Anda di halaman 1dari 6

1.

Tempat Potensial Perkembangbiakan Nyamuk Berdasarkan Hasil Survei


Keseluruhan nilai BRI dan HRI dari semua rumah responden telah
diketahui, dan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.1 Hasil Keseluruhan Survei dan Perhitungan HRI serta BRI Tiap Rumah

CC
No DC Positif Rerata
CC Positif DC Rerata CC HRI BRI
Rumah Larva DC
Larva
1 2 0 0 0 0 0 0 0
2 7 1 0 0 0,14 0 0 49
3 5 2 0 0 0,4 0 0 13
4 2 1 0 0 0,5 0 0 4
5 2 2 0 0 1 0 0 2
6 1 1 0 0 1 0 0 1
7 2 0 0 0 0 0 0 0
8 3 0 0 0 0 0 0 0
9 2 1 0 0 0,5 0 0 4
10 1 0 0 0 0 0 0 0
11 3 1 0 0 0,33 0 0 9
12 1 1 0 0 1 0 0 1
13 1 1 0 0 1 0 0 1
14 3 0 2 2 0 1 2 0
15 2 0 1 0 0 0 0 0
16 1 0 1 0 0 0 0 0
17 1 0 1 0 0 0 0 0
18 2 1 0 0 0,5 0 0 4
19 1 0 0 0 0 0 0 0
20 1 0 0 0 0 0 0 0
Total 43 12 5 2 6,37 1 2 88

Keterangan :
: Rumah yang positif terdapat larva

Setelah mengetahui data diatas selanjutnya adalah mengidentifikasi


nilai-nilai tersebut ke dalam ditribusi tertil untuk mengetahui kategori dari
masing-masing nilai HRI dan BRI. Perhitungan distribusi tertil dijelaskan
sebagai berikut:

RUMUS KATEGORI HRI DAN BRI


Rendah x < (μ-1,0 SD)
Sedang (μ-1,0 SD) ≤ x < (μ + 1,0 SD)
Tinggi x > (μ + 1,0 SD)

1. Perhitungan kategori HRI


Diketahui:
Standard Deviasi HRI (SD HRI) = 0,2
Rata-Rata HRI ( μ HRI) = 0,1
Sehingga hasil perhitungan HRI adalah:
a) μ-1,0 SD = -0,1
b) μ+1,0 SD = 0,3
Tabel 1.2 Kategori HRI
Rendah x < -0,1
Sedang (-0,1) ≤ x < 0,3
Tinggi x > 0,3

2. Perhitungan kategori BRI


Diketahui:
Standard Deviasi BRI (SD BRI) = 122,04
Rata-Rata BRI ( μ BRI) = 4,4
Sehingga hasil perhitungan BRI adalah:
c) μ-1,0 SD = -117,64
d) μ+1,0 SD = 126,44
Tabel 1.3 Kategori BRI

Rendah x < -117,64


Sedang (-117,64) ≤ x < 126,44
Tinggi x > 126,44

Hasil perhitungan batasan HRI dan BRI tersebut dapat dimasukan


dalam tabel berikut untuk lebih mempermudah pemahaman:

Tabel 1.4 Batas Kategori BRI dan HRI Berdasarkan Proporsi Tiap Rumah
Responden di Gebang Lor RT 01 RW 01
Kategori Distribusi Tertil HRI BRI
Rendah X < (µ - 1,0 SD) x < -0,1 x < -117,64
Sedang (µ - 1,0 SD) ≤ X < (µ + 1,0 SD) (-0,1) ≤ x < 0,3 (-117,64) ≤ x < 126,44
Tinggi X > (µ + 1,0 SD) x > 0,3 x > 126,44

Pengkategorian Maya Index dapat dilihat pada tabel berikut:


Tabel 1.5 Kategori Maya Index

HRI Tinggi HRI Sedang HRI Rendah


BRI/HRI
= x > 0,3 = (-0,1) ≤ x < 0,3 = x < -0,1
BRI Tinggi
= x > 126,44 Tinggi tinggi sedang
BRI Sedang
= (-117,64) ≤ x <
126,44 Tinggi sedang rendah
BRI Rendah
= x < -117,64 Sedang rendah rendah

Hasil observasi kemudian dibandingkan dengan batasan yang


sudah dihitung untuk mendapatkan hasil maya index berdasarkan kategori
yang sudah ditetapkan. Hasil pengkategorian dapat dilihat tabel berikut:

