Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI REPRODUKSI HEWAN AIR

PENGAMATAN BIOLOGI REPRODUKSI IKAN DAN


HISTOLOGI OVARIUM BESERTA TESTIS

OLEH :
MUHAMMAD RIDWAN
1504110117
BDP.A

LABORATORIUM PEMBENIHAN DAN PEMULIAAN IKAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2018
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-

Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dengan baik.

Sholawat beserta salam tak pula penulis haturkan kepada junjungan alam nabi

Muhammad saw, yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliah menuju

zaman yang seperti sekarang ini.

Dalam penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapat hambatan akan

tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat teratasi. Oleh karena itu,

penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak

yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, semoga bantuannya

mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik

dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca

sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan laporan ini. Akhir kata semoga

laporan ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua.

Pekanbaru, Maret 2018

Muhammad Ridwan
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................ ii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................... iii

DAFTAR TABEL ................................................................................... iv

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... v

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2. Tujuan Dan Manfaat ...................................................................... 1

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Klasifikasi dan Morfologi Ikan ..................................................... 3
2.2. Morfologi dan Histologi Ovarium dan Testis Ikan ....................... 4
2.3. Indeks Gonad Somatik .................................................................. 5
2.4. Fekunditas ..................................................................................... 6
2.5. Diameter Telur .............................................................................. 7
2.6. Volume Semen .............................................................................. 7

III. METODE PRAKTIKUM


3.1. Waktu Dan Tempat ....................................................................... 9
3.2. Alat Dan Bahan ............................................................................. 9
3.3. Metode ........................................................................................... 10
3.4. Prosedur ......................................................................................... 10

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil .............................................................................................. 11
4.2. Pembahasan ................................................................................... 12

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan.................................................................................... 15
5.2. Saran .............................................................................................. 15

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
1. Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) ............................................... 3
2. Penampakan Preparat Histologi Gonad Ikan ........................................ 12
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1. Alat dan Bahan Yang Digunakan .......................................................... 9
2. Hasil Dari Pengamatan Yang Dilakukan .............................................. 11
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. Alat Praktikum ...................................................................................... 19
2. Bahan Praktikum ................................................................................... 20
3. Perhitungan ........................................................................................... 20
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Fisiologi reproduksi hewan air merupakan ilmu yang mempelajari konsep-

konsep biologi reproduksi ikan, terutama proses fisiologinya, yang meliputi

pematangan gonad, struktur dan fungsi alat reproduksi, pemijahan, penetasan dan

pembesaran larva serta teknologi dalam melakukan pemijahan buatan.

Domestifikasi ikan melalui pembenihan secara terkontrol dan dibudidaya

dialam terkontrol serta restocking ke perairan umum adalah suatu cara yang dapat

dilakukan agar kelestarian ikan dan perairan umum dapat terjaga dan kebutuhan

masyarakat terhadap ikan juga tetap dapat terpenuhi. Untuk keberhasilan

pembenihan, biologi reproduksi dari ikan sangat perlu untuk diketahui, karena

merupakan informasi dasar yang sangat erat kaitannya dengan produksi benih.

Pembenihan melalui pemijahan buatan pada umumnya ditujukan pada

spesies ikan yang mengalami kesulitan untuk berkembang biak dengan sempurna

pada lingkungan buatan. Selain itu pemijahan buatan bertujuan untuk

menghasilkan benih ikan diluar musim pemijahan, hibridisasi, peningkatan

efesiensi produksi, mengurangi kehilangan telur ikan yang terjadi pada pemijahan

alami, meningkatkan kelulusan hidup larva ikan dan penyediaan telur atau larva

ikan untuk praktek ginogenesis.

1.2. Tujuan Dan Manfaat

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui tingkatan

kematangan gonad pada ikan secara anatomi, morfologi dan histologi.


2

Adapun manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa mampu dan

mengetahui bagaimana bentuk-bentuk dari gonad yang matang secara anatomi,

morfologi dan histologi.


II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Klasifikasi dan Morfologi Ikan

Saanin (1984), Menyatakan bahwa ikan Tambakan termasuk kedalam

Phylum: Chordata, Class: Pisces, Sub Phylum: Teleostei, Ordo: Labyrinthici,

Subordo: Anabantodea, Family: Anabantidae, Genus: Helostoma, dan Genus:

Helostoma temmincki.

