Anda di halaman 1dari 35

PAPARAN

DIREKTORAT PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN

TENTANG
REGULASI INTERNASIONAL MENGENAI DOUBLE HULL FPSO

KMI GOES TO ITS OCEANO 2010, SURABAYA 22 FEBRUARI 2010

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT


DEPARTEMEN PERHUBUNGAN
JL. MEDAN MERDEKA BARAT NO. 8 JAKARTA, 10110

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 1
MELAKSANAKAN PENYIAPAN PERUMUSAN KEBIJAKAN, STANDAR, NORMA, PEDOMAN, KRITERIA DAN
PROSEDUR SERTA BIMBINGAN TEKNIS, EVALUASI DAN PELAPORAN DI BIDANG KELAIKAN KAPAL,
PENGUKURAN, PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL, NAUTIS, TEKNIS DAN RADIO KAPAL,
PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL DAN KEPELAUTAN

PENYIAPAN PERUMUSAN DI BIDANG :


KEBIJAKAN RANCANG BANGUN DAN KELAIKAN KPL, PENGUKURAN,
PENYUSUNAN STANDAR, PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KPL, NAUTIS, TEKNIS DAN
NORMA, PEDOMAN, KRITERIA, RADIO KPL, PENCEMARAN DAN MANAJEMEN KESELAMATAN
DAN PROSEDUR. KPL, PEMBERSIHAN TANGKI KPL (TANK CLEANING),
PENYIAPAN PERUMUSAN DAN PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN (FLOATING AND RUNNING
PEMBERIAN BIMBINGAN REPAIR) KPL, PENETAPAN STANDAR PENGUJIAN DAN
TEKNIS. SERTIFIKASI KEPELAUTAN;
1. PENERBITAN SERTF. KSLMTN KPL, PENCEGAHAN PENCEMARAN DARI KPL, KEPELAUTAN,
MANAJEMEN KSLMTN KPL (ISM-CODE), SURAT UKUR KPL DAN SURAT TANDA KEBANGSAAN KPL
DALAM RANGKA PENYELENGGARAAN KELAIKLAUTAN KPL DAN DAFTAR RIWAYAT KPL
(CONTINUOUS SYNOPSIS RECORD)
2. PENGESAHAN GAMBAR RANCANG BANGUN KPL, PERHIRUNGAN STABILITAS KPL, LAMBUNG
TIMBUL KPL, DAFTAR UKUR KPL, PENCEGAHAN PENCEMARAN DARI KPL, PROGRAM LEMBAGA
DKLAT KEPELAUTAN, SERTF. KEPELAUTAN DAN PANDUAN MUATAN DALAM RANGKA PEMENUHAN
PERSYARATAN KELAIKLAUTAN KAPAL.
3. PENERBITAN SURAT PERSETUJUAN PENGGUNAAN/PENGGANTIAN NAMA KAPAL, SURAT PENETAPAN
TANDA PANGGILAN (CALL SIGN KPL), SURAT KETERANGAN STATUS HUKUM KAPAL DAN SURAT
KETERANGAN PENGHAPUSAN KAPAL DARI PENDAFTARAN
4. PELAKS. EVALUASI DAN PELAPORAN DI BID. RANCANG BANGUN DAN SERTF. KPL, STANDAR
PENGUJIAN DAN SERTF. KEPELAUTAN, PENGAWAKAN KAPAL DAN DOKUMEN PELAUT, KSLMTN KPL
DAN MANAJEMEN KSLMTN KPL, PENGUKURAN DAN SURAT UKUR KPL, PENDAFT. DAN TANDA
KEBANGS. KPL, JAMINAN GANTI RUGI PENCEMARAN LAUT OLEH MINYAK DARI KPL
5. PELAKSANAAN URUSAN TATA USAHA, KEPEGAWAIAN DAN RUMAH TANGGA DIREKTORAT

