Anda di halaman 1dari 200

Manajemen

Keuangan
(Suatu Konsep Dasar)

UNTUK

MAHASISWA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN
MANAJEMEN

Oleh :
Prof. Dr. Isti Fadah, MSi
DAFTAR ISI
Halaman

DAFTAR ISI.................................................................................................... i
PRAKATA....................................................................................................... II

BAB I
PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN.................................................. 1
BAB II
PASAR KEUANGAN DAN SUKU BUNGA…………………………………22
BAB III
LAPORAN KEUANGAN DAN ARUS KAS…………………………………..30
BAB IV
ANALISIS RASIO DAN KINERJA PERUSAHAAN...................................... 38
BAB V
RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN………………………………….54
BAB VI
TIME VALUE OF MONEY ............................................................................ 71
BAB VII
PENILAIAN SAHAM ..................................................................................... 81
BAB VIII
PENILAIAN OBLIGASI………………………………………………………..94
BAB IX
BIAYA MODAL……….………………………………………………………..108
BAB X
PENGANGGARAN MODAL…………………………………………………..116
BAB XI
STRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN DIVIDEN…………………………135
BAB XII
MELEVERAGE PERUSAHAAN……………………………………………….156
BABXIII
MERGER DAN AKUISISI ……………………………………………………..172
PRAKATA

Puji syukur kehadirah Allah SWT. Karena hanya dengan rahmat dan
karunianya maka buku dengan judul “ Manajemen Keuangan (Suatu Konsep
Dasar)“ dapat diselesaikan.
Buku l ini disusun dengan maksud untuk menyediakan referensi yang
memadai bagi mahasiswa program S1 maupun S2. Buku ini juga bisa digunakan
sebagai referensi bagi para praktisi yang membutuhkan referensi khususnya di
bidang Manajemen Keuangan.
Buku ini tidak akan mungkin dapat terselesaikan tanpa bantuan dari banyak
pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami menghanturkan banyak terima
kasih terhadap semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun
materil sehingga buku ini dapat diselesaikan.
Akhirnya tak ada gading yang tak retak, demikian puga dengan buku ini kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna lebih sempurnanya
buku ini.

Jember, Juni 2013

Penulis
Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB I
PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar :

1. Mahasiswa mampu menggambarkan dan menganalisis masalah pokok dalam


manajemen keuangan
2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan tujuan perusahaan
3. Mahasiswa mampu membandingkan berbagai jenis bentuk hukum perusahaan’
4. Mahasiswa mampu menjelaskan evolusi teori keuangan
5. Mahasiswa mampu menjelaskan 10 aksioma yang mendasari manajemen
keuangan.
6. Mahasiswa mampu menjelaskan masalah keagenan (agency problem) beserta
alternatif pemecahannya

Pada prinsipnya keuangan perusahaan terdiri dari tiga bidang yang saling berhubungan :

Isti Fadah Page 1


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Aktivitas keuangan.
2. Investasi, yang memfokuskan pada keputusan yang dibuat oleh investor individual dan
institusional dalam memilih sekuritas untuk portofolio investasi mereka.
3. Manajemen keuangan mencakup semua keputusan dalam perusahaan. Masing-masing
bidang ini berinteraksi satu sama lain sehingga manajer keuangan perusahaan harus
memahami operasi pasar modal dan cara menilai surat berharga atau sekuritas.

Aktivitas utama dari manajemen keuangan meliputi tiga macam aktivitas yakni
investment decision, financing decision dan asset management decision. Aktivitas
manajemen keuangan sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan yang begitu cepat
kita rasakan terlebih dengan perubahan yang terjadi dibidang teknologi informasi.
Visualisasi dari aktivitas manajemen keuangan adalah sebagai berikut :

Isti Fadah Page 2


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Kompetisi Kep. Investasi

Perubahan harga
Manajemen keuangan Kep. Pendanaan
Yg mampu beradaptasi
Perubahan teknologi

Perubahan tingkat bunga, Kep. Mnj. Aktiva


dll

Gambar 1. Aktivitas Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan cara


memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai dengan tujuan
perusahaaan secara menyeluruh.

Fungsi Utama Manajemen Keuangan :


1. Investment Decision : keputusan terhadap aktiva yang akan dikelola perusahaan.
2. Financing Decision : keputusan berkaitan dengan penetapan sumber dana yang
diperlukan dan penetapan perimbangan pembelanjaan yang terbaik (struktur modal
yang optimal)
3. Assets Management Decision: keputusan berkaitan penggunaan dan pengelolaan
aktiva (kata bijak: lebih mudah membangun daripada mengelola)

Isti Fadah Page 3


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Tujuan Perusahaan

Perusahaan yang bersifat profit oriented tentu saja memiliki tujuan untuk
meningkatkan profit perusahaan. Namun demikian untuk kondisi saat ini ternyata profit
yang tinggi saja tidak cukup, ada tujuan lain yang dipandang lebih baik dari kaca mata
pemilik perusahaan, yakni memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham tersebut lebih
penting karena laba yang tinggi belum tentu kesejahteraan pemilik juga tinggi, apalagi
kalau fihak manajer kurang berpihak pada para pemilik atau pemegang saham.

Tujuan Perusahaan

Maksimisasi Profit VS Maximization Wealth of Stockholders

Ada beberapa kelemahan apabila tujuan perusahaan adalah maksimisasi profit:


1. Pengertian profit yang menyesatkan (jumlah profit atau tingkat profit)
2. Secara teoritis berdasar pada ekonomi mikro, profit maksimum tercapai bila biaya
marginal sama dengan pendapatan marginal, sehingga bersifat statis. Dengan
demikian tidak ada perbedaan nyata antara profit dalam jangka pendek dengan profit
dalam jangka panjang.
3. Apabila memaksimumkan profit merupakan tujuan utama, maka sangat mudah
dilakukan oleh perusahaan.

Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan


memaksimumkan nilai sekarang semua keuntungan pemegang saham yang diharapkan
akan diperoleh dimasa datang.

Isti Fadah Page 4


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Kemakmuran pemegang saham meningkat bila harga saham yang dimilikinya meningkat.
Harga pasar saham yang terbentuk dipengaruhi beberapa faktor, antara lain: earning per
share, price earning rasio, tingkat bunga bebas risiko, tingkat kepastian operasi
perusahaan, dll.

Kesejahteraan para pemilik /para pemegang saham sangat dipengaruhi oleh Keputusan
keuangan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan. Sebagai contoh kebijakan dividen
rendah karena perusahaan memiliki rencana investasi yang membutuhkan dana yang besar
akan berpengaruh pada penurunan kesejahteraan para pemegang saham, yakni dividen
yang diterima menjadi lebih kecil. Demikian juga keputusan tentang struktur modal
sangat dipengaruhi oleh informasi dari bagian pemasaran serta bagian produksi artinya
apabila bagian pemasaran mengestimasi penjualan untuk periode yang akan datang
mengalami kenaikan yang cukup signifikan, maka perusahaan harus segera memutuskan
kebutuhan modal terkait dengan rencana penjualan beserta struktur modalnya, apakah
tambahan modalnya akan dipenuhi dari hutang atau dari tambahan modal sendiri.
Keputusan keuangan sangat dipengaruhi oleh disiplin ilmu yang lain, selengkapnya dapat
dilihat pada visualisasi gambar berikut :

Isti Fadah Page 5


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Keputusan Keuangan

1. Analisis Investasi Akuntansi, Ekonomi


2. Mnj. Modal Kerja Makro dan Mikro
3. Sumber dan Biaya Modal
4. Penentuan Struktur Modal
5. Kebijakan Dividen Pemasaran, Produksi
6. Analisis Risk dan Return Mtd Kuantitatif

Maximization Wealth of
Stockholders

Gambar 2 ; Pengaruh Berbagai Disiplin Ilmu Terhadap Manajemen Keuangan

Isti Fadah Page 6


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Manajemen
Keuangan

Keputusan Keputusan Keputusan Kebijakan


Investasi Manajemen Aset Pendanaan Dividen

NERACA LAP. LABA


RUGI
Aktiva Lancar Hutang
PENDAPATAN
Aktiva Tetap Ekuitas BIAYA
LABA
Dividen
LABA DITAHAN

Gambar 3 : Keputusan Penting Dalam Manajemen Keuangan

Sepuluh Aksioma Sebagai Dasar Manajemen Keuangan

1. Keseimbangan risiko dan pengembalian ( The risk – return tradeoff ); Jangan


menambah risiko kecuali mendapatkan kompensasi tambahan pendapatan.

2. Nilai waktu uang ( time value of money ) – Uang yang diterima sekarang lebih
berharga dari uang yang diterima dimasa datang.

3. Uang kas – bukan besarnya laba – adalah yang utama

4. Tambahan arus kas ( incremental cash flow )- satu – satunya pertambahan nilai
yang dihitung

5. Kondisi persaingan pasar – alasan mengapa sangat sulit mendapatkan proyek


dengan laba yang luar biasa

Isti Fadah Page 7


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

6. Pasar modal yang efisien – pasar yang bergerak cepat dan harga yang tepat

7. Masalah keagenan – manajer tidak akan bekerja bagi pemilik perusahaan jika
tidak selaras dengan kepentingan mereka

8. Perpajakan yang berdampak pada keputusan bisnis

9. Tidak semua risiko sama – ada sebagian risiko yang dapat didiversifikasi
jangan letakkan seluruh telur dalam satu keranjang

10. Melakukan sesuatu yang benar adalah perilaku yang etis, dan banyak dilema
etika dalam manajemen keuangan
apakah etika tersebut benar-benar relevan dalam bisnis ?

Catatan Atas Aksioma


Sangat diharapkan bahwa aksioma – aksioma tersebut dapat menjadi suatu
pernyataan yang masuk akal dari pada sekedar suatu pernyataan teoritis. Aksioma –
aksioma tersebut memberikan logika atas hal – hal yang akan dilakukan dan
berupaya menggambarkan implikasinya dalam pembuatan keputusan.

Evolusi Teori Keuangan

Teori-teori keuangan seperti halnya teori-teori yang lain muncul dari kajian secara terus
menerus dari hipotesis yang ada maupun pengujian kembali dari teori-teoriyang sudah
ada sebelumnya pada tempat dan kondisi lingkungan yang berbeda. Beberapa teori
keuangan yang dihasilkan adalah sebagai beikut.

1. Perfect Capital Market


Secara umum pasar modal sempurna memiliki karakteristik ; 1.) tidak ada biaya
transaksi, 2) tidak ada pajak, 3) ada cukup banyak pembeli dan penjual, 4) ada
kemampuan akses yang sama ke pasar, 5) tidak ada biaya informasi, 6) setiap

Isti Fadah Page 8


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

orang memiliki harapan yang sama, 7) tidak ada biaya yang berhubungan dengan
hal kesulitan keuangan.
2. Discounted Cash Flow
Teori ini dikembangkan oleh John Burr Williams dan Myron J. Gordon. Kosnsep
dasar dari teori ini adalah pada nilai waktu uang.
3. Capital Structure Theory
Teori ini dikembangankan oleh Franco Modiglani dan Merton Miller tahun 1958
atau sering dinamakan teori MM. Teori yang dikembangkan bahwa nilai suatu
perusahaan tergantung pada arus penghasilan dimasa depan ( future earning
streams) dan oleh karena itu tidak tergantung pada struktur modal. Teori MM
yang pertama ini mengasumsikan pada pasar modal sempurna dan tidak ada
pajak, sehingga sering disebut model MM-Tanpa Pajak.
Sekitar tahun 1963 model ini disempurnakan dengan model MM-Dengan Pajak.
Dengan adanya pajak penghasilan, hutang dapat menghemat pajak yang dibayar.
Tetapi teori ini lupa bahwa hutang yang besar dapat menimbulkan financial
distress. Karena ada kelemahan ini kemudian model ini diperbaiki yang sering
disebut tax saving-financial cost trade off theory.
4. Dividend Theory
Teori ini juga dikembangkan oleh Modiglani dan Miller, bahwa kebijakan dividen
tidak mempengaruhi nilai perusahaan, karena setiap rupiah pembayaran dividen
akan mengurangi laba ditahan yang digunakan untuk membeli aktiva baru.
5. Teori Portfolio dan Capital Asset Pricing Model
Teori Portfolio model dikembangkan oleh Harry Markowitz tahun 1990 dan
mendapat hadiah nobel. Pelajaran utama dari teori ini adalah bahwa risiko dapat
dikurangi dengan cara mengkombinasikan beberapa jenis aktiva berisiko daripada
hanya memegang salah satu jenis aktiva saja. Teori yang berkaitan dengan teori
portfolio adalah Capital asset Pricing Model yang dikembangkan Sharpe, John
Litner dan Jan Moissin yang secara terpisah menunjukkan bahwa tingkat

Isti Fadah Page 9


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

keuntungan yang disyaratkan pada suatu aktiva berisiko merupakan fungsi dari
tiga faktor: 1) tingkat keuntungan bebas risiko, 2) tingkat keuantungan yang
disyaratkan pada portfolio dengan risiko rata-rata dan 3) volatilitas tingkat
keuntungan aktiva berisiko tersebut.
6. Option Pricing Theory
Option adalah hak untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada harga yang telah
ditentukan pada waktu yang telah ditentukan pula. Teori ini secara formal
dikembangkan oleh Fisher Black dan Myron Scholes yang sering disebut Black-
Scholes Option Pricing Model.
7. Efficient Market Hyphothesis
Teori ini dikembangkan oleh Eugene F. Fama. Terminologi efisien dalam teori ini
pada efisiens secara informasi. Teori ini mengatakan jika pasar efisien maka harga
merefleksikan seluruh informasi yang ada.

Menurut teori ini pasar efisien dibagi menjadi tiga:


a. Pasar efisien bentuk lemah: jika harga sekuritas mengekspresikan seluruh
informasi harga dimas lalu, sehingga upaya investeor untuk memperoleh excess
return dengan memanfaatkan data harga di masa lalu adalah sia-sia (harga adalah
Random walk)
b. Efisiensi bentuk setengah kuat : jika harga mencerminkan informasi harga historis
plus informasi yang tersedia bagi publik.
c. Efisiensi bentuk kuat: jika harga sekuritas mengekspresikan seluruh informasi
yang ada, baik harga sekuritas masa lalu, informasi yang tersedia bagi publik,
maupun informasi yang bersifat privat.
8. Agency Theory

Teori ini dikembangkan oleh Michael C Jensen dan William H. Meckling. Teori
ini muncul karena adanya keterpisahan antara pemilik dan manajemen. Agency

Isti Fadah Page 10


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

relationship muncul ketika individu (majikan/principal) membayar individu lain


(agent) untuk bertindak atas namanya, mendelegasikan kekuasaan untuk membuat
keputusan kepada agen atau karyawannya.
9. Asymetric Information Theory
Informasi asimetri adalah kondisi dimana satu pihak memiliki informasi lebih
banyak dari pada pihak lain

Berdasarkan kronologis waktunya, Manajemen Keuangan telah mengalami


sejumlah perubahan besar salama bertahun-tahun. Ketika muncul sebagai suatu bidang
ilmu tersendiri pada awal 1900-an, penekanannya adalah pada asppek hokum dan merger.,
konsolidasi dan pembentukan perusahaan baru, serta berbagai jenis sekuritas yang
diterbitkan oleh perseroan. Pasar Modal AS ketika itu masih relatif primitif, sehingga sukar
untuk mengalihkan dana dari penabung perorangan kepada perusahaan. Laba dan nilai
aktiva yang dilaporkan dalam laporan akuntansi belum dapat diandalkan , dan perdagangan
saham oleh pihak dalam perusahaan serta para spekulator membuat harga menjadi sangat
berfluktuasi. Akibatnya para investor enggan membeli saham dan obligasi, itulah sebabnya
keuangan pada awal 1900-an memusatkan pada masalah-masalah hukum yang berkaitan
dengan penerbitan sekuritas.
Selama masa depresi 1930-an terjadi perubahan radikal. Banyaknya kegagalan
usaha pada saat itu mengalihkan fokus pada kepailitan dan reorganisasi, likuiditas
perseroan, dan pengaturan pemerintah terhadap pasar sekuritas. Keuangan pada saat itu
masih lebih bersifat deskriptif dan legalistik, tetati penekanannya telah berubah dari
perluasan usaha ke upaya mempertahankan kelangsungan usaha (survival).
Selama tahun 1940-an dan 1950-an keuangan masih bersifat deskriptif dan
institusional yang dilihat dari sudut pandang pihak luar, bukan dari pihak manajemen.
Teknik-teknik manajemen keuangan yang dirancang untuk membantu perusahaan
memaksimumkan laba dan harga sahamnya mulai diperkenalkan.

Isti Fadah Page 11


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Pada akhir tahun 1950-an analisis keuangan mulai dikembangkan. Penekanan


utama beralih dari sisi pasiva ke sisi aktiva. Komputer mulai digunakan dan model-model
mulai dikembangkan guna membantu pengelolaan persedian, kas, piutang usaha dan aktiva
tetap.
Pada tahun 1960-an muncul lagi kepentingan terhadap sisi pasiva (kewajiban dan
ekuitas) dengan fokus pada
1) Bauran sekuritas yang optimal dan
2) Cara pengambilan keputusan investasi oleh investor perorangan
Serta implikasi kedua topik tesebut terhadap keuangan perusahaan. Manajemen keuangan
dirancang ulang guna membantu manajemen umum untuk memaksimumkan nilai
perusahaan dan kekayaan pemegang sahamnya.
Beberapa teknik pembiayaan yang inovatif muncul pada tahun 1980-an sebagai
jawaban terhadap pembahasan keadaan ekonomi. Pasar untuk obligasi berisiko tinggi dan
berpenghasilan tinggi (junk bonds) dikembangkan guna membiayai merger dan akuisisi.
Hutang dengan suku bunga mengambang (floating rute debt) diperkenalkan guna
melindungi investor dari pengaruh buruk inflasi yang tinggi dan suku bunga yang
berfluktuasi.
Pada tahun 1990-an dua kecenderungan menjadi sangat penting, yakni :
1. Golobalisasi bisnis
2. Peningkatan penggunaan teknologi informasi yang akan merevolusi cara-cara
pengambilan keputusan keuangan

Tanggung Jawab Manajer Keuangan


Tugas manajer keuangan yang utama adalah merencanakan pengadaan dan penggunaan
dana guna memaksimumkan nilai perusahaan. Beberapa rincian kegiatan yang menyangkut
hal tersebut adalah :
1. Peramalan dan perencanaan

Isti Fadah Page 12


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Manajer keuangan harus berkoordinasi dengan eksekutif lainnya untuk


memperkirakan masa depan perusahaan dan menetapkan rencana bersama untuk
menentukan posisi masa depan perusahaan.
2. Keputusan dalam investasi dan pembiayaan
Manajer keuangan harus menyediakan modal guna mendukung pertumbuhan.
Manajer keuangan harus membantu menentukan tingkat pertumbuhan penjualan
yang optimal dan pengambilan keputusan atas investasi spesifik yang akan
dilaksanakan serta menentukan jenis dana yang akan digunakan untuk membiayai
investasi tersebut
3. Pengkoordinasian dan pengendalian
Manajer keuangan harus bekerja sama dengan eksekutif bidang lain agar
perusahaan beroperasi seefisien mungkin. Semua keputusan bisnis mempunyai
implikasi keuangan.
4. Interaksi dengan pasar keuangan
Manajer keuangan harus berinteraksi dengan pasar keuangan yang meliputi Pasar
Uang dan Pasar Modal, yang tempat dimana dana diperoleh dan sekuritas
perusahaan diperdagangkan serta dimana investor menghadapi risiko untung dan
rugi.
5. Manajemen Risiko
Manajemen keuangan bertanggung jawab atas program manajemen risiko
perusahaan secara keseluruhan, termasuk mengidentivikasi risiko yang harus di-
lindung nilai {hedging) dan kemudian melakukan hedging di pasar derivative
dengan cara yang paling efisien

Pilihan Bentuk Perusahaan Bisnis


1. Perusahaan Perseorangan
Adalah perusahaan yang tidak berbadan hukum dan dimiliki oleh individu jenis
perusahaan ini umumnya berupa industri atau industri rumah tangga.

Isti Fadah Page 13


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Keunggulan Perusahaan Perseorangan


a. Sangat mudah dan tidak mahal dalam pembentukannya
b. Tidak diatur oleh banyak peraturan pemerintah
c. Dapat menghindari pembayaran pajak penghasilan perusahaan
Kelemahan Perusahaan Perseorangan
a. Sulit untuk memperoleh jumlah modal yang besar
b. Tanggung jawab pemilik atas hutang perusahaan tidak hanya sebatas jumlah yang
diinvestasikan tetapi mencakup semua harta benda pemilik
c. Umur perusahaan terbatas pada umur individu yang mendirikan perusahaan
2. Persekutuan
Adalah suatu perusahaan yang tidak berbadan hukum yang dimiliki oleh dua orang
atau lebih. Modalnya terdiri atas modal para sekutu-sekutunya.
Keunggulan Persekutuan
Terletak pada biaya yang rendah serta proses pendirian yang mudah
Kelemahan Persekutuan
a. Tanggung jawab yang tidak terbatas
b. Umur perusahaan terbatas
c. Kesulitan dalam mengalihkan hak perusahaan
d. Kesulitan untuk memperoleh jumlah modal besar
3. Perseroan
Adalah suatu badan hukum yang memisahkan pemilik dan manajernya, yang
memiliki umur yang tidak terbatas, hak kepemilikan yang mudah dipindahkan, dan
kewajiban yang terbatas. Modalnya terbagi atas saham-saham.
Keunggulan Perseroan
a. Umumnya tidak terbatas, ia dapat berlanjut terus meskipun pemilik dan manajernya
telah meninggal dunia.
b. Hak pemilihnya mudah dialihkan karena hak pemilik dapat dibagi-bagi dalam
sejumlah lembar saham

Isti Fadah Page 14


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

c. Kewajiban yang terbatas


Kelemahan Perseroan
a. Laba perseroan terkena pajak dua kali yakni pajak penghasilan perseroan atas laba
yang diperoleh dan pajak penghasilan perseorangan atas dividen yang dibagikan.
b. Pendirian perseroan lebih rumit dan memakan waktu.

Tujuan Perseroan
Tujuan utama manajemen adalah memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham.
Pemaksimuman kesejahteraan pemegang saham adalah tujuan yang semestinya
melandasi keputusan manajemen dengan mempertimbangkan risiko dan waktu dalam
kaitannya dengan laba per saham yang diharapkan guna memaksimumkan harga saham
biasa perusahaan. Sedangkan harga saham perusahaan dipengaruhi oleh beberapa
factor antara lain :
1. Proyeksi laba per saham (proyeksi earning per share)
2. Saat diperolehnya laba
3. Tingkat risiko dari proyeksi laba
4. Proporsi hutang perusahaan terhadap ekuitas (modal sendiri)
5. Kebijakan pembagian dividen

Tanggung Jawab Sosial


Adalah konsep yang menyatakan bahwa perusahaan harus berperan aktif dalam
menunjang kesejahteraan masyarakat luas. Perusahaan bertanggung jawab untuk
menyediakan lingkungan kerja yang aman bagi para karyawannya, menjamin bahwa
proses produksinya tidak mencemarkan lingkungan, melakukan penempatan secara
jujur dan menghasilkan produk bagi para pemakai.

Isti Fadah Page 15


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Masalah Keagenan (Agency Problem)


Hubungan keagenan didifinisikan sebagai suatu kontrak dimana satu atau beberapa
orang (pemberi kerja atau principal) memperkerjakan orang lain (agen). Untuk
melaksanakan sejumlah jasa dan mendelegasikan wewenang untuk pengambilan
keputusan kepada agen tersebut. dalam kerangka kerja manajemen keuangan hubungan
keagenan ada dua, yakni :
1. Antara pemegang saham dengan manajer
2. Antara pemegang sahan dengan kreditor (pemberi pinjaman)
Agency problem muncul apabila ada perbedaan kepentingan antara pemberi
kerja atau prinsipal dengan pihak agen. Contohnya pemegam saham atau prinsipal
tentu saja mengharapkan kesejahteraan yang tinggi bagi pemegang saham (salah
satunya berupa dividen yang tinggi). Sedangkan pihak agen atau manajer lebih
menekankan pada pertumbuhan yang tinggi, dimana pertumbuhan yang tinggi
menuntut dana investasi yang tinggi hal ini akan mengurangi dedviden yang
dibayarkan atau menambah jumlah laba ditahan (retained earning).
Untuk mnjamin agar para manajer melakukan hal yang terbaik bagi pemegang
saham secara maksimal maka perusahaan menanggung biaya keagenan (agency cost)
yakni biaya yang berkaitan dengan pemantauan tindakan manajemen guna menjamin
agar tindakan tersebut konsisten dengan kesepakatan kontrak antara manajer,
pemegang saham dan kreditor.
Agency Cost bisa berupa :
1. Pengeluaran untuk memantau tindakan manajemen
2. Pengeluaran untuk menata struktur organisasi sehingga kemungkinan
timbulnya perilaku manajer yang tidak dikehendaki semakin kecil.
3. Biaya kesempatan (opportunity cost) karena hilangnya kesempatan
memperoleh laba sebagai akibat dibatsinya kewenangan manajemen sehingga
tidak bisa mengambil keputusa tepat waktu.

Isti Fadah Page 16


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Sejumlah mekanisme yang cenderung mendorong manajer melakukan hal


terbaik bagi pemegang saham antara lain :
1. Ancaman pemecatan
2. Ancaman pengambil alihan (hostile takeovers)
3. Kompensasi manajerial
4. Intervensi langsung pemegang saham
Hubungan keagenan dalam manajemen perusahaan dapat dipilah dalam tiga bentuk,
yakni antara pemegang saham dan kreditur, antara perusahaan dan konsumen, serta antara
manajer dan pemegang saham. Masalah keagenan adalah masalah keagenan antara
manajer dan pemegang saham. Pemegang saham (principal/pemilik) bertujuan untuk
memaksimumkan kekayaan dengan melihat nilai sekarang dari arus kas yang dihasilkan
oleh investasi perusahaan, sedangkan manajer seringkali memiliki tujuan yang berbeda
yakni pada peningkatan pertumbuhan dan ukuran perusahaan. Masalah keagenan antara
manajer dan pemegang saham biasanya timbul karena adanya asymetric information
antara pemilik dan manajer, yaitu ketika salah satu pihak diantaranya memiliki informasi
yang tidak dimiliki oleh pihak lain. Asymetric Information terdiri dari dua tipe , yakni
adverse selection dan moral hazard (Chynthia, 2003 ).
Pada tipe pertama dari Asymetric Information, pihak satu memiliki informasi yang
lebih sedikit dibandingkan pihak lain. Pihak yang memiliki informasi dalam hal ini tidak
akan mau untuk melakukan perjanjian dengan pihak lain, kalaupun harus melakukan
perjanjian dia akan melakukan pembatasan dengan kondisi yang sangat ketat dan biaya
yang sangat tinggi.
Pada tipe kedua terjadi pada saat manajer melakukan tindakan tanpa
sepengetahuan pemilik untuk kepentingan pribadinya, dan manurunkan tingkat
kesejahteraan pemilik. Contoh tipe ini adalah pada perusahaan yang relatif besar dengan
terpisahnya kepemilikan dan pengendalian manajemen maka akan sulit bagi pemegang
saham untuk melihat sejauh mana kinerja manajer sejalan dengan tujuan yang diinginkan
oleh pemegang saham.

Isti Fadah Page 17


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Akibat dari adanya masalah keagenan maka perusahaan harus menanggung biaya
keagenan (agency cost), yaitu biaya yang timbul agar manajer bertindak selaras dengan
tujuan principal. Menurut Brigham & Gapenski (1993) biaya keagenan dapat
dikatagorikan menjadi tiga, yaitu :
1. Pengeluaran untuk memonitor kegiatan manajerial seperti biaya audit
2. Pengeluaran untuk struktur keorganisasian yang akan membatasi perilaku manajer
seperti dewan direksi
3. Biaya opportunity yang terjadi ketika pemilik saham melakukan pembatasan-
pembatasan, seperti membatasi keahlian manajer untuk melakukan tindakan demi
kemakmuran pemegang saham.
Untuk meminimalkan masalah keagenan yang mungkin timbul dalam perusahaan. Ada
beberapa hal yang dapat dilakukan yang berbentuk solusi pengawasan misalnya Strip
financing, Mezzanine financing, keputusan go public, penggunaan cash dividend, security
analysis, dan multilevel organization (Chynthia, 2003).

Menurut Spremann & Gantenbein (2001) Miller & Modigliani mengasumsikan


perfect market (pasar sempurna) adalah pasar di mana manajer merupakan perfect agents
(agen yang sempurna) dari para investor dan bertindak sesuai dengan keinginan para
investor tersebut. Kenyataannya agency cost hasil dari potensial konflik kepentingan
antara manajer dan pemegang saham. Oleh karena itu agency cost meningkat manakala
owner-manager menjual porsi saham yang dimiliki kepada investor yang tidak memiliki
suara dalam manajemen.
Menurut Spremann & Gantenbein (2001) dividen memberikan kontribusi dalam solusii
agency cost dengan beberapa alasan :
1. Menekan manajemen untuk memastikan dapat menghasilkan cukup uang untuk
membayar dividen. Karena manajemen menolak untuk memotong dividen maka
perusahaan harus menghasilkan pendapatan yang cukup untuk dapat membayar
dividen.

Isti Fadah Page 18


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

2. Dapat menekan manajer untuk menaikkan dana luar untuk mendanai proyeknya.
Investor menemukan bahwa proses tersebut diperlukan karena mereka dapat
mengamati dan mengidentifikasi suplier dana yang baru.
3. Menurunkan free cash flow dimana manajer dapat melakukan investasi pada
proyek yang tidak menguntungkan. Dividen memberikan keuntungan yang
penting dalam mengawasi atau mengendalikan tendency perusahaan untuk
overinvest (investasi yang berlebihan).
Easterbook, F.H. (1984) dalam penelitiannya yang berjudul “Two Agency Cost
Explanations of Dividends” menemukan bahwa Dividen berfungsi menurunkan agency
cost dengan mensejajarkan kepentingan-kepentingan para manajer dengan para investor.
Sedangkan Cruthley dan hansen (1989) dalam penelitiannya yang berjudul “A Test of
Agency Theory of Managerial Ownership, Corporate Leverage and Corporate Dividend “
menghasilkan kesimpulan bahwa Kepemilikan saham oleh manajemen, leverage dan
dividen diputuskan secara serempak oleh para manajer untuk mengendalikan agency cost .
Akhirnya Mollah et al. (2000) dengan penelitiannya yang berjudul “The Influence of
Agency Cost on Dividend Policy in an Emerging Market” memperoleh bukti empiris
bahwa Insider Ownership dan collateral asset berpengaruh terhadap dividend payout
ratio sedangkan dispertion of ownership tidak berpengaruh terhadap dividend payout
ratio, fakta-fakta tersebut mendukung bukti bahwa agency cost berpengaruh terhadap
dividend policy.
Peneliti-peneliti lain yang melakukan penelitian yang serupa berkaitan dengan
Agency Cost adalah Schooley & Barney (1994) dengan penelitian yang berjudul “Using
Dividend Policy and managerial Ownership to Reduce Agency Cost” menghasilkan
kesimpulan bahwa hubungan antara dividend yield dengan CEO stock ownership adalah
signifikan dan non monotonic, keenaikan CEO stock ownership menurunkan agency cost ,
dan kenaikan CEO stock ownership menaikkan dividend yield sedangkan Dempsey &
Laber (1992) dalam penelitiannya yang berjudul “Effect of Agency and transaction Costs
on Dividend Payout Rasio : Futher Evidence of The Agency-Transaction Cost

Isti Fadah Page 19


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Hypothesis” ternyata mendukung secara empiris hasil penelitian Rozeff (1982). Hal ini
menunjukkan bahwa model tersebut memeiliki explanatory power yang tinggi dan
memiliki stabilitas yang tinggi pula. Sedangkan James S. Ang, Rebel A. Cole, & James
Wuh Lin (2000) dengan judul penelitian “Agency Cost and Ownership Structure”
menemukan bahwa Agency cost :
a. Secara signifikan lebih tinggi apabila outsider lebih besar dari pada insider yang
mamanage perusahaan.
b. Berhubungan terbalik dengan manager’s ownership share.
c. Naik sesuai dengan jumlah nonmanager share holder.
d. Lebih rendah dengan monitoring yang lebih besar

Kesimpulan
1. Aktivitas manajemen keuangan meliputi keputusan investasi, keputusan pendanaan
dan keputusan manajemen aktiva.
2. Tujuan perusahaan adalah meningkatkan profit namun tujuan ini memiliki
kelemahan, tujuan yang lebih baik adalah meningkatkan kesejahteraan bagi para
pemegang saham.
3. Ada beberapa pilihan bentuk perusahaan dalam mewujudkan visi perusahaan yakni
perusahaan perseorangan, persekutuan dan Perseroan Terbatas.
4. Teori keuangan terus berkembang dengan pesat, beberapa teori keuangan yang
telah eksis adalah teori pasar modal sempurna, teori struktur modal, teori dividen,
teori keagenan, teori asimetri, teori trade off antara risk dan return.
5. Agency problem muncul manakala pemilik perusahaan menunjuk seorang agen
yang profesional untuk mengelola perusahaan, si agen lupa akan amanahnya
sehingga hanya bertindak untuk kepentingan pribadi. Cara menguranginya
diantaranya dengan pengawasan, pembuatan aturan yang membatasi ruang gerak
agen, serta kepemilikan saham oleh pihak manajerial

Isti Fadah Page 20


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Umpan Balik
1. Sebut dan jelaskan tiga aktivitas utama dari manajemen keuangan !
2. Profit yang tinggi versus kesejahteraan pemilik yang tinggi, mana yang lebih baik !
3. Sebutdan jelaskan 10 aksioma dalam Manajemen Keangan !
4. Sebut dan jelaskan kelebihan dan kekurangan dari bentuk-bentuk perusahaan yang
ada!
5. Sebut dan jelaskan perkembangan teori keuangan berdasarkan kronologis waktu!
6. Jelaskan apa yang dimaksud agency problem ! bagaimana cara mengeliminirnya?

Isti Fadah Page 21


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB II
PASAR KEUANGAN DAN SUKU BUNGA

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis hubungan antara perusahaan dengan
pasar keuangan
2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendisksikan macam-macam pasar
3. Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme dan macam transfer modal dari pihak yang
kelebihan dana ke pihak yang kekurangan dana
4. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan bentuk-bentuk perantara keuangan
5. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan struktur bunga
6. Menjelaskan pengaruh suku bunga terhadap harga saham

Pentingnya Pasar-Pasar Keuangan (Financial Markets)

Isti Fadah Page 22


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Perusahaan, individu, dan pemerintah seringkali membutuhkan tambahan modal.


Di sisi lain, beberapa individu dan perusahaan memperoleh pendapatan yang
melebihi pengeluaran, sehingga memiliki dana untuk di investasikan.

2. Individu dan organisasi yang ingin meminjam uang bertemu dengan pihak-pihak
yang memiliki surplus dana di pasar keuangan (financial markets)

3. Pasar menggunakan bentuk jamak- terdapat banyak pasar keuangan yang berbeda
di perekonomian yang sudah maju.

4. Setiap pasar berhubungan dengan jenis-jenis instrumen yang sedikit berbeda, baik
saat jatuh temponya maupun aktiva yang menjamin instrumen tersebut.

5. Pasar yang berbeda juga melayani jenis konsumen yang berbeda, atau beroperasi
pada daerah yang berbeda di suatu negara.

Jenis-Jenis Pasar

Pasar Fisik Dan Pasar Keuangan

1. Pasar fisik adalah pasar untuk barang-barang seperti gandum, mobil, real estat,
komputer dan mesin.
2. Pasar keuangan, adalah pasar yang berhubungan dengan saham, obligasi,
wesel,hipotik, dan klaim terhadap aktiva riil lainnya, serta sekuritas derivatif, yang
nilainya ditentukan oleh perubahan yang terjadi pada harga aktiva-aktiva lainnya.

Pasar Tunai Dan Pasar Berjangka

adalah istilah yang menunjukkan apakah aktiva yang dibeli atau di jual dikirimkan
di tempat ( on the spot) pada saat ini (pasar tunai) atau di kirimkan pada tanggal
tertentu di masa depan, seperti enam bulan atau satu tahun mendatang (pasar
berjangka).

Isti Fadah Page 23


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Pasar Uang Dan Pasar Modal

1. Pasar uang : pasar untuk sekuritas utang jangka pendek yang sangat likuid, contoh
komoditas di pasar uang adalah SBI, SBPU, dan Call Money
2. Pasar modal : Pasar untuk saham-saham dan utang jangka panjang atau jangka
menengah perusahaan (obligasi) atau pasar untuk sekuritas jangka menengah dan
jengka panjang.