Gambar 1. Ikan Tambakan (Helostoma temmincki)


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Menurut Dwidjoseputro (1998) dalam Faizal (2013) Ciri-ciri dari ikan

tambakan adalah badan kesamping (comprered) dan berbentuk oval/lonjong.

Mulut monyong, dapat disembulkan, celah mulut horizontal sangat kecil. Rahang

atas dan bawah sama, bibir tebal mempunyai deretan gigi biasanya ujungnya

hitam.

Sisik tergolong ctenoid, jika diraba kasar karena ada duri-duri pada

tepinya. Jari-jari sirip pertama mengalami modifikasi berbenttuk benang

memanjang. Sisik pada daerah punggungkehijau-hijauan atau kelabu, lebih terang

pada bagian perut dan mempunyai garis membujur/longitudinal (Fian, 2011).


4

2.2.Morfologi dan Histologi Ovarium dan Testis Ikan

Nisya, (2014), mengatakan bahwa gonad ikan disebut juga kelenjar biak.

Gonad ikan betina dinamakan ovarium. Sedangkan gonad ikan jantan dinamakan

testes. Ovarium ikan terletak memanjang didalam rongga badan dan biasanya

terdapat sepasang yang terletak masing-masing dikiri dan kanan antara gelembung

renang diatas usus. Sedangkan testes pada ikan jantan sepasang dapat sama

panjang dan ada pula yang salah satunya lebih panjang dari yang lain.

Manda (2015), mengatakan bahwa sifat seksual primer pada ikan ditandai

dengan adanya organ yang secara langsung berhubungn dengan proses reproduksi

yaitu ovarium dan pembuluhnya. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda yang

dapat dipakai untuk memebedakan ikan jantan dan betina. Apabila spesies ikan

mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan

dan betina maka speises ikan itu mempunyai seksual dimorphisme. Dan bila untuk

menjadi tanda adalah warna maka ikan itu memiliki sifat dikromotisme. Biasanya

warna ikan Jantan lebih cerah dari warna ikan betina.

Pengamatan kematangan gonad dilakukan dengan kedua cara. Yang

pertama cara histologi dilakukan di laboratorium. Yang kedua cara pengamatan

morfologi yang dapat dilakukan di laboratorium dan dapat pula dilakukan di

lapangan. dari penelitian secara histologi akan diketahui anatomi perkembangan

gonad tadi lebih jelas dan mendetail, sedangkan hasil pengamatan secara

morfologi tidak akan sedetail cara histologi, namun cara morfologi ini banyak

dilakukan para peneliti. Dasar yang dipakai untuk menentukan tingkat

kematangan gonad dengan cara morfologi ialah bentuk, ukuran panjang dan berat,

warna dan perkembangan gonad ikan betina lebih banyak diperhatikan dari pada
5

ikan jantan karena perkembangan diameter telur yang terdapat dalam gonad lebih

mudah dilihat dari pada sperma yang terdapat di dalam testes (Nisya, 2014).

Pada organ kelamin jantan (testis) merupakan sepasang organ memanjang

yang terletak pada dinding dorsal, struktur testis bervariasi antar spesies namun

demikian dapat di golongkan menjadi dua tipe lobular (lobul-lobul) dan tubular

(tabung). Testis tipe lobular merupakan tipe pada kebanyakan ikan teleostei terdiri

dari sejumlah lobul yang terpisahkan satu sama lain oleh selaput tipis dari jaringan

pengikat berserat.(Nisya.2014).

Organ kelamin betina (ovari) pada kebanyakan ikan teleostei adalah

berupa sepasang organ terletak di rongga tubuh. Rongga ovari berlanjut dengan

oviduct yang terbuka ke arah ovivore pada papilla urogenital, pada sebagian

spesies pasangan ovari menyatu menjadi satu organ.(Manda, 2015).

2.3.Indeks Gonad Somatik

Pengetahuan gonad somatik indeks (GSI) merupakan salah satu aspek

yang memiliki peran penting dalam biologi perikanan, dimana nilai IGS

digunakan untuk memprediksi kapan ikan tersebut akan siap dilakukannya

pemijahan Nilai GSI tersebut akan mencapai batas kisaran maksimum pada saat

akan terjadinya pemijahan. Pemijahan sebagai salah satu bagian dari reproduksi

merupakan mata rantai daur hidup yang menentukan kelangsungan hidup spesies.

