Anda di halaman 1dari 9

TUGAS AKUNTANSI MENENGAH

RANGKUMAN MATERI KULIAH


BAB 8

KELOMPOK 7 :

Rosi Setyawati F0312108


Rosita Putri Diani F0312109
Sri Nuryani F0312116
Stella Monika F0312117
Sulis Suryandari F0312118
Theresia Yolanda Kesti F0312119
Yunus Fitriawan F0312126
Yusi Arita Silviani F0312127

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
Klasifikasi dan Pengendalian
Persediaan
Klasifikasi
Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam
operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau untuk di konsumsi dalam
membuat barang yang akan di jual. Biasanya terdapat di perusahaan dagang dan perusahaan
manufaktur.
 Perusahaan dagang : biasanya membeli persediaan dalam bentuk siap jual. Melaporkan
unit- unit yang belum terjual dan masih ditangan sebagai persediaan barang dagang
 Perusahaan Manufaktur : memproduksi barang yang akan dijual kepada perusahaan
dagang. Perusahaan ini memiliki 3 akun persediaan yaitu bahan baku, barang dalam
proses, dan barang jadi memiliki pengertian sebagai berikut :
 Bahan baku adalah biaya yang dibebankan ke barang dan bahan baku yang ditangan
tetapi belum dialihkan ke produksi.
 Barang dalam proses adalah biaya bahan baku untuk produk yang telah dibuat tetapi
belum selesai, ditambah biaya tenaga kerja langsung yang di aplikasikan secara khusus
ke bahan baku ini dan biaya overhead yang dialokasikan.
 Barang jadi adalah produk yang telas selesai tetapi belum terjual.

Pengendalian
Sistem akuntansi yang akurat dan catatan yang up to date merupakan hal yang sangat
penting. Perusahaan dapat menggunakan dua sistm agar pencatatan persediaan tetap akurat
yaitu menggunakan sistem perpectual dan periodik.

Sistem Perpetual
Sistem persediaan perpetual (perpetual inventory system) secara terus menerus
melacak perubahan akun Persediaan . Yaitu, semua pembelian dan penjualan (pengeluaran)
barang dicatat secara langsung ke akun Persediaan pada saat terjadi.
Karakteristik dari sistem persediaan perpetual :
1. Pembelian barang dagang untuk dijual atau pembelian bahan baku untuk produksi didebet
ke persediaan dan bukan ke pembelian.
2. Biaya transportasi masuk, retur pembelian dan pengurangan harga, serta diskon pembelian
di debet ke persediaan dan bukan ke akun terpisah .
3. Harga pokok penjualan diakui untuk setiap penjualan dengan mendebet akun Harga Pokok
Penjualan, dan mengkredit persediaan.
4. Persediaan merupakan akun pengendali yang didukung oleh buku besar pembantu yang
berisi catatan persediaan individual .

Sistem Periodik
Menurut sistem persediaan periodik (perodic inventory system ) , kualitas prsediaan di
tangan ditentukan secara periodik. Semua pembelian persediaan selama periode akuntansi
dicatat dengan mendebet akun pembelian.
Total akun pembelian pada akhir periode akuntansi ditambahkan ke biaya persediaan
di tangan pada awal periode untuk menentukan total biaya barang yang tersedia untuk dijual
selama periode berjalan.
Perhitungan fisik persediaan ( physical inventory count ) yang diharuskan oleh sistem
persediaan periodik dilakukan sekali setahun pada setiap akhir tahun .

Kontrol Persediaan
Untuk alasan yang beragam, manajemen tertatik pada perencanaan persediaan dan
kontrol persediaan. Jika perusahaan itu adalah perusahaan manufaktur atau perusahaan
dagang, itu dibutuhkan sistem akuntansi yang akurat dengan pencatatan yang up-to-date .itu
dapat berupa kerugian penjualan atau konsumen jika tidak terdapat stok produk dengan
model diinginkan , jumlah, dan kualitas. Perusahaan juga harus memonitor level persediaan
dengan hati-hati untuk mengurangi biaya financing angkut persediaan dalam jumlah besar.

