Anda di halaman 1dari 10

Nama : Denny Dwi Kurnia Putra

Kelas : AJ – 17

A. Ilustrasi kasus

Tn.P umur 63 datang ke IGD RS D dengan keluhan badannya lemas, lesu


setelah aktifitas . klien mengeluh pusing, panas meningkat, lemas lesu selama 1
minggu. Saat pengkajian klien masih mengeluh lemah lesu setelah aktivitas terutama
dibagian kaki, mudah capek, pasien istirahat bila merasa capek dan aktivitas biasanya
dibantu oleh keluarga. Hal ini disebabkan karena kekurangan darah dan kekurangan
cairan. Saat pemeriksaan Tanda-Tanda Vital : S: 36 c, N: 82x/mnt, TD:
100/60 mmHg, RR: 25x/mnt.Kesadaran pasien : composmentis

Keadaan umum : lemah


Diagnosa medis : Anemia
Pemeriksaan Lab :
Pemeriksaan hasil normal
Darah lengkap
Hemoglobin 7,9 P : 13,4-17,7 w : 11,4-15,9 dl/l
Leukosit 6300
Hitung jenis
Segmen 27 50-70 %
Limfosit 61 25-40%
Monosit 12 4-10%
LED 63/115 P < 15 W < 20 mm/jam
Hematokrit 23,6 P:40-48 % W: 37-43%
Trombosit 130,80 150,80-450.000
SGOT 14 P < 35 miu/l W : < 31 miu/l
SGPT 27 P<41 miu/l W : < 31 miu/l
HBS Ag negatif negatif
Anti hiv Non reaktif negatif

· Terapi

- Infuse Ns 20 tpm (1500 cc /24 jam)


- Acran 2x1 obat injeksi iv (ampul)
- Neroges 3x1 obat injeksi (ampul)
- Fulovit 1x1 lab

ANALISA DATA
Data Etiologi Masalah
DS:klien mengeluh Kelemahan umum Intoleransi Aktivitas
badannya lemas,lesu,pusing
setelah aktivitas.

Do:
- Ku lemah
- Kebutuhan cairan kurang
- Pergerakan sendi terbatas
- TTV
S : 36 C
N : 82x/mnt
T : 100/60 mmHg
RR : 25 x/mnt
- Hb : 7,9

B. Diagnosa Keperawatan

1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum.