Pasar Dunia,Nasional,Regional Dan Lokal

adalah pasar yang tergantung pada ukuran organisasi dan ruang lingkup operasi,
organisasi bisa meminjam dari seluruh penjuru dunia (pasar dunia), atau hanya terbatas
pada daerah lokal atau bahkan pasar di lingkungan sekitar (pasar lokal).

Pasar Hipotik Dan Pasar Kredit Konsumen

1. Pasar hipotik : pasar yang berhubungan dengan pinjaman bagi perumahan,


komersial, real estate, dan tanah pertanian.
2. Pasar kredit konsumen : pasar yang berhubungan dengan pinjaman berupa mobil
dan peralatan, serta pinjaman untuk pendidikan, liburan dan lain-lain
Pasar Primer Dan Pasar Sekunder

1. Pasar primer adalah pasar di mana perusahaan dapat memperoleh modal baru.
perusahaan yang menjual saham baru akan menerima hasil dari penjualan tsb
dalam transaksi pasar primer. pada pasar primer transaksi terjadi antara emiten
yang diwakili oleh perusahaan penjamin dan investor.
2. Pasar sekunder adalah pasar dimana sekuritas yang beredar di perdagangkan di
antara para investor. Perdagangan dilakukan di lantai bursa melalui para broker,
artinya para broker menghubungkan antara investor jual dan investor beli. Pasar

Isti Fadah Page 24


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

sekunder juga bisa untuk hipotik, berbagai pinjaman lainnya, dan aktiva keuangan
lainnya.

Pasar Swasta Dan Pasar Publik

1. Pasar swasta : pasar tempat transaksi di lakukan secara langsung antara dua pihak
2. Pasar publik : pasar dimana kontrak terstandardisasi di perdagangkan di bursa.
sekuritas yang diterbitkan dalam pasar publik umumnya dipegang oleh individu
dalam jumlah besar.

Transfer Modal Antara Penabung dengan Pihak yang Membutuhkan Modal

Transfer modal antara penabung dengan pihak yang membutuhkan modal terjadi dalam 3
( tiga ) cara yang berbeda :
1. Transfer Langsung ( Direct Transfers )

Uang dan sekuritas terjadi ketika perusahaan menjual saham atau obligasi
secara langsung kepada penabung, tanpa melalui lembaga keuangan.
2. Lembaga Investasi Perbankan ( Investment Banking House )

Penjual menjual saham atau obligasinya kepada bank investasi, yang


kemudian menjual sekuritas kepada penabung. Sekuritas perusahaan dan
uang penabung berpindah melalui lembaga investasi perbankan.
3. Perantara Keuangan ( Financial Intermediary )

Perantara keuangan menerima dana dari penabung dan memberikan kepada


penabung tersebut sekuritas miliknya sebagai pengganti. Perantara
keuangan kemudian menggunakan dana itu untuk membeli dan menahan
sekuritas perusahaan.

Isti Fadah Page 25


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

3.1 Bentuk-Bentuk Perantara Keuangan

a. Bank Komersial ( Commersial Banks )

Melayani berbagai penabung dan peminjam


Asosiasi Tabungan Dan Pinjaman ( Savings And Loan Association ) :
Secara tradisional melayani penabung individu dan penduduk serta
peminjam hipotik komersial, memperoleh dana dari penabung kecil dan
kemudian meminjamkan kepada pembeli rumah dan peminjam lainnya.

Mutual Savings Banks : Lembaga ini menerima tabungan dari individu


dam memberikan pinjaman jangka panjang kepada pembeli rumah serta
konsumen. Lembaga ini beroperasi terutama di negara bagian timur laut.

b. Credit Unions

Asosiasi Kooperatif Yang Anggotanya Memiliki Ikatan Yang Sama, Seperti


Menjadi Karyawan Pada Perusahaan Yang Sama
c. Dana Pensiun

Program pensiun untuk karyawan yang dibiayai perusahaan/agen pemerintah


dan terutama diatur oleh department trust dari bank komersial/perusahaan
asuransi jiwa.
d. Perusahaan Asuransi Jiwa ( Life Insurance Company )

Menerima tabungan dalam bentuk premi tahunan, melakukan investasi dana


ini dalam saham, obligasi, real estat, dan hipotik, serta melakukan pembayaran
kepada ahli waris pihak tertanggung.
e. Mutual Funds ( Reksa Dana )

Isti Fadah Page 26


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Lembaga yang menerima uang dari penabung dan kemudian menggunakan


dana tersebut untuk membeli saham, obligasi jangka panjang, atau instrumen
utang jangka pendek yang di terbitkan perusahaan atau unit-unit pemerintah.

Suku Bunga

1. Suku bunga bebas risiko ( krf ) didefinisikan sebagai suku bunga riil bebas risiko
(k*) ditambah premi inflasi ( ip ), sehingga :

i. krf = k* + ip
2. Suku bunga nominal / sekuritas uang ( k), terdiri dari suku bunga riil bebas risiko
( k*) , di tambah premi inflasi ( ip), risiko kegagalan ( drp), likuiditas (lp) dan
risiko jatuh tempo (mrp), sehingga :

i. k = k* + ip + drp + lp + mrp
ii. = krf + drp + lp + mrp
3. Premi inflasi (ip) adalah premi yang sama dengan perkiraan inflasi yang
ditambahkan investor pada tingkat pengembalian riil bebas risiko.

4. Premi risiko kegagalan ( drp ) adalah perbedaan antara suku bunga obligasi
treasury dan obligasi perusahaan dengan waktu jatuh tempo dan likuiditas yang
sama.

5. Premi likuiditas ( lp ) adalah premi yang ditambahkan pada suku bunga


ekuilibrium atas sekuritas, jika sekuritas tersebut tidak dapat dikonversi menjadi
kas dalam jangka pendek dan pada nilai pasar wajar yang mendekati.

6. Premi risiko jatuh tempo ( mrp) adalah premi yang mencerminkan suku bunga

Isti Fadah Page 27


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Jika suku bunga riil bebas risiko dan berbagai premi adalah konstan sepanjang
waktu, maka suku bunga akan stabil.namun , suku bunga riil dan premi khususnya
premi inflasi yang di harapkan berubah sepanjang waktu, sehingga suku bunga
pasar berubah.

Suku Bunga Dan Harga Saham


Pengaruh Suku bunga terhadap laba perusahaan :
1. Karena bunga merupakan biaya, maka semakin tinggi suku bunga semakin rendah
laba perusahaan, sementara hal-hal lainnya konstan
2. Suku bunga mempengaruhi tingkat aktivitas ekonomi, dan aktivitas ekonomi
mempengaruhi laba perusahaan.
3. Suku bunga mempengaruhi harga saham karena pengaruhnya terhadap laba, tetapi
barangkali yang lebih penting adalah suku bunga mempunyai pengaruh, akibat
persaingan di pasar saham dan obligasi.
4. Jika suku bunga naik dengan cepat, maka investor akan memperoleh
pengembalian keuntungan yang lebih tinggi di pasar obligasi, hal ini menyebabkan
mereka menjual saham yang dimiliki dan memindahkan dana dari pasar saham ke
pasar obligasi.
5. Penjualan saham sebagai tanggapan atas naiknya suku bunga, akan menekan harga
saham. Hal yang sebaliknya terjadi jika suku bunga turun.
6. Karena tingkat suku bunga sulit dan tidak mungkin untuk di prediksi, maka
kebijakan keuangan yang baik harus menggunakan bauran utang jangka pendek
dan jangka panjang, serta juga stategi perusahaan untuk bertahan pada berbagai
suku bunga di masa depan.

Kesimpulan

Isti Fadah Page 28


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Jenis-jenis pasar meliputi pasar aktiva fisik dan pasar aktiva keuangan, pasar
primer dan pasar sekunder, pasar tunai dan pasar berjangka, pasar lokal dan pasar
internasional.serta pasar uang dan pasar modal.
2. Transfer modal dari pihak yang memiliki modal ke pihak yang memerlukan dana
bisa dilakukan dengan tiga cara yakni : transfer langsung, lembaga investasi
perbankan dan melalui perantara keuangan.
3. Struktur Suku bunga meliputi tingkat bunga bebas risiko ditambah premi inflasi,
premi risiko gagal bayar, premi likuiditas serta premi risiko jatuh tempo

Umpan Balik
1. Sebut dan jelaskan macam-macam pasar!
2. Sebut dan jelaskan tiga macam cara transfer modal dari pihak yang memiliki dana
ke pihak yang memerlukan!
3. Sebut dan jelaskan unsur-unsur dari suku bunga !
4. Jelaskan perbedaan antara Pasar Primer dan Pasar Sekunder!

Isti Fadah Page 29


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB III
LAPORAN KEUANGAN DAN ARUS KAS

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi manfaat dan peranan Laporan Keuangan
2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi Macam-Macam Laporan Keuangan
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep penyusunan Laporan Laba Rugi
4. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep penyusunan Neraca
5. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep penyusunan Laporan Perubahan
Modal
6. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep penyusunan Laporan Arus Kas

Peranan Laporan Keuangan


Laporan keuangan merupakan laporan untuk mencatat dan mengevaluasi kinerja suatu
organisasi. Selain itu laporan keuangan juga memberikan dasar untuk memberikan
kompensasi kepada partisipan atau pemegang saham. Bagi pemilik perusahaan bagian
yang penting dan kompensasi mereka adalah peningkatan nilai perusahaan. Laporan
keuangan sangat penting bagi manajemen organisasi yang efisien.

Isti Fadah Page 30


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Macam-macam Laporan Keuangan


1. Neraca (Balance Sheet)
2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
3. Laporan Arus Kas (Cast Flow)
Neraca (Balance Sheet)
Neraca menunjukkan laporan posisi keuangan pada saat tertentu neraca memberikan
gambaran sesaat posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu. Bentuk laporannya
mengikuti persamaan neraca yakni :
Total Aktiva = Total Kewajiban + Ekuitas (Modal sendiri)
Aktiva
Aktiva mewakili seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan. Aktiva adalah sumber-
sumber ekonomi yang dimiliki perisahaan yang biasa dinyatakan dengan satuan uang.
Aktiva terdiri dari 3 kategori :
1. Aktiva lancer (Currennt Assets) terdiri atas kas, surat berharga yang mudah dijual,
piutang dagang, persediaan serta beban dibayar dimuka.
2. Aktiva Tetap atau Jangka Panjang (Fixed atau Long – term Assets) terdiri atas
peralatan, bangunan serta tanah
3. Aktiva lain (Other assets) yakni aktiva yang tidak termasuk dalam aktiva lancer
maupun aktiva tetap seperti : hak paten, investasi jangka panjang dalam surat
berharga dan good will.
Kewajiban (liabilities)
Adalah hutang yang harus dibayar leh perusahan dengan uang atau jasa pasa suatu saat
tertentu disaat yang akan datang. Dengan kata lain kewajian merupakan tagihan para
kreditur kepada perusahaan.
Kewajiban mencakup kewajiban lancer dan kewajiban jangka panjang.
Kewajiban lancer (current liabilities) meliputi :
1. Kredit dari pemasok (hutang dagang)
2. Hutang wesel jangka pendek

Isti Fadah Page 31


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Hutang Jangka Panjang (Longterm debt) maliputi :


1. Hutang hipotik
2. Hutang wesel jangka panjang
Berikut ini akan ditampilkan neraca “Triple Y Corporasion” pada tahun 2010
Neraca “Triple Y Corporasion
Per 31 Desember 2010
Aktiva
Current Asset
Kas Rp. 44.000.000,-
Piutang dagang Rp. 78.000.000,-
Persediaan Rp. 211.000.000,-
Aktiva lancer lainnya Rp. 13.800.000,-
Total Aktiva lancer Rp. 347.200.000,-
Fixed Asset
Pabrik dan peralatan Rp. 838.000.000,-
Akumulasi penyusutan Rp. 382.200.000,-
Pabrik dan peralatan bersih Rp. 454.800.000,-
Tanah Rp. 70.000.000,-
Total Aktiva Tetap Rp. 524.800.000,-
Hak Paten Rp. 55.000.000,-
Total Aktiva Rp. 927.000.000,-
Hutang dan Ekuitas
Hutang Lancar
Hutang dagang Rp. 76.110.000,-
Hutang pajak pendapatan Rp. 17.390.000,-
Hutang gaji dan upah Rp. 3.900.000,-
Hutang bunga Rp. 2.500.000,-
Total hutang lancer Rp. 99.900.000,-
Hutang Wesel Jangka Panjang Rp. 200.000.000,-
Total Hutang Rp. 299.990.000,-

Ekuitas
Saham biasa (nilai pari + Agio saham) Rp. 300.000.000,-
Laba ditahan Rp. 327.100.000,-
Total Ekuitas Rp. 627.100.000,-
Total Pasiva Rp. 927.000.000,-

Isti Fadah Page 32


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Ekuitas pemegang saham pemilik merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan
(aktiva) perusahaan. Besarnya hak pemilik sama dengan selisih aktiva bersih perusahaan
dengan kewajiban.
Ekuitas (Equity) meliputi :
1. Saham preferen (preffered stock)
2. Saham biasa (common stock, meliputi nilai pari dan agio saham)
3. Laba ditahan (retained earning)
Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Laporan laba rugi menunjukkan hasil operasional perusahaan selama satu periode
umumnya satu tahun. Laporan laba rugi untuk periode tertentu terdiri atas penerimaan
bersih dikurangi biaya-biaya pada periode tersebut. Laporan laba rugi disusun dengan
maksud untuk menggambarkan keberhasilan dan kegagalan operasi perusahaan dalam
upaya mencapai tujuan.
Laporan laba rugi merupakan ringkasan dari 4 jenis kegiatan :
1. Menjual poduk atau jasa
2. Beban produksi atau untuk mendapatkan barang atau jasa yang dijual
3. Beban yang timbul dalam memasarkan dan mendistribusikan produk atau jasa pada
konsumen, serta yang berkaitan dengan beban administrati operasional.
4. beban keuangan dalam menjalankan bisnis, contohnya bunga yang dibayarkan pada
kreditur dan pembayaran diviiden pada pemegang saham preferen maupun saham
biasa
Laporan laba rugi secara sederhana dapat diformulasikan sebagai berikut :
Pendapatan – biaya = laba (rugi)
Berikut ini akan ditampilkan laporan laba rugi “Triple Y Corporasion”

Isti Fadah Page 33


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Laporan Laba Rugi “Triple Y Corporasion”


Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010
Penjualan Rp 830.200.000,-
Harga pokok penjualan Rp 539.750.000,- (-)
Laba kotor (Gross Profit) Rp 290.450.000,-
Biaya Operasi
Biaya Penjualan Rp 90.750.000,-
Biaya Administrasi dan Umum Rp 71.800.000,-
Depresiasi Rp 28.200.000,- (+)
Total Biaya Operasi Rp 190.750.000,- (-)
Laba Operasi Rp 99.700.000,-
Biaya Bunga Rp 20.000.000,- (-)
Laba Bersih Sebelum Pajak (Earning before tax) Rp 79.700.000,-
Pajak Penghasilan Rp 17.390.000,- (-)
Pendapatan besih bagi pemenang saham biasa Rp 62.310.000,-
Dividen saham biasa Rp 15.000.000,- (-)
Laba ditahan Rp 47.310.000,-

Laporan Arus Kas (Cash Flow Report)


Laporan arus kas menunjukkan atau menggambarkan penerimaan dan pengeluaran
kas untuk jangka waktu tertentu (biasanya setahun). Laporan arus kas menunjukkan arus
kas sebenarnya yang dihasilkan oleh perusahan sepanjang tahun.

Arus kas masuk – arus kas keluar = Perubahan kas

Arus Kas yang dihasilkan terbagi menjadi 3 kelompok :


1. Arua kas dari kegiatan operasi
2. Arua kas dari kegiatan investasi
3. Arua kas dari kegiatan pendanaan
Data yang dibutuhkan untuk membuat laporan arus kas berasal dari dua sumber :
1. Neraca awal dan neraca akhir
2. Laporan laba rugi
Bagi manajemen, khususnya bagi perusahaan yang berkembang, disarankan untuk tidak
membatasi perhatian pada laba peusahaan saja, melainkan juga memfokuskan pada arus
kas, karena keduanya merupakan hal yang berbeda.

Isti Fadah Page 34


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Arus Kas Dari Kegiatan Operasi


Arus kas dari kegiatan operasi terdiri atas :
1. Pengumpulan kas berasal dari konsumen
2. Pembayaran pada pemasok untuk pembelian bahan baku
3. Arus kas keluar dari kegiatan operasi lainnya seperti biaya pemasaran dan
administrasi serta pembayaran bunga
4. Pembayaran tunai untuk pajak
Arus Kas Dari Kegiatan Investasi
Meliputi semua pengeluaran dan pendapatan yang berasal dari kegiatan investasi
Arus Kas Dari Kegiatan Pendanaan
Meliputi semua arus kas, baik yang masuk maupun keluar, kepada ataupun dari para
investor perusahaan, baik pemberi pinjaman maupun kepemilikannya.
Berikut ini akan ditampilkan laporan arus kas “Triple Y Corporasion”

Laporan Arus Kas “Triple Y Corporasion” Tahun yang


Berakhir 31 Desember 2010
Arus Kas Dari Kegiatan Operasi
Arus Kas masuk Dari Konsumen
Penjualan bersih Rp. 830.200.000
Dikurangi perubahan pada piutang dagang (7.500.000)
Arus kas masuk dari konsumen 822.700.000
Kas yang dibayar pada Pemasok
Harga pokok penjualan Rp. 539.750.000
Ditambah perubahan pada persediaan 34.400000
Dikurangi perubahan pada hutang dagang (15.300.000)
Kas yang dibayar kepada pemasok 558.850.000
Arus kas Keluar dari kegiatan operasi
Lainnya serta pembayaran bungan
Biaya pemasaran Rp. 90.750.000
Biaya administrasi dan umum 71.800.000
Dikurangi perubahan biaya yang terhutang (500.000)
Biaya bunga 20.000.000
Dikurangi peubahan bunga yang terhutang (500.000)

Isti Fadah Page 35


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Arus kas keluar lainnya 181.550.000

Pembayara Tunai Untuk Pajak


Provisi pajak dalam laporan laba rugi Rp. 17.390.000
Dikurangi perubahan pajak yang terhutang (5.390.000)
Pembayaran tunai untuk pajak 12.000.000
Total Arus Kas Dari Keg Operasi Rp. 70.300.000

Arus Kas Dari Kegiatan Investasi


Pembelian aktiva tetap Rp. 79.000.000
Pembelian aktiva lancer lainnya 300.000
Pembelian hak paten 25.000.000
Kas besih dari kegiatan investasi Rp. 104.300.000

Arus Kas Dari Kegiata Pendanaan Rp. 54.000.000


Penerimaan dari hutang jangka panjang (15.000.000)
Dividen saham biasa Rp. 39.000.000
Kas bersih dari kegiatan pendanaan 5.000.000
Total Arus Kas

Kesimpulan
1. Laporan keuangan merupakan laporan untuk mencatat dan mengevaluasi kinerja
suatu organisasi. Selain itu laporan keuangan juga memberikan dasar untuk
memberikan kompensasi kepada partisipan atau pemegang saham.
2. Neraca menunjukkan laporan posisi keuangan pada saat tertentu neraca
memberikan gambaran sesaat posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu
tertentu. Bentuk laporannya mengikuti persamaan neraca yakni :
Total Aktiva = Total Kewajiban + Ekuitas (Modal sendiri)
3. Laporan laba rugi menunjukkan hasil operasional perusahaan selama satu periode
umumnya satu tahun. Laporan laba rugi untuk periode tertentu terdiri atas
penerimaan bersih dikurangi biaya-biaya pada periode tersebut.

Isti Fadah Page 36


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

4. Laporan arus kas menunjukkan atau menggambarkan penerimaan dan pengeluaran


kas untuk jangka waktu tertentu (biasanya setahun). Laporan arus kas menunjukkan
arus kas sebenarnya yang dihasilkan oleh perusahan sepanjang tahun.
Umpan Balik
1. Jelaskan apa manfaat menyusun laporan keuangan
2. Jelaskan item-item apa saja yang ada pada neraca
3. Jelaskan perhitungan dan beri contoh untuk mengetahui laba bersih setelah bunga
dan pajak.
4. Sebutkan item-item yang ada pada arus kas dari kegiatan operasional, investasi
dan pendanaan sertakan pula contoh visualisasi yang bersifat kwantitatif.

Isti Fadah Page 37


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB IV
ANALISIS RASIO DAN ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi Macam-Macam Analisis Rasio
2. Mahasiswa mampu mendiskusikan Kelebihan dan Kekurangan Analisis Rasio
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan Rasio Likuiditas, Leverage, Rentabilitas,
Aktifitas dan Rasio Pasar
4. Mahasiswa mampu membedakan konsep Analisis Trend dan Analisis Industri

Kinerja perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individual yang


dibuat secara terus menerus oleh manajemen. Oleh karena itu untuk menilai kinerja
perusahaan perlu dilibatkan analisis dampak keuangan komulatif dan ekonomi dari
keputusan dan mempertimbangkannya dengan menggunakan ukuran komparatif. Untuk

Isti Fadah Page 38


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja keuangan, analis keuangan harus melakukan
pemeriksaan terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Alat yang biasa digunakan adalah
analisis rasio keuangan. Rasio keuangan menghubungkan dua angka akuntansi dalam
laporan keuangan dengan membagi satu angka dengan angka lainnya.

Rasio keuangan memberikan dua cara untuk membuat perbandingan dari data
keuangan perusahaan menjadi lebih berarti, yakni perbandingan internal dan
perbandingan eksternal.
1. Perbandingan Internal (trend analysis)
Analisis rasio keuangan melibatkan dua jenis perbandingan. Pertama, analis dapat
membandingkan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dan akan datang dalam
perusahaan yang sama. Jika rasio keuangan diurutkan dalam periode beberapa tahun,
analis dapat mempelajari komposisi perubahan dan menentukan apakah terdapat
perbaikan atau penurunan dalam kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
2. Perbandingan Eksternal dan Sumber sumber Rasio Industri
Metode perbandingan yang kedua melibatkan perbandingan rasio satu perusahaan.
Dengan perusahaan-perusahaan sejenis atau dengan rata-rata industri pada titik waktu
yang sama. Perbandingan ini memberikan pandangan mendalam tentang kondisi
keuangan dan kinerja relatif dari perusahaan. Rasio ini juga membantu dalam
mengidentifikasi penyimpangan dari rata-rata atau standar industri.
Arti penting penilaian kinerja perusahaan bagi masing-masing pihak yang
berkepentingan dengan perusahaan yaitu diantaranya bagi para investor, kreditur,
pemerintah, manajemen perusahaan dan pihak-pihak terkait lainnya.
1. Investor (Pemegang Saham)
Penilaian kinerja perusahaan penting bagi investor tidak lain untuk menjamin
bahwa uang yang diinvestasikan dalam perusahaan itu digunakan sesuai deengan
tujuan yang ingin dicapai, sebagaimana yang dijanjikan oleh pihak manajemen
perusahaan. Bagi investor dan calon investor, penilaian kinerja ini juga berguna

Isti Fadah Page 39


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

sebagai dasar untuk tindakan membeli, mempertahankan atau menjual saham


perusahaan yang bersangkutan.
2. Kreditur
Setiap perusahaan akan selalu berhubngan dengan pihak kreditur dalam hal
pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari hutang. Bagi kreditur atau calon
kreditur, penilaian kinerja perusahaan ini dapat memberikan dasar untuk
mengambil keputusan yang menyangkut jaminan kepastian pembayaran pokok
pinjaman sertabunganya oleh debitur sesuai perjanjian yang disepakati.
3. Manajemen Perusahaan
Bagi manajemen perusahaan, penilaian kinerja sangat penting terutama untuk
memastikan keberhasilan tingkat usahanya serta memberikan dasar untuk
melanjutkan perencanaan strategis dan operasional dimasa mendatang. Dengan
kata lain penilaian kinerja perusahaan bertujuan untuk mengetahui tingkat
kebrhasilan menejemen atas misi yang diembannya. Melalui penilaian kinerja ini
akan diketahui tingkat hasil nyata yang dicapai suatu unit usaha selama periode
tertentu.
4. Pemerintah
Pemerintah juga berkepentingan terhadap penilaian kinerja perusahaan, karena
dapat dijadikan sebagai dasar untuk penetapan beban pajak, pembuatan berbagai
kebijakan, regulasi, pemberian fasilitas terhadap suatu bidang usaha serta
pengawasan terhadap kondisi ekonomi dan moneter suatu Negara khusus bagi
perusahaan publik, Bapepam berkepentingan terhadap kinerja emiten sebagai
dasar pengawasan bursa efek.
5. Pihak-pihak Lain
Pihak-pihak lain yang berkepentingan antara lain analisis sekuritas yang
berkepentingan langsung terhadap penilaian kinerja. Sedangkan yang
berkepentingan tidak langsung seperti konsultan bisnis dan keuangan serta peneliti
bidang keuangan. Analisis sekuritas perlu untuk memberikan bahan masukan

Isti Fadah Page 40


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

kepada para pelaku pasar modal seperti pialang dan investor untuk mengambil
tindakan sehubungan deengan sekuritas yang dimiliki. Konsultan dan peneliti
berkepentingan dengan kinerja umumnya berkenaan dengan hasil yang akan
dipublikasikan kepada masyarakat.

Keterbatasa Analisis Rasio


Analisis yang bekerja dengan rasio finansial harus mengetahui keterbatasan rasio-
rasio itu sendiri. Berikut ini adalah sejumlah kesulitan tersembunyi yang harus dihadapi
dalam menghitung dan menafsirkan rasio finansial.
1. Kadang-kadang sulit untuk menggolongkan sektor industri sebuah perusahaan
yang bergerah di berbagai sektor industri atau jasa.
2. Angka-angka rata-rata industri hanya merupakan taksiran dan sangat umum
sifatnya sehingga belum cocok dijadikan bahan perbandingan secara spesifik.
3. inflasi dapat memberikan distorsi yang buruk pada neraca perusahaan, nilai yang
dicatat seringkali sangat berbeda dengan nilai sebenarnya.
4. Perusahaan dapat menggunakan teknik “window dressing” untuk membuat
laporan keuangan nampak lebih baik.
5. Suatu perusahaan mungkin memiliki beberapa rasio yang kelihatan bagus dan
yang lainnya kelihatan “buruk” yang membuat sulit untuk menyatakan apakah
perusahaan tersebut sehat atau tidak.

Macam_Macam Rasio Keuangan


Rasio-rasio keuangan dapat kita golongkan kedalam lima kelompok, yakni : rasio
likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage, rasio rentabilitas, serta rasio nilai pasar.

Isti Fadah Page 41


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Rasio Likuiditas
Rasio Metode Perhitungan Interpretasi
a. Current Ratio Aktiva lancar Kemampuan untuk membayar
Hutang lancar hutang yang harus segera
dipenuhi dengan aktiva lancar

b. Cash Ratio (ratio Kas + Efek Kemampuan untuk membayar


of immediate Hutang lancar hutang yang harus segara
solvency) dipenuhi dengan kas yang
tersedia dalam perusahaan dan
efek yang dapat segera
diuangkan
c. Quick (Acid Test) Kas + Efek + Piutang Kemampuan untuk membayar
Ratio Hutang lancar hutang yang harus segera
dipenuhi dengan aktiva lancer
yang lebih likuid (quick assets)

d. Working Capital to A.Lancar-hutang lancar Likuiditas dari total aktiva dan


total assets ratio Jumlah aktiva posisi modal kerja (netto)

2. Rasio Aktivitas
Rasio Metode Perhitungan Interpretasi
a. Total assets Turn Penjualan netto Kemampuan dana yang
over Jumlah Aktiva tertanam dalam keseluruhan
aktiva berputar dalam suatu
periode tertentu atau
kemampuan modal yang
dinvestasikan untuk
menghasilka revenue
Penjualan kredit
b. Receivable Turn Piutang rata-rata Kemmpuan dana yang tertanam
Over dalam piutang berputar dalam
suatu periode tertentu

Piutang rata-rata x 360 Periode rata-rat yang


c. Average Collection Penjualan Kredit diperlukan untuk
periode mengumpulkan piutang
Harga pokok penjualan

Isti Fadah Page 42


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

d. Inventory turn Inventory rata-rata Kemampuan dana yang


over tertanam dalam inventory
berputar dalam suatu periode
tertentu., atau likuiditas dari
inventory da tendensi adanya
overstock
Inventory rata-rata x 360
Harga pokok penjualan Periode menahan persediaan
e. Average day’s rata-rata atau perioded rata-rata
Inventory persediaan barang berada di
gudang
Penjualan netto
Aktiva lancar – Hutang Kemampuan modal kerja
f. Workig capital lancar (netto)berputar dalam suatu
turn over periodee siklis kas (cash cycle)
dari perusahaan

3. Rasio Leverage
Rasio Metode Perhitungan Interpretasi
a. Total debt to Total hutang Bagian dari setiap modal
equity ratio Modal sendiri sendiri yang dijadikan jaminan
untuk keseluruhan hutang

b. Total debt to total Total hutang Bagian dari keseluruhan


capital assets Jumlah aktiva kebutuhan dana yang dibelanjai
dengan hutang
c. Long term debt to Hutang jangka panjang Bagian dari setiap modal
equity ratio Modal sendiri sendiri yang dijadikan jaminan
untuk hutang jangka panjang

d. Tangible assets Jumlah aktiva – Intanible Besarnya aktiva tetap tangible


debt coverage Hutang jangka panjang yang digunakan untuk
memjamin hutang jangka
panjang setiap rupiahnya
e. Time interest Earning after tax Besarnya jaminan keuntungan
earned ratio Bunga hutang jangka untuk membayar bunga hutang
panjang jangka panjang

Isti Fadah Page 43


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

4. Rasio Rentabilitas
Rasio Metode Perhitungan Interpretasi
a. Gross Profit Gross profit Laba kotor per rupiah
Margin Penjualan netto penjualan

b. Operating income Net operating income Laba operasi sebelum bunga


ratio (operating Penjualan netto dan pajak (net operating
profit margin) income) yang dihasilkan oleh
setiap rupiah penjualan

c. Operating ratio HPP + Biaya operasi Biaya operasi per rupiah


Penjualan netto penjualan
d. Net profit margin
(sales margin) Earning after tax Keuntungan netto per rupiah
Penjualan netto penjualan
e. Earning power of
total investment EBIT Kemampuan dari modal yang
(Rate of return on Jumlah aktiva diinvestasikan dalam
total assets) keseluruhan aktiva untuk
menghasilkan keuntungan bagi
semua investor
f. Rate of return on EAT
investment (ROI) Jumlah aktiva Kemampuan dari modal yang
diinvestasikan dalam
kesuluruhan aktiva untuk
menghasilkan keuntungan netto
g. Rate of return on EAT
net worth Jumlah modal sendiri Kemamuan dari modal sendiri
untuk menghasilkan
keuntungan bagi pemegang
saham preferen dan saham
biasa

5. Rasio Nilai Pasar.


Rasio Metode Perhitungan Interpretasi
a. Rasio harga / laba Harga pasar per saham Menunjukkan beberapa rupiah
atau P/E ratio Laba per saham yang akan dibayar investor
untuk setiap rupiah laba
periode berjalan

Isti Fadah Page 44


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

b. Rasio harga pasar Harga pasar per saham


terhadap nilai buku Nilai buku Menunjukkan beberapa rupiah
(market-to-book yang akan dibayar investor
ratio) untuk setiap rupiah nilai buku
perusahaan

Alat Ukur Kinerja Yang Lain


Meskipun data-data akuntansi memberikan banyak informasi yang berguna,
namun akunyansi juga memiliki keterbatasan. Dalam menghadapi keterbatasan ini analisis
melakukan penyesuaian dengan memberikan ukuran kinerja alternatif. Beberapa ukuran
profitabilitas akhir-akhir ini yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja manajerial
antara lain MVA (Market Value Added) serta EVA (Economic Value Added).
1. Nilai Tambah Pasar (Market Value Added/MVA)
Tujuan utama sebagian besar perisahaan adalah memaksimalkan kekayaan pemegang
saham. Tujuan ini jelas menguntungkan pemegang saham, tetapi juga memastikan
bahwa sumber daya yang terbatas telah dialokasikan secara efisien, yang
menguntungkan perekonomian.
Kekayaan pemegang saham akan menjadi maksimal dengan memaksimalkan
perbedaan antara nilai pasar ekuitas perusahaan dan jumlah modal ekuitas yang
diinvestasikan investor. Perbedaan ini disebut Nilai Tambah Pasar (Market Value
Added/MVA)
MVA dapat diformulasikan sebagai berikut :
MVA = Nilai Pasar Ekuitas – Modal ekuitas yang diinvestasikan oleh
investor
= (Saham yang beredar) (Harga saham) – Total ekuitas saham biasa
Contoh :
Perusahaan “Maju jaya” pada tahun 2010 memiliki nilai ekuitas sebesar
Rp.540.000.000,-, sedangkan total nilai pasar saham perusahaan adalah sebesar

Isti Fadah Page 45


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Rp.650.000.000,- maka MVA adalah sebesar Rp.90.00.000,- (650 juta-540 juta).


Dengan memaksimalkan perbedaan ini, maka berarti manajemen memaksimalkan
kekayaan pemegang saham.
2. Nilai Tambah Ekonomi (Economic Value Added/EVA)
Jika MVA mengukur pengaruh tindakan manajerial sejak pendirian perusahaan,
maka nilai tambah ekonomi (economic valueadded/EVA) memfokuskan pada
efektifitas manajerial dalam satu tahun tertentu.
EVA menunjukkan semua laba setelah semua biaya modal termasuk modal ekuitas
dikurangkan. Jadi EVA adalah suatu laba ekonomis yang sesungguhnya dalam
tahun berjalan, dan hal ini sangat berbeda dengan laba akuntansi.
EVA dapat diformulasikan sebagai berikut :
EVA = Laba operasi setelah pajak - biaya modal setelah pajak
= EBIT (1-tarif pajak) – (Total Modal) (Biaya modal setelah pajak)
Total modal mencakup hutang jangka panjang, saham preferen dan ekuitas saham
biasa.

Kesimpulan :
1. Untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kineja keuangan, analisis keuangan
harus melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Alat yang
biasa digunakan adalah analisis rasio keuangan. Rasio keuangan adalah yang
menghubungkan dua angka akuntansi dalam laporan keuangan dengan membagi
satu angka dengan angka lainnya.
2. Rasio Likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasikewajibannya
yang sudah jatuh tempo.
3. Rasio Aktivitas mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola usahanya.
4. Rasio Rentabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan.
5. Rasio Pasar mengukur kinerja pasar atau harga pasar saham perusahaan.

