Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIK MANAJEMEN KEPERAWATAN

PERAN SEBAGAI KEPALA RUANGAN

Oleh:
KELOMPOK I

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
STELLA MARIS MAKASSAR
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas segala rahmat, kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan “MAKALAH MANAJEMEN KEPERAWATAN PERAN
SEBAGAI KEPALA RUANGAN”. Dalam pembuatan makalah ini penulis
menyadari bahwa makalah ini sangatlah jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik saran yang membangun dari
para pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini dan untuk
memenuhi kebutuhan dalam bidang keperawatan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan dalam
penyusunan makalah ini. Kiranya segala bantuan dan bimbingan yang telah
diberikan oleh semua pihak selama penyusunan makalah ini dapat diterima
bagi kita sekalian.
Akhir kata penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak.

Makassar, Maret 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I : Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penulisan
C. Metode Penulisan
D. Sistematika Penulisan

Bab II : Tinjauan Teori


A. Model Praktek Keperawatan Profesional
B. Tanggung Jawab Kepala Ruangan
C. Fungsi Manajemen Kepala Ruangan

Bab III : Penutup


A. Kesimpulan
B. Saran

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Era globalisasi dan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan menuntut
perawat, sebagai suatu profesi, memberi pelayanan kesehatan yang
optimal. Indonesia juga berupaya mengembangkan Model Praktik
Keperawatan Profesional (MPKP). “MPKP adalah suatu sistem (struktur,
proses dan nilai-nilai profesional) yang memungkinkan perawat profesional
mengatur pemberian asuhan keperawatan, termasuk lingkungan untuk
menopang pemberian asuhan tersebut,” jelas Linda. Saat ini, praktik
pelayanan keperawatan di banyak rumah sakit di Indonesia belum
mencerminkan praktik pelayanan profesional. Metoda pemberian asuhan
keperawatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya berorientasi pada
upaya pemenuhan kebutuhan klien, melainkan lebih berorientasi pada
pelaksanaan tugas. Penetapan jumlah tenaga keperawatan didasarkan
jumlah klien/pasien dan derajat ketergantungan klien. Jenis tenaga adalah
Perawat Primer (PP) yang lulusan S1 keperawatan, Perawat Asosiet (PA)
lulusan D3 keperawatan, serta SPK. Tenaga lain adalah pembantu
keperawatan. Mereka berada dalam satuan tim yang dibimbing dan
diarahkan oleh Clinical Care Manager (CCM) yang merupakan magister
spesialis keperawatan. Tindakan yang bersifat terapi keperawatan
dilakukan oleh PP, karena bentuk tindakan lebih pada interaksi, adaptasi,
dan peningkatan kemandirian klien yang perlu landasan konsep dan teori
tinggi. PP melakukan pertemuan dengan anggota tim kesehatan lain
terutama dokter. PP juga mengarahkan dan membimbing perawat lain
serta bertanggung jawab atas semua asuhan keperawatan yang dilakukan
oleh tim pada sekelompok klien.
Tugas membersihkan meja klien, menyediakan dan membersihkan
peralatan yang digunakan, mengantar klien konsul atau membawa pispot
ke dan dari klien dilakukan oleh pembantu keperawatan. Asuhan
keperawatan dilakukan berdasarkan standar rencana keperawatan yang
ada. Ketua tim (PP) melakukan validasi terhadap diagnosis keperawatan
klien berdasarkan pengkajian yang dilakukan. Secara kualitatif, PP ada
kebanggaan profesional karena ada otonomi dan kesempatan
mengobservasi perkembangan klien secara berkesinambungan dan PA
dapat bekerja lebih terencana.

B. Tujuan Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis mempunyai tujuan yang terdiri dari
tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penulisan makalah ini adalah memberikan gambaran
mengenai penerapan manajemen keperawatan keperawatan khususnya
peran sebagai kepala ruangan.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus penulisan makalah ini adalah agar dapat
menggambarkan tentang :
a. Model praktek keperawatan profesional
b. Tanggung jawab kepala ruangan
c. Fungsi manajemen kepala ruangan
C. Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode deskriptif
yaitu metode ilmiah yang dimulai dengan mempelajari bahan dari sumber
text book atau penelusuran internet yang kemudian didiskusikan dengan
pembimbing dan dituangkan dalam bentuk naratif.