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 2
DASAR HUKUM
1. Res. MEPC 139(53) yang diamandemen Res. 142(54) Guidelines for
the Application of the Revised MARPOL Annex I Requirements to
Floating Production, Storage and Offloading Facilities (FPSOs) and
Floating Storage Units (FSUs)
2. UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran
3. Instruksi Presiden No 5 tahun 2005 (Penerapan Azas Cabotage)
4. Permenhub No KM 71 tahun 2005 tentang Pengangkutan Barang/
Muatan Antar Pelabuhan Laut di Dalam Negeri
5. Permenhub No KM 66 tahun 2005 tentang Ketentuan Pengoperasian
Kapal Tangki Minyak Lambung Tunggal (Single Hull)

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 3
Undang-Undang No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran

• Pasal 8 :
• Kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan
oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan
menggunakan kapal berbendera Indonesia serta
diawaki oleh awak kapal berkewarganegaraan
Indonesia.
• Kapal asing dilarang mengangkut penumpang dan
/ atau barang antar pulau atau antar pelabuhan di
wilayah perairan Indonesia.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 4
Instruksi Presiden No.5 tahun 2005 (Penerapan Azas Cabotage);

• Ketentuan mengenai pemberlakuan asas


cabotage sesuai Undang Undang No 17
tentang Pelayaran dan Roadmap
pelaksanaan asas cabotage yaitu :
• Perberdayaan Industri Pelayaran Nasional

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 5
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : KM 71 Tahun 2005 tentang
Pengangkutan Barang / Muatan Antar Pelabuhan Laut di Dalam Negeri :

Pasal 2 Ayat 1.
• Pengangkutan barang antar pelabuhan di dalam negeri
wajib diselenggarakan oleh perusahaan angkutan laut
nasional, penyelenggara angkutan laut khusus dan
perusahaan pelayaran rakyat dengan menggunakan kapal
berbendera Indonesia.

Pasal 3, ayat 1 (i)


• Pengangkutan penunjang kegiatan usaha hulu dan hilir
minyak dan gas bumi, dilaksanakan selambat-lambatnya 1
Januari 2011.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 6
Resolusi IMO MEPC.139(53) yang di amandemen dengan resolusi IMO
MEPC.142(54) tentang Guidelines for the application of the Revised Marpol Annex I
requirement to FPSOs dan FSUs, antara lain:

– Regulation 1.5 - Definisi FPSOs / FSO and FSUs adalah di luar Oil
Tanker (excluded/not applicable) FPSOs and FSUs are not oil tanker
and are not used for the transport of oil, kecuali dengan spesifik
agreement oleh flag state dan relevan coastel state.
– Regulation 6 (survey and inspection) Survey untuk FPSOs and
FSUs harus dilaksanakan sesuai standar pada Oil Tanker pada
SOLAS 74 Reg.11-2 kecuali provision 2.2 annex B Resolusi
A.741(18) terkait dengan Dry Docking survey yaitu: Negara Bendera
kapal dan Negara Pelabuhan (Coastel State) dapat menerima
bottom survey (under water survey) apabila dapat dipastikan bahwa
kondisi kapal satisfactory dan perlengkapan sesuai serta tersedia
personal di kapal yang qualified.
– Regulation 19 (Double hull and double bottom requirement), tidak
diberlakukan terhadap FPSOs dan FSUs.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 7
1. Kapal adalah Kendaraan air dengan bentuk dan jenis apapun,
yang digerakkan dengan tenaga mekanik, tenaga angin, atau
ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis,
kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan
bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah;
2. Kapal tangki minyak adalah kapal yang dibangun dan
diperuntukkan untuk mengangkut minyak secara curah dalam
ruang-ruang muatan termasuk kapal tangki dengan muatan
kombinasi;
3. Penilaian Kondisi Kapal (Condition Assessment Scheme/CAS)
adalah kegiatan close-up survey dan pengukuran ketebalan
konstruksi kapal sebagaimana diatur dalam ketentuan MEPC
111 (50) dan 112 (50) Amandemen Konvensi Internasional
MARPOL 73/78.
and Efficient Shipping on CleanPelatihan
3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 8
and Efficient Shipping on CleanPelatihan
3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 9
Ketentuan-ketentuan Nasional terkini
yang berlaku untuk kapal tangki minyak

