Anda di halaman 1dari 4

Acarus sp

Klasifikasi jenis parasit, ciri morfologi, siklus hidup (cara kembang biak), gejala klinis dan
penanggulangan
Klasfikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Arachanida
Ordo : Acarinida
Famili : Acaridae
Genus : Acarus
Spesies : Acarus sp

Morfologi

Tungau berukuran 250-300 mikron dan berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian
perutnya rata. Tungau memiliki ciri umum memiliki tubuh tersegmentasi dengan segmen
disusun dalam dua stagmata: sebuah prosoma (cephalothorax) dan opisthosoma (perut).
Namun, hanya jejak-jejak samar segmentasi utama tetap di tungau, sedangkan prosoma dan
opisthosoma menyatu. Tungau dewasa memiliki empat pasang kaki, seperti arachnida lain,
tetapi beberapa memiliki kaki lebih sedikit.Beberapa tungau parasit hanya memiliki satu atau
tiga pasang kaki dalam tahap dewasa. Tungau dewasa dengan hanya tiga pasang kaki dapat
disebut 'larviform'. Daur hidup tungau ada 4 fase, yaitu : telur→ larva→nimfa →tungau
dewasa. Tubuh berwarna agak kemerah – merahan / merah muda, tungkai mempunyai kuku
pada bagian ujung. Tungkai depan lebih besar dibandingkan dengan tungkai belakang dan
mempunyai duri yang tebal pada bagian ventral.
Tungau betina dapat menghasilkan 500 – 800 telur selama hidupnya. Telur menetas
menjadi nimfa. Bentuk nimfa dapat mengalami bentuk yang disebut hypopus (bentuk yang
tidak bergerak) dan sangat resisten terhadap kekeringan. Bentuk hypopus tahan terhadap
insektisida.
Ciri
Tungau memiliki tubuh semitransparan memanjang yang terdiri dari dua segmen menyatu.
Tungau memiliki delapan kakipendek, kaki yang tersegmentasi melekat pada segmen tubuh
pertama. Tubuh ditutupi dengan sisik untuk penahan dirinya dalam folikel rambut, dan tungau
memiliki pin (seperti mulut) yaitu bagian untuk makan sel-sel kulit dan minyak (sebum) yang
menumpuk di folikel rambut.
Siklus Hidup
A c a r u s m e r u p a k a n e k t o p a r a s i t p a d a i k a n y a n g m e n y e r a n g t u b u h bagian kulit,
sisik, dan insang. Kadang - kadang dapat ditemui dalam bentuk kista di daerah esophagus ikan. Saat
acarus ini meyerang ikan pada kulit ikan akan terlihat menggesek-gesekan badannya ke dasar kolam.
Jika sudah parah biasanya ikan berdiam dan tidak mau makan.
HPIK (Hama Penyakit Ikan Karantina_
Penyakit dari parasit Acarus sp. merupakan HPIK Golongan ii, dimana Hama dan
Penyakit Ikan Karantina Golongan II adalah semua Hama dan Penyakit Ikan Karantina yang
dapat disucihamakan dan/atau disembuhkan dari Media Pembawanya karena teknologi
perlakuannya sudah dikuasai.
Beberapa inang sebagai tempat hidup /berkembang biak parasit meliputi :

1. Definite host :Inang, dimana parasit hidup sampai dewasa (ex ; cestoda);
2. Intermediate host : Inang, dimana parasit hidup sampai tahap larva (digenea);
3. Tempory host : Inang, dimana parasit hidup secara singkat, kemudian meninggalkan inang
(isopoda);
4. Reservoir host : Inang sebagai sumber parasit untuk inang yang lain (cyste digenea).
Daftar Pustaka
Darwanto, dkk. 2001. Atlas Parasitologi Kedokteran. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Kesumawati, Upik Hadi. Apakah Simulium Itu?. Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan
Kesehatan Masyarakat Veteriner. Fakultas Kedokteran Hewan IPB
Vektor pengganggu, http://juanna-kesling.blogspot.com/2011/05/vektor-binatang-
pengganggu.html.
s hidup
Siklus hiduponya berlangsung 17 hari. Tungau ini biasa hidup di gudang – gudang
penyimpanan tepung dan biji – bijian. Acarus siro dapat menyebabkan dermatitis dan alergi.