Isti Fadah Page 46


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

6. Analisis rasio bisa dilakukan dengan melakukan perbandingan internal (analisis


trend) dan analisis eksternal (analisis industri).
7. Market Value Added/MVA adalah perbedaan antara nilai pasar ekuitas perusahaan
dan jumlah modal ekuitas yang diinvestasikan investor. Economic Value Added/
EVA adalah suatu laba ekonomis yang sesungguhnya dalam tahun berjalan

Contoh Soal Dan Penyelesaian


1. Pada tahun 2009 perusahan :Budi Jaya” telah bekerja dengan modal sebesar Rp
20.000.000,- yang terdiri dari modal sendiri sebesar 75 % sedangkan sisanya modal
asing dengan tingkat bunga 10%. Pada tahun 2010 direncanakan pertambahan modal
sebesar Rp 7.500.000,- sehingga tingkat penjualan dapat dinaikkan menjadi Rp
30.000.000,- harga pokok penjualan sebesar Rp 20.000.000,- biaya operasi sebesar Rp
5.000.000,-. Pajak perseroan yang harus dibayar sebesar 50% dari data-data diatas
hitunglah :
a. Earning Power tahun 2010
b. Profit margin tahun 2010
c. Total assets turn over tahun 2010
d. Rate of return on net worth bila tambahan modal dipenuhi dengan modal sendiri
dan Rate of return on net worth bila tambahan modal dipenuhi dengan modal
asing.
PENYELESAIAN
a. Mencari Earning power
Pertama harus dicari EBIT

Sales Rp 30.000.000,-
HPP Rp 20.000.000,-

Gross Profit Rp 10.000.000,-


Operating expense Rp 5.000.000,-

Isti Fadah Page 47


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

EBIT Rp 5.000.000,-
Tatal assets = 20.000.000 + 7.500.000 = Rp 27.500.000,-
5.000.000
Earning power = x 100 % =18,18 %
27.500.000
5.000.000
b. Profit margin = x 100% = 16,67 %
30.000.000
30.000.000
c. Total assets turn over = = 1,09 x
27.500.000
d. Rate of return on net worth
Tambahan Modal Asing Tambahan Modal Sendiri
EBIT 5.000.000 5.000.000
Bunga 1.250.000 500.000

EBT 3.750.000 4.500.000


Pajak 1.875.000 2.250.000
EAT 1.875.000 2.250.000

Modal 15.000.000 22.500.000


sendiri
1.875.000 2.250.000
ROE = = 12,5 % = 10 %
15.000.000 22.500.000
Kesimpulan lebih baik tambahan dana dipenuhi dengan modal asing karena ROE nya
lebih tinggi yakni 12,5 %
2. Berikut ini adalah financial statement dari “Yuris & Brother Corporasion” pada tahun
2010.
Balance Sheet 31 – 12 – 2010

Cash Rp 90.000.000
Account receivable Rp 200.000.000
Inventories Rp 150.000.000
Property and Equipment Rp 600.000.000
Depreciation Rp 170.000.000
Rp 430.000.000

Isti Fadah Page 48


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Rp 870.000.000
Account payable Rp 94.000.000
Notes Payable Rp 24.000.000
Accruals liabilities Rp 17.000.000
Income tax liabilities Rp 21.000.000
First Moretgage 6 % Bond Rp 150.000.000
Second Moretgage 6 % Bond Rp 50.000.000
Common stock Rp 250.000.000
Capital surpus Rp 25.000.000
Reserve for planet expansion Rp 65.000.000
Retained earning Rp 174.000.000
Rp 870.000.000

Income statement 31 – 12 – 2010


Sales Rp 1.072.000.000
Cost of goods sold Rp 771.000.000
Gross profit Rp 301.000.000
Operating expense Rp 233.000.000
Net operating income Rp 68.000.000
Interest Rp 11.000.000
EBT Rp 57.000.000
Income taxes Rp 21.000.000
Net Income (EAT) Rp 36.000.000

Dari data-data finasial di atas hitunglah rasio-rasio di bawah ini :


a. Current Rasio
b. Acid test rasio
c. Average collection periode
d. Inventory turn over
e. Debt to net worth rasio
f. Time interest earned rasio
g. Profit margin
h. Operating assets turn over
i. Earning power
j. Rate of return on net worth
k. Operating ratio

Isti Fadah Page 49


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

PEMBAHASAN
440.000.000
a. Current Ratio = x 100 % = 282 %
156.000.000

290.000.000
b. Acid test ratio x 100 % = 186 %
156.000.000

200.000.000 x360
c. Average collection periode = = 67,16 hari
1.072.000.000

711.000.000
d. Inventory turn over = = 5,14 x
150.000.000

356.000.000
e. Debt to net worth ratio = x 100 % = 69,26 %
524.000.000

36.000.000
f. Time interest earned ratio = = 3,27 x
11.000.000

68.000.000
g. Profit margin = x 100 % = 6,34 %
1.072.000.000

1.072.000.000
h. Operating assets turn over = = 1,23 x
870.000.000

68.000.000
i. Earning power = x 100 % = 7,82 %
870.000.000

36.000.000
j. Rate of return on net worth = x 100 % = 7 %
514.000.000

771.000.000  233.000.000
k. Operating ratio = x 100 % = 93,65 %
1.072.000.000

3. Lengkapi neraca dan informasi penjualan “PT makmur” dalam tabel berikut dengan
menggunakan data financial berikut ini :

Isti Fadah Page 50


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Rasio hutang (rasio leverage) = 50 %


Quick ratio = 80 %
Total seets turn over = 1,5 x
Average collection period = 36 hari
Gross profit margin = 25 %
Inventori turn over = 5x
Neraca

Kas …………… Hutang dagang ……………


Piutang Dagang …………… Utang jangka panjang 60 juta
Persediaan …………… Saham biasa ……………
Aktiva Tetap …………… Laba ditahan 97,5 juta
Total Aktiva 300 Juta Total kewajiban dan ekuitas ……………

Penjualan ……………
Harga ……………

Penyelesaian
1. Rasio leverage = hutang / total assets = 50 % (0,5)
Karena total asset = Rp 300 juta, maka total hutang = Rp 150 juta
Diketahui hutang jangka panjang Rp 60 juta, maka hutang dagang dapat dicari
dengan cara sebagai berikut :
Total hutang = hutang dagang + hutang jangka panjang
Rp 150 juta = hutang dagang + Rp 60 juta, maka hutang dagang = Rp 90 juta
2. Total kewajiban dan ekuitas = total aktiva = Rp 300 juta
Karena total hutang = Rp 150 juta, dan laba ditahan Rp 97,5 juta maka saham biasa
dapat dicari dengan cara berikut :
Total kewajiban dan equitas = total hutang + saham biasa + laba ditahan
Rp 300 juta = Rp 150 juta + saham biasa + Rp 97,5 juta
Maka saham biasa = Rp 52,5 juta
3. Quick ratio = (kas + piutang) / hutang lancar

Isti Fadah Page 51


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

80 % = (kas + piutang) / hutang lancar


Maka (kas + piutang) = Rp 42 juta
4. Total assets turn over = 1,5 x = penjualan / total assets
1,5 x = penjualan / Rp 300 juta
Maka penjualan = Rp 450 juta

5. Average collection periode = 36 hari = piutang x 360 / Rp 450 juta


Maka piutang = Rp 12,5 juta
Karena (kas + piutang) = Rp 52,5 juta
Maka kas = Rp 52, 5 juta - Rp 12,5 juta
= Rp 40 juta

6. Gross profit margin = gross profit / sales = 25 %


Maka gross profit = 25 % x Rp 450 juta = Rp 112,5 juta
HPP = sales – gross profit
= Rp 450 juta – Rp 112,5 juta
= Rp 337,5 juta
7. Inventory turn over = 5 x = HPP / persediaan
5x = Rp 337,5 juta / persediaan
Maka persediaan = Rp 67,5 Juta
8. total aktiva = kas + piutang + persediaan + aktiva tetap
Rp 300 juta = Rp 40 juta + Rp 12,5 juta + Rp 67,5 juta + aktiva tetap
Maka aktiva tetap = Rp 180 juta

Umpan Balik :
1. Pada tahun 2011 perusahan : Makkah Madinah” telah bekerja dengan modal sebesar
Rp 40.000.000,- yang terdiri dari modal sendiri sebesar 65 % sedangkan sisanya
modal asing dengan tingkat bunga 15%. Pada tahun 2012 direncanakan pertambahan

Isti Fadah Page 52


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

modal sebesar Rp 7.500.000,- sehingga tingkat penjualan dapat dinaikkan menjadi Rp


50.000.000,- harga pokok penjualan sebesar Rp 30.000.000,- biaya operasi sebesar Rp
5.000.000,-. Pajak perseroan yang harus dibayar sebesar 30% dari data-data diatas
hitunglah :
a. Earning Power tahun 2012
b. Operating Profit margin tahun 2012
c. Total assets turn over tahun 2012
d. Rate of return on net worth bila tambahan modal dipenuhi dengan modal sendiri
dan Rate of return on net worth bila tambahan modal dipenuhi dengan modal
asing.

2. Ambil salah satu laporan keuangan perusahaan yang sudah go public, cari laporan
untuk periode tahun 2010, unduh lewat web site : www.idx.co.id . Lakukan analisis
rasio likuiditas, aktivitas, rasio leverage, rasio rentabilitas dan rasio pasar.

Isti Fadah Page 53


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB V
RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep risiko dan tingkat pengembalian
2. Mahasiswa mampu menjelaskan ukuran-ukuran risiko
3. Mahasiswa mampu menjelaskan ukuran risk dan return aktiva yang berdiri sendiri
4. Mahasiswa mampu menjelaskan ukuran risk dan return aktiva dalam portfolio
5. Mahasiswa mampu menjelaskan beta sebagai ukuran risiko
6. Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan antara risk dan return

Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau kehancuran.
Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak
diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada
umumnya, terdapat suatu jargon “high risk bring about high return”, artinya jika ingin
memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula.
Secara umum risiko dapat ditangkap sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu

Isti Fadah Page 54


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

keadaan yang akan terjadi nantinya dengan keputusan yang diambil berdasarkan suatu
pertimbangan. Menurut salah satu definisi, risiko (risk) adalah sama dengan
ketidakpastian (uncertainty). Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan
yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan.
Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu
dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukan.
Beberapa pengertian return yang lain :
1. Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan
bersih dibagi ekuitas pemegang saham.
2. Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran
kas yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili
imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi dividen.
Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.
3. Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan
membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk
memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan
laba.
4. Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi
merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan
dibagi total kapitalisasi perusahaan.
5. Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
6. Return on networth atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan
pemegang saham yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan
membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya.
7. Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk
menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat
membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan

Isti Fadah Page 55


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

laba sebelun pajak terhadap variable yang sama dari periode


sebelumnya.
8. Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh
oleh investor di masa mendatang.
9. Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam
suatu periode tertentu.
10. Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-
return realisasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio
tersebut.
11. Return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari
return-return ekspektasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam
portofolio.

Risiko dapat di definisikan sebagai peluang bahwa beberapa kejadian yang tidak
menguntungkan akan terjadi.
Distribusi Probabilitas adalah daftar dari semua hasil (outcomes ) atau peristiwa yang
mungkin akan terjadi dengan disertai probabilitas atau kemungkinan terjadinya peristiwa
tersebut.

Tingkat Pengembalian yang Diharapkan,

Isti Fadah Page 56


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Tingkat pengembalian yang diharapkan akan direalisasi dari investasi: rata-rata


tertimbang dari distribusi probabilitas atas hasil yang mungkin.

Tingkat Pengembalian Yang Diharapkan


Jika kita mengalikan setiap hasil yang mungkin dengan probablitas terjadinya dan
kemudian menjumlahkan hasil perkalian tersebut, sebagaimana terlihat pada tabel 5.2,
maka kita mempunyai rata-rata tertimbang hasil. Bobot adalah probabilitas, dan rata-rata
tertimbang adalah tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return) atau
yang disebut “k-bertopi”.

Tingkat Pengembalian yang Diharapkan


= P1 k1 + P2 k2 + . . . + Pn kn

Di sini ki , adalah hasil yang mungkin ke i, dan Pi adalah probabilitas hasil ke i, dan n
adalah jumlah hasil yang mungkin. Jadi k adalah rata-rata tertimbang dari hasil yang
mungkin (nilai k).

Mengukur Risiko Yang Berdiri Sendiri (Stand-Alone Risk): Deviasi Standar

Risiko merupakan konsep yang sulit untuk dipegang, dan banyak sekali kontroversi yang
telah me usaha untuk mengukur dan mendefinisikannya. Akan tetapi definisi umum, dan
yang memuaskan untuk berbagai tujuan, dinyatakan dalam istilah distribusi probabilitas
yang menyatakan bahwa Semakin rapat distribusi probabilitas pengembalian yang
diharapkan di masa depan, semakin kecil risiko investasi.menurut definisi ini, U.S.
Electric memiliki risiko yang lebih kecil daripada Martin Product karena ada peluang

Isti Fadah Page 57


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

yang lebih kecil bahwa pengembalian aktual akan jauh dibawah pengembalian yang
diharapkan.
Agar menjadi sangat bermanfaat, setiap ukuran risiko harus mempunyai nilai
definitif – maka perlu ukuran yang ketat atas distribusi probabilitas. Salah satu ukuran
seperti itu adalah deviasi standar, dimana simbol adalah σ, yang dinyatakan dengan
“sigma”. Semakin kecil deviasi standar, semakin ketat distribusi probabilitas, dan sesuai
dengan itu, semakin rendah risiko saham. Untuk menghitung deviasi standar kita
mencarinya dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut :
1. Hitunglah tingkat pengembalian yang diharapkan :

Tingkat pengembalian =

Untuk Martin kita sebelumnya mengetahui = 15%

2. Kurangi tingkat pengembalian yang diharapkan ( ) dari setiap hasil yang mungkin (
) untuk memperoleh deviasi sebagaimana diperlihatkan dalam kolom 1 :
Deviasi i = –
3. Kuadratkan setiap deviasi kemudian kalikan hasilnya dengan probabilitas terjadinya
untuk setiap hasil yang berkaitan,, lalu jumlahkan hasil tersebut untuk memperoleh
varians distribusi probabilitas sebagaimana terlihat pada kolom 2 dan 2 tabel :

Varians = σ2 = (5.2)

4. Akhirnya, cari akar kuadrat dari varians untuk memperoleh deviasi standar :

Deviasi standar = σ = (5.3)

Isti Fadah Page 58


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Dengan demikian, deviasi standar adalah rata-rata tertimbang diviasi dari nilai yang
diharapkan, dan ini memberikan ide seberapa jauh nilai aktual berada di atas atau di
bawah nilai yang diharapkan.

Mengukur Risiko Yang Berdiri Sendiri (Stand – Alone Risk) : Koefisien Variasi

Deviasi standar dibagi dengan pengembalian yang diharapkan :


Koevisien variasi = CV = σ (5.4)

Koevisien variasi menunjukkan risiko per unit pengembalian, dan menghasilkan dasar
yang lebih berarti untuk perbandingan apabila pengembalian yang diharapkan atas dua
alternatif adalah tidak sama.
Risiko yang Ditolak (Risk Aversion)
Investor yang menolak risiko tidak menyukai risiko dan meminta tingkat pengembalian
yang lebih tinggi jika membeli sekuritas yang lebih berisiko.

Premi Risiko (RP)


Perbedaan antara tingkat pengembalian yang diharapkan atas aktiva tertentu yang berisiko
dengan aktiva yang kurang berisiko

Pengembalian Portofolio
Pengembalian yang Diharapkan atas Portofolio, P, (expected return on a portfolio),
adalah rata-rata tertimbang dari pengembalian yang diharapkan atas aktiva individu
dalam Portofolio, dengan bobot menjadi pecahan dari total portofolio yang
diinvestasikan dalam setiap aktiva:

Isti Fadah Page 59


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Di sini i adalah pengembalian yang diharapkan atas saham individu, wi' adalah bobot.
dan n terdapat saham dalam portofolio. Perhatikan (1) bahwa w, adalah pecahan dari
nilai dolar portofolio yang diinvestasikan dalam Saham i (yaitu, nilai investasi dalam
Saham i dibagi dengan total nilai portofolio) dan (2) bahwa jumlah wi harus sama
dengan 1,0.

Tingkat Pengembalian yang Direalisasi,


Pengembalian yang secara aktual diperoleh selama beberapa pcriode yang lalu.
Pengemhalian aktual ( ) biasanya berbeda dari pengembalian yang diharapkan ( )

Risiko Portofollo
Pengembalian yang diharapkan atas portofolio adalah rata-rata tertimbang dari
pengembalian yang diharapkan atas aktiva individu dalam portofolio. Akan tetapi
tidak seperti pengembalian, risiko portofolio, σ P. Peda umumnya bukan merupakan
rata-rata terimbang deviasi standar dari aktiva individu dalarn portofolio: risiko
portofolio akan lebih kecil dari rata-rata terimbang aktiva σs,. Pada kenyataannya,
secara teoritis adalah mungkin untuk menggabungkan saham yang secara individu
sedikit berisiko seperti diukur oleh deviasi standar dan untuk membentuk portotolio
yang betul betul tidak berisiko, dengan σP = 0.
Untuk mengilustrasikan pengaruh penggabungan aktiva ini, mari kita
pertimbangkan situasi dalam Gambar. Bagian bawah memberikan data mengenai
tingkat pengembalian Saham W dan M secara individu, dan juga untuk portofolio yang
diinvestasikan 50 persen dalam setiap saham. Tiga grafik paling atas menunjukkan

Isti Fadah Page 60


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

bidang data dalam format time series, dan grafik paling bawah menunjukkan distribusi
probabilitas pengembalian. dengan asumsi bahwa di masa depan diperkirakan sama
seperti waktu lampau. Kedua saham ini mungkin agak berisiko jika keduanya
disimpan tersendiri, tetapi bila keduanya digabungkan dalam bentuk Portofolio WM,
maka keduanya tidak berisiko sama sekali. (Catatan: Kedua saham ini disebut W dan
M karena grafik pengembaliannya dalam Gambar mirip huruf W dan M).

Alasan mengapa saham W dan M dapat digabungkan menjadi bentuk portofolio


yang kurang berisiko adalah bahwa pengembaliannya bergerak berlawanan satu sama
lain-apabila pengembalian W turun, maka pengembalian M naik, dan begitu
sebaliknya. Kecenderungan dua variabel ini bergerak bersama disebut korelasi, dan
koefisien korelasi, r, mengukur kecenderungan ini. Dalam istilah statistik, kita katakan
bahwa pengembalian atas Saham W dan M adalah berkorelusi secara negatif
sempurna, dengan r = -1.0

Kebalikan dari korelasi negatif sempurna, dengan r = -1,0, adalah korelasi


positif sempurna, dengan r = + l,0. Pengembalian atas kedua saham yang berkorelasi
positif sempurna (M dan M’) akan bergerak naik dan turun bersama, dan portofolio
yang terdiri dari dua saham seperti itu akan berisiko sama seperti saham individu.
Deviasi standar portololio adalah sama seperti saham individu. Jadi diversifikasi
tidak mengurangi risiko jika portofolio terdiri dari saham-saham yang berkorelasi
positif sempurna.
Apabila saham berkorelasi negatif sempurna (r = -1,0). maka semua risiko
dapat didiversifikasikan, tetapi bila saham berkorelasi positif sempurna (r = +l.l),
diversitikasi tidak akan berguna. Dalam kenyataannya. kebanyakan saham berkorelasi
positif. tetapi tidak secara sempurna. Secara rata-rata. koelisien korelasi untuk
pengembalian atas dua saham yang dipilih secara acak adalah +0.6. dan untuk
kebanyakan pasangan saham. r akan terletak dalam rentang +0.5 sampai +0.7.

Isti Fadah Page 61


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Menurut kondisi seperti itu. menggabungkan saham-saham ke dalam portofolio


mengurangi risiko tetapi tidak mengeliminasinya secara keseluruhan. Dengan
kedua saham memiliki koefisien korelasi sebesar r = +0.67. Rata-rata
pengemhalian portofolio adalah 15 persen. yang tepat sama dengan pengembalian rata-
rata untuk masing-masing dari kedua saham, tetapi deviasi standarnya adalah 20.6%,
yang lebih rendah daripada deviasi standar salah satu saham. Jadi, risiko portotiolio
bukan merupakan rata-rata risiko dari saham individu-diversifikasi telah mengurangi -
tetapi tidak mengeliminasi, risiko.
Dari contoh dua portofolio saham tersehut. kita telah melihat bahwa dalam
salah satu kasus yang ekstrim (r = -l.0), risiko benar-benar dapat dieliminasi.
sementara dalam kasus (r = +1.0), diversifihasi tidak dapat membatasi risiko. Di antara
kedua kasus ekstrim ini, kombinasi kedua saham menjadi portofolio hanya
mengurangi dan bukan mengeliminasi risiko yang melekat dalam saham individu.
Apa yang akan terjadi jika kita melibatkan lebih dari dua saham dalam
portofolio? Sesuai peruturan, risiko portofolio akan menurun jika jumlah saham
dalam portofolio meningkat. Jika kita menambahkan sejumlah saham yang
berkorelasi sebagian, dapatkah kita mengeliminasi risiko? pada umumnya. jawabannya
adalah tidak. tetapi penambahan saham ke portofolio dapat mengurangi risiko
tergantung pada tingkat korelasi di antara saham-saham tersebut: Semakin kecil
koefisien korelasi yang positif, semakin rendah risiko dalam, portofolio yang besar.
Jika kita akan mencari satu set saham yang korelasinya adalah nol atau negatif. maka
semua risiko dapat dieliminttsi. Dalam dunia nyata, di mana korelasi di antara
saham-saham individu pada umumnya adalah positif tetapi lebih kecil dari +1,0,
beberapa, tetapi tidak semua, risiko dapat dieliminasi.
Bagian risiko saham yang dapat dieliminasi disebut risiko yang dapat
didiversifikasi, sementara bagian yang tidak dapat dieliminasi disebut risiko pasar.
Kenyataan bahwa sebagian besar dari risiko setiap saham individu dapat dieliminasi
sebenarnya adalah penting.

Isti Fadah Page 62


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Risiko yang dapat didiversifikasi disebabkan oleh kejadian acak seperti perkara
hukum, pemogokan, program pemasaran yang sukses dan tidak sukses, kalah atau
menang kontrak, serta kejadian unik lainnya pada perusahaan tertentu. Karena kejadian-
kejadian ini terjadi secara acak, maka pengaruhnya terhadap portofolio dapat dieliminasi
oleh diversifikasi-kejadian buruk dalam satu perusahaan akan diimbangi oleh kejadian
yang baik lainnya. Risiko pasar, di sisi lain. berasal dari faktor-faktor yang secara
sistematis mempengaruhi sebagian besar perusahaan: perang, inflasi, resesi, dan suku
bunga yang tinggi. Karena kebanyakan saham cenderung dipengaruhi secara negatif
oleh faktor-faktor ini, maka risiko pasar tidak dapat dieliminasi oleh diversifikasi.

Isti Fadah Page 63


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Isti Fadah Page 64


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Isti Fadah Page 65


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Konsep Beta
Kecenderungan saham untuk bergerak naik atau turun dalam pasar tercermin dalam
koefisien beta, , yang merupakan unsur kunci dari CAPM. Beta adalah unsur kunci
dari CAPM. Rata-rata risiko saham didefinisikan sebagai saham yang cenderung
bergerak naik dan turun sejalan dengan pasar umum yang diukur oleh beberapa indeks
seperti Dow Jones Industrials, S&P 500, atau New York Stock Exchange. Menurut
definisinya, saham ini akan mempunyai beta, b, sebesar 1.0. yang mengindikasikan
bahwa secara umum jika pasar bergerak ke atas 10 persen. maka saham juga akan naik
sebesar 10 persen, sementara jika pasar turun 10 persen, maka saham juga akan turun
sebesar 10 persen. Portofolio saham dengan b = 1,0 akan bergerak naik dan turun
sesuai dengan rata-rata pasar. dan akan memiliki risiko yang sama dengan rata-rata
pasar. Jika b = 0.5, maka perubahan saham hanya separuh dari perubahan pasar-saham
itu akan naik dan turun hanya separuhnya dan portofolio saham seperti ini akan
memiliki setengah risiko portofolio b = 1,0. Di samping itu, jika b = 2,0, maka
perubahan saham akan dua kali lipat dari perubahan rata-rata saham.

Koefisien Beta Fortofolio


Sebuah portofolio yang terdiri dari sekuritas vang rendah betanya akan mempumai
beta portfolio yang rendah, karena beta portofolio adalah rata-rata tertimbang dari
beta sekuritas individu:

(5.6)

Isti Fadah Page 66


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Di sini bP, adalah beta portotolio, dan memperlihatKan bagaimana perubahan


portofolio dalam hubunganya dengan pasar. wi adalah pecahan portofolio yang
diinvestasikan dalam saham i: dan bi adalah koefisien beta saham i. Sebagai contoh,
jika seorang investor memiliki portofolio senilai Rp100.000 yang terdiri dari
Rp33.333.33 yang diinvestasikan dalam masing-masing dari tiga saham. dan jika
setiap saham mempunyai beta sebesar 0.7. maka beta portofolio akan menjadi
bp = 0.7:
bp = 0,3333(0,7) + 0,3333(0,7) + 0,3333(0,7) = 0,7
Portofolio seperti itu mempunyai risiko yang lebih kecil daripada pasar, sehingga
harus menghadapi perubahan harga yang relatif sempit dan mempunyai fluktuasi
tingkat pengembalian yag relatif kecil.

Hubungan Antara Risiko Dan Tingkat Pengembalian


i = Tingkat pengembalian yang diharapkan atas saham i
ki = Tingkat pengembalian yang diperlukan atas saham i. Perhatikan bahwa
jika , lebih kecil daripada k i maka Anda tidak akan membeli saham ini,
atau Anda akan menjualnya jika Anda memilikinya.
Jika lebih besar daripada k i, maka Anda ingin membeli saham ini.
karena kelihatannva seperti sebuah tawaran. Anda tidak akan tertarik
jika i = ki
= Pengembalian yang direalisasi. Kita tidak mengetahui k pada saat
membeli saham.
kRF = Tingkat pengembalian bebas risiko. Dalam konteks ini, k RF pada
umumnya diukur dengan pengembalian atas obligasi jangka panjang
pemerintah Amerika Serikat.
bi = Koefisien beta saham ke-i. Beta rata-rata saham adalah bA = 1,0.

Isti Fadah Page 67


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

kM = Tingkat pengembalian yang diperlukan atas portofolio yang terdiri dari


semua saham, yang disebut dengan portofolio pasar. k M juga merupakan
tingkat pengembalian yang diperlukan atas rata-rata saham (bA = 1,0).
RPM = (kM - kRF) = Premi risiko atas "pasar”. dan juga atas rata-rata saham
(b = 1,0). Ini merupakan tambahan pengembalian
terhadap tingkat pengembalian bebas risiko yang
diperlukan untuk mengkompensasi investor rata-rata
untuk menghadapi jumlah risiko rata-rata. Risiko rata-
rata saham berarti bi = bA = 1,0.
RPi = (kM - kRF)bi = (RPM)bi = Premi risiko atas saham ke-i. Premi risiko saham akan
lebih kecil dari, sama dengan, atau lebih besar daripada
premi atas saham rata-rata, RPMP tergantung pada
apakah betanya lebih kecil dari, sama dengan. atau
lebih besar dari 1.0. Jika bi = bA = 1.0, maka RPi RPM

Pengembalian yang diperlukan = Pengembalian bebas risiko + Premi risiko.

Di sini pengembalian bebas risiko mencakup premi untuk inflasi yang diharapkan, dan
kita mengasumsikan bahwa aktiva mempunyai jatuh tempo dan likuiditas yang sama.
Menurut kondisi ini, pengembalian yang diperlukan atas saham i dapat ditulis sebagai
berikut:

Persamaan Pengembalian Tingkat


SML: yang =Pengembalian +
diperlukan bebas risiko
atas saham i

Persamaan 5.8:

Isti Fadah Page 68


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

ki = kRF + (kM - kRF) bi


= kRF + (RPM) bi

Security Market Line (SML)


Garis pada grafik yang menunjukkan hubungan antara risiko yang diukur oleh beta
dan tingkat pengembalian yang diperlukan untuk sekuritas individual. Persamaan 5.8
adalah persamaan untuk SML.

Perubahan Penolakan Risiko


Kemiringan SML mencerminkan besarnya penolakan investor terhadap risiko semakin
curam kemiringan garis, semakin besar rata-rata investor yang menolak risiko.
anggaplah investor tidak perduli dengan risiko: yaitu mereka bukannya menolak risiko.
Jika kRF adalah 6 persen, maka aktiva yang berisiko juga akan memberikan
pengembalian yang diharapkan sebesar 6 persen, karena jika tidak ada penolakan risiko.
maka tidak akan ada premi risiko. dan SML akan digambarkan sebagai garis horisontal.
Jika penolakan terhadap risiko meningkat, maka demikian pula halnya dengan premi
risiko, dan ini menyebabkan kemiringan SML menjadi semakin curam.

1. Walaupun tingkat pengembalian yang diharapkan atas saham umumnya sama


dengan pengembalian yang diperlukan, namun sesuatu dapat terjadi yang
menyebabkan tingkat pengembalian yang diperlukan berubah: (1) suku bunga
bebas risiko dapat berubah karena perubahan inflasi yang diantisipasi, (2) beta
saham dapat berubah, dan (3) penolakan investor terhadap risiko dapat
berubah.
2. Karena pengembalian atas aktiva pada negara-negara yang berbeda tidak
berkorelasi secara sempurna, maka diversifikasi global mungkin menghasilkan

Isti Fadah Page 69


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

risiko yang lebih rendah bagi perusahaan multinasional dan portofolio yang
didiversifikasi secara global.

Kesimpulan :
1. Risiko dapat di definisikan sebagai peluang bahwa beberapa kejadian yang tidak
menguntungkan akan terjadi.
2. Distribusi Probabilitas adalah daftar dari semua hasil (outcomes ) atau peristiwa yang
mungkin akan terjadi dengan disertai probabilitas atau kemungkinan terjadinya
peristiwa tersebut
3. Bagian risiko saham yang dapat dieliminasi disebut risiko yang dapat
didiversifikasi, sementara bagian yang tidak dapat dieliminasi disebut risiko pasar.
4. Sebuah portofolio yang terdiri dari sekuritas vang rendah betanya akan mem-
punyai beta portfolio yang rendah, karena beta portofolio adalah rata-rata
tertimbang dari beta sekuritas individu.
5. Menurut model CAPM pengembalian yang diperlukan = pengembalian bebas risiko +
premi risiko

Umpan Balik :
1. Jelaskan dan beri contoh yang dimaksud dengan risiko !
2. Jelaskan risiko apa yang dapat dieliminir dengan menyusun portfolio investasi !
3. Beri contoh ilustrasi kwantitatif perhitungan expected return (pengembalian
yangdiharapkan) !
4. Jika risk free 4 % return market 8 %, beta = 1,2 hitung besarnya expected return
dengan model CAPM !

Isti Fadah Page 70


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB VI
NILAI WAKTU UANG
(TIME VALUE OF MONEY)

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Present value untuk bunga tunggal,
aliran kas beragam dan anuitas
2. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Future value untuk bunga tunggal, aliran
kas beragam dan anuitas
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Nilai sekarang dan nilai kemudian
(future value) jika bunga dihitung lebih dari satu kali dalam satu periode
4. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Nilai sekarang anuitas
5. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Amortisasi pinjaman

Keputusan keuangan kerap kali melibatkan situasi di mana seseorang membayar


uang pada suatu titik waktu dan menerima uang dikemudian hari. Jumlah uang yang
dibayar atau diterima pada dua titik waktu yang berlainan tersebut berbeda, dan perbedaan
itu diakui dan diperhitungkan dalam analisis sistem time value of money (nilai waktu dari
uang), atau diskonto arus kas (discounted cash flow, yang disingkat DFC).

Isti Fadah Page 71


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Manajer keuangan berhadapan dengan nilai waktu dari uang setiap hari.
Pemahaman tentang waktu dari uang ini diperlukan :
1. Oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan mereka untuk berinvestasi di
dalam surat berharga (sekuritas) yang berbeda.
2. Oleh mereka yang menangani pinjaman hipotik dan komersial waktu menentukan
jangka waktu pinjam.
3. Oleh analis penganggaram modal waktu memutuskan proyek mana yang harus
diambil perusahaan.
Nilai Mendatang (Future Value)
Satu rupiah yang kita miliki hari ini lebih bernilai dari pada satu rupiah yang akan
diterima tahun berikutnya, karena jika kita memiliki sekarang, kita bisa menanamkannya,
menghasilkan bunga dan satu tahun lagi nilainya sudah lebih dari satu dolar. Proses
beralih dari nilai sekarang ke nilai mendatang disebut kemajemukan (compounding)
dengan kata lain yang dimaksud pemajemukan adalah proses aritmatik perhitungan nilai
akhir suatu pembayaran atau rangkaian pembayaran apabila bunga majemuk dipakai.
Nilai mendatang (Future value) dapat diartikan suatu jumlah dimana akan dicapai
pertumbuhan pembayaran atau serangkaian pembayaran selama satu periode waktu
mendatang apabila dimajemukan dengan suku bunga tertentu.
Untuk memperoleh nilai mendatang (future value), dapat kita gunakan formula sebagai
berikut :
FV = PV (1 + k)n = PV (FVIFk,n)
Dimana : FV = future value = nilai mendatang
PV = present value = nilai sekarang
k = suku bunga
n = jumlah tahun atau jumlah periode
FVIF = faktor bunga nilai mendatang, yakni nilai mendatang dari Rp 1,- yang tersimpan
dalam rekening selama n periode dengan penghasilan k persen per periode yang sama
dengan (1+k)n .

Isti Fadah Page 72


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Contoh perhitungan :
Yuris saat ini memiliki uang sebesar Rp 1.000.000,-, disimpan di bank selama 5 tahun
dengan tingkat bunga 7 % per tahun, maka berapakah uang yaris 5 tahun mendatang ?
Jawab :
FV = 1 juta (1 + 0,07)5
= 1 juta x 1,4026 = 1.402.600,-
Nilai Sekarang (Present Value)
Nilai Sekarang (present value) adalah nilai sekarang dari suatu pembayaran atau
serangkaian pembayaran pada masa datang yang didiskontokan dengan suku bunga
diskonto yang tepat.
Jadi yang dimaksud dengan pendiskontoan (discounting) adalah proses pencarian
nilai sekarang dari suatu atau serangkaian pembayaran atau arus kas pada masa datang,
kebalikan dari pemajemukan.

Formula untuk menghitung besarnya present value adalah sebagai berikut :


PV = FV (1/(1+k)n= FV (PVIFk,n )
Dimana : FV = future value = nilai mendatang
PV = present value = nilai sekarang
K = suku bunga
N = jumlah tahun atau jumlah periode
Faktor bunga nilai sekarang = PVIFk,n = present value interest factor adalah nilai sekarang
dari Rp 1,- yang jatuh tempo n periode masa datang yang didiskontokan dengan k persen
per periode.
Contoh perhitungan :
Yuangga 6 tahun lagi akan membayar hutang sebesat Rp 40 juta,-. Berapakah nilai
sekarang (present value) dari Rp 40 juta,- yang akan dibayar oleh Yuangga jika suku
bunganya sebesar 8 % ?
Jawab :

Isti Fadah Page 73


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

FV
PV =
(1  k ) n
Rp.40 juta
=
(1  0,08) 6
= 40 juta / 1.5869 = 25,2064 juta
Anuitas (Annuity)
Yang dimaksud dengan anuits (annuity) adalah serangkaian pembayaran yang jumlahnya
sama (PMT) selama sejumlah periode tertentu.
Anuitas (Annuity) Ada Dua Macam
1. Annuitas biasa (Ordinary annuity), yakni jika pembayaran (PMT) terjadi pada
akhir setiap periode. Kadang-kadang disebut juga dengan anuitas tertunda
(deffered annuity). Anuitas ini jauh lebih umum di bidang keuangan.
2. Anuitas jatuh tempo (annuity due adalah jika pembayaran (PMT) dilakukan pada
permulaan setiap periode.
Nilai Mendatang Dari Anuitas (FVAN)
Untuk menghitung nilai mendatang dari anuitas biasa digunakan formula sebagai
berikut :
FVAn = PMT (1 + K)n-1 + PMT (1 = k)n-2 + … + PMT (1 + k)0
n
 PMT  (1  k) n-1
t 1

(1  k) n -1
 PMT [ ]
k
= PMT (FVIFA k,n)

dimana :
PMT = pembayaran dalam jumlah yang tepat
n = jumlah periode
k = suku bunga

Isti Fadah Page 74


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

FVIFA = faktor bunga nilai mendatang untuk suatu anuitas yang terdiri dari n
pembayaran periodik dan dimajemukkan dengan k persen.

Contoh perhitungan :
PT Makmur harus melakukan pembayaran sebesar Rp. 5.000.000,- selama 6 tahun jika
besarnya bunga 12 % berapakah besarnya anuitas mendatang dari pembayaran yang
dilakukan perusahaan ?

