Anda di halaman 1dari 11

Makalah Seminar Kerja Praktek

PENGGANTIAN ISOLATOR SUSPENSI PADA SUTT 150 kV DENGAN METODE HOT STICK
DALAM KEADAAN BERTEGANGAN

Pramudya Nur Perdana1; Bambang Winardi, S.T., M.T. 2


1
Mahasiswa dan 2Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia
E-mail : pramudya.np@gmail.com
metode Hot Stick dan menyentuh kawat fasa
metode Barehand. langsung dengan tangannya
Abstrak - Gangguan surja agar selama proses
Pada laporan kerja serta dilengkapi dengan
petir dan surja hubung penggantian tidak terdapat
praktek ini, penulis pakaian yang bersifat
yang memiliki arus yang kecelakaan kerja.
mengambil pokok bahasan konduktif (conductive
melebihi kemampuan Kata kunci : SUTT, PLN,
mengenai metode Hot PDKB, Hot Stick, suite).
tahan proteksi saluran
Stick. Berbeda dengan Barehand
Pada laporan kerja praktek
udara tegangan tinggi
metode Barehand, metode ini, penulis akan membahas
(SUTT), akan
ini memungkinkan pekerja I. PENDAHULUAN mengenai penggantian
menimbulkan kerusakan
(linesman) tidak 1.1 Latar Belakang isolator suspensi pada
isolator pada SUTT
menyentuh kawat fasa Pada tahun 1990-an, untuk SUTT 150 kV dengan
tersebut. Salah satu
secara langsung, mengganti isolator pada metode Hot Stick dalam
isolator yang digunakan
melainkan dengan SUTT yang telah rusak keadaan bertegangan.
pada SUTT adalah isolator
menggunakan peralatan menjadi isolator yang baru, 1.2 Tujuan
suspensi. Pada 1990-an,
yang bersifat isolatif. perlu dilakukan pemadaman Mengetahui prosedur
untuk mengganti suatu
Metode Hot Stick listrik. Dengan adanya kerja dan alat-alat yang
isolator yang rusak dengan
membutuhkan berbagai pemadaman listrik ini digunakan dalam proses
isolator yang baru, perlu
macam peralatan yang tentunya menimbulkan penggantian isolator
dilakukan pemadaman
secara umum peralatan kerugian yang besar dari suspensi pada SUTT 150
listrik. Hal ini tentunya
tersebut dibagi menjadi 2 sisi material yang harus kV dalam keadaan
menimbulkan kerugian
jenis, yaitu peralatan kerja ditanggung oleh PT. PLN. bertegangan dengan
material bagi PLN. Untuk
dan peralatan K3. Untuk Untuk meminimalisir menggunakan Metode Hot
menghindari kerugian
mengganti isolator adanya kerugian tersebut, Stick.
tersebut, maka PLN
tersebut, dibutuhkan dikembangkanlah metode
memiliki cara baru untuk
langkah-langkah yang penggantian isolator dalam
mengganti isolator yang
tepat keadaan bertegangan.
rusak tersebut, yaitu
Metode penggantian
dengan mengganti isolator
isolator dalam keadaan
dalam keadaan
bertegangan ini sendiri
bertegangan.
terdapat 2 jenis, yaitu :
Penggantian
metode Hot Stick dan
isolator dalam keadaan
metode Barehand. Pada
bertegangan ini termasuk
metode Hot Stick, pekerja
dalam Pekerjaan Dalam
tidak menyentuh kawat fasa
Keadaan Bertegangan
langsung dengan tangan,
(PDKB), dimana dalam
melainkan dengan peralatan
proses kerjanya, SUTT
yang sudah dilapisi lapisan
tetap dialiri oleh aliran
isolatif. Sedangkan pada
listrik. Ada 2 metode yang
metode Barehand, pekerja
biasa digunakan, yaitu
1.3 Pembatasan Masalah
Dalam penulisan laporan kerja praktek ini, penulis 2.1.1 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)
menjelaskan tentang: Merupakan jenis saluran yang dapat menghantarkan
arus listrik dari pembangkit listrik ke gardu induk. Terdiri
Proses penggantian isolator suspensi pada SUTT
dari kawat penghantar yang disangga oleh tiang penopang.
150 kV dalam keadaan bertegangan dengan
Di Indonesia, SUTT yang digunakan adalah bertegangan 70
menggunakan Metode Hot Stick, beserta peralatan-
kV dan 150 kV.
peralatan yang digunakan.
2.2 Konstruksi Tiang Penyangga SUTT
Tidak membahas secara mendetail mengenai
Konstruksi penopang konduktor SUTT yang ada
Metode Barehand, pengujian alat-alat yang
di PT PLN (Persero) dibagi menjadi 2, yaitu :
digunakan.
Konstruksi Pole (Concrete, steel, kayu)
II. TINJAUAN PUSTAKA
Konstruksi Tower (Lattice Tower)
2.1 Sistem Transmisi
2.3 Konstruksi Tower (Lattice Tower)
Merupakan sistem yang dibangun untuk keperluan
Konstruksi tower merupakan jenis konstruksi
penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit ke
SUTT / SUTET yang paling banyak digunakan di
pusat beban dalam kapasitas daya yang sangat besar.
jaringan PLN. Konstruksi ini biasa disebut dengan
Lattice Tower dan terdiri dari rangka-rangka baja yang
disambungkan menjadi satu dengan menggunakan
mur-baut sehingga membentuk seperti menara yang
mampu menopang kawat telanjang yang harus cukup
Gambar 1. Diagram Sistem Kelistrikan
kuat untuk menahan daya tekan dan daya tarik baik
Jenis saluran transmisi tenaga listrik yang kiri-kanan maupun atas (uplift).
digunakan di Indonesia antara lain :
1. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)
2. Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT)
3. Saluran Dengan Isolasi Gas

