Anda di halaman 1dari 41
MENTERINEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, Menimbang bahwa —_pengembangan karier_ dan _peningkalan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil yang menjalankan tugas —_pengawasan —penyelenggaraan —_urusen pemerintahan, dipandang perlu. menetapkan Jabatan Fungsional ' Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara; Mengingat cd Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- pokok Kepegawaian (Lembaran_ Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebegaimana lelah dlubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2094 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah dua kali diubsh, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4844); 3. Poraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentiaw/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 7. Tambahan Lembaran Negara Republik iridonesia Nomor 2797) 40. "1 12 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraluran Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098), sebagaimana telah sebelas kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun’ 2009 (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 2009 Nomor 21): Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 3176); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Jambanan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor Peraturan Pemerintah Nomor $7 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lemnbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4015), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 ‘Tahun 2003 {Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4332): Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4016), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintan Nomor 11 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4182), Peraturan Pemerintah Nomor $9 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana felah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193); Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 t Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil {Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 498, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019); Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang —Pengangkatan, —Pernindahan, dan. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomar 4263), Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaon dan Pengawasan Penyefenggeraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 185, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594): 13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4737), 14. Peraturan Pemerintais Nomor 41 Tahun 2007 tentang ‘Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan ‘embaran Negara Republik indonesia Nomor 4741); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816); 16. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil, 17. Kepulusan Presiden Nomor 103 Tanun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi ‘dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah enam kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 18. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Orgarisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana teiah empat kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008, Memperhatikan : 1. Usul Menteri Dalam Negeri dengan surat nomor: 821.29/2825/8,J tanggal 31 Juli 2009 2, Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor: K.26-30V.221-4/93 tanggal 7 September 2009; MEMUTUSKAN: Menetapkan =: PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DI DAERAH DAN ANGKA KREDITNYA. BABI KETENTUAN UMUM Pasal 4 Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini yang dimaksud dengan 1. Jabatan Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggungjawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di tuar pengawasan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil 2, Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah yang selanjutnya disebut Pengawas Pemerintahan adalah “Pegawai Negeri Sipil yang diberi_tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang’ berwenang untuk melakukan _ kegiatan pengawasan tas penyelenggaraanteknis —_urusan pemerintahan di daerah sesuai dengan —peraturan perundang-undangan. 3. Pengawasan atas penyelenggaraan urusan pemerintahan adalah proses kegiatan yang dityjukan untuk menjamin agar petaksanaan teknis pemerintahan berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. 4. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir Kegiatan danatau akumulasi nilai buti-butir kegiatan yang harus dicapai_oleh Pengawas Pemerintahan dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan. 5. Tim Penilai Angka Kredit Pengawas Pemerintahan adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang, dan bertugas menilai prestasi keja Pengawas Pemerintahan. BABII RUMPUN JABATAN, KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan termasuk dalam Tumpun politik dan hubungan luar negen. Pasal 3 (1) Pengawas Pemerintahan berkedudukan sebagai pejabat fungsional di bidang pengawasan penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah pada instansi pemerintah pusat dan daerah. (2) Pengawas Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayal (1) merupakan jabatan_Karier yang hanya dapat iduduki oleh Pegawai Negeri Si (3) Pengawas Pemerintahan dalam melaksanakan tugasnya, bertanggungjawab secara_hirarkis kepada pimpinan instansi atau unit kerja yang bersangkutan. Pasal 4 (1) Tugas pokok —Pengawas_— Pemerintahan adalah melaksanakan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah di luar pengawasan keuangan, yang meliputi pengawasan atas pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan, pengawasen atas Pelaksanaan urusan pemerintahan, pengawasan atas Peraturan daerah dan peraturan kepala _daerah, pengawasan atas dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pengawasan untuk tujuan tertenty dan melaksanakan evaluasi penyelenggaraan teknis pemerintahan di daerah. (2) Dalam metaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pengawas Pemerintahan —harus mendepatkan penugasan secara tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan BAB III INSTANSI PEMBINA DAN TUGAS INSTANSI PEMBINA Pasal § (1) Instansi_ Pembina Jabatan _Fungsional_ Pengawas Pemerintahan adalah Departemen Dalam Negeri (2) Instansi Pembina sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Wali melaksanakan tugas pembinaan, meliputi @. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan; b. penyusunan pedoman formasi Jabatan Fungsicnal Pengawas Pemerintahan, ©. penetapan standar kompelensi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan; 4. pengusulan tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan ©. pengusulan batas usia pensiun Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan; f. sosialisasi Jabatan —-Fungsional + Pengawas Pemerintahan; 9. penyusunan kurikulum pendidikan dan _pelatihan fungsionalfteknis Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan, h. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional {eins bagl Pengawes. Pemerintanan dan perstapan sertifikasi; i. pengembangan sistem informasi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan; j. fasiliasi petaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan; k. fasiltasi_pembentukan organisasi profesi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan {. fasilitasi peyusunan penetapen etika profesi dan kode etk Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan; ™m. monitoring dan evaiuasi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. BABIV UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 6 Unsur dan sub unsur kegiatan Pengawas Pemerintahan yang dapat dinilai angka kreditnya, terdiri dar: a. Pendidikan, meliput: 1. Pendidikan sekolah dan memperoleh gelarfjazah; 2. Pendidikan dan pelatihan kedinasan, teknis/fungsional di bidang pengawasan serfa memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Petatihnan (STTPP) dan/atau Sertifixat, dan 3. Pendidikan dan pelatinan prajabatan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) danvatau Sertfikat . Pengawasan atas pelaksanaan urusan_pemerintahan, melipui: 1. Pembinaan atas pelaksanaan urusan pemerintahan; 2. Pelaksanaan atas urusan pemerintahan; . Pengawasan atas peraturan daerah dan peraturan kepala daerah, meliputi: 1. Pengawasan alas rancangan peraturan daerah dan rancangan peraluran kepala daerah; dan 2. Pengawasan atas peraturan daerah dan peraluran kepala daerah. |. Pengawasan dekonsentrasi dan tugas pembantuan, meliputi 1. Pengawasan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di Provinsi, dan 2. Pengawasan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa, .. Pengawasan untuk tujuan tertentu, meliputi 4, Pengawasan akhir masa jabatan kepala daerah, dan 2. Pengawasan atas pengaduan masyarakat. . Evaluasi penyelenggaraan pemerintahan, meliput: 1. Evalvasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan; 2. Evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah; 3. Evaluasi daerah otonomi baru; 4. Evaluasi pemerintahan kecamatan dan desa; dan 5. Evaluasi laporan akuntabilitas. |. Pengembangan profesi Pengawas Pemerintahan, meliputi 1. Pembuatan karya tulis/karyailmian di _bidang pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah; 2. Menemukan teknologi tepat guna di bidang pengembangan pengawas pemerintahan daeraby; 3. Penerjemahanipenyaduran buku dan bahan-bahan lain di bidang pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daeran, 4. Pembuatan buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/juknis i bidang pengawasan penyelenggaraan pemerintahan 5. Pelaksanaan studi banding di bidang pengembangan pengawas pemerintanan daerah dan —pendidikan . terbukafjarak jauh; 6." Bimbingan teknis dan atau pelatihan di kantor senditi 7. Peran serta dalam ekspose hasit pengawasan; dan 8. Peran serta dalam kelompok kerja pengawasan. Unsur penunjang tugas Pengawas Pemerintahan, meliputi: 1, Peran serta dalam seminar. semi loka, lokakarya. konferensi dan kongres di bidang penyelenggaraan pemerintahan, 2. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahen, Keanggotaan dalam organisasi profesi_ pengawasan pemerintahan; Pengajar/pelatih pada diklat di bidang pengawasan pemerintahan; Perolehan penghargaan atau tanda jasa dari pemerintah; Perolehan gelar kesarjanaan lainnya; BABV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 7 (1) Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintanan adalah @) 3) @) 6) ay jabatan tingkat keablian, Jenjang Jabatan Pengawas Pemerintahan dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu a. Pengawas Pemerintahan Pertama; b. Pengawas Pemerintahan Muda; dan ¢. Pengawas Pemerintahan Madya; Jenjang pangkat Pengawas Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), sesuai dengan jenjang jabatannya, yaitu: a. Pengawas Pemerintahan Pertama: 4. Penata Muda, golongan ruang Ill/a; dan 2. Penata Muda Tingkat |, golongan ruang lil b. Pengawas Pemerintahan Muda: 4. Penata, golongan ruang lil/c; dan 2. Penata Tingkat |, golongan ruang livd ¢. Pengawas Pemerintahan Madya: 1, Pembina, golongan ruang IVia; 2. Pembina Tingkat I; golongan ruang !Vib; dan 3. Pembina Utama Muda. golongan ruang Vic. Jenjang pangkat untuk masing-masing jabatan Pengawas Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah jenjang pangkat dan jabatan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimitki untuk masing-masing jenjang jabatan, Penetapan jenjang jabatan Pengawas Pemerintahan untuk pengangkatan dalam jabalan ditetapkan_ berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka Kredit, sehingga dimungkinkan jabatan dan pangkal tidak sesual dengan jabatan dan pangkal sebagaimana dimaksud pada ayat (3). BAB VI RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM MEMBERIKAN ANGKA KREDIT Pasal& Rincian kegiatan Pengawas Pemerintahan sesuai jenjang jabatan sebagai berikut: a, Pengawas Pemerintahan Pertama 4. melakukan pengawasan kemampuan kelembagaan; 2. melakuken pengawasanpelaksanaan__urusan wajb bidang otonomi daerah dan pemerintahan ‘umum mengenai persandian; 3. melakukan pengawasan pelaksanaan_ urusan wajib bidang pemberdayaan masyarakat dan desa ‘mengenai pemerintahan desa dan kelurahan; 4, melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan wajiy bidang pendidikan mengenai sarana dan prasarana; 5. melakuken pengawasan pelaksanaan__urusan wajb bidang kesehatan mengenai sumber daya manusia kesehatan, 6. melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan wajib bidang kesehatan mengenai obat dan perbekalan kesehatan; 7. melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan wajb didang kesehatan mengenai pemberdayaan Masyarakat; 8. melakukan pengawasan_pelaksanaan_urusan wajb bidang kepemudaan dan olah raga mengenai kepemudaan; $. melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan wajb bidang kepemudaan dan olah raga mengenai olah raga; 10.melakukan pengawasan _pelaksanaan__urusan wai bidang — ketenagakerjaan __mengenai pembinaan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja; 11.melakukan pengawasan _pelaksanaan__urusan ‘wajib bidang — ketenagakerjaan — mengenai pembinaan dan penempatan tenaga kerja datam negeri: 12.melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan wajib bidang — ketenagakejaan — mengenai Pengelolaan umum: 18.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan wajb bidang ketahanan pangan mengenai pengelolaan umum; 14.melakukan pengawasan petaksanaan_urusan afb bigong pertuburgan mengersl perhubungan frat, 48.melakukan pengawasan_pelaksanaan__urusan wajip bidang —komunikasi_ dan informatike mengenai pos dan telekomunikasi, 16.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan ‘wajib bidang sosial mengenai pembinaan bidang sosial; 17.melakukenpengawasan_pelaksanaan _urusan wajb bidang sosial_mengenai_identifikas!_ dan pengawasan penyandang masalah kesejahteraan sosial; 18.melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan wajb bidang sosial_mengenai pelaksanaan Prograrvkegiatan bidang sosial, 19.melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan wajb bidang —sosial_mengenai_pelaporan Pelaksanaan program di bidang sosial, 20.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan ‘way bidang sosial_mengenai_penganugrahan tanda kehormatan; 21.melakukanpengawasan pelaksanaan _urusan wajb bidang —sosial_mengenai_nilai-ilai kepahlawanan, keperintisan kejuangan dan kesetiakawanan sosial, 22.melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan wajib bidang pekerjaan umum mengenai sumber daya air, : 23.melakuken pengawasan pelaksanaari_urusan wajib bidang pekerjaan umum mengenai air minum; 24,melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan walb, Didang pekerjaan_umum “mengenal ai imbah, 25.melakukan pengawasan pelaksanaen_urusan ‘wajid bidang pekerjaan. umum —mengenai persampahan; 26.melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan wajib bidang pekerjaan umum mengenai drainase; 27.melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan wajib bidang pekerjaan. umum mengenai permukiman, 28.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wali bidang —pekerjaan umum — mengenai bangunan gedung dan lingkungan; 29.melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan pilhan bidang kelautan dan perikanan mengenai kelautan; 30.melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan pilihan bidang kelautan dan perikanan mengenai Pengelotaan pemasaran; 31.melakukan pengawasan _pelaksanaan__urusan piihan bidang kelautan dan perikanan mengenai penyuluhan dan pengendalian, 32.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan piihan bidang pertanian “mengenai_ tanaman pangan dan hortikultura; 33.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan pilihan bidang pertanian mengenai perkebunan; 34.melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan pillhan bidang pertanian mengenai penunjang; 36.melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan pilihan bidang kehutanan mengenai_ inventarisasi huten; 36.