Jawab : FVA = PMT (FVIFAk,n)


= Rp 5 juta ((FVIFA12 %, 6)
= Rp 40,576 juta

Nilai Sekarang Dari Anuitas (Pva)


Untuk menghitung nilai sekarang dari anuitas digunakan formula sebagai berikut :
N 1
t
PVA =
PMT
 t 1
[
1 k
]

= PMT (PVIFAk,n)
dimana :
PMT = Pembayaran dalam jumlah tetap (anuitas)
n = Jumlah periode
k = suku bunga
PVIFA = faktor bunga nilai sekarang untuk suatu nilai anuitas yang terdiri dari n
pembayaran periodic dan dimajemukkan dengan k persen
Contoh perhitungan :
PT Maju harus melakukan pembayaran sebesar rp 7.000.000,- selama 6 tahun. Jika
besarnya bunga 10 % berapakah besarnya nilai sekarang dari anuitas pembayaran yang
dilakukan perusahaan ?
Jawab : PVA = PMT (PVIFAk,n)
= Rp 7 juta (PVIFA10 %,6)
= Rp 7 juta x 4,3553

Isti Fadah Page 75


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

= Rp 30,4871 juta

Pemajemukan Dua Kali Setahun (Setengah Tahunan) Atau Yang Lebih Sering
Sejauh ini kita mengasumsikan pembayaran dilakukan, dan bunga diterima secara
tahunan. Akan tetapi banyak kontrak yang menyebutkan pembayaran bunga yang lebih
serin, contohnya hipotik dan pinjaman kredit kendaraan yang mengharuskan pembayaran
bulanan, dengan kebanyakan obligasi membayar bunga secara setengah tahun. Demikian
juga sebagian bsar bank menghitung bunga harian.
Persamaan umum untuk mendapatkan nilai masa depan (Future Value) untuk
sejumlah periode pemajemukan pertahun adalah sebagai berikut :
i non mn
FVn  PV { 1  }
M
Dimana :
FVn = Future value (nilai mendatang)
PV = Present value (nilai sekarang)
inom = suku bunga yang ditetapkan
m = jumlah periode pemajemukan per tahun
n = jumlah tahun

Contoh perhitungan :
Saat ini “Yudha” memiliki uang sebesar Rp 20 juta, ia berniat menyimpan uang tersebut
selama 5 tahun. Besarnya bunga yang ditetapkan oleh bank 20 %per tahun.ternyata proses
pemajemukan di bank tersebut adalah triwulan atau 4 kali dalam setahun. Berapa nilai
mendatang dari uang “Yudha” tersebut ?
Jawab :

Isti Fadah Page 76


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

i non mn
FVn  PV { 1  }
M
12 5x4
 20 juta { 1  }
4
= 20 juta x 1,8061
= 36,122 juta

Amortisasi Pinjaman
Salah satu aplikasi terpenting dari bunga majemuk yang menyangkut pinjaman
adalah secara cicilan. Hal ini mencakup pembelian kendaraan secara kredit, pinjaman
hipotik rumah, pinjaman bisnis, dan obligasi jangka panjang.
Adalah salah satu pinjaman yang diselesaikan dengan pembayaran yang sama
selama periode tertentu.
Skedul Amortisasi
Menunjukkan bepapa besar dari setiap pembayaran yang membentuk bunga,
berapa yang digunakan untuk mengurangi pokok, dan saldo yang belum terbayar pada
setiap waktu.
Tabel skedul amortisasi melihatkan secara tepat bagaimana pinjaman akan
dilunasi. Tabel ini menunjukkan pembayaran yang diperlukan pada setiap tanggal
pembayaran dan merinci pembayaran, besarnya bunga dan besarnya pembayaran kembali
pokok pinjaman

Contoh perhitungan :
Yuangga memiliki pinjaman sebesar Rp 10 juta, pinjaman ini harus dicicil setiap tahun
dengan jangka waktu 3 tahun. Besarnya bunga adalah 6 % setiap tahun. Dari data tersebut
buatlah skedul amortisasi !
Jawab :
PVAn = PMT (PVIFAi,n)
Rp 10 juta = PMT (PVIFA6%,3) = PMT (2,6730)
PMT = 10 juta / 2,6730

Isti Fadah Page 77


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

= 3,7411 juta
Tabel SKEDUL AMORTISASI PINJAMAN
T Pembayaran
Saldo awal Pembayaran Bunga
h Pokok Saldo
(1) (2) (3)
4=3-2
1 10 juta 3,7411 juta 600 ribu 3.1411 juta 6,8589 juta

2 6,8589 juta 3,7411 juta 411,5 ribu 3,3296 juta 3,5293 juta

3 3,5293 juta 3,7411 juta 211,8 ribu 3,5293 juta 0

Kesimpulan :
1. Jumlah uang yang dibayar atau diterima pada dua titik waktu yang berlainan tersebut
berbeda, dan perbedaan itu diakui dan diperhitungkan dalam analisis sistem time value of
money (nilai waktu dari uang), atau diskonto arus kas (discounted cash flow, yang
disingkat DFC).
2. Nilai mendatang (Future value) dapat diartikan suatu jumlah dimana akan dicapai
pertumbuhan pembayaran atau serangkaian pembayaran selama satu periode waktu
mendatang apabila dimajemukan dengan suku bunga tertentu.
Untuk memperoleh nilai mendatang (future value), dapat kita gunakan formula sebagai
berikut :
FV = PV (1 + k)n = PV (FVIFk,n)

3. Nilai Sekarang (present value) adalah nilai sekarang dari suatu pembayaran atau
serangkaian pembayaran pada masa datang yang didiskontokan dengan suku bunga
diskonto yang tepat. Formula untuk menghitung besarnya present value adalah sebagai
berikut :
PV = FV (1/(1+k)n= FV (PVIFk,n )

Isti Fadah Page 78


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

4.Tabel skedul amortisasi melihatkan secara tepat bagaimana pinjaman akan dilunasi.
Tabel ini menunjukkan pembayaran yang diperlukan pada setiap tanggal pembayaran dan
merinci pembayaran, besarnya bunga dan besarnya pembayaran kembali pokok pinjaman

Contoh Soal Dan Pemecahannya


1. Jika “Maulana” mendepositokan uangnya sebesar Rp 40 juta dalam rekening bank
yang membayar 15 % bunga tahunan. Berapakah uang “Maulana” 6 tahun
kemudian ?
Jawab :
FV = PV (1 + I)n
= PV (FVIF 15 %, 6)
= 40 juta (2,3131)
= 92,524 juta
2. Berapa nilai sekarng dari sekuritas yang menjanjikan akan membayar Rp
5.000.000,- dalam 10 tahun ? asumsikan return sekuritas lainnya yang
memberikan risiko yang sama adalah sebesar 8 %.
Jawab :
1
PV = FV [ ]
(1  i) n
= FV (PVIF8 %,10)
= 5 juta x 0.4632
= 2,316 juta
3. Berapakah nilai masa depan anuitas biasa 6 tahun yang menjanjikan akan
membayar Rp 25 juta setiap tahun, dan suku bunganya adalah 9 %
Jawab :
FVA = PMT (FVIFAi,n)
= 25 juta (FVIFA9%,6)
= 25 juta x 7,5233
= 188,0825 juta

Isti Fadah Page 79


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Umpan Balik
1. Jelaskan konsep time value of money !
2. Jelaskan manfaat konsep tersebut dalam manajemen keuangan!
3. Bagaimana menghitung future value!
4. Jelaskan perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk!
5. Jika “Malik” mendepositokan uangnya sebesar Rp 20 juta dalam rekening bank yang
membayar 10 % bunga tahunan. Berapakah uang “Malik” 9 tahun kemudian ?
6.Berapa nilai sekarang dari sekuritas yang menjanjikan akan membayar Rp 15.000.000,-
dalam 7 tahun ? asumsikan return sekuritas lainnya yang memberikan risiko yang sama
adalah sebesar 11 %.
3.Berapakah nilai masa depan anuitas biasa 8 tahun yang menjanjikan akan membayar Rp
55 juta setiap tahun, dan suku bunganya adalah 12 %

Isti Fadah Page 80


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB VII
PENILAIAN SAHAM

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan
Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Penilaian saham biasa
2. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep . Penilaian saham preferen
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep .Penilaian Obligasi dengan
kupon
4. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Penilaian obligasi tanpa bunga
5. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Penilaian obligasi yang dapat
ditarik

Pengertian Saham
Saham merupakan bukti keikutsertaan dalam kepemilikan suatu perusahaan jika
para pemodal membeli saham berarti mereka membeli prospek perusahaan. Kalau prospek
perusahaan baik, harga saham akan meningkat. Memiliki saham berarti memiliki
perusahaan. Proporsi saham yang dimilki menunjukkan proporsi kepemilkikan terhadap

Isti Fadah Page 81


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

perusahaan. Jika perusahaan berkembang dengan baik maka nilai perusahaan akan
meningkat. Dalam keadaan tersebut harga saham menjadi lebih tinggi dari harga pada
waktu pertama kali membeli. Dalam kondisi tersebut pemegang saham memperoleh
Capital gain. Capital gain adalah penghasilan yang diterima oleh pembeli saham akibat
kenaikan harga saham.

Harga Saham
Tinggi rendahnya harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan atau kinerja
suatu perusahaan. Harga saham tergantung pada arus kas yang dibayarnya kepada
pemegang saham, penentuan waktu arus kas dan risiko. Sedangkan tingkat dan risiko arus
kas dipengaruhi oleh lingkungan keuangan, investasi, pembiayaan dan keputusan
kebijakan dividen yang dibuat oleh manajer keuangan.

Menurut Sjahrir (1995 : 15) secara umum, faktor yang mempengaruhi keputusan investor
untuk membeli saham dapat digolongkan menurut faktor rasional maupun faktor yang
tidak rasional. Faktor rasional pada umumnya berkaitan dengan sesuatu yang disebut
analisis fundamental. Analisis ini terfokus pada dan dilakukan terhadap aspek
fundamental dari perusahaan yang memasuki pasar modal. Dalam pendekatan ini dibuat
perkiraan mengenai nilai hakiki setiap saham atau diasumsikan bahwa setiap saham
memiliki nilai hakikinya, yaitu nilai yang dilihat dari fakta. Fakta yang dimaksud disini
ditentukan oleh aspek fundamental seperti earning per share, dividen per saham,
struktur permodalan, potensi pertumbuhan dan prospek perusahaan.
Menurut Pike (1983 : 169) harga saham pada saat ini tidak hanya merupakan
refleksi dari pendapatan dividen saat ini melainkan juga dividen yang diharapkan di masa
yang akan datang , apakah lebih besar atau lebih kecil dari dividen yang diterima saat ini.
Apabila pendapatan perusahaan meningkat dan diestimasi terus meningkat,
kemungkinan dividen juga meningkat dan seseorang akan bersedia membayar saham
perusahaan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan saham yang diestimasikan
pendapatannya akan menurun, dengan kata lain harga saham perusahaan yang

Isti Fadah Page 82


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

pendapatannya diestimasikan terus meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan


perusahaan yang pendapatannya diestimasikan akan menurun.
Sedangkan menurut Brigham (2000 : 25) The firm’s stock price is dependent on
the following factors : projecting earning per share, timing of earning steam, riskiness of
the projected earnings, usa of debts and dividend policy.
Artinya menurut Brigham harga saham perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor antara
lain : proyeksi earning per share, saat diperolehnya laba, tingkat risiko dari proyeksi laba,
proporsi utang perusahaan terhadap modal sendiri dan kebijakan pembagian dividen.
Menurut Brigham & Houston (2000 : 27) beberapa tindakan manajer dapat
mempengaruhi nilai perusahaannya. Namun masih ada sejumlah faktor lain yang
mempengaruhi harga saham, diantaranya adalah kendala eksternal, tingkat
perekonomian pada umumnya, pajak, serta keadaan bursa saham, untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada gambar berikut :

Level of Economic
Activity and
Corporate Taaxes
External Constraints: Strategic Policy Stock Market
1.Antitrust Laws Decisions Controlled Conditions
2. Environmental by Management :
Regulations
3.Product and Workplace :
Expected
Safety Regulations 1. Types of Products
4 Employment Practices
Profitability
or Services Pruduced
Rules 2. Production Methods
5. Federal Reserve Policy
6. International
Used Stock Price
3. Relative Use of Timing of Cash
Development. Debt Financing Flow
4. Dividend Policy

Degree of Risk

Gambar 7. 1: Faktor-Faktor Utama Yang Mempengaruhi Harga Saham


Sumber : Weston & Brigham (1993 : 27)

Isti Fadah Page 83


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Suad Husnan (1993 : 31) mengemukakan bahwa hampir semua investasi


termasuk investasi dalam saham mengandung risiko, yakni investor tidak tahu dengan
pasti hasil yang akan diperolehnya dari investasi yang dilakukan. Kebanyakan risiko
dinyatakan sebagai seberapa jauh hasil yang diperoleh menyimpang dari yang
diharapkan. Sedangkan menurut Weston Brigham (1993 : 26) harga saham dipengaruhi
oleh risiko dari proyeksi laba, dan karena umumnya investor berusaha menghindari risiko
(risk averse) maka saham yang mempunyai risiko yang lebih kecil sementara hal-hal
lainnya sama akan lebih disukai atau nilai sahamnya lebih tinggi dibandingkan dengan
saham yang mempunyai risiko yang lebih besar.
Menurut Lorie dan Brealey dalam Sjahrir (1995 : 17) harga saham perusahaan
dipengaruhi oleh variabel-variabel berikut : dividen yang dibayarkan, nilai buku,
pertumbuhan earning per share, standard deviasi pada laba masing-masing perusahaan
serta harga penutupan saham.

Saham Ada Dua Macam :


1. Saham biasa ( common stock )
2. Saham preferen ( Preffered Stock)

SAHAM BIASA ( COMMON STOCK)


Saham biasa pada umumnya memiliki tiga karakteristik utama yang
membedakannya dengan kesempatan investasi lain. Karakteristi tersebut adalah :
1. saham biasa tidak memjanjikan pendapatan yang bersifat tetap dan pasti
2. pemilik atau pemegang saham biasa akan memiliki hak untuk ikut dalam Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) yang memegang kekuasaan tertinggi dalam
perusahaan.
3. Saham biasa tidak memiliki jatuh tempo tertenti.

Isti Fadah Page 84


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Pemegang saham biasa adalah pemilik suatu perusahaan karena itu mereka
memiliki hak-hak tertentu, yakni :
1. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi perusahaan
serta memilih petugas yang mengelola perusahaan tersebut.
2. pemegang saham biasa seringkali memiliki hak yang disebut hak preemtif
(preemptive right) yakni ketentuan dalam anggaran dasar atau dalam anggaran
rumah tangga perusahaan yang memberikan kepada pemegang saham biasa
Hak untuk membeli saham biasa (atau surat berharga konvertibel) yang baru
diterbitkan.
Jenis-jenis Saham Biasa :
1. Saham bertingkat (Classified stock), yakni saham biasa yang diberi tanda khusus
seperti kelas A, kelas B dan sebagainya untuk memenuhi keperluan khusus
perusahaan.
2. Saham pendiri perusahaan (Founders shares) adalah saham yang dimiliki oleh
pendiri perusahaan yang mempunyai hak suara tunggal tetapi memilki dividen
yang terbatas untuk beberapa tahun tertentu

Saham Preferen (Preffered Stock)


Adalah saham dimana pemiliknya memiliki preferensi atau hak untuk
diistimewakan dan didahulukan pada saat :
1. Pembagian dividen
2. Pembagian asset apabila perusahaan dilikuidasi (dibubarkan)
Saham preferem merupakan sekuritas hibrit dimana saham tersebut memiliki karakter
saham juga karakter hutang karena besarnya penghasilan yang diterima (dividen) nya
tetap atau tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Jenis-Jenis Pasar Saham

Isti Fadah Page 85


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Pasar perdana (primary market)


Adalah pasar dimana perusahaan menerbitkan sekuritas baru untuk menambah
modal perusahaan.
2. Pasar sekunder (secondary market) adalah pasar dimana saham yang telah beredar
(used Stock) diperdagangkan sesudah saham-saham tersebut diterbitkan oleh
perusahaan. Pasar sekunder merupakan pasar bagi saham yang masih beredar, atau
saham bekas yang telah beredar (Used shares). Prusahaan tidak menerima uang
tambahan manakala penjualan terjadi di pasar ini.
3. Bursa emisi baru (new issue market) adalah pasar yang terdiri dari saham
perusahaan yangbaru saja going public (yakni manakala saham perusahaan
keluarga ditawarkan pada masyarakat yang pertama kali).

Penilaian Saham Preferen


Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pemilik saham preferen biasanya menerima
pendapatan tetap dari investasi setiap periode dalam bentu dividen bukan dalam bentuk
bunga. Selain itu sebagian besar saham preferen bersifat perpetual (tidak jatuh tempo).
Nilai saham preferen adalah nilai sekarang dari arus kas yang berlanjut sampai tidak tentu
waktunya (perpetuity)

Nilai dari saham preferen dapat diformulasikan sebagai berikut :


D
Vps 
k ps

Dimana :
Vps = nilai yang wajar dari saham preferen
D = dividen tahunan dari saham preferen
Kps = Tingkat pengembalian yang disyaratkan
Contoh :

Isti Fadah Page 86


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Saham preferent dari “PT BUNGA” memberikan dividen tahunan sebesar Rp 200 per
lembarnya. Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh investor sebesar 15 % per tahun.
Nilai nominal saham sebesar Rp 1000 per lembarnya. Berapakah nilai yang wajar dari
saham preferen ? apabila harga pasar (market value) dari saham preferen adalah sebesar
Rp 1200 tindakan apa yang sebaiknya dilakukan investor ?
Jawab :
D
Vps 
k ps

200
=
15%

= Rp 1.333,33-
Jadi nilai yang wajar dari saham referen adalah sebesar Rp 1.333,33-
Bila harga pasar (market value) dari saham preferent tersebut sebesar Rp 1.200,- maka
saham tersebut mengalami “undervalued” artinya saham dinilai terlalu rendah, maka
sebaiknya investor membeli sahan tersebut, karena harga saham akan naik menuju nilai
yang wajar, yakni sebesar Rp 1.333,33- dengan kata lain pada kondisi tersebut saham
preferent potensial untuk dibeli.

Penilaian Saham Biasa


Saham biasa menggambarkankepemilikan perusahaan dalam perusahaan, tetapi
bagi investor biasa, satu lembar saham biasa hanyalah sepotong kertas yang memiliki dua
karakteristik, yaitu :
1. Kertas tersebut menunjukkan kepemilikannya atas dividen, tetapi hanya jika
perusahaan memiliki kelebihan laba untuk membayar dividen, dan hanya jika
manajemen memilih untuk membayar dividen daripada menahan atau mereinvestasi
semua laba tersebut.

Isti Fadah Page 87


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

2. saham dapat dijual pada beberapa tanggal di masa depan, dengan harapan tingkat
harganya lebih tinggi dari harga beli. Jika saham benar-benar dijual diatas harga beli,
maka investor akan menerima keuntungan modal (capital gain).

Bagaimana Menilai Saham Biasa


Nilai yang wajar (nilai intrinsik) saham biasa seperti halnya salam preferen
merupakan nilai sekarang (present value) dari arus kas masa depan yang diharapkan dari
kepemilikan saham biasa. Terdapat beberapa model penilaian saham biasa.
Adapun model-model tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :
Model Diskonto Dividen
1. Merupakan analisis present value
2. Bahwa harga aktiva = nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan
3. Dalam saham biasa, arus kas merupahan pembayaran dividen yang diharapkan
dan harga penjualan saham yang diharapkan dimasa depan
D1 D2 DN PN
P= + 2
+…+ N
+ …1
(1  r1 ) (1  r2 ) (1  rN ) (1  rN ) N
Keterangan
1. P = nilai yang wajar dari saham (nilai intrinsic saham)
2. Dt = dividen yang diharapkan pada tahun ke – t
3. N = jumlah tahun
4. R1 = tingkat diskonto (tingkat kapitalisasi yang sesuai u / th t)
Model Pertumbuhan Konstan
Jika diasumsikan tingkat pertumbuhan dividen (g) konstan maka persamaan 1 akan
menjadi
D 0 (1  g) D 0 (1  g) 2 D 0 (1  g) N PN
P= + +…+ + …2
(1  r1 ) (1  r2 ) (1  rN ) N (1  rN ) N
Jika N diasumsikan mencapai nilai tak terhingga maka persamaan 2 akan menjadi

Isti Fadah Page 88


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

D1
P = ……3
r -g

Dimana :
1. D1 = dividen yang akan datang
2. g = pertumbuhan dividen
3. r = Kcs = tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh investor
4. persamaan 3 disebut model pertumbuhan konstan / model Gordon =-
shapiro
Contoh :
Saham PT “Yudha Pratama” memiliki nilao nominal sebesar Rp 1.200,- per lembar.
Dividen yang akan datang diestimasikan sebesar Rp 250,- per lembar. Dividen ini
diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 4 %. Tingkat keuntungan yang
disyaratkan oleh investor sebesar 16 %. Dari data tersebut berapakah nilai yang wajar dari
saham biasa tersebur ?
Jawab :
D1
P
r -g
250
 = Rp 2083,33
0,16 - 0.04
Jadi nilai yang wajar atau nilai intrinsic saham sebsat Rp 2083,33

Model Harga Pendapatan


Jika perusahaan menahan sebagian dari pendapatannya maka persamaan 3 menjadi
(1 - b ) E
P ......4
r -g
P 1- b

E r-g

Isti Fadah Page 89


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Model CAPM (CAPITAL ASSETS PRICING MODEL) oleh William. F. Sharpe dan
John Lintner th 1960
1. Menurut teori CAPM dalam kondisi keseimbang, pengembalian yang diharapkan
dari saham merupakan fungsi linier dari suku bunga bebas risiko, beta saham dan
pengembalian yang diharapkan dari portofolio pasar.
2. Hubungan linier ini disebut garis sekuritas pasar (security market line/SML)
3. Ri = Rf + ( Rm – Rf ) βi

Asumsi-Asumsi Capm
1. Evaluasi terhadap port folio didasarkan pada keuntungan yang diharapkan dan deviasi
standart port folio selama satu periode waktu tertentu.
2. Tindakan investor semata-mata didasarkan atas pertimbangan keuntungan yang
diharapkan dan deviasi standart port folio
3. Aset-aset individual sepenuhnya dapat dipecah sampai bagian yang terkecil sehingga
investor bisa membeli assets pada jumlah yang ia inginkan
4. Terdapat tingkat bunga pinjaman dan tabungan bebas risiko yang berlaku untuk semua
investor
5. tidak ada transaksi dan pajak penghasilan
6. informasi dapat diperoleh secara langsung (instantly) dan Cuma-cuma oleh semua
investor
7. Tindakan pemodal secara individual tidak dapat mempengaruhi harga saham,
sebaliknya tindakan seluruh pemodal secara bersama-sama mungkin dapat
mempengaruhi harga sekuritas di pasa
8. setiap pemodal memiliki pengharapan yang sama
9. semua assets dapat diperjual belikan (marketable)

Isti Fadah Page 90


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Kesimpulan

1.Saham adalah bukti keikutsertaan dalam kepemilikan suatu perusahaan jika para
pemodal membeli saham berarti mereka membeli prospek perusahaan. Kalau prospek
perusahaan baik, harga saham akan meningkat

2. Saham biasa pemiliknya memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham,
besarnya dividen yang dibayarkan berfluktuasi sesuai kinerja perusahaan.

3. Saham preferen pemiliknya memiliki preferensi pada saat pembagian dividen dan pada
saat pembagian asset.
4. Nilai saham preferen adalah nilai sekarang dari arus kas yang berlanjut sampai tidak
tentu waktunya (perpetuity). Nilai dari saham preferen dapat diformulasikan sebagai
berikut :
D
Vps 
k ps

5.Nilai yang wajar (nilai intrinsik) saham biasa seperti halnya salam preferen merupakan
nilai sekarang (present value) dari arus kas masa depan yang diharapkan dari
kepemilikan saham biasa. Nilai dari saham biasa dapat diformulasikan sebagai berikut :

D1
P
r -g

Contoh Soal Dan Penyelesaian


1. Saham biasa “PT Kina” membayar dividen tahun lalu sebesar Rp 350,- per lembar
tahun yang lalu. Pada tingkat pertumbuhan dividen yang konstan sebesar 5 %.
Berapakah nilai saham biasa jika investor mensyaratkan tingkat pengembalian 20 % ?
Jawab :
Dividen tahun lalu = Rp 350,-
Tingkat pertumbuhan dividen = 5 %

Isti Fadah Page 91


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Maka dividen tahun yang akan datang adalah sebesar:


D1 = D-1(1 + g)2
= 350 (1 + 0,05)2
= 385,875
D
P = 1
r-g
385,875
= = Rp 2.572,5
0,20  0,05
Artinya nilai saham yang wajar dari “PT Kina” sebesar Rp 2.572,5
2. Berapa nilai saham preferent dengan tingkat dividen 14 % atas nilai pari (nilai
nominal) Rp 1.000,- ? Tingkat diskon yang tepat untuk saham pada tingkat risiko ini
adalah 12 %.
Jawab :
Besarnya dividen = 14 % x Rp 1.000
= 140
D
Vps 
k ps
140
= = Rp 1.166,67
12%
Jadi nilai yang wajar dari saham preferen adalah sebesar Rp 1.166,67,-

3. Saham preferen “PT Jaya” berharga Rp 4.216,- dan membayar dividen sebesar Rp
195,-. Berapa tingkat pengembalian yang dharapakan oleh investor ?
D
Vps 
k ps

195
4.216  Kps = 4,63 %
k ps

Jadi tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh investore adalah sebesar 4,63 %

Umpan Balik
1. Jelaskan bagaimana menilai saham biasa !

Isti Fadah Page 92


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

2. Jelaskan bagaimana menilai saham preferen !


3. Jelaskan perbedaan antara saham biasa dan saham preferen !
4. Benarkah statement bahwa saham preferen disebut hybrid financing!
5. Saham biasa “PT Kurma” membayar dividen tahun lalu sebesar Rp 150,- per
lembar tahun yang lalu. Pada tingkat pertumbuhan dividen yang konstan sebesar 5
%. Berapakah nilai saham biasa jika investor mensyaratkan tingkat pengembalian
10 % ?
6. Berapa nilai saham preferent dengan tingkat dividen 15 % atas nilai pari (nilai
nominal) Rp 1.200,- ? Tingkat diskon yang tepat untuk saham pada tingkat risiko
ini adalah 18 %.

Isti Fadah Page 93


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB VIII
PENILAIAN OBLIGASI

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian obligasi beserta contohnya
2. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep .Penilaian Obligasi dengan kupon
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Penilaian obligasi tanpa bunga
4. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis obligasi beserta contohnya

Pengertian Obligasi
Obligasi adalah kontrak utang jangka panjang dimana peminjam setuju untuk membayar
bunga dan pokoknya kepada pemegang obligasi pada waktu tertentu

Karakteristik Obligasi
1. Nilai par atau nilai nominal
Nilai yang tertera pada kertas obligasi dan mewakili jumlah uang yang dipinjam oleh

Isti Fadah Page 94


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

perusahaan dan akan dibayarkan pada saat jatuh tempo (maturity).


2. Kupon/ tingkat bunga ( coupon rate )
Jumlah bunga tetap yang harus dibayarkan setiap tahun oleh perusahaan yang
mengeluarkan obligasi.

Contoh: par value Rp 10.000 bayar kupon Rp 1000 per tahun. Artinya kupon sebesar
10%.

3. Maturity date (jatuh tempo)


Tanggal dimana nilai par harus dibayar, yaitu suatu tanggal yang ditetapkan
dimana pada saat tersebut penerbit wajib untuk melunasi nilai nominal obligasi.
Sepanjang pembayaran kembali / pelunasan tersebut telah dilakukan maka penerbit
tidak lagi memiliki kewajiban kepada pemegang obligasi setelah lewat tanggal jatuh
tempo obligasi tersebut. Beberapa obligasi diterbitkan dengan masa jatuh tempo hinga
lebih dari seratus tahun. Pada awal tahun 2005, pasar atas obligasi euro dengan masa
jatuh tempo selama 50 tahun mulai berkembang. Pada pasaran Amerika dikenal 3
kelompok masa jatuh tempo obligasi yaitu :

4. Jangka pendek (surat utang atau bill): yang masa jatuh temponya hingga 1
tahun;
a. Medium Term Note: masa jatuh temponya antara 1 hingga 10 tahun;
b. Jangka panjang (obligasi atau bond): jatuh temponya diatas 10 tahun.

5. Penilaian suatu asset adalah nilai sekarang (PV) dari aliran kas yang dihasilkan
di masa yang akan datang.

Nilai obligasi sekarang = PVannuitas + PV par value

Isti Fadah Page 95


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

WARNING
1. The coupon rate bukan the discount rate yang dipakai dalam perhitungan Present
Value.

2. The coupon rate hanya memberitahu kita berapa aliran kas yang akan dihasilkan
obligasi

Harga suatu obligasi adalah Present Value dari semua aliran kas yang dihasilkan oleh
obligasi tsb ( yaitu: kupon dan nilai par ) di diskon pada tingkat return yang diminta

Rumus Penilaian Obligasi

PVbond = INT(PVIFA r,n) + M(PVIF r, n)

INT = kupon rate tahunan


r = required rate of return / tingkat return yang diminta (discount rate /
YTM )
n = lama waktu sampai jatuh tempo
M = nilai par ( par value ), jumlah yang harus dibayar pd waktu jatuh
tempo

Yield Obligasi ( Bond Yield )


1. Current Yield – Pembayaran kupon tahunan dibagi dengan harga obligasi
2. Yield To Maturity – tingkat bunga dimana present value ( nilai sekarang ) dari
pembayaran2 obligasi sama dengan harga obligasi. Atau

Isti Fadah Page 96


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

3. Rate of return yang diharapkan apabila pemilik obligasi memegang terus sampai
obligasi jatuh tempo

Perubahan Nilai Obligasi Seiring dgn Berjalannya waktu


1. Biasanya pertama kali di issued harganya sama atau mendekati nilai par
2. Suku bunga berubah-rubah seiring berjalannya waktu tetapi kupon rate tetap
setelah bond dikeluarkan.
3. Setiap kali suku bunga (kd) naik diatas kupon rate, harga obligasi akan berada
dibawah nilai par value dari obligasi tersebut. Obligasi ini disebut discount bond.
4. Setiap kali suku bunga (kd) turun dibawah kupon rate, harga obligasi akan berada
di atas nilai par value dari obligasi tersebut. Obligasi ini disebut premium bond.
5. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga akan mengakibatkan harga obligasi turun
dan penurunan suku bunga akan mengakibatkan harga obligasi naik.

Jenis-jenis obligasi
1. Obligasi suku bunga tetap memiliki kupon bunga dengan besaran tetap yang dibayar
secara berkala sepanjang masa berlakunya obligasi.
2. Obligasi suku bunga mengambang atau biasa juga disebut dengan Floating rate note
(FRN) memiliki kupon yang perhitungan besaran bunganya mengacu pada suatu
indeks pasar uang seperti LIBOR atau Euribor.
3. Junk bond atau "obligasi berimbal hasil tinggi" adalah obligasi yang memiliki
peringkat dibahah peringkat investasi yang diberikan oleh lembaga pemeringkat
kredit. Oleh karena obligasi jenis ini memiliki risiko yang cukup tinggi maka
investor mengharapkan suatu imbal hasil yang lebih tinggi.
4. Obligasi tanpa bunga atau lebih dikenal dengan istilah (zero coupon bond) adalah
obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. Obligasi ini diperdagangkan
dengan pemberian potongan harga dari nilai pari. Pemegang obligasi menerima
secara penuh pokok hutang pada saat jatuh tempo obligasi.

Isti Fadah Page 97


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

5. Obligasi inflasi atau lebih dikenal dengan sebutan (Inflation linked bond), dimana
nilai pokok utang pada obligasi tersebut adalah mengacu pada indeks inflasi. Suku
bunga pada obligasi jenis ini lebih rendah daripada obligasi suku bunga tetap .
Namun dengan bertumbuhnya nilai pokok utang sejalan dengan inflasi, maka
pembayaran pelunasan obligasi ini akan meningkat pula. Pada periode tahun
1980an, pemerintah Inggris adalah yang pertama kalinya menerbitkan obligasi jenis
ini yang diberi nama Gilts. Di Amerika obligasi jenis ini dikenal dengan nama
"Treasury Inflation-Protected Securities" (TIPS) dan I-bonds.
6. Obligasi indeks lainnya, adalah surat utang berbasis ekuiti (equity linked note) dan
obligasi yang mengacu pada indeks yang merupakan indikator bisnis seperti
penghasilan, nilai tambah ataupun pada indeks nasional seperti Produk domestik
bruto.
7. Efek Beragun Aset adalah obligasi yang pembayaran bunga dan pokok utangnya
dijamin oleh acuan berupa arus kas yang diperoleh dari penghasilan aset. Contoh
dari obligasi jenis ini adalah Efek beragun KPR (mortgage-backed security-MBS),
collateralized mortgage obligation (CMOs) dan collateralized debt obligation
(CDOs).
8. Obligasi subordinasi obligasi yang memiliki peringkat prioritas lebih rendah
dibandingkan obligasi lainnya yang diterbitkan oleh penerbit dalam hal terjadinya
likuidasi. Dalam hal terjadinya kepailitan maka ada hirarki dari para kreditur.
Pertama adalah pembayaran dari likuidator, kemudaian pembayaran utang pajak,
dan lain-lain. Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah obligasi
yang memiliki tanggal penerbitan paling awal yang disebut obligasi senior, setelah
obligasi ini dilunasi maka barulah pembayaran pelunasan obligasi subordinasi
dilakukan. Oleh karena risikonya lebih tinggi maka obligasi subordinasi ini biasanya
memiliki peringkat kredit lebih rendah daripada obligasi senior. Contoh utama dari
obligasi subordinasi ini dapat ditemui pada obligasi yang diterbitkan oleh perbankan
dan pada Efek Beragun Aset . Penerbitan yang berikutnya umumnya dilakukan

Isti Fadah Page 98


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

dalam bentuk "tranches"[2]. Senior tranches dibayar terlebih dahulu dari tranches
subordinasi.
9. Obligasi abadi, Obligasi ini tidak memiliki suatu masa jatuh tempo. Obligasi jenis
ini yang terkenal dalam pasar obligasi adalah "UK Consols" yang diterbitkan oleh
pemerintah Inggris, atau juga dikenal dengan nama Treasury Annuities atau Undated
Treasuries. Beberapa dari obligasi ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1888 dan
masih diperdagangkan hingga hari ini. Beberapa obligasi jenis ini juga memiliki
masa jatuh tempo yang sangat panjang sekali seperti misalnya perusahaan West
Shore Railroad yang menerbitkan obligasi dengan masa jatuh tempo pada tahun
2361 (atau abad ke 24). Terkadang juga obligasi abadi ini dilihat berdasarkan dari
nilai tunai obligasi tersebut pada saat ini yang nilai pokoknya mendekati nol.
10. Obligasi atas unjuk adalah merupakan sertifikat resmi tanpa nama pemegang dimana
siapapun yang memegang obligasi tersebut dapat menuntut dilakukannya
pembayaran atas obligasi yang dipegangnya tersebut. Biasanya juga obligasi ini
diberi nomer urut dan didaftarkan guna menghindari pemalsuan namun dapat
diperdagangkan seperti layaknya uang tunai. Obligasi ini amat berisiko terhadap
kehilangan dan kecurian. Obligasi ini sering disalah gunakan untuk menghidari
pengenaan pajak.ref>Eason, Yla (June 6, 1983). "Final Surge in Bearer Bonds" New
York Times.</ref> Para perusahaan di Amerika menghentikan penerbitan obligasi
atas unjuk i9ni sejak tahun 1982 dan secara resmi dilarang oleh otoritas perpajakan
pada tahun 1983.[3]
11. Obligasi tercatat adalah obligasi yang kepemilikannya ataupun peralihannya
didaftarkan dan dicatat oleh penerbit atau oleh lembaga administrasi efek.
Pembayaran bunga dan pembayaran pokok utang akan dtransfer langsung kepada
pemegang obligasi yang namanya tercatat.
12. Obligasi daerah atau di Amerika dikenal sebagai (municipal bond) adalah obligasi
yang diterbitkan oleh negara bagian, teritorial, kota, pemerintahan setempat, ataupun
lembaga-lembaganya. Bunga yang dibayarkan kepada pemegang obligasi seringkali

Isti Fadah Page 99


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

tidak dikenakan pajak oleh negara bagian yang menerbitkan, namun obligasi daerah
yang diterbitkan guna suatu tujuan tertentu tetap dikenakan pajak.
13. Obligasi tanpa warkat atau lebih dikenal sebagai Book-entry bond adalah suatu
obligasi yang tidak memiliki sertifikat, dimana mahalnya biaya pembuatan sertifikat
serta kupon mengakibatkan timbulnya obligasi jenis ini. Obligasi ini menggunakan
sistem elektronik terpadu yang mendukung penyelesaian transaksi efek secara
pemindahbukuan di pasar modal.[4]
14. Obligasi lotere atau juga disebut Lottery bond adalah obligasi yang diterbitkan oleh
suatu negara (biasanya negara-negara Eropa). Bunganya dibayar seperti tata cara
pembayaran bunga pada obligasi suku bunga tetap tetapi penerbit obligasi akan
menebus obligasi yang diterbitkannya secara acak pada waktu tertentu dimana
penebusan atau pelunasan obligasi yang beruntung terpilih akan dilakukan dengan
harga yang lebih tinggi daripada nilai yang tertera pada obligasi .
15. Obligasi perang atau War bond adalah suatu obligasi yang diterbitkan oleh suatu
negara guna membiayai perang

Jenis obligasi di Indonesia


Secara umum jenis obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yaitu, Obligasi perusahaan dan
Obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah sendiri terdiri dalam beberapa jenis, yaitu
obligasi rekap, SUN dan ORI:

1. Obligasi Rekap, diterbitkan guna suatu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program
Rekapitalisasi Perbankan;
2. Surat Utang Negara (SUN), diterbitkan untuk membiayai defisit APBN;
3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI), sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai
defisit APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara ritel;
4. Surat Berharga Syariah Negara atau dapat juga disebut "obligasi syariah" atau
"obligasi sukuk", sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN

Isti Fadah Page 100


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

namun berdasarkan prinsip syariah.

Pasar obligasi
Sebagai suatu efek, obligasi bersifat dapat diperdagangkan.

