1 q1 M/P1 P2
= =
M q 2 M/P2 P1
q2 =
P2

q1 P2 P1q1
= *q 2 = ...............................(2)
q 2 P1 P2

Substitusikan ke (1)
M = P1 q1 + P2 q2

33
P1q1
= Pq + P ( )
1 1 2
P2
= 2P1q1
M
q =
1
2P1

Edq1 = &q1 . P1
&P1 q1

M P1
=– .
2P12 q1
M
= –
2P1q1

padahal M = 2 P1 q1

2P q
makaEdq1 = – 2P1q 1
11
Ed = - 1

19. Fungsi kegunaan dalam mengkonsumsi barang X dan Y adalah U = X 0,2 Y0,4.
Tingkat pendapatan konsumen sebesar Rp 30.000 dan tingkat substitusi
marginal (MRS) antara barang X dan Y sebesar 0,5 keseimbangan konsumen
tercapai pada saat jumlah barang Y yang dikonsumsi sebesar 100 satuan.
(a) hitung jumlah barang X yang harus dikonsumsi
(b) tentukan harga per satuan barang X dan harga per satuan barang Y

Jawab

MUx Px
(a) MRSxy = =
MUy Py

0,2 X –0,8Y 0,4 1


0,2 –0,6
=
0,4X Y 2

0,2Y 1
=
0,4 2
Y=X
Y = 100 → X = 100

Px
= 0,5 * Px = 0,5Py → Py = 2Px
Py

34
(b) I = X.Px + Y.-Py
30.000 = 100 Px + 100 Py
30.000 = 100 (Px + Py)
30.000 = 100 (Px + 2 Px)
30.000 = 100 (3 Px)
30.000 = 300 Px
Px = 100
Py = 2 Px = 2 (100) = 200

20. Diketahui fungsi kegunaan dalam konsumsi barang Q1 dan Q2 adalah U = Q1


Q22, sedangkan fungsi garis anggaran adalah 120 = 2 Q1 + 5 Q2
(a) tentukan kombinasi optimum dalam mengkonsumsi ke-2 barang tersebut
(b) tentukan elastisitas pendapatan atas permintaan barang Q1

Jawab

Diketahui
U = Q1 Q22
120 = 2 Q1 + 5 Q2
Ditanya : Q1, Q2, Ei ?

(a) MUQ1 = Q22 MUQ2


= 2 Q1 Q2
MUQ PQ Q22 2
1
= 1
* =
MUQ2 PQ2 2Q1Q2 5
Q2 2
=
2Q1 5
4Q1 = 5Q2
5 4
Q = Q→Q Q
1 2 2
4 51
120 = 2 Q1 + 5 (4/5 Q1)
= 2 Q1 + 4 Q1
120 = 6Q1
Q1 = 20
4 4
Q = (Q ) = (20) = 16
2 1
5 5

MUQ1 PQ1
(b) =
MUY2 PQ2
Q2 PQ1
=
2Q2 PQ2

Q2 PQ2 = 2 Q1 PQ1

2PQ1
Q= .Q
2 1
PQ2

35
I = P Q1 . Q1 + PQ2 . Q2
2PQ1
= PQ .Q + PQ ( Q)
1 2 2 1
PQ2
= PQ1Q1 + 2PQ1Q1

I = 3PQ1Q1
1 I
Q1=
3 PQ1
1 –1
Q1 = I.PQ * Fungsi Cobb Douglas
3
Ei = –1

Kenapa bisa Ei = 1
Fungsi Cobb Douglas Y = aXb
&Y X
E= .
&X Y
X
= abXb –1.
Y
b.aXb X
= .
X Y
Y X
= b. .
X Y
E= b

1
Q= I. PQ
–1

3
Y = aXb1Xb2 * Ei = 1 * Turunan I (1/3I)
1 2

Ed = –1 * Turunan PQ–1

21. Dipsi sangat menyukai barang A dan B yang diketahui mempunyai fungsi
kegunaan U = 10 A + 5 B + AB, pendapatan Dipsi adalah I = Rp
10.000 dan harga barang B sebesar Rp 450 per satuan. Hitung :
(a) fungsi permintaan barang A
(b) apabila diasumsikan ada 100 konsumen yang identik, maka turunkan fungsi
permintaan pasar atas barang A

Jawab
(a) MUA = 10 + B
MUB = 5 + A
MUA PA
=
MUB PB
10A + B PA
=
5+A 450

36
10 + B)450 = (5 + A)PA
4.500 + 450 = 5PA + APA

5PA + APA – 4.500


B=
450

I = APA + BPB

5PA + APA – 4.500


10.000 = APA + ( )450
450

10.000 = APA + 5PA + APA – 4.500


14.500 = 2APA + 5P

14.500 – 5PA
A=
2PA
7.250
A= – 2,5
PA

(b) Jika ada 100 konsumen


QAps = 100 (QA)
7250
QAPS = 100( – 2,5
PA
725.000
QAPS = – 250
PA

22. Seorang pecandu anggur mempunyai uang Rp 300.000 yang digunakan untuk
membeli anggur kegemarannya. Dua jenis anggur yang paling digemarinya
adalah Frech Bordeaux (F) berharga Rp 10.000,-/botol dan California (C) yang
berharga Rp 2.000/botol.
(a) Berapa botol masing-masing dibeli jika ia mempunyai fungsi utility
U = F2/3 C1/3. Ketika sampai di King Café and Club, didapatinya harga
anggur Bourdeaux turun menjadi Rp 5.000,- dan anggur california tetap
Rp 2.000,-/botol.
(b) Sekarang bagaimana kombinasi anggur yang dibeli pecandu anggur itu ?

Jawab
Diketahui U = F2/3 C1/3
PF = Rp 10.000/botol
PC = Rp 2. 000/botol
I = Rp 300.000,-
Ditanya : a) berapa F dan C ?
b) jika Pf = Rp 5.000, Pc = Rp 2.000
berapa F dan C ?

Jawab
2 –1 / 3 1 / 3
(a) MUF = F C
3

37
1 2 / 3 –2 / 3
MUC = F C
3
MUF PF
=
MUC PC
2/3C 10.000
=
1/3F 2.000
2/3C
=5
1/3F
2 5
C= F
3 3
5
C= F
2

I = F.PF + C.PC
300.000 = F . 10.000 + 5/2 F . 2.000
300.000 = 15.000 F
F = 20 botol
C = 5/2 (20) = 50 botol

(b) PF menjadi Rp 5.000


MUF PF 2 / 3C 5.000
= * =
MUC PC 1/ 3F 2.000
2 / 3C
= 2,5
1/ 3F
2 / 3C = 2,5 / 3F
C = 2,5 / 2F

I = FPF + CPC
2,5
300.000 = 5.000F + F.2.000
2
300.000 = 5.000F + 2.500F
300.000 = 7.500F
F = 40 botol
2,5 2,5
C= F= (40) = 50 botol
2 2

38
II. TEORI PRODUKSI DAN BIAYA

RUMUS :

PT = Y = f(x)
Y
PR =
X
&PT
PM = = PT'
&X
PM
EP = * EP = 1 * tercapai pada saatPM = PR
PR
EP = 0 * tercapai pada saatPM = 0

n = Y.PY – XPX
PY.PM = PX Syarat Optimasi
NPM = PX

Pada saat PT Max PM = 0


PR Max PM = PR

Teori Biaya

TC = TVC + TFC
TVC
AVC =
Q
TFC
AFC =
Q
AC = ATC = AVC + AFC
TC = ( MC
MC = TC '
TC
AC
Q

Pada saat AVC min, maka AVC = MC


Pada saat AC min, maka AC = MC

PT max maka AVC min, PM max, MC min, PR max, AVC min.

39
S
OAL

A. Jelaskan dengan singkat istilah-istilah dalam teori produksi di bawah ini.


1. Optimum Rate of Output.
2. Marginal product of Labor
3. Rational Stage of Production
4. Leat Cost Combination
5. Law of Diminishing Return
6. Fungsi Produksi
7. Isoquant
8. Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS)
9. Expansion Path
10. Input Variabel

B. Selesaikan beberapa kasus di bawah ini sesuai dengan teori ekonomi yang
telah saudara pelajari.

11. Diketahui fungsi produksi jangka pendek seorang produsen sebagai berikut :
Q = 3 Lampiran + 2 L2 - 0,1 L3
Dimana :
Q adalah jumlah output
L adalah input (tenaga kerja)

Pertanyaan :
a. Bagaimana bentuk fungsi produksi rata-rata (APL).
b. Bagaimana bentuk fungsi produksi marginal (MPL).
c. Apabila produsen menghendaki produksi total (TP) maksimum, tentukan
berapa besarnya input L (tenaga kerja) yang harus digunakan ?
d. Apabila produsen menghendaki produksi rata-rata (APL) maksimum, tentukan
berapa input Lampiran (tenaga kerja) yang harus digunakan ?
e. Buatlah gambar yang melukiskan kurva-kurva produksi total (TP), produksi
marginal (MP) dan produksi rata-rata (AP). Kemudian bagilah kurva-kurva
tersebut menjadi 3 tahapan produksi sesuai dengan teori produksi.

12. Tabel di bawah ini menunjukkan produksi marginal (MP) dari input A dan output
B yang digunakan dalam suatu proses produksi.

Input A MPA Input B MPB


4 9 7 6
5 8 8 5
6 7 9 4
7 6 10 3
8 5 11 2

Apabila diketahui harga input A (Pa) Rp 2,- per unit dan harga input B (Pb) Rp
1,- per unit, sedangkan anggaran yang tersedia untuk membeli kedua input
tersebut sebesar Rp 19,-, tentukan :
a. Besarnya input A dan input B yang harus digunakan agar perusahaan tersebut
berproduksi pada tingkat biaya terendah (least cost combination).
b. Tingkat harga output agar produsen memperoleh keuntungan yang maksimum.

40
13. Sebuah perusahaan dalam memproduksi suatu barang menghadapi isoquant
sebagai berikut :

12 = L3/8K5/8

di mana Lampiran adalah input tenaga kerja dan adalah input modal.

Apabila harga input tenaga kerja (Pl) adalah Rp 3,- per unit dan harga input modal
(Pk) adalah Rp 5,- per unit, tentukan :
a. Jumlah tenaga kerja (L) dan input modal (K) yang harus digunakan untuk
memproduksi output sejumlah 12 unit, agar dicapai biaya yang minimum.
b. Biaya minimum dalam proses produksi tersebut.

14. Dalam memproduksi beras seorang petani mengkombinasikan input tanah, bibit
dan pupuk. Hasil produksi dari mengkombinasi input-input tersebut terlihat pada
tabel di bawah ini.

Input Kombinasi
I II III IV
Tanah (t) 5 7 5 5
Pupuk (p) 10 10 15 10
Bibit (b)
Jumlah produksi (Q) 100 110 105 112

Pertanyaan :
a. Berdasarkan data produksi yang terdapat pada tabel di atas, tentukan
produksi margimal dari input Tanah (MPt), produksi marginal Pupuk (MPp)
dan produksi marginal Bibit (MPb).
b. Apabila harga input Tanah Rp 5,- per unit, harga input Pupuk Rp 1,- per unit
dan harga Bibit Rp 4,- per unit, apakah petani tersebut sudah berhasil
mengkombinasikan Tanah. Pupuk dan Bibit secara opyimum/efisien?
Berikan penjelasan tentang jawaban saudara.

JAWAB

A. Penyelesaian soal-soal menjelaskan istilah dalam teori produksi.

1. Optimum Rate Of Output adalah tingkat output yang untuk memproduksinya


dalam jangka panjang dan membutuhkan biaya rata-rata terkecil. Secara grafik
timgkat output ini terjadi pada waktu kurva LRAC (Long Run Average Cost) di
titik terendah (minimum).
2. Marginal Product of Labor adalah tambahan produksi total yang disebabkan
oleh bertambahnya penggunaan tenaga kerja (labor) dalam proses produksi.
3. Rational Stage of Production adalah daerah tingkat produksi dengan
penggunaan faktor produksi yang efisien.
Bagian yang diarsir pada gambar di bawah ini menunjukkan daerah tingkat
produksi yang rasional.

41
TP

TP = f (L,K)

L
0

4. Least Cost Combination (LCC) adalah kombinasi dari penggunaan input dalam
suatu proses produksi di mana biaya yang digunakan adalah minimum.

Biaya produksi minimu dicaoai apabila :

MPx1 MPx 2 = ............. = MPxn dan


=
Px1 Px 2 Pxn

X1 . Px1 + X2 . Px2 + + Pxn = 1

Di mana :
MPx1, MPx2,……, MPxn adalah produksi marginal dari faktor produksi x1, x2,….,
xn.
Px1, Px2,……Pxn adalah harga faktor produksi x1, x2,…….xn.
X1, X2,……..Xn adalah faktor produksi x1, x2,…….xn yang digunakan
I adalah anggaran yang tersedia untuk membeli input.

15. Law of Diminishing Return adalah hukum yang mengatakan bahwa apabila
dalam suatu proses produksi di mana input variabel ditambah, sedangkan input
yang lain tetap, maka tambahan output yang dihasilkan mula-mula naik, tetapi
kemudian menurun apabila input tersebut terus ditambah, dihasilkan.
Kurva produksi di bawah ini (dengan menggunakan satu input variabel Lampiran
dan input lain tetap) menunjukkan berlakunya Law of Diminishing Return.

42
TP

TP = f (L,K)

L
0
16. Fungsi Produksi adalah suatu schedul yang menggambarkan jumlah output
maksimu yang dapat dihasilkan dari satu set faktor produksi tertentu, dan pada
tingkat teknologi tertentu pula.
17. Isoquant adalah sebuah kurva yang menunjukkan kombinasi- kombinasi faktor
produksi pada berbagai kemungkinan tingkat output yang dapat dihasilkan.
18. Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) adalah suatu angka untuk
mengukur berkurangnya salah satu jenis faktor produksi per unit dengan
bertambahnya penggunaan faktor produksi yang lain untuk mempertahankan
tingkat output yang sama.
19. Expansion Path (garis Perluasan Produksi) adalah suatu garis yang
menunjukkan tingkat kombinasi input dengan biaya produksi minimum pada
berbagai tingkat output, di mana harga-harga input yang digunakan tetap.
20. Input Variabel adalah input/faktor produksi yang jumlahnya dalam jangka sangat
pendek dapat berubah-ubah yang digunakan dalam suatu proses produksi.

B. Penyelesaian soal-soal kasus.

1. Fungsi produk total (TP) :

TP = 3 L + 2 L2 - 0,1 L3

a. Fungsi produk rata-rata dari Lampiran (APL) :

TP 3L + 2L2 – 0,1L3
APL = =
L L
2
APL = 3 + 2L – 0,1L

b. Fungsi marginal dari Lampiran (MPL) :

&TP
MPL = = 3 + 4L – 0,3L2
&L
MPL = 3 + 4L – 0,3L2

43
c. Produksi total (TP) maksimum.

