Anda di halaman 1dari 4

Bidang studi : Ilmu Keperawatan

: ”Membina Keluarga Sehat Jiwa ”


: Pengunjung Puskesmas gribig
: Puskesmas Gribig
ggal : Kamis, 1 Juli 2013
: 1 X 30 Menit

1. Tujuan Instruksional Umum


Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama keluarga tentang kesehatan jiwa dalam
keluarga.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan keluarga dapat :

a. Menyebutkan pengertian keluarga sehat jiwa


b. Menyebutkan bagaimana cara keluarga sehat jiwa
c. Menyebutkan cara menjaga keluarga sehat jiwa
d. Menjelaskan beberapa dampak gangguan jiwa bagi keluarga

3. Sasaran
Kelurga/masyarakat pengunjung Puskesmas Gribig
4. Materi
a. Pengertian keluarga sehat jiwa
b. Bagaimana cara keluarga sehat jiwa
c. Cara menjaga keluarga sehat jiwa
d. Dampak gangguan jiwa bagi keluarga
5. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi
6. Media
a. Leaflet
7. Kriteria Evaluasi

A. Kriteria struktur :

 Peserta hadir di puskesmas Gribig 5 menit sebelum dimulai


 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan.

B. Kriteria Proses :

 Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.


 Peserta konsentrasi mendengarkan penyuluhan.
 Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar.

C. Kriteria Hasil :

 Peserta mengetahui tentang keluarga sehat jiwa


 Peserta mengerti bagaimana cara menjadi keluarga sehat jiwa
 Peserta mengerti cara menjaga keluarga agar tetap sehat jiwa
 Peserta mengerti dampak gangguan jiwa bagi keluarga

8. Kegiatan penyuluhan
NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA
1 5 Menit Pembukaan:
 Memperkenalkan diri  Menyambut salam dan men
 Menjelaskan tujuan dari penyuluhan. dengarkan
 Melakukan kontrak waktu.  Mendengarkan
 Menyebutkan materi penyuluhan yang  Mendengarkan
akan diberikan  Mendengarkan

2 15 Menit Pelaksanaan :
 Menjelaskan tentang pengertian  Mendengarkan dan memper-hatikan
Keluarga sehat jiwa
 Menjelaskan bagaimana  Bertanya dan menjawab per-
cara
menjadi keluarga sehat jiwa tanyaan yang diajukan
 Menjelaskan bagaimana cara menjaga
keluarga sehat jiwa
 Menjelaskan dampak gangguan jiwa
bagi keluarga

3 5 Menit Evaluasi :
Menanyakan pada peserta tentang Menjawab & men-jelaskan
materi yang diberikan dan pertanyaan
reinforcement kepada peserta bila
dapat menjawab & menjelaskan
kembali pertanyaan/materi
4 5 Menit Teriminasi :
 Mengucapkan terima-kasih kepada Mendengarkan dan membalas
peserta salam
 Mengucapkan salam

9. Pengorganisasian :
 Pembicara :
 Moderator :
 Anggota :
 Pembimbing :

MATERI

1. PENGERTIAN
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang
yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.