Ada dua jenis pasar obligasi yaitu:


1. Pasar Primer Merupakan tempat diperdagangkannya obligasi saat mulai diterbitkan.
Salah satu persyaratan ketentuan Pasar Modal, obligasi harus dicatatkan di bursa
efek untuk dapat ditawarkan kepada masyarakat, dalam hal ini lazimnya adalah di
Bursa Efek Surabaya (BES).
2. Pasar Sekunder Merupakan tempat diperdagangkannya obligasi setelah diterbitkan
dan tercarat di BES, perdagangan obligasi akan dilakukan di Pasar Sekunder. Pada
saat ini, perdagangan akan dilakukan secara Over the Counter (OTC). Artinya, tidak
ada tempat perdagangan secara fisik. Pemegang obligasi serta pihak yang ingin
membelinya akan berinteraksi dengan bantuan perangkat elektronik seperti email,
online trading, atau telepon.

Jenis obligasi dan tarifnya


Dari aspek perpajakan obligasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Obligasi dengan kupon (interest bearing bond)
a. Atas bunganya dikenakan Pajak Pengasilan dengan tarif 20% dari jumlah bruto
bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding period).
b. Atas diskontonya dikenakan Pajak Penghasilan sebesar 20% dari selisih lebih
harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada saat jatuh tempo di atas
harga perolehan, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest).
2. Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond)
a. Hanya atas diskontonya saja yang dikenakan Pajak Penghasilan, yaitu sebesar 20%
dari selisih harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada saat jatuh tempo

Isti Fadah Page 101


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

obligasi di atas harga perolehan obligasi.

Tata Cara Pemotongan PPh Final atas obligasi


Pemotongan PPh yang bersifat final atas penghasilan yang diterima dari obligasi yang
diperdagangkan atau dilaporkan perdagangannya di bursa efek, dilakukan oleh :
1. Penerbit obligasi (emiten) atau kustodian yang ditunjuk selaku agen pembayaran :
a. atas bunga, yang diterima oleh pemegang interest bearing bond, pada saat jatuh
tempo bunga; dan
b. atas diskonto, yang diterima baik oleh pemegang interest bearing bond maupun
pemegang zero coupon bond, pada saat jatuh tempo obligasi.
2. Perusahaan efek (broker) atau bank selaku pedagang perantara :
a. atas bunga dan diskonto bagi pemegang interest bearing bond dan atas diskonto
bagi pemegang zero coupon bond, yang diterima penjual obligasi pada saat
transaksi.
Perusahaan efek (broker), bank, dana pensiun, dan reksadana, selaku pembeli obligasi
langsung tanpa melalui pedagang perantara atas bunga dan diskonto dari interest
bearing bond dan zero coupond bond yang diterima atau diperoleh penjual obligasi
pada saat transaksi.

Pasar Obligasi yang Abnormal


Perkembangan pasar obligasi yang sangat pesat di Indonesia, akibat turunnya suku
bunga SBI dan terbatasnya alternative investasi, telah membuat pelaku pasar
(baca:investor) tidak lagi berpikir secara rasional dalam berinvestasi. Mereka bahkan
cenderung over-reaktif, tidak lagi terlalu memperhatikan tingkat risiko yang terkandung
dalm instrument obligasi.
Dalam kondisi yang normal, semakin panjang jatuh tempo suatu instrumen, maka
return dari instrumen tersebut harus lebih tinggi daripada instrumen yang berjangka waktu
lebih pendek. Hanya dalam kondisi abnormal, return suatu instrument jangka pendek lebih

Isti Fadah Page 102


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

tinggi dibandingkan yang berjangka waktu lebih panjang. Kondisi abnormal seperti itulah
yang saat ini tengah berlangsung di pasar obligasi dalam negeri. Coba bandingkan, SBI 1
bulan yang jangka waktu penerbitannya 28 hari, saat ini memberi return 11,360 persen per
tahun. SBI 3 bulan dengan jangka waktu penerbitan 91 hari, memiliki return per tahun
11.968 persen. Sementara, obligasi rekap dengan kode perdangan IDRBFR02 yang jatuh
waktu 15 Juni 2009 memiliki return 11,720 persen atau lebih rendah dibandingkan SBI 3
bulan. Hal yang sama tercermin dari obligasi IDRBFR05 yang jangka waktu
penerbitannya verakhir 15 Juli 2007 yang hanya mencatat return 11,790 persen.
IDRBFR04 dan IDRBFR08 dengan jangka waktu penerbitan masing-masing 15 februari
2006 dan 15 Mei 2005, memiliki return 11,630 persen dan 11,400 persen. Fakta ini
sekaligus menyimpulkan bahwa untuk jangka waktu panjang yang berbeda, return yang
dihasilkan relatif sama (flat). Dengan kata lain, dalam melakukan transaksi obligasi,
pelaku pasar relatif hanya mendasarkan pada satu level return tanpa mengkaitkannya
dengan jangka waktu obligasi yang ditransaksikan.

Agar tidak terjebak di dalam kondisi yang abnormal tersebut, pelaku pasar
obligasi harus dapat melakukan penilaian atas kupon atau return suatu obligasi. Penilaian
atas kupon suatu obligasi biasanya dilakukan sebelum melakukan pembelian obligasi di
pasar perdana yang secara umum ditawarkan dengan harga 100% (par value). Penilaian
dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan kupon obligasi lain yang terbitnya
relatif bersamaan atau membandingkannya dengan return obligasi yang berlaku di pasar.
Penilaian atas kelayakan harga suatu obligasi dilakukan bila hendak membeli obligasi di
pasar sekunder. Caranya, dengan membandingkan dengan return obligasi alternatif
lainnya dan mengkonversikannya menjadi harga. Sementara cara yang relatif sangat
sederhana untuk melakukan penilaian atas kelayakan suatu kupon atau return suatu
obligasi adalah dengan cara melakukan perbandingan rating obligasi yang akan dibeli
dengan obligasi alternatif lainnya baik yang mempunyai rating yang sama ataupun rating
yang berbeda.

Isti Fadah Page 103


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Menurut teori, instrumen yang relatif tidak mempunyai risiko adalah instrumen
yang diterbitkan oleh pemerintah suatu negara atau bank sentral. Bila obligasi tersebut
dikonversikan ke dalam rating, maka instrumen yang diterbitkan pemerintah memiliki
rating tertinggi yaitu AAA (triple A). Dengan demikian Obligasi Rekap atau Obligasi
Pemerintah RI ditetapkan dengan rating AAA. Untuk suatu institusi berrating BBB bila
hendak menerbitkan obligasi, maka untuk menentukan kuponnya perlu menghitungberapa
notch-kah antara rating AAA dengan BBB. Dari rating AAA dan BBB terdapat 9 notches
yang setiap notch-nya diberi bobot sebesar 0,25 persen p.a, dengan demikian kupon
obligasi BBB harus 1,75 persen p.a. lebih tinggi dari return obligasi pemerintah. Dengan
asumsi rata-rata return obligasi rekap sebesar 11,75 persen p.a, maka obligasi BBB
tersebut harus memberikan kupon minimal sebesar 13,500 persen p.a. (11,75 persen p.a +
1,75 persen p.a.). Perhitungan tersebut juga dapat digunakan untuk menetapkan kelayakan
harga suatu obligasi di pasar sekunder. Caranya, dengan lebih dulu menetapkan expected
return obligasi yang akan dibeli, kemudian mengkonversikannya menjadi harga dengan
menggunakan formula penghitungan return atau Yield To Maturity (YTM) secara
aproksimasi. Misalnya, suatu Obligasi dengan rating BBB memberikan kupon sebesar
15,00 persen p.a. dan mempunyai sisa jangka waktu 4 tahun. Harga yang layak untuk
obligasi tersebut bila return atau YTM pasar untuk obligasi sejenis (rating BBB) 13,500
persen adalah sekitar 104,50 persen.

Kesimpulan :
1. Obligasi adalah kontrak utang jangka panjang dimana peminjam setuju untuk
membayar bunga dan pokoknya kepada pemegang obligasi pada waktu tertentu
2. Harga suatu obligasi adalah Present Value dari semua aliran kas yang dihasilkan oleh
obligasi tsb ( yaitu: kupon dan nilai par ) di diskon pada tingkat return yang diminta
Rumus Penilaian Obligasi
PVbond = INT(PVIFA r,n) + M(PVIF r, n)

Isti Fadah Page 104


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Apabila obligasi tersebut tanpa bunga maka rumus penilaian obligasi


PVbond = M(PVIF r, n)
3. Secara umum jenis obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yaitu, Obligasi perusahaan
dan Obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah sendiri terdiri dalam beberapa jenis, yaitu
obligasi rekap, SUN dan ORI:

Umpan Balik
1. Jelaskan mengapa perusahaan menerbitkan obligasi !
2. Jelaskan bagaimana menilai obligasi !
3. Jelakan macam-macam obligasi !
4. Jelaskan yang dimaksud Zero Coupon Bond !
5. Jelaskan yang dimaksud obligasi dengan premi dan beri contohnya !
6. Jelaskan yang dimaksud obligasi dengan diskon dan beri contohnya !
7. Obligasi menawarkan kupon 12 % per tahun dari nilai nominalnya ( NN= 4000), umur
obligasi 8 tahun, obligasi diterbitkan pada tahun 2008. Jika tingkat keuntungan yang
disyaratkan 15 % hitung nilai obligasi pada saat penerbitan ! dan hitung nilai obligasi
pada th 2012 !
8. Obligasi menawarkan kupon 15 % per tahun dari nilai nominalnya ( NN= 10.000),
umur obligasi 6 tahun, obligasi diterbitkan pada tahun 2009 Jika tingkat keuntungan
yang disyaratkan 18 % hitung nilai obligasi pada saat penerbitan ! dan hitung nilai
obligasi pada th 2010 !
9. Obligasi tanpa bunga nilai nominalnya ( NN= 10.000), umur obligasi 6 tahun, obligasi
diterbitkan pada tahun 2009 Jika tingkat keuntungan yang disyaratkan 18 % hitung nilai
obligasi pada saat penerbitan ! dan hitung nilai obligasi pada th 2010 !

Isti Fadah Page 105


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB IX
BIAYA MODAL

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu menjelaskan pentingnya biaya modal dalam memilih struktur
modal yang optimal.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep biaya modal yang berasal dari hutang
3. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep biaya modal yang berasal dari Saham Preferen
4. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep biaya modal yang berasal dari Saham Biasa
5. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep biaya modal rata-rata tertimbang
6. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya modal

Biaya modal perusahaan dipengaruhi oleh kebijakan pembiayaan dan investasi.


Biaya modal ditentukan sebagian oleh jenis modal yang digunakan perusahaan, oleh
kebijakan dividen dan oleh jenis proyek investasi yang dilakukan (yang mempengaruhi
tingkat risikonya). Beberapa determinan biaya modal berada di luar kendali perusahaan.
Hal-hal yang termasuk dalam kategori ini adalah tingkat suku bunga perekonomian,
kebijakan pajak federal serta negara bagian dan lingkungan peraturan perusahaan.

Isti Fadah Page 106


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Kita akan mulai dengan mengestimasi berapa biaya yang diperlukan untuk
memperoleh modal yang digunakan dalam investasi tersebut. Menurut estimasi ini,
perusahaan dapat mengevaluasi proyek-proyek potensial dan hanya mengambil proyek
dengan pengembalian yang diharapkan yang lebih besar daripada biaya modalnya. Hal ini
akan menaikkan EVA dan juga kekayaan pemegang saham.

Logika Biaya Modal Rata – Rata


Tertimbang

Modal ( Capital ) Merupakan faktor produksi yang dibutuhkan dan faktor – faktor
lainnya , modal mempunyai biaya. Biaya tiap komponen disebut biaya komponen (
Component Cost ) dari jenis modal tertentu. Jika Allied dapat meminjam uang pada suku
bunga 10 persen maka biaya komponen utangnya adalah 10 persen.
Biaya komponen setiap jenis modal ditunjukkan dengan simbol – simbol sebagai
berikut :

Kd = Suku bunga utang baru perusahaan = biaya komponen utang sebelum pajak.
Untuk Allied Kd =10%
Kd = ( 1-T ) = biaya Komponen utang setelah pajak, dimana T merupakan tarif
pajak marginal perusahaan T = 40 %
Jadi biaya modal rata – rata tertimbang untuk Allied :
Kd ( 1-T) = 10 % (1-0,4) = 10% ( 0,6) = 6,0%

Biaya Utang Kd (1-T)

Isti Fadah Page 107


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Biaya utang setelah pajak digunakan untuk menghitung biaya modal rata – rata
tertimbang dan hal itu merupakan suku bunga utang. Biaya utang adalah suku bunga atas
utang baru bukan atas utang yang masih beredar.

Biaya Saham Preferen ( Kps )

Kompnen biaya saham preferen yang digunakan untuk menghitung biaya modal
rata-rata tertimbang, dividen saham preferen dibagi dengan harga penerbitan bersih yang
merupakan harga yang diterima perusahaan setelah dikurangi biaya flotasi.

Biaya Laba Ditahan ( Ks )

Biaya laba ditahan merupakan tingkat pengembalian yang diperlukan pemegang


saham atas modal ekuitas perusahaan yang diperoleh dari laba ditahan. Laba perusahaan
setelah pajak adalah milik pemegang saham. Pemegang obligasi hanya mendapatkan
pembayaran bunga dan pemegang saham preferen mendapat dividen saham preferen.
Seluruh laba yang tersisa setelah bunga dan dividen saham preferen menjadi pemilik
pemegang saham atas penggunaan modal mereka.
Manajemen mungkin juga membayar laba tersebut dalam bentuk dividen atau
menahan dan menginvestasikan kembali dalam perusahaan. Jika manajamen memutuskan
untuk menahan laba, maka terdapat biaya oportunitas yang terlibat, pemegang saham akan
menerima laba sebagai dividen dan menginvestasikan uang ini dalam saham lainnya,
dalam obligasi, dalam real estate, atau dalam hal lainnya. Jadi perusahaan harus
memperoleh laba ditahan paling tidak sama dengan yang diterima pemegang saham atas
investasi alternatif dengan risiko yang sebanding.

Biaya Modal Komposit


( WACC )

Isti Fadah Page 108


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Setiap perusahaan memiliki struktur modal optimal, yang didefinisikan sebagai


bauran utang, saham preferen dan ekuitas saham biasa yang menyebabkan hargasaham
menjadi maksimal oleh karena itu, perusahaan yang memaksimalkan nilai akan
menetapkan target struktur modal ( optimal ). Dan kemudian memperoleh modal baru
dengan cara yang tetap mempertahankan struktur modal aktual sesuai target sepanjang
waktu. Proporsi target utang , saham preferen dan ekuitas saham biasa, bersama dengan
komponen biaya modaldigunakan untuk menghitung biaya modal rata – rata tertimbang /
WACC.
WACC= Wd Kd (1-T) + Wps Kps + Wce Ks.

Biaya Modal Marjinal / MCC

Sebuah grafik yang menghubungkan biaya rata –rata tertimbang perusahaan dari
setiap dollar. Modal dengan jumlah total modal baru yang diperoleh break point akan
terjadi dalam skedul MCC, apabila jumlah modal ekuitas yang diperlukan untuk
membiayai anggaran modal perusahaan melebihi laba ditahannya. Pada saat itu biaya
modal akan mulai meningkat karena perusahaan harus menggunakan ekuitas dari luar
yang lebih mahal.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Biaya Modal

Biaya modal dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang beberapa berada diluar
kendali perusahaan, tetapi yang lainnya dipengaruhi oleh kebijakan pembiayaan dan
investasi perusahaan tersebut.
1. Faktor – faktor yang Tidak Dapat Dikendalikan Perusahaan.
Dua faktor terpenting yang berada di luar kendali langsung perusahaan adalah
tingkat suku bunga dan tarif pajak.

Isti Fadah Page 109


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

a. Tingkat Suku Bunga


Jika suku bunga dalam perekonomian meningkat, maka biaya utang
juga akan meningkat karena perusahaan harus membayar pemegang
obligasi dengan suku bunga yang lebih tinggi untuk memperoleh
modal utang. Dalam ( CAPM ) dimana suku bunga yang lebih
tinggi
dimana suku bunga yang lebih tinggi juga meningkatkan biaya
modal ekuitas saham biasa dan preferen.
b. Tarif Pajak
Tarif pajak yang berada jauh diluar kendali perusahaan memiliki
pengaruh yang penting terhadap biaya modal. Tarif pajak
digunakan dalam perhitungan biaya utang yang digunakan dalam
WACC dan terdapat cara – cara lainnya yang kurang nyata dimana
kebijakan pajak mempengaruhi biaya modal. Sebagai contoh,
penurunan tarif pajak keuntungan modal secara relatif terhadap tarif
pajak atas laba biasa akan membuat saham lebih menarik, sehingga
mengurangi biaya ekuitas relatif terhadap hutang.
2. Faktor – faktor yang Dapat Dikendalikan Perusahaan.
Sebuah perusahaan dapat mempengaruhi biaya modalnya melalui kebijakan struktur
modal, kebijakan dividen dan kebijakan investasi ( penganggaran modal ).
a. Struktur Modal
Perusahaan dapat mengubah struktur modalnya dan perusahaan
semacam ini dapat mempengaruhi biaya modal. Jika perusahaan
memutuskan untuk menggunakan lebih banyak hutang dan lebih
sedikit ekuitas saham biasa, maka perubahan bobot dalam
persamaan WAAC cenderung membuat WAAC menjadi lebih
rendah.
b. Kebijakan Dividen

Isti Fadah Page 110


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Laba ditahan merupakan laba yang belum dibayarkan sebagai


dividen. Untuk setiap tingkat laba tertentu, semakin tinggi rasio
pembayaran dividen, semakin rendah jumlah laba ditahan.
Sehingga Break Point laba ditahan semakin jauh bergeser ke kiri
dalam skedul MCC.
c. Kebijakan Investasi
Ketika mengestimasi biaya modal, kita menggunakan tingkat
pengembalian yang diperlukan atas saham dan obligasi perusahaan
yang beredar sebagai titik awal. Tingkat biaya tersebut
mencarminkan risiko aktiva yang dimiliki perusahaan.

Kesimpulan :
1.Modal ( Capital ) Merupakan faktor produksi yang dibutuhkan dan faktor – faktor
lainnya , modal mempunyai biaya. Biaya tiap komponen disebut biaya komponen (
Component Cost ) dari jenis modal tertentu.
2. Biaya utang setelah pajak digunakan untuk menghitung biaya modal rata – rata
tertimbang dan hal itu merupakan suku bunga utang. Biaya utang adalah suku bunga
atas utang baru bukan atas utang yang masih beredar.
3.Biaya Saham Preferen ( Kps )
Kompnen biaya saham preferen yang digunakan untuk menghitung biaya modal rata-rata
tertimbang, dividen saham preferen dibagi dengan harga penerbitan bersih yang
merupakan harga yang diterima perusahaan setelah dikurangi biaya flotasi
4.Manajemen mungkin juga membayar laba tersebut dalam bentuk dividen atau menahan
dan menginvestasikan kembali dalam perusahaan. Jika manajamen memutuskan untuk
menahan laba, maka terdapat biaya oportunitas yang terlibat, pemegang saham akan
menerima laba sebagai dividen dan menginvestasikan uang ini dalam saham lainnya
5.Setiap perusahaan memiliki struktur modal optimal, yang didefinisikan sebagai bauran
utang, saham preferen dan ekuitas saham biasa yang menyebabkan hargasaham menjadi

Isti Fadah Page 111


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

maksimal oleh karena itu, perusahaan yang memaksimalkan nilai akan menetapkan
target struktur modal ( optimal )

Contoh Kasus
Untuk menghitung biaya modal tertimbang (WACC)

PT ”Iki Wae” memiliki target struktur modal yang terdiri dari :


a. 45% hutang, 2% saham preferen dan 53% ekuitas saham biasa, biaya hutang
sebelum pajak 10%, biaya hutang setelah pajak 6%. Biaya saham preferen 10,3%,
biaya ekuitas saham biasa dari laba ditahan 13,4%.
b. Berapa besarnya WACC?

c. Jawab
a. WACC = WdKd (1-T) + Wps . Kps + Wce . Ks

Kd = 6% Kps = 10,3% Ks = 13,4%


Wce = 53% Wd = 45% Wps = 2%

WACC = 0,45 (10%) (0,6) + 0,02 (10,3%) + 0,53 (13,4%)


= 10%
Contoh 2
Berikut ini adalah data-data keuangan dari PT Yuangga Megah Utama. Perusahaan
menerbitkan obligasi dengan nilai nominal Rp.2.000,- kupon obligasi 15% per tahun,
umur obligasi 6 tahun. Nilai yang wajar atau nilai intrinsik obligasi adalah Rp.2.200,- /
lembar, pajak perusahaan 30%. Perusahaan menerbitkan saham preferen Rp.3.000,-
flotation cost Rp.225,- Perusahaan juga menerbitkan saham biasa. Informasi yang
berkaitan dengan saham biasa adalah besarnya tingkat bunga bebas risiko 7%, Market

Isti Fadah Page 112


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Return 15% dan beta perusahaan 1,9. Perusahaan memiliki total asset Rp.200 juta, Rp.50
juta berasal dari hutang, Rp.80 juta saham preferen sisanya berasal dari saham biasa.

Dari data-data diatas hitunglah :


a. Cost of debt, cost of preffered stock dan cost of common stock
b. Weighted average cost of capital

JAWABAN SOAL 2 :
a. Cost of debt

2.200 = 300 (PVIFA : 4,355)


2000 (PVIF : 0,504)

Ki = kd (1 – t)
Bunga 15% => 1999,2
Bunga 10% => 2434,2

Kd = 10% + (234,2 / 435 x 5%)


= 12,69%

Ki = 12,69% (1 - t)
= 12,69% (1 – 0,3)
= 12,69% x 0,7
= 8,88 %

Cost of preffered stock

Vp = 3.000 – 225 = 2.775

Isti Fadah Page 113


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Kp = di/vp
= (75/2,775) x 100%
= 3%

Cost of common stock

Ks = Rf + (b(Rm – Rf))
= 7% + (1,9 (15% - 7%)
= 7% + 1,9 ( 8% )
= 7% + 15,2%
= 22,2%

b. Weighted average cost of capital

Hutang : 50.000.000 / 200.000.000 x 100% = 25%


Saham preferen : 80.000.000 / 200.000.000 x 100% = 40%
Saham biasa : 70.000.000 / 200.000.000 x 100% = 35%

WACC = WiKi + WpKp + WsKs


= ( 25% x 8,88% ) + ( 40% x 3% ) + ( 35% x 22,2% )
= 11,19%

Umpan Balik
1.Jelaskan konsep cost of capital !

Isti Fadah Page 114


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

2. Jelaskan mengapa ada tax adjustment pada saat perusahaan menggunakan hutang dalam
struktur modalnya ?
3. Jelaskan konsep struktur modal optimal !
4. Bagaimana menghitung biaya modal yang berasal dari saham biasa ?
5. Bagaimana menghitung biaya modal yang berasal dari saham preferen dan beri contoh
?
6. PT ”Zam-Zam” memiliki target struktur modal yang terdiri dari :
a. 35% hutang, 15% saham preferen dan 50% ekuitas saham biasa, biaya hutang
sebelum pajak 10%, biaya hutang setelah pajak 7%. Biaya saham preferen 12,5%,
biaya ekuitas saham biasa dari laba ditahan 15,3%.
b. Berapa besarnya WACC

Isti Fadah Page 115


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB X
PENGGANGGARAN MODAL
(CAPITAL BUDGETING)

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa mampu mendiskusikan konsep penganggaran modal
2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi macam-macam Teknik Penganggaran
Modal
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Net Present Value dan Internal
Rate of Return
4. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Net Present Value dan Internal
Rate of Return
5. Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep Risiko dalam Penganggaran
Modal

Isti Fadah Page 116


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Penganggaran modal penting bagi kelanggengan masa depan perusahaan, tetapi


juga merupakan topik yang secara koseptual sulit dan kompleks. Istilah modal (Capital)
disini adalah aktiva tetap yang digunakan dalam proses produksi, sedangkan anggaran
(Budget) adalah rencana yang merinci proyeksi arus masuk dan arus keluar dalam satu
periode di masa depan.
Jadi yang dimaksud dengan Anggaran Modal (Capital Budget) adalah rencana
belanja perusahaan untuk pembelian aktiva tetap. Sedangkan Capital Budgeting adalah
keseluruhan proses analisis proyek-proyek yang pengembalianya diharapkan akan
berlanjut lebih dari satu tahun dan menentukan proyek mana yang akan dimasukkan
dalam anggaran modal.

Pentingnya Penganggaran Modal


Penganggaran modal sebagai keputusan yang paling penting bagi manajemen
keuangan, sebab semua eksekutif yang terlepas dari tanggung jawab utamanya, harus
mengetahui bagaimana keputusan penganggaran modal dilakukan.

1. Dampak Jangka Panjang


Umur ekonomis dari suatu aktiva yang dibeli menggambarkan
ramalan implisit selama jangka waktu umur aktiva. Kegagalan
meramalkan secara tepat akan berakibat kelebihan atau kekurangan
investasi dalam aktiva tetap. Ramalan kebutuhan aktiva yang salah
akan menimbulkan konsekuensi yang serius. Investasi yang terlalu
besar dalam aktiva akan menimbulkan biaya besar yang sebenarnya
tidak perlu.
2. Penentuan Saat Ketersediaan Aktiva Modal
Aspek lainya dari penganggaran modal adalah Timing, yaitu waktu
tersedianya aktiva modal agar aktiva itu bisa diterima dalam pada
saat yang tepat. Penganggaran modal yang tepat akan memperbaiki

Isti Fadah Page 117


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

penentuan saat pengadaan aktiva dan kualitas aktiva yang dibeli.


Hal ini karena pengaruh wujud barang–barang modal dan para
produsennya
3. Menghimpun Dana (Raising Funds)
Alasan lain akan pentingnya penganggaran modal adalah
penambahan aktiva selalu membutuhkan dana yang besar. Sebelum
suatu perusahaan membelanjakan uangnya dalam jumlah besar
seharusnya ia membuat penganggaran yang tepat, karena uang
dalam jumlah yang besar tidak akan tersedia secara otomatis.

Usulan–Usulan Invetasi ( Investmen Proposal )


Langkah pertama dalam proses penganggaran modal adalah menyusun daftar
usulan investasi baru yang dilengkapi data secukupnya untuk bahan analisis. Macam-
macam Investasi :
1. Penggantian (Replacement) dalam rangka mempertahankan usaha
Dalam kelompok ini termasuk penggantian yang rusak
2. Penggantian dalam rangka penghematan biaya
Dalam kelompok ini termasuk pengganian peralatan yang telah kuno walaupun
masih bisa beroperasi. Tujuan penggantian adalah penurunan biaya upah buruh,
Bahan baku, atau sumber tenaga (mis: listrik)
3. Ekspansi Pasar/ Produk yang Ada
Termasuk di dalamnya pembelanjaan untuk peningkatan omset produksi dari
barang-barang yang ada atau pengembangan saluran dan fasilitas distribusi
pemasaran.
4. Ekspansi ke Pasar/ Produk yang Baru
Ini adalah biaya untuk memproduksi barang baru atau untuk pengembangan ke
daerah baru.
5. Proyek Keamanan atau Lingkungan

Isti Fadah Page 118


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Biaya yang diperlukan untuk mematuhi ketentuan pemerintah, persetujuan


perburuhan, atau persyaratan polis asuransi.

Kriteria Investasi
Ada Beberapa cara atau metode yang digunakan untuk evaluasi proyek atau untuk
minilai rencana suatu investasi. Metode-metode tersebut antara lain:
1. Metode Pemulihan (Payback Method)
2. Net Present Value (Metode Nilai Bersih Sekarang)
3. Metode Tingkat Hasil Pengembalian Internal (Internal Rate and Return)
4. Average Rate of Return

Pembahasanya:
1. Payback Method (Metode Pemulihan)
Metode pemulihan adalah jumlah tahun yang dibutuhkan perusahaan untuk
mendapatkan kembali Investasi awalnya dari arus kas netto yang diterimanya.

Kebaikan :
a. Metode ini masih digunakan oleh beberapa perusahaan karena mudah dan
murah biayanya
b. Memberikan parameter Likuiditas proyek bersangkutan atau kecepatan
pengembalian kas yang ditanamkan dalam proyek.
c. Sebagai indikator tingkat risiko suatu proyek.

Keburukan :
a. Diabaikannya arus kas diluar batas periode pemulihan
b. Pengolahan nilai waktu dan uang
c. Lebuh mementingkan pengembalian nilai investasi dari pada aspek laba dalam
waktu umur investasi

Isti Fadah Page 119


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

d. Tidak memperhatikan variasi besar kecilnya cashflow tiap tahun

2. Net Present Value (Metode Nilai Bersih Sekarang)


Implementasi pendekatan ini adalah dengan cara mencari nilai sekarang arus
kas netto yang diharapkan dari suatu investasi, kemudian didiskontokan pada
tingkat biaya modal dan dikurangi biaya awal proyek.
Rumuanya :
NPV = Present Cash Inflow – Present Value Investasi

Atau diformulasikan :
n

NPV = ∑ Pt - IO
I (I + i)

Dimana :

Pt : Net Cashflow pada tahun ke-t


i : Tingkat diskonto
n : Lama waktu/periode berlangsung investasi
IO : Pengeluaran mula-mula/ nilai investasi

Jika proyek yang dinilai memiliki pola cashflow konvensional, maka present
value investasi adalh sebesar modal yang ditanamkan. Sebaliknya bila cash flow
memiliki pola non konvensional, maka terlebih dahulu harus dihitung present
value dari keseluruhan modal yang telah diInvestasikan, kemudian dikurangkan
dari present value keseluruhan cashflow.
Usulan-usulan proyek akan dapat diterima apabila :

NPV > 0

Isti Fadah Page 120


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Artinya “Hasil yang diperoleh adalah lebih besar dari Rate of Return
minimum yang telah ditetapkan.”

Contoh Soal :

Perusahaan “Sari Delima” sedang memperhitungkan dua proyek yang


memungkinkan untuk investasi.

Proyek A

Initial Investment Rp 6.000.000


Th EAT (Rp) C I (Rp)
1 1.000.000 2.000.000
2 1.000.000 2.000.000
3 1.000.000 2.000.000
4 1.000.000 2.000.000
5 1.000.000 2.000.000
6 1.000.000 2.000.000

Rata-rata 1.000.000 2.000.000

Isti Fadah Page 121


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Proyek B

Initial Investment Rp 7.200.000


Th EAT (Rp) C I (Rp)
1 3.300.000 4.500.000
2 1.000.000 2.200.000
3 800.000 2.200.000
4 100.000 1.300.000
5 100.000 1.300.000
6 100.000 1.300.000

Rata-rata 900.000 2.100.000

Ditanyakan bila perusahaan menetapkan Cost of Capital sebesar 10%, maka berapa
NPV untuk masing-masing proyek?

Proyek A = Rp 2.170.000 dan Proyek B = Rp 2.638.100

Maka perhitungan NPV kedua alternatif proyek:

Proyek A

Cash in Flow /th Rp 2.000.000


PVIA 10% ,6 4,355 x

PV Cash In Flow Rp 8.710.000

Present Value

Isti Fadah Page 122


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Investment Rp 6.000.000 _
NPV Rp 2.170.000

Isti Fadah Page 123


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Proyek B

Th (1) Cash in Flow (2) PVIF 10% (3) Present Value (2)x(3)

1 Rp 4.500.000 0,909 Rp 4.090.500


2 Rp 2.200.000 0,826 Rp 1.817.200
3 Rp.2.000.000 0,751 Rp 1.502.000
4 Rp 1.300.000 0,683 Rp 887.900
5 Rp 1.300.000 0,621 Rp 807.000
6 Rp 1.300.000 0,564 Rp 773.200 +

Present Value Cash In flow Rp 9.838.100


Present Value Internal Investment Rp 7.200.000 _ _
NPV Rp 2.638.100

3. Metode Tingkat Hasil Pengembalian Internal (Internal Rate and Return)

Internal Rate of return adalah tingkat diskonto (discount rate) yang


menjadikan sama antara present value dari penerimaan cash dan present value dari
nilai investasi. Tingkat diskonto yang menunjukkan NPV sama dengan nol (0).
Perhitungan IRR harus dilakukan secara Trial dan Error yaitu dengan mencari
NPV pada discount rate yang kita sukai.

IRR merupakan tk. Diskonto dari persamaan :

IO = P1 + P2 + …… Pn__
1 2
(1+i) (1+i) (1+i)n

Isti Fadah Page 124


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Atau IO = ∑ Pn__
I (1+i)n

Dimana :

IO : Internal Outlays (nilai Investasi Mula-mula)


Pt : Net Cash Flow (proceed) pada tahun ke-t
i : Tingkat diskonto
n : Lama waktu/periode umur investasi

Rumus IRR = ( IR1 - NPV2 ) IR2 – IR1___


NPV2 – NPV1

Dimana :
IRR : Internal Rate of Return yang akan dicari
IR1 : Internal Rate ( tk. Bunga ) untuk penetapan ke-1
IR2 : Internal Rate ( tk. Bunga ) untuk penetapan ke-2
NPV1: Net Present Value dari hasil IR1
NPV2: Net Present Value dari hasil IR2

Usulan investasi diterima apabila :


IRR > Required Rate of Return atau
IRR > Weighted Cost of capital
Dan sebaliknya usulan investasi ditolak apabila IRR < Cost of Capital

4. Average Rate of Return (ARR)

Isti Fadah Page 125


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

ARR adalah metode penilaian investasi yang berusaha menunjukkan rasio/


perbandingan antara keuntungan netto tahunan terhadap nilai investasi yang
diperlukan untuk memperoleh laba, baik diperhitungkan dengan nilai awal investasi
atau rata-rata investasi
Jadi Averange Rate of Return dapat dihitung dengan :

Keuntungan netto tahunan = Net Income____


Nilai Investasi awal Initial Investment

Atau

Atas dasar rata-rata investasi = Keuntungan Netto Tahunan _


Nilai Investasi_
2
Diterima tidaknya Investasi yang direncanakan berdasarkan ARR adalah
dibandingkan dengan target ARR minimum yang ditetapkan. Masing-masing dengan
dasar nilai investasi awal dan rata-rata investasi. Atau dibandingkan dengan biaya
penggunaan dana (Cost of Fund)
Investasi yang diterima adalah investasi yang menggahasilkan ARR yang lebih
besar Cost of Fund.

Kelebihan dari metode ARR :


Penerapannya mudah karena jumlah investasi/ initial investment serta proyeksi
keuntungan bersih sesudah pajak tidak terlalu sulit diperoleh.

Kelemahan Metode ARR :

Isti Fadah Page 126


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Tidak mempertimbangkan time value of money


2. Menitik beratkan pada perhitungan accounting income bukan pada cash flow dari
investasi yang bersangkutan.
3. ARR dapat dianalisis dengan beberapa cara, sehingga diperlukan standart
perbandingan yang sesuai dengan cara-cara tersebut, dan dimungkinkan dapat
terjadi kesalahan perbandingan.

Perbandingan Antara Teknik NPV dan IRR

Perbedaan pokok antara NPV dan IRR adalah : NPV mengasumsikan bahwa cash
in flow yang diterima diinvestasikan kembali pada tingkat cost of capital/ discount rate
minimum yang digunakan dalam perhitungan berikutnya. Sedangkan IRR
mengasumsikan bahwa cash in flow yang diterima diinvestasikan kembali pada tingkat
discount rate sebesar IRR.
Apabila benar bahwa cash in flow yang diterima tersebut dapat diinvestasikan
kembali pada tk. Discount sebesar IRR, maka teknik IRR akan memberikan hasil yang
sebenarnya, tetapi jika tidak sebaiknya menggunakan teknik NPV.

Capital Rationing
Persoalan capital rationing ini muncul apabila proyek-proyek yang memenuhi
criteria minimum yang ditetapkan lebih banyak dari pada modal yang dimiliki untuk
diinvetasikan. Tujuan capital rationing adalah untuk memilih antara proyek-proyek
tersebut yang akan memaksimumkan kontribusi terbesar bagi perusahaan.
Secara umum hal tersebut dilakukan dengan cara memilih proyek-proyek yang
akan memberikan total net present value tertinggi. Apabila ada suatu investasi
mempunyai sifat Mutually exclusive berarti dilaksakan salah satu saja dari beberapa

Isti Fadah Page 127


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

investasi yang terkait dengan investasi tersebut. Apabila investasi bersifat independen,
berarti investasi-investasi yang terkait dengan investasi tersebut harus dilaksakan
semuanya karena merupakan rangkaian yang berkesinambungan dan saling terkait.

Pendekatan Internal Rate of Return


Pendekatan ini membandingkan IRR dari masing-masing proyek dengan modal
yang sudah dibudgetkan untuk melakukan investasi.

Kelemahan :
Tidak menjamin return maksimum dari modal yang telah diinvestasikan
Pendekatan Net Present Value
Pendekatan ini didasrkan pada present value dan IRR untuk menentukan proyek-
proyek yang akan memaksimumkan return perusahaan.