&TP
TP maksimum apabila =0
&L
TP = 3 L + 2 L2 - 0,1 L3
&TP
= 3 + 4L – 0,3L2 = 0
&L
3..+ 4 L - 0,3 L2 = 0
Dengan menggunakan rumus abc, ditemukan nilai :
L1 = - 0,67
L2 = 14,02
Karena jumlah input tidak mungkin negatif, maka yang diambil nilai L2. Jadi
TP maksimum pada tingkat penggunaan input Lampiran sebanyak 14.

d. Produksi rata-rata Lampiran (APL) maksimum.

&APL
APL maksimum apabila =0
&L
APL = 3 + 2 L - 0,1 L2
&APL
= 2 – 0,2L = 0
&L
2..- 0,2 L = 0
2 = 0,2L
2
L= → L = 10
0,2
Jadi APL maksimum pada penggunaan input Lampiran sebanyak 10
e.
TP

TPL

Tahap I Tahap II Tahap III

APL
L
0 10
MPL

2. Besarnya input A dan B yang harus digunakan agarr berproduksi pada tingkat
biaya terendah (Least Cost Combination/LCC).

44
a. Harga input A (Pa) = Rp 2,-
Harga input B (Pb) = Rp 1,-
Anggaran (I) = Rp 19,-

Syarat LCC :
MPA MPB
= dan A . Pa + B . Pb = I
Pa Pb

Lihat tabel pada soal (halaman 94)

MPA = 8 pada penggunaan input A sebanyak 5


MPB = 4 pada penggunaan input B sebanyak 9

Pada tingkat ini syarat LCC terpenuhi, yaitu :

MPA MPB
= dan A . Pa + B . Pb = I
Pa Pb

8 4
= dan 5 . 2 + 9 . 1 = 19
2 1
10..+ 9 = 19
19 = 19
4 =4
Jadi kombinasi input dengan biaya produksi minimum tercapai pada
penggunaan input A sebanyak 5 dan input B sebanyak 9 unit.

b. Syarat optimum (keuntungan maksimum) :

MPA MPB 1
= =
Pa Pb Pq

di mana Pq adalah harga output.

8 4 1
= =
2 1 Pq

1 1
4= → Pq=
Pq 4

Jadi agar memperoleh laba yang maksimum, produsen harus menjual output
pada harga (Pq) = 1/4.

3. Isoquant yang dihadapi perusahaan :

12 = L3/8K5/8

di mana Lampiran adalah tenaga kerja, K adalah modal

45
Harga input tenaga kerja (Pl) = Rp 3,-
Harga input modal (Pk) = Rp 5,-

a. Syarat biaya minimum (LCC) :

Slope isoquant = minus rasio antara harga input

&L Pk
=–
&K Pl
12 = L K 5 / 8
3/ 8

12 –5 / 8
L3 / 8 = 5 / 8 → L3 / 8 = 12K
K
(L ) = (12K –5 / 8 )8 / 3
3/8 8/3

L = 128 / 3 K –5 / 3
&L
= 128 / 3 (–5 / 3)K –8 / 3
&K

atau
&L 8/3
= (–5/3) 12
&K K8/3
Pk 5
=–
Pl 3

&L Pk (–5/3)128/3
Syarat LCC =– → = –5/3
&K Pl L8/3
8/3
12
=1
L8/3
128/3 = L8/3 → L = 12
12 = L3/8K5/8 karena L = 12
12 = 123/8 k5/8
12
3/8
= K5/8 → 12(12)–3/8 = K5/8
12
125/8 = K5/8 → K = 12
Jadi untuk mencaoai tingkat ongkos produksi yang minimum, input Lampiran
dan input K yang digunakan masing-masing sebesar 12.

b. Biaya yang digunakan (I)

I = Pl . . Lampiran + Pk . K
= 3 . 12 + 5 . 12
= 36 + 60
= 96

4. a.Besarnya produksi marginal tanah (MPt), produksi marginal pupuk (MPp) dan
produksi marginal bibit (MPb).

46
Q 110 – 100 10
– MPt = = = =5
t 7–5 2
Q 105 – 100 5
– MPp = = = =1
p 15 – 10 5
Q 112 – 100 12
– MPb = = = =4
b 18 – 15 3

b. Syarat kombinasi optimum/efisiensi adalah :

MPt MPp MPb


= =
Pt Pp Pb
5 1 4
= =
5 1 4
Karena terpenuhi syarat pengkombinasian yang optimum/efisien, maka dapat
disimpulkan petani tersebut sudah berhasil mengkombinasikan input secara
optimum/efisien

C. Soal Jawab

1. Seorang pengusaha mempunyai fungsi :


PR = 51 + 24 X - X2, dimana Px = Rp 10.200 dan Py = Rp 200, tentukan :
(a) PT dan PM
(b) Penggunaan X pada saat produksi max
(c) Hitung selang penggunaan X pada saat produksi di daerah rasional dan
berapa kisaran produknya ?
(d) Pada penggunaan X berapakah tercapai produksi optimum dan berapa Ep
pada saat produksi optimum ?
(e) Gambarkan secara lengkap fungsi-fungsinya
(f) Berapa n pengusaha tersebut ?

Jawab

Diketahui : PR = 51 + 24 X - X2
Px = Rp 10.200
Py = Rp 200

(a) PT = PR . X
= (51 + 24 X - X2) X = 51 X + 24 X2 - X3
PM = PT’ = 51 + 48 X - 3 X2

(b) PT max PM = 0
2
51 + 48 X - 3 X = 0
-X2 + 16 X + 17 = 0
X2 - 16 X - 17 = 0
( X - 17 ) ( X + 1 )
X = 17 X = -1
Jadi pada saat produksi max, X = 17

47
(c) Daerah Rasional
Pada saat PM = 0 * PT max, X = 17
Pada saat PR max * PR = PM
51 + 24 X - X2 = 51 + 48 X - 3 X2
51 + 24 X - X2 - 51 = 48 X + 3 X2 = 0
2 X2 - 24 X = 0
X2 = 12 x
X = 12
Selang penggunaan * 12 ≤ X ≤ 17

X = 12 * 51 ( 12 ) + 24 ( 12)2 - ( 12 )3
= 612 + 3.456 - 1.728
= 2.340
X = 17 * 51 ( 17 ) + 24 ( 17 )2 - ( 17 )3
= 867 + 6.936 - 4.913
= 2.890

Kisaran produknya 2.340 ≤ Y ≤ 2.890

(d) Produk Optimum nmax * NPM = BKM


PY . PM = PX
PX
PM =
PY
10.200
PM = = 51
200
51 + 48X – 3X2 = 51
48X – 3X2 = 0
48 = 3X
X = 16

PM 51 + 48(16) – 3(16)2
EP = =
PR 51 + 24(16) – 162
51 + 768 – 768
=
51 + 384 – 256
51
= = 0,285
179

48
Y

PTmax
2.890
2.864
PT

Daerah I Daerah II Daerah III


(Ep>1) (0<Ep<1) (Ep<0)

2.340
PRmax PR
X
0 12 Ep = 1 Ep = 0
17 PM

(f) n = TR - TC PT = Y = 51 (16) + 24 (16)2


= Y. PY - X. PX = 816 + 6.144 - 405
= 2.864 ( 200 ) - 16 ( 10.200 ) = 2.864
= 572.800 - 163.200
= Rp 409.600

2. Suatu perusahaan mempunyai fungsi biaya total TC = Q3 - 14Q2 + 69Q + 128


(a) Tentukan fungsi biaya total rata-rata
(b) Tentukan biaya variabel rata-rata
(c) Tentukan biaya marginal
(d) Turunkan fungsi penawaran barang tersebut
(e) Gambarkan kurva penawarannya

Jawab

TC Q3 – 14Q2 + 69Q + 128


AC = =
(a) Q Q
2
= Q – 14Q + 69 + 128 / Q

TVC Q3 – 14Q2 + 69Q


AVC = =
(b) Q Q
= Q2 – 14Q + 69

&TC
(c) MC = = 3Q2 – 28Q + 69
&Q

&AVC
(d) AVC min = =0
&Q

49
= 2Q –14 = 0
2Q = 14
Q=7
Jadi nmax MC = P
2
3Q - 28 Q + 69 = P = 0

– b ± b 2 – 4ac
Q12 =
2a
– (–28) ± (–28)2 – 4.3(69 – P)
=
2.3
28 ± 784 – 12)(69 – P)
=
6
28 ± 784 – 828 + 12P
=
6
28 ± 12P – 44
=
6

(e)

P
MC
AC
28 ± 12P – 44
Q12 =
AVC 6
20
AVCmin

Q
0 7

3. Diketahui fungsi biaya suatu perusahaan adalah TC = 0,02Q3 - 0,9Q2 + 18Q + 5,


jika diketahui P = Rp 6/satuan, maka :
(a) berapa jumlah barang tersebut ?
(b) kondisi perusahaan tersebut

Jawab

50
TC = 0,02Q3 – 0,9Q2 + 18Q + 5
TVC 0,02Q3 – 0,9Q2 + 18Q
AVC = =
Q Q
(a)
= 0,02Q2 – 0,9Q + 18
&AVC
AVCmin = =0
&Q
0,04 Q - 0,9 = 0
0,04 Q = 0,9
Q = 22,5

(b) AVC = 0,02 Q2 - 0,9 Q + 18


= 0,02 (22,5) - 0,9 (22,5) + 18
= 10,125 - 20,25 + 18
= 7,875 ~ 7,88

&TC
MC = = 0,06Q2 – 1,8Q + 18
&Q

Q nmax * MC = P
0,06Q2 – 1,8Q + 18 = 6
0,06Q2 – 1,8Q + 12 = 0
Q2 – 30Q + 200 = 0
( Q1 - 20 ) ( Q - 10 ) = 0
Q = 20 Q = 10

Syarat -2
&MC
)0
&Q
0,12 Q - 1,8 > 0
Untuk Q = 20 * 0,12 ( 20 ) - 1,8 > 0
0,6 > 0
Untuk Q = 10 * 0,12 ( 10 ) - 1,8 > 0
-0,6 > 0
Jadi Q = 20

51
P
MC
AC

AVC
7,88

Q
0 20 22,5

Karena harga barang dibawah AVC min, maka perusahaan rugi

P
MC

1 AC
2
3 AVC
4
5

Q
0

1. perusahaan n
2. impas
3. rugi namun lebih terus berproduksi
4. rugi, depen or perusahaan tutup mupun terus berproduksi
perusahaan tetap mengalami kerugian
5. tutup

4. Sebuah fungsi produksi Y = 10T3/4 C1/4


T = jumlah tenaga kerja
C = modal
Upah tenaga kerja 3x modal, T dan C merupakan biaya terendah, berapa % modal
terhadap biaya-biaya total ?

52
PMT PT
=
PMC PC
30/4T–1/4C1/4 3PC
3/4 –3/4
=
10/4T C PC
7,5C 3PC
=
2,5T PC
C=T

Biaya total

= C.PC + T.PT
= C.PC + C(3PC)
= C.PC + 3CPC
= 4CPC

Biaya modal

CPC
×100% = 25%
4CPC
BiayaModal = 25%BiayaTotal

5. Secara matematis buktikan bahwa


(a) Pada saat produk rata-rata max sama dengan marginal produk ( PR = PM )
(b) Pada saat biaya rata-rata min sama dengan biaya marginal ( AC = MC )
(c) Pada saat keuntungan max, maka biaya marginal sama dengan harga produk
(Py)
(d) Pada fungsi produksi Y = 3X1/4 X1/3, maka elastisitas produksi untuk X1 adalah
¼, elastisitas produksi X2 adalah 1/3

Jawab

(a) PR max maka PR = PM

&PR
PR max → =0
&X
&(Y / X )
=0
&X
&(YX –1 )
=0
&X

53
&Y –1
.X–1 + &X .Y = 0
&X &X
&Y –1
.X .YX – 2 – Y = 0
&X

&Y Y
.X–1 – =0
&X X2 X
&Y Y

&X X

&Y Y
= * PM = PR(terbukti)
&X X

Cara lain :

Y U
PR = —
—→
X V
VU' - UV'
Turunan I =
V2
Y
PR =
X
&Y
X. – Y.1
&PR &X
= =0
&X X2

&Y
=X –Y= 0
&X

&Y Y
=
&X X

PM = PR

&AVC
AVCmin = =0
&Q
&TC
(b) MC =
&Q
TC
AC =
Q

54
&TC &Q
Q. – TC
&TC &Q &Q = 0
* 2
&Q Q
&TC
Q. = TVC
&Q
&TVC TVC
=
&Q Q
MC = TC

atau

C VU' – UV'
AC = →
Q V2
&C
Q –C
&AC &Q &C
→ = 0—
—→ Q –C = 0
&Q Q2 &Q
&C C
=
&Q Q
MC = AC

nmax = TR - TC
= Q . Py - Px . X

&n
nmax = =0
&X
&Q
0 = PY – Px
&X
&Q
Px = Py.
&X
Px
Py =
&Q
&X

&TC
MC =
&Q

&X.Px Px
= =
&X &Q
&X
Px
= = MC
&Q
&X
Py = MC

55
MP PM
Ex 1 = =
AP PR
3 –3/4 1/3 3 –3/4 1/3
X1 X X X
(d) 4 2
4 1 2
1/4 1/3 = 1/4 –1 1/3
3X1 X 2 3X1 X 2
X1
3 –3/4 1/3
X1 X2 1
= 4 =
3X1–3/4 X1/3
2 4

PM
Ex 2 =
PR
1
.3X1/4 X – 2/3
3 1 2
X1/4 X– 2/3 X1/4 X– 2/3 1
= 1 2
1/3 –1
= 1 2
– 2/3
=
3X1/4
1 X2
1/3 1/4
3X X
1 2 3X1/4
1 X 2 3
X2

6. Buktikan
(a) PR max maka AVC min

TVC
AVC = * TVC = Px.X
Q
Px.X
AVC =
Q
Px
AVC =
Q
X
Px
AVC =
PR

karena berbanding terbalik, maka jika Px max, AVC akan min, (TERBUKTI)

(b) buktikan PM max maka MC min


&TVC
MC =
&Q
&(Px.X) &X &Px
= = .Px + X
&Q &Q &Q
&X
= .Px
&Q
Px
MC =
&Q
&X
Px
MC =
PM

56
karena berbanding terbalik maka jika PM max maka MC akan min (TERBUKTI)

(c) Y = aXb maka EP = b


&Y X
EP = .
&X Y
&(aXb ) X
= . b
&X aX
X
= b.aXb –1 b
aX
X
= baXb X–1. b
aX
b
baX X
= . b
X aX
bab
EP = b = b
a

Atau :

PM
EP =
PR
ab X b -1
=
aXb
X
b.aXb –1
=
aXb –1
=b

7. Diketahui fungsi produksi PT modern Q = 36 K1/2 L1/2. Jika Pk = 1 dan Pl = 9,


buktikan bahwa fungsi biayanya merupakan fungsi linier.
Jawab
Q = 36 K1/2 L1/2

Pk = 1 Pl = 9
PMK = 18 K-1/2 L1/2
PML = 18 K1/2 L-1/2

57
PMK Pk
=
PML Pl
18L 1
=
18K 9
L 1
=
K 9
9L = K
K = 9L
1
L= K
9

1/2 1/2
Q = 36(9L) L
Q = 36.3L1/2 L1/2
Q = 108L
Q
L=
108
1/2 1 1/2

Q = 36K ( K)
9
1
Q = 36K1/2 K1/2
3
Q = 12K
1
K= Q
12

C = L . PL + K . PK
Q 1
C= .9 + Q.1
108 12
9Q Q = 9Q + 9Q = 18Q = 1 Q * linear
C= +
108 12 108 108 6

8. Gustavo adalah petani yang menanam anggur dengan fungsi produksi sebagai
berikut:
Y = 51 X + 24 X2 - X3, dimana Y adalah output yang dihasilkan (kg) dan X
adalah input tenaga kerja yang digunakan (HKP). Dari fungsi produksi tersebut,
hitung :
(a) Tulis fungsi produk marginal (PM)
(b) Tulis fungsi produk rata-rata (PR)
(c) Pada selang penggunaan input dan output yang dihasilkan berapakah produksi
berada pada daerah rasional ?
(d) Pada penggunaan input dan output yang diahsilkan berapakah tercapai
efisiensi teknis ?