Gambar 3. Konstruksi Pole (Kiri) dan Konstruksi Tower /


Lattice (Kanan)
2.4 Isolator Suspensi
Pada instalasi tenaga listrik dan peralatan elektrik
dijumpai konduktor-konduktor yang berbeda
potensialnya. Dalam pengisolasian instalasi dan
Gambar 2. Saluran Kabel Tegangan Tinggi (Kiri) dan Saluran
Dengan Isolasi Gas (Kanan) peralatan tersebut, hal pertama yang dilakukan adalah
memisahkan masing-masing konduktor dengan jarak listrik. Sehingga kerugian material yang ditanggung PT.

tertentu sehingga udara yang mengantarai suatu PLN dapat diminimalisir.

konduktor dengan konduktor lain berperan sebagai 3.2 Teknik Memanjat Tower Lattice

medium isolasi utama. Kemudian, konduktor- Untuk mengganti isolator suspensi pada suatu

konduktor diikat pada penyangga dengan bantuan Tower Lattice, dibutuhkan kemampuan yang mumpuni

isolator. dalam hal memanjat. Terdapat teknik tertentu untuk


melakukan suatu pemanjatan. Petugas yang
berwenang biasanya memanjat dengan menggunakan
2 (dua) cara yaitu :
Pemanjatan tower melalui step bolt
Pemanjatan tower melalui rangka diagonal
3.2.1 Pemanjatan Tower Melalui Step Bolt
Step bolt adalah salah satu peralatan tower yang
berbentuk mur baut yang terpasang teratur mulai dari
kaki tower sampai puncak tower untuk keperluan
Gambar 4. Isolator Suspensi pemanjatan petugas ke tower bagian atas baik ke
puncak tower, cross arm atau pada tempat lainnya.
Isolator yang biasa digunakan pada SUTT adalah
berupa isolator rantai yang merupakan gabungan dari
piringan-piringan isolator. Isolator rantai itu sendiri
terdapat 2 jenis, yaitu isolator tension dan suspension.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Isolator
tension digunakan untuk menopang dan
menghubungkan antara dua penghantar yang terputus.
Sedangkan isolator suspension digunakan untuk
menopang penghantar lurus.
Gambar 5. Pemanjatan Tower Melalui Step Bolt

