Anda di halaman 1dari 4

Ir.

SOEKARNO, BAPAK PROKLAMATOR DAN PRESIDEN PERTAMA


REPUBLIK INDONESIA

Doniakviansyah@gmail.com

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk memaparkan biografi dan perjuangan Ir


Soekarno dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ir Soekarno
lahir di Surabaya , 6 Juni 1901 dengan nama Koesno Sosrodiharjo. Dalam
memperjuangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia, beliau harus
mengalami bebeapa peristiwa yang mengakibatkan beliau harus dipenjara
dan diasingkan, hingga pada akhirnya bung Karno dan wakilnya Bung Hatta
memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945.
Beliau juga yang telah merumuskan Pancasila menjadi dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, Ir Soekarno
menjadi Presiden pertama Republik Indonesia dan beliau berhasil
menyatukan nusantara.
Kata Kunci: Ir. Soekarno, Bapak Proklamator, Proklamasi

Berbicara tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia, pasti yang kita ingat


adalah sosok Pahlawan Nasional yang dikenal sebagai Bapak Proklamator, yakni
Ir. Soekarno. Ir Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan wafat
pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Saat ia lahir dinamakan Koesno
Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida
Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai sembilan istri, salah
satunya dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati,
Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan
dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto
mempunyai anak Kartika. Ketika masih kecil, karena sering sakit-sakitan,
menurut kebiasaan orang Jawa oleh orang tuanya namanya diganti menjadi
Soekarno.
Kisah Hidup Ir Soekarno
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di
Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya. Kemudian
melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu,
Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun
1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau
sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT. Ia berhasil meraih gelar “Ir”

1
pada 25 Mei 1926. Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan
mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan
Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda memasukkannya ke penjara Sukamiskin,
Bandung pada 29 Desember 1929.
Saat dipenjara, Soekarno mengandalkan hidupnya dari sang istri. Seluruh
kebutuhan hidup dipasok oleh Inggit yang dibantu oleh kakak kandung Soekarno,
Sukarmini atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Wardoyo. Saat dipindahkan ke
penjara Sukamiskin, pengawasan terhadap Soekarno semakin keras dan ketat. Dia
dikategorikan sebagai tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi
Soekarno agar tidak mendapat informasi dari luar, dia digabungkan dengan para
tahanan 'elite'. Kelompok tahanan ini sebagian besar terdiri dari orang Belanda
yang terlibat korupsi, penyelewengan, atau penggelapan. Tentu saja, obrolan
dengan mereka tidak nyambung dengan Bung Karno muda yang sedang
bersemangat membahas perjuangan kemerdekaan. Paling banter yang dibicarakan
adalah soal makanan, cuaca, dan hal-hal yang tidak penting. Beberapa bulan
pertama menjadi tahanan di Sukamiskin, komunikasi Bung Karno dengan rekan-
rekan seperjuangannya nyaris putus sama sekali. Tapi sebenarnya, ada berbagai
cara dan akal yang dilakukan Soekarno untuk tetap mendapat informasi dari luar.
Hal itu terjadi saat pihak penjara membolehkan Soekarno menerima kiriman
makanan dan telur dari luar. Telur yang merupakan barang dagangan Inggit itu
selalu diperiksa ketat oleh sipir sebelum diterima Bung Karno. Seperti yang
dituturkan Ibu Wardoyo yang dikutip dalam buku 'Bung Karno Masa Muda'
terbitan Pustaka Antarkota tahun 1978, telur menjadi alat komunikasi untuk
mengabarkan keadaan di luar penjara. Caranya, bila Inggit mengirim telur asin,
artinya di luar ada kabar buruk yang menimpa rekan-rekan Bung Karno. Namun
dia hanya bisa menduga-duga saja kabar buruk tersebut, karena Inggit tidak bisa
menjelaskan secara detail. Seiring berjalannya waktu, Soekarno dan Inggit
kemudian menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda.
Medianya masih sama, telur. Namun, telur tersebut telah ditusuk-tusuk dengan
jarum halus dan pesan lebih detail mengenai kabar buruk itu dapat dipahami Bung
Karno. Satu tusukan di telur berarti semua kabar baik, dua tusukan artinya seorang

2
teman ditangkap, dan tiga tusukan berarti ada penyergapan besar-besaran terhadap
para aktivis pergerakan kemerdekaan.
Selama menjalani masa hukuman dari Desember 1929 hingga dibebaskan
pada tanggal 31 Desember 1931, Soekarno tidak pernah dijenguk oleh kedua
orangtuanya yang berada Blitar. Menurut Ibu Wardoyo, orang tua mereka Raden
Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tidak sanggup melihat anak
yang mereka banggakan itu berada di tempat hina yakni penjara dan dalam posisi
yang tidak berdaya. Apalagi, saat di Sukamiskin, menurut Ibu Wardoyo, kondisi
Soekarno demikian kurus dan hitam. Namun Bung Karno beralasan, dia sengaja
membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik
matahari untuk memanaskan tulang-tulangnya. Sebab di dalam sel tidak ada sinar
matahari, lembab, gelap, dan dingin. Delapan bulan kemudian baru disidangkan.
Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan
kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.
Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930,
PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan
Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap
Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian
dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung
Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus
1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan
gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus
1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara
aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.
Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian
menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya
mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-
bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di
Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.
Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan
penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat

3
Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari
Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma
Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida
Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan
Proklamasi”.
Penutup
Ir Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno ini lahir di Surabaya, 6 Juni
1901 dengan nama Koesno Sosrodihardjo. Saat kecil, Soekarno hanya tinggal
beberapa tahun bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat ia
tinggal di Surabaya. Ia melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School).
Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya.
Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS
(Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi
ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.
Ir Soekarno adalah Presiden pertama di Indonesia, di dalam masa
perjuangan atau pemerintahannya banyak sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi
seperti peristiwa Wafatnya Soekarno, konon ia meninggal dengan perawatan tim
medis yang kurang professional atas adanya masa orde baru, Soekarno lahir pada
6 Juni 1901 dan Wafat pada 16 Juni 1970.