58
Jawab

&PT
(a) PM = = 51 + 48X – 3X2
&X
PT
(b) PR = = 51 + 24X – X 2
X
(c) Produksi pada daerah rasional yakni 0 S EP S 1
berarti EP = 1 * PM = PR
PM = PR * 51 + 48 X - 3 X2 = 51 + 24 X - X2
24X = 2 X2
24 = 2X
X = 12
EP = 0 * PM = 0
51 + 48X – 3X2 = 0
17 + 16X – X2 = 0
(–X + 17)(X + 1)
X1 = 17 (mungkin)
X2 = -1 (tidak mungkin)

Pada X = 12 Y = 51 ( 12 ) + 24 ( X2) - 123 = 612 + 3.456 - 1.728


= 2.340 kg
2 3
Pada X = 17 Y = 51 ( 17 ) - 24 ( 17 ) - 17
= 867 + 6.939 – 4.913 = 2.890 kg

Pada daerah rasional selera penggunaa input 12 S Y S 17 dan produksi yang


dihasilkan 2.340 S Y S 2.890

(d) Efisiensi teknis tercapai saat PR max


PR max * PR = PM
51 + 24 X – X2 = 51 + 48 X – 3 X2
24X = 2 X2
X = 12 (HKP)

Y = 51 (12) + 24 (12)2 - 123 = 2.340 kg


Jadi efisiensi teknis tercapai pada pengunaan input sebanyak 12 (HKP) dan
output yang dihasilkan 2.340 kg.

9. Sebuah perusahaan mempunyai fungsi biaya total TC = 0,1 Q3 – 2 Q2 + 15 Q +


10,
Dimana TC adalah biaya total dan Q adalah produk yang dihasilkan
(a) tuliskan fungsi penawaran perusahaan tersebut
(b) apabila terdapat 100 perusahaan yang identik, berapa jumlah produk yang
ditawarkan pada tingkat harga sebesar Rp 22,50 per satuan ?

Jawab

59
(a) Fungsi penawaran :
MC = 0,3Q3 – 4Q + 15
TC 0,1Q3 – 2Q2 + 15Q
=
Q Q
AVC = 0,1Q2 – 2Q + 15
&AVC
AVCmin = =0
&Q
0,2Q – 2 = 0
0,2Q = 2
Q = 10

AVCmin = 0,1(Q)2 – 2Q + 15
AVCmin = 0,1(10)2 – 2(10) + 15
AVCmin = 5

P < 5, Q = 0
vmax * MC = P

0,3Q2 – 4Q + 15 = P
0,3Q2 – 4Q – (P – 15) = 0
2
Q1.2 = – b ± b – 4ac
2a

– (–4) ± (–4)2 – 4.0,3 – (P – 5)


=
2.0,3
4 ± 16 + 1,2(P – 15)
=
0,6
4 ± 1,2P – 2
=
0,6

Jadi fungsi penawaran perusahaan

4 ± 1,2P – 2
Q1.2 =
0,6

(b) bila terdapat 100 perusahaan identik pada Px = Rp 22,5/satuan, jumlah


produk yang ditawarkan :

60
(4 + 1,2(22,5) – 2) 100(4 + 5)
Q1 = 100 = = 1500
0,6 0,6
(4 – 1,2(22,5) – 2) = 100(4 – 5) = –166,67
Q 2 = 100
0,6 0,6
jadi Produk yang dihasilkan = 1500

10. Julia berusahatani kedelai dengan fungsi produksi Y = 5 X0,5, dimana Y adalah
produksi kedelai yang dihasilkan (kg/rante) dan X adalah pupuk yang digunakan
(kg/rante). Dalam pelaksanaannya, Julia menggunakan pupuk TSP sebanyak 16
kg. Apabila harga pupuk TSP sebesar Rp 300/kg, harga kedelai sebesar Rp 600,-
/kg dan biaya total sebesar Rp 2.500,- maka :
(a) Berapa keuntungan yang diterima Julia
(b) Apakah penggunaan pupuk tersebut sudah optimal (memberikan keuntungan
max), jelaskan !
(c) Apabila jawaban (b) belum optimal, berapa selisih keuntungannya ?
(d) Apabila Julia mencoba mengusahakan lahan seluas 1 ha, berapa jumlah pupuk
TSP yang akan dibelinya, dan berapa produksi yang akan dihasilkan ?
(catatan : 1 rante = 400 m2)

Diketahui : Y = 5X0,5 Px = Rp 300/kg


X = 16 kg/rante Py = Rp 600/kg
TFC = Rp 2.500,-
Jawab

(a). keuntungan yang diterima


Y = 5 (16)0,5 = 20
v = Y. Py - (X.Px + TFC)
= 600 . 20 - (16.300 + 2.500)
= 12.000 - 7.300
= Rp. 700

(b) penggunaan pupuk optimum

nmax → NPM = BKM


Py.PM = Px
600(2,5X–0,5 ) = 300
1
2,5X– 0,5 =
2
2,5 1
=
X0,5 2
X0,5 = 5
X = 25kg/rante

Penggunaan pupuk belum optimum karena pupuk yang digunakan 25 kg,


sedangkan yang telah digunakan hanya 16 kg.

61
(c) Selisih keuntungan
X = 25* Y = 5 (25)0,5
= 5 . 5 = 25
v = Y Py - (XPx + TFC)
= 25 . 600 - (25 . 300 + 2.500)
= 15.00 - (7.500 + 2.500)
= 5.000
X = 16* v = 4.700
Jadi selisih keuntungan = Rp 5.000 – Rp 4.700 = Rp 300

(d) 1 ha = 10.000 m2
1 rante = 400 m2
1 ha = 25 rante
Pupuk TSP dalam 1 rante = 16 kg
Jika ada 25 rante = 25 x 16 = 400 kg pupuk
Y = 5 (X0,5)
= 5 (4000,5) = 5 . 200 = 100 kg, kedelai
Jadi dalam mengusahakan 1 ha lahan, pupuk yang digunakan adalah 400 kg
dan produksi yang dihasilkan 100 kg.

11. Diketahui hubungan antara produk Y dan faktor-faktor produksi X1 dan X2


sebagai berikut :
Y1 = X12 . X23, dimana harga satuan X1 dan X2 adalah Rp 5.000 dan Rp 3.000.
Untuk mencapai produk sebesar 100 satuan, berapa X1 yang harus
dikombinasikan dengan X2 ?

Jawab

62
Y = X 12 . X 2 3

PMx1 Px1
=
PMx2 Px 2

3
2X1X 2 5.000
2 2 =
3X X 3.000
12

6X X3 = 152 X 2
1 2 1 2

6 X21X22
15 = X X3
1 2
2
= X X–1
12
5
2 X1
=
5 X2
2X2 = 5X1
5
X= X
2
2 1
2
X= X
1 2
5

Y = 100 satuan
Y = X2X3
1 2
2 5 3

100 = X1 ( X 1 )
2
100 = X2 .15,625X3
1 1
5
100 = 15,625X 1

100 = 6,4
X51
15,625
X1 = 1,45
5
X = X
2
2 1
5
X = (1,45)
2
2
X 2 = 3,63

12. Sebuah PT mempunyai fungsi produksi


Q = 10 L1/2 C1/4
Q = output

63
L = TK
C = modal
(a) Hitung kombinasi optimum L dan C dengan biaya minimum untuk tingkatan
output Q = 500 satuan, rl = 25 rc = 50.
(b) apabila C jumlahnya tetap sebesar 25, tulis fungsi produksi total (PT), (PM),
(PR)

Jawab

PQL rl
=
PQC rc
5L–1/2C1/4 25
1/2 –3/4
=
2,5L C 50
(a) 5C = 1
2,5L 2
10C = 2,5L
1
C= L
4
L = 4C

Q = 10 L1/2. C1/4
500 = 10 (4 C)1/2. C1/4
500 = 10 . 41/2. C1/2.C1/4
500 = 20 C3/4
C3/4 = 25
C = 254/3 = 3 254 = 3,10satuan
C = 73,10
L = 4 C = 4 . 73,10
= 292,4
(b)

64
Q = 10L1 / 2C1 / 4
Q = 10L1 / 2 (25)1 / 4
Q = 10L1 / 2 .2,24
Q = 22,4L1 / 2
Q = PT = 22,4L1 / 2
PT 22,4L1 / 2
PR = =
L L
1 / 2 –1
PR = 22,4L L
22,4
PR = 22,4L–1 / 2 =
L
PM = PT '
1
PM = .22,4L–1 / 2
2
PM = 11,2L–1 / 2
11,2
PM =
L
Maximisasi * Input * Output
NPM1 = NPM2
PMX1 X
= 1
PMX2 X2
Maximisasi * Input * Output
PMX1 X2
=
PMX2 X1

13. Sebuah peternakan memiliki usaha sapi potong dengan produksi daging yang
mengikuti fungsi P = 0,75 JS1/3 RS2/3
P = jumlah kg daging yang dihasilkan
JS = jagung yang digunakan sebagai pakan sapi
RS = Rumput gajah yang digunakan sebagai pakan

Selain sapi, peternakan tersebut mengusahakan ternak ayam yang produksi


telurnya
T = 0,1 JT
T adalah jumlah butir telur yang diproduksi
JT adalah pakan ayam (Jagung)
Harga daging Rp 5.000/kg
Harga telur Rp 125/butir
Bagaimanakah peternakan tersebut mengalokasikan SD agar tercapai produksi
yang max jika diketahui jagung 64 ton dan rumput gajah 12 ton.

Diketahui : P = 0,75 JS1/3 RS2/3 ; RS = 12 ton ; T = 0,1 JT


P = 0,75 JS1/3 (12)2/3
= 0,75 JS1/3 . 5,28 = 3,96 JS1/3

65
PMS PS
=
PMT PT
1 –2/3
3,96. JS
3 5.000
=
0,1 125
10.1,32JS–2/3 = 40
13,2
= 40
JS2/3
13,2 = 40JS2/3
13,2
JS2/3 =
40
JS2/3 = 0,33
JS = (0,33)
JS = 0,18ton

J = 64 ton
J = JS + JT
64 = 0,18 + JT
JT = 63,82 ton

14. Sebuah peternakan ayam mempunyai fungsi produksi


T = 5 P0,75 2 J0,25
T = jumlah butir telur yang dihasilkan
P dan J adalah padi dan jagung yang digunakan sebagai pakan ayam, untuk
memenuhi pakan ternaknya, peternak tersebut menanam padi dengan fungsi
produksi P = 2 K3/4 N1/2 dan jagung dengan fungsi produksi J = 4 T1/2 3 M1/2 ,
dimana :
T adalah tenaga kerja dengan upah Pt Rp 2.000
M adalah modal dengan sewa PM Rp 1.000
Biaya total untuk produksi jagung Rp 120.000
K dan N = adalah Jumlah pupuk kalium dan nitrogen
Pk = Rp 400
PN = Rp 200
Biaya total untuk produksi padi Rp 20.000
Tentukan berapa butir telur yang dihasilkan ?
Diketahui fungsi produksi

66
P = 2K3/4 N1/2
6
PMK = K–1/4 N1/2
4
PMN = K3/4 N–1/2
PMK PK
=
PMN PN
1 1
6 –4 2
K N
4 400
3 1 =
– 200
K 4N 2
6
N
4 = 400
K 200
6
N
4 =2
K
3
N = 2K
2
3N = 4K
4
N= K
3

TC = KPK + NPM
4
TC = KPK + K.200
3
4
20.000 = K.400 + K.200
3
800
20.000 = K.400 + K
3
20.000 = 666,67K
20.000
K= = 30kg
666,67
4
N = (30) = 40kg
3
P = 2K3/4 N1/2
P = 2(30)3/4 (10)1/2
P = 162,14kg

67
J = 4T1/2 3M1/2
1/2 1/2
PMt = 2T 3M
3
PMm = 4T1/2 M –1/2
2
PMt PT
=
PMm PM
6M 2.000
=
6T 100
6M = 12T
M = 2T

TC Jagung = TPT +MPM


120.000= 2.000 T + 2T . 1.000
120.000 = 2.000 T + 2.000 T
120.000 = 4.000 T
T = 30
M = 2 (30) = 60

J = 4 T1/2 3 M1/2 T = 5 P0,75 2 J0,25


= 4 (30)1/2. 3 (60)1/2 = 5 (162,14)0,75 . 2 (509)0,25
= 509 kg = 2.158,23→2.158 butir telur

15. Seorang petani menanam jagung dan padi secara tumpang sari. Fungsi produksi
jagung adalah :
J = 65,54 + 1,084 NJ - 0,003 NJ2
Sedangkan fungsi produksi padi adalah
P = 68,07 + 0,830 NP - 0,002 NP2
Dimana NJ dan NP masing-masing adalah
Jumlah pupuk Nitrogen (N) yang digunakan untuk memproduksi J dan P, jika
jumlah pupuk N yang digunakan sebanyak 100 kg, dan harga per satuan J dan P
masing-masing sebesar Rp 300,- dan Rp 200,00 maka :
(a) Berapa alokasi penggunaan N untuk masing-masing komoditi agar
diperoleh nilai produksi yang max ?
(b) Berapa nilai produksi tersebut ?

