Anda di halaman 1dari 2

KAPASITAS TUKAR KATION

 Kapasitas Tukar Kation tanah dapat didefinisikan sebagai kemampuan koloid tanah dalam
menyerap dan mempertukarkan kation.
 Jika tanah dapat mempertukarkan kation-kation yang terkandung didalamnya dengan cepat
disebut KTK nya tinggi.
 Kapasitas Kation Tanah yang tinggi akan mempercepat penyerapan unsurhara, mineral,
bahan organik ke dalam tanaman
 KTK tanah yang rendah dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan organik seperti
kompos atau pupuk kandang, penambahan hancuran batuan zeolit secara signifikan juga dapat
meningkatkan KTK tanah
 Kapasitas tukar kation tanah yang memiliki banyak muatan tergantung pH dapat berubah-
ubah dengan perubahan pH.
 Keadaan tanah yang masam menyebabkan tanah kehilangan kapasitas tukar kation dan
kemampuan menyimpan hara kation dalam bentuk dapat tukar, karena perkembangan muatan
positif.

KEMASAMAN DAPAT DITUKAR


 Kemasaman dapat ditkar terdiri dari Al3+ dan H+ yang terjerap dalam koloid tanah
 Dengan persentase Al-dd yang tinggi berarti menunjukkan tingkat kemasaman suatu jenis
tanah
 Semakin masam suatu tanah, berarti pHnya menurun sehingga ketersediaan unsur hara dalam
tanah semakin menurun karena kemampuan unsur Al untuk mengikat unsure P membentuk
Al-P yang tidak tersedia dan tidak dapat diserap oleh akar tanaman
 Keracunan aluminium menghambat perpanjangan dan pertumbuhan akar primer, serta
menghalangi pembentukan akar lateral dan bulu akar.
 Apabila pertumbuhan akar terganggu, serapan hara dan pembentukan senyawa organik
tersebut akan terganggu.
 Sistem perakaran yang terganggu akan mengakibatkan tidak efisiennya akar menyerap unsur
hara
pH Tanah
 Nilai pH menunjukan banyaknya konesntrasi ion hidrogen H+ didalm tanah, makin tinggi
kadar ion H+ didalam tanah, maka semakin masam tanah tersebut.
 Pengukuran pH dengan menggunakan larutan H2O adalah pengukuran kemasaman pada
larutan tanah yang merupakan kemasaman aktif tanah yaitu kemasaman akibat ion H dalam
larutan tanah, dimana kemasaman ini dapat berdampak langsung pada pertumbuhan dan hasil
tanaman yang dibudidayakan pada tanah tersebut.
 Pengukuran kemasaman tanah dengan menggunakan larutan KCl merupakan pengukuran
kemasaman potensial tanah yaitu kemasaman akibat ion H dan Al pada kompleks jerapan
yang tidak secara langsung berdampak pada tanaman budidaya.
 pH tanah juga mempengaruhi perkembangan mikroorganisme. Dimana biasanya bakteri,
jamur yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman akan berkembang baik pada pH > 5,5 apabila
pH tanah terlalu rendah maka akan terhambat aktivitasnya.
 Di dalam tanah pH sangat penting dalam menentukan aktifitas dan dominasi mikroorganisme,
dalam hubungannya dengan peoses proses yang sangat erat hubungannya dengan
mikroorganisme seperti siklus hara (nitrifikasi, denitrifikasi), penyakit tanaman, dekomposisi
dan sintesis senyawa kimia organik dan transport gas ke atmosfer.
 nilai pH tanah tersebut dapat menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman,
misalnya unsur hara yang mudah diserap akar tanaman pada keadaan pH tanah sekitar netral,
dimana pada pH tersebut kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air. Sedangkan pada
tanah masam unsur P tidak dapat diserap tanaman karena difiksasi oleh Al, dan pada pH tanah
alkalis unsur P difiksasi oleh Ca.
 Nilai pH dapat menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun seperti pada tanah-
tanah masam banyak ditemukan ion-ion Al di dalam tanah,