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 10
Ketentuan-ketentuan Nasional terkini
yang berlaku untuk kapal tangki minyak

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 11
Ketentuan-ketentuan Nasional terkini
yang berlaku untuk kapal tangki minyak

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 12
Ketentuan-ketentuan Nasional terkini
yang berlaku untuk kapal tangki minyak

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 13
SURAT DIRJEN HUBLA
NO. HH.49/1/15/DJPL-06

Tentang :
PENJELASAN PASAL 5
PERMENHUB NO. KM 66 TAHUN 2005

a. Pada Pasal 5 Permenhub No. KM 66 tahun 2005 dinyatakan bahwa kapal


tangki minyak yang digunakan sebagai unit penampungan terapung
(floating storage unit) dibebaskan dari ketentuan 13F, 13G dan 13H Annex I
Konvensi Internasional MARPOL 73/78 setelah poros dan baling-baling
kapal dicabut.
b. Namun demikian apabila pelaksanaan pencabutan poros baling-baling
belum dapat dilaksanakan, maka kapal tangki minyak yang akan digunakan
sebagai unit penampungan terapung (floating storage unit) dapat
difungsikan dengan cara penyegelan (clamp) poros baling-baling, sehingga
sistem propulsi kapal tidak berfungsi dan secara periodik setiap 6 (enam)
bulan sekali dilakukan pemeriksaan oleh Marine Inspector Ditjen Hubla.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 14
PENJELASAN KM 66/2005 TENTANG PERUBAHAN MARPOL
TERKAIT KAPAL TANKER

- Pasal 4 ayat 1 Permenhub No. KM 66 tahun 2005 tentang Ketentuan


Pengoperasian Kapal Tangki Minyak Lambung Tunggal (single hull)
menyebutkan bahwa kapal bendera yang beroperasi di perairan Indonesia
wajib memenuhi peraturan 13F (aturan tentang persyaratan lambung ganda
dan dasar ganda (double hull dan double bottom) untuk kapal tangki minyak
yang dibangun setelah 6 Juli 1996), 13G (aturan tentang persyaratan lambung
ganda dan dasar ganda (double hull dan double bottom) untuk kapal tangki
minyak yang dibangun sebelum 6 Juli 1996) dan 13H (aturan tentang
persyaratan lambung ganda dan dasar ganda (double hull dan double bottom)
untuk kapal tangki minyak yang mengangkut minyak berat (heavy grade oil)
sebagai muatan) sesuai Annex I Marpol 73/78
(Penomoran peraturan tersebut telah diubah sesuai dengan
Marpol 73/78 edisi konsolidasi 2006 dimana nomor 13F
menjadi 19, 13G menjadi 20 dan 13H menjadi 21).
- Pasal 4 ayat 2 Permenhub No. KM 66 tahun 2005 menyebutkan bahwa usia
kapal asing tangki minyak lambung tunggal (single hull) yang akan ganti
bendera Indonesia baik dicharter maupun disewa beli dan dioperasikan dalam
negeri tidak boleh lebih dari 25 tahun sejak penyerahan (delivery) kapal.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 15
and Efficient Shipping on CleanPelatihan
3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 16
INTERNASIONAL KEWAJIBAN PEMERINTAH
MEMASTIKAN BAHWA SETIAP KAPAL DENGAN
UKURAN TERTENTU (KAPAL TANGKI MINYAK DARI
150 GT KEATAS DAN SETIAP JENIS KAPAL LAINNYA
DARI 400 GT KEATAS) TELAH MEMENUHI
PERSYARATAN UNTUK STANDAR KONSTRUKSI DAN
PERALATAN SERTA PERLENGKAPAN