Proses penghitungan :
1. Menentukan rangking proyek berdasarkan IRR nya
2. Menilai present value masing-masing proyek, kemudian dicari yang memiliki
kombinasi proyek yang present valuenya terbesar

Contoh Soal dan Penyelesaiannya

Ada usulan pembelian mesin baru dengan harga perolehan Rp.130.000.000,-


Umur ekonomis mesin 5 tahun. Estimasi nilai sisa Rp.10 juta. Metode penyusutan yang
digunakan adalah metode garis lurus (straight Line Method). Earning after tax selama
umur ekonomis diestimasi sebagai berikut :

Tahun EAT (Juta Rupiah)

Isti Fadah Page 128


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1 20
2 25
3 26
4 25
5 23

Apabila tingkat keuntungan yang disyaratkan 12%, coba saudara analisis apakah usulan
tersebut layak atau tidak untuk dilaksanakan. Gunakan Metode Payback Period, Net
Present Value (NPV, IRR, ARR, dan Profitability Index!

JAWABAN SOAL 1 :
Harga perolehan : Rp. 130.000.000,00
Nilai Residu : Rp. 10.000.000,00
Periode : 5 th
Tingkat keuntungan : 12 %
Penyusutan : Straight Line Mehtode (Metode Garis Lurus)
: HP-NS
VE
: 130.000.000,00-10.000.000,00
5
: 24.000.000,00

Penyusutan EAT Proceed


24.000.000,00 20.000.000,00 44.000.000,00
24.000.000,00 25.000.000,00 49.000.000,00
24.000.000,00 26.000.000,00 50.000.000,00
24.000.000,00 25.000.000,00 49.000.000,00

Isti Fadah Page 129


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

24.000.000,00 23.000.000,00 47.000.000,00


119.000.000,00 239.000.000,00

Payback Periode
= 130.000.000,00 - (44.000.000,00 + 49.000.000,00 + 37.000.000,00)
= 2 thn 8,88 bln
= 2 tahun 9 bulan < 5 tahun jadi proyek diterima

Average Rate Return (ARR)


= Average EAT x 100 %
Nilai Inv. Awal
= (119.000.000,00/5) x 100 %
130.000.000,00
= 23.800.000,00 x 100 %
130.000.000,00
= 18 % > 12 % jadi proyek diterima

NPV
Proceed PVIF PV
44.000.000,00 0,893 39.292.000,00
49.000.000,00 0,797 39.053.000,00
50.000.000,00 0,712 35.600.000,00
49.000.000,00 0,636 31.164.000,00
47.000.000,00 0,567 26.649.000,00
171.758.000,00
130.000.000,00 -
41.758.000,00

Isti Fadah Page 130


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

NPV = 41.758.000,00 > 0 atau bernilai + (positif) jadi proyek diterima

Profitability Indeks (PI) = PV dari Proceed


Investasi Awal
= 171.758.000,00
130.000.000,00
= 1.32 > 1 jadi proyek diterima

Internal Rate Return (IRR)


Kita coba prosentasenya 30 %
Proceed PVIF PV
44.000.000,00 0,769 33.836.000,00
49.000.000,00 0,592 29.008.000,00
50.000.000,00 0,455 22.750.000,00
49.000.000,00 0,350 17.150.000,00
47.000.000,00 0,269 12.643.000,00
115.387.000,00
130.000.000,00 -
-14.613.000,00

NPV
12 % 41.758.000
30 % -14.613.000

Isti Fadah Page 131


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

IRR = 12 % + ( 41.758.000,00 x 18 %)
56.371.000,00
= 25 % > dari 12 % jadi proyek diterima

Atau,
IRR =30 % + ( 14.613.000,00 x 18 %)
56.371.000,00
= 25 %

Kesimpulan :
1.Anggaran Modal (Capital Budgeting) adalah rencana belanja perusahaan untuk
pembelian aktiva tetap. Sedangkan Capital Budgeting adalah keseluruhan proses
analisis proyek-proyek yang pengembalianya diharapkan akan berlanjut lebih dari satu
tahun dan menentukan proyek mana yang akan dimasukkan dalam anggaran modal.
2. Ada Beberapa cara atau metode yang digunakan untuk evaluasi proyek atau untuk
minilai rencana suatu investasi. Metode-metode tersebut antara lain:
1. Metode Pemulihan (Payback Method)
2. Net Present Value (Metode Nilai Bersih Sekarang)
3. Metode Tingkat Hasil Pengembalian Internal (Internal Rate and Return)
4. Average Rate of Return
3.Payback Method (Metode Pemulihan) Metode pemulihan adalah jumlah tahun yang
dibutuhkan perusahaan untuk mendapatkan kembali Investasi awalnya dari arus kas
netto yang diterimanya.
4.Net Present Value (Metode Nilai Bersih Sekarang) adalah dengan cara mencari nilai
sekarang arus kas netto yang diharapkan dari suatu investasi, kemudian didiskontokan
pada tingkat biaya modal dan dikurangi biaya awal proyek.

Isti Fadah Page 132


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Rumusnya : NPV = Present Cash Inflow – Present Value


Investasi
5. ARR adalah metode penilaian investasi yang berusaha menunjukkan rasio/
perbandingan antara keuntungan netto tahunan terhadap nilai investasi yang diperlukan
untuk memperoleh laba, baik diperhitungkan dengan nilai awal investasi atau rata-rata
investasi.
6.Internal Rate of return adalah tingkat diskonto (discount rate) yang menjadikan sama
antara present value dari penerimaan kas dan present value dari nilai investasi. Tingkat
diskonto yang menunjukkan NPV sama dengan nol (0).

Umpan Balik
1. Apa manfaat capital budgeting bagi perusahaan?
2. Mengapa investasi pentng bagi perusahaan?
3. Mengapa konsep time value of money penting dalam capital budgeting?
4. Ada usulan investasi untuk membeli Mesin baru seharga Rp 500 juta, umur ekonomis 6
tahun. Nilai sisa 10 %. Estimasi earning after tax selama berturut turut selama 6 th
adalah sbb 100 juta, 90 juta, 85 juta, 80 juta, 70 juta, dan 75 juta. Biaya modal 15 %
Coba saudara analisis kelayakan usulan investasi dengan menggunakan kriteria :
1. Metode Pemulihan (Payback Method)
2. Net Present Value (Metode Nilai Bersih Sekarang)
3. Metode Tingkat Hasil Pengembalian Internal (Internal Rate and Return)
4. Average Rate of Return
5. Ada usulan investasi untuk membeli Mesin baru seharga Rp 800 juta, umur ekonomis 6
tahun. Nilai sisa 15 %. Estimasi earning after tax selama berturut turut selama 6 th
adalah sbb 150 juta, 190 juta, 185 juta, 180 juta, 170 juta, dan 175 juta. Biaya modal 17
% Coba saudara analisis kelayakan usulan investasi dengan menggunakan kriteria :
1. Metode Pemulihan (Payback Method)

Isti Fadah Page 133


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

2. Net Present Value (Metode Nilai Bersih Sekarang)


3. Metode Tingkat Hasil Pengembalian Internal (Internal Rate and
Return)
4. Average Rate of Return

Isti Fadah Page 134


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB XI
STRUKTUR MODAL DAN
KEBIJAKAN DIVIDEN

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan

Kompetensi Dasar
1.Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan pengertian struktur modal
2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan beberapa teori struktur modal yang
meliputi teori MM tanpa pajak, teori MM dengan pajak, serta teori Trade Off
3. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan kebijakan dividen
4. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan beberapa teori dividen
5. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor penentu dividen.
6. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mengaplikasikan stock split dan stock dividend

Struktur modal merupakan bauran pendanaan atau bauran sumber dana yang digunakan
oleh perusahaan yang meliputi hutang, saham preferen, serta saham biasa untuk
perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas.

Isti Fadah Page 135


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Model Modigliani-Miller (Mm) Tanpa Pajak


a. Salah satu pertanyaan yang sering membingungkan manajer keuangan
adalah hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan. Berapa modal
asing dan berapa modal sendiri yang harus digunakan? Baru pada tahun
1958, 2 ahli manajemen keuangan Franco Modigliani dan Merton Miller
menggajukan suatu teori ilmiah tentang struktur modal perusahaan.
Menurut teori MM tanpa pajak struktur modal atau penggunaan hutang
tidak berpengaruh pada nilai perusahaan.
b. Asumsi-asumsi MM-Tanpa pajak :
(1) Risiko bisnis perusahaan diukur dengan σ EBIT (deviasi Standard Earning Before
Interest and Tax).
(2) Investor memiliki pengharapan yang sama tentang EBIT perusahaan di masa
mendatang.
(3) Saham dan obligasi diperjual belikan di suatu pasar modal yang sempurna.
(4) Hutang adalah tanpa risiko sehingga suku bunga pada hutang adalah suku bunga
bebas risiko.
(5) Seluruh aliran kas adalah perpetuitas (sama jumlahnya setiap periode hingga
waktu tak terhingga). Dengan kata lain, pertumbuhan perusahaan adalah nol atau
EBIT selalu sama. Tidak ada pajak perusahaan maupun pajak pribadi.
2. MODEL MODIGLIANI-MILLER (MM) DENGAN PAJAK
Tahun 1963, MM menerbitkan artikel sebagai lanjutan teori MM tahun 1958. asumsi
yang diubah adalah adanya pajak terhadap penghasilan perusahaan (corporate income
taxes). Dengan adanya pajak ini, MM menyimpulkan bahwa penggunaan hutang
(leverage) akan meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga hutang adalah
biaya yang mengurangi pembayaran pajak ( a tax – deductable expense).
3. MODEL MILLER
Tahun 1976, Miller menyajikan suatu teori struktur modal yang juga meliputi pajak
untuk penghasilan pribadi. Pajak ini adalah :

Isti Fadah Page 136


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

(1) Pajak penghasilan dari saham.


(2) Pajak penghasilan dari obligasi.
4. FINANCIAL DISTRESS DAN AGENCY COSTS
Financial Distress adalah kondisi dimana perusahaan mengalami kesulitan keuangan
dan terancam bangkrut. Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, maka akan timbul
biaya kebangkrutan (Bankruptcy Cost) yang disebabkan oleh : keterpaksaan menjual
aktiva dibawah harga pasar, biaya likuidasi perusahaan, rusaknya aktiva tetap dimakan
waktu sebelum terjual, dsb. Bankcruptcy Cost ini termasuk “Direct cost of financial
distress”. Selain itu, ancaman akan terjadinya financial distress juga merupakan biaya
karena manajemen cenderung menghabiskan waktu untuk menghindari kebangkrutan
dari pada membuat keputusan perusahan yang baik. Ini termasuk “Inderect cost of
financial distress”.
Pada umumnya kemungkinan terjadinya financial distress semakin meningkat dengan
meningkatnya penggunaan hutang. Logikanya adalah semakin besar penggunaan
hutang, semakin besar pula beban biaya bunga, semakin besar probabilitas bahwa
penurunan penghasilan akan menyebabkan financial distress.
Agency Cost atau biaya keagenan adalah biaya yang timbul karena perusahaan
menggunakan hutang dan melibatkan hubungan antara pemilik perusahaan dan
kreditor atau disebut juga (agency problem).jika perusahaan menggunakan hutang, ada
kemungkinan pemilik perusahaan melakukan tindakan yang merugikan kreditor.
Karena menerima keuntungan yang tetap (bunga hutang) berapapun keuntungan
perusahaan. Ini tidak sesuai dengan konsep “jika risiko bertambah, keuntungan juga
harus bertambah”. Untuk menghindari kerugian semacam ini, kreditor melindungi diri
dengan perjanjian-perjanjian pada saat penandatanganan pemberian kredit (covenant).
Covenant ini mengurangi kebebasan perusahaan dalam membuat keputusan. Selain itu
perusahaan harus dimonitor untuk menjamin bahwa covenant ditaati. Biaya untuk
monitor ini dibebankan pada perusahaan dalam bentuk bunga hutang yang lebih
tinggi. Jadi agency costs terdiri dari :

Isti Fadah Page 137


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

(1) Biaya kehilangan kebebasan atau efisien, dan


(2) Biaya untuk memonitor perusahaan.
5. Model Trade-Off
Jika kita memasukkan pertimbangan financial distress dan agency cost kedalam
model MM-dengan pajak, kita akan peroleh model struktur modal berikut ini :
 PV biaya financial   PV biaya 
VL = VU + T.D   
 distress yang diharapkan   keagenan 
Semakin besar penggunanaan hutang (D), semakin besar keuntungan dari penggunaan
hutang (leverage gain atau T.D), tapi PV biaya financial distress dan PV agency costs
juga meningkat, bahkan lebih besar. Kesimpulannya adalah : penggunaan hutang akan
meningkatkan nilai perusahaan tapi hanya sampai titik tertentu. Setelah titik tersebut,
penggunaan hutang justru akan menurunkan nilai perusahaan karena kenaikan biaya
financial distress dan agency problem. Titik balik tersebut disebut struktur modal yang
optimal, menunjukkan jumlah hutang perusahaan yang optimal.
Model ini disebut model “trade-off” karena struktur modal yang optimal dapat
ditemukan dengan menyeimbangkan keuntungan penggunaan hutang (tax shield
benefits of leverage) dengan biaya financial distress dan agency problem.
Model “trade-off” tidak dapat menentukan secara tepat struktur modal yang optimal
karena sulit untuk menentukan secara tepat PV biaya financial distress dan PV agency
costs. Namun demikian model ini memberikan 3 masukan penting :
(1) Perusahaan yang memiliki aktiva yang tinggi variabilitas keuntungannya akan
memiliki probabilitas financial distress yang besar. Perusahaan semacam ini akan
menggunakan sedikit hutang.
(2) Aktiva tetap yang khas (tidak umum), aktiva yang tidak nampak (intangible
assets) dan kesempatan bertumbuh akan kehilangan banyak nilai jika terjadi
financial distress. Perusahaan yang menggunankan aktiva semacam ini seharusnya
menggunakan sedikit hutang.

Isti Fadah Page 138


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

(3) Perusahaan yang membayar pajak yang tinggi (dikenai tingkat pajak yang besar)
sebaiknya lebih banyak menggunakan hutang dibandingkan perusahaan yang
membayar pajak yang rendah.
6. Teori Informasi Tidak Simetris (Asymmetric Information Theory)
Asymmetric information adalah kondisi dimana suatu pihak memiliki informasi yang
lebih banyak dari pihak lain. Karena manajemen perusahaan tahu lebih banyak
tentang perusahaan dibanding investor di pasar modal. Jika manajemen perusahaan
ingin memaksimalkan nilai untuk pemegang saham saat ini, maka ada kecenderungan
bahwa : 1) jika perusahaan memiliki prospek yang cerah, manajemen tidak akan
menerbitkan saham baru tapi menggunakan laba ditahan (supaya prospek cerah
tersebut dapat dinikmati stockholder), dan 2) jika prospek kurang baik, manajemen
menerbitkan saham baru untuk memperoleh dana.
Karena adanya asymetric information, maka disimpulkan bahwa perusahaan lebih
senang menggunakan dana dengan urutan : 1) laba ditahan dan dana dari depresiasi, 2)
hutang, dan 3) penjualan saham baru.
7. Biaya Komponen Pembiayaan
Biaya hutang didefinisikan sebagai hasil kali dari hasil yang dibutuhkan pada saat
jatuh tempo, yaitu atas tambahan hutang modal. Biaya saham preferen tanpa tanggal
jatuh tempo adalah hasil yang dibutuhkan. Angka ini merupakan hasil bagi dari
dividen saham preferen yang diharapkan dengan harga saham preferen itu.
Biaya saham biasa adalah pengembalian yang dibutuhkan untuk menjaga agar harga
saham biasa turun dari harga saat ini. Biaya saham biasa ini bisa dihitung dengan
menggunakan sekurang-kurangnya dengan 4 macam cara yaitu :
(1) Penggunaan Security Market Line, yaitu suku bunga besar risiko ditambah produk
premi risiko pasar ditambah beta perusahaan tersebut.
(2) Biaya hutang jangka panjang perusahaan ditambah premi risiko modal perusahaan.
(3) Mempertimbangkan pengembalian yang dibutuhkan oleh investor dari perusahaan
dan juga dari perusahaan lain yang sejenis selama satu periode tertentu.

Isti Fadah Page 139


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

(4) Model penilaian dividen yang luas digunakan meliputi hasil dividen yang
diharapkan ditambah pertumbuhan dividen yang diharapkan.
Pembiayaan internal umumnya dianggap lebih murah dibandingkan dengan
pembiayaan eksternal. Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa hal ini
disebabkan oleh tidak adanya biaya penerbitan surat berharga (flotation cost),
pendapat lain menyatakan, bahwa adanya biaya penerbitan dalam membiayai investasi
proyek baru. Tarif pajak efektif, baik untuk pajak perorangan maupun pajak atas
dividen dan keuntungan modal, juga dapat dianggap sebagai sebab dari lebih
rendahnya biaya pembiayaan internal.
Naiknya risiko leverage akan menaikkan probabilitas kepailitan dan dengan demikian
meningkatkan risiko hutang dan modal. Jika biaya kepailitan cukup besar, maka
dengan naiknya leverage, nilai perusahaan akan naik, mencapai puncaknya dan
kemudian turun.
Langkah pertama dalam menghitung biaya modal tertimbang (WACC) adalah
menentukan biaya dari masing-masing komponen modal. Langkah berikutnya adalah
menetapkan timbangan yang akan digunakan dalam proses mencari rata-rata biaya
tersebut. Pertanyaan pokok dalam menghitung proporsi timbangan dari masing-
masing komponen biaya modal itu adalah nilai mana yang digunakan, nilai historis,
nilai buku, atau nilai pasar. Biaya pembiayaan harus mencerminkan biaya kesempatan
pada saat ini sehingga penggunaan biaya historis adalah tidak relevan. Dengan adanya
timbangan atau proporsi dari tiap sumber pembiayaan ini, maka target struktur modal
harus digunakan. Akan tetapi, nilai pasar saat ini mungkin tidak menggambarkan
target nilai ekuilibrium. Jadi kita tidak perlu menerapkan nilai pasar yang akan kita
dapatkan pada waktu tertentu. Yang tepat adalah kita harus menggunakan proporsi
atau ukuran itu untuk mencerminkan kapasitas hutang dari perusahaan yang dapat
digunakan dalam merumuskan terget rasio leverage.

Isti Fadah Page 140


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Skedul biaya modal marjinal (marginal cost of capital = MCC) didefinisikan sebagai
biaya dari dana tambahan yang diperoleh pada suatu periode tertentu, mempunyai dua
hal yang menarik yaitu :
(1) Pembiayaan perusahaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat
meminimalkan rencana MCC. Karena itu perusahaan harus menghitung MCC-nya.
(2) MCC adalah tarif yang harus digunakan dalam proses penganggaran modal.
Perusahaan dapat melaksanakan proyek baru yang membutuhkan modal tambahan,
hanya jika nilai sekarang bersih dari proyek itu positif, dihitung pada tingkat MCC
perusahaan.
Kebijakan Dividen
Macam-macam dividen
Dividen dilihat dari alat pembayarannya dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
1. Dividen tunai (Cash Dividend)
Dividen tunai merupakan dividen yang dibagikan dalam bentuk uang tunai. Tujuan dari
pemberian dividen dalam bentuk tunai adalah untuk memacu kinerja saham dibursa efek,
yang juga merupakan return kepada para pemegang saham. Dividen tunai merupakan
bentuk pembayaran yang paling banyak diharapkan oleh investor. Untuk membayarkan
dividen dalam bentuk tunai di perlukan likuiditas.
2. Dividen saham (Stock Dividend)
Dividen saham merupakan dividen yang dibagikan dalam bentuk saham, dengan
dibagikannya dividen dalam bentuk saham maka akan meningkatkan likuiditas
perdagangan di bursa efek. Kemungkinan perusahaan ingin menurunkan nilai sahamnya
dan dengan cara memperluas pemilikan dan posisi likuiditas perusahaan yang tidak
memungkinkan membagikan dividen dalam bentuk tunai.
3. Sertifikat dividen (Script Dividend)
Sertifikat dividen merupakan dividen yang dibayarkan dengan sertifikat atau surat promes
yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menyatakan bahwa suatu waktu sertifikat itu
dapat ditukarkan dalam bentuk uang. Jadi kalau perusahaan ingin membagikan dividen

Isti Fadah Page 141


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

dalam bentuk tunai akan tetapi sementara itu perusahaan sedang mengalami kesulitan
likuiditas, maka sebagai gantinya perusahaan mengeluarkan sertifikat. Dalam Ang (1997),
berdasarkan atas hubungan dengan tahun buku, dividen dapat dibagi atas dua jenis yaitu :
a. Dividen Interim
Merupakan dividen yang dibayarkan oleh perseroan antara satu tahun buku dengan
tahun buku berikutnya. Dividen interim ini dapat dibayarkan beberapa kali dalam
setahun dengan tujuan salah satunya yaitu untuk memacu kinerja kerja saham
perseroan di bursa.
b. Dividen Final
Dividen final merupakan dividen hasil pertimbangan setelah penutupan buku perseroan
sebelumnya dan dibayarkan pada tahun buku berikutnya. Dividen final ini juga
memperhitungkan dan mempertimbangkan hubungannya dengan dividen interim yang
telah dibayarkan untuk tahun buku tersebut.

Prosedur standar pembayaran dividen


Dalam pembayaran dividen terdapat beberapa tahapan atau prosedur yaitu sebagai
berikut:
a. Declarasion Date
Declarasion date adalah tanggal keputusan untuk membagikan dividen pada RUPS, atau
tanggal pada saat direksi perusahaan mengumumkan rencana pembayaran dividen.
b. Date of record
Date of record merupakan tanggal keputusan bahwa para pemegang saham pada tanggal
tertentu dinyatakan berhak untuk menerima dividen, atau hari terakhir untuk
mendaftarkan diri sebagai pemegang saham agar berhak menerima dividen yang akan
dibagikan perusahaan.
c. Ex-dividend

Isti Fadah Page 142


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Ex-dividend adalah tanggal pada saat mana hak atas dividen periode berjalan dilepaskan
dari sahamnya yaitu lima hari sebelum date of record. Pada tanggal ini atau sesudahnya
pembeli tidak berhak untuk memperoleh dividen yang akan dibagikan.
d. Payment date
Payment date merupakan tanggal kapan dividen tersebut akan dibayarkan, dan bagaimana
cara pembayaranya.

Makna Kebijakan Dividen


Kebijakan dividen merupakan bagian yang menyatu dengan keputusan pendanaan
perusahaan. Rasio pembayaran dividen menentukan jumlah laba yang ditahan sebagai
sumber pendanaan. Semakin besar laba ditahan semakin sedikit jumlah laba yang
dialokasikan untuk pembayaran dividen. Alokasi penentuan laba sebagai laba ditahan dan
pembayaran dividen merupakan aspek utama dalam kebijakan dividen (Wachowicz
1997). Kebijakan dividen merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan
pendanaan perusahaan. Secara definisi, kebijakan dividen adalah keputusan apakah laba
yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam
bentuk dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di
masa yang akan datang.
Pengertian dividen menurut William (1938) dalam Cooper (1997) adalah reward untuk
shareholder atas suply capital pada perusahaan. Tanpa pembayaran dividen, saham
tidak akan bernilai, hanya janji dividen di masa yang akan datang yang memberikan nilai
kepada saham, menurut pendapat yang konvensional : fluktuasi saham disebabkan oleh
perubahan ekspektasi investor tentang nilai dividen di masa mendatang.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Menurut Brigham & Houston ( 2001) Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya dividen
yang dibagikan oleh perusahaan dapat dikelompokkan menjadi empat katagori
besar, yaitu :

Isti Fadah Page 143


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Kendala-Kendala Atas Pembagian Dividen


Aspek-aspek yang merupakan kendala atau yang membatasi pembagian dividen
adalah antara lain : kontrak hutang, pembatasan saham preferen, ketidakcukupan
laba, ketersediaan kas serta denda pajak atas penahanan laba yang tidak wajar.
2. Peluang Investasi
Peluang investasi dalam hal ini pertama berhubungan dengan kemampuan untuk
mempercepat atau menangguhkan proyek akan memungkinkan perusahaan untuk
lebih konsisten dengan kebijaksanaan dividen stabil. Yang kedua adalah letak dari
daftar IOS, apabila daftar IOS lebih mengarah ke kanan, maka cenderung
menghasilkan target pembayaran dividen yang rendah.
3. Ketersediaan dan Biaya dari Sumber Modal Alternatif
Ada tiga variabel yang mempengaruhi kebijaksanaan dividen berkaitan dengan
ketersediaan dan Biaya dari Sumber Modal Alternatif, yaitu (a) besarnya biaya
penjualan saham baru, (2) kemampuan untuk mensubstitusi ekuitas dengan hutang
serta (c) Pengendalian .
4. Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Ks
Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Ks dapat dilihat dari empat faktor yang
meliputi : (1) keinginan pemegang saham untuk mendapatkan penghasilan sekarang
dibanding penghasilan dimasa yang akan datang, (2) tingkat risiko dari dividen
dibandingkan, (3) manfaat pajak dari capital gain dibanding dividen, dan (4) informasi
atau isyarat yang terkandung dalam dividen.

Menurut Miller & Modigliani (1961) dalam Cooper (1997) Ada dua pendekatan
untuk menjelaskan keputusan dividen. Pertama, dimulai dari hasil teoritis bahwa dalam
kondisi persaingan sempurna manajer dan pemegang saham seharusnya indifferent
terhadap size dari pengumuman dividen saat ini. Kedua, dimulai dari hasil kajian empiris
bahwa direktur memiliki keengganan untuk menurunkan dividen (lebih menyukai dividen
yang stabil) . Kesimpulannya kenaikan dividen seharusnya hanya dilakukan jika
manajer yakin level dividen yang baru tersebut dapat dipertahankan. Perilaku ini

Isti Fadah Page 144


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

mempengaruhi kemampuan memprediksi dividen saat ini berdasarkan pengetahuan


mengenai earning saat ini dan dividen yang lalu (Lintner:1956 dalam Cooper: 1997).
Pembayaran dividen berguna untuk meminimumkan cost dari masalah keagenan
antara manajer dan pemegang saham yang telah melakukan keputusan secara
berlebihanpada proyek dengan NPV = 0 atau negatif. Walaupun demikian perlu diingat
kembali bahwa pembayaran dividen merupakan manifestasi dari masalah keagenan
antara pemegang obligasi dan saham. Sehingga pembayaran dividen bisa saja tidak
dapat dilakukan karena adanya pembatasan dari covenant obligasi.
Kebijakan pembagian dividen selain untuk mengatasi masalah keagenan juga
tergantung dari beberapa faktor, yaitu :
1. kondisi industri dimana perusahaan beroperasi , ukuran perusahaan, padat
modal atau tidaknya proses produksi perusahaan, free cash flow yang dihasilkan,
ketersediaan peluang proyek dengan NPV positif.
2. Jumlah pemegang saham, tersebar atau tidaknya kepemilikan saham, aktif atau
tidaknya pemegang saham, keinginan dan kemampuan pemegang saham
mayoritas di dalam mengawasi manajemen perusahaan.
Manajer yang mengikuti kebijakan pembayaran dividen sesuai dengan kepentingan yang
paling baik dari investor akan diberikan konpensasi dengan kenaikan harga saham dan
promosi, sedangkan tindakan yang sebaliknya akan menyebabkan penurunan harga
saham dan pemberhentian manajer dari perusahaannya (Meginson, 1997 dalam Cynthia
2003)
Penjelasan terperinci mengenai dampak kedua variabel di atas terhadap pembayaran
dividen dapat dilihat pada tabel berikut.

Isti Fadah Page 145


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Peningkatan Dalam Variabel Perusahaan Dampak Terhadap Pembayaran Dividen


Pertumbuhan Aset Menurun
Peluang Investasi Dengan NPV Positif Menurun
Kepadatan Modal dan Produksi Meningkat
Perusahaan
Free cash flow yang dihasilkan Meningkat
Jumlah pemegang saham individu Meningkat
Kuatnya koalisi dari pemegang saham Menurun
Ukuran dari pemilik saham mayoritas Menurun
terbesar

Peningkatan Dari Variabel Makro Dampak Terhadap Pembayaran Dividen

Biaya transaksi dan perdagangan Meningkat


sekuritas
Pajak perorangan dari pendapatan dividen Menurun

Pajak perorangan dari pendapatan capital Meningkat


gain
Kekuatan investor institusional pada Menurun
corporate governance
Pentingnya pasar modal secara relatif Meningkat
dibandingkan intermediate financing
Jumlah transparasi informasi perusahaan Menurun

Ukuran dari pemilik saham mayoritas Menurun


terbesar
Sumber : Cynthia 2003

1. BEBERAPA TEORI KEBIJAKAN DIVIDEN


Manajemen mempunyai 2 alternatif perlakuan terhadap penghasilan bersih sesudah
pajak (EAT) perusahaan : 1) dibagi kepada para pemegang saham perusahaan dalam
bentuk dividen, dan 2) diinvestasikan kembali ke perusahaan sebagai laba ditahan
(retained earning). Pada umumnya sebagian EAT (Earning After Tax) dibagi dalam
bentuk dividen dan sebagian lagi diinvestasikan kembali. Artinnya, manajemen harus
membuat keputusan tentang dividen ini disebut kebijakan dividen (dividend policy).

Isti Fadah Page 146


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Dividen yang dibagi


DPR =
EAT

Persentase laba ditahan dari EAT adalah (1-DPR).


Ada 3 masalah utama yang akan dijelaskan adalah : 1) Berapa besar DPR dari
waktu ke waktu, secara rata-rata, 2) Haruskah DPR bertumbuh secara relatif stabil
atau bervariasi menurut arus kas dan kebutuhan dana perusahaan, 3) Berapa besar
DPR yang harus ditetapkan saat ini.
Apakah kebijakan dividen adalah suatu hal yang penting dalam artian
mempengaruhi nilai perusahaan, apa berbagai pendapat atau teori tentang
kebijakan dividen antara lain : a) Teori “Dividen Tidak Relevan” dari Modigliani
dan Miller, b) Teori “The Bird-in-the-Hand”, c) Toeri Perbedaan Pajak, d) Teori
“Signaling Hypothesis”, dan e) Teori “Clientele Effect”.
a). “Dividen tidak relevan” Dari MM
Menurut Modigliani dan Miller (MM), nilai suatu perusahaan tidak ditentukan
oleh besar kecilnya DPR, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak (EBIT)
dan kelas risiko perusahaan. Jadi menurut MM, dividen adalah tidak relevan.
Pernyataan MM ini didasarkan pada beberapa asuransi penting yang “lemah”
seperti :
a). Pasar modal sempurna dimana semua investor adalah rasional.
b). Tidak ada biaua emisi saham baru jika perusahaan menerbitkan saham baru.
c). Tidak ada pajak.
d). Kebijakan investasi perusahaan tidak berubah.
Pada praktiknya : 1) pasar modal yang sempurna sulit ditemui, 2) biaya emisi
saham baru pasti ada, 3) pajak pasti ada, 4) kebijakan investasi perusahaan tidak
mungkin tidak berubah.
b). Teori “The bird in the hand”

Isti Fadah Page 147


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Gordon dan Lintner menyatakan bahwa biaya modal sendiri perusahaan akan naik jika
DPR rendah karena investor lebih suka menerima dividen daripada capital gain.
Menurut mereka, investor memandang dividend yield lebih pasti dari pada capital
gain yield.
c). Teori perbedaaan pajak
Teori yang diajukan oleh Litzenberger dan Ramaswamy menyatakan bahwa karena
adanya pajak terhadap keuntungan dividen dan capital gain, para investor lebih
menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran pajak. Oleh karena itu
investor mensyaratkan suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang
memberikan dividend yield tinggi, capital gain yield rendah daripada saham dengan
dividend yield rendah, capital gain tinggi.
d). Teori “signaling hypothesis”
Ada bukti empiris bahwa jika ada kenaikan dividen, sering diikuti dengan kenaikan
harga saham. Sebaliknya penurunan dividen pada umumnya menyebabkan harga
saham turun.fenomena ini dapat dianggap sebagai bukti bahwa para investor lebih
menyukai dividen daripada capital gains. Tapi MM berpendapat bahwa suatu kenaikan
dividen yang diatas biasanya merupakan suatu “sinyal” kepada para investor bahwa
manajemen perusahaan meramalkan suatu penghasilan yang baik di masa mendatang.
e). Teori “clientele effect”
Teori ini menyatakan bahwa kelompok pemegang saham yang berbeda akan
memiliki preferensi yang berbeda terhadap kebijakan dividen perusahaan.
Kelompok pemegang saham yang membutuhkan penghasilan pada saat ini lebih
menyukai suatu dividend payout ratio yang tinggi. Sebaliknya kelompok
pemegang saham yang tidak begitu membutuhkan uang saat ini lebih senang jika
perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.
Jika ada perbedaan pajak bagi individu maka kelompok pemegang saham yang
dikenai pajak tinggi lebih menyukai capital gains karena dapat menunda
pembayaran pajak.

Isti Fadah Page 148


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Bukti empiris menunjukkan bahwa “clientele” ini ada. Tapi menurut MM hal ini
tidak menunjukkan bahwa dividen besar lebih baik dari dividen kecil, demikian
sebaliknya efek “clientele” ini hanya mengatakan bahwa bagi sekelompok
pemegang saham, kebijakan dividen tertentu lebih menguntungkan mereka.

2. KEBIJAKAN DIVIDEN DALAM PRAKTIK


Pada praktiknya perusahaan cenderung memberikan dividen dengan jumlah yang relatif
stabil atau meningkat secara teratur. Kebijakan ini kemungkinan besar di sebabkan oleh
asumsi bahwa : 1) investor melihat kenaikan dividen sebagai suatu tanda baik bahwa
perusahaan memiliki prospek cerah. Hal ini membuat perusahaan lebih senang mengambil
jalan aman yaitu tidak menurunkan pembayaran dividen, dan 2) investor cenderung lebih
menyukai dividen yang tidak berfluktuasi. Pada umumnya perusahaan akan menaikkan
dividen hingga suatu tingkatan dimana mereka yakin dapat mempertahankan di masa
mendatang. Pada praktiknya ada juga perusahaan yang menggunakan model “residual
dividend” dimana ditentukan dengan cara : 1) mempertimbangkan kesempatan investasi
perusahaan, 2) mempertimbangkan target struktur modal perusahaan untuk menentukan
besarnya modal sendiri yang dibutuhkan untuk investasi, 3) untuk memanfaatkan laba
ditahan untuk memenuhi kebutuhan akan modal sendiri tersebut semaksimal mungkin
dan, 4) membayar dividen hanya jika ada sisa laba. Model “residual dividend”
menyebabkan dividen bervariasi jika kesempatan investasi perusahaan juga bervariasi
(fluktuasi).

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen


1. Undang-undang, undang-undang menentukan bahwa dividen harus dibayar dari
laba, baik laba tahun berjalan maupun laba tahun lalu yang ada dalam pos “laba
ditahan”(retairned earnings) dalam neraca.