D. Sistematika Penulisan
Makalah ilmiah ini disusun dalam tiga bab yang terdiri dari :
BAB I : Yaitu tentang pendahuluan, menguraikan tentang yang terdiri dari
latar belakang, tujuan, dan sistematika penulisan.
BAB II : Yaitu tentang tinjauan teori yang terdiri dari konsep dasar,
didalamnya terdapat
BAB III : Yaitu tentang penutup yang terdiri dari simpulan dan saran.BAB
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP)


1. Pengertian
a. Model praktik keperawatan profesional (MPKP) adalah suatu sistem
(struktur, proses dan nilai-nilai profesional), yang memfasilitasi
perawat profesional, mengatur pemberian asuhan keperawatan,
termasuk lingkungan tempat asuhan tersebut diberikan (Ratna
Sitorus & Yuli, 2006)
b. Metode tim merupakan suatu model dan praktik keperawatan
profesional dimana seorang perawat profesional memimpin
sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan
keperawatan kelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif
(Douglas, 1984)
c. Model tim didasarkan pada keyakinan bahwa setiap anggota
kelompok mempunyai konstribusi dalam merencanakan dan
memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul motivasi dan rasa
tanggung jawab perawat yang tinggi sehingga diharapkan mutu
asuhan keperawatan meningkat Menurut Kron & Gray (1987).
d. Metode tim adalah metode penugasan asuhan keperawatan yang
diberikan oleh sekelompok perawat terhadap sekelompok pasien
(Suyanto, 2008)
e. Metode tim adalah metode yang digunakan tim yang terdiri dari
anggota yang berbeda-beda dalam member asuhan keperawatan
terhadap sekelompok pasien. Perawat ruangan dibagi menjadi 2-3
tim yang terdiri atas tenaga professional, tehnikal dan pembantu
dalam satu kelompok kecil yang saling membantu (Nursalam, 2008)

2. Tujuan
a. Menjaga konsistensi asuhan keperawatan
b. Mengurangi konflik, tumpang tindih dan kekososongan pelaksanaan
asuhan keperawatan oleh tim keperawatan.
c. Menciptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan.
d. Memberikan pedoman dalam menentukan kebijakan dan keputusan.
e. Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan asuhan
keperawatan bagi setiap tim keperawatan

B. TANGGUNG JAWAB KEPALA RUANGAN


1. Menetapkan standar kerja staf.
2. Membantu staf menetapkan sasaran keperawatan pada unit yang
dipimpinnya.
3. Memberikan kesempatan kepada klien tim dan membantu untuk
mengembangkan keterampailan manajemen dan kepemimpinan.
4. Secara keseimbanagan mengorientasikan staf baru tentang prosedur
tim keperawatan.
5. Menjadi nara sumber bagai ketua tim dan staf tempat diskusi
6. Motifasi staf untuk meingkatkan kualitas asuhan keperawatan.
7. Melakukan komunikasi terbuka untuk setiap staf yang dipimpin.

C. FUNGSI MANAJEMEN
1. Perencanaan
Suatu proses menetapkan sasaran dan memilih cara untuk sasaran
tersebut. Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan
penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan dimasa
mendatang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan
(Siagian, 1990). Perencanaan dapat juga diartikan sebagai suatu
rencana kegiatan tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana
kegiatan itu dilaksanakan, dimana kegiatan itu dilakukan.
a. Menunjuk ketua tim yang bertugas diruang masing-masing
b. Mengikuti serah terima pasien di shift berikutnya
c. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien gawat, transisi dan
persiapan pulangn bersama ketua tim
d. Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan bersama aktivitas
dan kebutuhan klien bersama ketua tim, mengatur penugasan dan
penjadwalan
e. Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi, patofisiologis,
tindakan medis yang dilakukan, pengobatan dan mengfokuskan
dengan dokter dan tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap
pasien
f. Mengatur dan mengedalikan asuhan keperawatan, membimbing
pelaksanaan asuhan keperawatan, membimbing proses
keperawatan dan menilai asuhan keperawatan, mengadakan diskusi
untuk pemecahan masalah, memberikan informasi kepada pasien
dan keluarga yang baru masuk rumah sakit.
g. Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan dini
h. Membantu membimbing peserta didik keperawatan
i. Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan di rumah sakit