Penambahan populasi ikan bergantung pada keberhasilan pemijahan (Edy dan

Purnama, 2010)

Terdapat faktor-faktor utama yang mampu mempengaruhi kematangan

gonad ikan , antara lain suhu dan makanan , tetapi secara relatif perubahannya

tidak besar dan di daerah tropik gonad dapat masak lebih cepat. Kualitas pakan
6

yang diberikan harus mempunyai komposisi khusus yang merupakan faktor

penting dalam mendukung keberhasilan proses pematangan gonad dan pemijahan.

Indeks Kematangan Gonad atau “Gonado somatic Index“ (GSI) akan semakin

meningkat nilainya dan akan mencapai batas maksimum pada saat terjadi

pemijahan (Edy dan Purnama, 2010)

2.4.Fekunditas

Fekunditas adalah jumlah telur yang terdapat pada ovari ikan betina yang

telah matang gonad dan siap untuk dikeluarkan pada waktu memijah.

Pengetahuan tentang fekunditas dibidang budidaya perikanan sangatlah penting

artinya untuk memprediksi berapa banyak jumlah larva atau benih yang akan

dihasilkan oleh individu ikan pada waktu mijah sedangkan dibidang biologi

perikanan untuk memprediksikan berapa jumlah stok suatu populasi ikan dalam

lingkungan perairan (Wira, 2011)

Pengetahuan mengenai fekunditas merupakan salah satu aspek yang

memegang peranan penting dalam biologi perikanan. Fekunditas ikan telah

dipelajari bukan saja merupakan salah satu aspek dari natural history, tetapi

sebenarnya ada hubungannya dengan studi dinamika populasi, sifat-sifat rasial,

produksi dan persoalan stok-rekruitmen (Rudi, 2010).

Dari fekunditas secara tidak langsung kita dapat menaksir jumlah anak ikan

yang akan dihasilkan dan akan menentukan pula jumlah ikan dalam kelas umur

yang bersangkutan. Dalam hubungan ini tentu ada faktor-faktor lain yang

memegang peranan penting dan sangat erat hubungannya dengan strategi

reprodusi dalam rangka mempertahankan kehadiran spesies itu di alam. Selain itu,

fekunditas merupakan suatu subyek yang dapat menyesuaikan dengan bermacam-


7

macam kondisi terutama dengan respons terhadap makanan. Jumlah telur yang

dikeluarkan merupakan satu mata rantai penghubung antara satu generasi dengan

generasi berikutnya, tetapi secara umum tidak ada hubungan yang jelas antara

fekunditas dengan jumlah telur yang dihasilkan. (Vetty,2011).

2.5. Diameter Telur

Diameter telur adalah garis tengah atau ukuran panjang dai suatu telur yang

diukur dengan mikrometer berskala yang sudah ditera. Semakin meningkat tingkat

kematangan gonad garis tengah telur yang ada dalamovarium semakin besar.

Masa pemijahan setiap spesies ikan bebeda-beda, ada pemijahan yang

berlangsung singkat, tetapi banyak pula pemijahan dalam waktu yang panjang ada

pada ikan yang berlangsung beberapa hari. Semakin meningkat tingkat

kematangan, garis tengah telur yang ada dalam ovarium semakin besar pula

(Susanto, 2012)

Untuk mengetahui penyebaran diameter telur dilakukan pengukuran

diameter telur dengan mengambil butiran pada bagian anterior, tengah, dan

posterior pada ovarium sebelah kanan dan kiri. Serta perkembangan telur ditandai

dengan ukuran diameter telurnya (Manda, 2015).

Diameter telur juga berpengaruh terhadap nilai fekunditas dari suatu

individu ikan, semakin besar ukuran diameter telur maka akan semakin kecil nilai

fekunditasnya dan semakin kecil diameter telur maka akan semakin besar nilai

fekunditasnya. Ukuran diameter telur dari setiap individu ikan sangat bervariasi.

Hal ini tergantung dari jenis individu ikan itu sendiri (Manda, 2015)

2.6. Volume Semen

Cairan semen merupakan cairan yang membawa sel-sel sperma yang

dikeluarkan oleh organ-organ seksual jantan. Fungsi utama semen adalah untuk
8

mengantarkan sel-sel sperma untuk membuahi sel telur yang dihasilkan oleh

individu betina.