Masalah Mendasar Dalam Penilaian Persediaan


Barang dijual selama satu periode akuntansi jarang tepat sama dengan barang yang
dibeli atau diproduksi selama periode berjalan, maka persediaan fisikakan meningkat atau
menurun. Biaya barang yang tersedia untuk dijual atau digunakan (cost of goods available for
sale or use) adalah jumlah dari biaya barang yang ada ditangan pada awal periode dan biaya
barang yang dibeli atau diproduksi selama periode berjalan.
Harga pokok penjualan (Cost of good sold) adalah perbedaan antara biaya barang
yang tersedia untuk dijual selama periode berjalan dan biaya barang yang ada ditangan pada
akhir periode.
Penilaian persediaan bisa menjadi proses yang komplek yang memerlukan penentuan atas :
1. Barang fisik yang harus dimasukkan dalam persediaan
2. Biaya-biaya yang harus dimasukkan dalam persediaan
3. Asumsi arus biaya yang harus diadopsi

Barang Fisik Yang Dimasukkan Dalam


Persediaan
Secara teknis, pembelian harus dicatat ketika hak legal atas barang berpindah ke
pembeli . Namun praktik yang umum adalah mencatat pembelian pada saat barang diterima.
Karena sulit bagi pembeli untuk menentukan secara pasti kapan hak legal berpindah untuk
setiap pembelian.

Barang Konsinyasi
Salah satu metode pemasaran khusus untuk produk-produk tertentu dikenal dengan
konsinyasi (consignment). Menurut kesepakatan ini, consignor mengirimkan barang dagang
ke consignee yang bertindak sebagai agen consignor dalam menjual konsinyasi. Consignor
setuju untuk menerima barang tanpa kewajiban apapun, kecuali menjaga dan melindunginya
dari kehilangan atau kerusakan, sampai barang terjual kepada pihak ketiga. Ketika consignee
menjual barang, pendapatan dikurangi komisi penjualan dan beban penjualan diserahkan
kepada consignor.
Barang yang telah diserahkan kepada consignee tetap merupakan properti consignor
dan dimasukkan dalam persediaan consignor pada harga beli atau biaya produksi. Kadang
kala persediaan yang telah dikonsinyasikan dilaporkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Consignee tidak membuat ayat jurnal pada akun persediaan untuk barang konsinyasi
yang diterima karena barang tersebut merupakan milik consignor. Consignee harus sangat
berhati-hati agar tidak memasukkan setiap barang konsinyasi sebagai bagian dalam
persediaan.
Special Sales Agreement
Tiga jenis masalah dalam penjualan:
1. Penjualan dengan perjanjian pembelian kembali
Terkadang suatu perusahaan membiayai persediaan tanpa melaporkan kewajiban atau
persediaan pada laporan posisi keuangan . Pendekatan ini , sering disebut sebagai
pengaturan pembiayaan produk , biasanya melibatkan " dijual" secara implisit maupun
secara eksplisit "pembelian kembali" kesepakatan .
2. Penjualan dengan tingkat pengembalian tinggi
Di dalam industri penerbit, musik, mainan, alat olah raga terjadi kesepakatan dengan
pembeli untuk mengembalikan persediaan dengan dana baik secara utuh maupun parsial.
Contoh: Industri penerbit menjual buku ke toko Campus dengan perjanjian Campus dapat
mengembalikan kredit penuh buku-buku yang tidak terjual. Kenyataannya, Campus
mengembalikan 25 persen.
Penyelesaiannya adalah (1) mencatat penjualan pada jumlah penuh, kemudian mencatat
kembali estimasi penjualan dan akun penyisihannya atau (2) mencatat penjualan saat
indikasi pengembalian jumlah persediaan pembeli muncul.
Keadaan seperti apa ketika penerbit harus mempertimbangkan persediaan dijual? Ketika
penerbit dapat memperkirakan jumlah pengembalian, harus mempertimbangkan barang
yang dijual. Jika pengembalian tidak bisa ditebak, penerbit seharusnya tidak
mempertimbangkan persediaan dijual dan tidak harus menghapus barang dari persediaan.
3. Penjualan dengan kredit
Menggambarkan setiap jenis penjualan di mana perjanjian jual memerlukan pembayaran
angsuran periodik selama jangka waktu. Karena risiko kerugian dari piutang tak tertagih
lebih tinggi dalam situasi angsuran jual dibandingkan transaksi penjualan lainnya, penjual
kadang-kadang menahan barang sampai pembeli telah melakukan semua pembayaran.
Apakah penjual harus mempertimbangkan persediaan dijual, meskipun hak pembeli belum
dilakukan? Penjual harus mengecualikan barang dari persediaan jika dapat memperkirakan
persentase kredit macet.