III. PENGGANTIAN ISOLATOR SUSPENSI PADA


3.2.2 Pemanjatan Tower Melalui Rangka Diagonal
SUTT 150 kV DENGAN METODE HOT STICK
Dengan menggunakan lanyard petugas pemanjatan
DALAM KEADAAN BERTEGANGAN
3.1 Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) tower tidak harus melalui step bolt, dengan cara ini
Penggantian Isolator Suspensi pada SUTT 150 kV pemanjatan tower transmisi dapat dilakukan melalui
dengan Metode Hot Stick dalam keadaan bertegangan ini rangka-rangka tower yaitu melalui diagonal dan
termasuk Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). leveler sampai ke tempat yang ditentukan untuk
Dengan adanya PDKB ini, maka proses penggantian bekerja. Cara ini utamanya diperlukan apabila besi-
isolator pada SUTT tidak perlu dalam keadaan padam besi step bolt yang mestinya
terpasang tidak ada pada tempatnya sehingga 3.3.2 Metode Barehand
pemanjatan melalui step bolt tidak dapat dilakukan Metode ini merupakan pengembangan dari metode
dengan aman dan nyaman. Hot Stick. Digunakannya metode ini adalah karena
3.3 Metode Penggantian Isolator penggunaan dari metode Hot Stick tidak efektif lagi
Secara umum, penggantian isolator pada SUTT untuk sistem transmisi dengan tegangan ekstra tinggi.
dalam keadaan bertegangan dapat dilakukan dengan Hal ini dikarenakan, semakin tinggi tegangan maka
menggunakan 2 metode, yaitu metode Hot Stick dan sistem isolasi juga akan semakin tebal. Semakin
metode Barehand. Keduanya akan dijelaskan pada tebalnya sistem isolasi suatu peralatan, maka akan
subbab berikut semakin berat pula peralatan tersebut untuk dibawa.
3.3.1 Metode Hot Stick Oleh karenanya, dikembangkanlah metode Barehand.
Metode ini merupakan metode yang pertama kali Pada metode ini, pekerja (linesman) akan dialiri
dilakukan untuk penggantian isolator dalam keadaan tegangan yang sama dengan tegangan kawat fasa.
bertegangan. Pada metode ini, pekerja (linesman) Samanya tegangan pada tubuh si pekerja dengan
tidak menyentuh peralatan yang bertegangan secara kawat fasa ini dikarenakan pekerja (linesman) ini
langsung dengan tangan. Melainkan dengan menggunakan pakaian yang konduktif yang dapat
menggunakan peralatan-peralatan yang bersifat mengalirkan tegangan.
isolatif. Peralatan ini sengaja dibuat bersifat isolatif
karena digunakan untuk memisahkan dua tegangan
yang berbeda, yaitu tegangan kawat fasa dan tegangan
orang yang mengganti isolator (ground). Dengan
adanya peralatan ini dan jika melakukannya dalam
jarak aman, maka dapat dipastikan orang yang
melakukan pekerjaan penggantian isolator ini dalam
keadaan aman.
Gambar 7. Metode Barehand
lainnya
berpijak
Metode
pada kawat
ini didasari
ground,
oleh konsep
maka dapat
yang
dipastikan.
sederhana,
yaitu

G merpati
a
m
yang tidak
ba mati
r
6. walaupun
M
et hinggap di
od
e kawat
H
ot
transmisi.
St Merpati
ic
k yang tidak
tersengat
listrik ini
disebabkan
karena
kedua kaki
dari merpati
tersebut
hanya
berpijak
pada satu
kawat saja.
Berbeda
jika satu
kaki
merpati
berpijak
pada kawat
fasa, dan
kaki
IV PERALATAN DAN PROSEDUR KERJA
PENGGANTIAN ISOLATOR SUSPENSI 150 kV
DENGAN METODE HOT STICK DALAM KEADAAN
BERTEGANGAN
4.1.1 Peralatan Kerja Tool bag Shackle

Tool rak Webbing sling 3 ton


Live Line Rope Snatch block

Spiral universal stick Wire Tong Tool bag Terpauline

Strain link stick Tool set


Karabiner kecil Splice iniversal stick

4.1.2 Perlengkapan K3

Static shunt Portable Generator

Sarung tangan Body harness

Capstan Chain hoist

Personal safety Kaca mata


absorber
Strap hoist Webbing sling
7. Melepaskan sisi isolator yang lain (cold end) dari
tower sehingga isolator terlepas
8. Menurunkan isolator dari puncak tower ke dasar
tower dengan bantuan handline
Safety helmet Rompi pengawas 9. Setelah sampai didasar, isolator diganti dengan
isolator yang baru
10. Setelah itu, isolator baru tersebut dinaikkan
menuju ke puncak tower lagi dengan
menggunakan bantuan handline
Lanyard Safety Boot 11. Begitu sampai dipuncak tower, memasang sisi
cold end pada tower
12. Memasang sisi hot end pada isolator
13. Melepas handline dari isolator
14. Menurunkan alat-alat yang digunakan untuk
Perlengkapan P3K Bridle menopang isolator dengan handline
15. Para pekerja turun dari puncak tower dan
melakukan evaluasi
4.2.2 Langkah-Langkah Pelaksanaan Mendetail
1. Assembly semua peralatan, bersihkan, dan lakukan
Buku SOP, IKA, P3K
pengetesan
4.2.1 Prosedur Kerja Secara Umum 2. Pasang capstan pada kaki tower
1. Menyiapkan dan merangkai alat 3. Naikkan dan pasang handline
2. Pekerja (linesman) mulai memanjat tower dengan 4. Naikkan dan tempatkan tool bags pada posisinya
bantuan live line rope 5. Lepas dan pindahkan arching horn sisi cold ke
3. Alat yang telah dipersiapkan dan dirangkai didasar body tower (bila ada)
tower tadi, dinaikkan ke puncak tower dengan 6. Naikkan dan pasang tower saddle lengkap dengan
menggunakan handline strap hoist (sejajar konduktor yang akan didorong)
4. Memasang alat-alat tersebut sesuai posisinya
sehingga mampu menggantikan isolator untuk 7. Naikkan dan pasang wire tong tanpa sambungan
menopang konduktor yang ditopangnya. (untuk mendorong konduktor tengah / atas)
5. Mengaitkan sisi hot end dari isolator dengan 8. Naikkan dan pasang tower saddle lengkap dengan
handline strap hoist (di bawah konduktor yang isolatornya
6. Melepaskan salah satu sisi (hot end) dari isolator akan diganti)
9. Naikkan dan pasang wire tong dengan sambungan 3. Metode Hot Stick merupakan metode yang pertama kali
(untuk menahan konduktor yang isolatornya akan digunakan untuk penggantian isolator SUTT yang telah

