Anda di halaman 1dari 3

Dzikir adalah ibadah yang dapat dilakukan kapan pun, dimana pun dan dalam kondisi apapun.

Dzikir
adalah amalan sederhana yang dapat dilakukan oleh siapapun baik dalam kondisi sempit maupun
lapang. Dzikir membuat hati menjadi tenang dan semakin mendekatkan kepada sang Khaliq, Allah
subhanahu wa ta’ala. Allah memerintahkan hambanya untuk banyak berdzikir. Allah berfirman,

‫ّللا ا ْذ ُك ُروا آ َمنُوا الَّذِينََ أَيُّ َها يَا‬


َََّ َ‫َكثِيراَ ِذ ْكرا‬

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-
banyaknya.” (QS Al Ahzab: 41)

Seorang muslim hendaknya selalu membasahi lisannya dengan Dzikir. Berikut ini diantara bacaan
dzikir yang memiliki keutamaan yang begitu besar:

Pertama:

َ َ‫لَّ إِلَـ َه‬


َ‫ل‬ َ ِ‫للاُ إ‬
َ

Artinya: “Tidak ada sesembahan yang haq kecuali hanya Allah.”

Kalimat tauhid ini adalah bacaan dzikir yang paling utama. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya doa
yang terbaik adalah membaca: Alhamdulillaah. Sedang dzikir yang terbaik adalah: Laa Ilaaha
Illallaah.” (HR. Tirmidzi 3383, dihasankan Albani)

Kedua:

ُ َِ‫ْالعَظِ ي َِْم للا‬


ُ َِ‫س ْب َحانََ َوبِ َح ْم ِدَِه للا‬
ََ‫س ْب َحان‬

Artinya: “Maha Suci Allah dan aku memujiNya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.”
Rasulullah bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat)
dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil
‘azhiim.” (HR Bukhari 6406 dan Muslim 2694)

Ketiga:

َ َ‫لَّ إِلَـ َه‬


َ‫ل‬ َ ََ‫لَ َهُ ش َِريْك‬، ُ‫ال َح ْم َُد َولَ َهُ ْال ُم ْلكَُ لَ َه‬،
َ ُ‫لَ َوحْ َدَه‬
َ ِ‫للاُ إ‬ ْ ‫علَى َوه ََُو‬ َِ ‫ش ْيءَ ُك‬
َ ‫ل‬ َ َ‫قَ ِديْر‬

Artinya: “Tidak ada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu
bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya segala pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu”

Rasulullah besabda, ““Barangsiapa yang membaca: Laailaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu
lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir, sepuluh kali, maka dia seperti orang yang
memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.” (HR. Bukhari 6404 dan Muslim dengan lafazh
yang sama 2693)

Keempat:

َ‫ل‬
َ ‫ل‬ َ ‫لَّ قُ َّوَة َ َو‬
ََ ‫لَ َح ْو‬ َ ِ‫للِ إ‬
َ ‫بِا‬

Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah”

Rasulullah bersabda: “Wahai Abdullah bin Qais! Maukah kamu aku tunjukkan perbendaharaan
Surga?” “Aku berkata: “Aku mau, wahai Rasulullah!” Rasul berkata: “Bacalah: Laa haula walaa
quwwata illaa billaah (HR. Bukhari 6384 dan Muslim 2704)

Kelima:

ُ َِ‫للا‬، ‫لِل َو ْال َح ْم َُد‬،


ََ‫س ْب َحان‬ َ ‫لَّ إِلَـ َهَ َو‬
ََِّ ِ َ‫ل‬ َ ِ‫للاُ إ‬ َ ‫أ َ ْكبَ َُر َو‬
َ ، ُ‫للا‬
Artinya: “Maha Suci Alah, segala puji bagi Allah, tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, Allah
Maha Besar.”

Rasulullah bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhaanallaah,
Alhamdulillaah, Laa ilaaha illallaah dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang
mana di antara kalimat tersebut.” (HR. Muslim 2137)

Maraji’: Hisnul Muslim dan lainnya

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 17/12/1438H.