Effect Of Inventory Errors


Produk salah disertakan atau dikecualikan dalam menentukan biaya dalam persediaan
akan mengakibatkan kesalahan pada laporan keuangan.
Contoh: Yei Chen kekurangan persediaan akhir sebesar 410.000 pada tahun 2010 ,
tetapi semua item lainnya benar. Pengaruh kesalahan ini menurunkan laba bersih tahun 2010
dan meningkatkan laba bersih tahun 2011 . Kesalahan pada laba bersih diimbangi tahun 2011
karena persediaan awal berkekurangan dan laba bersih yang berlebihan.
Yei Chen kelebihan persediaan akhir tahun 2010 , efek cadangan terjadi : persediaan , modal
kerja , rasio lancar , dan laba bersih yang berlebihan dan harga pokok penjualan yang
berkekurangan . Pengaruh kesalahan pada laba bersih akan diimbangi pada 2011, namun
salah pelaporan pada laporan laba rugi di angka laba bersih pada kedua tahun.

Salah-Saji Pembelian Dan Persediaan


Kelalaian mencantumkan barang dari pembelian dan persediaan akan menyebabkan
persediaan dan utang usaha kurang-saji dalam neraca serta pembelian dan persediaan akhir
kurang-saji dalam laporan laba-rugi. Namun laba bersih untuk periode berjalan tidak
dipengaruhi oleh pengabaian seperti itu, hal ini disebabkan karena pembelian dan persediaan
akhir sama-sama kurang-saji dengan jumlah yang sama, dan kesalahan tersebut kemudian
akan saling mengoffset dalam harga pokok penjualan. Modal kerja total juga tidak berubah,
tetapi rasio lancar akan lebih-saji karena persediaan dan utang usaha kurang-saji dengan
jumlah yang sama.

Biaya-Biaya Yang Harus Dimasukkan Dalam Persediaan


Yang sering menjadi masalah penting dalam menangani persediaan adalah
berhubungan dengan berapa jumlah persediaan yang harus dicatat dalam akun. Pembelian
(akuisisi) persediaan, seperti aktiva lain, umumnya diperhitungkan atas dasar biaya.
Biaya Produk
Biaya Produk adalah biaya biaya yang melekat pada persediaan dan dicatat dalam
akun persediaan. Biaya biaya ini berhubungan langsung dengan transfer barang ke lokasi
bisnis pembeli dan pengubahan barang tersebut ke kondisi yang siap dijual. Beban seperti itu
mencakup ongkos pengangkutan barang yang dibeli, biaya pembelian langsung lainnya, dan
biaya tenaga kerja setra produksi lainnya yang dikeluarkan dalam memproses barang ketika
dijual.
which cost flow assumption to adopt?
IASB membutuhkan penggunaan metode identifikasi khusus dalam kasus di mana
persediaan tidak biasanya dipertukarkan atau barang dan jasa yang diproduksi atau
dipisahkan untuk proyek tertentu.
Ilustrasi metode arus kas
Date
Date Purchases Sold or Issues Balance
March 2 2.000 @ $4.00 2.000 units
March 15 6.000 @ $4.40 8.000 units
March 19 4.000 units 4.000 units
March 30 2.000 @ $4.75 6.000 units

Dari ilustrasi ini dapat kita ketahui bahwa inventori akhir sebesar 6000 unit. Namun,
inventori akhir akan berbeda tergantung metode yang digunakan.