Pengamatan volume semen dilakukan terhadap ikan jantan yang memiliki

tingkat kematangan gonad (TKG) IV. Pengambilan semen dilakukan dengan cara

menseksi ikan, kemudian testis di cacah dengan tujuan untuk mendapatkan

seluruh semen yang ada didalam testis, karena bila dilakukan dengan cara

pengurutan, hanya sebagian semen saja yang dapat keluar. Semen yang diperoleh

disdot menggunakan spuit tanpa jarum 1,0 dan 2,0 ml, kemudian ditentukan

volumenya.
III. METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu Dan Tempat

Praktikum ini dilakukan pada hari senin tanggal 12 Maret 2018 pada

pukul 13.00 WIB sampai selesai di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan

Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau Pekanbaru

3.2. Alat Dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan selama praktikum berlangsung

dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Alat dan Bahan Yang Digunakan


No Alat dan Bahan Kegunaan
1 Penggaris Alat untuk mengukur ukuran tubuh ikan sampel

2 Timbangan Alat untuk mengukur bobot ikan dan gonad ikan

3 Gunting Bedah Alat untuk membedah tubuh ikan sampel

4 Nampan Sebagai wadah pengamatan ikan sampel

5 Mikroskop Untuk mengamati gonad ikan sampel

6 Millimeter Block Untuk mempermudah pengukuran diameter telur

7 Petridisk Wadah menghitung telur ikan sampel

8 Objek Glass Sebagai tempat pengamatan dibawah mikroskop

9 Ikan Tambakan Sebagai sampel pengamatan

10 Larutan Transparan Untuk mempermudah pengamatan gonad


10

3.3. Metode

Adapun metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode

pengamatan langsung terhadap objek yang akan diamati.

3.4. Prosedur

Adapun prosedur dalam pengamatan bakteri sebagai berikut : Pertama-

tama dilakukan pengukuran TL, SL, dan BDH pada seluruh ikan tambakan

dengan menggunakan penggaris. Kemudian ditimbang masing-masing ikan

dengan menggunakan timbangan untuk mengetahui bobot ikan dan catat hasilnya.

Selanjutnya amati morfologi tubuh ikan sampel yang telah matang gonad seperti

jenis kelamin dan ciri-ciri sekundernya. Lakukan pembedahan pada tubuh ikan

untuk mengetahui anatomi gonad. Pengamatan meliputi pengamatan berat gonad,

pengukuran panjang gonad, menentukan TKG telur. Potong gonad setengah

bagian dan timbang gonad yang telah dipotong tersebut, selanjutnya hitung

banyak telur yang ada pada gonad yang di potong tadi. Lakukan perhitungan IGS

dan fekunditas. Ambil 10 butir telur dan kemudian hitung diameter dari telur

dengan menggunakan kertas millimeter block dan hitung rata-rata diameter telur.

Semua hasil yang didapatkan di catat dan dimasukkan kedalam laporan sementara.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Adapun hasil yang didapatkan dari praktikum pengamatan morfologi dan

histologi ovarium dan testis adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Hasil Dari Pengamatan Yang Dilakukan


Kriteria Ikan 1 Ikan 2 Ikan 3 Ikan 4
Pengamatan
Panjang Ikan
TL 13,5 cm 13,8 cm 12,5 cm 13,0 cm

SL 10,5 cm 10,5 cm 9,5 cm 10,0 cm

BDH 4,5 cm 4,5 cm 4,0 cm 4,0 cm

Bobot Ikan 50,5 gr 50,7 gr 30,7 gr 50,9 gr

Kelamin Betina Betina Jantan Betina

Berat Gonad 5,50 gr 6,65 gr 0,85 gr 5,30 gr

Panjang Gonad 7,5 cm 8,0 cm 4,0 cm 6,5 cm

Berat Telur
0,15 gr 0,20 gr - 0,15 gr
Sampel
TKG III IV II IV

Diameter Telur 1 mm/butir

Banyak Butir
223 butir / 0,15 gr
Telur
IGS 10,89%

Fekunditas 6,0818 butir/gr

Dari pengamatan morfologi ikan yang telah dilakukan didapatkan bahwa

ikan tambakan betina memiliki ciri-ciri ukuran tubuh lebih besar, unjung pada

sirip punggung berbentuk bundar, tengkul kepala besar serta warna tubuh ikan

betina lebih gelap. Sedangkan pada ikan tambakan jantan memiliki ciri-ciri ukuran
12

tubuh lebih kecil dibandingkan ikan betina, ujung sirip punggung meruncing,

bentuk tengkuk kepala kecil serta warna tubuh lebih terang bila dibandingkan

dengan ikan betina.