diganti) rusak. Pekerja (linesman) tidak menyentuh kawat


bertegangan secara langsung, melainkan dengan
10. Naikkan dan pasang spiral link stick / strain link
menggunakan alat-alat yang telah dilapisi oleh lapisan
stick pada strap hoist
isolatif.
11. Naikkan dan tempatkan universal stick
4. Metode Barehand merupakan metode yang
12. Naikkan dan tempatkan torque stick
memungkinkan pekerja (linesman) menyentuh
13. Pindahkan handline ke block yang dipasang di atas langsung kawat bertegangan dengan tangannya.
ujung isolator sisi cold end Biasanya para pekerja ini dilengkapi oleh pakaian yang
14. Ambil alih beban isolator oleh strap hoist bersifat konduktif (conductive suite).
15. Lepas isolator dari suspension clamp pada sisi hot 5. Untuk menghindari adanya kecelakaan kerja saat
end penggantian isolator SUTT, pekerja (linesman) harus

16. Turunkan konduktor ± 50 cm (periksa jarak mengikuti langkah-langkah yang telah ada.

konduktor ke bagian tidak bertegangan) 5.2 Saran

17. Pasang static shunt sisi cold end 1. Penerapan penggantian isolator suspensi SUTT

18. Ikatkan ujung handline pada isolator nomor 2 150 kV dalam keadaan bertegangan masih

19. Angkat isolator dengan handline diterapkan di sistem transmisi pulau jawa saja. Hal

20. Lepas isolator sisi cold end ini dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia

21. Lepas static shunt sisi cold end (SDM) yang mampu melakukan penggantian

22. Turunkan isolator untuk diganti isolator dalam keadaan bertegangan. Untuk itu
diharapkan PT PLN untuk lebih meningkatkan
23. Balik urutan instruksi kerja untuk pemasangan
Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu
insulator
melakukan penggantian isolator dalam keadaan
24. Melaksanakan evaluasi dan melengkapi dokumen
bertegangan baik secara kualitas maupun
yang diperlukan
kuantitas.

V. PENUTUP 2. Berdasarkan keuntungan dan kerugian yang telah


5.1 Kesimpulan dijelaskan pada laporan kerja praktek ini, metode
1. Gangguan yang terdapat pada Saluran Udara Tegangan Hot Stick lebih cocok diterapkan pada Saluran
Tinggi (SUTT) yang dapat merusak sistem proteksi Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Sedangkan
seperti isolator adalah berupa surja petir dan surja Metode Barehand lebih cocok diterapkan pada
hubung. Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET)
2. Untuk mengganti suatu isolator yang rusak menjadi
isolator yang baru pada SUTT dalam keadaan
bertegangan, dapat dilakukan dengan 2 jenis metode,
yaitu metode Hot Stick dan metode Barehand.
DAFTAR PUSTAKA BIODATA
1) Anonim. 2009. PDKB Pada SUTT SUTET PRAMUDYA NUR PERDANA
B.1.1.2.12.3.Jakarta: PT. PLN (Persero) Pusat Penulis yang lahir di Semarang, 22 Mei

Pendidikan dan Pelatihan 1991 mempunyai riwayat pendidikan di


SDN Sompok 03 Semarang, SMAN 11
2) Anonim. 2009. Pemeliharaan SUTT SUTET
Semarang dan saat ini sedang
Kondisi Bebas Tegangan B.1.1.2.11.3. Jakarta: PT.
menjalankan studi strata 1 di Teknik
PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Elektro Universitas Diponegoro
3) Anonim. 2009. Penggantian Isolator Suspention
konsentrasi teknik ketenagaan listrik.
Pada SUTT 150 kV Tiang Beton Dalam Keadaan
Bertegangan B.1.1.2.20.3. Jakarta: PT. PLN
(Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pembimbing
4) Hutauruk, T.S. 1985. Transmisi Daya Listrik.
Jakarta: Erlangga
5) Tobing, Bonggas L.2003. Peralatan Tegangan
Tinggi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Bambang Winardi, ST, MT

6) Wildi, Theodore. 2002. Electrical Machines, NIP 196106161993031002

Drives, and Power Systems. New Jersey: Prentice


Hall
7) Pramono, Joko, dkk. 2010. Transmission Of
Electrical Energy. Depok: Universitas Indonesia
8) i-listrik.tk
9) daly.net.au
10) aflglobal.com