Jawab

(a) Diketahui J = 65,54 + 1.084 NJ - 0,003NJ2


P = 68,07 + 0,83 NP - 0,002 NP2
PJ= Rp 300/satuan
NJ + NP = 100 kg
NP = 100 - NJ
PP = Rp 200/satuan

Jawab
(a) alokasi penggunaan N untuk masing-masing komoditi agar nilai produksi
max

68
PMJ PP
=
PMP PJ
1,084 – 0,006NJ 200
=
0,83 – 0,004NP 300

325,2 - 1,8 NJ = 166 - 0,8 NP


325,2 - 1,8 NJ = 166 - 0,8 (100 – NJ)
325,2 - 1,8 NJ = 166 - 80 + 0,8 NJ
239,2 = 2,6 NJ
NJ = 92 kg
NP = 100 – NJ
= 100 – 92
= 8 kg
Jadi alokasi penggunaan N adalah
NJ = 92 kg
NP = 8 kg

Nilai produksi
J = 65,54 + 1,084 (92) - 0,003 (92)2
= 65,54 + 99,728 - 25,392
= 139,876

Nilai produksi jagung = 300 (139,876) = 41.962,8


P = 68,07 + 0,830 (8) - 0,002 (8)2
= 68,07 +6,64 - 0,128
= 74,582
Jadi nilai padi = 200 (74,582)
= 14.916,4

16. sebuah perusahaan memiliki fungsi produksi


Y = 10 X2 - 8 X - 2
Px = Rp 200
Py = Rp 400
Pada saat tercapai efisiensi ekonomis berapakah input yang digunakan,
berapakah X yang digunakan pada saat tercapai produksi max

Jawab

Efisiensi secara ekonomis tercapai pada saat

69
v = Y.Py – X .Px
Py.PM = Px
&Y
PM = = 20 X – 8
&X
Py.PM = Px
400(20 X – 8) = 200
20X – 8 = 1 2
40X – 16 = 1
40X = 17
X = 0,425

Produksi max tercapai saat PM = 0


20 X - 8 = 0
20X = 8
X = 8/20 = 0,4

17. Sebuah perusahaan mempunyai fungsi produksi Q = 20 M0,4 2T0,4


Dimana M = modal
T = TK
dengan harga sewa modal 4 x TK
(a) Tentukan berapa % biaya untuk membayar TK terhadap pengeluaran total
(b) Jika pemakaian TK tetap 10, tuliskan fungsi PT, PM, dan EP

Jawab

Diket : Q = 20 M0,4 2T0,4


PM = 4 PT

PMM PM
=
PMT PT
8M .2T0,4
0,6
4PT
0,4 – 0,6
=
20M .0,8T PT
16T 4PT
=
(a) 6M PT
T
=4
M
T = 4M
1
M= T
4

TC = M.PM + T.PT
= 1/4 T.4PT + T.PT
= T.PT + T.PT
= 2T.PT

70
Biaya tenaga kerja

TPT
×100% = 50%
2TPT

(b) Q = 20 M0,4 2T0,4


Q = 20 M0,4 2 (10)0,4
= 20 M0,4 2(2,5)
= 100 M0,4

Q = PT = 100M 0,4
&PT
PM = = 40M –0,6
&M
EP =
PM 40M –0,6 40M 0,4
= = = 0,4
PR 100M 0,4 100M 0,4
M

18. Sebuah perusahaan mempunyai fungsi produksi Q = 5 M1/4 C1/2


Dimana Q = jumlah output yang dihasilkan
M = mesin
C = modal
Hitung kombinasi M dan C dengan biaya min untuk tingkat output 500, dan
sewa kapital Rp 10,-, harga mesin Rp 5

Jawab

FP* Q = 5 M1/4 C1/2


PMM PM
=
PMC PC
5 –3/4 1/2
M C
4 5
=
5 1/4 –1/2 10
M C
2
5
C
4 =1
5
M 2
2
5 5
C= M
2 2
C=M=M=C

71
1/4 1/2
500 = 5M C
500 = 5M1/4 M1/2
500 = 5M3/4
M3/4 = 100
M = 1004/3
M = 464,15
M = C = 464,15

19. Diketahui AC = 0,05 Q2 - 1,95 Qt + 26 + 10/Q, dimana Py = 8/satuan


(a) Tentukan tingkat output agar keuntungan max
(b) Simpulkan kondisi perusahaan tersebut

Jawab

TC
AC =
Q
TC = AC.Q
TC = 0,05Q3 – 1,95Q2 + 26Q + 10
&TC
MC = = 0,5Q2 – 3,9Q + 26
&Q
TVC
AVC = = 0,05Q2 – 1,5Q + 26
Q
&AVC
AVCmin = =0
&Q
0,1Q – 1,95 = 0
Q = 19,5

AVC min = 0,05 (19,5)2 - 1,5 (19,5) + 26


= 19,01 - 38,02 + 26
= 6,99

72
nmax * MC = P
0,15Q2 – 3,9Q + 26 = P
0,15Q2 – 3,9Q + (26 – P)
3,9 ± (–3,9)2 – 4.0,15(26 – P)
Q1.2 =
0,3
3,9 ± 15,21 – 0,6(26 – P)
Q1.2 =
0,3
3,9 ± 0,6(8) – 0,39
Q1.2 =
0,3
3,9 ± 2,1
Q1.2 =
0,3

atau

0,15Q2 – 3,9Q + 26 = 8
0,15Q2 – 3,9Q = –18
0,15Q2 – 3,9Q + 18 = 0
Q2 – 26Q + 120 = 0
(Q – 6)(Q – 20)
Q = 6 ¤ Q = 20

Syarat ke-2

&MC
)0
&Q
0,15 Q2 - 3,9 Q + 26 > 0
0,3 Q - 3,9 > 0
1
Q = 0,3 (6) - 3,9 > 0
-2,1 > 0
Q2 = 0,3 (20) - 3,9 > 0
2,1 > 0

73
P
MC
AC

AVC

6,99

Q
0 19,5 20

Rugi, namun lebih berproduksi

20. Diketahui hubungan antara produk Y dan faktor produksi X1 dan X2 sebagai
berikut:
Y = X12.X23,dimana harga satuan X1 dan X2 adalah Rp 5.000 dan Rp 3.000.
Untuk mencapai produk sebesar 100 satuan, berapa X1 yang harus
dikombinasikan dengan X2.

Jawab
Y = X 2 .X 3
1 2

PMX1 Px1
=
PMX 2 Px2
3
2 X1 X 2 5.000
2 3 =
3X X 3.000
1 2
6 X X 3 = 15X 2 X 2
1 2 1 2
6 X 2X
15 = X X 3
1

1 2
2
= X X –1
12
5
2 X1
=
5 X2
2 X 2 = 5X 1
5
X= X
2
2 1
2
X= X
1
5 2

Y = 100 satuan
Y = X12 X23

74
5
100 = X2 ( X1 )3
1
2
100 = X2 .15,625X3
1 1
5
100 = 15,625X
100
X15 = = 6,4
15,625
X1 = 1,45
5
X = X
2
2 1
X 2 = 3,63

21. Diketahui dua buah fungsi produksi yang sama-sama menggunakan satu macam
input tertentu, yaitu:
Y1 = 5 X – 0,25 X2
Y2 = 2 X – 0,05 X2
Dan harga Y1 = 20; Y2 = 50; X = 30; maka tentukan titik optimalnya?

Untuk menjawab persoalan tersebut akan diberikan contoh beberapa kasus berikut
ini:
Kasus 1 : Jika jumlah input X tidak terbatas, berarti produsen bebas
menggunakan input untuk mencapai titik produksi yang optimal, yaitu dengan
perhitungan sebagai berikut:

a. Untuk usaha I (Y1) :


• Pendapatan : R1 = P1 . Y1 = 20 ( 5X – 0,25X2)
= 100X – 5X2
• Biaya : C1 = Px . X = 30 X
• Keuntungan : R1 – C1 = 70 X – 5 X2

Syarat maksimum 6 n1
=0
6X

70 – 10 X = 0
X = 7 ………………………………(1)
b. Untuk usaha II (Y2)
R2 = P2 . Y2 = 50 (2X – 0,05 X2)
= 100 X – 2,5 X2
C2 = Px . X = 30 X

M2 = R2 – C2 = 70 X – 2,5 X2

Keuntungan maksimal dicapai apabila 6 n1 = 0


6X
70 – 5 X = 0
X = 14 ...............................(2)

M total = n1 + n2 = 49 – 245 + 980 – 490 = 735 satuan.

75
Jadi keuntungan total yang maksimum sebesar 735 itu akan dicapai dengan
menggunakan input sebesar 7 unit untuk produksi Y1 dan 14 unit input yang
digunakan untuk produksi Y2. Hasil yang diperoleh Y1 sebesar 22,75 unit dan Y2
sebesar 24,2 unit serta pendapatan total sebesar 1,665 satuan.

Kasus 2. Jika jumlah input terbatas, yaitu sebesar 12 unit maka keadaan
optimal dapat dicari dengan perhitungan sebagai berikut :

Misalkan : X1 = jumlah X yang digunakan untuk Y1


X2 = jumlah yang digunakan untuk Y2
Berarti X = X1 + X2 = 12 unit

Syarat optimal : VMP1 = VMP2


MPP1 .P1 = MPP2 . P2
(5 – 0,5X1) 20 = (2 – 0,1X2) 50
10 – X1 = 10 – 0,5 X2
2X1 = X2
Maka : X1 + X2 = 12
X1 + 2X1 = 12
3X1 = 12
X1 = 4 dan X2 = 8

Dan dapat dihitung pula :


• Total pendapatan (TR) = R1 + R2 = 400 – 80 + 800 – 160
= 960 satuan
• Total keuntungan = n1 + n2 = 280 - 80 + 560 – 160
= 600 satuan

D. Jelaskan dengan singkat istilah-istilah ekonomi di bawah ini.


1. Envelope Curve
2. Economies of Scale
3. Total Variable Cost
4. Marginal Cost
5. Average Fixed Cost

JAWAB
1. Envelope Curve atau kurva sampul adalah kurva yang menunjukkan potongan-
potongan paling bawah dari kurva-kurva penyusunnya. Envelope Curve ini berlaku
untuk pengertian kurva biaya jangka panjang. Kurva LRAC merupakan envelope
curve dari SRAC dan kurva LRTC merupakan envelope curve dari SRTC.
Penurunan kurva-kurva LRAC dan LRTC tersebut dibuat berdasarkan asumsi
bahwa perilaku.
2. Economies of Scale adalah skala ekonomis yang terjadi dalam proses produksi.
Pada skala ini terjadi kenaikan produktivitas input dan biaya produksi rata-rata
menurun.
3. Total Variable Cost atau biaya variabel total adalah jumlah dari seluruh biaya
yang dikeluarkan dari pemakaian input variabel dalam proses produksi.

76
4. Marginal Cost atau biaya marginal adalah tambahan ongkos total yang
diakibatkan oleh tambahan satu unit output.

5. Average Variabel Cost atau biaya variabel rata-rata adalah biaya variabel yang
dikeluarkan untuk memproduksi satu unit output. Atau dengan kata lain biaya
variabel rata-rata adalah biaya variabel total dibagi besarnya jumlah output yang
dihasilkan.

E. Selesaikan kasus di bawah ini sesuai dengan teori ekonomi yang telah
saudara pelajari.

1. Sebuah pabrik sepatu beroperasi dengan ongkos tetap total (TFC) sebesar 120,
sedangkan ongkos variabel total (TVC)-nya ditunjukkan oleh persamaan:
TVC = Q2 – 4Q
Pertanyaan:
a. Tunjukkan kurva biaya total (TC)-nya.
b. Apabila sepatu dapat dijual dengan harga 10 per pasang, tentukan berapa
jumlah pasang sepatu yang harus diproduksi agar mendatangkan keuntungan
yang maksimum.
c. Tentukan keuntungan maksimum (mak.) yang dapat diperoleh.
d. Tentukan jumlah pasang sepatu yang diproduksi pada tingkat pulang pokok
(break-even).

2. Fungsi biaya total (TC) suatu proses produksi diketahui sebagai berikut:
TC = Q3 – 12Q2 + 40Q + 12
Pertanyaan:
a. Tentukan fungsi biaya marginal (MC)-nya.
b. Tentukan fungsi biaya rata-rata (AC)-nya.
c. Tentukan besarnya biaya total (TC) pada MC minimum.
d. Apabila tingkat output pada biaya variabel rata-rata (AVC) minimum dimana
pada tingkat tersebut, output dapat dijual dengan harga 5 per unit, tentukan
apakah produsen tersebut harus terus berproduksi atau menutup usahanya?
Beri alasan atas jawaban saudara.

Jawab

1. Biaya tetap total (TFC) : TFC = 40


Biaya variabel total (TVC) : TVC = Q2 – 4Q
a. Biaya total (TC) :
TC = TFC + TVC
= 40 + Q2 – 4Q
Jadi fungsi biaya total: TC = Q2 – 4Q + 40

b. Keuntungan (v):
p = TR – TC
TR = Pq . Q Pq = 10
TR = 10Q
TC = Q2 – 4Q + 40
v = 10Q – (Q2 – 4Q + 40)

77
v = 10Q – Q2 + 4Q – 40
v = 14Q – Q2 – 40

Keuntungan (v) maksimum tercapai apabila:


&P
= 0 → –2Q + 14 = 0
&Q
2Q = 14
Q=7
Jadi keuntungan maksimum dapat dicapai apabila berproduksi sepatu sebanyak
7 pasang.

c. v = -Q2 + 14Q – 40
v = -(7)2 + 14 (7) – 40
v = - 49 + 98 – 40
v=9
Jadi besarnya keuntungan maksimum adalah 9.

d. Pulang pokok (break even) terjadi apabila:


TR = TC
10Q = Q2 – 4Q + 40
0 = Q2 – 14Q + 40
Atau Q2 – 14Q + 40 = 0

Untuk mencari besarnya Q gunakan rumus ABC :


B 2 – 4.A.C
Q1,2 = - B ±
2.A
Maka ditemukan nilai :
Q1 = 4
Q2 = 10
Jadi pulang pokok (break even) terjadi apabila berproduksi sebanyak 4 pasang
dan 10 pasang.

