Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN PANGANDARAN

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KALIPUCANG
Jalan Raya Kalipucang Nomor 427 Kalipucang 46397
Telepon 0265-7500619
Email: pkmkalipucang@gmail.com

KERANGKA ACUAN KERJA PENGUKURAN TINGKAT KEBUGARAN CALON


JEMAAH HAJI 2017
PUSKESMAS KALIPUCANG

A. PENDAHULUAN
Amanat UU nomor 13 tahun 2008, pasal 3 tentang Penyelenggaraan Ibadah
Haji bahwa Penyelenggaraan Ibadah Haji bertujuan untuk memberikan pembinaan,
pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jemaah haji sehingga
jemaah haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai ketentuan ajaran agama Islam.
Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
442/MENKES/SK/VI/2009 tentang Pedoman Penyelenggaran Kesehatan Haji,
tujuan Penyelenggaraan Kesehatan Haji adalah meningkatkan kondisi kesehatan
jemaah haji sebelum keberangkatan, menjaga agar jemaah haji dalam kondisi
sehat selama menunaikan ibadah, sampai tiba kembali di Tanah Air dan mencegah
terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar / masuk oleh
jemaah haji
Pemeriksaan Kesehatan Tahap Pertama merupakan pemeriksaan
kesehatan bagi seluruh jemaah haji di Puskesmas untuk mendapatkan data
kesehatan bagi upaya-upaya perawatan dan pemeliharaan, serta pembinaan dan
perlindungan. Pelaksanaannya dilakukan oleh Tim Pemeriksa

B. LATAR BELAKANG
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 13 Tahun 2008
tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, Pemerintah wajib menyelenggarakan
Pelayanan Kesehatan Haji agar jemaah haji dapat menunaikan ibadah dengan baik
sesuai ketentuan ajaran Islam. Kementrian Kesehatan bertanggung jawab untuk
menyelenggarakan pelayanan kesehatan haji sejak sebelum keberangkatan ke
Arab Saudi, di perjalanan pergi dan pulang, selama di Arab Saudi dan setelah
kembali ke Indonesia.
Penyelenggaraan kesehatan haji bertujuan untuk memberikan pembinaan,
pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi Jemaah Haji pada bidang
kesehatan, sehingga Jemaah Haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan
ketentuan ajaran agama Islam. Tujuan tersebut dicapai melalui upaya-upaya
peningkatkan kondisi kesehatan sebelum keberangkatan, menjaga kondisi sehat
selama menunaikan ibadah sampai tiba kembali ke Indonesia, serta mencegah
transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar/masuk oleh jemaah haji.
Kesehatan adalah modal perjalanan ibadah haji, tanpa kondisi kesehatan
yang memadai, niscaya prosesi ritual peribadatan menjadi tidak maksimal. Oleh
karena itu setiap jemaah haji perlu menyiapkan diri agar memiliki status kesehatan
optimal dan mempertahankannya. Untuk itu, upaya pertama yang perlu ditempuh
adalah pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan merupakan upaya identifikasi status kesehatan
sebagai landasan karakterisasi, prediksi dan penentuan cara eliminasi faktor risiko
kesehatan. Dengan demikian, prosedur dan jenis-jenis pemeriksaan mesti
ditatalaksana secara holistik.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terselenggaranya pemeriksaan, perawatan, dan pemeliharaan kesehatan
jemaah haji sebelum keberangkatan melalui pendekatan etika, moral, keilmuan,
dan profesionalisme dengan menghasilkan kualifikasi data yang tepat dan
lengkap sebagai dasar pembinaan dan perlindungan kesehatan jemaah haji di
Indonesia dan pengelolaan kesehatan jemaah haji di Arab Saudi.
2. Tujuan Khusus
a. Tercapainya identifikasi status kesehatan jemaah haji berkualitas.
b. Tersedianya data kesehatan sebagai dasar upaya perawatan dan
pemeliharaan, serta upaya-upaya pembinaan dan perlindungan jemaah
haji.
c. Terwujudnya pencatatan data status kesehatan dan faktor risiko jemaah
haji secara benar dan lengkap dalam Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH)
Indonesia atau print out entry data kesehatan calon jemaah di Siskohatkes
d. Terwujudnya fungsi BKJH/ print out data kesehatan calon jemaah di
siskohatkes sebagai sumber informasi medik jemaah haji untuk
kepentingan pelayanan kesehatan haji.
e. Tersedianya bahan keterangan bagi penetapan layak kesehatan (istitho’ah)
jemaah haji.
f. Tercapainya peningkatan kewaspadaan terhadap transmisi penyakit
menular berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada masyarakat
Internasional/Indonesia

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


a. Kegiatan Pokok
- Pemeriksaan Calon jamaah Haji
- Pelaksanaan tes kebugaran
- Pencatatan dan pelaporan
b. Rincian Kegiatan
1. Pelayanan pemeriksaan tahap 1 bagi calon jemaah haji di puskesmas
kalipucang
2. Pelaksanaan tahap selanjutnya (evaluasi) di lakukan per 3 bulan

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Calon jamaah haji datang ke loket pendaftaran
2. Petugas melakukan pemeriksaan medis dasar, antara lain : anamnesis,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, memeriksa kemandirian dan
kebugaran, penetapan diagnosis serta menentukan faktor resiko calon jemaah
haji.
3. Petugas Merujuk calon jemaah haji yang mempunyai faktor resiko yang
diperkirakan dapat mempengaruhi kesehatan jemaah haji selama menunaikan
ibadah haji.

F. SASARAN
Calon jamaah haji yang sudah mempunyai nomor porsi

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Bulan
No Jenis Kegiatan Ket
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pemeriksaan kesehatan
1. Awal Calon Jemaah X
Haji
2 Tes kebugaran X
3. Pembinaan Kesehatan
X X X
Calon Jemaah Haji
4. Pemeriksaan kesehatan
X
Lanjutan
8. Evaluasi dan Pelaporan X

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


 Pemeriksaan kesehatan berjalan sesuai dengan jadwal pelaksanaan kegiatan
 Pelaporan dilaksanakan sebelum calon jamaah haji berangkat

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Membuat laporan ke dinas kesehatan tentang pelaksanaan program haji di
puskesmas dari pemeriksaan awal sampai kunjungan rumah paska kepulangan
jemaah dari tanah suci