Tabel 1.6 Pengelompokkan Rumah Responden di Gebang Lor RT 01 RW


01 dalam Kategori BRI , HRI, dan Maya Indeks
Rumah Responden HRI BRI Maya Indeks
Rumah Responden 1 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 2 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 3 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 4 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 5 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 6 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 7 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 8 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 9 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 10 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 11 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 12 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 13 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 14 Tinggi Sedang Tinggi
Rumah Responden 15 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 16 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 17 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 18 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 19 Sedang Sedang Sedang
Rumah Responden 20 Sedang Sedang Sedang

Rumah responden ke 14 satu-satunya rumah yang memiliki HRI


dalam kategori tinggi. Lalu untuk kategori BMI seluruh rumah responden
dalam kategori sedang. Secara keseluran, rumah yang menjadi objek survei
berdasarkan analisis data termasuk kategori sedang untuk pengukuran HRI
dan BRI. Berdasarkan tabel diatas bahwa mayoritas rumah responden yang
menjadi objek survei di Gebang Lor RT 01 RW 01 Surabaya mendapatkan
kategori sedang pada kategori maya indeks. Sehingga dapat diketahui bahwa
Gebang Lor RT 01 RW 01 Surabaya memiliki potensi sedang sebagai tempat
perkembangbiakan nyamuk.

2. Pembahasan Survei Tempat Potensial Perkembangbiakan Nyamuk


dengan Metode Maya Indeks
Tempat yang kemungkinan menjadi tempat perindukan nyamuk
dibedakan menjadi tiga tempat yakni yang pertama tempat yang dapat
didikontrol (controllable sites), tempat yang sudah dipakai (disposable
sites), dan tempat yang selalu terkontrol (undercontrol sites). Berdasarkan
hasil survei tersebut area yang miliki jumlah controllable sites terbanyak
adalah rumah responden ke 2. Hal ini sangat dimungkinkan dikarenakan
pada rumah responden ke 2 memiliki banyak ember yang terdapat genangan
air. Dari 5 ember dan 2 bak mandi ada 1 ember positif jentik.
Controllable site (CC) dan disposable sites (DC) berhubungan dengan
nilai BRI dan HRI. Kebersihan suatu lingkungan tercermin dalam indikator
HRI, apabila nilai HRI dalam kategori tinggi maka kebersihan suatu
lingkungan tersebut rendah. BRI berkaiatan dengan ketersediaan tempat-
tempat yang potensial untuk menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,
semakin tinggi nilainya maka semakin besar pula potensi yang dimiliki
sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Berdasarkan hasil analisa survei
diketahui bahwa nilai HRI tinggi pada rumah responden ke 14 sedangkan
mayoritas rumah responden lainnya masuk kedalam kategori sedang.
Sehingga dikatakan rumah responden ke 14 tingkat kebersihannya rendah
dan mayoritas rumah responden lainnya sedang. Hal ini didukung dengan
ditemukannya jentik pada bak mandi dan ember pada beberapa rumah-
rumah responden. Untuk nilai BRI seluruh rumah repsonden yakni rumah
responden ke 1 sampai 20 mendapatkan nilai dengan kategori sedang. Hal
ini berarti seluruh rumah responden ketersediaan tempat yang potensial
menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk termasuk sedang.
Hasil kategori maya indeks, hanya 1 rumah responden yang termasuk
dalam kategori risiko tinggi sedangkan sisanya adalah kategori sedang.
Meskipun demikian pengendalian vektor nyamuk tetap harus dilakukan.
Usaha yang dapat dilakukan apabila melihat dari data survei adalah
mengendalikan vektor melalui pemeliharaan controllable sites dan
disposable sites.
3. Kendala Survei
a) Pemeriksaan atau penelitian dilakukan pada siang hari sekitar jam 10.00
WIB s/d 12.00 WIB, sehingga penduduk Gebang Lor RT 01 RW 01
kebanyakan sedang beristirahat.
b) Selain sedang beristirahat juga mayoritas penduduk Gebang Lor sedang
bekerja atau tidak sedang di rumah.
c) Volume air dalam bak mandi banyak sehingga ketika mengambil jentik nya
kesusahan, karena jentik berada pada bagian bawah dan cepat bergerak.
d) Kondisi bak kamar mandi yang berukuran cukup besar dan terbuat dari
bahan porselen berwarna gelap menyulitkan kami untuk melakukan
pencarian larva. Selain itu kondisi air dalam bak mandi yang tidak tenang
juga sedikit menyulitkan kami untuk mengambil dan mamantau larva karena
kemungkinan larva nyamuk berada didasar bak mandi.
e) Kurangnya koordinasi antar tim yang sudah dibagi sehingga bingung untuk
menentukan lokasi rumah yang belum dikunjungi.