Isti Fadah Page 149


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

2. Posisi likuiditas, meskipun suatu perusahaan mempunyai catatan mengenai laba,


perusahaan mungkin tidak dapt membayar dividen kas karena posisi likuiditasnya,
biasanya perusahaan mempunyai kebutuhan dana yang sangat mendesak sehingga
perusahaan dapat memutuskan untuk tidak membayar dividen.
3. Kebutuhan untuk melunaskan hutang, apabila perusahaan mengambil hutang
untuk membiayai ekspansi atau mengganti jenis pembiayaan yang lain, perusahaan
tersebut menghadapi 2 pilihan. Perusahaan dapat membayar hutang itu pada saat
jatuh tempo dan menggantikannya dengan jenis surat berharga lain, atau
perusahaan dapat memutuskan untuk melunaskan hutang tersebut. Jika
keputusannya adalah membayar hutang tersebut, maka ini biasanya memerlukan
penyimpanan laba.
4. Larangan dalam perjanjian hutang, pada umumnya perjanjian hutang antara
perusahaan dengan kreditor membatasi pembayaran dividen. Misalnya, dividen
hanya dapat diberikan jika kewajiban hutang telah dipenuhi perusahaan dan atau
rasio-rasio keuangan menunjukkan perusahaan dalam kondisi sehat.
5. Tingkat ekspansi aktiva, semakin cepat suatu perusahaan berkembang, semakin
besar kebutuhannya untuk membiayai ekspansi aktivanya. Kalau kebutuhan dana
di masa depan semakin besar, perusahaan akan cenderung untuk menahan laba
dari pada membayarkannya.
6. Tingkat laba, tingkat hasil pengembalian atas aktiva yang diharapkan akan
menentukan pilihan relatif untuk membayar laba tersebut dalam bentuk dividen
pada pemegang saham atau menggunakan di perusahaan tersebut.
7. Stabilitas laba, suatu perusahaan yang mempunyai laba stabil sering kali dapat
memperkirakan berapa besar laba di masa yang akan datang. Perusahaan seperti
ini biasanya cenderung membayarkan laba dengan prosentase yang lebih tinggi
daripada perusahaan yang labanya berfluktuasi.
8. Peluang ke pasar modal, suatu perusahaan besar dan telah berjalan baik, dan
mempunyai catatan profitabilitas dan stabilitas laba akan mempunyai peluang

Isti Fadah Page 150


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

besar untuk masuk ke pasar modal dan bentuk-bentuk pembiayaan eksternal


lainnya.
9. Kendali (control), jika manajemen ingin mempertahankan kontrol terhadap
perusahaan, ia cenderung untuk segan menjual saham baru sehingga lebih suka
menahan laba guna memenuhi kebutuhan dana baru. Akibatnya dividen yang
dibayar menjadi kecil. Faktor ini menjadi penting pada perusahaan yang relatif
kecil.
10. Posisi pemegang saham sebagai pembayar pajak, posisi pemilik perusahaan
sebagai pembayar pajak sangat mempengaruhi keinginanya untuk memperoleh
dividen. Suatu perusahan yang dipegang hanya oleh beberapa pembayar pajak
dalam golongan berpendapatan tinggi, cenderung untuk membayar dividen yang
rendah. Pemilik memilih untuk mengambil pendapatan mereka dalam bentuk
peningkatan modal daripada dividen, karena dividen akan terkena pajak
penghasilan pribadi yang lebih tinggi. Akan tetapi, pemegang saham dari
perusahaan yang dimiliki oleh orang banyak akan memilih pembayaran dividen
yang tinggi.
11. Pajak atas laba yang diakumulasikan secara salah, untuk mencegah pemegang
saham hanya menggunakan perusahaan sebagai suatu “perusahaan penyimpan
uang (incorporated pocket book) yang dapat digunakan untuk menghindari tarif
pajak penghasilan pribadi yang tinggi, peraturan perpajakan perusahaan
menentukan suatu pajak tambahan khusus terhadap penghasilan yang
diakumulasikan secara tidak benar.
3. Stock Repurchase, Stock Dividend Dan Stock Split
a). Stock Repurchase
Sebagai alternatif terhadap pemberian dividen berupa uang tunai, perusahaan dapat
mendistribusikan pendapatan kepada pemegang saham dengan cara membeli kembali
saham perusahaan (stock repurchase).

Isti Fadah Page 151


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Jika harus memilih antara stock repurchase dan pembayaran dividen tunai, pada pasar
yang sempurna (dimana tidak ada pajak, biaya komisi untuk jual-beli saham dan efek
sinyal dari pemberian dividen), investor akan indifferent terhadap ke-2 pilihan. Pada pasar
yang tidak sempurna, investor mungkin akan memiliki preferensi terhadap salah satu dari
ke-2 alternatif tersebut.
Ada 3 metode yang dapat digunakan untuk membeli kembali saham :
(1) Saham dapat dibeli pada pasar terbuka. Disini perusahan membeli sahamnya
sendiri melalui pialang saham. Pendekatan ini dapat menyebabkan kenaikan harga
saham yang dibeli dan ada biaya komisi.
(2) Perusahaan membuat penawaran formal untuk membeli saham perusahaan dalam
jumlah tertentu dan harga yang telah ditetapkan. Pendekatan ini disebut “tender
offer”. Biasanya harga beli di tetapkan di atas harga pasar guna menarik investor
untuk melepas sahamnya.
(3) Perusahaan membeli sejumlah sahamnya kembali dari satu atau beberapa
pemegang saham besar (major stockholder). Pendekatan ini disebut “negotiated
basic”.
b). Stock Split dan Stock Dividen.
Bagian yang integral dari kebijakan dividen adalah penggunaan “stock dividend” dan
“stock split”. Stock split adalah tindakan perusahaan memecah saham yang beredar
menjadi bagian yang lebih kecil.
Bagi pemegang saham, stock split tidak membuat mereka bertambah kaya karena
kenaikan jumlah saham diimbangi dengan penurunan nilai nominal atau harga saham.
Secara keseluruhan kekayaan mereka tidak berubah, hanya saja sekarang mereka
memegang lebih banyak lembar saham dengan nominal yang lebih kecil.

Jika tidak ada keuntungan secara ekonomis, mengapa perusahaan melakukan stock split
dan stock dividend?

Isti Fadah Page 152


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

(1) Stock split dilakukan untuk menjaga agar harga saham tetap berada pada “optimal
price range” atau harga pasar optimal untuk menjaga agar saham tetap diperjual
belikan banyak orang. Harga saham yang terlalu tinggi akan menyulitkan investor
kecil untuk membeli saham tersebut, sehingga menurunkan demand untuk saham
tersebut di pasar sekunder.
(2) Stock dividend digunakan pada saat perusahaan ingin menghemat kas atau pada
saat perusahaan kesulitan keuangan. Perusahaan menghemat kas untuk dapat
mengambil proyek-proyek yang menguntungkan.
4. DIVIDEN SEBAGAI ISYARAT
Penggunaan dividen sebagai isyarat, cenderung berupa cerita bagaimana informasi dapat
diteruskan ke pasar daripada berupa teori tentang kebijakan dividen optimal.
Pengumumam yang menyatakan bahwa suatu perusahaan telah memutuskan untuk
menaikkan dividen per saham mungkin diartikan oleh penanam modal sebagai berita yang
baik, karena dividen per saham yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan yakin
arus kas pada masa mendatang akan cukup besar untuk menanggung tingkat dividen yang
tinggi.
Ross (1977) membuktikan bahwa kenaikan pada dividen yang dibayarkan dapat
menimbulkan isyarat yang jelas dan tidak ada duanya pada pasar bahwa prospek
perusahaan telah mengalami kemajuan.

Untuk membuat suatu isyarat menjadi bermanfaat, ada 4 keadaan yang harus dipenuhi :
(1) Manajemen harus selalu mempunyai dorongan yang tepat untuk mengirimkan
isyarat yang jujur, meskipun beritanya buruk.
(2) Isyarat dari suatu perusahaan yang sukses tidak mudah ditiru oleh pesaingnya yang
kurang sukses.
(3) Isyarat itu harus mempunyai hubungan yang cukup berarti dengan kejadian yang
dapat diamati.

Isti Fadah Page 153


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

(4) Tidak ada cara menekan biaya yang relatif efektif daripada mengirimkan isyarat
yang sama.

Kesimpulan

1. Struktur modal adalah bauran pendanaan atau bauran sumber dana yang digunakan oleh
perusahaan yang meliputi hutang, saham preferen, serta saham biasa untuk perusahaan
yang berbentuk perseroan terbatas.
2. Menurut teori MM tanpa pajak struktur modal atau penggunaan hutang tidak
berpengaruh pada nilai perusahaan.
3.Dengan adanya pajak ini, MM menyimpulkan bahwa penggunaan hutang (leverage)
akan meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga hutang adalah biaya yang
mengurangi pembayaran pajak ( a tax – deductable expense).
4. Teori trade Off menyatakan penggunaan hutang akan meningkatkan nilai perusahaan
tapi hanya sampai titik tertentu. Setelah titik tersebut, penggunaan hutang justru akan
menurunkan nilai perusahaan karena kenaikan biaya financial distress dan agency
problem. Titik balik tersebut disebut struktur modal yang optimal, menunjukkan jumlah
hutang perusahaan yang optimal.
5. Kebijakan dividen terkait dengan penetapan berapa prosen bagian dari laba bersih
perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham, dan berapa prosen yang akan
ditahan.
6.Dividen tidak relevan” Dari M Menurut Modigliani dan Miller (MM), nilai suatu
perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya DPR, tapi ditentukan oleh laba bersih
sebelum pajak (EBIT) dan kelas risiko perusahaan
7.Teori “The bird in the hand”
Gordon dan Lintner menyatakan bahwa biaya modal sendiri perusahaan akan naik jika
DPR rendah karena investor lebih suka menerima dividen daripada capital gains.

Isti Fadah Page 154


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Menurut mereka, investor memandang dividend yield lebih pasti dari pada capital
gain yield.

Umpan Balik
1. Jelaskan apa yang dimakud dengan struktur modal !
2. Jelaskan perbedaan teori MM dengan dan teori tanpa pajak !
3. Jelaskan teori keseimbangan atau teori Trade Off tentang struktur modal !
4. Jelaskan dan beri contoh teori tentang dividen “the bird in the hand”!
5. Jelaskan faktor-faktor penentu dividen !
6. Jelaskan apa yang dimaksud stock split dan stock dividend ! dan beri contoh visualisasi
kwantitatifnya!
7. Jelaskan pengaruh stock split terhadap harga saham perusahaan!

Isti Fadah Page 155


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB XII
STRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN DIVIDEN
(LEVERAGE PERUSAHAAN)

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahaan
Kompetensi Dasar

1.Mahasiswa mampu menjelaskan risiko keuangan


2. Mahasiswa mampu menjelaskan risiko bisnis
3. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan hubungan EBIT dan EPS
4.Mahasiswa mampu menjelaskan dan mengaplikasikan analisis indifferent
5. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mengaplikasikan konsep DOL, DFL dan DTL

5.

Struktur keuangan merupakan cara bagaimana perusahaan membiayai aktivanya.


Struktur keuangan dapat dilihat pada seluruh sisi kanan dari neraca yang terdiri dari
hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal pemegang saham. Struktur
modal atau kapitalisasi perusahaan adalah pembiayaan permanen yang terdiri dari hutang
jangka panjang, saham preferen dan modal pemegang saham. Jadi struktur modal suatu

Isti Fadah Page 156


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

perusahaan hanya merupakan sebagian dari struktur keuangannya. Nilai buku dari modal
pemegang saham (Equity = E) terdiri dari saham biasa, modal disetor atau surplus modal
dan akumulasi laba ditahan. Bila perusahaan memiliki saham preferen, maka saham
tersebut akan ditambahkan kepada modal pemegang saham dan kedua saham itu (yaitu
saham biasa dan saham preferen) akan disebut kekayaan bersih (net worth) perusahaan.
Kebijakan mengenai struktur modal melibatkan tradeoff antara risiko dan tingkat
pengembalian – penambahan utang memperbesar risiko perusahaan, tetapi sekaligus juga
memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Risiko semakin tinggi akibat
semakin membesarnya utang cenderung menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya
tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut. Struktur
modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara
risiko dan pengembalian sehingga memaksimumkan harga saham.
Konsep penting adalah leverage keuangan atau faktor leverage. Leverage
keuangan (financial leverage) menyangkut penggunaan dana untuk perusahaan membayar
biaya tetap (fixed cost) dengan maksud untuk meningkatkan hasil pengembalian (return)
bagi para pemegang sahamnya. Karena kenaikan leverage juga meningkatkan risiko arus
laba bagi para pemegang saham biasa, di sini kita menghadapi tradeoff yang telah kita
kenal antara risiko dan hasil pengembalian (return) yang diharapkan. Berkenaan dengan
leverage keuangan, tujuannya adalah untuk mencapai suatu keseimbangan yang
memuaskan antara risiko dan hasil pengembalian yang diharapkan, yang akan
memaksimasi harga pasar saham.

Risiko Keuangan
Pada intinya risiko keuangan mencakup kemungkinan terjadinya insolvensi dan
juga variasi laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa. Apabila perusahaan
memperbesar proporsi hutang, pembiayaan dengan lease (lease financing), dan saham
preferen (preferred stock) dalam struktur modalnya, maka beban akan meningkat.
Akibatnya probailitas terjadinya insolvensi kas semakin besar. Untuk menjelaskan

Isti Fadah Page 157


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

pemikiran ini, misalkan dua perusahaan mempunyai tingkat leverage (degree of leverage)
yang berbeda tetapi sama dalam hal lainhya. Masing-masing perusahaan mengharapkan
laba kas tehunan sebesar Rp80,000 sebelum bunga dan pajak. Perusahaan A tidak
mempunyai hutang; perusahaan B mempunyai obligasi tanpa jatuh tempo (perpetual
bonds) yang sedang beredar bernilai nominal Rp200,000 dengan bunga 15%. Jadi, total
beban keuangan tahunan perusahaan B adalah sebesar Rp30,000 sedangkan perusahaan A
tidak mempunyai beban keuangan. Jika laba kas kedua perusahaan itu menjadi 75% lebih
rendah daripada laba yang diharapkan, misalnya Rp20,000 maka peruashaan B tidak akan
mampu menutup beban keuangannya dengan laba kas. Dengan demikian kita lihat bahwa
probabilitas terjadinya insolvensi kas meningkat jika beban keuangan yang ditanggung
oleh perusahaan meningkat.
Aspek kedua dalam risiko keuangan menyangkut dipersi/penyebaran relatif dari
laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa. Misalkan bahwa laba operasi yang
diharapkan pada masa yang akan datang selama 5 tahun berikutnya, untuk perusahaan A
dan B, merupakan variabel acak (random variable) yang subyektif d mana nilai-nilai yang
diharapkan dari distribusi probabilitas setiap perusahaan adalah Rp80,000 dan standar
deviasi Rp40,000. Seperti sebelumnya, asumsikan bahwa perusahaan tidak mempunyai
hutang, sedangkan perusahaan B mempunyai surat hutang obligasi Rp200,000 dengan
bunga 15%. Untuk ringkasnya, kita abaikan pajak penghasilan. Maka nilai yang
diharapkan dari laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa akan menjadi
Rp80,000 bagi perusahaan A dan Rp50,000 bagi perusahaan B. Karena standar deviasi
terhadap nilai yang diharapkan adalah sama untuk kedua perusahaan tersebut, maka
dispersi relatif dari laba yang diharapkan tersedia bagi para pemegang saham biasa akan
lebih besar untuk perusahaan B dari pada perusahaan A. Koefisien variasi untuk
perusahaan A secara mudah dapat diperoleh dengan membagi standar deviasi dengan nilai
harapan (expected value), yaitu:

Rp40.000

Isti Fadah Page 158


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Koefisien variasi = = 0,50


Rp80.000
Rp40.000
Sedangkan untuk perusahaan B, koefisien variasi = = 0,80
Rp50.000

Kita lihat bahwa tingkat dispersi dari nilai laba yang diharapkan tersedia bagi para
pemegang saham biasa adalah sama unruk kedua perusahaan itu, tetapi nilai laba yang
diharapkan ini lebih besar bagi perusahaan A daripada perusahaan B. Akibatnya, dispersi
relatif, sebagaimana diukur dengan variasi, adalah lebih kecil bagi perusahaan A.
Dispersi laba operasi yang tersedia untuk para pemegang saham biasa harus
dibedakan dengan dispersi laba operasi, yang dikenal sebagai risiko usaha. Dalam conoh
saya, kedua perusahaan itu mempunyai tingkat risiko usaha yang sama, sebagaimana telah
diterapkan, karena koefisien variasi laba operasi yang diharapkan pada masa yang akan
datang adalah sama.
Rp40.000
Koefisien variasi = = 0,50
Rp80.000

Kedua perusahaan itu hanya berbeda dalam tingkat risiko keuangan. Singkatnya, kita
menganggap bahwa risiko keuangan mencakup volatilitas laba yang tersedia bagi para
pemegang saham biasa dan probabilitas terjadinya insolvensi. Kedua aspek ini berbanding
langsung dengan dispersi laba operasi yang diharapkan, atau risiko usaha perusahaan.

Risiko Bisnis
Risiko bisnis didefinisikan sebagai ketidakpastian atas proyeksi tingkat
pengembalian aktiva, atau atas ekuitas (ROE) jika perusahaan tidak menggunakan utang.
Hal ini merupakan satu-satunya determinan terpenting dari struktur modal perusahaan.
Risiko bisnis bebeda-beda di antara industri dan juga di antara perusahaan yang
satu dengan yang lain dalam industri yang sama. Begitu pula, risiko bisnis dapat berubah
dari waktu ke waktu. Dewasa ini, perusahaan pemroses makanan dan toko-toko makanan

Isti Fadah Page 159


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

acap kali dipandang sebagai contoh industri yang memiliki risiko rendah, sementara
industri yang bersifat siklis, seperti baja, dianggap sebagai industri berisiko tinggi.
Perusahaan kecil dan perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk saja juga
mempunyai risiko yang relatif tinggi.
Risiko bisnis tergantung pada sejumlah faktor, yang terpenting diantaranya adalah:
a. Variabilitas permintaan
b. Variabililtas harga jual
c. Variabilitas harga masukan
d. Kemampuan untuk menyesuaikan harga keluaran terhadap perubahan harga
masukan
e. Proporsi biaya tetap:leverage operasi
Setiap faktor ini ditentukan sebagian oleh karakteristik industri perusahaan, tetapi
sampai pada kadar tertentu semuanya dapat dikendalikan oleh manajemen.

2.3 Hubungan EBIT – EPS


Sekarang kita masuk pada analisis pengaruh leverage pada keuangan terhadap
EBIT/EPS. Untuk menganalisis tingkat leverage keuangan yang paling cocok bagi sebuah
perusahaan, antara lain kita perlu memahami hubungan laba per lembar saham (earning
per share = EPS) terhadap laba sebelum bunga dan pajak (earning before interest and
taxes = EBIT) untuk berbagai alternatif pembiayaan (financing). EBIT tidak tergantung
pada leverage keuangan (financial leverage), melainkan merupakan hasil operasi dan
risiko usaha perusahaan, kita harus tahu apa yang akan terjadi pada EPS sebuah
perusahaan dalam berbagau bentuk pilihan pembiayaan apabila terjadi perubahab EBIT.
Untuk menggambarkan pengaruh analisis leverage terhadap EBIT-EPS, misalkan
perusahaan dengan investasi sebesar Rp10 juta yang seluruhnya terdiri dari saham biasa
bermaksud menambah Rp5juta lagi untuk perluasan perusahaan dengan salah satu dari
tiga rencana pembiayaan yang mungkin. Perusahaan tersebut dapat membuiayai 1) semua
dengan saham bisa, 2) semuanya dengan hutang (debt) dengan bunga 12%, atau 3)

Isti Fadah Page 160


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

semuanya dengan saham preferen dengan dividen 11 persen. EBIT pada saat ini adalah
Rp2 juta, tarif pajak 50 persen, dan saham baiasa yang sedang beredar sebanyak 200.000
lembar. Saham biasa dapat dijual dengan harga Rp50 per lembar saham dalam jenis
pilihan pembiayaan 1, yang berarti menghasilkan 100.000 lembar saham tambahan.
Untuk menentukan titk-titik impas (break-even), atau indefferens, EBIT di antara
berbagai alternatif pembiayaan itu, kita mulai dengan menghitung EPS untuk beberapa
tingkat EBIT hipotesis. Misalkan kita ingin mengetahui berapa besar EPS dalam ketiga
rencana pembiayaan tersebut jika EBIT adalah Rp2,4 juta. Perhitunag diperlihatkan pada
tabel 1. Kita lihat bahwa hutang dikurangkan sebelum pajak, sedangkan dividen saham
preferen dikurangkan setelah pajak. Akibatnya, laba yang tersedia untuk pada pemegang
saham biasa adalah lebih tinggi dalam pilihan pembiayaan dengan hutang dari pada
pilihan saham preferen, meskipun dalam kenyataan suku bunga hutang lebih tinggi
daripada tingkat dividen saham preferen.
Tabel 1 Perhitungan Laba Per Lembar Saham Menurut Ketiga Alternatif Pembiayaan

semua dengan semua dengan semua dengan


saham biasa Hutang saham preferen
laba sebelum bunga dan
pajak (hipotesis) Rp 2.400.000 Rp 2.400.000 Rp 2.400.000
Bunga - 600.000 -
laba sebelum pajak Rp 2.400.000 Rp 1.800.000 Rp 2.400.000
pajak penghasilan 1.200.000 900.000 1.200.000
laba sesudah pajak 1.200.000 900.000 1.200.000
dividen saham perferen - - 550.000
laba yang tersedia bagi para
pemegang saham biasa Rp 1.200.000 Rp 900.000 Rp 650.000
jumlah lembar saham 300.000 200.000 200.000
laba per lembar saham Rp 4,00 Rp 4,50 Rp 3,25

Analisis Impas atau Indefferen


Dengan adanya informasi dalam tabel 1, kita dapat menggambarkan bagan impas
atau indefferens sama seperti yang kita buat untuk leverage operasi (operating leverage).

Isti Fadah Page 161


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Pada sumbu datar kita gambarkan EBIT, dan EPS pada sumbu vertikal. Untuk setiap
alternatif pembiayaan kita harus menggambarkan sebuah garis lurus untuk mencerminkan
EPS bagi semua tingkat EBIT hipotesis. Untuk EBIT sebesar Rp2,4 juta, kita lihat dalam
tabel 1 bahwa EPS adalah Rp4,00, Rp4,50, dan Rp3,25 untuk pilihan pembiayaan saham
biasa, hutang, dan saham preferen. Kita dapat dengan mudah menggambarkan EPS-EPS
ini untuk nilai EBIT Rp2,4 juta. Perhatikan bahwa tidak menjadi masalah tingkat EBIT
hipotesis mana yang akan kita pilih untuk menghitung EPS. Pada kertas grafik yang baik,
suatu tingkat EBIT hipotesis akan sama baiknya dengan tingkat-tingkat EBIT lainnya.
Titik data yang kedua adalah EBIT yang perlu guna menutup semua biaya tetap
keuangan untuk suatu rencana pembiayaan tertentu, dan EBIT itu digambarkan pada
sumbu datar. Untuk alternatif saham biasa, tidak ada biaya tetap, sebab itu titik potong
dengan sumbu datar adalah nol. Untuk pilihan hutang, kita harus mempunyai EBIT
sebesar Rp 600.000 guna menutup beban bunga, sehinggga jumlah Rp 600.000 tersebut
menjadi titik perpotongan dengan sumbu datar. Untuk alternatif saham preferen, kita
harus membagi jumlah dividen tahunan dengan satu dikurangi tarif pajak (1 – tarif pajak)
jadi kita memerlukan EBIT Rp 1,1 juta untuk menutupi dividen saham preferen sebesar
Rp 550.000, dengan asumsi tarif pajak adalah 50 %. Sekali lagi, dividen dalam saham
preferen dikurangi setelah pajak, sehingga diperlukan laba yang lebih besar sebelum pajak
untuk menutup dividen tersebut dari pada untuk menutup bunga. Dengan diketahuinya
titik-titik potong sumbu datar dan EPS untuk suatu tingkat EBIT hipotesis, kita menarik
garis lurus melalui kedua himpunan titik itu. Grafik impas atau indefferens untuk
perusahaan diperlihatkan pada gambar 1.

Isti Fadah Page 162


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Dari gambar tersebut dapat kita lihat bahwa titik indefferens EPS antara alternatif
pembiayaan hutang dan saham biasa ialah EBIT Rp1.800.000. Jika EBIT berada di bawah
titik tersebut, maka alternatif saham biasa akan memberikan EPS yanglebih tinggi,
sedangkan di atas titik tersebut alternatif hutanglah yang terbaik. Titik indefferens antara
alternatif saham preferen dan saham biasa ialah EBIT Rp3.300.000. Di atas titik tersebut,
alternatif saham preferen lebih disukai (baik) menurut EPS, di bawah titik itu, alternatif
saham biasalah yang terbaik. Kita perhatikan bahwa tidak ada titik indeferens di antara
hutang dan alternatif saham preferen. Alternatif hutang unggul untuk semua tingkat EBIT
dan mempunyai jumlah EPS yang tetap, yaitu Rp1,25.
Untuk mencari titik-titik indefferen antara dua metode pembiayaan secara
matematis dapat digunakan rumus sebagai berikut:

(EBIT* - C1)(1 – t) = (EBIT* - C2)(1 – t)


S1 S2
Di mana
EBIT* = titik indefferes EBIT yang dicari antara dua metode pembiayaan.

Isti Fadah Page 163


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

C1, C2 = beban bunga per tahun atau dividen saham preferen atas dasar sebelum pajak
untuk metode pembiayaan 1 dan 2. (untuk saham preferen, dividen dibagi
dengan 1 – t)
t = tarif pajak penghasilan
S1, S2 = jumlah lembar saham biasa yang akan beredar setelah pembiayaan untuk
metode 1 dan 2.

Apabila kita ingin menentukan titik indefferens antara alternatif pembiayaan


dengan saham biasa dan dengan hutang dalam contoh di atas, kita akan memperoleh:
(EBIT* - 0)(0,5) = (EBIT* - 600.000)(0,5)
300.0 200.000

0,5(EBIT*)(200.00) = 0,5(EBIT*)(300.000) – 0,5(600.000)(300.000)


50.000 EBIT* = 90.000.000.000
EBIT* = Rp 1.800.000

Titik indefferens EBIT, di mana EPS untuk kedua metode pemiayaan itu sama, adalah
Rp1,8 juta.

Tingkat Leverage
Untuk pembahasan selanjutnya kita akan membicarakan tentang tingkat leverage.
Teori keuangan belum dapat menentukan secara simultan berapa sesungguhnya tingkat
leverage operasi dan keuangan yang optimal. Akan tetapi, kita dapat melihat bagaimana
leverage operasi dan keuangan berinteraksi dengan analisis konsep tingkat leverage.
Namun sebelumnya kita perlu mengetahui format income statement-nya (full costing)
sebagai berikut:

Isti Fadah Page 164


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Sales revenue
Cost of goods sold

Operasional Gross profit


leverage Operating expenses
Earning before interest and taxes
Interest
Financial Earning before taxes
Leverage
Taxes
Earning after taxes

Konsep Operating leverage adalah penggunaan aktiva atau operasi perusahaan


yang disertai dengan biaya tetap atau fixed operating cost. Fungsinya menganalisis sejauh
mana sales revenue dan menutup biaya tetap dan biaya variabel juga untuk mengetahui
bagaimana pengaruh volume penjualan terhadap laba sebelum bunga dan pajak (=EBIT).
Operating leverage akan menghasilkan leverage yang menguntungkan bila sales revenue
(penerimaan dari penjualan setelah dikurangi dengan variabel cost) lebih besar dari fixed
cost. Operating leverage ditentukan oleh hubungan antara sales revenue yang diperoleh
perusahaan dengan EBIT. Bagi financial officer, analisis Operating leverage memberikan
informasi sejauh mana efek/pengaruh perubahan dari volume penjualan terhadap turun
naiknya EBIT. Cara mengukurnya dengan menghitung degree of operating leverage
(DOL) atau tingkat leverage operasi.

Tingkat leverage operasi (degree of operating leverage = DOL) di definisikan sebagai


persentasi perubahan laba operasi (EBIT) akibat perubahan penjualan dalam persentase
tertentu.
DOL = persentase perubahan EBIT . = ∆EBIT / EBIT
Persentase perubahan penjualan ∆Q / Q

Isti Fadah Page 165


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Dengan demikian, DOL adalah angka indeks yang mengukur pengaruh perubahan
penjualan dari sejumlah keluaran tertentu, Q , terhadap laba operasi, atau EBIT.
DOL juga dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut yang
diturunkan dari persamaan sebelumnya.

DOL = tingkat leverage operasi pada titik Q


= Q(P – V) .
Q(P – V) – P

Atau jika didasarkan pada nilai penjualan (dalam rupiah atau dolar) dan bukan pada unit
yang terjual adalah sebagai berikut:

DOL = S – VC .
S – VC – F

Di sini Q adalah jumlah keluaran mula-mula dalam unit, P adalah harga jual rata-rata per
unit atas keluaran, V adalah biaya variabel per unit, F adalah biaya tetap operasi, S adalah
julmah penjualan semula dalam dolar atau rupiah, dan VC adalah total biaya variabel.

Secara umum, jika operasi perusahaan telah mendekati titik impas, tingkat
leverage operasi akan tinggi, tetapi DOL akan menurun apabila penjualan yang menjadi
dasar pengukuran makin jauh di atas penjualan titik impas. Jadi jika penjualan yang
digunakan sebagai dasar pengukuran makin tinggi, maka pernurunan DOL akan semakin
besar.

Isti Fadah Page 166


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Contoh 1: data dari perusahaan ABC, penjualan Rp 200 juta, VC= Rp 100 juta, FC = Rp
50 juta.
S – VC 200 – 100
DOLRP = = = 2
S – VC – FC 200 – 100 – 50

DOL = 2, berarti kenaikan penjualan sebesar x %, akan menghasilkan


kenaiakan EBIT sebesar 2xpersen.

Contoh 2: kenaikan penjualan PT ABC dari Rp 200 juta menjadi Rp 300 juta = 50%,
akan menyebabkan kenaiakan EBIT sebesar 2 x 50% = 100%.

Ini terbukti pada tingkat penjualan Rp 300 juta, tampak EBIT Rp 100 juta,
berarti EBIT mengalami kenaikan (100-50)/50 = 100%.

Konsep degree of financial leverage (DFL) adalah bila operating leverage


mempengaruhi EBIT, maka financial leverage mempengaruhi EAT atau laba yang
tersedia bagi pemegang saham biasa. Financial leverage ditentukan oleh hubungan antara
EBIT dan EPS yang menguntungkan pemegang saham. Semakin besar dana dari luar yang
disertai beban tetap seperti obligasi, maka semakin besar pula bunga yang harus dibayar,
hal ini akan mempengaruhi EPS.

Tingkat leverage keuangan (degree of financial leverage = DFL) didefinisikan


sebagai persentase perubahan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa yang
diakibatkan oleh berubahnya EBIT dalam persentase tertentu, dan perhitungannya dapat
dilakukan sebagai berikut:

%∆D EPS
DFL =
%∆D EBIT

Isti Fadah Page 167


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

EBIT
DFL =  I = bunga yang harus dibayar karena hutang jangka
panjang
EBIT – 1
Contoh 1: PT ABC dengan tingkat penjualan Rp 200 juta dan rasio hutang 50 %

EBIT 50
DFL= = = 1,32
EBIT – 1 50 – 12

Kenaikan EBIT PT ABC 100%, msks kenaiakn EPS = 1,32 x 100% = 132%

Contoh 2: berapakah kenaikan EPS dari Rp 456,- menjadi 1.056,-?

Rp 1.056,- - Rp 456,-
Kenaikan EPS = x 100% = 1,32%
Rp 456,-

Kita telah melihat bahwa makin besar tingkat leverage operasi (biaya tetap),
semakin sensitif EBIT terhadap perubahan penjualan, dan bahwa makin besar tingkat
leverage keuangan, maka EPS makin sensitif terhadap perubahan EBIT. Karena itu, jika
leverage operasi dan keuangan sama-sama besar, maka perubahan penjualan yang kecil
sekali pun akan sangat mempengaruhi EPS.
Definisi dari tingkat leverage total ( degree of total leverage= DTL) adalah
persentase perubahan EPS yang diakibatkan oleh perubahan penjualan sebesar persentase
tertentu. DTL menunjukkan pengaruh dari operating leverage serentak dengan pengaruh
financial leverage. Berikut disajikan tiga persamaan untuk DTL:

DTL = (DOL)(DFL)

Q(P – V)
DTL =

Isti Fadah Page 168


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Q(P – V) – F – I

S – VC
DTL =
S – VC – F – I

Di mana:
Q = output dalam unit, P = harga jual rata – rata
V = biaya variabel per unit
I = biaya bunga yang dibayar
S = penjualan dalam rupiah
VC = total biaya variabel
F = total biaya tetap

Contoh: Perusahaan ABC dengan DTL = 2 x 1,32 = 2,64


Artinya bila penjualan naik Y persen, maka EPS akan naik 2,64% x Y%.
Penjualan naik 50% dari 200 juta menjadi Rp 300 juta maka EPS akan naik 2,64
x 50% = 132%.
Kenaikan EPS dari Rp 456,- menjadi Rp 1056,- terbukti kenaikan EPS = (1.056 –
456)/ 456 x 100% = 132%.
Perhitungan DTL ini dapat dipakai untuk memperkirakan kenaikan EPS bila
perusahaan merencanakan kenaiakan penjualan.

Kesimpulan
1. Leverage keuangan melibatkan penggunaan dana yang untuknya perusahaan
setuju membayarkan beban tetap. Semakin besar leverage keuangan sebuah
perusahaan, semakin besar fluktuasi laba yang tersedia bagi para pemegang saham
biasa, semua faktor lain sama. Oleh karena itu, keuntungan (adventage) dari hasil

Isti Fadah Page 169


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

pengembalian yang lebih tinggi yang diharapkan bagi para pemegang saham biasa
harus seimbang dengan risiko bagi mereka.
2. Dengan menggunakan grafik indefferens, kita dapat meneliti hubungan antara
EBIT dan EPS dalam metode-metode pembiayaan alternatif. Tingkat kepekaan
EPS terhadap EBIT tergantung pada biaya eksplisit dari metode pembiayaan,
jumlah saham biasa yang dikeluarkan, dan dekatnya pada titik indefferens. Dalam
analisis ini, menilai titik indifferens dalam hubungannya dengan tingkat EBIT
maupun dalam hubungannya dengan fluktuasi EBIT yang mungkin terjadi, adalah
penting.
3. Tingkat leverage operasi (degree of opearting leverage=DOL) menunjukkan
bagaimana perubahan penjualan mempengaruhi laba operasi, sedangkan tingkat
leverage keuangan (degree of financial leverage=DFL) menunjukkan bagaimana
perubahan laba operasi ,e,pengaruhi laba per saham. Tingkat Leverage total
(degree of total leverage=DTL) menunjukkan berapa persentase perubahan EPS
akibat perubahan penjualan dalam persentase tertentu: DTL = DOL x DFL.
4. Meskipun secara teoritis kita dapat menentukan struktur modal yang optimal,
dalam praktiknya kita tidak dapat mengestimasi struktur tersebut dengan persis.
Karena itu, para eksekutif keuangan umumnya menyatakan struktur modal yang
optimal dalam rentang tertentu – misalnya, 40 sampai 50 persen utang – bukan
dengan suatu angka yang persis seperti 45 persen. Konsep-konsep yang dibahas
membantu para manajer dan calon manajer untuk memahami faktor-faktor yang
seharusnya dipertimbangkan dalam menetapkan berapa kira-kira struktur modal
yang optimal bagi perusahaannya.

Umpan Balik

1.Jelaskan pengertian risiko bisnis dan risiko keuangan !


2. Jelaskan pengertian Leverage !

Isti Fadah Page 170


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

3. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko bisnis dan risiko keuangan!


4. Jelaskan konsep DOL dan DFL !
5. Perusahaan memiliki data-data sbb : biaya variabel 500/unit, biaya tetap 1 juta per
tahun, harga jual Rp 1500. Biaya bunga 10 % dari total hutang 5 juta rupiah pajak 25
%. Hitung DOL dan DFL serta DTL pada kuantitas 5000 unit. Jelskan pula makna dari
angka-angka tersebut !
6. Jelaskan manfaat analisis indifferent, berikan juga contoh visualisasi kwantitatifnya!

