Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN

GIANYAR
DINAS KESEHATAN
UPT KESMAS TEGALLALANG I

Jln. Raya Tegallalang Tlp. (0361)976484

KEPUTUSAN KEPALA UPT KESMAS TEGALLALANG I

NOMOR 445/ 125 / SK / Pusk. Tgll.I/2017

TENTANG

KEWAJIBAN MENGIKUTI ORIENTASI BAGI KEPALA PUSKESMAS,


PENANGGUNG JAWAB PROGRAM DAN PELAKSANA
KEGIATAN YANG BARU
PADA UPT KESMAS TEGALLALANG I TAHUN 2017

KEPALA UPT KESMAS TEGALLALANG I,

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan


tanggung jawab bagi Kepala Puskesmas,
Penanggungjawab Program dan Pelaksana Kegiatan
yang baru maka dipandang perlu melaksanakan
program orientasi;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana


dimaksud huruf a, perlu ditetapkan Keputusan Kepala
UPT Kesmas Tegallalang I;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
5063);

2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;

3. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor 46


Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik
Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan
Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi;

4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Minimal;

MEMUTUSKAN :

MENETAPKAN : KEPUTUSAN KEPALA UPT KESMAS


TEGALLALANG I TENTANG KEWAJIBAN
ORIENTASI BAGI KEPALA PUSKESMAS,
PENANGGUNGJAWAB PROGRAM DAN
PELAKSANA KEGIATAN YANG BARU PADA
UPT KESMAS TEGALLALANG I TAHUN 2017.

Kesatu : Teknis Kegiatan Orientasi diatur dalam Kerangka


Acuan Kegiatan (KAK) Orientasi yang tidak
terpisahkan dengan Surat Keputusan ini.

Kedua : Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.

Ditetapkan di Tegallalang
Pada tanggal 3 Januari
: 2 Januari
2017 2010
KEPALA UPT KESMAS TEGALLALANG I,

I WAYAN GEDE WIRAWAN

Tembusan disampaikan kepada Yth :


1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar di Gianyar
2. A r s i p.
LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA UPT KESMAS TEGALLALANG I
NOMOR NOMOR 445/ 125 / SK / Pusk. Tgll.I/2017
TANGGAL 3 JANUARI 2017
TENTANG KEWAJIBAN ORIENTASI BAGI KEPALA PUSKESMAS,
PENANGGUNGJAWAB PROGRAM DAN PELAKSANA KEGIATAN YANG
BARU PADA UPT KESMAS TEGALLALANG I TAHUN 2017

KERANGKA ACUAN ORIENTASI

A. PENDAHULUAN
Fungsi operasional merupakan dasar dalam pelaksanaan manajemen sumber daya
manusia (SDM) yang efisien dan efektif untuk pencapaian tujuan organisasi/ perusahaan
tersebut. Fungsi operasional tersebut terdiri dari orientasi, pelatihan, dan pengembangan
SDM. Sistem orientasi tersebut sangat dibutuhkan sebagai wahana pembinaan
ketenagakerjaan yang mampu beroperasi secara efektif dan menghasilkan tenaga kerja
yang siap pakai.
Dalam suatu organisasi adanya orientasi dan pelatihan mutlak diperlukan. Kinerja
karyawan menjadi fokus pelatihan utama yang dapat ditingkatkan melalui progam
orientasi kerja kerja bagi karyawan baru, pelatihan bahkan pengembangan.

B. LATAR BELAKANG
Ketika memulai suatu pekerjaan baru bagi seorang karyawan, hal pertama yang
akan muncul dalam pikirannya adalah pertanyaan-pertanyaan tentang kesanggupan
melakukan pekerjaan barunya serta kecocokan dengan lingkungan barunya. Hal ini
tentunya dapat mengurangi kepuasan karyawan baru dan kemampuan untuk belajar
bekerja, jika tidak ada antisipasi lebih awal dari pengelola SDM. Pada dasarnya kesan
awal akan terasa begitu kuat dan wajar-wajar saja bagi karyawan baru karena karyawan
baru masih memiliki sesuatu yang sedikit, seperti pengetahuan dan pengalaman kerja,
serta untuk melakukan penilaian diri.
Merekrut dan memilih karyawan baru yang berpotensi tidak menjamin bahwa
mereka akan bekerja secara efektif. Salah satu penyebabnya adalah karyawan baru
tudak mengetahui apa yang harus dilakukan atau bagaimana melakukannya. Untuk itu,
langkah yang harus diambil oleh instansi adalah membuat karyawan baru mengetahui
apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Langkah ini dapat dilakukan
dengan memberikan orientasi kepada karyawan-karyawan baru

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


1. Tujuan Umum Orientasi
Untuk mengetahui informasi tentang instansi tempat mereka bekerja secara
menyeluruh.

2. Tujuan Khusus Orientasi


a. Untuk mengetahui tentang peraturan dan kebijakan dalam instansi
b. Untuk mengetahui jabatan dalam instansi
c. Untuk mengetahui kelompok kerja dalam instansi
d. Untuk mengetahui jenis-jenis kegiatan dalam instansi

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Penyuluhan pendahuluan a. Pemberian informasi tentang
keadaan puskesmas
b. Pemberian informasi tentang jenis
kegiatan
c. Pemberian informasi tentang tarif
puskesmas
2 Penunjukan tempat tertentu a. Penunjukan tempat-tempat
pelayanan
3 Pengenalan dengan karyawan lama a. Pengenalan dengan karyawan
4 Pengenalan dengan program yang akan a. Pengenalan dengan program yang
dilaksanakan akan dilaksanakan
b. Pengenalan dengan kegiatan
program yang bersangkutan
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Orientasi merupakan suatu proses penyesuaian diri karyawan terhadap
perusahaan. Tujuannya jelas untuk membantu karyawan baru merasa cocok dengan
lingkungan barunya. Selain itu, karyawan baru perlu dipersiapkan sejak awal agar
nantinya mampu melakukan sesuatu tugas yang dibebankan perusahaan kepada
mereka dengan baik. Program orientasi berhubuhan erat dengan sosialisasi, yaitu
menciptakan hubungan sosial kepada karyawan baru. Sosialisasi merupakan proses
yang berlangsung melalui upaya agar seorang karyawan mulai mengerti dan
menerima nilai, norma, dan kepercayaan seperti yang terjadi diperusahaan. Proses
sosialisasi membantu perusahaan memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan
produktivitas karyawannya. Sebuah perusahaan akan sukses karena program
orientasinya berlangsung optimal, melalui peningkatan proses sosialisasi terhadap
karyawan baru. Sosialisasi akan membuat karyawan baru tersebut familiar dengan
peranperannya, perusahaan, kebijakan-kebijakan, dan karyawan lainnya.

F. SASARAN
Semua karyawan baru ( baik itu penanggungjawab, pelaksana program maupun
Kepala Puskesmas baru ) yang ada pada suatu instansi.

G. EVALUASI DAN PELAPORAN HASIL ORIENTASI


Evaluasi hasil orientasi dilakukan oleh koordinator program terkait. Evaluasi
dilakukan setelah program orientasi berakhir.
Pelaporan hasil orientasi dikumpulkan dan dilaporkan 1 minggu setelah kegiatan
orientasi berakhir.