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan pilihan bidang kehutanan mengenai_penataan batas Ivar areal kerja unit usaha pemantaatan hutan produksi, 37.melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan pilihan bidang kehutanan’ mengenai _rencana Pengelolaan jangka pendek cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata alam an taman buru, 38.melakukan pengawasan_pelaksanaan_urusan pilhan bidang kehutanan mengenaipengelolaan taman hutan raya, 38.melakukan pengawasan_pelaksanaan _urusan pilhan bidang kehutanan mengenai_pemungutan hasil hutan pada hutan produksi, 40.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan pilinan bidang kehutanan mengenai pemanfatan kawasan hutan dan jasa lingkungan pada hutan produksi, 41.melakukan pengawasan pelaksanaanurusan pilinan bidang Kehutanan mengenai industri pengelolaan hasil hutan, 42.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan piihan bidang —kehutanan—- mengenai Penatausahaan hasil hutan; 43.melakukan pengawasan | pelaksanaan _urusan pilinan bidang kehulanan mengenai_pemanfaatan kewasan hutan pada hutan lindung; 44.melakukan pengawasan pelaksanaan__urusan pilitan bidang kehutanan mengenai penerimaan negara bukan bidang kehutanan, 45.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusen pilinan bidang kehutanan mengenai pengelolaan aerah aliran sungai (DAS): 46 melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan pian bidang —-kehutanan —_mengenai bangan futan hak dan aneka usaha fanan, 47.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan pilinan bidang kehutanan mengenai perbenihan tanaman hiasan; 48 melakukan pengawasan pelaksanaan | urusan pilihan bidang kehutanan mengenai pengusahaan Pariwisata alam pada kawasan pelestarian alam, Pengusahaan taman buru, areal buru dan kebun; 49. melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan pilinan bidang kehutanan mengenai pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, 50.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan pilinan bidang kehutanan- mengenai lembaga konservasi St.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilinan bidang kehutanan mengenai perlindungan hutan, 52.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan piltan bidang kehutanan mengenai_penebangan! penanaman/semungutan hasil hutan; 10 53.melakukan pengawasan_pelaksanaan__urusan an. bideng perindustian “mengenai usaha usr; S4.melakukan pengawasan polaksanaan _urusan pilihan —bidang " perindustrian — mengenai perlindungan usaha industri; SS.melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan pillhan bidang perindustrian mengenai pemasaran, 56.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilinan bidang perindustrian mengenai sumber daya manusia, S7.melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan pilinan bidang perindustrian mengenai lingkungan hidup; 58.melakukan pengawasan pelaksanaan_urusan pilihan bidang perindustrian mengenai sarana dan : Prasarana, 59.melakukan pengawasan_pelaksanaan _urusan pilinan bidang perindustian mengenai data industri; 60.melakukan pengawasan pelaksanaan__unisan pian bidang perdagansan mengensl metoiol 61.melakukan pengawasan pelaksanaan _urusan pilinan—bidang —_perdagangan_—- mengenai Perdagangan berjangka _komoditi, _altematif, pembiayaan sistem resi gudang dan pasar lelang; 62.melakukan pengawasan pelaksanaan_ urusan pilinan bidang energi dan sumber daya mineral mengenai mineral, batubara, panas bumi dan air tawar, 63.melakukan pengawasen dengan tujuan tertentu atas kegiatan lugas Pembantuan di kabupatenikota dan desa: dan ». Pengawas Pemerintahan Muda: meiakukan pengawasan umum penerapan standar pelayanan minimal (SPM)/norma, stander, prosedur dan kriteria (NSPK) melalui anaiisis, " evaluasi, penguiian/penilaian — penyusunan _rencana Pencapaian SPM/NSPK yang difuangkan dalam Tencana kerja anggaran satuan kerja perangkat daerah (RKA-SKPD), 2, melakukan pengawasan teknis__penerapan = SPM/NSPK; 3. melakukan pengawasan —_atas_—_pembinaan pelaksanaan urusan_pilihan melalu'_analsis, evaluasi, pengujian/penilaian terhadap_rencana kerja anggaran satuan kerja perangkat daerah (RKA-SKPD), 4, melakukan — pengawasan alas. pembinaan pelaksanaan urusan_pilinan melalui anaiisis, evaluasi, pengujianvpenilaian terhadap kesejahteraan masyarakat, 5. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang kependudukan dan catatan sipil, 6. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wali bidang otonom: daerah dan pemerintahan umum meliputi perangkat daerah 7. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan mengenai sosial budaya masyarakat, 8. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan walib bidang pendidikan mengenai kebijakan pembiayaan, 9. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang pendidikan mengenai pendidikan dan tenaga kependidikan, 10.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang Kesehatan mengenai upaya kesehatan; 41.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang kesehatan mengenai kebijakan pembiayaan kesehatan; 12.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang ketenagakerjaan mengenai pembinaan ketenagakerjaan, 13. mefakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang ketahanan pangan mengenai keamanan pangan; 14.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bbidang perhubungan mengenai perkeretaapian; 15.metakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang komunikasi_ dan informatika _mengenai safana komunikasi dan diseminasi informasi; 16.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bbidang sosial mengenai kerjasama bidang sosial; 17. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang sosial mengenai pengawasan bidang sosial: 18 melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang sosial ‘mengenal sarana dan prasarana sosial: 19.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajid bidang sosial__mengenai sistem —_informasi kesejahteraan sosial, 20.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajid bidang pekerjaan umum mengenai perkotaan dan pedesaan; 24. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang pekerjean umum mengenai jasa konstruksi;, 22. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pian bidang kelautan dan perikanan mengenai umum; 23. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pian bidang kelautan dan perikxanan mengenai penkanan tangkap; 24, melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilhan bidang kelautan dan perkanan mengenai penkanan budidaya: 25, metakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilhan bidang pertanian mengenai peternakan dan kesehatan hewan; 26.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pihan bidang kenuterian mengenai penunjukan kawasan hulan, hutan produksi, futan lindung, hutan 2 pelestarian alam, kawasan suaka alam dan tanaman baru, 27.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai kawasan hutan dengan tujuan khusus; 28.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai rencana pengelolaan jangka pendek (tahunan) unit KPHP; 29.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilthan bidang kehutanan mengenai rencana pengelolaan tahunan (angka pendek) unit usaha pemanfaatan hutan produksi, ‘30. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilinan bidang kehutanan mengenai rencana pengelolaan tahunan (angka pendek) unit KPHL, 31.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai_rencana “pengelotaan tahunan (angka pendek) unit usaha pemanfaatan hutan lindung; 32. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai penataan areal kerja unit usaha perianfaatan hutan lindung: 33.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai rencana pengelotaan jangka pendek (tahunan) unit KPHK; 34. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan piihan bidang kehutanan mengenai rencana pengelolaan Jangka menengah cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata alam dan taman bur. 35.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai rencane kehutanan; 36.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai sistem informasi kehutanan (numerik dan parsial); 37.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang Kehutanan mengenai pemanfaatan’ hasil hutan pada hutan produksi; 38.