DILAUT

SESUAI DENGAN
KETENTUAN
PEMENUHAN TERHADAP PERSYARATAN
STANDAR HARUS MELALUI PROSES
SURVEY DAN SERTIFIKASI

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 17
NASIONAL
SECARA NASIONAL
PEMERINTAH TELAH MEWAJIBKAN
PENERAPAN DIDALAM NEGERI
DILAUT BAHWA SETIAP KAPAL DENGAN UKURAN
TERTENTU (KAPAL TANGKI MINYAK DARI 100 GT
S/D 149 GT DAN SELAIN KAPAL TANGKI MINYAK
DARI 100 GT S/D 399 GT DAN/ATAU YANG
MENGGUNAKAN MESIN PENGGERAK UTAMA 200
PK ATAU LEBIH WAJIB MEMENUHI
PERSYARATAN UNTUK STANDAR KONSTRUKSI
DAN PERALATAN SERTA PERLENGKAPAN SESUAI
SESUAI DENGAN DENGAN PERATURAN MENHUB NO KM 4 BAB III
TAHUN 2005
KETENTUAN
PEMENUHAN TERHADAP
PERSYARATAN STANDAR
HARUS MELALUI PROSES
SURVEY DAN SERTIFIKASI

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 18
KAPAL TANKER DENGAN UKURAN :

0 S/D 600 DWT; TIDAK DIPERSYARATKAN


600 S/D 5.000 DWT; DOUBLE BOTTOM (DASAR GANDA)
LEBIH BESAR DARI 5.000 DWT; DOUBLE HULL (LAMBUNG GANDA)

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 19
REG. 19 Persyaratan Lambung Ganda dan Dasar Ganda untuk
Kapal Tangki Minyak dengan Tanggal Penyerahan Pada atau
setelah 6 Juli 1996

1. Oil Tanker 600 DWT atau lebih


Wing tanks min. 0,76 m dan tinggi dasar ganda min 0,76 m
2. Oil Tanker 5000 DWT atau lebih
Wing tanks min. 1,0 m dan tinggi dasar ganda min 1,0 m
3. Tanggal Penyerahan pada atau setelah 6 Juli 1996

4. Kontrak pembangunan pada atau setelah 6 Juli 1993

5. Peletakan lunas pada atau setelah 6 Januari 1994

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 20
REG. 20 Persyaratan Lambung Ganda dan Dasar Ganda untuk
Kapal Tangki Minyak dengan Tanggal Penyerahan Sebelum
6 Juli 1996

1. Oil Tanker 5000 DWT atau lebih


2. Kontrak pembangunan sebelum 6 Juli 1993
3. Peletakan lunas sebelum 6 Januari 1994
4. Penyerahan kapal sebelum 6 Juli 1996

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 21
KATEGORISASI KAPAL TANGKI MINYAK

KATEGORI 1 : TANKER YANG MENGANGKUT CRUDE OIL, HEAVY/BLACK OIL


DENGAN DWT LEBIH DARI 20.000 ATAU MENGANGKUT MINYAK
LAINNYA DENGAN DWT LEBIH DARI 30.000 YANG TIDAK SESUAI
DENGAN PERSYARATAN KAPAL TANGKI MINYAK DENGAN TANGGAL
PENYERAHANNYA SETELAH TANGGAL 1 JUNI 1982 SEBAGAIMANA
DEFINISI PADA REGULASI 1.28.4 ANNEX I MARPOL 73/78

KATEGORI 2 : TANKER YANG MENGANGKUT CRUDE OIL, HEAVY/BLACK OIL


DENGAN DWT LEBIH DARI 20.000 ATAU MENGANGKUT MINYAK
LAINNYA DENGAN DWT LEBIH DARI 30.000 YANG SESUAI DENGAN
PERSYARATAN KAPAL TANGKI MINYAK DENGAN TANGGAL
PENYERAHANNYA SETELAH TANGGAL 1 JUNI 1982 SEBAGAIMANA
DEFINISI PADA REGULASI 1.28.4 ANNEX I MARPOL 73/78

KATEGORI 3 : KAPAL TANGKI MINYAK DENGAN UKURAN LEBIH KECIL KATEGORI


1 DAN 2 TETAPI LEBIH BESAR DARI DWT 5.000

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 22
JADWAL PEMENUHAN PERSYARATAN SESUAI
REGULASI 20 UNTUK TIAP KATEGORI

5 APRIL 2005 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN 5 APRIL 1982 ATAU


AWAL TAHUN 2005 BAGI KAPAL YANG TELAH DISERAHKAN 5 APRIL
KATEGORI 1 1982.