2. Pengorganisasian
Seluruh proses pengelompokan tugas-tugas, fungsi, wewenang dan
tanggung jawab, penetapan orang dan alat-alat. Dengan menyusun
stuktur organisasi, jadwal dinas dan daftar alokasi pasien.
Pengorganisasian adalah pengelompokan aktivitas untuk mencapai
tujuan, penugasan suatu kelompok tenaga keperawatan, menentukan
cara dari pengkoordinasian aktivitas yang tepat, baik vertikal maupun
horizontal, yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi.
Pengorganisasian kegiatan dan tenaga perawat di ruang MPKP
menggunakan pendekatan sistem penugasan modifikasi Keperawatan
Tim-Primer. Secara vertikal ada kepala ruangan, ketua tim, dan perawat
pelaksana (anggota tim). Setiap tim bertanggung jawab terhadap
sejumlah pasien.
1) Merumuskan metode penugasan yang dilakukan
2) Merumuskan tujuan metode penugasan
3) Membantu rincian tugas tim dan anggota tim secara jelas
4) Membuat rentang kendali kepala ruangan, membawahi dua ketua tim
dan ketua tim membawahi 2-3 anggota tim
5) Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan,membuat proses
dinas,mengatur tenaga yang ada setiap hari dll
6) Mengatur dan mengendalikan logistik keuangan
7) Mengatur dan mengendalikan situasi tempat praktik
8) Mendelegasikan tugas kepala ruang jika tidak berada di tempat
9) Memberi wewenang kepala tata usaha untuk mengurus administrasi

3. Pengarahan
Adalah pengeluaran, penugasan, pesanan dan instruksi. Dalam
pengarahan terdapat kegiatan delegasi, supervise, menciptakan iklim
motifasi, manajemen waktu, komunikasi efektif yang mencangkup pre
dan post conference, dan manajemen konflik. Pengarahan yaitu
penerapan perencanaan dalam bentuk tindakan dalam rangka
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Istilah
lain yang digunakan sebagai padanan pengarahan adalah
pengkoordinasian, pengaktifan. Apapun istilah yang digunakan pada
akhirnya yang bermuara pada ”melaksanakan” kegiatan yang telah
direncanakan sebelumnya (Marquis & Houston, 1998).
4. Pengawasan (Kontroling)
Suatu proses kegiatan seorang pemimpin untuk menjamin agar
pelaksanaan kegiatan organisasi sesuai dengan rencana,
kebijaksanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan (Wijono, 1997).
Proses terakhir dari manajemen adalah pengendalian atau
pengontrolan. Fayol mendefinisikan kontrol sebagai ”Pemeriksaan
apakah segala sesuatunya terjadi sesuai dengan rencana yang telah
disepakati, instruksi yang dikeluarkan, serta prinsip-prinsip yang
ditentukan, yang bertujuan untuk menunjukkan kekurangan dan
kesalahan agar dapat diperbaiki dan tidak terjadi lagi”. Pengontrolan
penting dilakukan untuk mengetahui fakta yang ada, sehingga jika
muncul isue dapat segera direspon dengan cara duduk bersama
(diskusi).
a. Melalui komunikasi
Mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan ketua tim dalam
pelaksanaan mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada
pasien.
b. Supervisi
1) Pengawasan langsung melalui Inpeksi / mengamati sendiri atau
melalui laporan langsung secara lisan dan memperbaiki /
mengawasi kelemahannya yang ada saat itu juga.
2) Pengawasan tidak langsung : mengecek daftar ketua hadir ketua
tim,memeriksa dan membaca keperawatan serta catatan yang
dibuat selama dan seta telah proses keperawatan dijalankan
(didokumentasikan), mendengar laporan ketua tim tentang
pelaksanaan tugas

5. Pengendalian (Evaluasi)
a. Mengevaluasi kinerja tim
b. Memberikan umpan balik pada kinerja katim
c. Mengatasi masalah di ruang rawat dan menetapkan tindak lanjut
d. Memperhatikan aspek legal dan etik keperawatan
e. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Model praktik keperawatan profesional (MPKP) adalah suatu sistem
(struktur, proses dan nilai-nilai profesional), yang memfasilitasi perawat
profesional, mengatur pemberian asuhan keperawatan, termasuk
lingkungan tempat asuhan tersebut diberikan (Ratna Sitorus & Yuli,
2006)
2. Metode tim merupakan suatu model dan praktik keperawatan
profesional dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok
tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kelompok
klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif (Douglas, 1984)
3. Fungsi manajemen kepala ruangan yaitu : perencanaan,
pengorganisasian, kontroling dan evaluasi.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis menyampaikan saran
pertimbangan dengan meningkatkan kualitas manajemen keperawatan
yang ditujukan kepada pembaca sehingga lebih banyak membaca untuk
menambah pengetahuan mengenai manajemen keperawatan khususnya
peran sebagai kepla ruangan.
DAFTAR PUSTAKA

Suarli, S, Yanyan Bachtiar. Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan


Praktis. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Swansburg. R.C., & Swansburg R.J. Pengantar Kepemimpinan dan


Manajemen Keperawatan untuk Perawat Klinis. Jakarta : EGC. 2000

Nursalam. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan


Profesional Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika. 2009