Isti Fadah Page 171


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

BAB XIII
MERGER DAN AKUISISI

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dan teori-teori dasar manajemen keuangan


dan mampu mengaplikasikannya pada fenomena korporasi yang ada di dunia nyata.
Konsep dasar manajemen keuangan yang dimaksud khususnya yang terkait dengan
laporan keuangan sebagai ukuran kinerja, time value of money, penilaian saham dan
obligasi, penganggaran modal, risiko dan keuntungan serta konsep biaya modal
perusahaan, struktur modal dan kebijakan dividen, serta merger dan akuisisi dalam rangka
memaksimalkan nilai perusahan

Kompetesi Dasar
1. Menjelaskan pengertian merger
2. Menjelaskan kebaikan dan keburukan merger
3. Menjelaskan pengertian akuisisi
4. Menjelaskan kebaikan dan keburukan akuisisi
5. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi merger dan akuisisi
6. Menjelaskan contoh kasus merger dan akuisisi

Salah satu strategi untuk menjadi perusahaan yang besar dan mampu bersaing
adalah melalui ekspansi, baik dalam bentuk ekspansi internal maupun ekspansi eksternal.
Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan yang tumbuh
secara normal melalui kegiatan capital budgeting. Ekspansi eksternal dapat dilakukan
dalam bentuk penggabungan usaha (business combination).
Penggabungan usaha adalah alternatif bagi perusahaan dalam rangka
melakukan ekspansi eksternal guna mempertahankan kelangsungan hidup dan bertujuan

Isti Fadah Page 172


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

untuk pertumbuhan perusahaan. Penggabungan usaha dapat berbentuk merger dan


akuisisi. Penjelasan dan paparan tentang merger dan akuisisi akan dijelaskan sebagai
berikut :
A. MERGER
Beberapa pengertian merger antara lain :
a. Merger berasal dari kata “mergere” (Latin) yang artinya bergabung bersama,
menyatu, berkombinasi. Merger menyebabkan hilangnya identitas karena terserap
atau tertelan sesuatu. Merger didefinisikan sebagai penggabungan dua atau lebih
perusahaan yang kemudian hanya ada satu perusahaan yang tetap hidup sebagai
badan hukum, sementara yang lainnya menghentikan aktivitasnya atau bubar.
b. Merger is a combination of two or more corporasions, where the dominant unit
absorbs the passive unit, the former continuing operasions, usually under the
same name (Encyclopedia of Banking and Finance)
c. Merger (penggabungan) yaitu satu perseroan atau lebih dapat menggabungkan diri
menjadi satu dengan perseroan yang telah ada atau meleburkan diri dengan
perseroan lain dan membentuk perseroan baru (pasal 102 UUPT No.1 Tahun
1995)
d. Merger yaitu penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam
hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya.
Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan
yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti
beroperasi.
Kesimpulan :
1. Merger adalah penggabungan dari 2 (dua) perusahaan atau lebih dengan cara tetap
mempertahankan berdirinya salah satu perusahaan dan membubarkan perusahaan
lainnya tanpa melikuidasi terlebih dahulu.
2. Perusahaan yang di-merger kehilangan nama dan berhenti beroperasi

Isti Fadah Page 173


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

3. Hak dan kewajiban karyawan akan diambil alih perusahaan yang baru dibentuk
pasca merger

Jenis – jenis Merger:


a. Merger horizontal adalah merger antara dua atau lebih perusahaan yang bergerak
dalam industri yang sama
b. Merger Vertikal adalah integrasi yang melibatkan perusahaan - perusahaan
yang bergerak dalam tahapan-tahapan proses produksi atau operasi
c. Merger Konglomerasi adalah penggabungan 2 atau lebih perusahaan yang masing
– masing bergerak dalam industri yang tidak terkait
d. Merger Ekstensi Pasar adalah merger yang dilakukan 2 perusahaan atau lebih
dengan tujuan memperluas pasar
e. Merger Ekstensi Produk Adalah Merger Yang Dilakukan 2 Lebih Perusahaan
Untuk Memperkuat Lini Produksi

Kelebihan Dan Kekurangan Merger


A. Kelebihan Merger
Pengambilalihan Melalui Merger Lebih Sederhana Dan Lebih Murah
Dibandingkan Dengan Pengambilalihan Yang Lain.

B. Kekurangan Merger
Dibandingkan Akuisisi Merger memiliki bebnerapa kekurangan, yaitu harus ada
persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan, sedangkan untuk
mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama.

B. AKUISISI
Beberapa pengertian Akuisisi adalah :

Isti Fadah Page 174


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

a. Akuisisi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Inggris acquisition yang berarti
pengambil alihan. Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan
lain atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga
ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar .
b. Akuisisi adalah bentuk pengambil alihan kepemilikan perusahaan oleh pihak
pengakuisisi sehingga mengakibatkan berpindahnya kendali atas perusahaan yang
diambil alih tersebut. Biasanya pihak pengakuisisi memiliki ukuran yang lebih
besar dibanding dengan pihak yang diakuisisi.
c. Akuisisi dalam teminologi bisnis diartikan sebagai pengambilalihan kepemilikan
atau pengendalian atas saham atau aset suatu perusahaan oleh perusaahaan lain,
dan dalam peristiwa baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap
eksis sebagai badan hukum yang terpisah.
d. Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli
saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada.

Kesimpulan :
1. Akuisisi adalah pengambil alihan atas saham atau asset suatu perusahaan oleh
perusahaan lain
2. Perusahaan yang diakuisisi tidak kehilangan nama dan tetap beroperasi
3. Pengakuisisi memiliki kendali atas aktiva netto dan operasi perusahaan yang
diakuisisi, setelah memberikan aktiva tertentu, mengakui hutang atau
mengeluarkan saham
4. Pengakuisisi memiliki ukuran perusahaan yang lebih besar dari pada perusahaan
yang diakuisisi

Jenis – jenis Akuisisi


a. Akuisisi horizontal, yaitu akuisisi yang dilakukan oleh suatu badan usaha yang
lain, tetapi masih dalam bisnis yang sama

Isti Fadah Page 175


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

b. Akuisisi vertikal, yaitu akuisisi pemasok atau pelanggan badan usaha yang dibeli
c. Akuisisi konglomerat, yaitu akuisisi badan usaha yang tidak ada hubungannya
sama sekali dengan badan usaha pembeli

Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi :


a. Kelebihan Akuisisi
1. Akuisisi saham tidak memerlukan rapat umum pemegang saham dan suara
pemegang saham, sehingga jika pemegang saham tidak menyetujui tawaran
Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak
Bidding firm.
2. Dalam Akuisisi saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung
dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tenderoffer
sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.
3. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris
perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan
yang tidak bersahabat (hostile takeover).
4. Akuisisi aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan
mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada
halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi
b. Kekurangan Akuisisi
1. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujuia
pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran
dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua pertiga (sekitar 67 %) suara
setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
2. Apabila perusahaan mengambilalih seluruh saham yang dibeli maka terjadi
merger.

Isti Fadah Page 176


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

3. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum
harus melalui prosedur balik nama, dan hal tersebut membawa konsekwensi
biaya legal yang cukup tinggi.

C. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Merger Atau Akuisisi


Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan untuk melakukan Merger dan Akuisisi
yaitu :
1. Motif Ekonomis
Motif ekonomis ini adalah perusahaan melakukan merger dan akuisisi untuk
mendapatkan keuntungan ekonomis (baik keuntungan jangka pendek maupun jangka
panjang)
2. Motif Strategis
Adalah perusahaan melakukan merger dan akuisisi untuk mendapatkan posisi
strategis. Misalnya untuk mendapatkan pasar strategis dilakukan dengan mengambil
alih perusahaan yang mapan dalam pemasaran produk, atau mengambil alih
perusahaan yang mempunyai lokasi stategis baik strategis bahan baku mapun
konsumen dan sebagainya
3. Motif Politis
Adalah penggabungan usaha perusahaan dilakukan karena adanya muatan politis
didalamnya, baik politis perusahaan maupun politis negara misalnya, akuisitor
melakukan merger dan akuisisi dengan perusahaan target untuk mendapatkan
legalitas, sehingga perusahaan tersebut dapat dikendalikan sebagai satu kesatuan
dengan badan usaha akuisitor
4. Motif Prestise
Adalah perusahaan melakukan merger dan akuisisi untuk perusahaan target semata-
mata hanya berdasarkan prestise yang dapat menunjukkan kepada siapa saja bahwa
perusahaan akuisitor memang ”bonafit” dan dapat ”dipercaya”. Tujuan akhirnya

Isti Fadah Page 177


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

adalah dapat mengakses kebutuhan dana dari pihak luar, bila sewaktu-waktu
dibutuhkan.
Beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui Merger maupun
Akuisisi antara lain :
1. Pertumbuhan atau diversifikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham,
maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan
tidak memiliki risiko adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi
dengan merger dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing
atau mengurangi persaingan.
2. Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi
(economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya
overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan
perusahaan ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang
melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja
yang berlebihan dapat dihilangkan.
3. Meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi
internal, tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal.
Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki
likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan
penurunan kewajiban keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan
biaya rendah.
4. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya
efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak
dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk

Isti Fadah Page 178


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

mengembangkan teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang


memiliki manajemen atau teknologi yang ahli.
5. Pertimbangan pajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau
sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak
dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk
memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan
menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan
sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi. Bagaimanapun merger tidak hanya
dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi
kesejahteraan pemilik.
6. Meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih
besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham
lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang
lebih kecil.
7. Melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak
bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai
pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan
menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat.
8. Mendapatkan Kompetisi yang lebih efektif.
Memperoleh Laba yang tinggi dari hasil penjualan produk (meskipun pruduk baru).
Menurut teoritis dan praktis tidak akan lama diperoleh. Secara alamiah perusahaan
lain akan masuk menjual produk yang sama dan itu artinya persaingan menjadi
kuat. Melakukan merjer dan akuisisi terhadap perusahaan target yang ikut bermain
dalam pemasaran produk dapat memperoleh kedudukan yang kompetisi yang lebih
efektif.

Isti Fadah Page 179


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

9. Meningkatkan Efisiensi (Skala Ekonomi)


Berbagai keuntungan yang iperoleh dari segi ekonomis melalui transaksi merger
dan akuisisi. Murahnya bahan baku, proses produksi, pendistribusian dan lain-lain
yang lebih efisien bila dibandingkan sebelum melakukan penggabungan.
10. Mengurangi Kompetisi.
Pesaing bagi suatu perusahaan adalah ”Musuh”. Melakukan transaksi Merger dan
akuisisi dengan perusahaan target (pesaing) adalah salah satu jalan yang lebih
mudah. Tujuan nya pangsa pasar dapat dikuasai dan dikendalikan.
11. Mengurangi Risiko Memasuki Industri Baru
Memasuki industri baru tentu saja mengambil risiko yang besar. Oleh karena
industri ini kurang berpengalaman dalam menghadapi gejolak perekonomian
maupun persaingan, maka tindakan terbaik akuisitor mengambil alih merger dan
akuisisi perusahaan yang sudah lama berdiri dan berpengalaman serta tingkat risiko
yang jauh lebih rendah.
12. Pemanfaatan Kapasitas Hutang.
Kapasitas hutang suatu perusahaan tentu terbatas. Perusahaan target dapat
memenuhi keterbatasan itu. Dana pinjaman dari kreditor (pihak ketiga) yang akan
lebih mudah dimanfaatkan untuk tujuan produktif
13. Memecah-mecah Risiko.
Melakukan penggabungan usaha juga menggabungkan aset. Dengan penggabungan
itu, risiko bisnis tersebar ke beberapa pemegang saham yang melakukan
penggabungan.

D. Dampak Setelah Terjadinya Merger Dan Akuisisi


Strategi Merger dan akuisisi yang terjadi di industri perbankan dapat
memberikan dampak langsung pada perusahaan yang melakukan proses merger.
Secara Mikroekonomi , penerapan strategi ini ternyata disamping dapat

Isti Fadah Page 180


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

memberikan pengaruh yang positif, dapat juga memberikan rekaman hitam dalam
bentuk kekecewaan, konflik dan bahkan kegagalan dari proses itu sendiri.

Pengaruh Mikro Ekonomi dari adanya Merger dan akuisisi bagi industri
Perbankan antara lain :
1. Dampak Positif Merger dan Akuisisi :
a. Memungkinkan pertukaran cadangan cash flow secara internal antara perusahaan
yang melakukan merger, sehingga bank hasil merger dapat mengatur risiko
likuiditas dengan lebih fleksibel.
b. Diperolehnya peningkatan modal perusahaan dan adanya keunggulan dalam
mengatur biaya akibat bertambahnya skala usaha. Efisiensi perusahaan dapat
dilakukan lebih lanjut khususnya dalam efisiensi biaya kredit.
c. Dicapainya keunggulan Market Power dalam persaingan, yang kemudian dapat
memperbesar margin bunga pinjaman.

2. Dampak Negatif Merger dan Akuisisi :


a. Karena merger dilakukan atas dorongan untuk cepat terselesaikannya
kemelut keuangan di salah satu bank peserta, maka harga penjualan sahamnya
cenderung akan dinilai dibawah harga pasar yang wajar.
b. Proses Merger biasanya diikuti dengan peningkatan ketidakpastian pada pihak
Direksi, Manajer dan Karyawan.
c. Proses Merger padaa industri perbankkan nasional selalu diikuti dengan
pengurangan jumlah pegawai dan staf di perusahaan.
d. Terjadi benturan kepentingan, kondisi saling curiga dan bahkan konflik diantara
para anggota Komisaris dan Direksi. Hal ini terjadi jika bank hasil merger tersebut
dikuasai oleh lebih dari 1 pemegang saham pengendali. Sebagian anggota
komisaris dan direksi yang ada cenderung untuk berlomba mewakili kepentingan

Isti Fadah Page 181


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

masing masing pemilik dari bank hasil merger dengan menunjukkan prestasi
kelompoknya masing – masing.
e. Kegiatan merger tahun pertama kecenderungan diikuti dengan strategi efisiensi hal
ini akan menyebabkan semangat dan kreativitas dari sebagian pihak direksi atau
staf profesional yang semakin menurun
f. Benturan budaya perusahaan tidak dapat dielakkan sehingga perusahaan hasil
merger akan mengalami penurunan produktivitas dalam jangka pendek

Pengaruh Makro Ekonomi merger dan Akuisisi bagi Industri Perbankan antara lain :
1. Dampak Positif merger dan akuisisi
Alasan pelaksanaan strategi merger bagi pemerintah digunakan untuk memperkuat
dan memperluas kepemilikan pemerintah pada industri perbankan serta adanya
upaya pemerintah agar dapat menjalankan program pembangunan dengan
dukungan lembaga perbankan yang dikendalikan
2. Dampak negatif merger dan akuisisi
a. Kemungkinan timbulnya kesenjangan antara proses akumulasi dana dari pihak
ketiga dan proses penyalurannya untuk kepentingan perekonomian lokal
maupun nasional
b. Kurangnya partisipasi bank asing dalam pendanaan kegiatan usaha berskala
besar di tanah air seperti pendanaan program infrastruktur, mengingat
perhitungan manajemen risiko yang sangat ketat yang mereka jalankan
c. Pada saat kondisi politik menghadapi skenario kemelut dan krisis ekonomi
maka cadangan bank asing di Indonesia akan terjadi
d. Bank asing akan memindahkan sementara waktu dana yang terhimpun di
dalam negeri ke anak perusahaan holding yang lokasi perusahaan yang
terdekat, misalnya Singapura dan Hongkong
e. Tingkat multiplayer penyerapan tenaga kerja di bank milik asing akan
cenderung lebih rendah dibandingkan dengan angka multiplayer pada

Isti Fadah Page 182


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

perusahaan perbankan milik swasta domestik dan perusahaan BUMN

TATA CARA MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI


(Contoh Kasus pada BPR)

Pengertian
Merger adalah penggabungan dari 2 (dua) BPR atau lebih dengan cara tetap
mempertahankan berdirinya salah satu BPR dan membubarkan BPR-BPR lainnya
tanpa melikuidasi terlebih dahulu.
Konsolidasi adalah penggabungan dari 2 (dua) BPR atau lebih dengan cara mendirikan
BPR baru dan membubarkan BPR-BPR tersebut tanpa melikuidasi terlebih dahulu.
Akuisisi adalah pengambilalihan kepemilikan suatu BPR yang mengakibatkan
beralihnya pengendalian terhadap BPR.

Ketentuan Umum
Merger, Konsolidasi dan Akuisisi BPR dapat dilakukan atas:
1. Inisiatif BPR yang bersangkutan dan wajib terlebih dahulu memperoleh izin dari
Direksi (Pimpinan) Bank Indonesia
2. Permintaan Bank Indonesia

Merger atau Konsolidasi BPR dapat dilakukan:


1. Antar BPR konvensional atau BPR Syariah
2. Antara BPR Konvensional dengan BPRS dan hasilnya menjadi BPRS
yang berkedudukan dalam wilayah propinsi yang sama atau yang berkedudukan dalam
wilayah propinsi yang berbeda sepanjang kantor-kantor BPR hasil Merger atau

Isti Fadah Page 183


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Konsolidasi berlokasi dalam wilayah propinsi yang sama. BPR hasil Merger atau
Konsolidasi Salah satu kantor BPR hasil Merger atau Konsolidasi dijadikan kantor
pusat dan kantor lainnya dapat dijadikan kantor cabang.

Persyaratan Merger Atau Konsolidasi Atas Inisiatif BPR


Izin Merger atau Konsolidasi diberikan apabila dipenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Telah mendapat persetujuan dari RUPS atau Rapat Anggota bagi BPR yang
berbentuk hukum Koperasi;
2. Permodalan BPR hasil Merger atau Konsolidasi memenuhi ketentuan rasio
KPMM yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;
3. Calon anggota dewan komisaris dan direksi BPR hasil Merger atau Konsolidasi
memenuhi persyaratan sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang BPR yang
mengatur kepengurusan BPR;
4. dalam hal BPR hasil Merger atau Konsolidasi akan menjadikan kantor BPR
lainnya sebagai kantor cabang wajib memenuhi persyaratan modal disetor untuk
pembukaan kantor cabang BPR sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur
tentang pembukaan kantor cabang BPR.

Tatacara Merger
1. Direksi masing-masing BPR yang akan Merger atau Konsolidasi membuat
rancangan Merger atau Konsolidasi setelah mendapat persetujuan dari dewan
komisaris masing-masing BPR.
2. Direksi wajib mengumumkan ringkasan rancangan Merger atau Konsolidasi.
Pengumuman wajib dilakukan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum
RUPS atau Rapat Anggota bagi BPR yang berbentuk hukum Koperasi:
a. Dalam surat kabar harian setempat bagi BPR hasil Merger atau
Konsolidasi yang memiliki total aset Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar
rupiah) atau lebih;

Isti Fadah Page 184


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

b. Dengan menempelkan pada papan pengumuman di kantor masing-masing


BPR atau di kantor kecamatan setempat bagi BPR hasil Merger atau
Konsolidasi yang memiliki total aset kurang dari Rp10.000.000.000,00
(sepuluh miliar rupiah).
3. Keberatan atas pelaksanaan Merger atau Konsolidasi
a. Kreditur dan pemegang saham minoritas dapat mengajukan keberatan atas
pelaksanaan Merger atau Konsolidasi selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
sebelum pelaksanaan RUPS atau Rapat Anggota.
b. Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada huruf a, kreditur
dan pemegang saham minoritas tidak mengajukan keberatan, maka kreditur
dan pemegang saham minoritas dianggap menyetujui Merger atau
Konsolidasi.
c. Keberatan oleh kreditur dan pemegang saham minoritas disampaikan
kepada direksi masing-masing BPR untuk diselesaikan dalam RUPS atau
Rapat Anggota.
d. Selama penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam huruf c belum tercapai,
Merger atau Konsolidasi tidak dapat dilaksanakan.
4. Direksi masing-masing BPR mengajukan permohonan Merger atau Konsolidasi
kepada Direksi (Pimpinan) Bank Indonesia selambat-lambatnya 14 (empat belas)
hari setelah RUPS atau Rapat Anggota dan wajib melampirkan:
a. Notulen RUPS atau Rapat Anggota;
b. Akta Merger atau Konsolidasi dan Akta Perubahan Anggaran Dasar BPR
hasil Merger atau Akta Pendirian BPR hasil Konsolidasi;
c. Bukti pengumuman ringkasan rancangan Merger atau Konsolidasi;
d. Bukti pelunasan modal disetor bagi BPR yang memerlukan penambahan
modal sesuai ketentuan dalam bentuk fotokopi bilyet deposito pada Bank
Umum di Indonesia atas nama “Direksi (Pimpinan) Bank Indonesia qq.
salah seorang pemilik BPR yang bersangkutan” dengan mencantumkan

Isti Fadah Page 185


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

keterangan bahwa pencairannya hanya dapat dilakukan setelah mendapat


persetujuan tertulis dari Direksi (Pimpinan) Bank Indonesia;
e. Tembusan permohonan tersebut disampaikan kepada instansi yang
berwenang menyetujui perubahan Anggaran Dasar.
5. Kewajiban BPR yang telah memperoleh izin Merger atau Konsolidasi
a. Menyusun neraca penutupan masing-masing BPR yang akan melakukan
Merger atau Konsolidasi;
b. Menyusun neraca pembukaan BPR hasil Merger atau Konsolidasi;
c. Mengumumkan hasil Merger atau Konsolidasi disertai dengan neraca
pembukaan BPR hasil Merger atau Konsolidasi selambat-lambatnya 30 (tiga
puluh) hari sejak tanggal berlakunya izin Merger atau Konsolidasi pada:
1) Surat kabar harian setempat untuk yang memiliki total aset
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) atau lebih;
2) Papan pengumuman di masing-masing kantor BPR untuk yang
memiliki total aset kurang dari Rp10.000.000.000,00 (sepuluh
miliar rupiah);
3) Menyampaikan laporan pelaksanaan Merger atau Konsolidasi
kepada Bank Indonesia selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari
setelah tanggal pengumuman dan wajib dilampiri dengan
fotokopi perubahan Anggaran Dasar/Akta Pendirian dan bukti
pengumuman;
d. Akta Merger atau Konsolidasi dan Akta Perubahan Anggaran Dasar BPR hasil
Merger atau Akta Pendirian BPR hasil Konsolidasi wajib didaftarkan dalam
Daftar Perusahaan dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penerimaan
laporan atau tanggal persetujuan instansi yang berwenang.

Persyaratan Akuisisi Atas Inisiatif BPR

Isti Fadah Page 186


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

1. Akuisisi BPR dapat dilakukan oleh perseorangan atau badan hukum melalui
pengambilalihan sebagian atau seluruh saham yang mengakibatkan pihak yang
mengakuisisi memegang pengendalian BPR, yaitu kepemilikan saham:
a. Menjadi sebesar 25% (dua puluh lima perseratus) atau lebih dari modal disetor
BPR atau
b. Kurang dari 25% (dua puluh lima perseratus) dari modal disetor BPR namun
menentukan baik langsung maupun tidak langsung pengelolaan dan atau
kebijaksanaan BPR.
2. Izin Akuisisi yang mengakibatkan terjadinya pengalihan pemegang pengendalian
BPR harus memenuhi syarat:
a. Telah memperoleh persetujuan dari RUPS atau Rapat Anggota dari BPR yang
akan diakuisisi;
b. Pihak yang mengakuisisi telah memenuhi persyaratan sebagai pemilik BPR
sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

Tatacara Akuisisi
1. Direksi BPR dan pihak yang akan mengakuisisi secara bersama-sama menyusun
rancangan Akuisisi. Rancangan Akuisisi wajib mendapat persetujuan dewan
komisaris BPR.
2. Direksi BPR wajib mengumumkan ringkasan rancangan Akuisisi selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum RUPS atau Rapat Anggota Pengumuman
tersebut dilakukan :
a. Dalam surat kabar harian setempat bagi BPR yang memiliki total aset
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) atau lebih.
b. Pada papan pengumuman di kantor BPR atau di kantor kecamatan setempat
bagi BPR yang memiliki total aset kurang dari Rp10.000.000.000,00 (sepuluh
miliar rupiah).

Isti Fadah Page 187


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

3. Persetujuan atas rancangan Akuisisi


Rancangan Akuisisi dan konsep Akta Akuisisi wajib mendapat persetujuan dari
RUPS atau Rapat Anggota, BPR yang akan diakuisisi dan pihak yang akan
melakukan Akuisisi, untuk selanjutnya dibuatkan Akta Akuisisi.
4. Permohonan izin Akuisisi
Permohonan izin Akuisisi kepada Bank Indonesia diajukan oleh pihak yang akan
mengakuisisi dan direksi BPR yang akan diakuisisi dan wajib dilampiri dengan
rancangan Akuisisi beserta dokumen pendukungnya.
5. Persetujuan atau penolakan izin Akuisisi
Persetujuan atau penolakan izin Akuisisi oleh Bank Indonesia setelah melakukan
penelitian kebenaran dokumen dan wawancara terhadap pihak yang akan
mengakuisisi, diberikan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari setelah
permohonan diterima secara lengkap. Tembusan persetujuan atau penolakan juga
disampaikan oleh Bank Indonesia kepada instansi yang berwenang apabila
terdapat perubahan Anggaran Dasar.
6. Berlakunya Akuisisi
Akuisisi BPR mulai berlaku sejak tanggal penandatanganan Akta Akuisisi. Direksi
BPR wajib menyampaikan laporan pelaksanaan Akuisisi kepada Bank Indonesia
selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak tanggal penandatanganan Akta
Akuisisi dengan dilampiri fotokopi Akta Akuisisi.

Pengambilalihan Saham (Akuisisi) Yang Tidak Mengakibatkan Beralihnya


Pengendalian BPR
1. Pengambilalihan saham yang tidak mengakibatkan beralihnya pengendalian BPR
wajib memenuhi persyaratan ketentuan Bank Indonesia tentang BPR yang
mengatur kepemilikan dan permodalan BPR, serta wajib dilaporkan kepada Bank
Indonesia.

Isti Fadah Page 188


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

2. Apabila pihak yang mengambil alih tidak memenuhi persyaratan sebagai


pemegang saham BPR, saham yang telah dibeli tersebut wajib dialihkan kepada
pihak lain yang memenuhi persyaratan sebagai pemilik BPR selambat-lambatnya
90 (sembilan puluh) hari sejak pemberitahuan dari Bank Indonesia.
3. Apabila dalam jangka waktu tersebut di atas pihak yang mengambil alih saham
tidak mengalihkan kepemilikan saham, pengalihan saham tersebut dinyatakan
tidak sah dan yang bersangkutan dilarang melakukan tindakan-tindakan sebagai
pemegang saham. Atas pengambilalihan saham pada huruf b diatas, BPR dilarang
melakukan pencatatan dalam administrasi daftar pemegang saham atau daftar
anggota serta memberikan hak apapun sebagai pemegang saham kepada pihak
pengambil alih.

Merger, Konsolidasi Dan Akuisisi Atas Permintaan Bank Indonesia


1. Apabila menurut penilaian Bank Indonesia suatu BPR mengalami kesulitan yang
membahayakan kelangsungan usahanya dan tidak dapat melaksanakan langkah-
langkah perbaikan yang ditetapkan Bank Indonesia, maka Bank Indonesia dapat
meminta kepada pemilik dan pengurus BPR yang bersangkutan untuk:
a. Melakukan Merger atau Konsolidasi dengan BPR lain, atau
b. Menjual sebagian atau seluruh kepemilikannya kepada BPR atau pihak lain.
2. Pelaksanaan Merger, Konsolidasi dan Akuisisi sebagaimana angka 1., dilakukan
sesuai dengan ketentuan tentang Merger, Konsolidasi dan Akuisisi yang dilakukan
atas inisiatif BPR sendiri.

Kesimpulan :
1.Merger didefinisikan sebagai penggabungan dua atau lebih perusahaan yang kemudian
hanya ada satu perusahaan yang tetap hidup sebagai badan hukum, sementara yang
lainnya menghentikan aktivitasnya atau bubar. Perusahaan yang di-merger kehilangan

Isti Fadah Page 189


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

nama dan berhenti beroperasi. Hak dan kewajiban karyawan akan diambil alih
perusahaan yang baru dibentuk pasca merger
2.Akuisisi adalah pengambil alihan atas saham atau asset suatu perusahaan oleh
perusahaan lain. Perusahaan yang diakuisisi tidak kehilangan nama dan tetap beroperasi.
Pengakuisisi memiliki kendali atas aktiva netto dan operasi perusahaan yang diakuisisi,
setelah memberikan aktiva tertentu, mengakui hutang atau mengeluarkan saham.

3.Dampak Positif Merger dan Akuisisi : Memungkinkan pertukaran cadangan cash flow
secara internal antara perusahaan yang melakukan merger, sehingga bank hasil merger
dapat mengatur risiko likuiditas dengan lebih fleksibel; Diperolehnya peningkatan
modal perusahaan dan adanya keunggulan dalam mengatur biaya akibat bertambahnya
skala usaha. Efisiensi perusahaan dapat dilakukan lebih lanjut khususnya dalam efisiensi
biaya kredit; Dicapainya keunggulan Market Power dalam persaingan, yang kemudian
dapat memperbesar margin bunga pinjaman.
4.Dampak Negatif dari Merger dan Akuisis : Proses Merger biasanya diikuti dengan
peningkatan ketidakpastian pada pihak Direksi, Manajer dan Karyawan ; Proses Merger
padaa industri perbankkan nasional selalu diikuti dengan pengurangan jumlah pegawai
dan staf di perusahaan; Terjadi benturan kepentingan, kondisi saling curiga dan bahkan
konflik diantara para anggota Komisaris dan Direksi. Hal ini terjadi jika bank hasil
merger tersebut dikuasai oleh lebih dari 1 pemegang saham pengendali. Sebagian
anggota komisaris dan direksi yang ada cenderung untuk berlomba mewakili
kepentingan masing masing pemilik dari bank hasil merger dengan menunjukkan
prestasi kelompoknya masing – masing; Kegiatan merger tahun pertama kecenderungan
diikuti dengan strategi efisiensi hal ini akan menyebabkan semangat dan kreativitas dari
sebagian pihak direksi atau staf profesional yang semakin menurun; Benturan budaya
perusahaan tidak dapat dielakkan sehingga perusahaan hasil merger akan mengalami
penurunan produktivitas dalam jangka pendek.

Isti Fadah Page 190


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Umpan Balik
1. Jelaskan pengertian merger !
2. Jelaskan pengertian akuisisi !
3. Jelaskan perbedaan merger dan akusisi serta berikan contoh kongkritnya !
4. Jelaskan keburukan dari merger dan akuisisi !
5. Jelaskan kebaikan dari merger dan akuisisi !

Isti Fadah Page 191


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

DAFTAR PUSTAKA

_________.”Memahami Merger dan akuisisi”. Jakarta. www.inverstorsaham.com .


2007
Brigham, EF dan J. F. Houston, 1998, Fundamentals of Financial
Management, The Dryden Press, Harcout Brace College
Publishers, Philadelphia.

Brigham, EF & Phillip R. Daves,2003, Intermediate Financial Management, eight


edition, Thomson, South Western.

Chen C.R dan T. Steiner. 1999. Managerial Ownership and Agency Conflict : A
NonLinier SimultaneusEquation Analysis of Managerial Ownership, Risk Taking,
Debt Policy, and Dividen Policy. Financial Review .34 : 119-136

Chynthia A. Utama.2002. Tiga Bentuk Masalah Keagenan (Agency Problem) dan


Alternatif Pemecahannya. Bagian 1 dari 2 tulisan . Usahawan No. 01 th
XXXII.14-20.

Claessens, 2000, The Separasion of Ownership & Control in East Asian Corporasion,
Journal of Financial Economics, vol 58.

Direktorat Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat. ”Tata Cara pendirian BPRS”. Jakarta.
www.pkes.org. 4 Okt. 2009

Easter brook,F. 1984. Two Agency Cost Explanation of Divideds. American Economic
Review 74 : 650-659.

Edratna.”Merger”. 2007. Jakarta : edratna wordpress.com.

Helmy, dkk. 2007 “Industrial dan Bussiness”. Resume. Bandung : Universitas


Widyagama.
Isti Fadah, 2010, Ownership Structure, Dividend Payment, Agency Cost and Corporate
value (Suatu Pengujian Model Struktural). Jurnal Ekuitas Vol 14 No.1,
Terakreditasi No 110/DIKTI/Kep/2009

Johnson, Hazel J. 1995. Bank Mergers, Acquisition & Strategic Alliances. New York:
Richard D. Irwin, Inc.

Isti Fadah Page 192


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

Lukas S. A., 1999, Manajemen Keuangan, Edisi Revisi, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Lukman Syamsudin.M.A, Manajemen Keuangan Perusahaan, PT. Raja Grafindo


Persada, 2000.
Munir Fuady. 1999. “Hukum Tentang Merger”. Bandung Citra Aditya Bakti

Rozeeff,M. 1982. Growth, Beta and agency Cost as Determinants of Dividend Payout
Rasios. Journal of Financial Research 5 : 249-259.

Schooley, diane K. dan Barney, Dwayne. 1994. Using Dividend Policy and Managerial
Ownership to Reduce Agency Costs. Journal of Financial Research 3 :
363-373.

Simanjuntak dan Mulia. 2007. Merger Perusahaan Hukum Publik Suatu Kajian Hukum
Korporasi. ___________;___________

Sinkey, Joseph F., Jr. 1983. Commercial Bank Financial Management. New
York:Macmillan Publishing Co., Inc.

Sjahdeini, Sutan remy._____. Merger, Konsolidasi dan Akusisi Bank.


Jakarta:Perpustakaan IBI. Tidak dipublikasi

Van Horne, James C., dan Sinaga Marianus. 1988. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan
Edisi Keenam.Erlangga. Jakarta.

Weston, J. Fred dan Brigham, Eugene F. 2000 .Dasar-Dasar Manajemen


Keuangan.Erlangga. Jakarta.

Weston, J. Fred dan Copeland, Thomas E. 1996. Manajemen Keuangan Jilid 2 Edisi
Kedelapan.Erlangga. Jakarta.

Isti Fadah Page 193


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

CURICULUM VITAE PENULIS

NAma Lengkap : Prof.Dr.Isti Fadah,MSi


Tempat / Tgl. Lahir
: Jember, 20 Oktober 1966
Agama : Islam
Pekerjaan : Dosen Fakultas Ekonomi
Universitas Jember
Pangkat : Pembina Utama Muda (IV/c)
Bidang Guru Besar : Manajemen Keuangan
Nama Suami : Drs.Istatuk Budi Yuswanto,MSi
Nama Anak : Yudha Alif Auliya
Yuangga Rahmad Ramadhan
Yuris Maulana Akhmad

Riwayat Pendidikan
 Prof. Dr.Isti Fadah,MSi, menyelesaikan SDN Mayang I pada tahun 1977,
SMP Negri I Jember tahun 1981 dan SMA Negri I Jember tahun 1984
 Selanjutnya menyelesaikan jenjang Sarjana Ekonomi di Universitas Jember
pada Tahun 1989.
 Gelar Master of Science diperoleh dari Universitas Airlangga Surabaya
pada Tahun 1996
 Gelar doktor bidang Manajemen Keuangan diperoleh dari Universitas
Brawijaya Malang pada Tahun 2007

Prof. Dr.Isti Fadah, MSi


 mengawali karir sebagai Dosen di Universitas Jember pada Tahun 1990
 sampai akhirnya mendapatkan promosi jabatan akademik tertinggi sebagai
Guru Besar bidang Manajemen Keuangan pada Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi
 Sekretaris Bidang Kerjasama pada UPT P3AI tahun 1998-1999
 Sekretaris Program Studi D3 Administrasi Perusahaan tahun 2000-2004
 Ketua Program Studi D3 Manajemen Perusahaan tahun 2007-2010
 Ketua Jurusan (S1) Manajemen FE Universitas Jember tahun 2010-
sekarang

Isti Fadah Page 194


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

 Berpartisipasi aktif dalam penulisan karya ilmiah yang telah dipublikasikan


di berbagai seminar nasional, simposium, workshop dan jurnal
terakreditasi nasional

Penghargaan penting yang telah diterima


 Lulusan (S1) IPK Terbaik Fakultas Ekonomi tahun 1989
 Sepuluh Besar Terbaik Peserta Prajabatan di Universitas Jember tahun 1990
 Satya lancana karya sapta 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia Tahun
2009
 Sebagai ketua jurusan Manajemen berhasil mengantarkan jurusan menjadi
juara pertama lomba prodi di lingkungan Universitas Jember pada tahun
2011
 Satya lancana karya sapta 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia Tahun
2013
 Sebagai Kaprodi Berprestasi Peringkat I di Lingkungan Universitas Jember
Tahun 2013

Penelitian penting sumber dana DP2M DIKTIyang telah dilakukan diantaranya


adalah :
 Perilaku Wirausaha Sektor Informal di Kawasan Wisata Pantai Pasir Putih Kab.
Situbondo tahun 2000
 Variabel Penentu PER Pada penilaian Saham Studi Pada BEJ tahun 2001
 Analisis Risiko Bisnis Investasi Saham Studi Pada BEJ th 2002
 Kontribusi Pendapatan Buruh Wanita Terhadap Pendapatan Keluarga Pada
Pengolahan Tembakau di Kabupaten jember tahun 2002
 Karakteristik Demografi & Sosial Ekonomi Pemulung di Kab. Jember 2003
 Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Oleh Pemulung Serta Upaya Pemasarannya
Guna Meningkatkan Pendapatan 2004
 Ownership Structure Dividend Payment Agency Cost and Corporate Value 2009
 Dividend Payment Agency Cost and Corporate Value (Model Komparasi pada
perusahaan yg Menerapkan GCG Tinggi dan Rendah)2011

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yang telah dilakukan adalah :

 Pembinaan Usaha Kecil dan Pengrajin Untuk Meningkatkan Kemampuan Mencari


Peluang Era AFTA tahun 2003

 Upaya Pemberdayaan Anggota Koperasi Mekar sari di Kec. Patrang Melalui


Perencanaan Unit Usaha Pertokoan tahun 2007

Isti Fadah Page 195


Manajemen Keuangan Suatu Konsep Dasar

 Upaya Pengembangan Kewirausahaan Bahan Baku Kelapa di Desa Sumber


Lesung Kec. Ledokombo Kab. Jember tahun 2009

 Pembinaan tentang pentingnya manajemen pemasaran dan manajemen keuangan


pada unit pengelola keuangan-badan keswadayaan masyarakat “Rukun Sejahtera”
(UPK-BKM) di kelurahan Dabasah kabupaten Bondowoso tahun 2011

 Pembinaan manajemen organisasi di YPK Raden Rahmat tahun 2012

Isti Fadah Page 196