5 APRIL 2005 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN S/D 5 APRIL 1977


TETAPI SEBELUM 1 JANUARI 1978.
TAHUN 2006 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1978 DAN 1979.
TAHUN 2007 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1980 DAN 1981.
KATEGORI 2 TAHUN 2008 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1982.
DAN 3 TAHUN 2009 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1983.
TAHUN 2010 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1984 DAN
SETERUSNYA.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 23
DEFINISI
Floating Production, Storage and Offloading
Facilities (FPSOs) and Floating Storage Units
(FSUs)

adalah bangunan yang digunakan sebagai fasilitas


produksi lepas pantai dan penampungan atau untuk
penampungan lepas pantai dari minyak produksi
yang dihasilkan dan tidak melakukan transportasi
minyak (tidak bergerak).

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 24
APLIKASI
Mengingat dampak lingkungan yang bisa
diakibatkan dari FPSOs dan FSUs
dianggap sama dengan kapal tangki
minyak (TANKER) maka persyaratan
design, konstruksi dan pengoperasiaannya
mengikuti regulasi dalam Annex I Marpol
73/78 dan Amandemennya.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 25
APLIKASI, SURVEI DAN INSPEKSI

• Sesuai dengan SOLAS ’74 dan MARPOL


73/78.
• Sertifikasi atau masa berlaku sertifikat tidak
lebih dari 5 tahun.
• Sertifikat boleh diterbitkan oleh negara pihak
(peserta Konvensi) atas permintaan flag state.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 26
PERSYARATAN FPSOs DAN FSUs

• Harus memenuhi persyaratan pencegahan


pencemaran (SOPEP, ORB, Slope Tank, OWS,
Sludge Tank, SDC, dll)
• Harus memenuhi persyaratan pembersihan
tangki (tank cleaning)

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 27
PELAYARAN YANG DIPERBOLEHKAN DILAKUKAN
OLEH FPSOs DAN FSUs

• Pelayaran dalam rangka docking kapal, perbaikan atau


perawatan
• Meninggalkan platform karena keadaan alam (bencana)
atau situasi darurat

Catatan : dalam keadaan seperti di atas dilarang membawa


minyak ke pelabuhan atau terminal kecuali dengan
persetujuan dari pemerintah negara bendera kapal.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 28
PERATURAN TERKAIT FSO

Peraturan yang diberlakuan khususnya untuk FSO yang


berhubungan dengan aspek usaha mengacu kepada KM
71 tahun 2005, sedangkan untuk aspek ganti bendera
yang berkaitan dengan persyaratan teknis pencegahan
pencemaran (Marpol), mengacu kepada KM 66 tahun 2005.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 29
and Efficient Shipping on CleanPelatihan
3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 30
1. KAPAL-KAPAL TANKER BERBENDERA INDONESIA DAN KAPAL TANKER BERBENDERA ASING
YANG BEROPERASI DI INDONESIA MASIH BANYAK YANG BELUM MEMENUHI KETENTUAN
TERSEBUT.

2. PERUSAHAAN PELAYARAN TANKER YANG MEMILIKI KAPAL DENGAN USIA TUA (TAHUN
PEMBANGUNANNYA SEBELUM TAHUN 1977) MERASA KHAWATIR KAPALNYA TIDAK DAPAT
DIOPERASIKAN LAGI (SCRAPPING).

3. TERDAPAT INDIKASI ADANYA KAPAL TANKER USIA TUA (TAHUN PEMBANGUNANNYA SEBELUM
TAHUN 1977) YANG GANTI BENDERA MENJADI BENDERA INDONESIA.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 31
MENYIAPKAN SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT TENTANG
PEMBERLAKUAN KETENTUAN KONVENSI MARPOL 73/78 ANNEX 1 PERATURAN 19, 20 DAN 21 BAGI
KAPAL-KAPAL TANKER BERBENDERA INDONESIA.