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilhan bidang —_kehutanan ~—mengenai_—_perencanaan fehablltasi hutan dan lahan termasuk hutan mangrove; 39.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang —_kehutanan —mengenai__pelaksanaan Tehabiltasi hutan dan lahan ; termasuk hutan ‘mangrove, 40. metakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai reklamasi hutan pada areat yang dibebani penggunaan kawasan hutan; 41.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai rekiamasi hutan areal bencana alam, 42, melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pillhan bidang —kehufanan—mengenai__ pemberdayaan masyarakat setempat di dalam dan di sekitar hutan, 3B 43,melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai hutan kota; 44, melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pillhan bidang kehutanan mengenai pendidikan dan. Pelatihan (dikiat) kehutanan, 45.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai penyuluhan kehutanan; 46.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai pengawasan bidang kehutanan;, 47.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perindustrian mengenai perizinan; ‘48, melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perindustrian mengenai fasilitas industri 49. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perindustrian mengenai teknologi, ‘50. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perindustrian mengenai permodalan; 51.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pian bidang perindustrian mengenai kerjasama industri, 52. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perindustrian mengenai kelembagaan; 53. metakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilhan bidang perindustrian mengenai monitoring, evaluasi dan pelaporan; 54. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perdagangan mengenai perdagangan dalam neger; 55.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang energi dan sumber daya mineral mengenai geologi; 56. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang energi dan sumber daya mineral mengenai ketenagakerjaan, 57.metakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang energi dan sumber daya mineral mengenai pendidikan dan pelatihan, ‘58.melakukan pengawasan kinerja_kegiatan tugas pembantuan di kabupaten/kota dan desa; §9.melakukan pengawasan atas indikasi_ hambatan dalam pelayanan masyarakat, 60.melakukan evaluasi pemerintahan desa/kelurahan atau sebutan lainnya; dan 64. melakukan evaluasi laporan akuntabilitas mengenai SKPD di Provinsi; 62.melakukan evaluasi laporan akuntabilitas mengenai SKPD di kabupatenikota; ¢. Pengawas Pemerintahan Madya: 1. melakukan pengawasan umum penerapan standar pelayanan minimal (SPM)inorma, stander, prosedut dan kriteria (NSPK) melalui analisis, evaluasi pengujianpeniiaian —— penyusunan | rencana peneapaian SPMINSPK yang dituangkan dalam fencana strategi satuan kerja perangkat daerah (Renstra SKPO) ra 2. melakukan pengawasan umum penerapan standar pelayanan minimal (SPMinorma, standar, prosedur dan kiteria (NSPK) melalui analisis, ' evaluasi, pengujian/penilaian —— penyusunan | rencana Pencapaian SPM/NSPK ‘yang dituangkan dalam fencana kerja satuan kerja perangkat daerah (Renia SKPD), 3. melakukan pengawasan umum penerapan standar pelayanan minimal (SPM)inorma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) melalui analisis, - evaluasi, Penguyjan/penilaian ——penyusunan | _rencana Pencapaian SPMINSPK yang dituangkan dalam kebijakan umum anggaran (KUA); 4. melakukan — pengawasan —atas_pembinaan pelaksanaan urusan pian melalui analisis, evaluasi, pengujian/penilaian terhadap rencana Strategi 'satuan kerja perangkat daerah (Renstra SKPD); S. melakukan pengawasan__alas_pembinaan pelaksanaan urusan piihan melalui analisis, evaluasi, pengujiarvpenilaian terhadap rencana kerja satuan kerja perangkat daerah (Renja SKPD) 6. melakukan —pengawasan alas. pembinaan pelaksanaan urusanpiihan melalui analisis, evaluasi, penguijianipenilaian terhadap kedijakan umum anggaran (KUA), 7. melakukan pengawasan barang/asset daerah; 8. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang kesatuan bangsa dan politi dalam neger ‘9. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang olonomi daerah dan pemerintahan umum mengenai pemerintahan umum, 10.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum mengenai kebijakan administrasi keuangan daerah; 11.metakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajid bidang pemberdayaan masyarakat dan desa meliputi penguatan kemampuan kelembagaan; 12.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan mengenai pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat; 13.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan Wajid bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan mengenai pemberdayaan masyarakat dalam pengelotaan sumber daya alam dan feknologi tepat guna; 14.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wali bidang pendidikan mengenai kebijakan dan standar. 15.melakukan pengawasan pelaksanasn urusan wajib bidang pendidikan mengenai serta kurikulum; 16.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang kesehatan mengenai manajemen kesehatan; 17_melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang kelenagakerjaan mengenai_pembinaan sumber daya manusia, 18. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang ketenagakerjaan mengenai_penempatan tenaga kerja luar negeri 19.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang ketenagakerjaan mengenai pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja; 20.metakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang ketahanan pangan mengenai ketahanan Pangan, 21 melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajid bidang perhubungan mengenai peshubungan laut 22.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajid bidang sosial mengenai perencanaan bidang sosial; 23.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajid bidang sosial_mengenai pengembangan dan pendayagunaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS), 24.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajid bidang sosial_mengenai pembinaan tenaga fungsional pekesja sosial; 25.melakukan pengawasan petaksanaan urusan wajib bidang pekerjaan umum mengenai bina marga; 26.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang pekerjaan umum mengenai penataan ruang; 27.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kelautan dan perkanan —mengenai pengawasan dan pengendalian; 28._melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai penataan kawasan hutan;, 29. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai_rencana_pengelolaan jangka menengah (lima tahunan) unit KPHP: lakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai rencana_pengelolaan lima ‘tahunan unit usaha pemanfaatan hutan produksi; 31.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai rencana pengelolaan dua puluh tahunan (jangka panjang) unit Kesatuan pengelolaan hutang lindung (KPHL); 32, melakukan pengawasan pelaksanaan urusan piihan bidang kehutanan mengenai rencana_pengelolaan lima tahunan (jangka menengah) unit KPHL; 33.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai rencana pengetolaan lima tahunan (jangka menengah) unit’ usaha pemanfaatan hutan lindung; 34_melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang Kehutanan mengenai rencana_pengeloiaan dua puluh tahunan (jangka panjang) unit kesatuan pengeioiaan hutan konservasi (KPHK); 30. 16 36.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilhan bidang kehutanan mengenai rencana pengelolaan lima tahunan (jangka menengah) unit KPHK; 36.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang kehutanan mengenai penelitian dan pengembangan kehutanan; 37.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilinan bidang kehutanan mengenai pembinaan dan Pengendalian bidang kehutanan, 38. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pifhan bidang kehutanan mengenai pengangkatan petugas pembuat laporan hasil pemeriksaan; 39. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perindustrian mengenai perencanaan dan program, 40. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perindustrian mengenai standarisasi; 44. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perindustrian mengenai_pengawasan industri, 42. melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang perdagangan mengenai perdagangan luar neger, 43.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilinan bidang perdagangan mengenai pengembangan ekspor nasional; 44, melakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilihan bidang — transmigrasi _ mengenai __kebijakan, perencanaan, pembinaan dan pengawasan; 45.melakukan evaluasi atas rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran anggaran pendapatan belanja daerah; 46, melakukan pengawasan dengan tujuan tertentu atas kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di Provinsi; 47. melakukan pengawasan atas indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme; 48,melakukan evaluasi__kinerja__penyelenggaraan pemerintahan kabupaten/kota; 49.melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah kabupatervkota; 50.melakukan evaluasi. daerah otonom baru kabupatenkota; 54.melakukan evaiuasi pemerintahanr kecamatan atav sebutan lainnya; dan 52.melakukan evaluasi laporan akuntabilitas meliputi komponen departemen, 53.melakukan pengawasan umum penerapan standar pelayanan minimal (SPMyinorma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) melalui analisis, \evaluasi, pengujianipenilaian —— penyusunan_rencana pencapaian SPM/NSPK yang dituangkan dalam fencana pembangunan jangka menengah daerah (RPIMD) 7 ‘54. melakukan pengawasan umum penerapan standar pelayanan minimal (SPM)/norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK) melalui analisis, ' evaluasi, pengujianipenilaian —_—penyusunan | rencana Pencapaian SPM/NSPK yang dituangkan dalam fencana kerja pemerintah daerah (RKPD), SS.metakukan —pengawasen alas. pembinaan pelaksanaan urusan_pilhan melalui analisis, evaluasi, pengujan/perilaian terhadap _ rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD): 56.melakukan pengawasan alas pembinaan pelaksanaan urusanpilhan melalui analisis, evaluasi, pengujian/penilaian terhadap rencana kerja pemerintah daerah (RKPD); S7.melakukan pengawasan kebijakan _keuangan daerahinegara; 58.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum mengenai otonomi daerah, 59.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajb bidang pendidikan meliputi pengendalian muta pendidikan; ‘60. melakukan’pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang kelenagakerjaan_-mengenai__kebijakan, perencanaan, pembinaan dan pengawasan, 61.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang perhubungan mengenai perhubungan udara; 62.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang sosial mengenai kebijakan bidang sosial, 63.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib dang kehutanan mengenai pembentukan wilayah pengeloiaan hukum, 64.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bigang Kehutanan mengenai rencana pengeloiaan jangka panjang (dua puluh tahunan) unit Kesatuan tan produksi (KPHP); 65.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang_kehutanan mengenai rencana kerja dua puluh fima tahunan unit usaha pemanfaatan hutan produksi, 66.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib bidang kehutanan mengenai rencana kerja usaha fue puluh tahunan unit usaha pemanfaatan hutan ng; 67.melakukan pengawasan pelaksanaan urusan wajib idang kehutanan mengenai rencana pengelolaan jangka panjang dua puluh tahunan cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata ‘alam dan taman buru; 68.metakukan pengawasan pelaksanaan urusan pilinan bidang perdagangan mengenai_—_kerjasama perdagangan intemasional; 69.melakukan evaluasi atas sancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), 70. melakukan evaluasi atas rancangan peraturan daerah tentang pajak daerah: 18 71.melakukan evaluasi alas rancangan_peraturan daerah tentang retribusi daerah, 72.melakukan evaluasi alas rancangan_peraturan daerah tentang tata ruang daerah, 73.melakukan Klarifikasi atas peraturan daerah; 74. meiakukan Klarifikasi atas peraturan kepala daerah; 76.melakukan — pengawasan —_kinerja_kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di Provinsi: 76.melakukan pengawasan tas berakhiya masa Jabatan Gubernur, Ti.melakukan pengawasan atas berakhimya masa jabatan BupatiWalikota; 78.melakukan — pengawasan = atas_-_—indikasi penyalahgunaan wewenang; 79.melakukan evaluasi kinerja__penyelenggaraan pemerintahan provinsi; 80.melakukan evaluasi kemampuan penyelenggaraan ‘otenomi daerah provinsi; dan 81, melakukan evaiuasi daerah otonom baru provinsi. (2) Pengawas Pemerintahan Pertama sampai dengan Pengawas Pemerintahan Madya yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi, dan penunjang tugas Pengawas Pemevintahan diberikan nilai angka_kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran | Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Pengawas Pemerintahan yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk ‘melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) maka Pengawas Pemerintanan lain yang berada satu lingkat di atas atau satu tingkat di bawah jenjang jabatannya* dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan Pasal 10 Penilaian angka Kredit atas hasil penugasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, ditetapkan sebagai berikut a. Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas Pengawas Pemenntahan satu tingkat di atas jenjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan pulvh persen) dari angka kredit setiap butir kegtatan, sebagaimana tersebut dalam Lampiran | Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini, b. Pengawas Pemerintahan yang melaksanakan tugas Pengawas Pemerintahan satu tingkat di bawah jenjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 100% (seratus persen) dari angka Kredit setiap butir kegiatan, sebagaimana tersebut dalam Lampiran | Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dindai dalam memberikan angka kredit, terdiri atas’ a. Unsur utama; dan b. Unsur penunjang, a) 3) a) a) (2) ay 2) Unsur utama, terdiri atas: a. Pendidikan; b. Pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan; ¢. Pengawasan atas peraturan daerah dan peraturan kepala daerah, : d. Pengawasan dekonsentrasi dan tugas pembantuan; @. Pengawasan untuk tujuan tertentu; 1. Evaluasi penyelenggaraan pemerintahan; g. Pengembangan profesi Pengawas Pemerintahan. Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung Pelaksanaan tugas pokok Pengawas Pererintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 hurut h. Rincian kegiatan Pengawas Pemerintahan dan angka kredit masing-masing butir__kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran 1 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini Pasal 12 Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Pemerintahan, untuk: @. Pengawas Pemerintahan dengan pendidikan Sarjana Strata Satu (S1) atau Diploma IV (0 IV) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran IIA Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini >. Pengawas Pemerintahan dengan pendidikan Sarjana Strata ua (S2) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran “IIB Peraturan —Menteri_ Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini; ©. Pengawas Pemerintahan dengan pendidikan Sarjana Strata Tiga (S3) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran “lIC Peraturan —Menteri. Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini. Jumiah angka kredit kumulatif minimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. paling rendah 80% (detapan puluh persen) angka ‘kredit berasal dari unsur utama; dan . paling tinggi 20 % (dua puluh persen) angka Kredit berasal dari unsur penunjang Pasal 13 Pengawas Pemerintahan yang memiliki angka kredit melebihi angka Kredit yang ditentukan untuk kenaikan Jabatan/pangkat selingkal lebih tinggi, Kelebihan angka Kredit tersebut —diperhitungkan ‘untuk —_kenaikan jabatan/pangkat berikutnya Pengawas Pemerintahan pada tahun pertama telah memenuhi atau melebihi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat dalam masa pangkat yang didudukinya, maka pada tahun kedua —diwajibkan ‘mengumpulkan paling kurang 20% (dua puluh persen) angka Kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk Kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegialan tugas pokok 2 Pasal 14 Pengawas Pemerintahan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat 1, golongan ruang i/o, sampai dengan Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IVic, diwajibkan mengumpulkan paling kurang 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan pengembangar: profesi Pasal 15 Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IVic setiap tahun sejak menduduki Jenjang/pangkatnya wajib mengumpulkan paling kurang 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan tugas pokok dan pengembangan profesi Pasal 16 (1) Pengawas Pemerintahan yang secard bersama-sama membuat karya_tulis iimiah di bidang Pengawasan Pemerintahan, diberikan angka kredit dengan ketentuan sebagai berikut: a. apabila terdiri dari 2 (dua) orang penulis maka pembagian angka kredinya adalah 60% (enam puluh Persen) untuk penulis utama dan 40% (empat puluh Persen) untuk penulis pembantu; b. apabila terdiri dari 3 (tiga) ‘orang penulis_ maka pembagian angka kreditnya adalah 50% (lima puluh persen) untuk penulis utama dan masing-masing 25% (dua puluh lima persen) untuk penulis pembantu; dan ©. apabila terdiri dari 4 (empat) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 40% (empat puluh persen) untuk penulis utama dan masing-masing 20% 7 {dua puluh persen) untuk penulis pembantu. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling banyak 3 (tga) orang (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria bidang, pedoman penulisan, publikasi dan pengyjian karya tulis iimiah diatur oleh Instansi Pembina BAB VII PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 17 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan_angka kredit, setiap Pengawas Pemerintahan diwajibkan mencatat menginventarisir sefuruh kegiatan yang dilakukan: dan ‘mengusulkan Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK). (2) Setiap Pengawas Pemerintahan mengusulkan secara hirarkhi Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) setiap tahun. (3) Peniaian dan penetapan angka kredit Pengawas Pemerintahan dilakukan paling singkat 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun, yaitu 3 (tiga) buian sebelum periode kenaikan pangkat PNS. a a (2) a (2) Pasal 18 Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit: a. Inspektur _Jenderal Departemen Dalam Negeri bagi Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina Tingkat | golongan ruang IV/o sampai dengan pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IVic pada Inspektorat Jenderal Kementerian/ Inspektorat Utama Lembaga Pemerintah Non Kementerian, inspektorat Provinsi dan Inspektorat Kabupaten/Kota. b. Inspektur Jenderalinspektur Utama pada Kementerian/ Lembaga Pemerintah Non Kementerian bagi Pengawas Pemerintahan Pertama pangkal Penata Muda golongan wang illia sampai dengan Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina golongan ruang \V/a_pada Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian, ¢ Sekretaris Inspektorat_Jenderal Departemen Dalam Nageri bagi Pengawas Pemerintahan Pertama pangkat Penala Muda golongan ruang Illfa sampai_dengan Pengawas Pemerintahan Madya pangkal Pembina jolongan ruang IV/a pada Inspektorat Jenderal rtemen Dalam Negeri d. Inspektur Provinsi_ bagi Pengawas Pemerintahan Pefama pangkat Penala Muda golongan ruang Ilva sampai dengan Pengawas Pémerintahan Madya pangkat Pembina golongan ruang {Via pada unit kerja Inspektorat Provinsi dan Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a pada Inspektorat Kabupaten/Kota, e. Inspektur — Kabupaten/Kota bagi Pengawas Pemerintahan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang lla sampai dengan, Pengawas Pemerintahan Muda pangkat Penata Tingkat |_golongan ruang ll/d ada unit Kerja Inspektorat Kabupaten’Kota Qalam —menjalankan _kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibantu oleh: a. Tim Penilai Angka Kredit Pengawas Pemerintahan Tingkat Pusat, selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat; b. Tim Penilai ‘Angka Kredit Pengawas Pemerintahan Tingkat _Kementerian/Lembaga_ Pemerintah Non Kementerian, selanjutnya disebut Tim Penilai Instansi, ¢. Tim Peniiai Angka Kredit Pengawas Pemerintahan Tingkat Provinsi, selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi; dan 4. Tim Peniiai Angka Kredit Pengawas Pemerintahan Tingkat Kabupaten/Kota, selanjutnya disebut Tim Penilal Kabupaten/Kola, Pasal 19 Tim Penilai Angka Kredit Pengawas Pemerintahan terdiri dari_unsur_ teknis yang membidangi pengawasan pemerintahan, unsur kepegawaian dan Psjabat Fungsional Pengawas Pemerintahan. ‘Susunan anggota Tim Penilai sebagai berikut seorang Ketua merangkap sebagai anggota, seorang Wakil Ketua merangkap sebagai anggota, seorang Sekretaris merangkap sebagat anggota; dan paling kurang 4 (empat) anggota aoge n (3) Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d, paling kyrang 2 (dua) orang dari Pejabat Fungsional Pengawas Pemerintahan. (4) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai adalah: a menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatardpangkat Pengawas Pemeriniahan yang finial b. memiiki keahlian serta mampu untuk menilai prestasi kerja Pengawas Pemerintahan; dan ¢._ dapat aktif melakukan penitaian. (5) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada _ayat (3) tidak dapat dipenuhi dari Pengawas Pemerintahan, maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki Kompetensi untuk menilai prestasi kerja Pengawas Pemerintahan, Pasal 20 (1) Apabila Tim Penilai Provinsi, belum dibentuk karena belum memenuhi syarat_keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, penilaian angka kredit Pengawas Pemerintahan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinst lain terdekat atau Tim Penilai Instansi (2) Apabila Tim Penilai KabupateniiXota, belum dibentuk Karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang _ditentukan, penilalan angka kredit_ Pengawas emerintahan dapat dimintakan_ kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain terdekat atau Tim Penitai Provinsi lain terdekat atau Tim Penilai Instansi (8) Pembentukan dan susunan anggota Tim Penila ditetapkan @. Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri untuk Tim Penilai Pusat, b. Inspektur Jenderavinspektur Utama Kementerian/ Lembaga Pemerintah Non Kementerian untuk Tim Penilai Instansi; Inspektur Provinsi untuk Tim Penilai Provinsi; dan Inspektur Kabupaten/Kotla_ untuk Tim —Penilai Kabupaten/Kota. ao Pasal 21 (1) Masa jabatan Anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya (2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat Kembali setelah melampaui masa tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. (3) Dalam hal terdapat Anggota Tim Penilai yang ikut iniai, maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat Anggota Tim Penilai pengganti Pacal 22 Tata kerja Tim Penilai Pengawas Pemerintahan dan tata cara penilaian angka kredit Pengawas Pemerintahan ditetapkan oleh Instansi Pembina 2B Pasal 23 Usul penetapan angka kredit Pengawas Pemerintahan diajukan oleh: a ay (2 Sekretaris Inspektorat_Jenderal/Sekretaris Inspektorat Utama/inspektur Provinsi/inspektur Kabupaten/Kota pada Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian/ Inspektorat Provinsi/inspektorat Kabupaten/Kota kepada Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri bagi Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina Tingkat |, golongan ruang IVb sampai dengan pangkal Pembina Utema Muda, golongan ruang IVic pada Inspektorat denderal_Kementerianvinspektorat Utama Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Inspektoral Provinsi dan Inspektorat Kabupaten/Kota. Sekretaris Inspektorat Jenderalinspektoral Utama pada KerienteriarvLembaga Pemerintah Non Kementerian kepada Inspektur JenderaVInspektur Utama bagi Pengawas Pemerintahan Pertama pangkat Penata Muda, golongan ruang ila sampai dengan Pengawas Pemerintahan Madya pangkal Pembina, golongan ruang IVfa_pada Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian. Pejabat