2. DAMPAK GANGGUAN JIWA BAGI KELUARGA


Penolakan
Sering terjadi dan timbul ketika ada keluarga yang menderita gangguan jiwa, pihak anggota keluarga
lain menolak penderita tersebut dan menyakini memiliki penyakit berkelanjutan. Selama episode akut
anggota keluarga akan khawatir dengan apa yang terjadi pada mereka cintai. Pada proses awal,
keluarga akan melindungi orang yang sakit dari orang lain dan menyalahkan dan merendahkan orang
yang sakit untuk perilaku tidak dapat diterima dan kurangnya prestasi. Sikap ini mengarah pada
ketegangan dalam keluarga, dan isolasi dan kehilangan hubungan yang bermakna dengan keluarga
yang tidak mendukung orang yang sakit.
Tanpa informasi untuk membantu keluarga belajar untuk mengatasi penyakit mental, keluarga dapat
menjadi sangat pesimis tentang masa depan. Sangat penting bahwa keluarga menemukan sumber
informasi yang membantu mereka untuk memahami bagaimana penyakit itu mempengaruhi orang
tersebut. Mereka perlu tahu bahwa dengan pengobatan, psikoterapi atau kombinasi keduanya,
mayoritas orang kembali ke gaya kehidupan normal.
Stigma
Informasi dan pengetahuan tentang gangguan jiwa tidak semua dalam anggota keluarga
mengetahuinya. Keluarga menganggap penderita tidak dapat berkomunikasi layaknya orang normal
lainnya. Menyebabkan beberapa keluarga merasa tidak nyaman untuk mengundang penderita dalam
kegiatan tertentu. Hasil stigma dalam begitu banyak di kehidupan sehari-hari, Tidak mengherankan,
semua ini dapat mengakibatkan penarikan dari aktif berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari.
Frustrasi, Tidak berdaya dan Kecemasan
Sulit bagi siapa saja untuk menangani dengan pemikiran aneh dan tingkah laku aneh dan tak
terduga. Hal ini membingungkan, menakutkan dan melelahkan. Bahkan ketika orang itu stabil pada
obat, apatis dan kurangnya motivasi bisa membuat frustasi. Anggota keluarga memahami kesulitan
yang penderita miliki. Keluarga dapat menjadi marah marah, cemas, dan frustasi karena berjuang
untuk mendapatkan kembali ke rutinitas yang sebelumnya penderita lakukan.
Kelelahan dan Burnout
Seringkali keluarga menjadi putus asa berhadapan dengan orang yang dicintai yang memiliki
penyakit mental. Mereka mungkin mulai merasa tidak mampu mengatasi dengan hidup dengan orang
yang sakit yang harus terus-menerus dirawat. Namun seringkali, mereka merasa terjebak dan lelah
oleh tekanan dari perjuangan sehari-hari, terutama jika hanya ada satu anggota keluarga mungkin
merasa benar-benar di luar kendali. Hal ini bisa terjadi karena orang yang sakit ini tidak memiliki
batas yang ditetapkan di tingkah lakunya. Keluarga dalam hal ini perlu dijelaskan kembali bahwa
dalam merawat penderita tidak boleh merasa letih, karena dukungan keluarga tidak boleh berhenti
untuk selalu men-support penderita.
Duka
Kesedihan bagi keluarga di mana orang yang dicintai memiliki penyakit mental. Penyakit ini
mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan normal dari
kehidupan sehari-hari, dan penurunan yang dapat terus-menerus. Keluarga dapat menerima
kenyataan penyakit yang dapat diobati, tetapi tidak dapat disembuhkan. Keluarga berduka ketika
orang yang dicintai sulit untuk disembuhkan dan melihat penderita memiliki potensi berkurang secara
substansial bukan sebagai yang memiliki potensi berubah.
Kebutuhan Pribadi dan Mengembangkan Sumber Daya Pribadi
Jika anggota keluarga memburuk akibat stres dan terlalu banyak pekerjaan, dapat menghasilkan
anggota keluarga yang sakit tidak memiliki sistem pendukung yang sedang berlangsung. Oleh karena
itu, keluarga harus diingatkan bahwa mereka harus menjaga diri secara fisik, mental dan spiritual
yang sehat. Memang ini bisa sangat sulit ketika menghadapi anggota keluarga yang sakit mereka.
Namun, dapat menjadi bantuan yang luar biasa bagi keluarga untuk menyadari bahwa kebutuhan
mereka tidak boleh diabaikan.
3. CARA KELUARGA MENJADI SEHAT JIWA

 Anggota keluarga saling memperhatikan


 Ada waktu bersama
 Dapat saling mengemukakan pendapat, ada
waktu mendengarkan dan membantu
menyelesaikan masalah
 Keluarga memberi kesempatan pada anggota
keluarganya untuk memiliki kehidupan pribadi
 Saling menjaga satu sama lain
 Ciptakan kehidupan beragama
4. CARA MENJAGA KELUARGA SEHAT JIWA
 Menerima keadaan seperti adanya
 Saling mengemukakan pendapat dan menyampaikan perasaan secara jujur
 Saling memuji dengan tulus,mengingatkan sesuai keadaan. Tidak hanya mencela.
 Peduli
 Tidak mencaci maki dan memukul. Cari jalan keluar dengan baik
 Memiliki harapan sesuai keadaan

DAFTAR RUJUKAN

Keliat budi, ana. Peran serta keluarga dalam perawatan klien gangguan jiwa. EGC. 1995
Keliat budi, ana dkk. Proses keperawatan jiwa. EGC. 1987Stuart and Sunden. Pocket guide to
psychiatric nursing. EGC.1998