2. Biaya total (TC) :


TC = Q3 – 12Q2 + 40Q + 12
a. Fungsi produksi marginal (MC) :

6TC
MC = = 3Q2 – 24Q + 40
6Q
Jadi fungsi MC → MC = 3Q2 – 24Q + 40

b. Fungsi biaya rata-rata (AC) :

TC 12
AC = = Q2 – 12Q + 40 +
Q Q
2 12
Jadi fungsi AC → AC = Q – 12Q + 40 +
Q

78
c. Besarnya TC pada MC minimum :
6MC
MC minimum apabila : =0
6Q
MC = 3Q2 – 24Q + 40
6MC
= 6Q – 24 = 0
6Q
6Q = 24 → Q = 4
MC minimum pada Q = 4
Besarnya TC pada MC minimum:

TC = Q3 – 12Q2 + 40Q + 12
Karena MC minimum pada Q = 4

Maka TC = (4 ) – 12(4 ) + 40(4 )+ 12


2 2

= 64 – 192 + 160 + 12
= 44
Jadi besarnya TC pada MC minimum adalah 44.
d. Keputusan meneruskan atau menutup usaha :
Apabila P > AVC maka produsen masih bisa meneruskan usahanya.
Apabila P < AVC maka produsen lebih baik menutup usahanya.
TVC = Q3 – 12Q2 + 40Q
Q3 – 12Q2 + 40Q
AVC =
Q

= Q2 – 12Q + 40
6AVC
AVC minimum apabila =0
6Q

AVC = Q2 – 12Q + 40
6AVC
= 2Q – 12 = 0
6Q
2Q = 12 → Q = 6
AVC = Q2 – 12Q + 40 → Q = 6
AVC = (6 ) – 12(6 )+ (40 )
2

= 36 – 72 + 40
=4
Dalam jangka pendek perusahaan tersebut masih bisa terus berproduksi.
Sebab harga output (P) > biaya variabel rata-rata (AVC).

79
III. TEORI PASAR

PASAR BERSAING SEMPURNA

1. MR = MC = P
2. Struktur bs (AC = AVC)
P > AC * v > 0 (surplus profit)
P = AC * v = 0 (normal profit)
P < AC & P > AVC * v < 0 (perusahaan harus terus)
P < AC & p = AVC * v < 0 (perusahaan harus tutup)

D = AR = P = MR

Keseimbangan PBS (Pasar Bersaing Sempurna) * kondisi dimana produsen


mendapat kepuasan max,
v = TR - TC
v max * FOC = 0
SOC < 0
&v
FOC * =0
&Q
v = TR – TC

&n &(TR – TC)


= =0
&Q &Q
&TR &TC
– =0
&Q &Q
MR – MC = 0
MR = MC = P

&2 n
SOC * < 0
&Q2
&2 n &2TC
&2TR
= – < 0
&Q2 &Q2 &Q2

80
&MR &MC
– <0
&Q &Q
&MR &R
(
&Q &Q
&TR &(P.Q)
MR = =
&Q &Q
&Q &P
MR = P. +Q
&Q &Q
MR = P

Monopoli * MR = MC
1) 2 pasar * MRA = MRB = MC
2) 2 pabrik * MCA = MCB = MR

Duopoli * MRA = MCA


MRB = MCB

Oligopoli * A sebagai price leader


MRA = MRB
MCB = P

A. Jelaskan secara singkat istilah Ekonomi Mikro di bawah ini :

1. Price Discrimination Policy


2. Monopoli Market
3. Kinked Demand Curve
4. Non-Price Competition
5. Pure Competition
6. External Economies
7. Shut-down Point
8. Normal Profit
9. Free Entry and Free Exit
10. Excess Profit

B. Selesaikan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini.

1. Seorang produsen menjual outputnya di pasar persaingan sempurna. Dalam


usahanya untuk mendapatkan laba maksimum, ia memutuskan beroperasi pada
keadaan shut-down point. Pada keadaan itu perusahaan tersebut diketahui
beroperasi dengan :
b. Ongkos variabel rata-rata sebesar 10 satuan uang
c. Ongkos total sebesar 5.400 satuang uang
Tingkat output yang dihasilkan sebesar 300 satuan
Pertanyaan:
a. Tentukan harga jual produk perusahaan itu dan biaya tetapnya
b. Gambarkan dan jelaskan apabila harga pasar turun di bawah harga pada
(soal a) tersebut.

81
2. Sebuah perusahaan di dalam menghasilkan barang Q menggunakan satu jenis
faktor produksi variabel, yaitu X. Harga produksi perunit (Px) = 10 dan harga
penjualan barang per unit (Pq) = 5. Pasar barang dengan pasar produksi adalah
persaingan sempurna.

Fungsi produksi :
Q= 40X1/2

Pertanyaan;
a. Bagaimana fungsi penerimaan perusahaan tersebut sebagai fungsi dari
faktor produksi X.
b. Berapa unit faktor produksi yang diperlukan perusahaan tersebut agar
dapat dicapai keuntungan maksimal.

3 Diketahui seorang produsen dalam menjual outputnya menghadapi fungsi


permintaan sebagai berikut :
Q = 14 – P
Dalam produksi ia mengeluarkan biaya tetap (FC) adalah 36 satuan mata uang
dan biaya variable dinyatakan dalam fungsi:

VC = -16 Q + 2 Q2

Pertanyaan:
a. Apabila produsen tersebut ingin memperoleh laba maksimum, maka
berapakah jumlah output (Q) harus ia hasilakn?
b. Berapa besarnya penerimaan marginal (MR) pada output tersebut (soal a)?
c. Berapa besarnya biaya rata-rata per output (AC) pada tingkat output
tersebut (soal a)?
d. Berapa besarnya laba yang diperoleh produsen (SHU=Sisa Hasil Usaha)
pada tingkat output tersebut (soal a )?

4 Dalam memproduksi suatu jenis barang tertentu seorang monopolis menghadapi


fungsi permintaan ;
P = 84 – 4Q
Sedangkan fungsi biaya rata-ratanya ditunjukkan oleh persamaan :
AC = Q + 4
Dari kenyataan di atas, tentukan:
a. Tingkat harga yang harus ditentukan oleh monopolis tersebut agar
keuntungan/kerugian yang diperoleh maksimum/minimum.
b. Besarnya keuntungan maksimum/kerugian minimum tersebut.
c. Besarnya elastisitas permintaan pada tingkat harga tersebut di atas.
5. Diketahui produsen menjual outpunta di pasar persaingan sempurna. Permintaan
yang dihadapinya di pasar: 1/2 Px = 16 – 1/4 Q, sedang fungsi produksinya:
Qx = L1/2K1/2
Diketahui harga input L (PL) = 3 satuan uang dan banyaknya input K yang
digunakan tetap sebesar 36 unit.
Pertanyaan:
a. Tentukan bagaimana bentuk fungsi biaya produksi total (SRTC) produsen
tersebut.
b. Tentukan berapa besarnya output (Q) keseimbangan produsen tersebut.

82
c. Hitung berapa besar sisa hasil usaha (p) yang diterima produsen tersebut
pada output keseimbangan.

6. Fungsi permintaan Qd = 40 – 2P
Fungsi penawaran : 2P – Qs = 20
Misalkan bahwa pemerintah memungut pajak sebesar t untuk tiap unit atau
satuan barang yang disuplai dan produsen-produsen menyesuaikan fungsi
penawarannya dengan memperhitungkan pajak tersebut.
Hitunglah:
a. Suku pajak t (tax rate) untuk mencapai hasil pungutan (tax revenue)
maksimum.
b. Hasil pungutan pajak maksimum yang dapat dicapai.

7. Suatu industri yang kompetitif (dalam persaingan) mengahadapi permintaan


sebagai berikut:
Q = 800 – 8P
di mana q adalah output yang dimunta di pasar p adalah harga yang berlaku di
pasar.
Masing-masing perusahaan dalam industri itu mempunyai kondisi biaya yang
sama sebagai berikut:
C1 = 200 + 10Q1 + 2Q12
Dimana Q1 adalah output perusahaan individual dan C1 adalah biayanya. Keluar
masuk industri adalah bebas bagi perusahaan-perusahaan dan jumlahnya
pendatang baru yang potensial ke dalam industri tersebut tidak terbatas
banyaknya.
Pertanyaan:
Berapa besarnya output keseimbangan dan harga keeseimbangan dalam industri
tersebut?

8. Sebuah perusahaan monopoli mengadakan diskriminasi harga dan menjual


berangnya di dua pasar. Tujuan perusahaan adalah laba maksimum.
Permintaan di pasar I adalah : Q1 = 16 – 0,2P1
Permintaan di pasar II adalah : P2 = 180 – 20Q2
Fungsi biaya total (TC) adalah TC – 20Q – 20 = 0
Dimana Q = Q1 + Q2
Pertanyaan :
a. Tentukan harga dan jumlah barang yang dijual di masing-masing pasar.
b. Berapa besarnya elastisitas permntaan di masing-masing pasar.
c. Bandingkan laba monopolis dengan diskriminasi dan tanpa diskriminasi.

JAWAB

A. Penyelesaian untuk soal-soal menjelaskan istilah dalam teori pasar

1. Price Discrimination Policy (Kebijaksanaan diskriminasi harga) adalah


kebikasanaan perusahaan yang menjual output yang sama dengan tingkat harga
yang berbeda-beda pada pembeli yang berbeda pula.
2. Monopoly market (Pasar Monopoli) yaitu suatu model pasar di mana di pasar
itu hanya ada satu penjual, output yang dihasilkan produsen bersifat lain

83
daripada yang lain (unique product) dan di pasar ada rintangan bagi produsen
lain untuk memasukinya.
3. Kinked Demand Curve(Kurva Permintaan Patah) adalah kurva permintaan
yang memiliki bagian yang tegar terhadap perubahan struktur biaya.
4. Non-Price Competition (Persaingan Bukan Harga) adalah salah satu bentuk
persaingan dalam suatu pasar persaingan sempurna. Persaingan ini ditempuh
karena pada pasar persaingan sempurna setiap produsen tidak bisa
mempengaruhi harga. Persaingan bukan harga antara lain misalnya memperluas
iklan, memperindah kemasan dan lain-lain.
5. Pure Competition (Persaingan Murni) yaitu suatu bentuk persaingan pada
pasar di mana pada pasar tersebut:
1. Jumlah penjual dan pembeli cukup banyak sehingga baik penjual maupun
pembeli tidak bisa mempengaruhi harga di pasar.
2. Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen atau sama.
3. Produsen bebas keluar masuk pasar.
6. External Economies adalah keuntungan yang diperoleh produsen karena faktor-
faktor yang asalnya dari luar (eksternal). Sebagai contoh karena didirikan suatu
proyek baru di sekitar kita, maka permintaan terhadap output meingkat.
7. Shut-down Point (Titik Gulung Tikar) adalah suatu keadaan dimana produsen
akan memperoleh kerugian yang sama apabila ia berproduksi atau tidak
berproduksi. Pada tingkat produksi ini besarnya kerugian sama dengan besarnya
ongkos produksi variabel rata-rata (AVC). Atau dengan kata lain pada keadaan
ini produsen mengeluarkan ongkos sebesar biaya tetap apabila ia berproduksi
atau tidak berproduksi.
8. Normal Profit (Keuntungan Normal) adalah keadaan di mana besarnya
penerimaan produsen secara total (TR) sama dengan pengeluaran produsen untuk
biaya produksi (TC), baik biaya yang bersifat tetap (TFC) maupun biaya yang
bersifat variabel (TVC). Mengapa produsen dalam keadaan ini (break-even
point) produsen tidak dikatakan laba ? Hal ini karena apabila produsen tidak
berproduksi, maka ia akan rugi sebesar biaya tetap.
9. Free Entry and Free Exit (bebas keluar dan bebas masuk) adalah keadaan
pada pasar persaingan sempurna di mana pasar tersebut terdapat kebebasan untuk
keluar bagi produsen yang sudah ada di pasar dan masuk bagi produsen baru.
Hal ini disebabkan karena masing-masing produsen yang ada di pasar tidak
dapat mempengaruhi pasar tersebut.
10. Excess Profit (Keuntungan Murni) adalah keuntungan yang diperoleh
produsen dalam arti yang sebenarnya. Keuntungan ini diperoleh perusahaan
pada waktu besarnya penerimaan produsen dari hasil penjualan output (TR)
melebihi besarnya pengeluaran untuk biaya produksi, baik itu biaya tetap
maupun biaya variabel
(TC = TFC + TVC). Excess profit kadang-kadang disebut juga dengan pure
profit (keuntungan murni).

B Penyelesaian soal-soal hitungan.

1. Ongkos variabel rata-rata (AVC) = 10


Ongkos total (TC) = 5.400
Output yang dihasilkan (Q) = 300

84
a. Shut-down poit terjadi pada harga output (P) sama dengan AVC.
Karena pada Q = 300 besarnya AVC = 10, maka agar tercapai shut-down
point harga output (P) = 10.

TVC = AVC . Q
= 10 . 300
= 3.000
TFC = TC - TVC
= 5.400 - 3.000
= 2.400
Jadi biaya tetapnya sebesar 2.400 satuan uang.

b. Gambar 1.

P,MC,AVC

AR,MR

MC
AVC

10 AR=MR

Q
0 300

2. Fungsi produksi yang dihadapi :

Qx = 40 X1/2

Harga input X (Px) = 10


Harga output (Pq) = 5

.a. Fungsi penerimaan perusahaan (TR) sebagai fungsi dari faktor produksi X :

TR = Pq . Qx
= 5 . 40 X1/2
= 200 X1/2

Fungsi penerimaan perusahaan : TR = 200 X1/2

b. Syarat keuntungan maksimum :

85
MPx 1
=
Px Px
Px = 10 Qx = 40 X1/2

&Qx
Pq = 5 MPx = = 20X–1 / 2
&X
MPx = 20 X-1/2

Sesuai dengan syarat keseimbangan, maka :

20X-1/2 1
=
10 5
-1/2
10X = 1
10 1/2
1/2 = 1 → X = 10
X
X = (10)2 → X = 100

Jadi agar keuntungan maksimum dapat diperoleh, maka input X yang


digunakan sebanyak 100.

3. Fungsi permintaan : Q = 14 - P

Biaya tetap (TFC) = 35


Biaya variabel (TVC) = -16 Q + 2 Q2

a. Laba maksimum dicapai apabila MR = MC


&TR &TC
MR = MC =
&Q &Q
TR = P . Q TC = TFC + TVC
= (14 - Q) . Q = 35 + (-16 Q + 2 Q2)
2
= 14 Q - Q = 35 - 16 Q + 2 Q2
&TR &TC
MR = MC =
&Q &Q
= 14 - 2 Q = -16 + 4 Q

Laba maksimum → MR = MC
14..- 2 Q = -16 + 4 Q
14..+ 16 = 2 Q + 4 Q
6 Q = 30
Q = 5
Jadi agar keuntungan yang diperoleh maksimum produsen tersebut harus
memproduksi sebanyak 5.

b. Besarnya penerimaan marginal (MR) :


MR = 14 - 2 Q → Q = 5
= 14 - 2 (5)

86
= 14 - 10
= 4
Jadi penerimaan marginal (MR) pada Q = 5 adalah sebesar 4.

c. Besarnya biaya rata-rata (AC) :


TC 35 – 16Q + 2Q2
AC = =
Q Q
35
= – 16 + 2Q
5
= 7 - 16 + 2 (5)
= 7 - 16 + 10
= 1
Jadi pada Q = 5 maka biaya rata-rata (AC) = 1.

d. Besarnya sisa hasil usaha (SHU) pada Q = 5 :


SHU = TR - TC
= 14 Q - Q2 - (35 - 16 Q + 2 Q2)
= 14 Q - Q2 - 35 + 16 Q - 2 Q2
= 30 Q - 35 - 3 Q2
= 30 (5) - 35 - 3 (5)2
= 150 - 35 - 75
= 150 - 110
= 40
Jadi besarnya SHU pada Q = 5 adalah 40.

