Anda di halaman 1dari 3

Dental Plaque Biofilm

Secara klinis, dental plak adalah substansi kuning


keabu-abuan yang terstruktur dan kokoh yang melekat pada
permukaan keras intraoral, dan termasuk restorasi yang dapat
dilepas dan diperbaiki. Dental plak terdiri dari mikroorganisme.
Populasi mikroba pada permukaan gigi (dental plak) adalah
contoh yang sangat baik dari komunitas biofilm. Lebih dari 500
jenis microba yang dapat ditemukan pada dental plak. Plak merupakan biofilm yang terbentuk di dalam
rongga mulut (Carranza et al., 2012).

Saieb dan Catherine menyatakan bahwa biofilm merupakan kelompok atau komunitas
mikroorganisme yang telah melekat dengan sendirinya pada suatu permukaan dalam lingkungan yang
lembab dan ditemukan dalam lingkungan yang cukup aliran nutrisi.. Biofilm merupakan suatu
kompleks aggregasi mikroorganisme yang tumbuh diatas subtrat padat (Fatmawati, 2011).

Biofilm, secara umum, mempunyai struktur yang telah tersusun secara terorganisir. Biofilm
terdiri dari beberapa microcolini sel bakteri yang tidak terdistribusi secara acak dalam bentuk matriks
atau glycocalyx (75-80. Bentuk dari dental plaque biofilm memiliki banyak fitur yang sama dengan
biofilm lainnya. Strukturnya heterogen, dengan tekstur yang halus pada saluran berisi cairan terbuka
yang mengalir melalui massa plak (Carranza et al., 2012). Bakteri dapat memproduksi biofilm dari
berbagai bagian permukaan seperti yang terlindungi dari efek panas, sinar ultraviolet, virus dan
antibiotic. Biofilm dapat terbentuk pada permukaan gigi, kateter, implant, dental unit dan tubing,
endotracheal tubes, kontak lensa dan permukaan silicon. (Eley et al., 2010).

Secara singkat skema akumulasi dental plaque biofilm :

A. 1. Pembentukan pellicle pada permukaan gigi secara menyebar


2. Adhesi awal (terjadi interaksi minimum secara langsung)
3. Attachment (terjadi interaksi spesifik setelah melewati adanya penghambat energy)
4. Kolonisasi permukaan plak dan formasi biofilm
B. Terjadi interaksi yang panjang antara bakteri negative dan permukaan negative sesuai
dengan teori DLVO.
SUMBER REFENSI :

Carranza, F.A., Newman, M.G., Takei, H.H., Klokkevold, P.R., 2012. Carranza’s Clinical
Periodontology. Saunders Elsevier, Missouri, pp. 137–138.
Eley, B.., Soory, M., Manson, J.., 2010. PERIODONTICS, 6th ed. Saunders ELSEVIER,
London.
Fatmawati, D.W.., 2011. HUBUNGAN BIOFILM STREPTOCOCCUS MUTANS TERHADAP
RESIKO TERJADINYA KARIES GIGI. Stomatognatic J. Kedokt. Gigi 8.

Irene Melikna Wati

20160710054