Pada pengamatan histologi pada gonad, hasil penampakan histologi gonan

sebagaimana terlihat pada gambar 2.

A B
Gambar 2. Penampakan Preparat Histologi Gonad Ikan
Keterangan : A. Ovarium B. Testes
Sumber : Dokumentasi Pribadi
4.2. Pembahasan

Pengamatan kematangan gonad dilakukan dengan kedua cara. Yang pertama

cara histologi dilakukan di laboratorium. Yang kedua cara pengamatan morfologi

yang dapat dilakukan di laboratorium dan dapat pula dilakukan di lapangan. dari

penelitian secara histologi akan diketahui anatomi perkembangan gonad tadi lebih

jelas dan mendetail, sedangkan hasil pengamatan secara morfologi tidak akan

sedetail cara histologi, namun cara morfologi ini banyak dilakukan para peneliti.

Dasar yang dipakai untuk menentukan tingkat kematangan gonad dengan cara

morfologi ialah bentuk, ukuran panjang dan berat, warna dan perkembangan

gonad ikan betina lebih banyak diperhatikan dari pada ikan jantan karena
13

perkembangan diameter telur yang terdapat dalam gonad lebih mudah dilihat dari

pada sperma yang terdapat di dalam testes (Sumardjo, 2006).

Pengetahuan gonad somatik indeks (GSI) merupakan salah satu aspek

yang memiliki peran penting dalam biologi perikanan, dimana nilai IGS

digunakan untuk memprediksi kapan ikan tersebut akan siap dilakukannya

pemijahan Nilai GSI tersebut akan mencapai batas kisaran maksimum pada saat

akan terjadinya pemijahan. Pemijahan sebagai salah satu bagian dari reproduksi

merupakan mata rantai daur hidup yang menentukan kelangsungan hidup spesies.

Penambahan populasi ikan bergantung pada keberhasilan pemijahan (Afrianto,

2010)

Terdapat faktor-faktor utama yang mampu mempengaruhi kematangan

gonad ikan , antara lain suhu dan makanan , tetapi secara relatif perubahannya

tidak besar dan di daerah tropik gonad dapat masak lebih cepat. Kualitas pakan

yang diberikan harus mempunyai komposisi khusus yang merupakan faktor

penting dalam mendukung keberhasilan proses pematangan gonad dan pemijahan.

Indeks Kematangan Gonad atau “Gonado somatic Index“ (GSI) akan semakin

meningkat nilainya dan akan mencapai batas maksimum pada saat terjadi

pemijahan (Afrianto, 2010)

Pengetahuan mengenai fekunditas merupakan salah satu aspek yang

memegang peranan penting dalam biologi perikanan. Fekunditas ikan telah

dipelajari bukan saja merupakan salah satu aspek dari natural history, tetapi

sebenarnya ada hubungannya dengan studi dinamika populasi, sifat-sifat rasial,

produksi dan persoalan stok-rekruitmen (Rudi, 2010).


14

Dari fekunditas secara tidak langsung kita dapat menaksir jumlah anak

ikan yang akan dihasilkan dan akan menentukan pula jumlah ikan dalam kelas

umur yang bersangkutan. Dalam hubungan ini tentu ada faktor-faktor lain yang

memegang peranan penting dan sangat erat hubungannya dengan strategi

reprodusi dalam rangka mempertahankan kehadiran spesies itu di alam. Selain itu,

fekunditas merupakan suatu subyek yang dapat menyesuaikan dengan bermacam-

macam kondisi terutama dengan respons terhadap makanan.

Dari 4 sampel ikan yang telah diamati didapatkan 3 ekor ikan betina dan 1

ekor ikan jantan. Dua ekor dari empat sampel ikan telah masuk tingkat

kematangan gonad (TKG) IV dimana ikan temasuk kategori ikan siap untuk

dipijahkan.