4. Fungsi permintaan seorang produsen :


P = 84 - 4 Q

Biaya rata-rata (AC) :


AC = Q + 4

a. Tingkat harga (P) yang mendatangkan keuntungan maksimum (mak.) atau


kerugian minimum (min.) :

Laba maksimum atau Rugi minimum terjadi apabila :

MR = MC
&TR &TC
MR = MC =
&Q &Q

TR = P . Q TC = AC . Q
= (84 - 4 Q) = (Q + 4) . Q
= 84 Q - 4 Q2 = Q2 + 4 Q

&TR &TC
MR = MC =
&Q &Q
= 84 - 8 Q =2Q+ 4

87
Laba maksimum/ rugi minimum :

MR = MC
84..- 8 Q = 2 Q + 4
84..- 4 = 2 Q + 8 Q
80 = 10 Q
Q =8

P= 84 - 4 Q
= 84 - 4 (8)
= 84 - 32
= 52

Jadi keuntungan maksimum atau kerugian minimum akan dicapai apabila


output dijual dengan harga 52.

b. Besarnya keuntungan/kerugian (v) :

v = TR - TC
v = (P . Q) - (AC . Q)
v = 84 Q - Q2 - (Q + 4) . Q
v = 84 Q - Q2 - (Q2 + 4 Q)
v = 84 Q - Q2 - Q2 - 4 Q
v = 84 Q - 2 Q2 - 4 Q

Karena Q = 8, maka :

v = 84 (8) - 2 (8)2 - 4 (8)


= 672 - 128 - 32
= 512

Karena positif maka yang diperoleh adalah keuntungan maksimum sebesar 512.

c. Besarnya elastisitas permintaan (ep) pada harga yang menghasilkan


keuntungan maksimum :
&Q P
e= . P = 52, Q= 8
P
&P Q

P = 84 - 4 Q → 4 Q = 84 - P

88
1
Q = 21. P
4
&Q 1
=–
&P 4
1 52
eP = – .
48
52
e = – = –1,625
P
32

Jadi besarnya elastisitas permintaan pada harga 52 adalah 1,625.

5. Persamaan permintaan : 1/2 Px = 16 - 1/4 Qx

Fungsi produksi : Qx = L1/2K1/2

Pl = 3 Pk = 3

Besarnya K yang digunakan tetap sebesar 36.

a. Menentukan fungsi SRTC.

SRTC = Pl . L + Pk . K
Qx = L1/2 K1/2
= L1/2361/2
= L1/2.6 2
Q Q
L1 / 2 = X
→ L= X
6 36

SRTC = PL . L + PK . K

Q2X
= 3. + 3.36
36

= 1/12 QX2 + 108

QX2
Jadi fungsi SRTC = + 108
36

b. Menentukan output (Qx) keseimbangan.

Keseimbangan terjadi apabila MR = MC

&TR
MR =
&QX

TR = Px . Qx
1/2 Px = 16 - 1/4 Qx

89
Px = 32 - 1/2 Qx

TR = Px . Qx
= (32 - 1/2 Qx) . Qx
= 32 Qx - 1/2 Qx2
&TR
MR = → MR = 32 – Q
X
&QX
&SRTC
MC =
&QX
&(1/12QX2 + 108)
MC = → MC = 1/ 6Q X
&QX

Keseimbangan terjadi pada MC = MR

1/6 Qx = 32 - Qx
1/6 Qx + Qx = 32
7/6 Qx = 32
Qx = 27,4
Qx = 27

Jadi output (Qx) keseimbangan sebesar 27.

c. Menentukan besarnya sisa hasil usaha (v) yang diterima pada keadaan
keseimbangan.

v = TR - SRTC
= 32 Qx - 1/12 Qx2 - 1/12 Qx2 - 108
= 32 (27) - 1/2 (27)2 - 1/12 (27)2 - 108
= 864 - 364,5 - 60,75 - 108
= 330,75

Jadi besarnya sisa hasil usaha (v) adalah 330,75.

6. Fungsi permintaan : Q = 40 - 2 P
Fungsi penawaran : 2 P - Q = 20

a. Menentukan suku bunga pajak (t) agar penerimaan pajak (T) maksimum :
1
Fungsi permintaan bisa dijadikan : P = 20 - Q
2
1
Fungsi penawaran bisa dijadikan : P = 10 + Q
2

Adanya pajak akan mempengaruhi penawaran barang oleh produsen. Dengan


demikian fungsi penawaran produsen akan berubah. Karena suku bunga pajak
= t maka fungsi penawaran produsen menjadi :

1
P = 10 + Q +t
2

90
Keseimbangan terjadi apabila penawaran sama dengan permintaan. Jadi :

1 1
10 + Q + t = 20 Q
2 2
1 1
t = 20 – Q – 10 – Q
2 2
t = 10 - Q

T =t.Q

= (10 - Q) . Q
= 10 Q - Q2

Penerimaan pajak (T) maksimum terjadi apabila :

&T
=0 →
&Q
10 - 2 Q = 0
2 Q = 10
Q = 5

Besarnya suku pajak atau pajak per unit (t) :

t = 10 - Q
= 10 - 5
= 5
Besarnya suku pajak atau pajak per unit adalah 5.

b. Besarnya penerimaan pajak (T) :

T = t . Q
= 5 . 5
= 25

Jadi besarnya penerimaan pajak maksimum sebesar 25.

7. Fungsi permintaan dalam industri : q = 800 - 80 p


Biaya total masing-masing perusahaan :

C1 = 200 + 10 q1 + 2 q12

Jumlah output (q) dan harga (p) keseimbangan terjadi apabila biaya rata-rata (AC)
masing-masing perusahaan adalah minimu :

C 200 + 10q + 2q2


ACt = 1
= 1 1

q1 q1

91
200
= + 10 + 2q
1
q1
= 200q–1 + 10 + 2q
1 1

&( AC1 )
AC1 minimum apabila =0
&q1
200
– 2 +2=0
q1
2q12 = 200
q12 =100
q1 = 10
AC minimum :

200
AC = + 10 + 2q → q = 10
1 1
q1
200
AC = + 10 + 2(10)
10
AC = 20 + 10 + 20
AC = 50

Besarnya biaya rata-rata minimu adalah 50 sama dengan besarnya tingkat harga (p).

q = 800 - 8 p
= 800 - 8 (50)
= 800 - 400
= 400
Jadi jumlah output (q) keseimbangan sebesar 400 dan harga (p) keseimbangan
sebesar 50.

8. Permintaan pasar I : Q1 = 16 - 0,2 P1

Permintaan pasar II: P2 = 180 - 20 Q2

Fungsi biaya total (TC) : TC - 20 Q - 20 = 0

di mana :
Q1 dan Q2 masing-masing jumlah barang yang diminta di pasar I dan pasar II.
P1 dan P2 masing-masing harga barang di pasar I dan pasar II
Q adalah jumlah yang diminta dikedua pasar (Q = Q1 + Q2).

a. Laba maksimum akan diperoleh apabila MR = MC.

Karena monopolis mengadakan diskriminasi pada dua pasar, maka laba


maksimum akan dicapai apabila :

MR1 = MC dan MR2 = MC

92
di mana MR1 dan MR2 masing-masing penerimaan marginal (MR) dari
pasar I dan pasar II.

TC - 20 Q - 20 = 0
TC = 20 Q + 20
MC = 20

TR1 = P1 . Q1 TR2 = P2 . Q2

Q1 = 16 - 0,2 Pt
P1 = 80 - 5 Q1 P2 = 180 - 20 Q2
= (80 - 5 Q1) . Q1 = (180 - 20 Q2)
= 80 Q1 - 5 Q12 = 180 Q2 - 20 Q22

MR1 = 80 - 10 Q1 MR2 = 180 - 40 Q2


MC = 20 MC = 20
MR1 = MC MR2 = MC
80 - 10 Q1 = 20 180 - 40 Q2 = 20
10 Q1 = 60 40 Q2 = 160
Q1 = 6 Q2 = 4

P1 = 80 - 5 Q1 P2 = 180 - 20 Q2
Q1 = 6 Q2 = 4
= 80 - 5(6) = 180 - 20 (4)
= 80 - 30 = 180 - 80
P1 = 50 P2 = 100

Jadi jumlah barang yang harus dijual di pasar I (Q1) dan pasar II (Q2) berturut-
turut 6 dan 4. Sedangkan harga jual di masing-masing pasar I (P1) dan pasar II
(P2) berturut-turut 50 dan 100.

b. Elastisitas permintaan :

Pasar I : Pasar II :
e &Q P e &Q2 P2
p1 = 1 . 1 p2 = .
&P1 Q1 &P2 Q2
Q1 = 16 - 0,2 P1 Q2 = 9 - 0,05 P2

&Q1 &Q2
= –0,2 = –0,05
&P1 &P2

e 50 e 100
p1 = –0,2. p 2 = –0,05.
6 4
= - 10/6 = - 5/4
= - 1,67 = - 1,25

Jadi elastisitas permintaan pada pasar I dan pasar II berturut-turut sebesar 1,67
dan 1,25.

93
c. Membandingkan laba dengan dan tanpa diskriminasi.

Laba dengan diskriminasi:

Pasar I : Pasar II :

P1 = 50 P2 = 100
Q1 = 6 Q2 = 4

TR1 = P1 . Q1 TR2 = P2 . Q2
= 50 . 6 = 100 . 4
= 300 = 400

TR = TR1 + TR2
= 300 + 400
= 700

TC = 20 Q + 20 Q = Q1 + Q2
TC = 20 (10) + 20 =6+ 4
= 200 + 20 = 10
= 220

Laba = TR - TC
= 700 - 220
= 480

Laba tanpa diskriminasi :


Apabila tanpa diskriminasi berarti harga barang (P) dikedua pasar sama (P1 =
P2) dan Q1 + Q2 = Q

Maka : Q1 = 16 - 0,2 P1
Q2 = 9 - 0,05 P2
+
Q = 25 - 0,25 P
P = 100 - 4 Q

TR = P - Q
= (100 - 4 Q) . Q
= 100 Q - 4 Q2

MR = 100 - 8 Q MC = 20

Laba maksimum dicapai apabila : MR = MC


100..- 8 Q = 20
8 Q = 80
Q = 10
TR = 100 Q - 4 Q TC = 20 Q + 20
= 100 (10) - 4 (10)2 TC = 20 (10) + 20
= 1.000 - 400 = 200 + 20
= 600 = 220

94
Laba = TR - TC
= 600 - 220
= 380

Jadi laba dengan diskriminasi lebih besar daripada laba tanpa diskriminasi.

C. Soal Jawab

1. Sebuah perusahaan pada PBS mempunyai fungsi biaya total


TC = 175 + 4 Q – 11 Q2 + Q3, harga yang berlaku dipasar Rp 20,- untuk
mendapatkan keseimbangan konsumen, berapa jumlah output yang harus
dihasilkan (Q) dan berapa keuntungan ?

Jawab :
FOC * MC = P
4 - 22 Q + 3 Q2 = 20
3 Q2 - 22 Q - 16 = 0
(3 Q + 2) (Q - 8)
Q = -2/3
Q=+8

Jika Q (+) & (-), pilih yang +


Jika Q (+) dan (+), penuhi SOC
Dimana &MC > 0
&Q
v = TR - TC = P.Q - TC
= 20 .8 - (-175 + 4.8 - 11 . 82 + 83)
= 145

2. Pada pasar monopoli, diketahui TC = 30 Q + 3 Q2 + 60, sedangkan fungsi


permintaan Q = 300 - 0,5 P
(a) P, Q, v
(b) Jika PBs, tentuka P, Q, dan v

Jawab
Q = 300 - 0,5 P
0,5 P = 300 - Q
P = 600 - 2 Q
Monopoli
MC = MR
30 + 6 Q = 600 - 4 Q
10 Q = 370
Q = 57

P = 600 - 4 Q = 600 - 4 . 57
= 600 - 114 = 486
v = TR - TC
= 57 . 486 - (30 . 57 + 3 (57)2 + 60
= 27.702 - 11.517
= 16.185

95
(b) PBS
MC = MR = P
30 + 6 Q = 600 - 2 Q
8 Q = 370
Q = 71,25

P = 600 - 2 Q = 600 - 2 (71,25)


= 457,2
v = TR - TC
= 71,25 (457,2) - (30 (71,25) + 3 (71,25)2 + 60
= 32.596,875 - (2.137,5 + 15.229,7 + 60
= 32.596,875 - 17.427,2
= 15.169,7

3. Pada PBS, 2 perusahaan menghasilkan output sebesar 100 unit. Pada tingkat
output tersebut biaya tetap Rp 10.000 dan biaya variabel Rp 20.000 dan AC min
jika Y = Rp 400/unit, tentukan : (a) v, (b) MC

Jawab

TFC = Rp 10.000 AC min


TVC = Rp 20.000 Py = Rp 400
Q = 100 unit

TC =TFC = TVC = Rp 10.000 + Rp 20.000


= Rp 30.000

v = TR - TC = P . Q - TC
= 100.400 - 30.000
= 40.000 - 30.000
= Rp 10.000
TC 30.000
AC = = = 300
Q 100
AC min * MC = AVC = Rp300

4. Sebuah perusahaan ingin memaximumkan keuntungan pada pasar monopoli.


Produk yang dihasilkan 65 satuan dengan penerimaan total Rp 4.875. Jika
perusahaan tersebut berusaha pada pbs, maka v Rp 650 dengan biaya yang harus
dikeluarkan Rp 10/satuan.
(a) Tingkat harga produk per satuan pada PM dan PBS
(b) v pada PM
(c) eksploitasi monopolistik

Jawab

(a) PM * Q = 65 TR = 4.875
TR= P.Q
4.875 = P.65
P = Rp 75

96
PBS * v = Rp 650
TC= 10. 65 = Rp 650
v = TR - TC * TR = v + TC
TR = 650 + 650
TR = Rp 1.300
TR = P . Q
1.300 = P . 65
P = Rp 20

(b) vm = TR - TC
= 4.875 - 650 = 4.225
(c) Em = (PPm - PPBS) Q = (75 - 20) 65 = 3.575

5. Seorang monopolis menjual produk pada pasar monopoli yang membedakan


dimana :
PA = 80 - 5 QA * MRA = 80 - 10 QA
PB = 180 - 20 QB * MRB = 180 - 40 QA
TC = 50 + 20 Q * MC = 20
(a) produk yang dijual pada masing-masing pasar
(b) harga jual pada masing-masing pasar
(c) v

Jawab

(a) 2 pasar * vmax * MRA = MRB = MC


MRA = MC MRB = MC
80 - 10 QA = 20 180 - 40 QB = 20
10 QA = 60 40 QB = 16
QA = 6 QB = 4

(b) PA = 80 - 5 (6) = 50
PB = (80 - 20 (4) = 100

(c) v = TRA + TRB - TC


= PA . QA + PB . QB - (50 + 20 Q)
= 50 . 6 + 100 . 4 - (50 + 20 . 10)
= 300 + 400 - 250 = 450

6. Seorang monopolis menghsilkan produk pada 2 pabrik. Fungsi masing-masing


pabrik adalah TCA = 4 QA * MCA = 4
TCA = 0,4 QB2 * MCB = 0,8 QB
Fungsi permintaan p = 150 - 0,5 Q
Hitung produk yang dihasilkan pada masing-masing pabrik saat tercapai
keseimbangan

Jawab

MCA = MR MCB = MR
4 = 150 - Q 0,8 QB = 150 - Q

97
Q = 146 0,8 QB = 150 - 146
0,8 QB = 4
QB = 4/0,8 = 5
QB = 5 * QA = Q - QB
= 146 - 5
= 141

7. Seorang pengusaha monopoli mempunyai fungsi biaya TC = 50 + 20 Q, fungsi


permintaan pasar P = 100 - 4 Q. Pemerintah mengenakan pajak Rp 8/ satuan.
Sebelum dikenakan pajak output yang dihasilkan pengusaha 10 unit, apa akibat
pajak tersebut.