yang membidangi kepegawaian, paling rendah eselon Ill kepada Sekretaris Inspektorat —Jenderal Departemen Dalam Negeri bagi Pengawas Pemerintahan Pertama pangkat Penata Muda, golongan ruang Ill/a ‘sampai dengan Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina, golongan ruang IV/a pada Inspektorat Jenderal Departemen Dalam Negeri Sekretaris Inspektorat Provinsi kepada. tnspektur Provinsi bagi Pengawas Pemerintahan Pertama pangkat Penata Muda, golongan ruang lil/a sampai dengan Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina, goiongan tuang IV/a pada unit kerja inspektorat Provinsi dan Pengawas Pemerintahan Madya pangkat Pembina, golongan rvang IV/a pada Inspektorat Kabupaten/Kola, Sekretaris inspektorat Kabupaten/Kota kepada Inspektur Kabupaten/Kota bagi Pengawas Pemeriniahan Pertama pangkat Penata Muda, golongan ruang lll/a sampai dengan Pengawas Pemerintahan Muda pangkat Penata Tingkat |, golongan rang Id pada unit kerja Inspektorat Kabupaten/Kota Pasal 24 Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat berwenang menetapkan — angka Kredit, digunakan untuk mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan atau Kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan Keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit tidak dapat diajukan keberatan oleh Pengawas Pemerintahan yang bersangkutan a BAB Vill PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PEMERINTAHAN Pasal 25 Pejabat yang berwenang mengangkat dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan adalah pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 26 (1) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam Pengawas Pemerintahan harus memenuhi syarat @. berjazah paling rendah Sarjana Strata Satu (St) atau Diploma IV sesuai dengan kualifkast yang ditentukan instansi pembina; : b. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang iW; ©. Setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan Pekejaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (Satu) tahun terakhir. (2) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mengikuti diklat fungsional Pengawas Pemerintshan sesuai kualifikasi yang ditetapkan instansi pembina paling tambat 3 (tiga) tahun setelah pengangkatan. (3) Kurikulum diklat fungsional Pengawas Pemerintahan, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Instansi Pembina. (4) Pengangkatan pertama sebagaimana-dimaksud pada ayat (1) adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi Pengawas Pemerntahan melalui pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pengawas Pemerintahan. Pasal 27 Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan dilaksanakan sesual formasi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan dengan ketentuan sebagai berikut: @. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Pusat dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan dilaksanakan sesuai dengan formasi_ JabatanFungsional_ Pengawas Pemerintahan yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggungjawab ci bidang pendayagunaan aparatur negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara: 2 co) (2) (3) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipi! Daerah dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan dilaksanakan sesuai formasi Jabatan Fungsicnat Pengawas Pemerintahan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan berdasarkan pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Formasi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b diatur sebagai berikut: 1. Formasi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan pada Inspektorat Jenderal Departemen Dalam Negeri paling banyak 130 (seratus tiga puluh) orang. 2. Formasi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan pada Inspektorat_ Jenderal/inspektorat_ Utama ‘Anspekloral pada Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian pembina dekonsentrasi dan atau tugas pembantuan paling banyak 48 (empat puluh delapan) orang. 3. Formasi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan pada Inspektorat Provinsi paling banyak 60 (enam puluh) orang. 4. Formasi Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan pada Inspektorat Kabupaten/Kota paling banyak 48 {empat puluh delapan) orang. Pasal 28 Pengangkatan Pegawai Negeri Sipit dari jabatan lain ke dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan dapat diperimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut: . Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf ¢ dan Pasal 27; b. Telah mengikuti dan lulus diklat fungsional Pengawas Pemerintahan sesuai kualifikasi yang ditentukan instansi pembina. ¢. Memiliki pengalaman jabatan minimal 2 (dua) tahun, ._ Usia paling tinggi 50 (lima putuh) tahun; dan e. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernitai baik datam 1 (satu) tahun terakhir. Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya, dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dari unsur utama dan unsur penunjang. BABIX PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI, DAN PEMBERHENTIAN DARI JASATAN 26 Pasal 29 (1) Pengawas Pemerintahan Pertama pangkat Penata Muda jolongan ruang lil/a_sampai_dengan Pengawas "emerintahan Madya pangkat Pembina Tingkat | golongan ruang IVb, dibebaskan sementara dari jabatannya, apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumputkan angka red disyaratkan untuk Kenaikan —jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. (2) Pengawes Pemerintahan Madya pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IVic dibebaskan sementara dari jabatannya, apabila setiap tahun sejak _menduduki Jabatar/pangkat tidak dapal mengumpulkan angka kredit paling kurang 20 (dua puluh) dari kegiatan tugas pokok Pengawas Pemerintahan. (3) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Pengawas emesnfahan ditebasken semenlara dari abaannys apabila a. dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat berupa penurunan pangkat; b. dberhentkan sementara sebagai Pegawai Neger Sip, ditugaskan secara penuh di Tuar Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan; . cuti di luar tanggungan negara kecuali untuk persalinan ke empat dan Seterusnya, @. tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Pasal 30 (1) Pengawas Pemerintahan yang telah, selesai, merjlani embebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam asal 29 ayat (1) dan ayat (2) apabila telah mengumnpulkan angka kredit yang ditentukan, diangkat Kembali dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan. (2) Pengawas Bemerintahan yang telah selesai_menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (3) huruf a, huruf d dan huruf e dapat iangkat Kembali dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan, (2) Pengawas Pomerintahan yang dibebaskan sementara sebageimana dimaksud dalam Pasel 29 ayat (3) hurut b, dapat diangkal_kembali dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemenntahan apabila berdasarkan keputusan pengaditan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang fetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. (4) Pengawas Pemerintshan yang, dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud datam Pasal 29 ayat (3) huruf c, dapat diangkat Kembali dalam Jabatan Fungsionai Pengawas Pemerintahan apabila berusia paling tinggi 54 (ima puluh empat) tahun (5) Pengangkatan kembali dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (3) huruf c dan €, dengan menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dapat ditambah angka kredit dari tugas pokok Pengawes Pemerintahan yang diperoleh selama pembebasan sementara, 2 Pasal 31 Pengawas Pemerintahan dibernentixan dar jabatennya apabila dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1), tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi, b. datam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan ‘sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2), tidak dapat mengumputkan angka kredit yang ditentukan; ¢. mengundurkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil; atau d_ diatubi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai_kekuatan hukum tetap, kecuali hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. 