Pada pengamatan diameter telur ikan didapatkan bahwa rata-rata diameter

telur ikan adalah 1 mm/butir dengan jumlah banyak telur 223 butir/0,15 gr. Pada

perhitungan IGS (Indeks Gonad Somatik), nilai IGS didapatkan didapatkan

sebesar 10,89% dengan fekunditas sebesar 6,0818 butir/gr.


V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari praktikum pengamatan morfologi dan histologi oarium serta testes

dapat disimpulkan bahwa pada ikan tambakan (Helostoma temmincki) ikan

betinanya memiliki ciri-cira tubuh lebih besar dibandingkan ikan jantan, lekuk

kepala lebih besar dibandingkan ikan jantan, ujung sirip punggung lebih terlihat

bulat bila dibandingkan ikan jantan yang bentuk ujung sirip punggungnya

meruncing serta warna tubuh pada ikan betina lebih gelap bila dibandingkan

dengan ikan jantan.

Ikan tambakan memiliki telur rata-rata berdiameter 1 mm perbutirnya

dengan jumlah telur sebanyak 223 butir per 0,15 gr telur ikan. Terdapat faktor-

faktor utama yang mampu mempengaruhi kematangan gonad ikan , antara lain

suhu dan makanan , tetapi secara relatif perubahannya tidak besar dan di daerah

tropik gonad dapat masak lebih cepat. Kualitas pakan yang diberikan harus

mempunyai komposisi khusus yang merupakan faktor penting dalam mendukung

keberhasilan proses pematangan gonad dan pemijahan. Indeks Kematangan

Gonad atau “Gonado somatic Index“ (GSI) akan semakin meningkat nilainya dan

akan mencapai batas maksimum pada saat terjadi pemijahan

5.2. Saran

Utuk praktikum selanjutnya mohon praktikan belajar terlebih dahulu agar

ketika praktikum berlangsung dapat mengerti dan paham apa yang sedang
16

dilakukan. Diharapkan peralatan labor seperti mikroskop untuk dilengkapi agar

mempermudah dalam pelaksanaan praktikum.


DAFTAR PUSTAKA

Faizal, Muhammad. 2013. Sukses Budidaya Ikan Tambakan. Jakarta : Penebar


Swadaya .72 hal.

Fian, Muhammad. 2011. Teknik Jitu Budidaya Ikan Tambakan. Candekia Utama.
Kudus

Manda, et al. 2016. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan


dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru

Nisya, 2010. Penetuan Organ Kelamin Pada Ikan. IPB. Bogor

Rudi. 2010. Fisiologi Perikanan. Pusoko. Kudus

Susanto, H. 2012. Bentuk dan Macam Macam Bakteri Perairan. Penebar


Swadaya., Jakarta.

Vetty, Zhafira. 2011. Teknik Isolasi Bakteri. Jakarta : Penebar Swadaya .90 hal.

Wira, Mas. 2011. Pengamatan Histologi Reproduksi, Preservasi dan Uji


Motilitasi. http://mas-wira.blogspot.com//. Diakses 22 Maret 2018 pukul
16.00 WIB.

Yuwona, Edy dan Purnama S. 2010. Fisiologi Hewan Air. Sugeng Seto : Jakarta.
LAMPIRAN
19

Lampiran 1 Alat Praktikum

Timbangan Petridisk

Mikroskop Penggaris

Millimeter Block Objek dan cover glass

Gunting Bedah
20

Lampiran 2 Bahan Praktikum

Tisu Ikan Tambakan (Helostoma temmincki)

Lampiran 3. Perhitungan
 Indeks Gonad Somatik (IGS)
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐺𝑜𝑛𝑎𝑑 (𝑔𝑟) 5,50
𝐼𝐺𝑆 = × 100% = × 100% = 10,89%
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑇𝑢𝑏𝑢ℎ (𝑔𝑟) 50,5

 Fekunditas
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
𝐹𝑒𝑘𝑢𝑛𝑑𝑖𝑡𝑎𝑠 = × 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑇𝑒𝑙𝑢𝑟
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑇𝑒𝑙𝑢𝑟

0,15
= × 223 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟 = 6,0818 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟/𝑔𝑟
5,50