Jawab

v max pajak * MR = MC + Z
100 - 8 Q = 20 + 8
8 Q = 72
Q =9
Dengan adanya pajak, jumlah output turun 1 satuan
• Sebelum pajak
P = 100 - 4 (10) = 60
Setelah pajak
P = 100 - 4 (9) = 64
• Sebelum pajak * v = TR - TC
= 60 (10) - (50 + 20 . 100)
= 350
Setelah pajak * v = 64 (9) - (50 + 20 . 9) = 346
Dengan adanya pajak, keuntungan berkurang.

8. Diketahui fungsi permintaan pasar duopoli P = 100 - 0,5 Q, Fungsi biaya


masing-masing pengusaha adalah TC1 = 5 Q1 & TC2 = 0,5 Q22. Tentukan :
(a) Fungsi rx masing-masing pengusaha
(b) Tingkat keseimbangan pasar dan v masing-masing
(c) Apabila R-2 para pengusaha tersebut bergabung secara sempurna membentuk
sebuah kartel, maka tentukan keseimbangan dan v kartel.

Jawab

(a) P = 100 - 0,5 Q = 100 - 0,5 (Q1 + Q2)


100 - 0,5 Q1 - 0,5 Q2
TC1 = 5 Q1
TC2 = 0,5 Q22
v = P.Q1 - TC1
v = (100 - 0,5 Q1 - 0,5 Q2)Q1 - 5 Q1
v = 100 Q1 - 0,5 Q1 - 0,5 Q12 - 0,5 Q2Q1
&v
= 95 – 0,5Q2
&Q1
Q1 = 95 - 0,5 Q2 * Fgs rx pengusaha I
v = PQ2 - TC2

98
v = (100 - 0,5 Q1 - 0,5 Q2) Q2 - 0,5 Q22
v = 100 Q2 - 0,5 Q1Q2 - 0,5 Q22 - 0,5 Q22
v = 100 Q2 - 0,5 Q1Q2 - Q22

&n
= 100 – 0,5Q1 – 2Q2
&Q2
2Q2 = 100 – 0,5Q1
Q2 = 50 – 0,25Q1 * FGS rx pengusaha II

(b)Tingkat keseimbangan pasar dan keuntungan


95 = Q1 + 0,5 Q2 X2
50 = 0,25 Q1 + Q2 X1
190 = 2 Q1 + Q2
50 = 0,25 Q1 + Q2
140 = 1,75 Q1
Q1 = 80 → Q2 = 50 - 0,25 Q1
Q2 = 50 - 0,25 (80)
Q2 = 50 - 20 = 30
Q = Q1 + Q2 = 80 + 30 = 110

P = 100 - 0,5 Q = 100 - 0,5 . 110


= 100 - 55 = 45

v1 = TR1 - TC1 = PQ1 - 5 Q1


= 45 . 80 - 5 . 80
= 3.600 - 400
= 3.200
v2 = TR2 - TC2 = PQ2 - 0,5 Q22
= 45 . 30 - 0,5 (30)2
= 1.350 - 450 = 900

(c) P = 100 - 0,5 Q


MRK = 100 - Q = 100 - (Q1 + Q2)
MRK = 100 - Q1 - Q2
vmax → MRK = MC1 = MC2
MC1 = MC2
5 = Q2
MRK = 100 - Q1 - Q2 = 100 - Q1 - 5
MRK = 95 - Q1
MRK = MC1 = 95 - Q1 = 5
- Q1 = -90
Q1 = 90
P = 100 - 0,5 Q = 100 - 0,5 (5 + 90)
= 100 - 47,5 = 52,5
vK = PQ - TC1 - TC2
= 52,5 (95) - 5 (90) - 0,5 (5)2
= 4.525

99
9. Seorang pengusaha duopoli menghasilkan output yang dijual pada suatu pasar.
Pangsa pasar pengusaha Indikator kinerja kegiatan sebesar 80%, sedangkan
sisanya sebesar 20% dipenuhi oleh pengusaha 2. Fungsi biaya pengusaha
Indikator kinerja kegiatan adalah TC1 = 2,5 Q12, sedangkan fungsi permintaan
pasar yang dihadapi adalah P1 = 190 - 2 Q1 - Q2. Untuk mendapatkan
keuntungan max maka tentukan jumlah output yang dihasilkan oleh masing-
masing pengusaha, harga jual pengusaha dan keuntungan pengusaha.

Jawab

TC1 = 2,5 Q12 → MC1 = 5 Q1


P1 = 190 - 2 Q1 - Q2
Q1 = 80% → Q1 = 4 Q2
Q2 = 20%

v = Q1 P1 - TC1
= 4 Q2 (190 - 2 (4 Q2) - Q2) - 2,5 (4 Q2)2
= 760 Q2 - 32 Q22 - 4 Q22 - 40 Q22
= 760 Q2 - 76 Q22

v max * v’ = 0
760 - 152 Q2 = 0
Q2 = 5
Q1 = 4 Q2 = 4,5 = 20

P1 = 190 - 2 (20) - 5 = 190 - 40 - 5 = 145


v = Q1 P1 - TC = 20 (145) - 2,5 (20)2
= 1.900

10. P = 150 - 0,5 (QA + QB)


TCA = 4 QA
TCB = 0,4 QB2
Ditanya : hitung QA dan QB saat berkeseimbangan pasar tercapai, gambar grafik.

Jawab

P = 150 - 0,5 (QA + QB) = 150 (-0,5 QA - 0,5 QB)


TCA = 4 QA → MCA = 4
TCB = 0,4 QB2 → MCB = 0,8 QB

&PQ
MRA = PQ + QA. &QA
= (150 - 0,5 Q) + QA (-0,5)
= 150 - 0,5 QA - 0,5 QB - 0,5 QA
= 150 - QA - 0,5 QB

MRB = PQ + QB . &PQ &QB


= 150 - 0,5 QA - 0,5 QB - 0,5 QB
= 150 - 0,5 QA - QB

100
MRA = MCA
150 - QA - 0,5 QB = 4
QA = 146 - 0,5 QB → fgs rx pengusaha duopoli A

MRB = MCB
150 - 0,5 QA - QB = 0,8 QB
-0,5 QA - 1,8 QB = 150
0,5 QA - 1,8 QB = 150
QB = 83 . 1/3 - 5/18 QA → fgs rx pengusaha duopoli B

QA + 0,5 QB = 146
0,5 QA + 1,8 QB = 150 x2
QA + 0,5 QB = 146
QA + 3,6 QB = 300
3,1 QB = 154
QB = 49,67

QB = 49,67 → QA + 0,5 QB = 146


QA + 0,5 (49,67) = 146
QA = 121,2
QA

300

146

121,2
292

49,67 83 1/3

QA = 146 - 0,5 QB → QA = 0
0 = 146 - 0,5 QB
0,5 QB = 146 → QB = 292

11. Tiga pengusaha oligopoli bergabung sempurna dalam kartel, memiliki fungsi
permintaan pasar P = 2.000 - 2 Q
Fungsi masing-masing pembiayaaan
TCA = 50 - 300 Q1 + 10 Q12
TCB = 25 - 100 Q2 + 3,75 Q22
TCC = 75 - 300 Q3 + 11,25 Q33

Jawab
TR = Q . PQ
= Q (2.000 - 2 Q)
= 2.000 Q - 2Q2

101
P = 2.000 - 2 Q → Q = Q1 + Q2 + Q3
MR= 2.000 - 4 Q → 2.000 - 4 (Q1 + Q2 + Q3)
= 2.000 - 4 Q1 - 4 Q2 - 4 Q3

TCA = 50 - 300 Q1 + 10 Q12 → MCA = -300 + 20 Q1 = - 75 + 50


TCB = 25 - 100 Q2 + 3,75 Q22 → MCB = - 100 + 7,5 Q2 = - 25 + 1,86 Q2
TCC = 75 - 300 Q3 + 11,25 Q32 → MCC = - 300 + 22,5 Q3 = - 75 + 5,62

v max → MR = MCA = MCB = MCC


MCA = MCB
-300 + 20 Q1 = - 100 + 7,5 Q2
20 Q1 = 7,5 Q2 + 200
Q1 = 0,375 Q2 + 10

MCC = MCB
-300 + 22,5 Q3 = - 100 + 7,5 Q2 → 200 = 15 Q3 * Q3 = 13,33
Q3 = 1/3 Q2 + 8 8/9
200 + 7,5Q2
Q3 = = 8,88 + 0,33Q2 = 2,22 + 0,08Q2
22,5

MR = 2.000 - 4 Q1 - 4 Q2 - 4 Q3
= 2.000 - 4 (0,375 Q2 + 10) - 4 Q2 - 4 (1/3 Q2 + 8 8/9)
= 2.000 - 1 ½ Q2 - 40 - 4 Q2 - 1 1/3 Q2 - 35 5/9
= 1.924 4/9 - 6 5/6 Q2 = 1.924,48 - 4,18 Q2
= 481,12 - 2,09 Q2

MR = MCB
1.924 4/9 - 6 5/6 Q2 = 7 ½ Q2 - 100
14 1/3 Q2 = 2.024 4/9
Q2 = 141,24 = 35,31

Jadi Q1 = 3/8 (141,24) + 10 = 62,96 → 15,74


Q3 = 1/3 (141,24) + 8 8/9 = 55,97 → 15,99
Q = Q1 + Q2 + Q3
= 62,96 + 141,24 + 55,97
= 260,17 → 65,04

P = 2.000 - 2 Q = 2.000 - 2 (260,17)


= 1.479,66 → 369.915

TCA = 50 - 300 Q1 + 10 Q12


= 50 - 300 (62,96) + 10 (62,96)2
= 50 - 18.888 + 39.639,62
= 20.801,62 → 5.200,405

TCB = 25 - 100 Q2 + 3,75 Q22


= 25 - 100 (141,24) + 3,75 (141,24)2
= 25 - 14.124 + 74.807,77
= 60.708,77 → 15.177,1925

102
TCC = 75 - 300 Q3 + 11,25 Q32
= 75 - 300 (55,97) + 11,25 (55,97)2
= 75 - 16.791 + 35.242,2
= 18.526,2

v1 = Q1 . P - TCA
= 62,96 . 1.479,66 - 20.801,62
= 72.357,7

v2 = Q2 . P - TCB
= 141,24 . 1.479,66 - 60.708,7
= 148.278,4

v3 = Q3 . P - TCC
= 55,97 . 1.479,66 - 18.526,2
= 64.290,4

12. Seorang pengusaha monopsoni menjual barang ke PBS dengan P = Rp 10/satuan


Faktor produksi adalah Q = 2 X - 0,01 X2
Fungsi penawarannya Px = 2 + 0,02 X, untuk mendapatkan keuntungan max
(a) niali X dan Px
(b) EM

Jawab

(a) v = Q . PQ - X . Px
= (2 X - 0,01 X2)10 - X (2 + 0,02 X)
= (20 X - 0,01 X2) - (2 X - 0,02 X2)
&Q
= (20 – 0,2X) – (2 – 0,04X) = 0
&X
20 – 0,2X = –2 + 0,04X
18 = 0,24X
X = 75

Px = 2 + 0,02 X = 2 + (0,02 . 75)


= 3,5

&Q
X = 75 → NPM = PQ.
&X
= 10 . (2 - 0,02 X)
= 10 . (2 - 0,02 . 75)
= 10 (0,5) = 5

EM = 5 - 3,5 = 1,5/satuan

103
D. Soal-soal

(1) Suatu perusahaan dengan fungsi TC = 75 + 4Q – 11Q2 + Q3


Harga yang diterima (P) = 20
(a) Pada tingkat output berapa (Q) tercapai v max ?
(b) Berapa besar keuntungan (v )max ?

Jawab :

&v &TR &TC


(a) v max F. O. C =0 = MR = MC
&Q &Q &Q

dalam PPS MR = P = 20

&TC
MC = = 4 – 22 Q + 3 Q2
&Q

MR = MC 20 = 4 – 22 Q + 3 Q2

3 Q2 - 22 Q + 16 = 0
(3 Q + 2 ) (Q - 8) = 0
Q1 = -2/3
Q2 = 8

&2v 2
&2TR < & TC &MR &MC
S. O. C <0 <
&Q 2
&Q2 &Q2 &Q &Q

&MR
= 0 Q2 = 8 6 (8) - 22 = 26
&Q
Q1 = -2/3 6 (-2/3) - 22 = -26

&MC
= 6Q - 22
&Q
Jadi Q = 8

(b) v = TR - TC TR = P . Q = 20 (8) = 160


TC = 75 + 4 (8) - 11 (82) + 83
= 75 + 32 - 704 + 512
= -85
v = 160 - (-85)
= 245

(2) Seorang pengusaha monopoli mempunyai fungsi permintaan pasar dan biaya
sebagai berikut :
Q = 25 - 0,25P

104
TC = 50 + 20Q
Untuk mencapai keuntungan v max :
(a) Berapa kapasitas produksi yang harus dijalankan ?
(b) Pada harga berapa ?
(c) Hitung v.