C. Intervensi Keperawatan

Diagnosa Noc Nic Rasional


Intoleransi aktivitas b.d Setelah dilakukan intervensi Activity Therapy Activity Therapy
penurunan produksi selama 1x24 jam
1. Kolaborasi dengan tim 1. Mengkaji setiap aspek
energi dari anemia diharapkan kondisi klien
kesehatan lain untuk klien terhadap terapi
stabil saat aktivitas dengan
merencanakan , latihan yang
KH:
monitoring program dierencanakan.
Activity Tolerance aktivitasi klien. 2. Aktivitas yang teralau
2. Bantu klien memilih berat dan tidak sesuai
 Saturasi O2 saat
aktivitas yang sesuai dengan kondisi klian
aktivitas dalam batas
dengan kondisi. dapat memperburuk
normal (95-100%)
toleransi terhadap
 Nadi saat aktivitas 3. Bantu klien untuk
latihan.
dalam batas normal melakukan
3. Melatih kekuatan dan
(60-100x/mnt) aktivitas/latihan fisik
irama jantung selama
 RR saat aktivitas secara teratur.
aktivitas.
dalam batas normal 4. Monitor status
4. Mengetahui setiap
(12-20x/mnt) emosional, fisik dan
perkembangan yang
 Tekanan darah social serta spiritual muncul segera setelah
systole saat aktivitas klien terhadap terapi aktivitas.
dalam batas normal latihan/aktivitas. 5. EKG memberikan
(100-120mmHg) 5. Monitor hasil gambaran yang akurat
 Tekanan darah pemeriksaan EKG klien mengenai konduksi
diastole saat saat istirahat dan jantung selama istirahat
aktivitas dalam batas aktivitas (bila maupun aktivitas.
normal (60- memungkinkan dengan 6. Pemberian obat
80mmHg) tes toleransi latihan). antihipertensi digunakan
 Hasil EKG dalam 6. Kolaborasi pemberian untuk mengembalikan
batas normal obat antihipertensi, TD klien dbn, obat
obat-obatan digitalis, digitalis untuk
Fatigue Level
diuretic dan mengkoreksi kegagalan
vasodilator. kontraksi jantung pada
 Tidak nampak
gambaran EKG, diuretic
kelelahan
Energy Management
dan vasodilator
 Tidak nampak lesu
digunakan untuk
 Tidak ada penurunan 1. Tentukan pembatasan
mengeluarkan kelebihan
nafsu makan aktivitas fisik pada
cairan.
 Tidak ada sakit klien
kepala 2. Tentukan persepsi klien Energy Management
 Kualitas tidur dan dan perawat mengenai
8. Mencegah penggunaan
istirahat dalam batas kelelahan.
energy yang berlebihan
normal 3. Tentukan penyebab
karena dapat
kelelahan (perawatan,
menimbulkan kelelahan.
nyeri, pengobatan)
9. Memudahkan klien
4. Monitor efek dari
untuk mengenali
pengobatan klien.
kelelahan dan waktu
5. Monitor intake nutrisi
untuk istirahat.
yang adekuat sebagai
10. Mengetahui sumber
sumber energy.
asupan energy klien.
6. Anjurkan klien dan
11. Mengetahui etiologi
keluarga untuk
kelelahan, apakah
mengenali tanda dan
mungkin efek samping
gejala kelelahan saat
obat atau tidak.
aktivitas.
12. Mengidentifikasi
7. Anjurkan klien untuk
pencetus klelahan.
membatasi aktivitas
13. Menyamakan persepsi
yang cukup berat
perawat-klien mengenai
seperti berjalan jauh, tanda-tanda kelelahan
berlari, mengangkat dan menentukan kapan
beban berat, dll. aktivitas klien
8. Monitor respon terapi dihentikan.
oksigen klien. 14. Mencegah timbulnya
sesak akibat aktivitas
9. Batasi stimuli
fisik yang terlalu berat.
lingkungan untuk
15. Mengetahui efektifitas
relaksasi klien.
terapi O2 terhadap
10. Batasi jumlah
keluhan sesak selama
pengunjung.
aktivitas.
16. Menciptakan lingkungan
yang kondusif untuk
klien beristirahat.
17. Menciptakan lingkungan
yang kondusif untuk
klien beristirahat.
18. Memfasilitasi waktu
istirahat klien untuk
memperbaiki kondisi
klien.
D. Implementasi Keperawatan
Hari/Tgl No. Dx Waktu Tindakan Paraf
Rabu/22- I 13.0 WIB 1. Melakukan Kolaborasi Deny
11-2017
dengan tim kesehatan lain
untuk merencanakan ,
monitoring program
aktivitasi klien.
Respon: kolaborasi dngan
fisioterapi
13.02 WIB
2. Membantu klien memilih
aktivitas yang sesuai dengan
kondisi.
Respon: klien memilih
membaca buku
13.05 WIB
3. Bantu klien untuk melakukan
aktivitas/latihan fisik secara
teratur. Respon: klien
kooperatif
13.07 WIB 4. Memonitor status emosional,
fisik dan social serta spiritual
klien terhadap
latihan/aktivitas. Respon:
klien tampak tenang.

Energy Management

13.19 WIB 5. Menentukan pembatasan


aktivitas fisik pada klien.
Respon: klien kooperatif
13.23 WIB 6. menentukan persepsi klien
dan perawat mengenai
kelelahan. Respon: klien
mengatakan klien merasa
lelah saat beraktivitas
13.25 WIB
7. Menentukan penyebab
kelelahan (perawatan, nyeri,
pengobatan). Respon: klien
kekurangan energi
8. Memonitor efek dari
13.26 WIB
pengobatan klien. Respon:
klien koopertaif
13.28 WIB 9. Memonitor intake nutrisi
yang adekuat sebagai sumber
energy. Respon: klien
menghabiskan makanan dari
RS
13. 30 WIB
10. Menganjurkan klien dan
keluarga untuk mengenali
tanda dan gejala kelelahan
saat aktivitas. Respon: klien
dan keluarga kooperatif
13.32 WIB 11. Menganjurkan klien untuk
membatasi aktivitas yang
cukup berat seperti berjalan
jauh, berlari, mengangkat
beban berat, dll. Respon:
klien menyetujui
13.35 WIB 12. Memonitor respon terapi
oksigen klien. Respon: klien
mau menggunakan oksigen
13.37 WIB
13. membatasi stimuli
lingkungan untuk relaksasi
klien. Respon: klien merasa
tenang dngan lingkungan
yang tidak gaduh
13.40 WIB 14. Membatasi jumlah
pengunjung. Respon:
keluarga klien menyetujui