7 Pasal 32 Pembebasan sementara, pengangkatan kembali, dan pemberhentian dari Jabatan Fungsional ~Pengawas Pemerintahan sebagaimana dimaksud Pasal 29, Pasal 30, dan Pasal 31, ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BABX PENYESUAIAN/INPASSING DALAM JABATAN DAN ANGKA KREDIT Pasal 33 (1) Pegawai Negeri Sipil yang pada saat ditetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini masih melaksanakan tugas di bidang pengawasan berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang, dapat disesuaikan’ diinpassing dalam Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan dengan ketentuan sebagai berikut: a. berijazah paling rendah Sarjana Strata Satu (S1) atau Diploma lV; b. pangkal paling rendah Penata Muda golongan ruang Wa; . setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan Pekerjaan dalam Daftar Penil Pelaksanaan Pekerjaan (OP3), paling Kurang berailai rata-rata baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (2) Angka kredit kumulatif untuk penyesuaianvinpassing dalam Jabatan —Fungsional ~—Pengawas —_Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran_ ll Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ini. (3) Angka Kredit _kumulatif sebagaimana tersebut dalam Lampiran ll Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini, hanya berlaku sekali selama masa penyesuaian/inpassing. (4) Untuk menjamin keseimbangan antara beban kerja dan jumlan Pegawai Negeri ipl yang akan disesuaikan/diinpassing harus mempertimbangkan formasi jabatan. 2 (8) Untuk menjamin perolehan angka kredit bagi Pegawai Negeri Sil yang disesuakariinpassing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) maka dalam melaksanakan penyesuaian/inpassing perlu memperlimbangkan formasi jabatan. BAB Xt KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 34 (1) Pengawas Pemerintahan tidak melakukan tugas pengawasan keuangan {2} Instansi Pembina metakukan pengendalian dan penetapan ‘standar, serta pedoman teknis pengawasan. BAB Xi - : KETENTUAN PENUTUP Pasal 35 Ketentuan pelaksanaan —Peraturan Menteri_ Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini diatur lebih tanjut oleh Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pasal 36 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku pada toseoal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 September 2009 29 ey Tea : eon wwcort rel wes [oct wwe Vevdreusn wasarany ont rah snannnsed wrunvemmney of rman unteranes| a IG OR SRR IRATE Ta woe wom fev woah “rei wen inn ower ved oe etna seen 7 com oat ‘Basa aS ag ay Sane SEH Cay OT wom | snes Tether rane wom | nen “aa hme wang mbes ae nny cy oe) tem [ie seo {a wned wenn ay ey vom ese — | 00 (age anes me cy vs oe ee om wey | owe {One eng etn sr tun een i” epee ere guia eTyeH REY ee mao ween nents umeaiad toe vseethieduceoy peers wan fare wa Scr ccleivaipcbeee Semple henner oom fave smn | (i508) wang ng an woes vee ey terran wm [tee vero | "tnd weno nen sry vom | io sano | ee 06s wi) wns tinny san ns noon le tom — [eo senor | tbo ° “oa vine una cy torney tom fire vero | to (a ey) meg esate cures anes remy a tem — [ve wwcorr | te {anranveneg mon cour ceatsnonag ern fe tere onto Bat nate eden niomivernagvemmemeas romeo | | |e Pro asl ear est noes ant neon vmansitun me mitinns mr vtec wrung vremeon : | venncenanees| nom ms — Tamar so aa ress] oreo Coeivel ewes eqoes ones | “wtore: omy Sect res Son os 7 eatoarcehiun 9 sete Sa welost-ig eves Sesterss foe pavers wpa ayy sole ae aa wel Oni-ter ekuewary & feckai rns fove ea one soto tres ¢| —_ wveidins nu suecnmans [oss tema mes sctesrepucm cman | _saovsea rn a fers NOOR Se Duvet mang fons wo cuts ene St ctotomes fre va meats 4 smumsnue sewn cco va unread muss oreo — z z = * reverse | amt | wemnmure | 2000 | rewomwine | nga asm aD Hy : } 228 883835 32 33383885 383 i a 3 s | a i a Eb] 82 85888 $8 888 faz hil eeeeeag beeesasl t i g i rmsogvenmntnes ante ames 2 road om =n sison | I i 300% rawr une nen ons wesw fon 3833 mere ; ‘srenaiunea woe nrc ouurptaruns (0 =n 7 eyed ure eevee ms ores 8 en [to ma (ern ep rl emp ongs ee em [te we ‘orem soy UE senna [ico a viene weoting ‘queue une me us euag [500 we ‘meet en nm moe ope oP cet ny ew fae oe ree man‘ noe eects wt onmeped women “Ire oset np wap nesta ose nese eh oe au “en ara rd 9) untae i nen ary (CE oft ou deca en unrue ead bil mont ny con a 2 1 tina or nan rn win ‘ony meen unry unmea e omy ou un (unin rue unnerved waz OE em su ‘hepa were unmet ne on ot nea er enn ns Lanes me wn (apd en sn erin ny Te semguneevmand en = os sna nn atime tit ver) ean crgatand ey vom mew eo ven vemepmont ire nonin ep Cran singenH a ne “yt moun eer uri rnc oo pad oe on ‘yex haan ll orn van bon ery 4) fren nr orn et woe wena) | cos nfo mf aan ep nod ory latestol ler wer | so ‘epoca cemmpnd meh twa es 2m nang sot weno | aot regu wie a (tad min bon ae soar acon | ao lewd unrevaroptund nae vet meaboe Sonne wmncer | tmroand verniomnepmind ons ne mina Rane me at wae le ao senor | Se (ena wn omen] se roca recede oan comers | ah (anew ama 0 Ma red wae "tana econ rn vernonia ‘voor senor | ae (ommend Mt tnd won oon sor | to ‘Unpu urontved itm anatoey (5 Som wees | oo (nu even uring —« some | fe “weronvenr tip ue fe rae sua tp nt ne eae ee wom vente | nny torn sre oped ery uepintonr urrg (2 a csr romana ee oer a senses — | 00 ‘mtnone pa tern | 5 sane ao mre a comer | en ‘moans woes seer | 0 “enwetovine atid omens i i iiliballie sine : i a ‘ert = eon me een om oon wueas — |o0 a coring (sce on senas— |ooo we ow fee a wn fee oe wm fee a wom dee me sunita Jove oe wavonrtas | Some | ewnweraes [390% answn ene a wa eT omer wanes | we vom —_|oeo wenn | vee ae ‘are Te vom fevo wesc | toe vem ano weer Tr vom [960 sentry | oo vom frie weno) | ost et tlt | ante nani tenttahaat am nereampernt ¢] —— smemitiaptins| | vento = vem [ero i oar ee nc "s toon} 069 at oa vom [or saa) |e my een tert weno | ae rtin sues [ovo vecey | en ee cxxcr | ca ress vlom foro ree | et tom foro weno | se. = ir a ents ena wim foe veces | ‘mea m ‘nn oes wom fos wae fo | agaeniema cima mitoy «|| mpuamoueren) | vere a tom free ll Gs wai F sires sirevinnnrnenina aera wane ut nan vi = aay cena ‘any | ‘nom need esenieewreryiretune wun ag) senting a ar ate 7 © nn sevensenndnnann si ns ween vena owns senate tints tp pups cures avis terenbvortutnet ts ums tanrohag|_UmUe Wu an ewer unease | ome “ “ueawenuns bie evs | oe pam pe wer nyopun ea nnen seo teat arts srt oan bo emienrg mesma toernnton oe set rannenrent ned comme wens | 00 nee. rerun vats tue 9 Mim wise NoeINd rAnuucoN yg remusinoN | smucond nee ess [Ceescames or aa ‘omer vonored 7 eansorenns | 00 ne ‘now reece | snug seen anonuneedinetes DGD smutvhrnron cw rovmasananedeoey von sa} =a Sore tateren ee ree Td asa esi owaremes | men tmoet omaan Le ueteane Ba! ove Pane RO + wees nt anesmmanant maria eon 6 mus ditston nea rntonatanacteon_t|_ eetsanienenaia| ‘ne pee comsienne | 99 pine imrnron pmend nbureunbin utn eb om Lome ver nad] nc. cen [Sater esas | ant] ana ‘wires rontanme F eumtar inns | cre | nrgen revnncame | reenter at mie enue! rad ue © poet ttn prs nn nr ans Cn ne a a Sa RET Tailors Sot oper amt ee omens | op: | nner mone ies uae ry ae Bt ne aE SEN. ‘revemorsa at ee mons oatind hc 9 vs ene oun st Sty HAP a Rao ae ‘oo wr aim esate, | ccy oe ‘raven om i senaes mwas nonmaves re ues vats tn ot toner fencaN ean [Eee Tarien opneang on SaarT SO alr SPARTUNRD TE ‘mame smeraaat Goriermoe [oan | nmeten i] ‘Ror onomep ep vrcimep Oatnge a me || eet ac nal Lrrrwocs tna manus | taps ours sarguee| | ewailscand eet omy ene io att brand sn Ftd ran samen RNC Satieneewraond v|_“Cxeccadng el ee rem wine snare mon pene perenne eee —— weamoay vane youn unsyn) Tye) vuvpuve NYOHOIGNS NVONIG [THY HYG 10 NVKVINRIBHEA NYSNN NYYEYDONB ZANE SYMONS THNOISONNS NVAYESS “LPAONVd NVOIVNED NYO NYLVEYE NYDAIYNA HAAN “TWINIA SLLYYINN LIGTE YHONY HV TINT 1SIS0aNOH ce MNS onze =" ‘vevoan unwraverd ete Vevoanivaueans ~ st B/S }8/8] 8/18/8183 ‘ONYM NYBNOTOS MTHY 7 HVUSVa 1G NVHV.NRISWisd NYSNUN NYVUVDONTTSANSd SVMYONd TYNOISONN NVLVBVE [OVE ONISSVENUNVIVISSANSE HALNN SLLTIOIT LIG3B VHONY