Jawab :

Q = 25 - 0,25 P
P = 100 - 4 Q

(a) v max MR = MC
MR = 100 - 8Q 100 - 8 Q = 20
MC = 20 - 8 Q = - 80
Q = 10

(b) P = 100 - 4 Q
= 100 - 4 (10)
= 60

(c) v = TR - TC
= P . Q - ( 50 + 20 (10) )
= 350

(3) Suatu perusahaan dalam pasar bersaing sempurna yang kurva permintaan
pasarnya Q = 15 - 2,5P mempunyai struktur biaya marginal sebagai berikut :
MC = 1,5 + 0,2Q, dimana Q = jumlah yang dijual (kg) dan P = harga jual
pasar per unit (Rp). Pada saat tercapai vmax, biaya tetap total sebesar Rp 9,-
dan biaya variabel total sebesar Rp 13,5.
Tentukan :
(a) Jumlah yang dijual
(b) Harga jual
(c) Penerimaan total
(d) Biaya tetap rata-rata
(e) Biaya variabel rata-rata
(f) vmax perusahaan-perusahaan dalam industri

Bila semua perusahaan dalam industri tersebut bergabung menjadi monopoli dan
perusahaan mencapai vmax, tetapi struktur biaya tidak berubah, tentukan :
(g) Fungsi penerimaan marginal
(h) Jumlah yang dijual
(i) Harga jual
(j) Penerimaan monopoli

Jawab :
(a) Q = 15 - 2,5 P P = 6 - 0,4 Q
PPS vmax P = MC
6 - 0,4 Q = 1,5 + 0,2 Q
Q = 7,5

105
(b) P = 6 - 0,4 (7,5) = 3

(c) TR = P . Q = 3 (7,5) = 22,5

(d) AFC = TFC/Q = 9/7,5 = 1,2

(e) AVC = TVC/Q = 13,5/7,5 = 1,6

(f) v = (P - (AFC + AVC) ) . Q


= (3 - 2,8) (7,5) = 1,5

(g) MR = 6 - 0,8 Q

(h) vmax monopoli MR = MCC


6 - 0,8 Q = 1,5 + 0,2 Q
Q = 4,5

(i) P = 6 - 0,4 (4,5)


= 6 - 1,8 = 4,2

(j) TR = P.Q
= (4,2) (4,5) = 18,9

(4) Suatuperusahaan yang menghasilkan produk Q pada pasar monopoli yang


dibedakan mengetahui hal-hal berikut :
- Permintaan di pasar A : PA = 80 - 5QA
- Permintaan di pasar B : PB = 180 - 20QB
- Biaya total TC = 50 + 20Q
Untuk mencapai vmax, maka :
(a) Berapa kapasitas produksi harus dijalankan ? (Q)
(b) Berapa kapasitas penawaran di pasar A ? (QA)
(c) Berapa kapasitas penawaran di pasar B ? (QB)
(d) Harga penjualan di pasar A ? (PA)
(e) Harga penjualan di pasar B ? (PB)
(f) Berapa tingkat keuntungan yang diperoleh ? (v )

Jawab :

vmax MRA = MRB = MC

TC = 50 + 20 Q
MC = 20
PA = 80 - 5 Q 2
TRA = PA . QA (80 - 5 QA) QA = 80 QA - 5 Q
A

&TRA
MRA = = 80 - 10 QA
&QA

TRB = PB . QB = (180 - 20QB) QB = 180 QB - 20 QB2

106
&TRB
MRB = = 180 - 20 QB
&QB

MRA = MRB
80 - 10 QA = 20
QA = 6

MRB = MC
180 - 40 QB = 20
QB = 4

Jadi Q = QA + QB = 10

TC = 50 = 20 (10) = 250
PA = 80 - 5 (6) = 50
PB = 180 - 20 (4) = 100
v = PA . QA + PB . QB - TC
= 50 (6) + 100 (4) - 250
= 450

Jika ditanyakan beapa elastisitas permintaan di pasar A dan pasar B ?


Jawab :

&QA PA
EA = . PA = 80 - 5 QA
&QA PA
QA = 16 - 1/5 PA
= -1/5 . 50/6
= -1,6

&QB PB
EB = . PB = 180 - 20 QB
&QB PB
QB = 9 - 1/20 PB
= -1/20 . 100/4
= -1,25

(5) Fungsi permintaan pasar : P = 150 - 0,5Q


Fungsi harga masing-masing perusahaan :
TCA = 4 QA
TCB = 0,4 QB
Hitung QA dan QB saat keseimbangan pasar tercapai !

Jawab :
p = 150 - 0,5 QA - 0,5QB

&PA
MRA = PQ + QA
&QA

107
= ( 150 - 0,5 Q ) + QA ( -0,5)
= ( 150 - 0,5 QA - 0,5 QB ) - 0,5 QB
= 150 - QA - 0,5 QB

&PQ
MRB = PQ + QB
&QB

= ( 150 - 0,5 Q ) + QB ( -0,5 )


= ( 150 - 0,5 QA - 0,5 QB ) - 0,5 QB
= 150 - 0,5 QA - 0,5 QB

MC = 4
MCB = 0,8 QB
MRA = MCA

150 - QA - 0,5 QB = 4
-QA - 0,5 QB = -146
QA + 0,5 QB = 146 atau QA = 146 - 0,5 QB disebut fungsi reaksi
Pengusaha Duopoli A.

MRB = MCB

150 - 0,5 QA - QB = 0,8 QB


-0,5 QA - 1,8 QB = -150
0,5 QA + 1,8 QB = 150 atau QB = 83 1/3 - 5/18 QA

disebut fungsi reaksi Pengusaha Duopoli B.

QA + 0,5 QB = 146 x 1 QA + 0,5 QB = 146


0,5 QA + 1,8 QB = 150 x 2 QA + 3,6 QB = 300
-
3,1 QB = 154
QB = 49,67

QA = 146 - 0,5 QB
= 146 - 0,5 (49,67)
= 146 - 24,8
= 121,2

(6) Pengusaha monopoli mempunyai fungsi biaya :


TC = 50 + 20 Q
Fungsi D pasar : P = 80 - 5 Q
Hitung EM !

Jawab :
&TC
MC = = 20 PBS = 20
&Q

TR = P . Q = (80 - 5 Q) Q = 80 Q - 5 Q2

108
&TR
MR = = 80 - 10 Q
&Q
MR = MC 80 - 10 Q = 20
Q = 6

P = 80 - 5 ( 6 ) = 50 PM = 50

Jadi EM = ( 50 - 20 ) 6 = 180

Atau dengan cara lain : EM = vM - vBS

vM = Q . PM - TC
= ( 6 . 50 ) - ( 50 + 20 . 6 )
= 300 - 50 - 120
= 130

vBS = Q . PBS - TC
= 6 ( 20 ) - 170
= - 50

Jadi EM = 130 - ( - 50 )
= 180

(7) Suatu pengusaha monopoli mempunyai fungsi biaya :


TC = 50 + 20 Q
Fungsi D pasar : P = 100 - 4 Q
r = Rp 8,-/satuan
Sebelum kena pajak Q = 10, apa akibat pajak tersebut ?

Jawab :

Setelah pajak : vmax MR = MC + r


TR = P . Q = (100 - 4 Q)Q = 100 Q - 4 Q2 MR = 100 – 8 Q
TC = 50 + 20 Q MC = 20
r = 8
vmax 100 - 8 Q = 20 + 8
8 Q = 72
Q = 9
Setelah pajak : P = 100 - 4 (9) = 64
Sebelum pajak : P = 100 - 4 (10) = 60
Sehingga P naik dari 60 menjadi 64
Q turun dari 10 menjadi 9

v sebelum pajak : 10 (60) - 250 = 350


v setelah pajak : 9 (64) - 230 = 346
Sehingga v turun sebesar 4.
(8) Ada 3 pengusaha oligopoli A, B, C bergabung secara sempurna dalam suatu
kartel. Fungsi pasar :
Q = 1000 - 1/2 PQ, P = 2000 - 2 Q

109
Fungsi pembiayaan masing-masing perusahaan :
TCA = 50 - 300 Q1 + 10 Q2
TCB = 25 - 100 Q2 + 3,75 Q22
2
TCC = 75 - 300 Q3 + 11,25 Q3

Ditanyakan :
(a) PQ
(b) Q1, Q2, dan Q3
(c) vA, vB, dan vC

Jawab :
Q = 1000 - ½ PQ PQ = 2000 - 2 Q
TR = Q . PQ = Q (2000 - 2 Q)
= 2000Q - 2 Q2
MR = 2000 - 4 Q MR = 2000 - 4 Q1 - 4 Q2 - 4 Q3 Q
= Q1 + Q2 + Q3

TCA = 50 - 300 Q1 + 10 Q2 MCA = - 300 + 20 Q1


TCB = 25 - 100 Q2 + 3,75 Q22 MCB = - 200 + 7,5 Q2
TCC = 75 - 300 Q3 + 11,25Q32 MCC = - 300 + 22,5 Q3

vmax MR = MCA = MCB = MCC


MCA = MCB
MCC = MCB

MCA = MCB - 300 + 20 Q1 = - 100 + 7,5 Q2


20 Q1 = 7,5 Q2 + 200
Q1 = 0,375 Q2 + 10

MCC = MCB - 300 + 22,5 Q3 = - 100 + 7,5 Q2


22,5 Q3 = 7,5 Q2 + 200
Q3 = 1/3 Q2 + 8 8/9

MR = 2000 - 4 Q1 - 4 Q2 - 4 Q3
= 2000 - 4 (0,375 Q2 + 10) - 4 Q2 + 4 (1/3 Q2 + 8 8/9)
= 2000 - 1 1/2 Q2 - 40 - 4 Q2 - 1 1/3 Q2 - 35 5/9
= 2000 - 73 5/9 - 6 5/6 Q2

MR = 1924 4/9 - 6 5/6 Q2 = 7 1/2 Q2 - 100


14 1/3 Q2 = 2024 4/9
Q2 = 141 31/129 = 141,24
Jadi Q1 = 3/8 ( 141,24 ) + 10 = 62,96
Q3 = 1/3 ( 141,24 ) + 8 8/9 = 62,96

Q = Q1 + Q2 + Q3 = 260,94

P = 2000 - 2 Q
= 2000 - 2 ( 260,94 )
= 1478,12

110
vA = Q1 . P - TCA
vB = Q1 . P - TCB
vC = Q1 . P - TCC

vk = vA + vB + vC

(9) Ada 3 pengusaha 0ligopoli (A, B, dan C) yang menghasilkan produk yang
homogen. Pengusaha yang perusahaannya tersebar (A) bertindak sebagai
pengusaha pengendali harga, sedangkan perusahaan lainnya sebagai berikut.

Jika diketahui D pasar : Q = 1000 - 5 PQ


TCA = 100 + 10 Q1
TCB = 150 Q2 - 0,5 Q2 + 25
TCA = 200 Q3 - Q32 + 150

maka :
(1) Tentukan kapasitas produksi A, B, dan C.
(2) Tentukan harga penjualan di pasar
(3) Tentukan jumlah produk yang ditawarkan di pasar.

Jawab :

&TCA
MCA = = 10 = MR A
&Q1

MC = &TCB = 150 - Q = PQ atau Q = 150 - PQ


B 2 2
&Q2

&TCC
MCC = = 200 - 2 Q3 = PQ atau Q3 = 100 0,5 PQ
&Q3

Q2 + Q3 = ( 150 - PQ ) + ( 100 - 0,5 PQ )


= 250 - 1,5 PQ
Q1 = QPs - QP
= ( 1000 - 5 PQ ) - ( 250 - 1,5 PQ )
= 700 - 3,5 PQ
3,5 PQ = 750 - Q1
750 – Q1
PQ =
3,5

TR = Q PQ = (700 – Q1 )
A 1
Q.
1
3,5

750 1 2
= Q1 - Q
3,5 3,5 1

111
MR = 750 2
A - Q
1
3,5 3,5

MRA = MCA

10 = 750 -
2
Q
1
3,5 3,5

2 750
Q 1= - 10
3,5 3,5

3,5 750
Q1 = ( – 10)
2 3,5

Q1 = 357,5

750 – Q1 750 – 357,5


PQ = = = 112,14
3,5 3,5

Q2 = 150 - PQ = 150 - 112,14 = -37,86

Q3 = 100 - 0,5 PQ = 100 - 0,5 ( 112,14 ) = 43,93

QPS = 1000 - 5 ( PQ ) = 1000 - 5 ( 112,14 ) = 439,3

(a) QA = Q1 = 357,5
QB = Q2 = 37,86
QC = Q3 = 43,93
(b) PQ = 112,14
(c) QPS = 439,3

Cek apakah jawaban diatas betul ?

(a) MRA = MCA ?


(b) PQ = MCB = MCC ?

(a) MRA = 750/3,5 - 2/3,5 Q1


= 750/3,5 - 2/3 ( 357,3 )
= 10
MCA = 10, terbukti MRA = MCA

(b) MCB = 150 - Q2


= 150 - 37,86
= 112,14
MCC = 200 - 2 Q3
= 200 - 2 ( 43,93 )
= 112,14
PQ = 112,14, terbukti PQ = MCB = MCC

112
(10) Ada 3 pengusaha oligopoli (A, B, dan C) yang bergabung dalam suatu kartel.
Fungsi permintaan pasar :
Q = 1000 - 0,5 P

Fungsi biaya masing-masing produk adalah :


TCA = 100 - 300 QA + 10 QA2
TCB = 25 - 100 QB + 5 QB2
TCC = 75 - 300 QC + 5 QC2
Tentukan tingkat keseimbangan Kartel !

Jawab :

Q= 1000 - 0,5 P P = 2000 - 2Q


MRK = 2000 - 4Q
= 2000 - 4 QA - 4 QB - 4
QC
MCA = - 300 + 20 QA
MCB = - 1100 + 10 QB
MCC = - 300 + 10 QC

vmax MRk = MCA = MCB = MCC

MCA = MCB
- 300 + 20 QA = -100 + 10 QB
20 QA = 10 QB + 200
QA = 1/2 QB + 10 ……………….. (1)

MCC = MCB
- 300 + 10 QC = -100 + 10 QB
10 QC = 10 QB + 200
QC = QB + 20 …………………... (2)

MRk = 2000 - 4 QA - 4 QB - 4 QC
= 2000 - 4 ( 1/2 QB + 10 ) - 4 QB - 4 ( QB + 20)
= 2000 - 2 QB - 40 - 4 QB - 4 QB - 80
= 1880 - 10 QB

MRk = MCB

1880 - 10 QB = -100 + 10 QB
20 QB = 1980
QB = 99

QA = 1/2 QB + 10 = 1/2 (99) + 10 = 59,5


QC = QB + 20 = 99 + 20 = 119
Q = QA + QB + QC = 59,5 + 99 + 119 = 277,5
P = 2000 - 2Q = 2000 - 2 (277,5)
= 2000 - 555
= 1435

113