Specific Identification
Specifik identification digunakan untuk mengidentifikasi setiap item yang dijual dan setiap
item dalam persediaan.
Date No. of Units Unit Cost Total Cost
March 2 1.000 4.00 4.000
March 15 3.000 4.40 13.200
March 30 2.000 4.75 9.500
Ending Inventory 6.000 26.700

Cost of Goods available for sale 43.900


(Computed in previous section)
Deduct : Ending Inventory 26.700
Cost of Goods Sold 17.200
Average Cost
Metode biaya rata-rata harga item dalam persediaan atas dasar biaya rata-rata semua
barang serupa yang tersedia selama periode.
Date Purchased Sold or Issued Balance
March 2 2.000 4.00 8.000
March 15 6.000 4.40 26.400
March 30 2.000 4.75 9.500
Total goods available 10.000 43.900

43.900
Weighted-average cost per unit = 4.39
10.000

Inventory in units 6.000 units


Ending inventory 6.000 X 4.39 = 26.340
Cost of goods available for sale 43.900
Deduct : Ending inventory 26.340
Cost of goods Sold 17.560

First In, First Out (FIFO)


Metode ini mengasumsikan bahwa barang pertama yang dibeli adalah barang pertama
yang digunakan atau dijual. Karena itu, barang yang tersisa merupakan barang yang dibeli
paling akhir.

Keunggulan metode FIFO adalah mendekatkan nilai persediaan akhir dengan biaya
berjalan. Kelemahan mendasar dari FIFO adalah biaya berjalan tidak ditandingkan dengan
pendapatan berjalan pada laporan laba rugi.

Metode Penilaian Persediaan – Analisis Ikhtisar

Data-data terpilih untuk diperbandingkan :

Data Terpilih
Saldo kas awal $7,000
laba ditahan awal $10,000
persediaan awal $12,000
pembelian 4000 unit @ $3 $24,000
penjualan 6000 unit @ $4 $60,000
beban operasi 5000 unit @ $12 $10,000
tarif pajak penghasilan 40%
Hasil-hasil komparatif dari biaya rata-rata, FIFO, dan LIFO

biaya rata-
rata FIFO LIFO
penjualan $60,000 $60,000 $60,000
harga pokok penjualan $18,000 $16,000 $20,000
laba kotor $42,000 $44,000 $40,000
beban operasi $10,000 $10,000 $10,000
laba sebelum pajak $32,000 $34,000 $30,000
pajak penghasilan $12,800 $13,600 $12,000
laba bersih $19,200 $20,400 $18,000

Saldo pos-pos terpilih menurut Metode penilaian persediaan alternative


laba
Persediaan laba kotor pajak bersih laba ditahan kas

$18,000 $29,200

Biaya rata-rata (5000 x $3.60) $42,000 $12,800 $19,200 ($10.000 + $19.200) $20,200

$20,000 $30,400

FIFO (5000 x $4) $44,000 $13,600 $20,400 ($10.000 + $20.400) $19,400

$16,000 $28,000

(4000 x $3) ($10.000 + $18.000)

LIFO (1000 x $4) $40,000 $12,000 $18,000 $21,000

kas akhir tahun = Saldo awal + Penjualan - Pembelian - pajak - beban operasi

Average - $20.200 = 7,000 + 60,000 - 24,000 - 12,800 - $10,000

FIFO - $19.400 = 7,000 + 60,000 - 24,000 - 13,600 - $10,000

LIFO - $21.000 = 7,000 + 60,000 - 24,000 - 12,000 - $10,000