YANG POKOK ISINYA ANTARA LAIN :

ALTERNATIF 1 :

KAPAL TANKER YANG DAPAT BEROPERASI DIPERAIRAN INDONESIA


TANPA MEMPERHATIKAN TAHUN PENYERAHAN KAPAL TETAPI DENGAN
KETENTUAN KONDISI KAPAL HARUS MEMENUHI PERSYARATAN
KESELAMATAN KAPAL ANTARA LAIN BAGI KAPAL YANG BERUSIA LEBIH
DARI 20 TAHUN HARUS MEMENUHI PROGRAM CONDITION ASSESSMENT
SCHEME (CAS)

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 32
ALTERNATIF 2 :

KAPAL TANKER YANG DAPAT BEROPERASI DIPERAIRAN INDONESIA TIDAK DIBERLAKUKAN


DENGAN KETENTUAN TERSEBUT TETAPI DITERAPKAN SECARA BERTAHAP SEBAGAI BERIKUT :

5 APRIL 2007 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN S/D 5 APRIL 1977 TETAPI SEBELUM 1 JANUARI 1978.

TAHUN 2008 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1978 DAN 1979.

TAHUN 2009 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1980 DAN 1981.

TAHUN 2010 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1982.

TAHUN 2011 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1983.

TAHUN 2012 BAGI KAPAL YANG DISERAHKAN TAHUN 1984 DAN SETERUSNYA.

BAGI KAPAL YANG BERUSIA LEBIH DARI 20 TAHUN HARUS MEMENUHI PROGRAM CONDITION
ASSESSMENT SCHEME (CAS)
and Efficient Shipping on CleanPelatihan
3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 33
ALTERNATIF 3 :

KAPAL TANKER YANG DAPAT BEROPERASI DIPERAIRAN


INDONESIA TIDAK DIKENAKAN KETENTUAN TERSEBUT BAGI
KAPAL DENGAN USIA MAKSIMUM 35 TAHUN NAMUN HARUS
MEMENUHI PROGRAM CONDITION ASSESSMENT SCHEME
(CAS)

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 34
1. BAGI KAPAL TANKER KATEGORI 1, 2 DAN 3 BERUKURAN DWT 600 S/D 5000
BERBENDERA ASNG YANG DICHARTER ATAU DIOPERASIKAN DI PERAIRAN
INDONESIA SETELAH TANGGAL 5 APRIL 2005 SUDAH HARUS MEMENUHI
KETENTUAN MEPC 50 (TENTANG PERATURAN PENGHAPUSAN KAPAL TANKER
SINGLE HULL) SEPENUHNYA.
2. BAGI KAPAL INDONESIA YANG BERLAYAR KE LUAR NEGERI SUDAH HARUS
MEMENUHI KETENTUAN MEPC 50 TENTANG PERATURAN PENGHAPUSAN KAPAL
TANKER SINGLE HULL SEJAK TANGGAL 5 APRIL 2005.
3. BAGI KAPAL TANKER BERBENDERA ASING YANG AKAN BEROPERASI DI INDONESIA
DIBERLAKUKAN KETENTUAN :
a) TIDAK DIPERBOLEHKAN BAGI KAPAL TANKER KATEGORI 1 YANG MASIH
MENGGUNAKAN LAMBUNG TUNGGAL (SINGLE HULL)
b) TIDAK DIPERBOLEHKAN BAGI KAPAL TANKER KATEGORI 2 DAN 3 YANG
PEMBUATAN/PEMBANGUNAN SUDAH BERUMUR DIATAS 25 TAHUN.
c) KAPAL TANKER YANG DISEWA BELI ATAU DICHARTER DENGAN WAKTU LEBIH
DARI 1 (SATU) TAHUN HARUS SEGERA DIBENDERA INDONESIAKAN.

and Efficient Shipping on CleanPelatihan


3/24/2010
Safe, Secure OceansDasar-dasar Statistika - Balitbang 35